PEMBUATAN GAME ANAK – ANAK KINDERGARTEN “ Seek and Seek “
BERBASIS FLASH
Naskah Publikasi
diajukan oleh
Reza Buyung Nalendra
07.12.2302
kepada
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA
2011
GAME MAKING FOR KINDERGARTEN KIDS “ Seek and Seek “ FLASH BASED
PEMBUATAN GAME ANAK – ANAK KINDERGARTEN “ Seek and Seek “ BERBASIS FLASH
Reza Buyung Nalendra Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ABSTRACT
Flash is a program of multimedia graphics and animations that can be used for making interactive web and interesting applications. Besides be used as a media interactive web, flash also can be utilized as a game maker program.
Game seek and seek is a flash education game for childs, it is kind of hidden objects model of game as a intruction. if user can finded the objects, the feedback will be giving as a word from name of the object in english.
The idea of this game is grind english knowledge and find out about requirement needed while start an activities for kindergarten’s kids, writer have choosed a kids game based on flash and which can be developed and be used for practice english knowledge or use it for education media.
1. PENDAHULUAN
Game merupakan salah satu industri besar di dunia saat ini. Perkembangan game begitu pesat dengan jenis yang beragam, mulai dari game yang hanya dapat dimainkan satu orang saja hingga game yang dapat dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Para pengguna komputer tidak akan lepas dari dunia game, hanya saja game selalu berkembang seiring dengan perubahan jaman. Sehingga game yang berteknologi tinggi kurang mampu menyesuaikan dengan komputer yang spesifikasinya terbatas. Dengan adanya game mini, komputer yang memiliki spesifikasi terbatas mampu menjalankan game ini, Termasuk game mini yang hingga saat ini cukup digemari oleh para pengguna komputer. Game mini merupakan game yang dapat dimainkan mulai dari anak kecil hingga dewasa.
Game mini merupakan game yang tingkat kompabilitasnya tinggi karena komputer dengan spesifikasi yang terbatas pun mampu menjalankan kategori game ini. Banyak sekali saat ini game mini yang dikembangkan dan dibangun oleh para programmer game. Dengan tujuan agar game mini tidak termakan oleh jaman dan dapat bersaing dengan kategori game lainnya. Game mini dikembangkan agar pengguna game mini tidak bosan dengan game-game yang sudah ada sebelumnya. Perkembangan teknologi game-game sekarang ini telah berkembang sangat pesat, banyak sekali perangkat yang bisa mendukung suatu aplikasi game.
Seorang anak seumuran anak taman kanak - anak cenderung disiapkan semua kebutuhan dan keperluannya oleh orang tua masing - masing, anak - anak tersebut mungkin kurang tahu tentang nama dan apa saja kebutuhan yang harus dia gunakan atau yang diperlukan dalam melakukan aktifitas sehari - harinya, seperti mau berangkat sekolah, makan, mandi, dan sebagainya. Atas dasar diatas penulis mencoba membuat game yang sederhana dan bisa mengasah kemampuan anak taman kanak - anak dalam berbahasa inggris dasar tentang nama – nama kebutuhan yang diperlukan saat memulai aktifitas. Maka dari itu penulis memilih jenis game anak - anak yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, baik untuk melatih imajinasi, kemampuan berbahasa inggris dasar atau menggunakannya untuk media pendidikan.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Game
Game merupakan kata dalam bahasa inggris yang berarti permainan. Permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius atau dengan tujuan refreshing. Dalam penggunaanya kata game sering digunakan untuk menyebutkan video game. Video game adalah game yang verbasis elektronik dan visual. Video game dimainkan dengan memanfaatkan media visual elektronik.
2.2 Pengertian Game Edukasi
Game edukasi adalah game yang khusus dirancang untuk mengajarkan user suatu pembelajaran tertentu, pengembangan konsep dan pemahaman dan membimbing mereka dalam melatih kemampuan mereka, serta memotivasi mereka untuk memainkannya.
2.2.1 Kriteria Game Edukasi
Menurut Hurd dan Jenuings, perancangang yang baik haruslah memenuhi kriteria dari education game itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa kriteria dari sebuah education game, yaitu:
1. Nilai Keseluruhan (Overall Value)
Nilai keseluruhan dari suatu game terpusat pada desain dan panjang durasi game. Aplikasi ini dibangun dengan desain yang menarik dan interaktif. Untuk penentuan panjang durasi, aplikasi ini menggunakan fitur timer.
2. Dapat Digunakan (Usability)
Mudah digunakan dan diakses adalah poin penting bagi pembuat game. Aplikasi ini merancang sistem dengan interface yang user friendly sehingga user dengan mudah dapat mengakses aplikasi.
Keakuratan diartikan sebagai bagaimana kesuksesan model/gambaran sebuah game dapat dituangkan ke dalam percobaan atau perancangannya. Perancangan aplikasi ini harus sesuai dengan model game pada tahap perencanaan.
4. Kesesuaian (Appropriateness)
Kesesuaian dapat diartikan bagaimana isi dan desain game dapat diadaptasikan terhadap keperluan user dengan baik. Aplikasi ini menyediakan menu dan fitur yang diperlukan user untuk membantu pemahaman user dalam menggunakan aplikasi. 5. Relevan (Relevance)
Relevan artinya dapat mengaplikasikan isi game ke target user. Agar dapat relevan terhadap user, sistem harus membimbing mereka dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Karena aplikasi ini ditujukan untuk anak-anak maka desain antarmuka harus sesuai dengan nuansa anak-anak, yaitu menampilkan warna-warna yang ceria.
6. Objektifitas (Objectives)
Objektifitas menentukan tujuan user dan kriteria dari kesuksesan atau kegagalan. Dalam aplikasi ini objektivitas adalah usaha untuk mempelajari hasil dari permainan. 7. Umpan Balik (Feedback)
Untuk membantu pemahaman user bahwa permainan (performance) mereka sesuai dengan objek game atau tidak, feedback harus disediakan. Aplikasi ini menyajikan animasi dan efek suara yang mengindikasikan kesuksesan atau kegagalan permainan.
2.3 Pengertian Multimedia
Multimedia merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang dimanipulasi secara digital. Tampilan dan cita rasa dari proyek multimedia harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus memuat konsistensi visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang mendukung pesan keseluruhan dari program. Multimedia merupakan suatu sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video, atau animasi.
Konsep multimedia dengan aplikasi game edukasi memiliki hubungan yang cukup erat. Menurut Vaughan, multimedia merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen - elemen video yang dimanipulasi secara digital. Sedangkan menurut Hurd dan Jenuings, game harus memiliki desain antarmuka yang interaktif dan mengandung unsur menyenangkan. Desain interaktif sehingga menimbulkan kesenangan bagi user dalam aplikasi game edukasi dapat dibangun
berdasarkan unsur-unsur multimedia tadi. Oleh karena itu, aplikasi game edukasi tidak pernah terlepas dari konsep multimedia.
2.4 Materi Pembelajaran Bahasa Inggris
2.4.1 Vocabulary
Penerapan vocabulary pada pengajaran Bahasa Inggris pada anak tidak hanya membahas tentang kata-kata, tetapi juga harus menyediakan objek dan gambar untuk menarik minat anak yang akan sangat membantu anak untuk belajar (Scott dan Ytreberg). Vocabulary yang diterapkan dalam aplikasi game edukasi ini adalah vocabulary berbentuk noun (kata benda).
2.4.2 Tingkatan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris pada Anak
Menurut Scott dan Ytreberg, ada perbedaan besar dalam hal tingkah laku anak-anak dalam rentang usia tertentu. Ada yang berkembang secara cepat, tetapi ada juga yang tidak. Kita dapat menentukan karakteristik tertentu pada anak-anak untuk kita jadikan poin penting dalam pembelajaran.
3. PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Perancangan
3.1.1 Analisis SWOT
Untuk menemukan akar masalah maka diadakan analisis terhadap faktor – factor yang mempengaruhi sistem, yaitu factor kekuatan, kelemahan, peluang, dan
hambatan atau sering disebut dengan analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, and Threat ).
1. Strength
• Game ini dapat menyampaikan informasi tentang pembelajaran bahasa inggris dasar tentang nama benda pada suatu ruangan dengan lebih efektif, efektif disini dalam artian mudah dimengerti dan digunakan oleh anak TK. • Desain grafis game yang bisa disejajarkan dengan game flash sejenis. • Desain game yang sederhana, sehingga dapat membantu anak – anak
dalam menangkap informasi dan melatih kecekatan. 2. Weakness
• User tidak dapat memilih suatu ruang tertentu karena animasi yang dijalankan secara berurutan dari awal hingga akhir.
• Keterbatasan sumber daya manusia yang membuat level game ini kurang banyak.
3. Opportunity
• Banyak lembaga khususnya Taman kanak - kanak dan Playgroup masih belum banyak yang menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan game edukasi.
• Banyak web – web game flash yang dapat dijadikan sebagai sponsorship dalam pendistribusian game ini.
4. Threat
• Ancaman terhadap game ini adalah jika metode digunakan tetap sama dari waktu ke waktu, hal itu akan menimbulkan kebosanan sehingga akan kalah dengan game – game baru dengan animasi yang lebih baru dan bermunculan, sehingga game ini tidak mendapat perhatian lagi dari anak – anak.
• Banyak game sejenis yang mudah didapat melalui internet. 3.1.2 Analisis Kebutuhan Sistem
Pembuatan game ini membutuhkan serangkaian peralatan mendukung kelancaran proses pembuatan dan pengujian game. Berikut ini aspek - aspek yang di butuhkan dalam pembuatan game :
1. Aspek Hardware ( perangkat keras )
• Processor AMD Athlon X2 • Motherboard
• RAM ddr II 800 2gb • VGA ATI
• Hardisk 320gb • Speaker Active
2. Aspek Software ( perangkat lunak )
• OS Windows Seven • Macromedia Flash 8 • Corel Draw X3
• Adobe Photoshop CS3 • Adobe Audition 3
3. Aspek Brainware ( user )
Brainware adalah orang yang menjalankan semua sistem perencanaan dan pembuatan proyek game mulai dari membuat analisis sistem, membuat game dan mengevaluasi game. Skill yang dibutuhkan dalam pembuatan game ini antara lain: menguasai Sistem Operasi Windows, menguasi aplikasi Macromedia Flash 8, Corel Draw X3, Adobe Photoshop CS3, Adobe Audition 3, serta kreatifitas.
3.1.3 Analisis Kelayakan Teknologi
Perkembangan game komputer sangat cepat, ini terjadi karena perkembangan hardware dan software yang terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk game yang bersifat edukasi saat ini sudah banyak yang beredar secara luas di internet. Semua game yang beredar rata - rata menawarkan kemudahan dalam pemakaian. Tapi sayangnya di Indonesia teknologi ini kurang dikenal secara luas. Untuk itu pembaharuan dan pengembangan game harus terus dilakukan supaya tidak tertinggal oleh kompetitor lain.
3.1.4 Analisis Manfaat
Manfaatnya adalah dalam pembangunan game ini diharapkan nantinya, game “ seek and seek “ dapat dijadikan referensi untuk nantinya bisa dikembangkan
lebih baik lagi dan dapat menjadi aplikasi game yang menghibur dan belajar bagi anak taman kanak – anak dalam mengenal benda dalam bahasa inggris dasar melalui metode pembelajaran di Taman kanak - kanak dan Playgroup.
4. PEMBAHASAN
Tampilan game meliputi berbagai tampilan menu game yang ada di dalamnya. Tampilan ini dibuat sesuai dengan rancangan tampilan yang telah dibuat pada tahap sebelumnya.
4.1 Tampilan Utama
Gambar 4.1 Tampilan Utama
Tampilan utama game menampilkan tampilan awal saat game dibuka. Latar belakang ( Background ) game menggunakan warna – warna yang menarik karena mempertimbangkan user adalah anak – anak. Tampilan utama meliputi tombol play untuk memulai permainan dan tombol exit untuk keluar dari game. Model animasi lup dan benda – benda yang ditata menggunakan motion pada macromedia flash 8.
4.2 Tampilan Instruksi
Gambar 4.2 Tampilan Instruksi
Tampilan instruksi meliputi karakter yang berbicara, tombol start untuk memulai permainan, dan field text yang berisi naskah dialog yang berisi petunjuk dalam bahasa inggris untuk memainkan dan menyelesaikan permainan. Field text menggunakan font _sans.
4.3 Tampilan Game
Tampilan Game merupakan tampilaan saat game berlangsung, tampilan meliputi penunjuk waktu ( timer ) dimana saat timer menunjuk angka 0 maka permainan akan selesai ( game over ), nama ruangan ( agar user dapat lebih spesifik dalam menghafalkan nama benda dalam ruangan tersebut), tampilan permainan, dan petunjuk dari benda – benda ( hint ).
4.4 Tampilan Feedback
Gambar 4.4 Tampilan Feedback
Tampilan ini merupakan hasil penyelesaian tiap level game, dimana benda yang dipilih akan muncul di feedback disertai kosa kata bahasa inggris tiap benda. Pada tampilan ini menampilkan area tampilan feedback disetiap levelnya, dan tombol next room untuk melanjutkan ke permainan atau ruangan selanjutnya. Kata dalam bahasa inggris benda – benda tersebut menggunakan font Bauhaus 93.
4.5 Tampilan Ending
Gambar 4.5 Tampilan Ending
Pada tampilan ini terdapat tombol play again untuk mengulang kembali permainan, dan tombol exit untuk keluar dari permainan. Selain itu juga terdapat naskah audio “ congratulations “ atas keberhasilan menyelesaikan game ini.
4.6 Tampilan Game Over
Apabila user tidak dapat menyelesaikan game, tampilan game over akan muncul. Tampilan ini terdapat teks bertuliskan game over, tombol play again, exit.
4.7 Pengujian Game
Pengujian berfungsi untuk melihat sejauh mana game berjalan dan untuk menemukan kesalahan yang terdapat pada game. Parameter dalam pengujian ini menggunakan kriteria education game dan user requirements yang telah dijelaskan pada tahap sebelumnya. Dengan parameter - parameter ini akan dilakukan evaluasi game. Pengujian aplikasi ini menggunakan dua teknik pengujian, yaitu:
1. Pengujian Alfa
Pengujian alfa merupakan pengujian program yang dilakukan oleh pembuat game ataupun orang - orang yang terlibat didalamnya. Menurut Vaughan, pengujian alfa hanya untuk sirkulasi internal dan masalah (error) atau ketidaklengkapan yang terdapat dalam game dapat diduga sebelumnya.
2. Pengujian Beta
Pengujian beta dilakukan terhadap beberapa user perangkat lunak. Kelompok pengujian beta harus tidak menyertakan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan game. Pengujian beta digunakan untuk mengetahui
penilaian user terhadap game ataupun mengetahui error yang ditemui pengguna. Hasil dari pengujian beta digunakan oleh penulis untuk memodifikasi program. Dalam pengujian Beta ini penulis menggunakan dua tahapan, yaitu:
a. Demo Game
Pada tahap ini game diperkenalkan pada user, kemudian user dapat menjalankan game. Pada saat tampilan utama game muncul, pengujian kerja game dilakukan terhadap tombol - tombol menu utama meliputi: menu play, menu exit, serta tombol - tombol navigasi lain yang terdapat pada game. Pengujian juga dilakukan pada fitur - fitur lain seperti tampilan animasi dan penggunaan musik dan suara. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah semua tombol dan fitur pada game dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
b. Kuisioner
Setelah dilakukan demo game, maka tahap pengujian selanjutnya adalah pengisian kuisioner. Responden yang dilibatkan dalam pengujian ini
adalah 10 orang. Kuisioner yang dilakukan menggunakan kategori penilaian. Kategori yang digunakan penulis yaitu: kurang baik, dan baik. User diminta mengisi kuisioner untuk menilai game “ seek and seek “ ini dari 10 aspek yang menyangkut game yang telah disiapkan oleh penulis sesuai dengan kategori penilaian tersebut. Form kuisioner yang harus diisi oleh user dapat dilihat pada lampiran Kuisioner Uji game “ seek and seek “.
4.7 Pemeliharaan Sistem
Pemeliharaan sistem ini harus dipelihara seperti sistem berbasis komputer lainnya. Sistem ini harus dipelihara. Tetapi, pemakai tidak dapat di harapkan untuk dapat memelihara sistem tersebut. Pemeliharaan sistem tersebut adalah tugas dari perancang dan pembuat sistem. Aplikasi dari Macromedia flash 8 tidak perlu pemeliharaan khusus, namun susunan dari file - file yang telah di masukan ke dalam data pada game tidak boleh dipindahkan (move), dihapus (delete), dan diganti nama (rename). Karena apabila hal tersebut dilakukan maka game tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program awal.
Dalam hal ini, maka yang dapat mengembangkan dan menambah fitur - fitur baru dalam game adalah programer itu sendiri. Pemakai hanya bisa menjalankan game tersebut.
5. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dan evaluasi dari bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Software yang digunakan untuk membangun game “ seek and seek “ adalah Macromedia flash 8, Corel draw x3, Adobe Photoshop cs3, Adobe audition 3.
2. Menghasilkan game yang dapat digunakan sebagai sarana bermain sekaligus belajar, dan menambah pengetahuan anak taman kanak kanak untuk berbahasa inggris dasar tentang nama benda dan kebutuhan yang diperlukan saat melakukan aktifitas.
3. Pengujian game menggunakan dua pengujian yaitu: pengujian alfa ( pengujian yang dilakukan oleh pembuat aplikasi ) dan pengujian beta
( aplikasi atau game diujikan kepada user ) yang meliputi tahap demo aplikasi dan kuisioner.
DAFTAR PUSTAKA
Chandra, Membuat Sendiri Game FLASH MX 2004, MAXIKOM Palembang 2005
Vaughan, Tay. Multimedia: Making It Work. Sixth Edition, McGraw-Hill Technology Education 2004
Wandah Wibawanto, Membuat GAME dengan Macromedia FLASH, C.V ANDI OFFSET Yogyakarta 2006 http://vrastoadjie.wordpress.com/2008/09/11/sejarah-hiburan-video-game/ http://www.scribd.com/doc/7252351/Teaching-English-to-Children-by-Scott-and-Ytreberg http://www.scribd.com/doc/16445410/Educational-Game-Ratings http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&id=106&title=Pengantar%20Te knologi%20Game. http://www.scribd.com/doc/34355827/BAB-II-TA-Game-Flash http://itoharajuku.wordpress.com/2009/02/07/langkah-dasar-pembuatan-game-sederhana/ http://danjoh-blog.blogspot.com/2010/02/definisi-game.html