SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK TAHU KUNING DI KOTA KEDIRI
(Studi Kasus Tahu Kuning Merek LTT)
Dhygia Pharestyna F.T, Sugiharti Mulya Handayani, dan Bekti Wahyu Utami
Program Studi Agribisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jl. Ir. Sutami No. 36 A, Kentingan, Surakarta 57126, Telepon : +62 271 637457 E-mail: [email protected], Telp. 085645088398
Abstract: This study aims to determine characteristic of consumers, the ideal attributes according to consumer and consumer attitude toward of yellow tofu with LTT brand. The basic method of this research is descriptive method. Techniques of research using the case study method. Locations were selected intentionally (purposive) that Kediri city by taking out 3 outlets of yellow yofu with LTT brand. Sampling done by judgment sampling method, the number of respondents 96 people. Primary data that used then analyzed with The Ideal Numbers Of Attitude Model (The Ideal - Point Model). Based on the analysis of the importance of product attributes out yellow tofu with LTT brand, it is known that the attributes are prioritized by consumers in consuming sequence is taste, price, packaging, promotion, and nutrient content. Based on the analysis of each attribute according to the ideal consumer, it is known that the attributes of the product to know the whole yellow tofu with LTT brand is close to the ideal consumer, the sequence is the nutritional content, flavor, promotion, and price. While the packaging attributes do not meet the ideal properties consumers. The results showed that consumer attitudes toward the product of yellow tofu with LTT brand was very good.
Keywords: Yellow Tofu, Kediri City, Product Attributes, Consumer Attitude.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik umum dan karakteristik pembelian konsumen, atribut ideal menurut konsumen, serta sikap konsumen terhadap tahu kuning merek LTT. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pelaksanaan penelitian menggunakan metode studi kasus. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu kota Kediri dengan mengambil 3 outlet tahu kuning merek LTT. Penentuan sampel dilakukan dengan metode judgement sampling, dengan jumlah responden 96 orang. Data primer yang digunakan kemudian dianalisis menggunakan Model Sikap Angka Ideal (The Ideal-Point Model). Berdasarkan analisis tingkat kepentingan atribut produk tahu kuning LTT, diketahui bahwa atribut yang diprioritaskan oleh konsumen dalam mengkonsumsi secara berurutan adalah rasa, harga, kemasan, promosi, dan kandungan gizi. Berdasarkan analisis masing-masing atribut menurut ideal konsumen, diketahui bahwa atribut-atribut produk tahu kuning LTT secara keseluruhan sudah mendekati ideal konsumen, secara berurutan yaitu kandungan gizi, rasa, promosi, dan harga, sedangkan atribut kemasan belum memenuhi sifat ideal konsumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap konsumen terhadap produk tahu kuning LTT adalah sangat baik.
Kata Kunci: Tahu Kuning, Kota Kediri, Atribut Produk, Sikap Konsumen.
PENDAHULUAN
Sektor utama dalam
perekonomian bangsa Indonesia adalah sektor pertanian. Hampir semua sektor yang ada di Indonesia tidak lepas dari sektor pertanian. Akan tetapi pada kenyataannya, sifat produk pertanian adalah mudah busuk dan rusak, sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan cermat. Seiring dengan hal tersebut, peran agroindustri menjadi sangat penting, khususnya dalam penanganan terhadap hasil pertanian. Salah satu hasil pertanian yang banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk pada sektor agroindustri adalah kedelai. Olahan dari kedelai sangat beragam, salah satunya menjadi produk tahu. Tahu menjadi salah satu produk unggulan di Kota Kediri. Berbagai variasi produk tahu yang ditawarkan berbagai perusahaan tahu di Kota Kediri meliputi tahu kuning (tahu takwa), tahu pong (tahu putih), serta stik tahu. Kandungan gizi dalam tahu memang masih kalah dibanding lauk pauk hewani, seperti telur, daging, dan ikan. Namun dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung memilih tahu sebagai bahan makanan pengganti protein hewani (Foragri, 2012).
Perusahaan tahu LTT
merupakan salah satu perusahaan tahu kuning yang terkenal dan cukup berpengalaman di Kota Kediri yang telah berdiri sejak 46 tahun yang lalu. Pada tahun 2008 hingga 2011 perusahaan tahu merek LTT menempati urutan ke lima dalam susunan 27 industri tahu formal terbesar berdasarkan jumlah produksi tahu kuning yang ada di Kota Kediri. Kapasitas produksi rata-rata
sebanyak 300.000 biji tahu kuning per tahun (DISPERINDAG Kota Kediri, 2011). Upaya perusahaan LTT dalam mempertahankan kualitas dari produk tahu kuningnya, menjadikan perusahaan LTT untuk tetap survive hingga sekarang ini, karena dipercaya oleh konsumennya. Eksistensi perusahaan LTT pun terbukti dari 46 tahun lalu, yang masih bisa bertahan ditengah persaingan di perindustrrian tahu kuning Kota Kediri hingga saat ini.
Penelitian mengenai sikap konsumen sangat berperan dalam
membantu perusahaan untuk
mengetahui hal-hal yang diinginkan
oleh konsumennya. Menurut
Sumarwan (2003:123), konsumen memiliki keinginan akan suatu produk sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya, sehingga diharapkan produk tersebut dapat
memberikan manfaat bagi
konsumen. Jika produk yang dikonsumsi sesuai dengan apa yang
diinginkan konsumen, maka
konsumen akan melakukan
pembelian sehingga dapat
memberikan keuntungan bagi produsen atau pemasar.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui karakteristik konsumen produk tahu kuning merek
LTT di Kota Kediri, (2)
Mengidentifikasi atribut kemasan, harga, kandungan gizi, rasa, dan promosi pada produk tahu kuning merek LTT di Kota Kediri yang sudah memenuhi sifat ideal seperti yang diinginkan konsumen, (3) Mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap atribut kemasan, harga, kandungan gizi, rasa, dan promosi pada produk tahu kuning merek LTT di Kota Kediri.
METODE PENELITIAN Metode Dasar Penelitian
Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif . Teknik penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu populasi yang diteliti lebih terarah pada sifat tertentu yang tidak berlaku umum. Biasanya dibatasi oleh kasus, lokasi, tempat, serta waktu tertentu (Daniel, 2003:116). Pada penelitian ini dilakukan pembatasan terhadap lokasi atau tempat, yaitu penelitian dilakukan terpusat di outlet-outlet tahu kuning merek LTT Kota Kediri.
Pengambilan lokasi
penelitian dilakukan secara
purposive sampling yaitu
pengambilan sampel dilakukan dengan sengaja karena adanya alasan-alasan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan dari penelitian (Singarimbun dan Effendi, 1995:155). Lokasi penelitian yang dipilih yaitu tiga outlet tahu kuning merek LTT Kota Kediri.
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2001:73). Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah judgement sampling, yakni teknik pengambilan sampel dari suatu populasi yang sesuai dengan menggunakan kriteria untuk memenuhi tujuan riset yang populasinya tidak diketahui (Churchill, 2005: 18). Alokasi pembagian responden dilakukan
dengan menggunakan Quota
sampling, yaitu teknik untuk
menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan (Sugiyono, 2010:122). Pada
penelitian dilakukan pengambilan sampel sebanyak 96 responden yang kemudian akan dibagi pada tiga outlet tahu kuning merek LTT di Kota Kediri, dan masing-masing outlet diambil sebanyak 32 responden.
Jenis data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data oleh penyidik untuk
tujuan khusus (Surakhmad,
1994:145). Data sekunder
merupakan data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, hasil dari pengumpulan dan pengolahan pihak lain. Data primer yang digunakan dalam penelitian meliputi tanggapan konsumen terhadap produk tahu kuning merek LTT di Kota Kediri, serta data produksi tahu kuning merek LTT yang didapatkan dari pemilik perusahaan LTT. Data sekunder meliputi data jumlah produksi tahu kuning merek LTT yang berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri serta data monografi wilayah dari Badan Pusat Statistik Kota Kediri.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan kuesioner. Observasi yang dilakukan dalam penelitian dengan melakukan pengamatan langsung terhadap konsumen tahu kuning merek LTT di Kota Kediri, serta atribut produk
yang menjadi pertimbangan
konsumen dalam melakukan
pembelian tahu kuning merek LTT. Wawancara dilakukan kepada konsumen tahu kuning merek LTT dengan memberikan kuesioner sebagai alat pengumpul datanya. Pertanyaan yang diberikan terkait
dengan karakteristik konsumen dan atribut tahu kuning merek LTT menurut konsumen. Wawancara juga
dilakukan kepada pemilik
perusahaan LTT mengenai produksi dan hal-hal yang berkaitan dengan tahu kuning merek LTT
Metode Analisis Data
Analisis Kepercayaan
Konsumen Terhadap Atribut Produk Tahu Kuning Merek LTT dapat dianalisis dengan menggunakan rumus: n Xi (nXSkala)i
Dimana Xi adalah kepercayaan konsumen terhadap atribut I, Skala adalah kenyataan atribut I pada produk yang sebenarnya dirasakan menurut konsumen yang dinilai dalam skala 1-5, dan n adalah jumlah responden.
Analisis Kualitas Ideal Konsumen terhadap atribut produk tahu kuning merek LTT untuk mengetahui sifat ideal yang diinginkan konsumen terhadap produk tahu kuning merek LTT,
dapat dianalisis dengan
menggunakan rumus : Ki = Ii - Xi
Dimana Ki adalah kualitas ideal konsumen terhadap atribut I, Ii adalah performansi ideal konsumen terhadap atribut I, dan Xi adalah kepercayaan konsumen terhadap atribut i.
Model Sikap Angka ideal (The Ideal-Point Model) merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengetahui sifat ideal yang
diinginkan konsumen atau
kesesuaian harapan konsumen terhadap produk tahu kuning merek
LTT, dapat dianalisis dengan menggunakan rumus : Ab =
n i 1 Wi Ii - XiDimana Ab adalah sikap keseluruhan terhadap kepentingan yang diberikan oleh responden terhadap atribut I, Wi adalah tingkat kepentingan yang diberikan responden terhadap atribut i, Ii adalah performansi ideal atau harapan dari konsumen terhadap atribut I, Xi adalah kepercayaan konsumen terhadap atribut I, dan n adalah jumlah dari atribut yang dievaluasi oleh konsumen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden
Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 44 orang dengan persentase sebesar 45,83%, dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 52 orang dengan persentase sebesar 54,17%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbelanja kebutuhan pangan yaitu tahu kuning merek LTT sering dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Sebanyak 99% responden tahu kuning merek LTT termasuk pada usia produktif, yaitu kelompok umur 15-64 tahun dengan jumlah 95 orang, kemudian sisanya 1% adalah responden usia non produktif (≥65 tahun) sebanyak 1 orang. Pada kelompok umur produktif (15-64 tahun), responden
kebanyakan sudah memiliki
penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya serta lebih
berpengalaman dalam
mempertimbangkan atribut-atribut produk tahu kuning merek LTT yang diinginkan.
Sebanyak 42 responden memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, 30 responden memiliki tingkat pendidikan yang sedang dan 24 responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Saat ini kebanyakan responden dengan tingkat pendidikan rendah, sedang, maupun tinggi memiliki kesadaran untuk lebih peduli terhadap
kesehatannya yaitu dengan
memperhatikan faktor gizi pada makanan yang dikonsumsi, salah satunya dengan penambahan tahu kuning merek LTT dalam menu makan sehari-hari. Jenis pekerjaan responden tahu kuning merek LTT di Kota Kediri adalah beragam jenisnya. Berbagai jenis pekerjaan tersebut tentunya juga berbeda dalam tingkat pendapatan, sehingga
masing-masing memiliki
pertimbangan tersendiri dalam
mengambil keputusan untuk
menentukan pengeluaran atau memenuhi kebutuhan keluarga. Pengambilan keputusan tersebut dilakukan misalnya dengan memilih menu makanan yang menjadi kesukaan keluarganya, termasuk juga dalam berbelanja tahu kuning merek LTT yang merupakan salah satu pilihan makanan keluarga.
Sebagian besar responden produk tahu kuning merek LTT pendapatan keluarganya adalah lebih dari Rp 3.500.000,00, yaitu sebanyak 48 responden yang tergolong masyarakat dengan pendapatan sangat tinggi. Semakin tinggi tingkat pendapatan responden, maka kesempatan responden untuk membeli tahu kuning merek LTT dengan atribut-atribut dan kualitas yang baik juga semakin besar. Sebanyak 64 responden mempunyai
jumlah anggota keluarga sebanyak 2 hingga 4 orang, yang terdiri dari ayah, ibu, dan atau ditambah dua orang anak, sesuai dengan program pemerintah yaitu dua anak cukup. Sedangkan sisanya yaitu 30 responden memiliki 5-6 dan 7-8 anggota keluarga. Anggota keluarga dapat saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian tahu kuning merek LTT. Semakin banyak jumlah anggota keluarga maka kebutuhan konsumsi juga akan semakin meningkat.
Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa sebanyak 32
responden yang melakukan
pembelian tahu kuning merek LTT berasal dari Kota Kediri, dan sisanya yaitu sebanyak 64 responden berasal dari luar Kota Kediri. Hal tersebut menunjukkan bahwa responden yang banyak melakukan pembelian terhadap tahu kuning merek LTT adalah responden yang berasal dari luar Kota Kediri yang menjadikan produk tahu kuning merek LTT sebagai oleh-oleh bagi keluarga atau kerabatnya, mengingat tahu kuning merek LTT merupakan salah satu makanan khas Kota Kediri.
Karakteristik Pembelian Pada Responden
Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa jumlah responden yang mempunyai alasan utama untuk melakukan pembelian dan mengkonsumsi tahu kuning merek LTT karena rasa tahu yang gurih dan kenyal sebanyak 37 responden, harga terjangkau 21 responden, tanpa bahan pengawet 21 responden, serta karena alasan lainnya sebanyak 17 responden. Kebanyakan responden memiliki
alasan untuk melakukan pembelian terhadap tahu kuning merek LTT karena rasa tahunya yang gurih dan kenyal. Hal tersebut yang menjadi salah satu ciri khas dari tahu kuning merek LTT dan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Sebagian besar responden di outlet tahu kuning merek LTT melakukan pembelian tahu kuning merek LTT dengan frekuensi pembelian yang cukup lama yaitu lebih dari tiga minggu. Hal tersebut dikarenakan beragamnya pilihan
menu makan yang membuat
seseorang untuk berganti-ganti dalam mengkonsumsi lauk setiap harinya. Selain itu juga karena alasan beberapa responden yang membeli tahu kuning merek LTT hanya sebagai oleh-oleh, mengingat tahu kuning merek LTT merupakan salah satu makanan khas Kota Kediri. Sebanyak 40 responden membeli tahu kuning merek LTT dengan jumlah 1 besek. Sedangkan responden yang membeli tahu kuning merek LTT dengan jumlah 2 besek sebanyak 28 orang, 3 besek sebanyak 10 orang, dan yang melakukan pembelian hingga lebih dari 4 besek sebanyak 18 orang. Kebanyakan responden melakukan pembelian tahu kuning merek LTT dengan jumlah 1 besek karena jumlah tersebut sudah dirasa
konsumen cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan atau konsumsi keluarga sehari-hari, mengingat dalam 1 besek berisi 10 biji tahu kuning merek LTT dan masih bisa dipotong menjadi beberapa bagian.
Responden yang melakukan
pembelian terhadap tahu kuning merek LTT dalam jumlah yang banyak atau lebih dari 1 besek, biasanya digunakan oleh responden untuk hajatan keluarga atau digunakan responden sebagai oleh-oleh bagi keluarga atau kerabat, mengingat tahu kuning merek LTT merupakan salah satu makanan khas dari Kota Kediri.
Analisis Kualitas Ideal Konsumen
Terhadap Produk Tahu Kuning
Merek LTT
Kualitas Ideal terhadap produk digunakan untuk mengukur sejauh mana kesenjangan atau gap antara performansi ideal atau sifat ideal yang diinginkan oleh konsumen dengan kenyataan yang ada (penilaian aktual) pada suatu produk. Analisis kualitas ideal akan menunjukkan apakah atribut yang melekat pada produk tahu kuning merek LTT sudah sesuai atau belum dengan yang diinginkan oleh konsumen. Analisis kualitas ideal dari produk tahu kuning merek LTT dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Kualitas Ideal Konsumen Terhadap Produk Tahu kuning merek LTT
Atribut Performansi Ideal (Ii) Kepercayaan Konsumen (Xi) [Ii-Xi] Kemasan 3,96 2,13 1,83 Harga 4,07 3,75 0,32 Kandungan Gizi 4,26 4,18 0,08 Rasa 4,21 4,04 0,17 Promosi 4,04 3,84 0,20
Berdasarkan hasil analisis kualitas ideal terhadap produk tahu kuning merek LTT dapat diketahui atribut-atribut produk tahu kuning merek LTT yang sudah atau belum
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen. Atribut produk tahu kuning merek LTT yang paling
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen adalah kandungan gizi.
Selanjutnya berturut-turut adalah
atribut rasa, promosi, harga, dan atribut kemasan.
Atribut kandungan gizi pada produk tahu kuning merek LTT
merupakan atribut yang paling
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen. Hal ini ditunjukkan
dengan selisih poin antara sifat ideal yang diinginkan konsumen dengan kenyataan pada atribut kandungan gizi paling kecil diantara atribut yang lain yaitu sebesar 0,08 yang berarti bahwa atribut kandungan gizi pada produk tahu kuning merek LTT sudah sesuai dengan apa yang
diinginkan konsumen. Tahu kuning
merek LTT diproduksi dengan menggunakan kedelai pilihan yang banyak mengandung protein nabati, serta menggunakan bahan pewarna alami yaitu kunyit dan tidak menggunakan bahan pengawet buatan atau kimia, sehingga tahu kuning merek LTT aman untuk dikonsumsi.
Atribut kedua yang
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen yaitu rasa. Selisih poin antara sifat ideal dan kenyataan pada produk menurut konsumen untuk atribut tersebut yaitu sebesar 0,17. Hal ini menunjukkan bahwa atribut rasa sudah mendekati ideal atau
sesuai dengan yang diinginkan
konsumen, karena konsumen
berpendapat bahwa produk tahu kuning merek LTT memiliki cita rasa yang khas, yaitu dari rasa tahunya yang gurih dan kenyal.
Atribut ketiga yang
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen yaitu promosi. Selisih poin antara sifat ideal dan kenyataan pada produk menurut konsumen untuk atribut tersebut yaitu sebesar 0,20. Hal ini menunjukkan bahwa atribut promosi sudah mendekati ideal atau sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Perusahaan
LTT telah banyak melakukan
promosi mulai dari pemasangan
baliho, poster, pamflet, hingga
disiarkan di radio dan TV lokal, sehingga saat ini banyak masyarakat yang tahu dan menyukai produk tahu kuning merek LTT.
Atribut harga menempati
urutan keempat yang mempunyai selisih poin antara sifat ideal dan kenyataan pada produk menurut konsumen sebesar 0,32 yang berarti atribut harga sudah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Konsumen beranggapan bahwa harga produk tahu kuning merek LTT yang berkisar Rp. 16.000,00 per besek dengan isi 10 biji tahu kuning, masih terjangkau dan sesuai dengan daya beli konsumen.
Atribut kemasan merupakan
atribut terakhir dan merupakan
atribut yang belum memenuhi sifat ideal konsumen atau belum sesuai dengan keinginan dari konsumen. Atribut kemasan memiliki selisih nilai antara apa yang diharapkan konsumen dengan kenyataan yang ada pada produk tahu kuning merek LTT sebesar 1,83 yang berarti bahwa atribut kemasan belum ideal menurut konsumen.
Atribut kemasan belum
memenuhi sifat ideal menurut
konsumen, karena pada kemasan belum dicantumkan mengenai daftar komposisi dan masa kadaluwarsa. Pencantuman daftar komposisi dan masa kadaluwarsa pada kemasan dapat memudahkan konsumen untuk
mengetahui bahan-bahan yang
digunakan dalam pengolahan tahu kuning merek LTT serta lama penyimpanannya.
Adanya analisis kelima
atribut tersebut dapat memberikan informasi bagi produsen tahu kuning merek LTT terkait dengan atribut produk yang sudah ataupun belum sesuai dengan yang diinginkan oleh
konsumen. Sehingga untuk
selanjutnya dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan dalam
melakukan perbaikan produsen atau sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk melalui atribut-atribut yang melekat pada tahu kuning merek LTT.
Analisis Tingkat Kepentingan
Konsumen Terhadap Produk
Tahu Kuning Merek LTT
Pengambilan keputusan oleh konsumen dalam setiap pembelian terhadap suatu produk akan mempertimbangkan atribut-atribut yang ada pada setiap produk. Konsumen yang membeli tahu
kuning merek LTT akan
mempertimbangkan atribut-atribut menurut kepentingannya. Atribut yang melekat pada tahu kuning merek LTT merupakan salah satu daya tarik bagi konsumen pada saat membeli. Untuk mengetahui sikap konsumen terhadap produk tahu
kuning merek LTT, maka
sebelumnya perlu dianalisis mengenai tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut produk tahu kuning merek LTT. Tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut produk tahu kuning merek LTT dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Tingkat Kepentingan Konsumen Terhadap Atribut Produk Tahu kuning merek LTT No Atribut STP (1) TP (2) C (3) PT (4) SPT (5) N Wi Rangking 1 Rasa - - 23 66 7 96 4,48 1 2 Harga - 1 12 70 13 96 3,98 2 3 Kemasan - 1 22 62 11 96 3,86 3 4 Promosi - - 44 46 6 96 3,60 4 5 Kandungan Gizi - 1 65 26 4 96 3,34 5
Sumber : Analisi Data Primer, 2012 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen
dalam melakukan pembelian
terhadap tahu kuning merek LTT adalah atribut rasa. Konsumen cenderung memilih atribut rasa
sebagai pertimbangan pertama dalam melakukan pembelian terhadap tahu kuning merek LTT dibandingkan dengan atribut-atribut yang lain, karena rasa secara langsung dapat dirasakan atau dinikmati oleh indera pengecap seseorang. Atribut kedua
konsumen yaitu harga tahu kuning merek LTT. Harga dari tahu kuning merek LTT cenderung masih terjangkau, yaitu Rp. 16.000,00 per beseknya atau dengan isi 10 biji tahu
kuning. Konsumen
mempertimbangkan atribut harga
karena pembelian tersebut
disesuaikan dengan pendapatan serta kualitas dari tahu kuning merek LTT.
Atribut ketiga yang
dipertimbangkan oleh konsumen yaitu kemasan. Kemasan sangat penting bagi konsumen, kaitannya untuk menjaga kehigienisan dari tahu kuning serta untuk mengetahui berbagai informasi yang tercantum seperti komposisi dan masa kadaluwarsa. Atribut keempat yang dipertimbangkan oleh konsumen yaitu promosi. Promosi berperan dalam memberikan informasi terkait produk tahu kuning merek LTT kepada konsumen. Sedangkan atribut terakhir yang dipertimbangkan konsumen adalah kandungan gizi. Bagi konsumen, kandungan gizi tidak terlalu dipertimbangkan, karena
konsumen tentunya sudah
mengetahui bahan yang terkandung dalam tahu kuning. Selain itu juga terkadang konsumen tidak peduli dengan gizi yang terkandung dalam makanan yang akan dikonsumsi, yang terpenting adalah rasa enak dan harga yang terjangkau.
Adanya analisis mengenai tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut harga, kemasan, rasa, promosi, dan kandungan gizi pada produk tahu kuning merek
LTT, maka dapat membantu
produsen dalam mengetahui atribut apa yang menurut konsumen paling dipertimbangkan hingga yang paling tidak dipertimbangkan oleh konsumen, sehingga dari hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan langkah perbaikan produsen dalam memperbaiki kualitas dari produk tahu kuning merek LTT.
Analisis Sikap Konsumen
Terhadap Produk Tahu kuning merek LTT
Sikap biasanya memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku. Setiap konsumen memiliki produk ideal bagi dirinya. Ditinjau dari sikap, semakin dekat sebuah produk ke poin ideal, semakin baik posisinya. Dengan mengetahui sikap konsumen, sangat penting bagi produsen untuk memenuhi selera konsumen akan produk tahu kuning merek LTT yang diinginkan
sehingga dapat memberikan
keuntungan bagi produsen dan pemasar. Sikap konsumen terhadap produk tahu kuning merek LTT dapat diketahui pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Sikap Konsumen Terhadap Produk Tahu kuning merek LTT
Atribut Tingkat Kepentingan(Wi) /Ii-Xi/ Wi/Ii-Xi/
Kemasan 3,86 1,83 7,0638 Harga 3,98 0,32 1,2736 Kandungan Gizi 3,34 0,08 0,2672 Rasa 4,48 0,17 0,7616 Promosi 3,60 0,20 0,7200 Sikap (Ab) 10,0862
Kriteria sikap konsumen terhadap atribut produk tahu kuning merek LTT, dinilai dengan menggunakan skala linier numerik, yaitu :
x =
x =
x =
x = 11,97148
Skala linier numerik :
0 ≤ Ab ≤ 11,97148 :sangat baik 11,97148 ≤ Ab ≤ 23,94296 : baik 23,94296 ≤ Ab ≤ 35,91444 : netral 35,91444 ≤ Ab ≤ 47,88592 : buruk 47,88592 ≤ Ab ≤ 59,85740 :sangat buruk
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa sikap konsumen terhadap produk tahu kuning merek LTT yang ditunjukkan dari perhitungan nilai sikap konsumen yaitu sebesar 10,0862 dengan menggunakan skala linier numerik termasuk dalam kelompok sikap sangat baik. Hal ini
menunjukkan bahwa secara
keseluruhan atribut-atribut yang melekat pada produk tahu kuning merek LTT sudah memenuhi sifat ideal atau sesuai dengan keinginan dari konsumen.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Tahu Kuning Di Kota Kediri (Studi Kasus Tahu Kuning Merek LTT) bahwa atribut-atribut pada tahu kuning merek LTT yang paling
dipertimbangkan oleh konsumen secara berurutan adalah rasa, harga, kemasan, dan promosi, sedangkan
kandungan gizi menjadi
pertimbangan paling akhir bagi konsumen. Atribut-atribut pada tahu kuning merek LTT secara berurutan mulai dari yang paling mendekati sifat ideal (sesuai dengan yang diinginkan) menurut konsumen adalah atribut kandungan gizi, rasa, promosi, harga, dan kemasan. Hasil analisis sikap konsumen terhadap produk tahu kuning merek LTT menunjukkan sikap sangat baik. Hal tersebut karena secara keseluruhan atribut-atribut yang melekat pada produk tahu kuning merek LTT sudah memenuhi sifat ideal konsumen atau sesuai dengan keinginan konsumen.
Saran
Saran yang dapat diberikan dari penelitian mengenai Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Tahu Kuning Di Kota Kediri (Studi Kasus Tahu Kuning Merek LTT) bahwa seorang konsumen cenderung tidak terlalu mempertimbangkan atribut kandungan gizi dalam pengambilan keputusan pembelian tahu kuning merek LTT. Menurut konsumen yang terpenting adalah rasa tahu kuning yang enak dan harga murah. Oleh karena itu, produsen tahu kuning merek LTT perlu untuk menambah informasi melalui promosi tentang kandungan gizi yang terdapat pada tahu kuning merek LTT, sehingga konsumen akan mengetahui bahwa tahu kuning merek LTT baik bagi kesehatan serta aman untuk dikonsumsi. Atribut yang perlu untuk dipertimbangkan oleh produsen tahu kuning merek LTT utamanya adalah atribut
kemasan, dimana berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, atribut kemasan belum mendekati ideal menurut konsumen. Oleh karena itu produsen tahu kuning
merek LTT perlu untuk
mempertimbangkan pencantuman daftar komposisi dan masa kadaluwarsa pada kemasan untuk memberikan informasi terkait bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tahu kuning merek LTT. Pencantuman masa kadaluwarsa pada kemasan dapat dilakukan melalui uji laboratorium (uji organoleptik) terlebih dahulu oleh DEPKES atau BPOM, sehingga informasi terkait dengan masa kadaluwarsa yang akan diberikan pada konsumen benar-benar valid dan terbukti produk tahu kuning merek LTT memiliki sertifikasi serta aman untuk dikonsumsi.
DAFTAR PUSTAKA
Churchill, G. 2005. Dasar-dasar
Riset Pemasaran. Edisi 4.
Erlangga. Jakarta.
Daniel, M. 2003. Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Bumi Aksara. Jakarta.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan. 2003. Laporan
Pelaksanaan Kegiatan
Pendataan Usaha Industri
Formal dan Non Formal.
Kediri.
Foragri. 2012. Tahu Berformalin
dan Tahu Murni.
http://foragri.blogsome.com. Diakses pada tanggal 12 April 2012 pada pukul 06.00 WIB. Singarimbun dan Efendi, Sofian.
1995.Metode Penelitian
Survey.LP3ES.Jakarta.
Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke-6. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke-15. Alfabeta. Bandung.
Sumarwan, U. 2003. Perilaku
Konsumen. Teori dan
Aplikasinya. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Surakhmad, W. 1998. Pengantar
Penelitian Ilmiah: Dasar,
Metode dan Teknik. Tarsito.