-Hubungan Langsung tanpa Switching
Hubungan antar 2 pelanggan Hubungan antar 2 pelanggan
Hubungan beberapa pelanggan tanpa switching
Jumlah saluran : saluran N N 2 ) 1 ( −
-Hubungan Melalui Switching (Sentral)
Hubungan langsung : tidak efisien karena dibutuhkan saluran yang besar dan jaringan menjadi rumit
Hubungan melalui switching : untuk N pelanggan hanya diperlukan N saluran
-Fungsi Sentral
Fungsi switching →
menyambungkan dan memutuskan terminal masukan dan keluaranFungsi kontrol →
mengendalikan/mengontrolpenyambungan panggilan atas dasar instruksi pensinyalan yang penyambungan panggilan atas dasar instruksi pensinyalan yang datang dari luar ataupun atas data yang disimpan di dalam
sentral itu
Fungsi Interface →
sebagai unit akses dari pelanggan dan interkoneksi dengan jaringan lainFungsi pembebanan →
untuk penghitungan dan pencatatan pemakaian panggilan-Bagian-bagian Sistem Sentral
-Bagian-bagian Sistem Sentral
(Cont..)
Line Circuit
: pengontrol dari local loop
Trunk Circuit
: pengontrol trunk network
OAM Circuit
: pengontrol OAM (Operation,
Administration, and Maintenance)
Administration, and Maintenance)
Switching network: pengaturan, pembentukan dan
pembubaran transfer komunikasi
Main Controller
: pusat pengaturan sentral
Ancillary Function: fungsi-fungsi lain, seperti signalling
dan catu daya.
-Jenis-jenis switch
Selektor
Digunakan pada sentral step-by-step (strowger)
Ket gambar : selektor mempunyai 10 kontak yang diatur
setengah lingkaran dengan 1 kontak wiper yang dapat
berputar untuk menghubungkan inlet dengan salah satu dari 10 kontak outlet yang dikehendaki
-
Reed Relay
Reed relay adalah piranti yang bekerja berdasarkan arus listrik yang
mengalir melalui kumparan
Di dalam kumparan ditempatkan 2 batang strip yang akan
terinduksi magnet bila kumparan tersebut dialiri listrik
Reed relay disusun dalam formasi matrik untuk membentuk
switching network
-Jenis-jenis Matrik
a.
Matrik Konsentrasi →
jumlah inlet lebih besar dari jumlah outlet-b.
Matrik Distribusi →
jumlah inlet sama dengan jumlah outletc.
Matrik Ekspansi →
jumlah outlet lebih banyak dari pada jumlah inletPerkembangan Switching Network
Sentral Manual Switch Board
Switching network sentral manual berupa switch board Terdapat operator yang bertugas dalam penyambungan
Penyambungan relatif lambat
Security tergantung pada operator
Perkembangan Switching Network
(cont..)
Elektromagnetic Switch Crosspoint
Merupakan evolusi dari switching manual
Operator tidak lagi menggunakan jack untuk menghubungkan
inlet dan outlet, tetapi sudah menggunakan switch-switch elektromagnetik yang tersusun dalam bentuk matriks.
Crosspoint Switch Elektromagnetik
X = switch elektromagnetik (normally open), akan di-closed-kan oleh operator untuk hubungan inlet/outlet tertentu
Perkembangan Switching Network
(cont..)
Switching Network Elektromekanik
Menggunakan selektor
Sudah ada line circuit Switching otomatis
Proses switching : wiper digerakkan oleh motor listrik ke posisi
outlet yang sesuai dengan called number
Kapasitas sentral : 10N , dmana N adalah jumlah selektor Ex : Kapasitas sentral 1000 = 103, jadi jumlah selektor (N) = 3
Perkembangan Switching Network
(cont..)
Switching network dengan 3 selektor group :
Pada contoh tsb, nomor pelanggan terdiri dari 3 digit Pergerakan selektor dilakukan step by step
Digit 1 : Menggerakkan selektor awal (Line Finder = Pre-selektor) Digit 2 : Menggerakkan group selektor
Digit 3 : Menggerakkan selektor akhir (Final Selector = Line
Selector)
Perkembangan Switching Network
(cont..)
Exchange Control
Exchange control berfungsi untuk mengontrol semua
kegiatan di sentral termasuk pencatatan beban/pulsa serta
pusat operasi dan pemeliharaan
Jenis-jenis exchange control :
Jenis-jenis exchange control :
Non-SPC Wired Logic
Direct Controlled (EMD)
Indirect Controlled (Sentral Crossbar)
SPC (Stored Program Control)
Centralized Controlled Distributed Controlled
Direct Control / Progressive Control
Switching network dikontrol oleh pulsa-pulsa nomor dariterminal
Pengontrolan dilakukan step by step Wired logic controlled
Menggunakan switching network elektromekanik Menggunakan switching network elektromekanik
Secara hardware, bagian switch, kontrol, dan signaling tidak dipisah menggunakan selektor
Direct Control/Progressive Control (Cont..)
Ex : Sentral berkapasitas 10.000 pelanggan (nomor panggil 4 digit)
Direct Control/Progressive Control (Cont..)
Cara kerja : Misal A >> B (nomor B1 B2 B3 B4)
A on hook >> off hook : SLC A mendeteksi perubahan status >> cari LF kalau berhasil maka akan terjadi koneksi A>> SLCA >> LFA
LF kirim dial tone pada A, A mendial B1 : GS I mencari GS II, jika berhasil maka akan terjadi koneksi A >> SLCA >> LFA >> GS I >> inlet GS II
inlet GS II
A mendial B2 : GS II mencari FS, jika berhasil terjadi koneksi A >> SLCA >> LFA >> GS I >> GS II >> inlet FS
A mendial B3, B4 : FS mencari SLCB, jika B sedang on-hook (bebas) maka FS kirim :
Pada B : ringing current
Pada A : ringing tone = ring back tone = ring return tone
Selanjutnya terjadi komunikasi, dan bila selesai maka SLC akan mendeteksi permintaan pemutusan hubungan
Direct Control/Progressive Control (Cont..)
Kemungkinan terjadinya kegagalan :
A off hook, cari LF tidak berhasil, maka akan diterima busy tone GS I gagal mencari GS II dan GS II gagal mencari FS, maka akan
diterima congestion tone
FS mendapati B sedang off hook maka A akan mendapat busy tone
Tone yang berlaku di Indonesia : Dial tone : sinyal kontinyu
Busy tone : 0,5 detik on 0,5 detik off
Congestion tone : 0,25 detik on 0,25 detik off (kesibukan di
jaringan
Indirect Control/Common Control
Sinyal nomor masuk ke register. Hasil analisa register :
Jika incoming internal, maka Marker mengontrol speech path antara
pemanggil dan yg dipanggil serta mengirimkan tones yg sesuai
Jika mrpk transit/interlokal, maka Marker mengontrol Translator (utk
mengubah digit) dan Sender (utk pengiriman sinyal nomor ke sentral yang dituju
Indirect Control/Common Control (Cont..)
Menggunakan kombinasi sejumlah rele elektromagnetik
Fungsi-fungsi blok :
Marker : memilih jalur pembicaraan dan mengontrol
switching network switching network
Translator : mengubah nomor dial ke dalam instruksi
switching
Register : menyimpan nomor-nomor dial
Sender : mengirim digit-digit perutean pada trunk
SPC (Stored Program Control)
A.
Sistem Pengendalian Terpusat (Centralized Controlled)
Prosesor hanya ada di-exchange controller sehingga tugas
SPC (Stored Program Control)
(Cont..)
B.
Sistem Pengendalian Terdistribusi (Distributed Controlled)
Masing-masing bagian sentral mempunyai prosesor yang mengatur
/mengontrol fungsi masing2 bagian, sehingga beban main controller jadi ringan. Ex : Sentral EWSD
SPC (Stored Program Control)
(Cont..)
Contoh bagian danprosesornya :LTG dengan GP (Group Processor)
SN dengan SGC (Switching Group Controller) CP dengan SSP (Siemen Switching Processor) CP dengan SSP (Siemen Switching Processor)
Switching Network Berbasis Space Switch
Switching network berbentuk matrik yang terdiri dari baris dan kolom Crosspoint : pertemuan/koneksi antara baris dan kolomSitching matrik yang paling sederhana : matrik satu tingkat (single stage switching matrix), dengan jumlah crosspoint Nx
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Kelemahan switching matrik tunggal :
Jumlah crosspoint sangat besar jika jumlah inlet/outlet
bertambah
Satu crosspoint dipakai khusus utk hubungan yg spesifik. Jika Satu crosspoint dipakai khusus utk hubungan yg spesifik. Jika
crosspoint tsb terganggu maka tdk dpt dilakukan hubungan (block)
Tidak efisien, krn dlm setiap baris/kolom hanya 1 crosspoint
saja yang dipakai
Utk mengatasi kelemahan matrik tunggal, maka digunakan switching network bertingkat (multiple stage switching)
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Jumlah crosspoint dari multistage switch 3 tingkat :
(
)
(
)
2 ⋅ + ⋅ + ⋅ = n k n N n N n N k k n n N Nx (pers.1)dimana : Nx = jumlah crosspoint total N = jumlah inlet/outlet
n = ukuran dari setiap switch block atau setiap group inlet/outlet k = jumlah array tengah
2 2 + = n N k Nk Nx
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Matrik tunggal bersifat non-blocking
Matrik bertingkat : pemakaian crosspoint secara sharing maka memungkinkan terjadinya blocking
Agar matrik bertingkat bersifat non-blocking, maka jumlah Agar matrik bertingkat bersifat non-blocking, maka jumlah
matrik pada center stage yang diperlukan adalah :
k = 2n – 1 (pers. 2)
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Maka jumlah crosspoint matrik 3 tingkat yang non-blocking (pers.2 disubstitusikan ke pers. 1 :
(pers. 3)
(
2 1) (
2 1)
2 2 − + − = n N n n N NxJumlah n optimum diperoleh dgn mendiferensialkan pers. 3 di atas terhadap n :
(pers. 4) Substitusikan pers. 4 ke pers. 3, maka diperoleh nilai N
minimum : (pers. 5) 2 / 1 2 : 0 = = diperoleh n N dn dNx
(
2 1)
4 − = N N Nx n-Switching Network Berbasis Space Switch
(Cont..)
Tabel perbandingan jumlah crosspoint matrik tunggal dengan matrik 3 tingkat (non-blocking)
Jumlah Saluran Jumlah Crosspoint
3 Tingkat
Jumlah Crosspoint 1 Tingkat
Pengurangan crosspoint yg lebih byk dpt dicapai dgn menambah tingkat switching. Tingkat SN non blocking selalu ganjil (1,3,5, dst)
128 7.680 16.256 512 63.488 261.633 2.048 516.096 4,2 juta 5.192 12 juta 67 juta 32.768 13 juta 1 milyar 131.072 268 juta 17 milyar Powered by http://TeUinSuska2009.Wordpress.com Upload By Vj Afive