• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUTIL BENZIL FTALAT BUTYL BENZYL PHTHALATE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUTIL BENZIL FTALAT BUTYL BENZYL PHTHALATE"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BUTIL BENZIL FTALAT BUTYL BENZYL PHTHALATE

1. N a m a

Golongan Ester aromatik

Sinonim / Nama Dagang

1,2-Benzenedicarboxylic acid; Butyl phenylmethyl ester; BBP; Benzyl n-butyl phthalate; n-Butyl benzyl phthalate; Butyl phenylmethyl 1,2-enzenedicarboxylate;

Palatinol BB; Phthalic acid, benzyl butyl ester; Santicizer 160; Sicol 160; Unimoll BB.

Nomor Identifikasi :

Nomor CAS : 85-68-7 Nomor RTECS : TH9990000 Nomor Indeks EC : 607-430-00-3 Nomor EINECS : 201-622-7

UN : 3082

2. Sifat Fisika Kimia

Nama bahan Butil benzil ftalat Deskripsi

Bentuk cairan berminyak, tidak berwarna, berbau ringan; Berat molekul 312.4;

Rumus molekul C19H20O4; Titik didih 370oC; Titik lebur -35oC; Titik nyala 198oC;

Kerapatan relatif (air=1) 1,1; Kelarutan dalam air 0,71 mg/L Tekanan uap 0,16 mmHg (150oC)

Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4) (1,4):

Kesehatan 1 = Tingkat keparahan rendah Kebakaran 1 = Dapat terbakar

Reaktivitas 0 = Tidak reaktif

(2)

Klasifikasi EC :

N = Berbahaya untuk lingkungan

T = Beracun

Repr. Cat. 2 = Racun reproduktif kategori 2 Repr. Cat. 3 = Racun reproduktif kategori 3 R61 = Dapat membahayakan janin R62 = Berisiko menurunkan fertilitas

R50/53 = Sangat beracun bagi organisme perairan, dapat menyebabkan efek yang sangat merugikan jangka panjang di lingkungan perairan

S45 = Jika terjadi kecelakaan atau jika anda tidak sehat, jika memungkinkan segera bawa ke dokter/rumah sakit/puskesmas (perlihatkan label kemasan)

S53 = Hindari/cegah pemaparan- dapatkan instruksi khusus sebelum penggunaan

S60 = Bahan ini dan wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya

S61 = Hindari/cegah pembuangan ke lingkungan. Rujukan pada Lembar Data Keamanan/Instruksi khusus

3. Penggunaan

Sebagai plasticizer , terutama untuk membuat lembut dan fleksibel polivinil klorida (PVC) untuk diaplikasikan pada industri otomotif, bahan bangunan dan konstruksi, kabel, lantai, peralatan kesehatan, dan mainan; sebagai intermediate bahan organik sebagai pelarut dan fiksatif parfum.

4. Identifikasi Bahaya

Risiko utama dan sasaran organ

Bahaya utama terhadap kesehatan: Kontak jangka panjang dengan cairan bahan ini dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit .

Organ sasaran: Hati, pankreas .

(3)

Rute paparan

Paparan jangka pendek Terhirup

Iritasi saluran pernafasan . Kontak dengan kulit

Iritasi ringan

Kontak dengan mata Iritasi ringan.

Tertelan

Iritasi saluran pencernaan. Bahan ini dianggap sebagai pencahar dan menstimulasi otot halus pada saluran pencernaan

Paparan jangka panjang Terhirup

Tidak tersedia informasi Kontak dengan kulit Tidak tersedia informasi Kontak dengan mata Tidak tersedia informasi . Tertelan

Tidak tersedia informasi

5. Stabilitas dan reaktivitas

Reaktivitas : Stabil pada kondisi penyimpanan yang direkomendasikan Kondisi yang harus

dihindarkan

: Panas berlebih, nyala terbuka

Tancampurkan : Bahan pengoksidasi, basa kuat Bahaya dekomposisi

produk

: Pembakaran normal akan membentuk karbon dioksida, uap air, dan kemungkinan oksida sulfur, nitrogen, dan fosfor

(4)

Polimerisasi : Tidak akan terjadi

6. Penyimpanan

 Simpan dan tangani sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standard yang berlaku.

 Hindarkan dari panas, nyala, bahan pengoksidasi percikan

 Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan ventilasi yang memadai

 Simpan pada wadah yang tertutup rapat

 Hindarkan dari bahan pangan

 Hindarkan dari pakan hewan

7. Toksikologi

Toksisitas

Data pada hewan

LD50 oral-tikus (rat) 2330 mg/kg; LD50 intraperitoneal-tikus (mouse) 3160 mg/kg ; LD50 oral-tikus (mouse) 4170 mg/kg; LD50 kulit-tikus (rat) 6700 mg/kg; LD50 tidak dilaporkan-tikus (mouse) 13700 µg/kg; LD50 kulit-kelinci >10 gm/kg; LD50 oral- marmut 13750 mg/kg; TDL0 oral-tikus (rat) 56 gm/kg/4 minggu kontinyu; TDL0

oral-tikus (rat) 68250 mg/kg/91 hari kontinyu; TDL0 oral-tikus (rat) 38402 mg/kg/13 minggu kontinyu; TCL0 inhalasi-tikus (rat) 2100 mg/m3/6 jam/4 minggu intermittent TCL0 inhalasi-tikus (rat) 789 mg/m3/6 jam/13 minggu intermittent; TDL0 oral-tikus (rat) 21 gm/kg/14 hari kontinyu; LD50 oral-tikus (rat) 20400 mg/kg; LC50 6,7 inhalasi-tikus (rat) 6,7 mg/L selama 4 hari

Data Karsinogenik

IARC: Group 3 – Tidak diklasifikasikan sebagai karsinogen terhadap manusia.

ACGIH: Tidak ada komponen pada bahan ini keberadaannya mempunyai tingkat lebih atau sama dengan 0,1% yang diidentifikasikan sebagai karsinogen atau berpotensi sebagai karsinogen

NTP: Tidak ada komponen pada bahan ini yang keberadaannya mempunyai tingkat lebih atau sama dengan 0,1% yang diidentifikasikan diketahui atau diantisipasi sebagai karsinogen

(5)

OSHA: Tidak ada komponen pada bahan ini keberadaannya mempunyai tingkat lebih atau sama dengan 0,1% yang diidentifikasikan sebagai karsinogen atau berpotensi sebagai karsinogen

Data Tumorigenik

TDL0 oral-tikus (rat) 433 gm/kg/2 tahun kontinyu; TD oral-tikus (rat) 437 gm/kg/2 tahun kontinyu; TDL0 oral-tikus (rat) 364 gm/kg/2 tahun kontinyu

Data Mutagenik

Transformasi morfologi – embrio hamster 2 mg/L

Data Reproduksi

TDL0 oral-tikus (rat) jantan 21 gm/kg selama 14 hari pra kawin; TDL0 oral-tikus (rat) betina 16400 mg/kg selama 6-15 hari setelah pembuahan; TDL0 oral-tikus (rat) betina 4900 mg/kg selama 1-7 hari setelah pembuahan; TDL0 oral-tikus (rat) jantan 154 gm/kg selama 10 minggu pra kawin; TDL0 oral-tikus (mouse) betina 9100 mg/kg selama 6-15 hari setelah pembuahan; TDL0 oral-tikus (mouse) betina 23300 mg/kg selama 6-15 hari setelah pembuahan

Informasi Ekologi

Sangat beracun bagi organisme perairan. Dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi lingkungan.

Saran ekotoksikologi : Jangan biarkan bahan ini mencemari tanah, saluran air, dan saluran air limbah.

Toksisitas pada ikan : LC50 ikan lain >2,69 mg/L

LC50 Lepomis macrochirus (bluegill) 1,7 mg/L selama 96 jam )

LC50 Parophyris vetulus 0,55 mg/L selama 96 jam )

LC50 Salmo gairdneri 1,1 mg/L selama 96 jam NOEC Onchorynchus mykiss (rainbow trout) 0,48 mg/L selama 96 jam

Toksisitas pada invertebrata perairan

: EC50 Daphnia magna (water flea) 1,7 mg/L selama 48 jam

Toksisitas pada tanaman perairan

: EC50 (end point: biomassa) Algae >2,69 mg/L selama 96 jam

(6)

EC50 (end point: biomassa) Selenastrum capricornutum (alga hijau) 0,52 mg/L selama 96 jam

Toksisitas pada mokroorganisme

: EC50 mikroorganisme lumpur aktif <2,9 mg/L selama 30 menit

Biodegradabilitas : Biotik/aerobik, hasil: 88% segera terbiodegradasi

Potensi bioakumulasi : Lepomis macrochirus (bluegill) – 21 hari Faktor biokonsentrasi (BCF): 663

8. Efek Klinis

Keracunan akut Terhirup

Berbahaya jika terhirup Kontak dengan kulit

Berbahaya jika terabsorbsi melalui kulit. Dapat menimbulkan iritasi kulit Kontak dengan mata

Dapat meyebabkan iritasi mata Tertelan

Berbahaya jika tertelan

Keracunan kronik Terhirup

Tidak tersedia informasi

Kontak dengan kulit Tidak tersedia informasi

Kontak dengan mata Tidak tersedia informasi Tertelan

Tidak tersedia informasi

(7)

9. Pertolongan Pertama

Terhirup

Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila perlu gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan kulit

Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit). Bila perlu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan mata

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Tertelan

Segera hubungi Sentra Informasi Keracunan atau dokter setempat. Bersihkan mulut dengan air. Jika pasien dalam keadaan sadar, berikan air untuk diminum.

Jangan berikan susu atau alkohol (15). Jangan sekali-kali merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien yang tidak sadar/pingsan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Catatan untuk dokter: Berikan pengobatan simptomatik (dekontaminasi dan fungsi vital).

10. Penatalaksanaan

Stabilisasi

a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk menjamin pertukaran udara.

b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.

(8)

c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi darah.

d. Jika ada kejang, beri diazepam dengan dosis:

Dewasa: 10-20 mg IV dengan kecepatan 2,5 mg/30 detik atau 0,5 mL/30 menit, jika perlu dosis ini dapat diulang setelah 30-60 menit.

Mungkin diperlukan infus kontinyu sampai maksimal 3 mg/kg BB/24 jam.

Anak-anak: 200-300 µg/kg BB Dekontaminasi

a. Dekontaminasi mata

Dilakukan sebelum membersihkan kulit:

 Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.

 Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 30 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata.

 Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya.

 Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit.

 Jangan biarkan pasien menggosok matanya.

 Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.

b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku)

 Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.

 Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat serta sabun minimal 10 menit.

 Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara lembut. Jangan digosok.

 Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup.

 Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.

 Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.

(9)

11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri

Batas paparan butil benzil ftalat:

TLV 5 mg/m3 (oil mist) OEL-Rusia: STEL 1 mg/m3

OEL-Swedia: TWA 3 mg/m3; STEL 5 mg/m3 OEL-Inggris: TWA 5 mg/m3

Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah ditentukan.

Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan. Sediakan kran pencuci mata untuk keadaan darurat serta semprotan air deras dekat dengan area kerja.

Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang tahan bahan kimia.

Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan bahan kimia.

Respirator: Tidak diperlukan jika ruangan berventilasi baik. Pada kasus pelepasan bahan yang tidak disengaja, paparan kerja melebihi batas paparan bahan, gunakan respiratory filter device pada kasus paparan singkat atau polusi tingkat rendah; gunakan respiratory protective device, yang bebas mensirkulasikan udara pada kasus paparan intensif atau paparan jangka panjang.

12. Manajemen Pemadam Kebakaran

Media pemadam kebakaran: Kabut air, karbon dioksida, busa atau bahan kimia kering. Jangan gunakan aliran air secara langsung karena bahan akan mengapung dan menyala kembali.

Kebakaran besar: Gunakan semprotan air atau busa tahan alkohol.

13. Manajemen Tumpahan

Pencegahan: Tampunglah air yang terkontaminasi/air sisa pemadam kebakaran. Jangan dibuang ke saluran air/air permukaan/air tanah.

Tumpahan sedikit: Gunakan absorbent inert (misal: pasir, tanah). Lalu buanglah bahan yang terkontaminasi tersebut.

(10)

Tumpahan yang banyak: Tumpahan dibersihkan dengan cara dipompa.

14. Daftar Pustaka

1. Sittig, M. Handbook of Toxic and Hazardous Chemicals and Carcinogens.

Third Edition. Noyes Publications. New Jersey. 1991

2. ________http://www.inchem.org/documents/icsc/icsc/eics0834.htm (diunduh Agustus 2010)

3. ________http://www.inchem.org/documents/iarc/vol29/butylbenzylphthalate.

html (diunduh September 2010)

4. ________http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol73/mono73-9.pdf (diunduh Agustus 2010)

5. ________http://www.chemicalland21.com/industrialchem/plasticizer/BUTYL

%20BENZYL%20PHTHALATE.htm (diunduh Juli 2010))

6. ________http://www.osha.gov/dts/chemicalsampling/data/CH_223215.html (diunduh September 2010)

7. ________http://msds.chem.ox.ac.uk/BE/benzyl_butyl_phthalate.html (diunduh Agustus 2010)

8. ________http://www.lookchem.com/msds/BUTYL-BENZYL- PHTHALATE(85-68-7).pdf (diunduh Agustus 2010)

9. ________http://www.chemcas.com/msds/cas/msds94/85-68-7.asp (diunduh September 2010)

10. ________http://www.itwcinc.com/images/systems/SSY%20Specialty/ssy_88 0_poly_msds.pdf (diunduh Agustus 2010)

11. ________http://msds.carboline.com/website/carbmsds.nsf/(all)/E0067C9BB B70147F8525759A004EF318/$file/f107a1nl_2_usansi.pdf

(diunduh September 2010)

12. ________http://www.basf-cc.com.sg/en/products/IndustrialandCommercial FlooringSystems/UCRETE/UcreteAntiStatic/UcreteMFAS/Documents/Ucrete

%20Liq%20Pig%20Green_MSDS_180110.pdf (diunduh September 2010) 13. ________http://www.chemblink.com/MSDS/MSDSFiles/85-68-7_Sigma-

Aldrich.pdf (diunduh Agustus 2010)

14. ________http://echa.europa.eu/doc/candidate_list/svhc_supdoc_bbp_public ation.pdf (diunduh Juli 2010)

(11)

15. ________http://books.google.co.id/books?id=XZ2QB7bu5LwC&pg=PA304&l pg=PA304&dq=EINECS+201-622-

7++MSDS&source=bl&ots=6LaZoBEQp6&sig=mb5nJd8q-

MprCFnb76VPyQ6b7N0&hl=id&ei=E_AzTanPHcvnrAfXo9i2CA&sa=X&oi=b ook_result&ct=result&resnum=10&ved=0CFsQ6AEwCTgU#v=onepage&q&f

=false (diunduh September 2010)

16. ________http://www.penpet.de/upload/pdf/Butylbenzylphthalat_MSDS_EN.p df (diunduh Agustus 2010)

17. ________http://www.chemicalbook.com/ChemicalProductProperty_EN_CB2 772688.htm (diunduh September 2010)

--- Disusun oleh:

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SiKer Nas) Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI Tahun 2010

---

Referensi

Dokumen terkait

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%) selama 15-20 menit, atau sekurangnya 1 liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan sesekali

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan