PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMERINTAHAN DESA DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DI DESA LARAS KECAMATAN BANDAR HULUAN KABUPATEN SIMALUNGUN.

Teks penuh

(1)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMERINTAHAN DESA DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK

(GOOD GOVERNANCE) DI DESA LARAS KECAMATAN BANDAR HULUAN

KABUPATEN SIMALUNGUN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Aulia Rahman Manurung NIM. 309311007

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

v ABSTRAK

Aulia Rahman Manurung. NIM. 309311007. Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintahan Desa Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Di Desa Laras Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan desa dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa di Desa Laras Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menjawab, memecahkan, serta menggambarkan gejala sosial pada saat sekarang. Jumlah populasi dalam penelitian adalah 272 kepala keluarga. Menurut Arikunto (2006:134) “Apabila subjek kurang dari 100, lebih baik mengambil semuanya dan apabila jumlahnya lebih banyak, maka diambil sekitar 10-15% atau lebih”. Sampel dalam penelitian ini 30% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 81 kepala keluarga. Untuk memperoleh data dan informasi yang terkait dengan judul penelitian ini, maka pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket dan wawancara.

(5)

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT atas segala rahmat dan

hidayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesikan dengan

baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas

Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.

Skripsi ini disusun berdasarkan sumber pustaka yang mendukung tulisan

ini yang berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintahan Desa Dalam

Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Di Desa Laras Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun”.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dan

dukungan dari berbagai pihak. Terutama buat Bapak Parlaungan G. Siahaan, SH.

M.Hum sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membantu penulis dalam

memberikan masukan, petunjuk dan sarannya dalam penyusunan skripsi ini.

Tidak lupa juga pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si sebagai Rektor Universitas Negeri

Medan dan Pembantu Rektor Universitas Negeri Medan beserta seluruh

staffnya.

2. Bapak Dr. H, Restu, M.Si sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas

(6)

iii

3. Ibu Dra. Yusna Melianti, MH sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Drs. Liber Siagian, M.Si sebagai dosen pembimbing akademik yang

telah banyak membantu selama penulis berada di Jurusan Pendidikan

Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri

Medan.

5. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan atas bekal ilmu yang diberikan

kepada penulis selama perkuliahan..

6. Teristimewa buat orang tua tersayang, Ayahanda Ramli Manurung dan Ibunda

Jumaidah Sinaga yang telah memberikan dukungan dan bantuan baik secara

moril maupun materil sehingga penulis mampu menyelesaikan studi ini.

7. Saudara-saudara tersayang, Dasma Parulian Manurung A.Md, Siti Auliana

Manurung, dan Novi Rahmawati Manurung yang telah memberi dukungan

dan bantuan untuk menyelesaikan skripsi ini.

8. Bapak Sukardi selaku Pangulu/Kepala Desa Laras Kecamatan Bandar Huluan

Kabupaten Simalungun beserta seluruh staffnya yang telah membantu penulis

selama melakukan penelitian proposal.

9. Buat sahabat-sahabat tersayang, Hamdan Siregar, Khairul Amri Marpaung,

Muammar Siregar, Putra Ramadhan Harahap, Imron Safi’i Berutu, dan teman

-teman Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Stambuk 2009

(7)

iv

10.Buat teman-teman PPLT 2012 SMP Negeri 3 Perbaungan atas motivasinya

kepada penulis.

Semoga bantuan dan jasa baik yang telah diberikan kepada penulis

mendapat balasan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan

skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis

mengharapkan masukan-masukan yang membangun demi kesempurnaan skripsi

ini. Dan penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat dan menambah

pengetahuan bagi para pembaca.

Medan, Agustus 2013

Penulis

Aulia Rahman Manurung

(8)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ……… i

KATA PENGANTAR ………... ii

B. Identifikasi Masalah……….... 5

C. Batasan Masalah……….. 5

D. Perumusan Masalah………... 6

E. Tujuan Penelitian………... 6

F. Manfaat Penelitian……….. 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA………. 8

A. Kajian Teori………. 8

B. Kerangka Berfikir……… 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN……….. 29

A. Lokasi Penelitian………. 29

B. Populasi dan Sampel……… 29

C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional……….. 30

D. Teknik Pengumpulan Data……….. 31

(9)

vii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………. 35

A. Hasil Penelitian ……….. 35

B. Pembahasan Hasil Penelitian ………. 60

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……….. 65

A. Kesimpulan………. 65

B. Saran ……….. 66

DAFTAR PUSTAKA………. 68

(10)

vii

DAFTAR TABEL

No Nama Tabel Hal

1 Kisi-kisi instrumen penelitian ………... 32

2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Huta ……….... 36

3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama ……… 37

4 Pengamatan Masyarakat Tentang KeikutsertaanPemerintah

Desa Dalam Pemerintah Desa ……… ….... 39

5 Pengamatan Masyarakat tTentang Partisipasi Pemerintah Desa

Dalam Memberikan Pendapat Saat Musyawarah ……… 40

6 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Dalam Melakukan

Sosialisasi Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat ………… 41

7 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Dalam

Pengambilan Keputusan Yang Diterima Berdasarkan Aspirasi……. 42 8 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Dalam

Menjalankan Peraturan Yang Telah Disepakati ……… 43

9 Persepsi Masyarakat Dalam Transparansi Pemungutan biaya

Yang Dilakukan Pemerintah Desa Untuk Mengadakan Kegiatan … 44 10 Persepsi Masyarakat Terhadap Sikap Transparan Pemerintah Desa

Dalam Penyelenggaraan E-KTP ……… 45

11 Pemahaman Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang

Tanggap Terhadap Masyarakat Yang Memiliki Keperluan

Dibidang Administrasi ……….. 46 12 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang Tidak

(11)

viii

13 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang Bersikap

Responsive Dalam Menerima Atau Menampung Aspirasi

Masyarakat ……… 49

14 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang

Mengadakan Jalan Kekeluargaan Dalam Menyelesaikan

Masalah Antar Warga ………... 50 15 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Dalam

Memberikan Toleransi Kepada Masyarakat Yang Tidak

Ikut Dalam Partisipasi Pembangunan Desa ……….. 51 16 Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang

Telah Bersikap Adil Dalam Pemberdayaan Hak Politik

Masyarakat Di Desa ……….. 52 17 Pemahaman Masyarakat Terhadap Pemerintah Desa Yang

Telah Bekerja Secara Efektif Dan Efisien Dalam Pelayanan

Masyarakat Di Desa ……….. 54 18 Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah

Desa Yang Sekarang Dapat Mewujudkan Tata Pemerintahan

Yang Baik ………. 55

19 Pandangan Masyarakat Terhadap Peraturan Atau

Kebijakan Yang Diambil Oleh Pemerintah Desa Baik

Untuk Kedepannya ………... 56 20 Pandangan Masyarakat Terhadap Pembangunan Yang

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Angket Penelitian

2. Tabulasi Frekuensi Jawaban Angket Responden

3. Instrument Wawancara

4. Hasil Wawancara

5. Nota Tugas

6. Surat Mengadakan Penelitian Dari Jurusan

7. Surat Izin Mengadakan Penelitian Dari Fakultas

8. Surat Penelitian Dari Tempat Penelitian

9. Surat Keterangan Bebas Perpustakaan Dari Jurusan

10.Surat Keterangan Perpustakaan Dari Unimed

11.Daftar Peserta Seminar Proposal Penelitian Mahasiswa Jurusan PPKn

12.Kartu Bimbingan Skripsi

13.Pernyataan Keaslian Tulisan

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia antara lain disebabkan oleh

tatacara penyelenggaraan pemerintahan yang tidak dikelola dan diatur dengan

baik. Akibatnya timbul berbagai masalah seperti korupsi, kolusi dan nepotisme

(KKN) yang sulit diberantas, masalah penegakan hukum yang sulit berjalan, monopoli dalam kegiatan ekonomi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat

yang memburuk. Masalah-masalah tersebut juga telah menghambat proses

pemulihan ekonomi Indonesia, sehingga jumlah pengangguran semakin

meningkat, jumlah penduduk miskin bertambah, tingkat kesehatan menurun, dan

bahkan telah menyebabkan munculnya konflik-konflik di berbagai daerah yang

dapat mengancam persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

Bahkan kondisi saat inipun menunjukkan masih berlangsungnya praktek

dan perilaku yang bertentangan dengan kaidah tata pemerintahan yang baik, yang

bisa menghambat terlaksananya agenda-agenda reformasi.

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah landasan bagi pembuatan

dan penerapan kebijakan negara yang demokratis dalam era globalisasi. Fenomena demokrasi ditandai dengan menguatnya kontrol masyarakat terhadap

penyelenggaraan pemerintahan, sementara fenomena globalisasi ditandai dengan

saling ketergantungan antarbangsa, terutama dalam pengelolaan sumber-sumber

(14)

2

Kedua perkembangan diatas, baik demokratisasi maupun globalisasi,

menuntut peran pelaku-pelaku penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah, yang

sebelumnya memegang kuat kendali pemerintahan, cepat atau lambat harus mengalami pergeseran peran dari posisi yang serba mengatur dan mendikte ke

posisi sebagai fasilitator. Dunia usaha dan pemilik modal, yang sebelumnya

berupaya mengurangi otoritas negara yang dinilai cenderung menghambat

perluasan aktivitas bisnis, harus mulai menyadari pentingnya regulasi yang

melindungi kepentingan publik. Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya

ditempatkan sebagai penerima manfaat, harus mulai menyadari kedudukannya

sebagai pemilik kepentingan yang juga harus berfungsi sebagai pelaku.

Oleh karena itu, tata pemerintahan yang baik perlu segera dilakukan agar

segala permasalahan yang timbul dapat segera dipecahkan dan juga proses

pemulihan ekonomi dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Disadari,

mewujudkan tata pemerintahan yang baik membutuhkan waktu yang tidak singkat dan juga upaya yang terus menerus. Disamping itu, perlu juga dibangun

kesepakatan serta rasa optimis yang tinggi dari seluruh komponen bangsa yang

melibatkan tiga pilar berbangsa dan bernegara, yaitu para aparatur negara, pihak swasta dan masyarakat madani untuk menumbuhkembangkan rasa kebersamaan

dalam rangka mencapai tata pemerintahan yang baik.

Sudah menjadi idaman dari masyarakat negara-negara di dunia jika kepala

pamarintahan menerapkan kepemerintahan yang baik (good governance),

(15)

3

sendiri, karena berbagai perilaku yang kurang simpatik dan lebih cenderung

bersikap sebagai penguasa daripada pelayan masyarakat. Oleh karena itu, salah

satu tuntutan di era reformasi saat ini adalah memiliki pemimpin pemerintahan menciptakan good governance, dimana kepala daerah mampu melayani

masyarakat dengan baik, menciptakan iklim yang memungkinkan kreativitas

masyarakat berkembang dan yang mampu mengatasi masalah-masalah dalam

masyarakat secara arif dan bijaksana, sehingga masyarakat makin merasa

dipayungi oleh pemimpinnya.

Menurut Kaloh (2009:172), bahwa good governace mengandung makna

bahwa pengelolaan kekuasaan yang didasarkan pada aturan-aturan hukum yang

berlaku, pengambilan kebijaksanaan secara transparan serta pertanggung jawaban

kepada masyarakat.

Selain ini masyarakat sering mengeluhkan berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dianggap hanya merupakan kebijakan sepihak dan cenderung

mengabaikan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika

sering terdengar adanya kebijakan yang muncul tiba-tiba dan pada akhirnya

mendapatkan protes dan kritikan dari masyarakat. Semua ini terjadi karena kurang

transparannya seorang kepala daerah dalam mengelola proses pemerintahan.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pemerintah desa mempunyai peran yang angat penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good

governance). Karena pemerintahan desa berfungsi memberikan pelayanan kepada

(16)

4

terdiri atas pelayanan pulik, pelayanan pembangunan, dan pelayanan

perlindungan.

Selain itu untuk menciptakan pemerintahan desa yang dapat mengelola

tata pemerintahan yang baik (good governance), seorang pemerintah desa perlu

memperhatikan kesejahteraan pegawai. Hal ini dapat perbaikan dari segi sistem

penggajian yang terbaik dan pola rekrutmen dalam jabatan harus dibenahi, karena

untuk merubah sistem birokrasi yang selama ini cenderung birokratis, inefisien,

lamban, sering menyalahgunakan wewenang, serta penuh kolusi, korupsi, dan nepotisme mejadi lebih fleksibel, efisien, cepat, akuntabilitas, dan bersih.

Sehubungan dengan pernyataan diatas, pola hubungan yang selama ini

menempatkan atasan dan bawahan sebagai suatu tingkatan yang kaku dan

kurangnya komunikasi dan koordinasi. Pemerintahan yang seperti ini harus

dirubah dalam pemerintahan desa untuk tetap mendapatkan pengakuan dari masyarakat desa sebagai tata pemerintahan yang baik (good governance). Dengan

adanya hal ini, diharapkan kepada pemerintah desa dapat memberikan pelayanan

kepada masyarakat desa secara baik, mampu menciptakan suasana baru dalam

mengembangkan kreativitas masyarakat desa, serta mampu mengatasi

masalah-masalah dalam masyarakat secara arif dan bijaksana guna terwujudnya suatu tata

pemerintahan yang baik (good governance).

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan

penelitian dengan judul “Persepsi Masyarakat Terhadap Pemerintahan Desa

Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) Di Desa

(17)

5

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah merupakan sejumlah masalah yang berhasil ditarik

dari uraian latar belakang yang akan diteliti dalm lingkup permasalahan yang

lebih luas dibandingkan perumusan masalah.

Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Upaya pemerintahan desa dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik

(good governance).

2. Persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan desa dalam mewujudkan

tata pemerintahan yang baik (good governance).

C. Batasan Masalah

Salah satu hal yang penting dalam suatu penelitian adalah perlunya

pembatasan masalah yang diteliti. Pembatasan masalah dalam suatu penelitian adalah sangat penting agar diperoleh analisa yang luas dan kesimpulan yang tepat.

Untuk lebih memudahkan penulisan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada

dalam penelitian ini, maka penulis membatasi masalah dalam penelitian pada:

1. Upaya pemerintahan desa dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good

governance) di Desa Laras Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.

2. Persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan desa dalam mewujudkan

pemerintahan yang baik (good governance) di Desa Laras Kecamatan Bandar

(18)

6

D. Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan bagian yang sangat penting dan

merupakan rumusan formal yang operasional dari masalah yang akan diteliti.

Dengan demikian, penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana upaya pemerintahan desa dalam mewujudkan pemerintahan yang

baik (good governance)?

2. Bagaimana persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan Desa dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance)?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian merupakan langkah utama agar dapat menentukan

kearah mana sasaran yang dicapai dalam suatu penelitian. Adapun yang menjadi

tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui upaya pemerintahan desa dalam mewujudkan pemerintahan

yang baik (good governance).

2. Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kinerja pemerintahan Desa

dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).

F. Manfaat Penelitian

a. Bagi pemerintah

Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan tata

pemerintahan yang baik (good governance) ditingkat desa juga merupakan

(19)

7

b. Bagi masyarakat

Sebagai bahan masukan masyarakat sekitar dalam mengawasi pemerintahan

ditingkat desa dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good

governance).

c. Bagi penulis

Menambah pengetahuan serta wawasan penulis tentang arti dan pentingnya

mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) ditingkat desa.

d. Bagi lurah

Menjadi bahan masukan bagi lurah dan staf-stafnya dalam menjalankan

pemerintahan ditingkat desa, agar kelak dapat meningkatkan kkualitas kinerja

ynag lebih baik sehingga terwujudnya suatu pemerintahan yang diidamkan

(20)

65

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan

bahwa:

1. Dalam mejalankan sikap partisipasi, pemerintah desa dapat dikatakan

telah bekerja dengan baik. Upaya yang telah dilakukan yaitu

pemerintah desa berpartisipasi dalam pembangunan serta berhasil

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa

melalui sosialisasi yang dilakukan.

2. Dalam sikap kepatuhan hukum, pemerintah desa berupaya

menjalankan dan menerapkan peraturan yang telah disepakati

bersama demi terciptanya tata pemerintahan yang baik. Akan tetapi

penilaian masyarakat mengatakan bahwa pemerintah desa belum

menjalankan prinsip tersebut dengan baik.

3. Dalam menjalankan sikap transparansi, pemerintah desa terbuka

terhadap masyarakat dalam melaksanakan pemungutan biaya untuk

mengadakan kegiatan serta dalam penyelenggaraan E-KTP yang telah

berjalan.

4. Dalam sikap daya tanggap, upaya yang dilakukan pemerintah desa

(21)

66

dan bersikap responsive dalam menerima serta menampung aspirasi

masyarakat. Tetapi dalam kenyataannya pemerintah belum

melaksanakan dengan baik karena masih banyak masyarakat yang

merasa belum puas.

5. Upaya yang dilakukan pemerintah desa sebagai penengah belum

terlaksana dengan baik. Karena pemerintah desa dapat dikatakan tidak

mengadakan jalan kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan

antar warga.

6. Dalam menjalankan prinsip keadilan, efektif, akuntabilitas dan visi

strategis, pemerintah desa berupaya mengambil kebijakan serta

melaksanakan pembangunan yang berguna untuk kedepannya dan

bekerja secara efektif dan efisien dalam melayani masyarakat di desa

demi terwujudnya tata pemerintahan yang baik. Tetapi upaya tersebut

belum berhasil, karena banyak masyarakat yang tidak percaya dengan

kinerja pemerintahan yang sekarang ini.

Dengan demikian pemerintah desa tidak berhasil dalam mewujudkan tata

pemerintahan yang baik di tingkat desa, karena masyarakat belum sepenuhnya

merasa puas dan belum terlayani dengan baik.

B. Saran

Sesuai dengan kesimpulan diatas maka dapat diajukan saran sebagai

(22)

67

1. Pemerintah desa harus tanggap terhadap kepentingan dan kebutuhan

masyarakat. Sebaiknya pemerintah desa tidak mengabaikan

kepentingan dan kebutuhan masyarakat, karena perlu adanya

pencapaian untuk mewujudkan kesejahteraan.

2. Pemerintah desa hendaknya adil dalam mengambil keputusan

berdasakan aspirasi masyarakat yang diterima dengan

mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

3. Pemerintah desa hendaknya mematuhi secara utuh peraturan yang

telah disepakati. Jangan menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan

yang ada.

4. Pemerintah desa hendaknya bertindak sebagai penengah bagi berbagai

kepentingan yang berbeda untuk mencapai yang terbaik bagi

kepentingan masing-masing pihak.

5. Pemerintah desa diharapkan mampu bekerja dengan maksimal untuk

mewujudkan tata pemerintahan yang baik di tingkat desa dengan

menungkatkan mutu pembangunan serta mewujudkan pemerintahan

(23)

69

Website:

E-Book. 2011. Jenis-jenis Persepsi, Dinamika Persepsi

http://www.pshychologymania.com/2011/09/jenis-jenis-persepsi-dinamika-persepsi.html

(diakses 25 Maret 2013)

Sadirman. 2004. Pengertian Masyarakat

http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...