• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBUDAYAAN. Sosped Fapet UHN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBUDAYAAN. Sosped Fapet UHN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

KEBUDAYAAN

(2)

1. Pengertian Kebudayaan

• Pd umumnya, istilah kebudayaan sering diartikan

sama dengan kesenian yaitu seni suara, seni tari

dan seni-seni lainnya. Namun bila diartikan dari

sudut

ilmu-ilmu

sosial

maka

kesenian

itu

merupakan bagian dari kebudayaan.

• Bila ditinjau dari Bahasa Indonesia, kata

kebudayaan berasal dari bhs Sanskerta yaitu

budhayah yg merupakan bentuk jamak dari budhi

yg berarti budi atau akal. Jadi, kebudayaan dapat

diartikan sebagai hasil budi atau akal manusia

untuk mencapai kesempurnaan hidup.

(3)

Defenisi

1. Taylor (1897:

kebudayaan, yang juga sering disebut

peradaban, mengandung pengertian yang luas dan kompleks

meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,

adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang

diperoleh dari anggota masyarakat.

2. Selo Soemarjan dan Soelaiman Soemardi: kebudayaan

meliputi semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

> Karya menghasilkan teknologi dan budaya kebendaan;

> Rasa meliputi jiwa manusia, mewujudkan kaidah2 &

nilai2 kemasyarakatan;

> Cipta merupakan kemampuan mental & berpikir

manusia dlm kehidupan masyarakat yg menghasilkan

ilmu pengetahuan.

(4)

Berdasarkan telaah terhadap pengertian atau definisi kebudayaan yg dikemukakan oleh para ahli, para antropolog menyimpulkan bahwa kebudayaan memiliki hakikat sbb

:

• Kebudayaan itu dipelajari, bukan bawaan lahir. Jadi kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya generasi tertentu dan tdk akan mati dgn habisnya usia generasi ybs.

• Berbagai aspek budaya saling terkait, yg terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.

• Budaya itu diperlukan oleh manusia sehingga perlu dipatuhi dan dipahami bersama (shared).

• Kebudayaan itu mencakup aturan2 yg berisi kewajiban, tindakan2 yg diterima dan ditolak, tindakan2 yg dilarang dan tindakan2 yg diizinkan.

(5)

2. Fungsi kebudayaan

• Menurut Bronislaw Malinowski, tidak ada unsur-unsur kebudayaan yg tidak mempunyai kegunaan yg cocok dalam kebudayaan sebagai keseluruhan. Apabila ada unsur kebudayaan yg hilang kegunaannya maka unsur tersebut akan hilang dengan sendirinya.

• Kebudayaan material yg berwujud teknologi memiliki kegunaan untuk melindungi masyarakat dari lingkungan alam. Unsur-unsur teknologi menurut Koentjoroningrat meliputi :

1) alat-alat produktif ; 2) senjata;

3) wadah;

4) makanan dan minuman; 5) pakaian dan perhiasan;

6) tempat berlindung dan perumahan; 7) alat-alat transportasi.

• Jadi, kebudayaan itu berfungsi untuk mengatur manusia ttg tata cara bertingkah laku & berbuat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (mengatur sikap perilaku, pergaulan, usaha dan bekerjasama manusia dlm upaya mencapai tujuannya); serta berguna utk melindungi diri dari alam, mengatur hubungan antara manusia, & sbg wadah dari segenap perasaan manusia.

(6)

3.a. Unsur Kebudayaan

• Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat menyebutkan ada

tujuh unsur kebudayaan yg dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia

(disebut unsur-unsur kebudayaan universal) yaitu :

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia

2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi 3. Sistem kemasyarakatan

4. Bahasa 5. Kesenian

6. Sistem Pengetahuan

7. Religi (sistem kepercayaan)

3. Unsur, Wujud dan Komponen

Kebudayaan

(7)

3.b. Wujud Kebudayaan

J.J. Hoenigman: wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan, aktivitas dan artefak.

1) Gagasan (Wujud ideal) → kebudayaan yg berbentuk kumpulan

ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, yg sifatnya abstrak (tidak dapat diraba atau disentuh).

– Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.

• Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

(8)

2) Aktivitas (tindakan) → wujud kebudayaan sebagai suatu

tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.

Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.

– Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yg saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yg berdasarkan adat tata kelakuan.

– Sifatnya konkret terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

3)

Artefak (karya) → wujud kebudayaan fisik yg berupa hasil dari

aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yg dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan.

– Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud

kebudayaan.

(9)

3.c. Komponen/Tipe Kebudayaan

Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

• Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata

– Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti:

• Televisi

• pesawat terbang • stadion olahraga • Pakaian

• gedung pencakar langit.

• Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

– berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

(10)

3.d. Lebih j=Jauh tentang Unsur-unsur Kebudayaan

1) Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)

• Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.

• Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

• Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

• Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi

tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:

• alat-alat produktif • senjata

• wadah

• alat-alat menyalakan api • makanan

• pakaian

• tempat berlindung dan perumahan • alat-alat transportasi

(11)

2) Sistem mata pencaharian hidup

• Perhatian para ilmuwan pada sistem mata

pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah

bagaimana

manusia

memenuhi

kebutuhan

hidupnya, di antaranya:

– berburu dan meramu

– beternak

– bercocok tanam di ladang

– menangkap ikan

(12)

3) Sistem kekerabatan dan organisasi sosial

• Meyer Fortes → sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat

dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari

masyarakat yang bersangkutan.

• Kekerabatan → unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa

keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan

perkawinan.

– Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.

• Organisasi sosial → perkumpulan sosial yang dibentuk oleh

masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak

berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi

masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

• Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia

membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan

tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

(13)

4) Bahasa

• Bahasa → alat yg digunakan manusia untuk berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan ataupun gerakan (bahasa isyarat).

• Tujuan → untuk menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.

– Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.

• Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi serta alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi khusus adalah untuk

mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

(14)

5) Kesenian

• Kesenian mengacu pada nilai keindahan

(estetika) yg berasal dari ekspresi hasrat

manusia akan keindahan yg dinikmati dengan

mata ataupun telinga.

• Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa

tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak

kesenian mulai dari yg sederhana hingga

perwujudan kesenian yg kompleks.

(15)

6) Sistim Kepercayaan (Agama)

• Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan") adalah sebuah unsur kebudayaan yg penting dalam sejarah umat manusia.

• Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai sebuah institusi dengan keanggotaan yg diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yg terkait dengan sikap yg harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

• Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam.

• Agama juga mempengaruhi kesenian.

(16)

7) Sistim Ilmu Pengetahuan

• Pengetahuan → segala sesuatu yg diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan dan harapan-harapan.

• Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yg bersifat empiris (trial and error).

• Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:

– pengetahuan tentang alam

– pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya – pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan

tingkah laku sesama manusia

(17)

Kebudayaan di antara masyarakat

• Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yg memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik,

agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.

• Counter-culture: Sebuah kebudayaan yg bertentangan dengan kebudayaan induknya.

• Ada beberapa cara yg dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yg berbeda dengan kebudayaan asli.

• Cara yg dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yg datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya dan tipe pemerintahan yg berkuasa.

(18)

• Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya

asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yg berbeda

kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.

• Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan

oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok

minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yg ada dalam masyarakat asli.

• Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung

dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.

• Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yg mengharuskan imigran

dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka

masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan

Referensi

Dokumen terkait

Saat menampilkan layar kendali sumber, Anda dapat pindah ke layar lain dengan menyentuh tombol operasi pada menu pintasan yang muncul.. 1 Tampilkan menu pintasan

Hasil analisis efisiensi pajak reklame, pajak Parkir , pajak hiburan dan PAD sangat efisien, karena hasil perhitungan sebesar 10% lebih kecil 60%, sehingga sagat

Ini menunjukkan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi dengan baik dan penerapan pendekatan pengalaman anak ( experiental learning ) efektif diterapkan dalam

)7 disertai dengan penurunan resistensi perifer. Tampakny ampaknya a kerja golongan kerja golongan obat ini tidak hanya melalui system rennin-angiotensin-aldosteron, tetapi juga

Penelitian ini menunjukkan variabel motivasi berprestasi dan pola asuh orang tua secara bersama- sama mempunyai hubungan dengan prestasi belajar IPS sebesar

Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2011 tentang

7. Upaya guru SD dalam nenberikankesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dialaminya yang paling optimal adalah dengan cara…A. A. Guru memberikan

Penghapus derau adaptif usulan, yaitu dengan ukuran langkah tetap pada 100 iterasi pertama diikuti dengan ukuran langkah berubah, mempunyai kecepatan konvergens yang