• Tidak ada hasil yang ditemukan

Powered by Upload By - Vj Afive -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Powered by Upload By - Vj Afive -"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

-Hubungan Langsung tanpa Switching

Hubungan antar 2 pelanggan Hubungan antar 2 pelanggan

Hubungan beberapa pelanggan tanpa switching

Jumlah saluran : saluran N N 2 ) 1 ( −

(3)

-Hubungan Melalui Switching (Sentral)

 Hubungan langsung : tidak efisien karena dibutuhkan saluran yang besar dan jaringan menjadi rumit

 Hubungan melalui switching : untuk N pelanggan hanya diperlukan N saluran

(4)

-Fungsi Sentral



Fungsi switching →

menyambungkan dan memutuskan terminal masukan dan keluaran



Fungsi kontrol →

mengendalikan/mengontrol

penyambungan panggilan atas dasar instruksi pensinyalan yang penyambungan panggilan atas dasar instruksi pensinyalan yang datang dari luar ataupun atas data yang disimpan di dalam

sentral itu



Fungsi Interface →

sebagai unit akses dari pelanggan dan interkoneksi dengan jaringan lain



Fungsi pembebanan →

untuk penghitungan dan pencatatan pemakaian panggilan

(5)

-Bagian-bagian Sistem Sentral

(6)

-Bagian-bagian Sistem Sentral

(Cont..)



Line Circuit

: pengontrol dari local loop



Trunk Circuit

: pengontrol trunk network



OAM Circuit

: pengontrol OAM (Operation,

Administration, and Maintenance)

Administration, and Maintenance)



Switching network: pengaturan, pembentukan dan

pembubaran transfer komunikasi



Main Controller

: pusat pengaturan sentral



Ancillary Function: fungsi-fungsi lain, seperti signalling

dan catu daya.

(7)

-Jenis-jenis switch



Selektor

 Digunakan pada sentral step-by-step (strowger)

 Ket gambar : selektor mempunyai 10 kontak yang diatur

setengah lingkaran dengan 1 kontak wiper yang dapat

berputar untuk menghubungkan inlet dengan salah satu dari 10 kontak outlet yang dikehendaki

(8)

-

Reed Relay

 Reed relay adalah piranti yang bekerja berdasarkan arus listrik yang

mengalir melalui kumparan

 Di dalam kumparan ditempatkan 2 batang strip yang akan

terinduksi magnet bila kumparan tersebut dialiri listrik

 Reed relay disusun dalam formasi matrik untuk membentuk

switching network

(9)

-Jenis-jenis Matrik

a.

Matrik Konsentrasi →

jumlah inlet lebih besar dari jumlah outlet

(10)

-b.

Matrik Distribusi →

jumlah inlet sama dengan jumlah outlet

c.

Matrik Ekspansi →

jumlah outlet lebih banyak dari pada jumlah inlet

(11)
(12)

Perkembangan Switching Network



Sentral Manual Switch Board

 Switching network sentral manual berupa switch board  Terdapat operator yang bertugas dalam penyambungan

 Penyambungan relatif lambat

 Security tergantung pada operator

(13)

Perkembangan Switching Network

(cont..)



Elektromagnetic Switch Crosspoint

 Merupakan evolusi dari switching manual

 Operator tidak lagi menggunakan jack untuk menghubungkan

inlet dan outlet, tetapi sudah menggunakan switch-switch elektromagnetik yang tersusun dalam bentuk matriks.

Crosspoint Switch Elektromagnetik

X = switch elektromagnetik (normally open), akan di-closed-kan oleh operator untuk hubungan inlet/outlet tertentu

(14)

Perkembangan Switching Network

(cont..)



Switching Network Elektromekanik

 Menggunakan selektor

 Sudah ada line circuit  Switching otomatis

 Proses switching : wiper digerakkan oleh motor listrik ke posisi

outlet yang sesuai dengan called number

 Kapasitas sentral : 10N , dmana N adalah jumlah selektor  Ex : Kapasitas sentral 1000 = 103, jadi jumlah selektor (N) = 3

(15)

Perkembangan Switching Network

(cont..)

 Switching network dengan 3 selektor group :

 Pada contoh tsb, nomor pelanggan terdiri dari 3 digit  Pergerakan selektor dilakukan step by step

 Digit 1 : Menggerakkan selektor awal (Line Finder = Pre-selektor)  Digit 2 : Menggerakkan group selektor

 Digit 3 : Menggerakkan selektor akhir (Final Selector = Line

Selector)

(16)

Perkembangan Switching Network

(cont..)

(17)

Exchange Control



Exchange control berfungsi untuk mengontrol semua

kegiatan di sentral termasuk pencatatan beban/pulsa serta

pusat operasi dan pemeliharaan



Jenis-jenis exchange control :



Jenis-jenis exchange control :



Non-SPC Wired Logic

 Direct Controlled (EMD)

 Indirect Controlled (Sentral Crossbar)



SPC (Stored Program Control)

 Centralized Controlled  Distributed Controlled

(18)

Direct Control / Progressive Control

 Switching network dikontrol oleh pulsa-pulsa nomor dari

terminal

 Pengontrolan dilakukan step by step  Wired logic controlled

 Menggunakan switching network elektromekanik  Menggunakan switching network elektromekanik

 Secara hardware, bagian switch, kontrol, dan signaling tidak dipisah menggunakan selektor

(19)

Direct Control/Progressive Control (Cont..)

 Ex : Sentral berkapasitas 10.000 pelanggan (nomor panggil 4 digit)

(20)

Direct Control/Progressive Control (Cont..)

 Cara kerja : Misal A >> B (nomor B1 B2 B3 B4)

 A on hook >> off hook : SLC A mendeteksi perubahan status >> cari LF kalau berhasil maka akan terjadi koneksi A>> SLCA >> LFA

 LF kirim dial tone pada A, A mendial B1 : GS I mencari GS II, jika berhasil maka akan terjadi koneksi A >> SLCA >> LFA >> GS I >> inlet GS II

inlet GS II

 A mendial B2 : GS II mencari FS, jika berhasil terjadi koneksi A >> SLCA >> LFA >> GS I >> GS II >> inlet FS

 A mendial B3, B4 : FS mencari SLCB, jika B sedang on-hook (bebas) maka FS kirim :

 Pada B : ringing current

 Pada A : ringing tone = ring back tone = ring return tone

 Selanjutnya terjadi komunikasi, dan bila selesai maka SLC akan mendeteksi permintaan pemutusan hubungan

(21)

Direct Control/Progressive Control (Cont..)

 Kemungkinan terjadinya kegagalan :

 A off hook, cari LF tidak berhasil, maka akan diterima busy tone  GS I gagal mencari GS II dan GS II gagal mencari FS, maka akan

diterima congestion tone

 FS mendapati B sedang off hook maka A akan mendapat busy tone

 Tone yang berlaku di Indonesia :  Dial tone : sinyal kontinyu

 Busy tone : 0,5 detik on 0,5 detik off

 Congestion tone : 0,25 detik on 0,25 detik off (kesibukan di

jaringan

(22)

Indirect Control/Common Control

 Sinyal nomor masuk ke register. Hasil analisa register :

 Jika incoming internal, maka Marker mengontrol speech path antara

pemanggil dan yg dipanggil serta mengirimkan tones yg sesuai

 Jika mrpk transit/interlokal, maka Marker mengontrol Translator (utk

mengubah digit) dan Sender (utk pengiriman sinyal nomor ke sentral yang dituju

(23)

Indirect Control/Common Control (Cont..)



Menggunakan kombinasi sejumlah rele elektromagnetik



Fungsi-fungsi blok :

 Marker : memilih jalur pembicaraan dan mengontrol

switching network switching network

 Translator : mengubah nomor dial ke dalam instruksi

switching

 Register : menyimpan nomor-nomor dial

 Sender : mengirim digit-digit perutean pada trunk

(24)

SPC (Stored Program Control)

A.

Sistem Pengendalian Terpusat (Centralized Controlled)

 Prosesor hanya ada di-exchange controller sehingga tugas

(25)

SPC (Stored Program Control)

(Cont..)

B.

Sistem Pengendalian Terdistribusi (Distributed Controlled)

 Masing-masing bagian sentral mempunyai prosesor yang mengatur

/mengontrol fungsi masing2 bagian, sehingga beban main controller jadi ringan. Ex : Sentral EWSD

(26)

SPC (Stored Program Control)

(Cont..)

 Contoh bagian danprosesornya :

LTG dengan GP (Group Processor)

SN dengan SGC (Switching Group Controller) CP dengan SSP (Siemen Switching Processor) CP dengan SSP (Siemen Switching Processor)

(27)

Switching Network Berbasis Space Switch

 Switching network berbentuk matrik yang terdiri dari baris dan kolom  Crosspoint : pertemuan/koneksi antara baris dan kolom

 Sitching matrik yang paling sederhana : matrik satu tingkat (single stage switching matrix), dengan jumlah crosspoint Nx

(28)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

 Kelemahan switching matrik tunggal :

 Jumlah crosspoint sangat besar jika jumlah inlet/outlet

bertambah

 Satu crosspoint dipakai khusus utk hubungan yg spesifik. Jika  Satu crosspoint dipakai khusus utk hubungan yg spesifik. Jika

crosspoint tsb terganggu maka tdk dpt dilakukan hubungan (block)

 Tidak efisien, krn dlm setiap baris/kolom hanya 1 crosspoint

saja yang dipakai

 Utk mengatasi kelemahan matrik tunggal, maka digunakan switching network bertingkat (multiple stage switching)

(29)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

(30)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

Jumlah crosspoint dari multistage switch 3 tingkat :

(

)

(

)

2 ⋅ +       + ⋅ = n k n N n N n N k k n n N Nx (pers.1)

dimana : Nx = jumlah crosspoint total N = jumlah inlet/outlet

n = ukuran dari setiap switch block atau setiap group inlet/outlet k = jumlah array tengah

2 2       + = n N k Nk Nx

(31)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

 Matrik tunggal bersifat non-blocking

 Matrik bertingkat : pemakaian crosspoint secara sharing maka memungkinkan terjadinya blocking

Agar matrik bertingkat bersifat non-blocking, maka jumlah  Agar matrik bertingkat bersifat non-blocking, maka jumlah

matrik pada center stage yang diperlukan adalah :

k = 2n – 1 (pers. 2)

(32)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

(33)

Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

 Maka jumlah crosspoint matrik 3 tingkat yang non-blocking (pers.2 disubstitusikan ke pers. 1 :

(pers. 3)

(

2 1

) (

2 1

)

2 2       − + − = n N n n N Nx

 Jumlah n optimum diperoleh dgn mendiferensialkan pers. 3 di atas terhadap n :

(pers. 4)  Substitusikan pers. 4 ke pers. 3, maka diperoleh nilai N

minimum : (pers. 5) 2 / 1 2 : 0       = = diperoleh n N dn dNx

(

2 1

)

4 − = N N Nx n

(34)

-Switching Network Berbasis Space Switch

(Cont..)

 Tabel perbandingan jumlah crosspoint matrik tunggal dengan matrik 3 tingkat (non-blocking)

Jumlah Saluran Jumlah Crosspoint

3 Tingkat

Jumlah Crosspoint 1 Tingkat

 Pengurangan crosspoint yg lebih byk dpt dicapai dgn menambah tingkat switching. Tingkat SN non blocking selalu ganjil (1,3,5, dst)

128 7.680 16.256 512 63.488 261.633 2.048 516.096 4,2 juta 5.192 12 juta 67 juta 32.768 13 juta 1 milyar 131.072 268 juta 17 milyar Powered by http://TeUinSuska2009.Wordpress.com Upload By Vj Afive

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang melibatkan 101 guru SMA di Surakarta yang mengampu mata pelajaran UN dengan menggunakan buku panduan yang

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan SBU Bidang Arsitektur yang

Pertimbangan - pertimbangan inilah yang mendorong peneliti untuk memfokuskan seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan, kualitas sistem, dan kualitas informasi

(Kogas) Kemanusiaan Galang 96 dalam rangka pemulangan Pencari Suaka asal Vietnam tahun 1996 di Pulau Galang sesuai dengan butir kedua Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor

Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam merupakan kegiatan tambahan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran di sekolah sebagai penunjang

1. Untuk melewati lawan. Kegunaan menggiring bola untuk melewati lawan biasanya terjadi sebagai usaha seseorang pemain untuk membebaskan bola dari hadangan lawan

Miles's intuiion about the course of jazz evoluion and its connecion to the changes in American society were among the reasons Kind of Blue had so much impact on the jazz scene

Penelitian yang dilakukan Christina dan Ghozali (2013), Loan to Deposit Ratio (LDR), yang digunakan untuk mengukur risiko likuiditas pada bank yang menunjukkan