• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 9 Bidang Kelembagaan Internasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 9 Bidang Kelembagaan Internasional"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 9

Bidang Kelembagaan Internasional

Kegiatan bidang kelembagaan internasional mulai mendapat tempat khusus sejak tanggal 28 November 2002 setelah struktur organisasi Ditjen Postel telah bertambah satu, yaitu Direktorat Kelembagaan Internasional. Tugas pokok dan fungsi dari Direktorat ini adalah untuk melaksanakan sebagian tugas pokok Ditjen Postel di bidang kelembagaan internasional pos dan telekomunikasi, khususnya untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di bidang pos dan telekomunikasi dan untuk menyelenggarakan hubungan kelembagaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perlunya keterlibatan dalam kegiatan kelembagaan internasional dalam bidang pos dan terutama telekomunikasi ini sejalan dengan semakin meningkatnya intensitas, kompleksitas, beban dan tantangan kerja di bidang pos dan telekomunikasi (khususnya telekomunikasi sesuai dengan kecenderungan semakin tingginya tingkat akselerasi kemajuan ICT secara nasional maupun terutama sekali dalam lingkup global). Semakin pesatnya perkembangan dunia informasi dan telekomunikasi menyebabkan tidak ada lagi batasan geografis maupun administratif dalam bidang ini sehingga diperlukan pengaturan dan penataan antar negara terkait dengan pemanfaatan telekomunikasi.

9.1. Ruang Lingkup.

Ruang lingkup penyajian data statistik bidang Kelembagaan Internasional ini meliputi kegiatan-kegiatan yang diikuti atau melibatkan Ditjen Postel dalam bentuk forum, seminar atau dalam kerangka kerjasama antar negara. Penyajian data ini meliputi :

1) Kegiatan kelembagaan Multilateral tahun 2008 – Juni 2010 2) Kegiatan kelembagaan Regional tahun 2008 – Juni 2010 3) Kegiatan kelembagaan Bilateral tahun 2008 – Juni 2010

4) Kegiatan Investasi dan Pasar Internasional tahun 2008 – Juni 2010 5) Kegiatan Pengelolaan Orbit dan Satelit tahun 2008 – Juni 2010

(2)

|227 9.2. Kegiatan Kelembagaan Internasional

Diretorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Infomasi telah berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi Pos dan Telekomunikasi. Kegiatan tersebut dilakukan baik yang terkait dengan multilateral seperti berbagai seminar internasional dan konferensi, maupun kegiatan yang dibuat dalam kerangka kerjasama multilateral dan regional dalam rangka merespon perkembangan telekomunikasi dan informatika yang sangat cepat tanpa mengenal batas wilayah negara. Indonesia juga aktif melakukan kerjasama bilateral dengan negara lain untuk bidang pos maupun telekomunikasi. Kerjasama ini termasuk juga dalam membangun pemahaman bersama dalam hal-hal yang menyinggung dua negara dalam bidang teknologi informasi. Disamping itu juga keterlibatan atau melakukan kegiatan untuk yang terkait dengan investasi dan pasar internasional serta kegiatan pengelolaan dan orbit satelit

9.2.1. Kegiatan Multilateral

Kegiatan Multilateral yang diikuti Indonesia dalam forum-forum sidang pos dan telekomunikasi adalah dalam bentuk forum organisasi telekomunikasi dunia atau konferensi yang diselenggarakan assosiasi dan organisasi bidang pos dan telekomunikasi dunia. Sepanjang tahun 2008, pihak Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi telah mengikuti sebanyak 17 pertemuan dan pada tahun 2009 telah diikuti 15 pertemuan dalam bentuk sidang-sidang dan konferensi yang bersifat multilateral. Pada tahun 2010, sampai dengan semester I baru diiukti 6 kali pertemuan tingkat multilateral yang berlangsung pada bulan Februari, April, Mei dan Juni. Sidang-sidang multilateral pada tahun semester I 2010 terutama adalah sidang-sidang ITU atau sidang dalam rangka radiocommunication yang melibatkan banyak negara.

Tabel 9.1. Jumlah Kegiatan bersifat Multilateral Kelembagaan Internasional 2008 – Juni 2010

Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des Jmlh

2008 0 1 1 0 1 1 3 1 1 2 2 4 17

2009 0 1 1 1 1 2 1 0 1 3 2 2 15

(3)

Jika dibandingkan semester I tahun 2008, kegiatan multilateral pada semester I tahun dan 2010 memiliki intensitas yang lebih tinggi seperti terlihat pada

gambar tersebut ditunjukkan dalam semest

multilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi. Sementara pada periode yang sama tahun 2008 hanya diikuti 4 kegiatan. Kegiatan multilateral yang diikuti pada tahun 2009 lebih tersebar diantara bulan diban

Gambar 9.1. Perkembangan Kegiatan Multilateral Tahun 2008

9.2.2. Kegiatan Regional

Kegiatan regional adalah kegiatan sidang Direktorat Kelembagaan Internasional

lebih kecil daripda kegiatan multilateral. Kegiatan forum pertemuan regional yang diikuti adalah yang berada di regional Asia atau Asia Tenggara. Dibanding kegiatan multilateral, lebih banyak kegiatan regional yang diikuti Direktorat Kelembagaan Internasional. Pada tahun 2008 telah diikuti 18 forum regional dan pada 2009 meningkat menjadi 25 kegiatan forum regional yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai dengan semester I tekah diikuti kegiatan pertemuan regional di berbagai negara, termasuk yang diadakan di Indonesia. Diantara kegiatan regional yang diikuti adalah APPU, APT Development Forum dan ATRC Working Group. 0 1 2 3 4 5

Jan Feb Mar

Jika dibandingkan semester I tahun 2008, kegiatan multilateral pada semester I tahun memiliki intensitas yang lebih tinggi seperti terlihat pada gambar 10.1. Dari gambar tersebut ditunjukkan dalam semester I tahun 2009 dan 2010 telah diikuti 6 kegiatan multilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi. Sementara pada periode yang sama tahun 2008 hanya diikuti 4 kegiatan. Kegiatan multilateral yang diikuti pada tahun 2009 lebih tersebar diantara bulan dibanding kegiatan multilateral yang diikuti pada tahun 2010.

.1. Perkembangan Kegiatan Multilateral Tahun 2008-Juni 2010

regional adalah kegiatan sidang-sidang dan forum pertemuan yang diikuti Internasional Ditjen Pos dan Telekomunikasi dalam skala yang lebih kecil daripda kegiatan multilateral. Kegiatan forum pertemuan regional yang diikuti adalah yang berada di regional Asia atau Asia Tenggara. Dibanding kegiatan multilateral, ih banyak kegiatan regional yang diikuti Direktorat Kelembagaan Internasional. Pada tahun 2008 telah diikuti 18 forum regional dan pada 2009 meningkat menjadi 25 kegiatan forum regional yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai dengan semester I tekah diikuti kegiatan pertemuan regional di berbagai negara, termasuk yang diadakan di Indonesia. Diantara kegiatan regional yang diikuti adalah APPU, APT Development Forum dan ATRC

Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov 2008 2009 2010

Jika dibandingkan semester I tahun 2008, kegiatan multilateral pada semester I tahun 2009 gambar 10.1. Dari er I tahun 2009 dan 2010 telah diikuti 6 kegiatan multilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi. Sementara pada periode yang sama tahun 2008 hanya diikuti 4 kegiatan. Kegiatan multilateral yang diikuti pada tahun 2009 ding kegiatan multilateral yang diikuti pada tahun 2010.

10

sidang dan forum pertemuan yang diikuti itjen Pos dan Telekomunikasi dalam skala yang lebih kecil daripda kegiatan multilateral. Kegiatan forum pertemuan regional yang diikuti adalah yang berada di regional Asia atau Asia Tenggara. Dibanding kegiatan multilateral, ih banyak kegiatan regional yang diikuti Direktorat Kelembagaan Internasional. Pada tahun 2008 telah diikuti 18 forum regional dan pada 2009 meningkat menjadi 25 kegiatan forum regional yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai dengan semester I tekah diikuti 9 kegiatan pertemuan regional di berbagai negara, termasuk yang diadakan di Indonesia. Diantara kegiatan regional yang diikuti adalah APPU, APT Development Forum dan ATRC

(4)

Tabel 9.2. Jumlah Kegiatan bersifat

Tahun Jan Feb Mar Apr

2008 0 0 4 3

2009 0 1 4 1

2010 1 0 4 2

Dari sisi sebaran kegiatannya menunjukkan

bulan. Kegiatan yang diikuti pada tahun 2009 tersebar hampir pada se

kegiatan pada tahun 2008 yang relatif lebih sedikitl lebih banyak pada semester I. Pada tahun 2010 cenderung lebih

semeter I ini dibanding peiode yang sama pada tahun

tahun 2008 telah diikuti 13 kegiatan pertemuan tingkat regional dan pada tahun 2009 diikuti 11 kegiatan pertemuan regional

Gambar 9.2. Perkembangan Kegiatan Regional Tahun 2008

9.2.3. Kegiatan Bilateral

Kegiatan bilateral adalah kegiatan

negara dan terkait dengan kerjasama tertentu. Kegiatan bilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi yang diikuti Diretorat Kelembagaan Internasional lebih sedikit dibandingkan kegiatan regional dan multilateral.

bilateral bidang pos dan telekomunikasi ini dan pada tahun 2009 hanya 12 kegiatan yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai semester I bahkan hanya 4 kegiatan pertemuan bilateral

0 1 2 3 4 5

Jan Feb Mar

tan bersifat Regional Kelembagaan Internasional 2008-Juni 2010

Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des

2 4 2 1 0 1 1 0

5 1 2 3 2 1 3

1 1

a menunjukkan terdapat pola persebaran yang berbeda antar bulan. Kegiatan yang diikuti pada tahun 2009 tersebar hampir pada semua bulan, sementara atan pada tahun 2008 yang relatif lebih sedikitl lebih banyak pada semester I. Pada tahun 2010 cenderung lebih sedikit kegiatan pertemuan regional yang diikuti sampai dibanding peiode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Pada semester I tahun 2008 telah diikuti 13 kegiatan pertemuan tingkat regional dan pada tahun 2009 diikuti

regional.

.2. Perkembangan Kegiatan Regional Tahun 2008-Juni 2010

bilateral adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang hanya melibatkan dua negara dan terkait dengan kerjasama tertentu. Kegiatan bilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi yang diikuti Diretorat Kelembagaan Internasional lebih sedikit dibandingkan iatan regional dan multilateral. Sepanjang tahun 2008 hanya diikuti 10 pertemuan bilateral bidang pos dan telekomunikasi ini dan pada tahun 2009 hanya 12 kegiatan yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai semester I bahkan hanya 4 kegiatan pertemuan bilateral

Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov 2008 2009 2010 |229 Juni 2010 Des Jmlh 18 2 25 9

terdapat pola persebaran yang berbeda antar mua bulan, sementara atan pada tahun 2008 yang relatif lebih sedikitl lebih banyak pada semester I. Pada an pertemuan regional yang diikuti sampai mnya. Pada semester I tahun 2008 telah diikuti 13 kegiatan pertemuan tingkat regional dan pada tahun 2009 diikuti

kegiatan yang dilakukan yang hanya melibatkan dua negara dan terkait dengan kerjasama tertentu. Kegiatan bilateral dalam bidang pos dan telekomunikasi yang diikuti Diretorat Kelembagaan Internasional lebih sedikit dibandingkan Sepanjang tahun 2008 hanya diikuti 10 pertemuan bilateral bidang pos dan telekomunikasi ini dan pada tahun 2009 hanya 12 kegiatan yang diikuti. Pada tahun 2010, sampai semester I bahkan hanya 4 kegiatan pertemuan bilateral

(5)

yang diikuti dalam bentuk joint commitee meeting

antar negara. Negara mitra pertemuan pada tahun 2010 ini adalah Malaysia, Singapura dan Jerman.

Tabel 9.3. Jumlah Kegitan bersifat Jan Feb Mar Apr

2008 0 0 2 1

2009 0 0 0 2

2010 0 0 1 1

Dari sisi distribusi kegiatannya, kegiatan pada tahun 2008

sementara kegiatan pada tahun 2009 lebih terkonsentrasi pada bu

terutama bulan April, Agustus, Oktober dan November. Kegiatan pertemuan bilateral yang diikuti pada semester I tahun 2010 ini berla

Sedikitnya kegiatan yang bersifat bilateral ini secara impli

kegiatan pertemuan kerjasama dua negara yang dilakukan Indonesia dalam bidang pos dan telekomunikasi. Gambar 9.3. Perkembangan Ke 0 1 2 3 4 5

Jan Feb Mar 2008

joint commitee meeting atau pertemuan dalam rangka kerjasama

antar negara. Negara mitra pertemuan pada tahun 2010 ini adalah Malaysia, Singapura dan

. Jumlah Kegitan bersifat Bilateral Kelembagaan Internasional 2008- Juni 2010 Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des

1 1 1 1 1 2 0 0

0 1 0 2 0 2 4 1

2 0

Dari sisi distribusi kegiatannya, kegiatan pada tahun 2008 relatif tersebar pada setiap bulan sementara kegiatan pada tahun 2009 lebih terkonsentrasi pada bul

April, Agustus, Oktober dan November. Kegiatan pertemuan bilateral yang diikuti pada semester I tahun 2010 ini berlangsung pada bulan Maret, April dan Mei. Sedikitnya kegiatan yang bersifat bilateral ini secara implisit menunjukkan masih sedikitnya kegiatan pertemuan kerjasama dua negara yang dilakukan Indonesia dalam bidang pos dan

.3. Perkembangan Kegiatan Bilateral Tahun 2008-Juni 2010

Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov 2008 2009 2010

u pertemuan dalam rangka kerjasama antar negara. Negara mitra pertemuan pada tahun 2010 ini adalah Malaysia, Singapura dan

Juni 2010 Des Jmlh

10 1 12 4

relatif tersebar pada setiap bulan lan tertentu yaitu April, Agustus, Oktober dan November. Kegiatan pertemuan bilateral yang pada bulan Maret, April dan Mei. t menunjukkan masih sedikitnya kegiatan pertemuan kerjasama dua negara yang dilakukan Indonesia dalam bidang pos dan

(6)

9.2.4. Kegiatan Kerjasama Investasi dan Pemasaran

Kegiatan kerjasama investasi dan pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan Direktorat Kerjasama Internasional dalam rangka menorong peningkatan investasi dan pemas bidang pos dan telekomunikasi Indonesia ke l

workshop, joint task force atau

tahun 2009 hanya 5 kegiatan yang diikuti oleh Direktorat Kelembagaan Internasional dalam rangka kerjasama investasi dan pemasaran. Pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan dalam kegiatan kerjasama investasi dan pe

diikuti 6 kegiatan pertemuan kerjasama investasi dan pemasaran di tahun 2010 ini, khususnya di bulan Maret sebanyak 3 kegiatan.

diikuti selama setahun dalam tahun 2009. juga berlangsung pada semester I.

Tabel 9.4. Jumlah Kegiatan terkait Investasi dan Pasar Internasional Jan Feb Mar Apr

2008 0 0 0 0

2009 0 0 1 1

2010 1 1 3 0

Gambar 9.4. Perkembangan Kegiatan Juni 2010 0 1 2 3 4 5

Jan Feb Mar

Kerjasama Investasi dan Pemasaran

Kegiatan kerjasama investasi dan pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan Direktorat Kerjasama Internasional dalam rangka menorong peningkatan investasi dan pemas

n telekomunikasi Indonesia ke luar negeri. Kegiatan dilakukan dalam bentuk atau working group dalam rangka investasi dan pemasaran. Pada tahun 2009 hanya 5 kegiatan yang diikuti oleh Direktorat Kelembagaan Internasional dalam rangka kerjasama investasi dan pemasaran. Pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan dalam kegiatan kerjasama investasi dan pemasaran ini. Sampai dengan

diikuti 6 kegiatan pertemuan kerjasama investasi dan pemasaran di tahun 2010 ini, lan Maret sebanyak 3 kegiatan. Jumlah ini lebih banyak dari kegiatan yang diikuti selama setahun dalam tahun 2009. Namun kegiatan yang diikuti pada tahun 2009 juga berlangsung pada semester I.

terkait Investasi dan Pasar Internasional 2008-2009 Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des

0 0 0 0 0 0 0 0

0 1 2 0 0 0 0 0

1 0

.4. Perkembangan Kegiatan terkait Investasi dan Pasar Internasional Tahun 2008

Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov 2008 2009 2010

|231 Kegiatan kerjasama investasi dan pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan Direktorat Kerjasama Internasional dalam rangka menorong peningkatan investasi dan pemasaran ukan dalam bentuk dalam rangka investasi dan pemasaran. Pada tahun 2009 hanya 5 kegiatan yang diikuti oleh Direktorat Kelembagaan Internasional dalam rangka kerjasama investasi dan pemasaran. Pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan Sampai dengan bulan Juni, telah diikuti 6 kegiatan pertemuan kerjasama investasi dan pemasaran di tahun 2010 ini, Jumlah ini lebih banyak dari kegiatan yang Namun kegiatan yang diikuti pada tahun 2009, 60%

Des Jmlh 0

0 5

6

terkait Investasi dan Pasar Internasional Tahun

(7)

9.2.5. Kegiatan Pengelolaan Orbit dan Satelit

Kegiatan kelembagaan internasional dalam rangka pengelolaan orbit

kegiatan yang dilakukan dalam rangka koordinasi pengelolaan satelit atau forum pertemuan/workshop yang terkait dengan pengelolaan satelit sebagai bagian dari ruang lingkup tugas Ditjen Pos dan Telekomunikasi. Sepanjang tahun 2009, hanya

kegiatan yang terkait dengan pengelolaan orbit dan satelit ini yang tersebar hampir pada sepanjang tahun. Setiap bulannya rata

rangka pengelolaan orbit dan satelit ini.

Pada tahun 2010, sampai semester I

orbit dan satelit sebanyak lima kali kegiatan. Jum pada semester I tahun 2009. Namun p

pengelolaan orbit dan satelit jauh menurun yang diikuti.

paling banyak adalah dalam bentuk, koordinasi satelit dengan negara lain adalah, selain juga kegiatan workshop penggunaan spektrum orbit

Tabel 9.5. Jumlah Kegiatan Pengelolaan Orbit dan Satelit Jan Feb Mar Apr

2008 0 0 0 0

2009 1 0 1 1

2010 1 0 1 1

Gambar 9.5. Perkembangan Kegiatan Pengelola

0 1 2 3 4 5

Jan Feb Mar Apr Mei

Pengelolaan Orbit dan Satelit

Kegiatan kelembagaan internasional dalam rangka pengelolaan orbit

kegiatan yang dilakukan dalam rangka koordinasi pengelolaan satelit atau forum pertemuan/workshop yang terkait dengan pengelolaan satelit sebagai bagian dari ruang lingkup tugas Ditjen Pos dan Telekomunikasi. Sepanjang tahun 2009, hanya

kegiatan yang terkait dengan pengelolaan orbit dan satelit ini yang tersebar hampir pada sepanjang tahun. Setiap bulannya rata-rata dilakukan satu kali kegiatan internasional dalam rangka pengelolaan orbit dan satelit ini.

, sampai semester I telah diikuti kegiatan yang terkait dengan pengelolaan lima kali kegiatan. Jumlah ini sama banyak dengan yang terjadi pada semester I tahun 2009. Namun pada tahun 2009, kegiatan yang terkait dengan t dan satelit jauh menurun yang diikuti. Kegiatan yang diikuti diantaranya paling banyak adalah dalam bentuk, koordinasi satelit dengan negara lain adalah, selain juga kegiatan workshop penggunaan spektrum orbit

Pengelolaan Orbit dan Satelit 2008-Juni 2010

Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des

0 0 0 0 0 0 0 0

1 1 0 1 1 1 0 1

1 1

.5. Perkembangan Kegiatan Pengelolaan Orbit dan Satelit Tahun 2008-Juni 2010

Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des

Kegiatan kelembagaan internasional dalam rangka pengelolaan orbit dan satelit adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka koordinasi pengelolaan satelit atau forum pertemuan/workshop yang terkait dengan pengelolaan satelit sebagai bagian dari ruang lingkup tugas Ditjen Pos dan Telekomunikasi. Sepanjang tahun 2009, hanya diikuti sembilan kegiatan yang terkait dengan pengelolaan orbit dan satelit ini yang tersebar hampir pada rata dilakukan satu kali kegiatan internasional dalam

telah diikuti kegiatan yang terkait dengan pengelolaan ah ini sama banyak dengan yang terjadi da tahun 2009, kegiatan yang terkait dengan Kegiatan yang diikuti diantaranya paling banyak adalah dalam bentuk, koordinasi satelit dengan negara lain adalah, selain juga

Des Jmlh 0

1 9

5

(8)
(9)

izin hak labuh (landing right) satelit. Penerbitan izin ini diberikan kepada berbagai pihak yang menempatkan satelit dalam rangka kegiatan telekomunikasi serta negara yang menjadi administratornya.

Sampai bulan Juni 2010, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi telah mengeluarkan lima ijin hak labuh kepada lima perusahaan pengelola satelit telekomunikasi di Indonesia. Jumlah ini sama dengan yang diberikan selama satu tahun pada tahun 2009. Landing right / Hak Labuh adalah ijin yang diberikan oleh Ditjen Postel kepada perusahaan yang menerima pancaran/koneksi dari satelit asing. Dengan kata lain operator tersebut menggunakan satelit milik asing. Lima ijin ini diterbitkan untuk 7 satelit yaitu APSTAR-V dan TELSTAR-18 dengan administrator dari Tonga, SINOSAT-1 dengan administrator di China dan JCSAT-5A dengan administrator di Jepang. Selain itu juga satelit INMARSAT-4-f1 dengan administrator di Inggris, satelit APSTAR-1-3S dan satelit JCSAR-5A dengan administrator di China. Pengguna satelit ini adalah perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang dimiliki pemerintah (PT. Telkom) maupun pilik swasta (Cipta Skynindo dan Dini Nusa Kusuma)

Tabel 9.6. Izin Hak Labuh yang Dikeluarkan oleh Ditjen Pos dan Telekomunikasi TAHUN 2010

No Nama Perusahaan Nama Filing SatelitNama Komersial Slot Orbit Administrasi

1 PT. CIPTA SKYNINDO TONGASAT AP-3TANGSAT-C/KU-3 APSTAR-VTELSTAR-18 138 E62 E TONGA

2 PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA CHINASAT-6,DFH-3AOB NSTAR-A2 SINOSAT-1 JCSAT-5A 110,5 E 132 E CHINA JEPANG

4 PT. DINI NUSA KUSUMA INMARSAT-4-A43.5E INMARSAT-4-f1 143.5 BT INGGRIS

5 PT. TELEKOMUNIKASIINDONESIA APSTAR-142EAPSTAR-142E-R APSTAR-1-3SJCSAT-5A 142 BT CHINA

Selain menerbitkan ijin hak labuh dari satelit asing yang digunakan perusahan telekomunikasi Indonesia yang menerima koneksi/pancarasa satelit asing tersebut, Ditjen Pos dan Telekomunikasi juga telah menerbitkan filling satelit bagi perusahaan untuk satelit yang dimilikinya untuk kebutuhan usaha di sektor telekomunikasi. Sampai semester I tahun 2010, Ditjen Postel telah menerbitkan filling satelit bagi empat perusahaan untuk satelit yang dimiliki dan dikelolanya. Keempat perusahaan tersebut adalah PT. PSN yang mengelola

(10)

|235 filling satelit dan PT. MCI yang mengelola 7 filling satelit. Fillung satelit yang sama dapat memiliki nama satelit yang berbeda di Orbit. Untuk nama filling Palapa B# dan Palapa C3 yang dikelola PT. Telkom misalnya memiliki nama satelit Telkom-1 (dengan 36 xpdr) dan Telkom-2 (dengan 24 xpdr).

Jumlah filling satelit yang cukup banyak ini menunjukkan kemampuan perusahaan telekomunikasi Indonesia yang semakin banyak dan mampu mengelola satelit yang cukup banyak untuk kebutuhan bisnis dibidang telekomunikasi yang dijalaninya. Secara implit, filing satelit yang banyak ini juga menunjukkan semakin berkembangnya industri telekomunikasi Indonesia dengan sangat cepat.

Tabel 9.7. Rekapitulasi Filling Satelit dari Satelit yang dimiliki dan dikelola Perusahaan Telekomunikasi Indonesia. OPERATOR SLOT ORBIT (BT) NAMA SATELIT

DI ORBIT NAMA FILING BAND JMLH TRANSP.

PT.PSN 123 GARUDA 1 GARUDA-2 L-band (service link) Ext C-band (feeder link) specific 146 PALAPA PACIFIC/ AGILA-2 (54 xpdr) PALAPA PAC-C 146E C-band 30 xpdr (24 xpdr Std C-band, 6 xpdr Ext C-band) PALAPA PAC-KU 146E Ku-band 24

80.5 [GARUDABACKUP] GARUDA-4A

L-band (service link) Ext C-band (feeder link)

specific

144 PALAPA PAC-3R(PLAN) PALAPA PAC-3R C-band 38

PT.TELKOM

108 TELKOM-1(36 xpdr)

PALAPA-B1

C-band 24

PALAPA-C2

PALAPA-B1 C Band (TT&C) -PALAPA-B1-EC Extended C-band 12

118 TELKOM-2(24 xpdr)

PALAPA-B3

C-band 24

PALAPA-C3

PALAPA-B3-EC Extended C-band 12 PALAPA-B3 TT&C C-band (TT&C) -PALAPA-B3

(11)

-OPERATOR

SLOT ORBIT

(BT)

NAMA SATELIT

DI ORBIT NAMA FILING BAND JMLH TRANSP.

118 TELKOM-3 (PLAN) (42 xpdr) PALAPA-B3 C-band 24 PALAPA-C3

PALAPA-B3-EC Extended C-band 8 PALAPA-B3 TT&C C-band (TT&C) -PALAPA-B3

MOD-1 C-band (TT&C) -PALAPA-C3-K KU-BAND 10 TELKOM-3EK Extended Cband

-KU-BAND PT.INDOSAT 113 PALAPA-D PALAPA-C1 Standard C 24 Extended C 11 Standard Ku 2 Extended Ku 2 PALAPA-C1-K Extended Ku 8 Standard Ku 12 PALAPA-B2 Standard C 12 150.5 PALAPA-C2 PALAPA-C4 Standard C 24 Extended C 11 Standard Ku 2 Extended Ku 2 PALAPA-C4-A Standard C 24 Extended C 12 Standard Ku 2 Extended Ku 2 PALAPA-C4-K Extended Ku 8 Standard Ku 12 PT. MCI 107.7E INDOSTAR-1 INDOSTAR-1A S-Band X-Band C-band 5 Txp S-Band INDOSTAR-1 S-Band X-Band C-band 5 Txp S-Band 107.7E INDOSTAR-2 INDOSTAR-107.7E S - Band X - Band C -Band 5 Txp S-Band INDOSTAR-107E-K Ku - Band 10 Txp S-Band 22 Txp Ku-Band

(12)

|237 OPERATOR SLOT ORBIT (BT) NAMA SATELIT

DI ORBIT NAMA FILING BAND JMLH TRANSP.

110E INDOSTAR-110E S - Band X - Band C -Band 5 Txp S-Band INDOSTAR-110E-K Ku - Band 10 Txp S-Band 22 Txp Ku-Band 118E INDOSTAR-118E S - Band X - Band C -Band 5 Txp S-Band

Gambar

Tabel 9.1. Jumlah Kegiatan bersifat Multilateral Kelembagaan Internasional 2008 – Juni 2010 Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des Jmlh
gambar tersebut ditunjukkan dalam semest
Gambar 9.2. Perkembangan Kegiatan Regional Tahun 2008
Tabel 9.3. Jumlah Kegitan bersifat Jan Feb Mar Apr
+5

Referensi

Dokumen terkait

Siswa kategori literasi kuantitatif sedang hanya mampu menetapkan sebagian informasi dari soal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, akibatnya analisis terhadap

self regulated learning tinggi dengan prokrastinasi akademik rendah diperoleh data, bahwa alasan mahasiswa tersebut bisa mengatur strategi manajemen waktu dalam belajarnya,

penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah berupa Laporan Penelitian dengan judul “Uji Ekstender Madu Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Proses Kriopreservasi Telur Ikan

Menurut SCB di dalam kehidupan perpuisian Indonesia, semangat pembaharuan tercermin melalui upaya para penyair Angkatan Pujangga Baru yang melakukan perubahan terhadap

Dalam penelitian tersebut membahas bagaimana aplikasi keterampilan komunikasi konselor bagi keterbukaan diri klien, dan bagaimana hasil dari aplikasi keterampilan

- Bahwa Ahli pernah melakukan complain ke Ditreskrim Polda atas dikeluarkannya SP3, dan Ahli telah memberikan penjelasan bahwa perusahaan ini ada unsur

Untuk menyusun laporan keuangan periode 31 maret 2013 yang meliputi neraca, laba rugi, laporan perubahan ekuitas pemilik, laporan arus kas pada perusahaan konveksi

Pelamar wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada Instansi Pemerintah yang bersangkutan saat melamar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun paling