• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATUTA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STATUTA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

STATUTA

SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE

MERAUKE

2003

(3)

MUKADIMAH

Dengan diilhami oleh nilai-nilai dasar Kristiani, dan didorong oleh amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka Pendiri dan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke, dilandasi turut berpartisipasi mengembangkan Pendidikan Tinggi dalam upaya melindungi dan meningkatkan harkat dan martabat manusia serta warisan budaya melalui pendidikan, penelitian dan pelayanan kepada masyarakat setempat, nasional dan internasional. Dalam rangka mewujudkan amanat dan niat baik tersebut, YPPK Merauke mendirikan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke. Untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat dengan bekal kemampuan akademik, professional dan humaniora Sekolah Tingi Katolik Santo Yakobus Merauke memadukan pengembangan berbagai dimensi kemanusiaan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan bidang humaniora diharapkan para alumni memiliki kepribadian yang matang, integritas moral yang tinggi, kemampuan berpikir yang kritis dan wawasan kebangsaan yang luas.

Sejalan dengan eksistensinya sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi, Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke sebagai masyarakat akademik memberikan pelayanan kepada masyarakat agar tercipta tatanan masyarakat yang lebih manusiawi dan sejahtera dengan menjunjung tinggi kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan.

Sadar akan keberadaannya di Papua, dalam perencanaan strategis dan implementasi kebijakan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, STP akan memperhatikan secara sungguh-sungguh relevansinya dengan potensi sumber daya yang ada di Papua. Sehubungan dengan itu, dipilih dan ditetapkan pola ilmiah pokok : Pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.

Sebagai acuan pencapaian tujuan-tujuan tersebut, dan untuk memberi arah pengembangan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke, dalam kasih dan terang Tuhan disusunlah Statuta STP “ St . Yakobus “ Merauke yang meliputi ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

(4)

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Di dalam Statuta Sekolah Tinggi Katolik Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke ini yang dimaksud dengan :

1) Statuta Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke adalah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan penyelenggaraan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan Sekolah Tinggi Katolik berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

2) Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

3) Pendidikan Tinggi adalah pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah.

4) Perguruan Tinggi adalah : satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi.

5) Sekolah Tinggi Pendidikaan (STP) adalah Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang terdiri atas pendidikan akademik & pendidikan profesional.

6) Direktorat Jenderal adalah Direktorat Bimbingan Masyarakat Katolik. 7) Menteri adalah Menteri Agama Republik Indonesia.

8) Yayasan adalah Yayasan Pendidikan & Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke yang mendirikan dan menyelenggarakan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

9) Kurikulum adalah Dasar pelaksanaan pendidikan di Sekolah Tinggi yang disusun sesuai dengan sasaran program studi, dengan berpedoman pada kurikulum yang berlaku secara nasional. 10) Pendidikan Profesional adalah Pendidikan Tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan

penerapan keahlian tertentu.

11) Pendidikan Akademik adalah Pendidikan Tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan Agama, Iman, Moral dan Teknologi.

12) Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah kewajiban Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke untuk melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarkat.

13) Sivitas Akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen (tenaga kependidikan) dan tenaga administrasi serta mahasiswa pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

14) Dosen adalah tenaga pendidik atau kependidikan pada Sekolah Tinggi Katolik St Yakobus Merauke yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.

(5)

15) Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

16) Alumnus adalah seseorang yang menamatkan pendidikan pada Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

17) Senat Sekolah Tinggi Pendidikan adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

18) Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke adalah perangkat pengambil keputusan tertinggi di Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

19) Dewan penyantun adalah suatu dewan yang terdiri atas tokoh – tokoh masyarakat ikut mengembangkan dan membantu memecahkan permasalahan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

BAB II JATI DIRI

Pasal 2

Nama, Pendirian dan Kedudukan

1) Nama Perguruan Tinggi adalah Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

2) Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke didirikan di Merauke pada tanggal 11 Agustus 2003 yang dinyatakan sebagai Dies Natalis Akademik.

3) Sekolah Tinggi terdiri atas dua jurusan yaitu : a. Jenjang S-1 untuk Program Studi Bahasa Inggris b. Jenjang D – III untuk Program Studi Kateketik Pastoral c. Jenjang S-1 untuk Program Studi Kateketik Pastoral

d. Program - program studi lain akan dibuka dikemudian hari berdasarkan b. keputusan YPPK Merauke dan Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik c. St.Yakobus Merauke.

4) Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke berkedudukan di Merauke.

5) Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke berada di bawah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke sebagai Badan Hukum Penyelenggara yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke dan secara akademik dibina oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama Republik Indonesia.

(6)

BAB III

AZAS, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3

1) Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke berazaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 dan berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku.

2) Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke mempunyai ciri khas kependidikan yang memuat unsur – unsur :

a) Inspirasi nilai – nilai Kristiani , yaitu cinta kasih dan hormat pada keluhuran martabat manusia yang menjadi dasar pengembangan pandangan kemanusiaan yang integral.;

b) Pengakuan hakiki dunia sebagai ciptaan Allah yang harus dipelajari, diselidiki dan direnungkan maknanya serta dibangun dan dilestarikan demi kesejahteraan umat manusia dan kemuliaan Allah yang lebih besar.

c) Pengembangan bakat dan kepribadian manusia secara penuh dan utuh, sehingga tercapai taraf kedewasaan intelektual , psikologis, moral dan artistik demi pelayanan kepada sesama manusia.

d) Penyiapan kader-kader bangsa yang memiliki kesadaran sosial yang tinggi, wawasan kebangsaan yang luas, keprihatinan bagi mereka yang miskin dan menderita.

e) Keunggulan dalam bidang akademik dan pendidikan.

3) Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke mengembangkan visi pendidikan yang merupakan hubungan manusiawi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik satu sama lain dengan sikap saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka.

4) Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berupaya mewujudkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yaitu pengembangan dimensi kemanusiaan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang harus dijabarkan dalam kegiatan perkuliahan dan pelatihan di bidang etika / moral, kemasyarakatan, kebudayaan dan bahasa.

5) Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berkewajiban mengembangkan pendidikan tenaga kependidikan yang profesional baik dalam bidang keahlian maupun keguruan .

(7)

BAB IV ORGANISASI

Pasal 4 Struktur Organisasi

Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut : 1. Dewan Penyantun

2. Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke 3. Universitas Sanata Dharma sebagai Universitas Pembina 4. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke 5. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke 6. Ketua Program Studi.

7. Bagian Administrasi Akademik Kemahasiswaan 8. Bagian Administrasi Umum dan Keuangan. 9. Unit Pengabdian Masyarakat.

10. Unit Perpustakaan 11. Unit Penelitian 12. Dosen 13. Mahasiswa Pasal 5 Dewan Penyantun

1. Dewan Penyantun terdiri dari para tokoh masyarakat yang terkemuka dan mewakili unsur-unsur dalam masyarakat yang dipandang mampu memberikan perhatian besar terhadap pengembangan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Dewan Penyantun bertugas memberikan nasihat, saran dan bimbingan kepada Ketua dalam pengembangan akademik dan fisik dalam rangka ikut memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dan memikirkan upaya-upaya untuk memperoleh dana pengelolaan kegiatan bagi akademi serta dapat menjadi penghubung antara Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke , Pemerintah dan masyarakat.

3. Para anggota Dewan Penyantun diangkat oleh Direktur atas pertimbangan Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

(8)

4. Pengurus dan anggota Dewan Penyantun diangkat untuk masa jabatan empat tahun, dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya

BAB V YAYASAN

Pasal 6 Badan Penyelenggara

1. Badan Penyelenggara Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah pendiri dan penyelenggara Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

2. Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam susunan organisasi Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

3. YPPK Merauke bertanggung jawab atas kebijakan dasar dan semangat kekatolikan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

Pasal 7

Pengurus Harian Yayasan

1. Badan Pengurus Harian (BPH) YPPK Merauke, bertugas sebagai pelaksana harian yang mengatur dan membina pelaksanaan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. BPH Yayasan terdiri dari Ketua Yayasan merangkap anggota , seorang sekretaris merangkap anggota, Bendahara merangkap anggota dan sekurang –kurangnya seorang anggota yang bukan pengurus.

3. Anggota Badan Pengurus Harian Yayasan tidak dibenarkan menjadi Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

Pasal 8

Fungsi Pengurus Harian

Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Terhadap Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke 1. Menyampaikan kepada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke kebijakan dasar YPPK dan menetapkan Statuta Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke atau kebijakan dasar yang ditentukan oleh Penyelenggara Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

(9)

2. Menetapkan pendirian , pengembangan dan atau pengurangan program pendidikan di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sesudah mendapat persetujuan Menteri Agama Republik Indonesia / Dirjen Bimas Katolik.

3. Menerima atau menolak usulan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang menyangkut perencanaan tahunan, anggaran, tenaga dan sarana.

4. Menetapkan struktur organisasi Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan personalianya atas usulan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dengan memperhatikan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.

5. Menerima dan mengesahkan pertanggungjawaban Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

6. Memberi dan menerima bantuan pihak luar.

7. Menetapkan , melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengadaan prasarana kampus dengan memperhatikan usulan atau pendapat dari Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

8. Menetapkan pengaturan keuangan, gaji tenaga tetap dan tidak tetap, sesuai dengan ketentuan

yang berlaku pada YPPK Merauke.

BAB VI

KETUA DAN PARA PEMBANTU KETUA Pasal 9

Kedudukan Ketua

Ketua adalah pemimpin Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang diangkat oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke, dan karena itu berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Badan Pengurus Harian (BPH) YPPK Merauke.

Pasal 10

Hubungan Kerja Ketua dengan Pengurus Harian Yayasan

1. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke memegang wewenang tertinggi dan memikul tanggung jawab untuk memimpin seluruh program penyelenggaraan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sudah disahkan oleh Ketua YPPK / Ketua BPH YPPK Merauke sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

(10)

2. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berwenang mengadakan konsultasi dengan Ketua BPH YPPK Merauke sebelum mengundang tenaga penceramah dan seminar –seminar akademik dan kegiatan lain bila kegiatan tersebut menyangkut biaya keuangan tambahan dari YPPK Merauke.

3. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berwenang mengajukan usul pengangkatan tenaga pendidik dan tenaga non eduktif / administrasi tetap kepada BPH YPPK Merauke . 4. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berwenang memimpin rapat kerja senat

Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke untuk menyusun perencaan di bidang pendidikan, kemahasiswaan, kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, ketenagaan, admnistrasi dan keuangan untuk diajukan kepada BPH YPPK Merauke.

5. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bertanggung jawab membuat dan menyampaikan laporan tahunan tentang pelaksanaan dan perencaan program – program di bidang pendidikan, kemahasiswaan, kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, ketenagaan, administrasi dan keuangan kepada BPH YPPK Merauke .

Pasal 11

Ketua Sekolah Tinggi Pendidikan

1. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke melaksanakan fungsi managerial yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan dan penyempurnaan program – program di bidang pendidikan, kemahasiswaan, kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, ketenagaan, admnistrasi dan keuangan demi tercapainya tujuan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

2. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bertugas mengkoordinasi usaha –usaha pembinaan tenaga kependidikan dan non edukatif / administrasi melalui usaha penelitian, seminar ilmiah, latihan keterampilan kerja, penyegaran rohani dan lain-lain.

3. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bertugas membuat Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP 3) mengenai konduite para karyawan bawahannya.

4. Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bertugas membina dan melaksanakan hubungan dengan lingkungan, kerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga swasta lainnya untuk mengembangkan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

(11)

Pasal 12 Para Pembantu Ketua

1. Dalam melaksanakan tugas sehari – hari, Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua.

2. Para Pembantu Ketua diangkat dan diberhentikan oleh Ketua YPPK / Ketua BPH Merauke, setelah mendengarkan pendapat Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

3. Pembantu Ketua terdiri atas :

a. Pembantu Ketua Bidang Akademik yang selanjutnya disebut Pembantu Ketua I.

b. Pembantu Ketua Bidang Admnistrasi Umum dan Keuangan, yang selanjutnya disebut Pembantu Ketua II.

c. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan, yang selanjutnya disebut Pembantu Ketua III.

Pasal 13

Tugas Pembantu Ketua I

1. Pembantu Ketua I mempunyai tugas mewakili dan membantu Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dalam menjalankan tugasnya di bidang Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan dalam tugas pengelolaan Bagian Administrasi Akademik .

2. Bertindak sebagai Pelaksana Harian Ketua, bilamana Ketua berhalangan tidak tetap. 3. Untuk menyelenggarakan tugas pokok itu, Pembantu Ketua I mempunyai fungsi :

a. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan, pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan ketenagaan pendidik.

b. Merencanakan dan melaksanakan pembinaan ilmiah, keterampilan kerja dan mental spiritual tenaga pendidik dan tenaga peniliti.

c. Menyiapkan program pendidikan dan pengajaran baru untuk berbagai tingkat dan bidang, serta pengaturan kerja tenaga peneliti;

d. Merencanakan program kerja sama pendidikan dan penelitian serta ketenagaan akademik dengan lembaga di dalam maupun di luar negeri;

e. Mengelola data yang menyangkut pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan ketenagaan pendidik;

(12)

g. Menyiapkan laporan semesteran di bidang pendidikan dan ketenagaan pendidik yang akan disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke kepada BPH YPPK Merauke.

h. Bertanggung jawab atas pengelolaan Bagian Administrasi Akademik yaitu : melaksanakan butir (a) sampai (h) tersebut sesuai dengan pedoman program akreditasi pemerintah.

Pasal 14

Tugas Pembantu Ketua II

1. Pembantu Ketua II mempunyai tugas mewakili dan membantu Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dalam menjalankan tugasnya di bidang Admnistrasi Umum dan Keuangan, yang meliputi : administrasi kepegawaian / ketenagaan baik tenaga edukatif maupun non edukatif, administrasi umum, administrasi keuangan, perbekalan, perlengkapan, bangunan dan rumah tangga.

2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok itu, Pembantu Ketua II mempunyai fungsi :

a. Merencanakan Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang akan diajukan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke kepada Pengurus Harian YPPK Merauke;

b. Mengelola anggaran pendapatan dan pengeluaran Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang telah disetujui dan disahkan oleh Pengurus Harian YPPK Merauke;

c. Menyiapkan laporan tahunan di bidang administrasi umum dan keuangan yang akan disampaikan kepada BPH YPPK Merauke;

d. Mengelola administrasi ketenagaan dan mengusahakan kesejahteraan tenaga kependidikan dan non edukatif /administrasi Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

e. Mengelola dan memelihara perlengkapan serta fasilitas gedung Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

f. Mengurus rumah tangga dan memelihara ketertiban kerja lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

g. Bertanggung jawab atas pengelolaan bagian administrasi umum dan keuangan; h. Mengelola dan mengembangkan sarana perpustakaan dan laboratorium;

i. Melaksanaan butir (a) sampai (h) tertsebut sesuai dengan perdoman program akreditasi pemerintah.

(13)

Pasal 15

Tugas Pembantu Ketua III

1. Pembantu Ketua III mempunyai tugas mewakili dan membantu Ketua dalam menjalankan tugasnya di bidang kemahasiswaan, memberi informasi tentang Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke kepada masyarakat, membina dan mengembangkan komunikasi antar alumni dengan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan dalam pengelolaan Bagian Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi serta melaksanakan tugas–tugas lainnya atas permintaan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok itu, Pembantu Ketua III mempunyai fungsi :

a. Melaksanakan pembinaan mahasiswa dalam pengembangan sikap, orientasi dan kegiatan lain dalam bidang seni budaya, olahraga, dan lain-lain;

b. Mengusahakan kesejahteraan, bimbingan dan konseling dan pembinaan mental spiritual mahasiswa;

c. Mengatur usaha pengembangan daya penalaran mahasiswa dalam bidang kokurikuler; d. Menciptakan iklim pendidikan yang baik dalam kampus dan membantu pelaksanaan program

pemeliharaan kesatuan dan persatuan bangsa.

e. Bekerja sama dengan semua pihak dalam setiap usaha di bidang kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat non kurikuler;

f. Melaksanakan kegiatan kemahasiswaan dalam rangka pembangunan yang dilandasi nilai – nilai dan tanggung jawab ilmiah;

g. Mengelola data yang menyangkut pendidikan dalam bidang kokurikuler dan non kurikuler serta pembinaan mental spiritual;

Pasal 16

Bila Ketua Berhalangan

1. Bila Ketua berhalangan tidak tetap, Pembantu Ketua I bertindak sebagai Pelaksana Harian Ketua.

2. Bila Ketua berhalangan tetap , BPH Yayasan mengangkat Pejabat Ketua sebelum diangkat Ketua yang baru.

(14)

Pasal 17 Masa Jabatan

1. Masa Jabatan Ketua dan Pembantu Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah 3 (tiga) tahun.

2. Ketua dan Pembantu Ketua dapat diangkat kembali pada jabatan yang sama dengan ketentuan tidak lebih dari dua kali masa jabatan berturut –turut.

BAB VII

SENAT SEKOLAH TINGGI KATOLIK Pasal 18

Wewenang dan Keanggotaan

1. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diketuai ex-officio oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih dari antara anggota. 3. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke terdiri atas Guru Besar, Ketua, Pembantu

Ketua, Ketua Jurusan dan Wakil Dosen.

4. Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diatur atas dasar musyawarah dan mufakat.

5. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke terdiri dari unsur pimpinan, para Ketua Jurusan, Ketua Lembaga dan wakil dosen dan unsur tim yang ditetapkan oleh Senat Akademi.

6. Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diketuai oleh Ketua dan didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih di antara anggota Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke . 7. Anggota Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diangkat dan diberhentikan dengan

Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

Pasal 19 Tugas Senat

Tugas pokok senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah :

1. Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

(15)

2. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika.

3. Menilai pertanggungjawaban Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan.

4. Memberikan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

5. Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

6. Memberikan pertimbangan kepada BPH YPPK Merauke berkenaan dengan calon –calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan Dosen yang dicalonkan memangku jabatan akademik di atas Lektor.

7. Menegakkan norma – norma yang berlaku bagi sivitas akademika.

8. Memberikan persetujuan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

9. Memberi pertimbangan kepada Ketua YPPK Merauke tentang calon Ketua, Pembantu Ketua dan dosen untuk memangku jabatan akademis di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

10. Merumuskan pedoman untuk menilai prestasi dosen, peneliti, tenaga administrasi, tenaga teknis, pustakawan, laboran, mahasiswa dan anggota masyarakat yang dinilai patut diberikan penghargaan.

11. Menyelenggarakan upacara wisuda, Dies Natalis Akademi dan acara lain yang diatur menurut peraturan perundangan yang berlaku.

Pasal 20

Dalam melaksanakan tugas pokok, Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dapat membentuk komisi – komisi / panitia –panitia yang beranggotakan anggota Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bila dianggap perlu ditambahkan anggota lain

BAB VIII PROGRAM STUDI

Pasal 21

1. Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke menyelenggarakan pendidikan Ilmu Pendidikan dengan mengikuti kurikulum nasional yang disahkan oleh Dirjen Bimas Katolik.

(16)

2. Dalam melaksanakan kurikulum nasional, Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke 2 (dua) program studi , yakni : program studi Bahasa Inggris, dan Kateketik Pastoral.

3. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris mempunyai jenjang S-1 dan Jurusan Kateketik Pastoral berjenjang D-III dan S-1.

4. Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dapat mengembangkan diri dengan membuka dan menutup jurusan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Pasal 22

1. Penyelenggaraan masing –masing jurusan dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan.

2. Ketua Jurusan bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Ketua I sebagai Pembantu Ketua bidang Akademik.

3. Masa jabatan Ketua Jurusan bersamaan dengan masa jabatan Pembantu Ketua I, yaitu 4 (empat) tahun.

BAB IX DOSEN Pasal 23 Tenaga Kependidikan

1. Tenaga kependidikan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke terdiri atas dosen dan tenaga penunjang akademik.

2. Dosen Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah seorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya mendapat tugas mengajar pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Dosen Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dapat merupakan dosen biasa, dosen luar biasa dan dosen tamu.

4. Dosen biasa adalah tenaga pengajar yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap oleh Pengurus Harian YPPK Merauke pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke . 5. Dosen biasa ini disebut juga dosen tetap. Persyaratan penerimaan dosen tetap diatur oleh

Pengurus Harian YPPK Merauke.

6. Dosen Luar Biasa adalah dosen yang bukan tenaga kependidikan tetap pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang diundang dan diangkat oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

(17)

7. Dosen tamu ialah tenaga kependidikan yang diundang dan diangkat oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sebagai dosen pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke selama jangka waktu tertentu.

Pasal 24 Jabatan Akademik

1. Jenjang jabatan akademik dosen ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terdiri atas asisten, lektor dan guru besar.

2. Wewenang dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian jabatan akademik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan diperundang-undangan yang berlaku.

Pasal 25 Syarat –syarat

Syarat untuk menjadi Dosen Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke : 1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Berwawasan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945 3. Memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar.

4. Mempunyai moral dan integritas yang tinggi.

5. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara.

6. Dosen yang beragama Katolik diharapkan juga memiliki moral serta integritas kristiani serta rasa tanggung jawab yang besar pada masa depan Gereja.

Pasal 26

Tugas Tenaga Kependidikan

Tenaga Kependidikan bertugas mendidik dan mengajar di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke :

1. Mempersiapkan materi kuliah dan seminar dengan membuat Satuan Acara Perkuliahan (SAP) mata kuliah yang bersangkutan.

2. Mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan Sistem Kredit Semester (SKS). 3. Membimbing mahasiswa dalam proses belajar mengajar,pelaksanaan seminar, menyusun

skripsi / tesis / paper.

(18)

5. Mengadakan penelitian dan penulisan karya ilmiah.

6. Melaksanakan pengabdian masyarakat dan Gereja Katolik sesuai dengan kuliahnya.

7. Mengusahakan tercapainya jumlah kredit kumulatif (KUM) seperti yang ditetapkan pemerintah demi usaha peningkatan mutu ilmiah tenaga kependidikan.

BAB X UNIT PENELITIAN

Pasal 27

1. Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke memiliki unit penelitian di bidang Kateketik Pastoral.

2. Unit penelitian Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Unit penelitian terdiri atas Kepala, Sekretaris, tenaga administrasi.

Pasal 28

Kegiatan penelitian bisa berupa penelitian lapangan atau penelitian kepustakaan dan bisa bersifat antar bidang, lintas bidang dan atau multi bidang.

BAB XI

UNIT PENGABDIAN MASYARAKAT Pasal 29

1. Pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke melalui unit Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Unit Pengabdian Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke . 3. Lembaga Pengabdian Masyarakat terdiri atas Kepala, Sekretaris, tenaga Ahli dan tenaga

Administrasi.

Pasal 30

Unit pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah unsur pelaksana di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan.

(19)

BAB XII

BAGIAN ADMINISTRASI AKADEMIK Pasal 31

1. Bagian Administrasi Akademik adalah unsur pembantu Pimpinan di bidang administrasi. 2. Bagian Administrasi Akademik dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat oleh Ketua Sekolah

Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Ketua I.

Pasal 32

1. Bagian Administrasi Akademik bertugas memberikan layanan administrasi di bidang akademik di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Tugas tersebut meliputi :

a. Menghimpun dan mengolah data akademik .

b. Menghimpun dan mengolah data hasil unit penelitian dan unit pengabdian masyarakat. c. Melaksanakan administrasi sarana akademik.

3. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut di atas, Bagian Administrasi Akademik dan mempunyai fungsi :

a. Memberikan petunjuk tentang pelaksanaan admnistrasi akademik b. Menyiapakan daftar kuliah per semester.

c. Menyusun jadwal induk perkuliahan.

BAB XIII

BAGIAN ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN Pasal 33

1. Bagian Administrasi Kemahasiswaan adalah unsur pembantu pimpinan di bidang kemahasiswaan.

2. Bagian Administrasi Kemahasiswaan dipimpin oleh seorang kepala diangkat oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Ketua III.

(20)

Pasal 34

1. Bagian Administrasi Kemahasiswaan bertugas memberikan layanan administrasi di bidang kemahasiswaan di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Tugas tersebut meliputi : Kegiatan ekstra kurikuler yaitu :

a. Pembinaan mental (pendampingan kepada mahasiswa dengan melihat latar belakang keluarga dan budaya)

b. Pembinaan spiritual (khalwat, penyegaran rohani, anjang sana, camping)

c. Membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (olahraga, seni dan budaya, kerohanian, sosial kemasyarakatan)

d. Menjalin hubungan dengan Senat Mahasiswa pada Perguruan Tinggi lain.

3. Untuk menyelenggarakan tugas di atas, Bagian Administrasi Kemahasiswaan mempunyai fungsi :

a. Memberikan petunjuk tentang pelaksanaan administrasi kemahasiswaan. b. Menyiapkan penerimaan mahasiswa baru : OSPEK .

c. Menyusun jadwal kegiatan ekstra kurikuler.

BAB XIV

BAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN DAN UMUM Pasal 35

Kepengurusan BAKU

1. Bagian Administrasi Keuangan dan Umum (BAKU) adalah unsur pembantu Pimpinan di bidang administrasi Keuangan dan Umum.

2. Bagian Admnistrasi Keuangan dan Umum dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Ketua II.

Pasal 36 Tugas BAKU

1. Bagian Administrasi Keuangan dan Umum mempunyai tugas memberikan layanan admnistratif di bidang keuangan serta administratif di bidang umum dan pelayanan teknis di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

(21)

2. Bagian Administratif Keuangan dan Umum bertanggung jawab atas 4 (empat) Sub Bagian, yaitu :

a. Sub Bagian Keuangan b. Sub Bagian Perlengkapan. c. Sub Bagian Tata Usaha d. Sub Bagian Kepegawaian.

Pasal 37

Tugas Sub Bagian Keuangan

1. Menyusun anggaran dan usulan pelaksanaan anggaran. 2. Melaksanakan pembukuan penerimaan dan pengeluaran.

3. Membuat pembukuan keuangan dan memeriksa pembukuan keuangan. 4. Menyusun laporan keuangan secara periodik.

5. Memantau pencairan anggaran dan pembayaran , menyimpan bukti pengeluaran. 6. Melakukan segala penerimaan dan pengeluaran keuangan.

Pasal 38

Tugas Sub Bagian Perlengkapan

1. Menyelenggarakan urusan perlengkapan yang meliputi : perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penggunaan, perawatan, inventarisasi dan usul penghapusan barang perlengkapan.

2. Bertanggung jawab atas barang perlengkapan yang meliputi antara lain : gedung,perabot, peralatan tekhnis elektronik, alat kantor, kendaraan.

Pasal 39

Tugas Sub Bagian Tata Usaha

1. Menyelenggarakan urusan surat menyurat yang meliputi : pengagendaan, pemilihan berdasarkan jenis urgensinya, pencatatan pada kartu kendali, penomoran, pengetikan dan pengiriman ke alamat surat.

(22)

3. Melaksanakan urusan rumah tangga di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

4. Melaksanakan hukum dan perundang-udangan yang berkaitan dengan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

5. Melaksanakan urusan ketatalaksanaan dengan hubungan masyarakat.

Pasal 40

Tugas Sub Bagian Kepegawaian

1. Menyusun formasi pegawai kependidikan dan pegawai non edukatif di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

2. Menyiapkan pelaksanaan penerimaan dan pengangkatan pegawai baru baik tenaga kependidikan maupun tenaga non edukatif / adminstratif.

3. Melaksanakan administratif usulan kenaikan pangkat kepegawaian dan pangkat akademik unit kependidikan dan pangkat kepegawaian untuk tenaga non edukatif / administrasi, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB XV

ADMINISTRASI PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI

Pasal 41 Kepengurusan BAPSI

1. Bagian Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) adalah unsur Pembantu Pimpinan di Bidang perencanaan dan sistem informasi.

2. Bagian Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Ketua III.

(23)

Pasal 42 Tugas BAPSI

1. Bagian administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi mempunyai tugas memberikan layanan admnistratif di bidang perencanaan dan sistem informasi di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

2. Bagian Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi bertanggung jawab atas dua sub bagian, yaitu :

a. Sub Bagian perencaan. b. Sub Bagian sistem informasi.

Pasal 43

Tugas BAPSI pada Sub Bagian Perencanaan

1. Pada Sub Bagian Perencanaan pada Bagian Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan administratif perencanaan akademik dan fisik.

2. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Sub Bagian Administrasi Perencanaan mempunyai fungsi: a. Melaksanakan administrasi perencaan akademik.

b. Merencanakan administrasi perencanaan fisik.

Pasal 44

Tugas BAPSI pada Sub Bagian Sistem Informasi

1. Pada Sub Bagian Sistem Informasi pada Sub Bagian Sistem Informasi pada bagian administrasi Perencanaan dan sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke

2. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Sub Bagian Sistem Informasi mempunyai fungsi : a. Melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data.

(24)

BAB XVI

UNIT PELAKSANA TEKNIS PERPUSTAKAAN Pasal 45

Kepengurusan Perpustakaan

1. Perpustakaan adalah unit pelaksana teknik di bidang perpustakaan di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

Pasal 46 Tugas dan Fungsi

1. Unit pelaksana teknis perpustakaan mempunyai tugas memberikan layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan , penelitian, dan kepada masyarakat.

2. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, unit pelaksana teknis perpustakaan mempunyai fungsi : a. Menyediakan dan mengolah bahan pustaka;

b. Memberikan layanan dan pendayagunaan bahan pustaka ; c. Memelihara bahan pustaka;

d. Melakukan layanan referensi ;

e. Melakukan urusan Tata Usaha Perpustakaan.

BAB XVII TATA KERJA

Pasal 47 Jenis – Jenis Rapat

Rapat – rapat yang dikenal dalam lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah : Rapat Pimpinan, Rapat Senat, Rapat Dosen Pleno, Rapat Umum Sivitas Akademika dan Rapat Lain.

(25)

Pasal 48 Rapat Pimpinan

Rapat Pimpinan adalah rapat Ketua dan Pembantu Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke . Rapat Pimpinan diadakan sekurang-kurangnya sebulan sekali untuk membahas segala sesuatu yang penting dan aktual bagi kelangsungan hidup Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

Pasal 49 Rapat Senat

Rapat Senat adalah semua dosen tetap Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang diadakan atas undangan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sebagai Ketua Senat ex – officio atau atas usulan sekurang –kurangnya tiga anggota Senat. Rapat Senat diadakan sekurang – kurangnya 2 (dua) kali setahun menjelang akhir setiap semester dan selebihnya sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 50 Rapat Dosen Pleno

Rapat Dosen Pleno adalah rapat semua dosen baik yang tetap maupun yang tidak tetap yang diundang dan dipimpin oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan diadakan sesuai dengan kebutuhan. Rapat Dosen Pleno bertugas memberikan masukan di bidang Akademik dan Kemahasiswaan sesuai dengan permintaan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

Pasal 51

Rapat Umum Sivitas Akademika

Rapat Umum Sivitas Akademika adalah rapat segenap anggota sivitas akademika yang diundang oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke untuk keperluan tertentu.

(26)

Pasal 52 Rapat Lain –Lain

Ketua STP mengundang rapat lain yang melibatkan pimpinan YPPK Merauke, Dosen, Pimpinan Gereja. Rapat ini membicarakan hal-hal yang menyangkut seluruh kehidupan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan bersifat konsultatif.

Pasal 53

Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan dalam rapat –rapat di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diselenggarakan :

1. Dalam mengambil keputusan sedapat mungkin diambil dengan cara musyawarah;

2. Bila cara musyawarah tidak berhasil maka dilakukan dengan pemungutan suara sesuai dengan Kitab Hukum Gereja Kan . 119.

Pasal 54

Kewajiban Tenaga Kependidikan dan Administratif

Tenaga kependidikan dan non edukatif / administratif wajib menjalankan tugasnya sesuai peraturan perundang –undangan yang berlaku.

Pasal 55 Absensi

Untuk meninggalkan tugas dibutuhkan izin dengan alasan yang memadai dan melalui proses perizinan yang berlaku.

Pasal 56 Alasan Absen

Alasan – alasan tersebut di atas misalnya :

1. Kepentingan dinas yang berkaitan dengan urusan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke , pendidikan calon guru, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

(27)

2. Kepentingan Gereja Katolik ditingkat KWI (Nasional), Regio, dan Keuskupan yang bersifat penting dan tidak rutin.

3. Kepentingan tugas seperti : Kapitel, Kunjungan Pimpinan Gereja dan peristiwa penting yang berkaitan dengan Keuskupan Agung Merauke.

4. Kepentingan keluarga dekat yang mendesak dan penting seperti : sakit, kawin, kematian dan lain –lain.

5. Kepentingan rekoleksi, ret-ret, dan kerohanian yang lain.

Pasal 57

Prosedur Perizinan Absen

Prosedur perizinan untuk absensi :

1. Untuk dapat izin absensi lebih dari 12 hari kerja dibutuhkan izin tertulis dari Pengurus Harian YPPK Merauke.

2. Untuk izin absensi lebih dari 3 hari, tetapi kurang dari 12 hari kerja, dibutuhkan izin tertulis dari Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke

3. Untuk absensi kurang dari 3 hari kerja cukup mengajukan izin secara lisan kepada Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke melalui tatap muka atau telepon.

4. Sekretariat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke mengumumkan absensi tenaga kependidikan kepada mahasiswa.

Pasal 58 Penggantian Absensi

Untuk penggantian dan pengisian absensi tenaga kependidikan hendaknya diperhatikan :

1. Jam kuliah yang kosong supaya diganti oleh Dosen yang bersangkutan pada waktu lain, atau oleh kuliah Dosen lain.

2. Target kurikulum supaya dipenuhi.

3. Penggantian absensi ini supaya diumumkan kepada mahasiswa paling lambat sehari sebelumnya oleh Sekretariat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

(28)

BAB XVIII

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pasal 59

Kurikulum

1. Penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berpedoman kepada kurikulum yang disusun dengan tujuan agar mahasiswa menguasai pengetahuan, ketrampilan dan sikap sesuai dengan tujuan pendidikan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Kurikulum disusun oleh Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sesuai dengan sasaran program studi serta berpedoman pada kurikulum nasional dan dibedakan menjadi kurikulum inti dan kurikulum lokal.

3. Kurikulum inti adalah bagian dari kurikulum yang dipersyaratkan dalam kurikulum nasional. 4. Kurikulum lokal adalah bagian dari kurikulum yang dipersyaratkan dalam kurikulum nasional. 5. Kurikulum meliputi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) ,

Mata Kuliah Keahlian, (MKK) dan Mata Kuliah Pendukung Keahlian (MKPK).

Pasal 60

Sistem Kredit Semester

1. Pendidikan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester.

2. Besar beban studi mahasiswa, besar pengakuan keberhasilan usaha komulatif bagi program studi serta besarnya usaha dalam menyelenggarakan pendidikan khususnya bagi tenaga pengajar, dinyatakan dalam SKS.

3. Pendidikan dilakasanakan melalui kuliah, seminar, simposium, diskusi panel, praktikum, lokakarya dan kegiatan ilmiah lainnya.

Pasal 61 Tahun Akademik

1. Tahun akademik dibagi menjadi dua semester (semester gasal dan semester genap) yang masing –masing terdiri 16 sampai 18 minggu.

(29)

3. Kalender akademik yang memuat rangkuman jadwal kegiatan akademik, penerimaan mahasiswa baru,pendaftaran ulang mahasiswa lama, kegiatan-kegiatan akademik lainnya serta informasi lain yang dianggap perlu.

Pasal 62 Lama Pendidikan

Kurikulum seluruh pendidikan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke terdiri dari :

1. Jenjang akademik Strata Satu (S-1), yang terdiri sekurang – kurangnya 144 SKS dan sebanyak – banyaknya 160 SKS yang dijadwalkan untuk sekurang –kurangnya 8 semester dan selama –lamanya 14 semester setelah pendidikan menengah.

2. Jenjang akademik Diploma III, terdiri dari sekurang –kurangnya 110 SKS dan sebanyak – banyaknya 120 SKS yang dijadwalkan sekurang –kurangnya 6 semester setelah pendidikan menengah.

Pasal 63 Karya Tulis Wajib

Untuk setiap jenjang akademik, setiap mahasiswa wajib menulis sebuah karya tulis : 1. Pada jenjang akademik Sarjana, mahasiswa wajib menulis sebuah Skripsi. 2. Pada jenjang akademik Diploma III, mahasiswa wajib membuat Laporan .

Pasal 64

Ijazah , Akta dan Sertifikat

1. Untuk jurusan Bahasa Inggris jenjang studi S-1 , memperoleh Ijazah S-1 . 2. Untuk jurusan Teologi jenjang studi D-III, memperoleh Ijazah D-III

Pasal 65

Bukti Kelulusan dan Transkrip Akademik

1. Surat Tanda Tamat Belajar, sebagai bukti kelulusan dari suatu program pendidikan yang terkait dengan gelar akademik atau sebutan profesional, ditandatangani oleh Ketua.

(30)

2. Penyerahan tanda bukti tersebut disertai dengan transkrip akademik, yaitu salina n sah daftar nilai prestasi akademik peserta didik yang diterbitkan oleh Bagian Administrasi Akademik.

BAB XIX

MAHASISWA DAN ALUMNI Pasal 66

1. Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah peserta didik yang terdaftar di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan merupakan bagian dari sivitas akademik Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Syarat dan prosedur masuk untuk menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ditentukan oleh Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

3. Persyaratan akademis bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke oleh Senat dan diatur dalam ketetapan dan peraturan yang dikeluarkan oleh Ketua Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

Pasal 67 Syarat –syarat Masuk

Syarat –syarat untuk menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ialah :

1. Memiliki Surat Tanda Tamat Belajar pendidikan menengah / Ijazah SMU /SMK/ atau yang sederajat.

2. Lulus Test masuk Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Menyerahkan surat –surat : akte kelahiran , KTP (surat domisili). Surat keterangan sehat dari dokter, surat kelakuan baik dari kepolisian (SKKB), ijazah SMU atau SPG / sederajat.

4. Membayar uang sumbangan pembangunan, uang sumbangan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan ketetapan yang diatur oleh YPPK Merauke.

5. Mahasiswa transfer mengikuti persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan diatur tersendiri oleh Ketua.

(31)

Pasal 68

Hak dan Kewajiban Mahasiswa

(1) Hak mahasiswa meliputi :

1. menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ;

2. memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan di bidang akademik;

3. memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sesuai dengan peraturan yang ada;

4. memanfaatkan bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam menyelesaikan studinya;

5. memperoleh layanan informasi dan bimbingan yang berkaitan dengan program studi yang diikuti serta hasil pelajarannya;

6. memperoleh layanan kesejahteraan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; 7. memanfaatkan sumber daya Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke melalui perwakilan /

organisasi kemahasiswaan yang mengurus dan mengatur minat serta tata kehidupan bermasyarakat;

8. pindah ke Perguruan Tinggi lain atau program studi lain bila memenuhi persyaratan; 9. ikut serta dalam kegiatan organisasi Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke (2) Kewajiban mahasiswa meliputi :

1. Ikut menanggung beaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali mereka yang dibebaskan dari kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku;

2. Mematuhi semua peraturan / ketentuan yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ;

3. Menghormati tenaga pendidik dan atau tenaga administratif di lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ;

4. Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan kampus Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ;

5. Menghargai ilmu Kateketik Pastoral dan Bahasa Inggris serta ilmu –ilmu lainnya; 6. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional

(32)

(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan 2 tersebut di atas diatur lebih lanjut dalam keputusan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

Pasal 69

Status Akademik Mahasiswa

1. Dalam lingkungan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dibedakan dua kelompok mahasiswa berdasarkan status akademik, yaitu mahasiswa penuh dan mahasiswa pendengar. 2. Mahasiswa penuh ialah peserta didik yang mengikuti seluruh sistem pendidikan dan

perkuliahan yang berlaku pada Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Mahasiswa pendengar ialah yang tidak sepenuhnya mengikuti seluruh sistem pendidikan dan perkuliahan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan atau tidak memiliki Nomor Induk Registrasi Mahasiswa.

Pasal 70

Organisasi Kemahasiswaan

1. Organisasi kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke adalah wahana dan sarana untuk merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan diri mahasiswa secara terorganisasi dan terpadu dalam kegiatan di bidang ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

2. Organisasi kemahasiswaan dimaksudkan untuk meningkatkan penalaran, minat, kegemaran dan kesejahteraan mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Organisasi kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diselenggarakan dari, oleh dan untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

4. Organisasi kemahasiswaan dan pelaksanaan kegiatan mahasiswa dilakukan melalui Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

5. Organisasi kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan SEMA merupakan kelengkapan non-struktural.

6. Organisasi kemahasiswaan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

(33)

Pasal 71

Tugas dan Kewajiban Badan Perwakilan Mahasiswa

Tugas dan kewajiban Badan Perwakilan Mahasiswa ialah :

1. Menyusun garis besar program kegiatan mahasiswa selama satu tahun.

2. Menampung kritik dan keluhan mahasiswa di bidang kegiatan mahasiswa baik dalam forum rapat terbuka maupun secara perorangan.

3. Menyelenggarakan pemilihan Senat Mahasiswa.

4. Mengadakan rapat bersama Senat Mahasiswa ataupun Senat Mahasiswa guna membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan kegiatan mahasiswa.

5. Menghadiri rapat senat mahasiswa.

6. Memberi pertimbangan, dukungan dan pengawasan dalam pelaksanaan program kegiatan mahasiswa.

7. Mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan organisasi kepada Pembantu Ketua III.

Pasal 72

Pemilihan dan Pelantikan

Pemilihan dan Pelantikan anggota Badan Perwakilan Mahasiswa sebagai berikut :

1. Ketua, Wakil Ketua,Sekretaris, Bendahara dan anggota BPM dipilih oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dari antara mahasiswa wakil –wakil setiap angkatan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

2. Selain pengurus inti, jumlah anggota BPM adalah 5 orang yang mewakili semua angkatan di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Masa jabatan anggota BPM adalah satu tahun. 4. Keanggotaan BPM berakhir karena :

a. Mengundurkan diri

b. Diberhentikan oleh Pembantu Ketua III;

c. Meninggalkan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke atau meninggal dunia.

5. Pengesahan dan pelantikan BPM dilakukan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke

(34)

Pasal 73

Tugas dan Kewajiban Senat Mahasiswa

Tugas dan kewajiban Senat Mahasiswa meliputi :

1. Menyusun rincian program kerja untuk pelaksanaan program Badan Perwakilan Mahasiswa. 2. Mengajukan rincian pembeayaan bagi pelaksanaan kegiatan yang terprogramkan.

3. Memberikan laporan kepada Badan Perwakilan Mahasiswa maupun kepada Pembantu Ketua III mengenai pelaksanaan program setelah usulan kegiatan dan beaya disetujui oleh Pembantu Ketua III.

4. Menangani kegiatan di bidang pengembangan minat, pengembangan penalaran dan pengembangan kesejahteraan.

5. Menjalin kerja sama dengan Senat Mahasiswa dan atau Lembaga dan kegiatan mahasiswa di luar Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke seizin Pembantu Ketua III.

6. Menjalinkan hubungan timbal balik antara mahasiswa dan Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke melalui Badan Perwakilan Mahasiswa dan atau Pembantu Ketua III. 7. Membuat laporan pertanggungjawaban seluruh kegiatan pada akhir masa jabatan dalam rapat

umum terbuka antara Badan Perwakilan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan para mahasiswa.

Pasal 74

Pemilihan Senat Mahasiswa

Pemilihan dan Pelantikan Senat Mahasiswa :

1. Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara dipilih dari mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke . 2. Pemilihan Ketua Senat Mahasiswa didahului oleh pencalonan yang dilakukan oleh para

Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke. 3. Syarat –syarat untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa :

a. Terdaftar pada Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke dalam tahun kuliah yang bersangkutan ;

b. Mempunyai prestasi akademik di atas cukup;

c. Tidak memangku jabatan pengurus dalam organisasi di luar Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

(35)

4. Keanggotaan pengurus Senat Mahasiswa berhenti karena : a. Mengundurkan diri

b. Diberhentikan oleh Pembantu Ketua III

c. Meninggalkan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke atau meninggal dunia.

5. Pengesahan dan pelantikan Senat Mahasiswa dilakukan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke .

Pasal 75

Kegiatan Senat Mahasiswa

1. Kegiatan mahasiswa dikategorikan kegiatan ekstra-kurikuler yang meliputi : a. Kegiatan penalaran dan keilmuan;

b. Kegiatan minat dan kegemaran; c. Kegiatan kesejahteraan mahasiswa; d. Pengabdian masyarakat.

2. Kegiatan mahasiswa antar kampus di luar, harus mendapatkan persetujuan Ketua melalui Pembantu Ketua III.

Pasal 76 Alumni

1. Alumnus adalah seorang lulusan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke setelah studi minimal 2 tahun.

2. Untuk menggalang rasa persatuan serta menjalin komunikasi antar alumni dalam upaya menjunjung pencapaian tujuan pendidikan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke dapat dibentuk organisasi alumni Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke yang non struktural. 3. Pembentukan organisasi alumni Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke disahkan dengan

surat keputusan Ketua Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

(36)

BAB XX

SARANA DAN PRASARANA Pasal 77

1. Tanah, gedung berupa ruangan kuliah, perpustakaan, ruangan dosen, ruangan sekretariat dan aula serta seluruh inventaris Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke adalah milik Keuskupan Agung Merauke. Penggunaan dan pemeliharaannya dikelola oleh Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

2. Dokumen , surat berharga, dan surat penting lainnya diurus, disimpan dan dikuasai BPH YPPK Merauke pada tempat yang aman.

3. Perpustakaan sebagai sarana pengetahuan akademik tenaga kependidikan dan mahasiswa, diusahakan oleh BPH YPPK Merauke dan dikelola dan dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

4. Laboratorium dan sanggar sebagai sarana pengembangan pendidikan akademik diusahakan oleh BPH YPPK Merauke dan dikelola serta dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke sesuai dengan peraturan pengelolaannya yang ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke .

5. Lembaga penelitian dan pengkajian sebagai sarana pengembangan pendidikan akademik diusahakan oleh BPH YPPK Merauke dan dikelola serta dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke sesuai dengan peraturan pengelolaannya yang ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.

6. Pengembangan bidang sarana pendidikan direncanakan dan diusulkan oleh Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke kepada BPH YPPK Merauke, dan sesudah disetujui dan disahkan oleh BPH YPPK Merauke realisasinya dilaksanakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke dan atau BPH YPPK Merauke.

BAB XXI PEMBIAYAAN

Pasal 78

Keuangan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke berasal dari Keuskupan Agung Merauke dan YPPK Merauke, serta usaha Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke . Sumber keuangan meliputi :

(37)

1. Uang pendaftaran mahasiswa, uang sumbangan pembangunan, uang registrasi, uang perpustakaan , uang sumbangan penyelenggaraan pendidikan dari mahasiswa, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan pendidikan pada saat ini.

2. Subsidi tetap, insidentil, sumbangan bantuan lainnya dari pemerintah daerah dan instansi lain. 3. Dana solidaritas yang tidak mengikat dari lembaga sosial lainnya.

4. Semua hasil usaha pengelolaan fasilitas dan sarana Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

5. Sumbangan tidak mengikat dari orang tua / wali mahasiswa. 6. Sumbangan tidak mengikat dari donatur.

7. Sumbangan dari para alumni yang dihimbau untuk membantu almamaternya. 8. Hasil kerja sama Sekolah Tinggi Pendidikan dengan lembaga lain.

9. Hasil usaha lain yang sah dalam arti seluas-luasnya oleh STP bersama YPPK Merauke.

10. Hasil usaha yang sah dalam arti seluas-luasnya oleh Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bersama YPPK Merauke.

Pasal 79 Penggalian Dana

1. Usaha penggalian dana dan penggunaannya yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke memerlukan izin dari BPH YPPK Merauke dan akan dilaporkan ke YPPK Merauke.

2. Hasil penggalian dana sebagaimana dimaksudkan pada pasal ini hanya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pendidikan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sebagaimana dimaksudkan oleh usaha penggalian dana tersebut.

3. Sumbangan atau bantuan yang diberikan atau diperolah dari para dermawan untuk suatu tujuan tertentu harus dipergunakan dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan tujuan dan maksud penderma tersebut

(38)

BAB XXII PENGAWASAN

Pasal 80 Bidang Keuangan

1. Pimpinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bidang keuangan wajib mengadakan pembukuan untuk semua jenis penerimaan dan pengeluaran keuangan.

2. Pempinan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bidang keuangan melalui Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke menyampaikan laporan bulanan kepada BPH YPPK Merauke selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

3. Segala macam tabungan, deposito yang dibuat pada bank swasta maupun pemerintah atas nama Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke ditangdatangani oleh paling kurang dua orang yakni: Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dan Pembantu Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke bidang Keuangan. Penarikan uang dari bank dilaksanakan atas cara yang sama seperti menyimpannya.

4. Segala jenis penerimaan dan pengeluaran keuangan harus mempunyai bukti yang sah dan ditandatangani oleh Pembantu Ketua II.

5. Penerimaan dan pengeluaran rutin segala jenis uang atau barang dilakukan sesuai dengan program anggaran tahunan yang sudah disetujui dan disahkan oleh BPH YPPK Merauke. 6. Segala jenis penerimaan dan pengeluaran uang di luar program anggaran tahunan harus

dilaporkan dan mendapat persetujuan dari Ketua BPH YPPK Merauke.

7. Segala pengelolaan keuangan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke harus dilakukan sesuai Hukum Gereja dan Hukum Sipil.

8. Sedapat mungkin pengelolaan keuangan diatur menurut pos penerimaan dan pos pengeluarann masing-masing menurut bidang kegiatannya.

9. Diusahakan agar pendapatan dan pengeluaran diprogramkan dan dilaksanakan mengikuti sistem berimbang.

10. Segala jenis kelebihan dan dan atau sisa anggaran tahunan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke diserahkan kepada BPH YPPK Merauke.

(39)

BAB XXIII KERJA SAMA

Pasal 81

1. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dapat dilakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain atau lembaga lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

2. Kerjasama sebagai dimaksudkan pada ayat (1) dilaksanakan dengan mengutamakan tugas pokok Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Kerjasama pendidikan dapat berbentuk tukar-menukar dosen dan atau mahasiswa, pengadaan sarana dan prasarana akademik, penyelenggaraan kegiatan akademik bersama dan bentuk -bentuk lain yang dianggap bermanfaat.

4. Kerjasama penelitian dapat berbentuk pertukaran hasil penelitian, penerbitan karya ilmiah bersama, pelatihan tenaga penelitian bersama.

5. Kerjasama pengabdian kepada masyarakat dapat berbentuk kegiatan, pengabdian, tukar-menukar informasi dan sebagainya

6. Kerjasama dengan lembaga lain dari dalam negeri diatur oleh Ketua setelah mendapat persetujuan dari BPH YPPK Merauke, sedangkan kerjasama dengan lembaga luar negeri dikelola langsung oleh BPH YPPK Merauke.

BAB XXIV

KODE ETIK, PENGHARGAAN DAN SANKSI Pasal 82

Kode Etik Dosen

Setiap Dosen Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke wajib :

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta taat kepada Gereja, Negara dan Pemerintah Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Menjunjung tinggi kehormatan Gereja, Bangsa, dan Negara, serta kewibawaan dan nama baik Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Bersikap terbuka dan menjunjung tinggi kejujuran akademik serta menjalankan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.

(40)

5. Memegang teguh rahasia Gereja, Negara, dan rahasia jabatan, serta tidak menyalahgunakan jabatan.

6. Menghormati sesama dosen maupun pegawai dan berusaha meluruskan perbuatan tercela dai teman sejawat.

7. Membimbing dan mendidik mahasiswa kearah pembentukkan kepribadian insan terpelajar yang mandiri dan bertanggungjawab.

8. Bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa.

9. Mengikuti, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya. 10. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus

Merauke .

Pasal 83

Kode Etik Karyawan/wati

Karyawan / wati STP wajib:

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta taat kepada Negara dan Pemerintah Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Menjunjung tinggi kehormatan Gereja, Bangsa dan Negara, serta kewibawaan dan nama baik Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Berdisiplin, bersikap rendah hati, peka, teliti, hati-hati dan menghargai pendapat orang lain. 4. Memegang teguh rahasia Gereja, Negara dan rahasia jabatan, serta tidak menyalahgunakan

jabatan.

5. Menghormati semua dosen dan sesama peagawai serta berusaha meluruskan perbuatan tercela dari teman sejawat.

6. Memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, ketertiban dan keamanan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke.

7. Senantiasa bekerja keras serta berusaha meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

8. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

(41)

Pasal 84 Kode Etik Mahasiswa

1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Bertanggungjawab atas sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

3. Menjaga nama baik dan kewibawaan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke sebagai almamater.

4. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional, nilai moral dan kebenaran ilmiah. 5. Menjaga integritas pribadi dan kejujuran intelektual

6. Berdisiplin, bersikap jujur, bersemangat dan bertanggungjawab dan menghindari perbuatan yang tercela.

7. Menghormati semua pihak demi terbinanya suasana hidup kekeluargaan yang harmonis di lingkungan kampus.

8. Menjunjung tinggi dan mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke .

9. Mahasiswa dilarang melakukan kegiatan yang dapat:

a. Mengganggu penyelenggaraan perkuliahan, seminar, pengkajian, penelitian, administrasi, keagamaan, pendidikan jasmani atau olah raga

b. Menghambat pejabat, pegawai atau petugas Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dalam melaksanakan kewajiban.

c. Menghambat dosen atau mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan belajar atau penelitiannya.

Pasal 85 Penghargaan

1. Untuk mendorong dan meningkatkan prestasi serta untuk memupuk kesetiaan terhadap Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke, kepada warga atau unsur organisasi yang telah menunjukkan kesetiaan, prestasi atau telah berjasa terhadap Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dapat diberikan penghargaan oleh Pimpinan.

2. Penghargaan yang diberikan disesuaikan dengan prestasi, kesetiaan atau jasa yang disumbangkan.

(42)

Pasal 86 Sanksi

1. Setiap dosen, pegawai dan mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke yang melanggar kode etik, disiplin, tata tertib dan peraturan yang berlaku, dikenai sanksi.

2. Sanksi yang dikenakan kepada dosen dan pegawai berupa : a. Teguran lisan dan/atau teguran tertulis.

b. Penundaan kenaikan pangkat. c. Pembebasan tugas.

d. Pemberhentian sementara.

3. Sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa dapat berupa : a. Teguran lisan dan/atau teguran tertulis.

b. Peringatan keras.

c. Penundaan pemberian ijazah d. Pembatalan nilai akademik.

e. Larangan mengikuti kuliah dalam jangka waktu tertentu.

4. Pelaksanaan ketentuan dalam ayat (1), (2) dan (3) diatur dengan surat keputusan Ketua setelah mendapat pertimbangan dari BPH YPPK Merauke.

5. Skorsing dan atau pemecatan mahasiswa untuk sementara atau untuk seterusnya dilakukan karena alasan akademik dan atau susila, dilaksanakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke setelah berkonsultasi dengan para pembantu Ketua dan bila perlu juga dengan Senat Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke dengan menjelaskan skorsing dan atau pemecatan mahasiswa yang bersangkutan

BAB XXV

LAMBANG , BENDERA, HYMNE DAN BUSANA AKADEMIK Pasal 87

Lambang

Lambang Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berbentuk perisai bersisi lima dan terdapat lekukan kecil pada setiap sisi, dengan sebuah tifa dan tujuh panah yang berwarna merah, sebuah buku dalam keadaan terbuka yang bertuliskan lambang Alfa dan Omega dan tulisan Sekolah Tinggi Katolik St.Yakobus Merauke berwarna kuning emas di dalamnya; sudut lima yang melambangkan Pancasila, tifa dengan tujuh panah adalah simbol tujuh karunia Roh Kudus, tujuh suku besar di Papua

Referensi

Dokumen terkait

Hoorocks dan Benimoff dalam Hurlock (2001: 214) mengatakan bahwa kelompok sebaya sebagai sarana atau medium bagi anak muda untuk mempersiapkan dan membentuk konsep diri menjadi

bahwa karena itu perlu penetapan Statuta Universitas Katolik Parahyangan yang baru yang berfungsi sebagai pedoman umum penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan

(1) Statuta adalah Statuta Unjani, yaitu pedoman dasar dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yang digunakan sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan

Statuta adalah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang menjadi acuan untuk merencanakan, mengembangkan program, menyelenggarakan kegiatan fungsional sesuai dengan

yaitu persetubuhan atau sanggama antara suami dan istri dan melahirkan anak. Jalan natural ini adalah jalan yang bermartabat karena melalui jalan ini tidak terjadi