1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2012 mencapai 2,8 persen dibanding triwulan I-2012 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 mengalami pertumbuhan 6,4 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 dibandingkan dengan semester I-2011 tumbuh sebesar 6,3 persen. Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor konsumsi dimana sektor ini tumbuh 4,6%
(Badan Pusat Statistik, 2012). Hal ini memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia terus melaju dan meningkat yang didukung oleh sektor konsumsi.
Majalah Mix pada edisi Januari 2012 menyatakan bahwa kontribusi internet terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin besar. Deloitte Access Economics (DAE) memperkirakan bahwa pada tahun 2011 internet menyumbang sekitar 1,6% kepada Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp 116 Trilliun ( US$ 13,3 milliar). Dalam 5 tahun ke depan, DAE memperkirakan bahwa kontribusi internet kepada PDB akan meningkat menjadi 2,5% atau Rp 324 Trilliun.
2 Gambar 1. 1 Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia
Sumber : Riset Hasil MarkPlus Insight, 2011
Gambar 1. 2 Populasi Pengguna Internet di Indonesia
Sumber : Riset Hasil MarkPlus Insight, 2011
3 Pengguna internet di Indonesia, menurut survey dari MarkPlus yang dirilis oleh majalah Marketeers, pada tahun 2011 sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 42 juta pengguna. Di tahun 2011, penetrasi pengguna internet mencapai 40-45%. Dengan angka yang demikian, pengguna internet di Indonesia berada di peringkat keempat setelah China, India, dan Jepang (www.kompas.com).
Gambar 1. 3 Jumlah Pengguna Internet di Dunia
Sumber : internetworldstats.com
4 Gambar 1. 4 Jumlah Pengguna Internet di Asia
Sumber : internetworldstats.com
Data dari internetworldstats.com mengemukakan bahwa pengguna internet di Indonesia yang mencapai 55 juta orang merupakan pengguna internet terbesar ke 8 di dunia dan merupakan pengguna internet terbesar ke 4 di Asia. Dengan pengguna internet yang mencapai 55 juta orang, pengguna internet Indonesia mencapai 22.1% dari total populasi. Hal ini memperlihatkan bahwa pengguna internet di Indonesia terus meningkat.
5 Dengan bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia, perkembangan transaksi online di Indonesia juga memperlihatkan perkembangan yang baik dan cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan bisnis online (e- commerce) di Indonesia yang bisa mencapai 67 persen (www.republika.co.id).
Nilai belanja e-commerce (di Indonesia) terus bertumbuh dari 3 persen di tahun 2009, sekarang telah mencapai 6 persen dari 50 juta pengguna. Nilai belanjanya sendiri mencapai 290 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,69 triliun. Sekarang, merupakan waktu paling tepat untuk terjun sebagai penjual online (www.beritasatu.com). Selain itu juga didukung oleh pertumbuhan transaksi keuangan melalui mobile banking yang tumbuh di atas 50% dan pertumbuhan transaksi e-banking yang mencapai di atas 100% year on year (bisnis.vivanews.com).
Sekarang ini, website group buying sudah mulai banyak beredar di Indonesia.
Group buying menawarkan produk dan layanan dengan harga yang dikurangi
secara signifikan dengan kondisi beberapa pembeli yang membeli voucher. Group buying bagi perusahaan baik produk maupun jasa merupakan sarana pemasaran
yang baru dan juga efektif. Dengan adanya voucher potongan harga pada group buying ini yang memicu konsumen untuk membeli, tentu penjual akan mendapat
keuntungan yaitu mereka mendapat konsumen baru yang mungkin saja tidak pernah mengonsumsi produk atau jasa mereka sebelumnya. Jumlah group buying di Indonesia sudah tidak bisa dikatakan sedikit. Jumlahnya di Indonesia lebih dari 25, bahkan hampir mencapai 30 website (www.dskon.com). Hal ini didukung pula oleh masuknya investor group buying dari luar negeri seperti Groupon yang
6 mengakuisisi Disdus dan LivingSocial yang mengakuisisi DealKeren. Dengan adanya hal seperti ini, tentu saja potensi group buying di Indonesia sangat besar.
Tampilan dalam group buying ini juga baik sehingga dapat memicu konsumen untuk membeli secara spontan. Website id.prmob.net menyatakan bahwa jika website terlihat kumuh atau jelek, dan berantakan, maka pelanggan cenderung
tidak akan membuka website lebih jauh lagi, sehingga dapat disimpulkan bahwa tampilan website sangatlah penting. Penelitian menurut Nielsen yang dikutip oleh popsurvey.blogspot.com menunjukkan bahwa pembeli impulsif meningkat dari 10% pada tahun 2003 menjadi 21% pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli impulsif di Indonesia mulai meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis dan pemasar. Hal inilah yang akan selanjutnya diteliti oleh penulis.
Tampilan yang menarik serta ada Impulsiveness dalam masyarakat sekarang ini akan memicu pembelian spontan dalam website group buying.
LivingSocial mengakuisisi DealKeren bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis dari DealKeren. Data per Mei 2011 menunjukkan bahwa DealKeren menguasai pangsa pasar sebesar 65% dan pendapatan bulanan mereka mencapai Rp. 2 Milyar (dailysocial.net). Hal ini yang menjadi salah satu alasan LivingSocial mengakuisisi DealKeren. DealKeren juga memilih LivingSocial karena inovasi teknologinya dapat diterapkan di Indonesia (megapolitan.kompas.com).
LivingSocial menurut shnews.co telah menjadi salah satu situs belanja online terbesar dan terpercaya di Indonesia.
7 Berdasarkan pemaparan di atas, maka dari itu penulis ingin meneliti apakah ada hubungan sifat impulsif dan kualitas website terhadap keinginan untuk membeli secara spontan yaitu dengan judul Analisis Pengaruh SIfat Impulsif Dan Kualitas Website Terhadap Keinginan Untuk Membeli Secara Spontan: Telaah Pada di Livingsocial.Co.Id. Penelitian ini merujuk pada penelitian yang sama yang dilakukan oleh Wells, Parboteeah, dan Valacich (2011).
1.2
Rumusan MasalahPokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah
1. Apakah konsumen dengan impulsiveness akan memiliki keinginan yang lebih kuat untuk pembelian secara impulsif?
2. Apakah persepsi konsumen mengenai website quality akan menstimulasi keinginan untuk membeli secara impulsif ?
3. Apakah sifat impulsif akan membawa pengaruh yang kuat pada hubungan antara website quality dan keinginan pembelian secara impulsif dibandingkan dengan impulsif yang rendah?
1.3
Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui apakah individu dengan sifat impulsif yang tinggi akan memiliki keinginan yang lebih kuat untuk pembelian secara spontan dibanding yang memiliki sifat impulsif rendah.
2. Untuk mengetahui apakah persepsi mengenai kualitas website yang tinggi akan menstimulasi keinginan yang lebih kuat untuk pembelian
8 secara spontan konsumen dibanding yang memiliki kualitas yang rendah.
3. Untuk mengetahui apakah sifat impulsif yang tinggi akan membawa pengaruh yang kuat (positif maupun negatif) pada hubungan antara kualitas website dan keinginan pembelian secara spontan dibandingkan dengan impulsif yang rendah.
1.4 Manfaat Akademis
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat akademis
Dapat memberikan kontribusi potensial informasi dan referensi kepada pembaca mengenai ilmu pemasaran baik mengenai perilaku konsumen maupun mengenai dunia bisnis online terutama dalam group buying.
2. Manfaat kontribusi praktis
Dapat memberikan gambaran, informasi, pandangan, dan saran yang berguna bagi para pelaku bisnis sehingga mengetahui pentingnya kualitas website dan sifat impulsif konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen.
1.5 Sistematika Penulisan Skripsi
Penulisan skripsi ini terbagi atas lima bab, di mana antara bab satu dengan bab yang lainnya terdapat ikatan yang sangat erat. Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
9 BAB I : PENDAHULUAN
Bagian ini berisi latar belakang yang memuat hal-hal yang mengantarkan pada pokok permasalahan, rumusan masalah yang dijadikan dasar dalam melakukan penelitian ini, tujuan dari dibuatnya skripsi ini yang akan dicapai dan manfaat yang diharapkan serta terdapat sistematika penulisan skripsi.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab II ini berisi tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan permasalahan yang dirumuskan, yaitu tentang pemasaran, dan konsep perilaku konsumen. Uraian tentang konsep-konsep di atas diperoleh melalui studi kepustakaan dari literatur yang berkaitan buku dan jurnal
BAB III : METODE PENELITIAN
Pada bagian ini, penelitian akan menguraikan tentang gambaran umum dari objek penelitian yang akan diteliti, metode yang akan digunakan, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, prosedur pengambilan data, serta teknik analisis yang akan digunakan untuk menjawab semua rumusan masalah.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bagian ini berisi gambaran secara umum mengenai objek dan setting dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, kemudian paparan
10 mengenai hasil kuesioner komunitas virtual tersebut. Hasil dari kuesioner tersebut akan dihubungkan dengan teori dan proporsi yang terkait dalam II
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bagian ini memuat kesimpulan peneliti yang dikemukakan berdasarkan hasil penelitian yang menjawab rumusan masalah penelitian serta membuat saran-saran terkait dengan objek penelitian.