• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : ABSTRAK. Kata kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : ABSTRAK. Kata kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS CIWALEN DAN

GUGUS KAWUNGLUWUK KECAMATAN SUKARESMI KABUPATEN CIANJUR

Oleh :

Aprilian Nur Fitriana1, Dadang Kurnia2, Elly Sukmanasa3

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Penelitian ini dilaksanakan di Gugus Ciwalen dan Gugus Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur tahun 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang yang diambil secara sampel acak proporsional.

Metode yang digunakan adalah survai dan teknik analisis data menggunakan uji statistik korelasi dan regresi linear sederhana.

Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) dengan kinerja guru (Y) dengan regresi Ŷ = 111,61 + 0,17x dan koefisien korelasinya 0,288. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dapat ditingkatkan melalui gaya kepemimpinan kepala sekolah secara efektif dan efisien.

Kata kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru.

1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

2 Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pakuan 3 Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pakuan

ABSTRACT

The purpose this research is for analyze the relation between style of headmaster leadership and teacher quality. The place of this research is at Gugus Ciwalen and Gugus Kawungluwuk with total sample 54 people by random sampling reasonably.

The writer is using survei method and analyze technique is statistic korelasi test and simple regress linear.

The result from this research is there is a positive relation and significance between style of headmaster leadership (x) with teacher quality (y) and regress Ŷ = 111,61 + 0,17x with the corellas koefisien is 0,288. Based on in this case the writes has conclusion that the way to improve the teacher quality is the style of headmaster leadership is effectively and efficient.

(2)

2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

A. Pendahuluan

Guru dalam proses belajar mengajar sangat berperan penting. Guru seringkali lebih diperhatikan dan didengar oleh siswa dari pada orang tuanya sendiri. Dalam hal ini guru perlu menyadari betapa besarnya andil dalam menumbuh kembangkan dan membentuk kepribadian siswa. Guru dituntut memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif. Guru harus meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa dan meningkatkan mutu mengajarnya. Dalam meningkatkan kualitas mengajar hendaknya guru mampu merencanakan program pengajaran dan mampu melakukannya dalam bentuk interaksi belajar mengajar.

Kinerja guru akan baik jika ditunjang oleh kepemimpinan Kepala Sekolah yang dapat melihat kemampuan yang dimiliki para guru-guru yang ada di sekolahnya. Kepemimpinan yang diterapkan Kepala Sekolah akan memberikan pengaruh pada kinerja guru. Untuk itu Kepala Sekolah harus dapat menciptakan suasana sekolah yang dapat meningkatkan kinerja guru dengan peran kepemimpinan yang diterapkannya.

Latar belakang masalah atau alasan dipilihnya judul ini untuk diteliti adalah karena kepemimpinan kepala sekolah itu berpengaruh kepada kinerja guru, guru akan meihat atau meniru kinerja kepala sekolahnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dirumuskan permasalahn, yaitu apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru Sekolah Dasar di Gugus Ciwalen Dan Gugus Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur ?

Adapun teori yang mendukung kinerja guru adalah Anwar Prabu

Mangkunegara (2002:67) memberikan pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Poster dan Seeker (2001:37-38) menyatakan bahwa kinerja guru yang buruk (defiensi) cenderung disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, motivasi dan keyakinan diri. Kurangnya keyakinan merujuk pada konsep, prinsip, prosedur atau informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.

Menurut Mulyasa (2004:137) kinerja mempunyai hubungan erat dengan produktivitas karena merupakan indikator dalam menentukan usaha untuk mencapai tingkat produktivitas organisasi yang tinggi.

Berdasarkan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang dicapai oleh guru dalam melaksanakan tugasnya di bidang administrasi dan bidang akademis (pendidikan).

Sedangkan teori yang mendukung gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah Sudarwan Danim (2010:6) mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasikan dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah dietapkan sebelumnya.

Menurut Soebagio Atmodiwirio (2000:161) kepala sekolah adalah seorang guru yang diberi jabatan fungsional yang diangkat untuk menduduki jabatan struktural di sekolah. Ia adalah pejabat yang ditugaskan untuk mengelola sekolah.

(3)

3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

Menurut Syarifudin (2011:126) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu cara seseorang memimpin untuk mempengaruhi bawahannya.

Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan seseorang adalah perilaku yang dilakukan dan ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam proses mempengaruhi bawahannya dengan mengarahkan, membimbing, mendorong, memberikan pembagian tugas dan wewenang, menggerakan para guru dan menciptakan hubungan yang harmonis antar personal sekolah agar terciptanya tujuan sekolah.

B. Metode Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru di Gugugs Kawungluwuk dan Gugus Ciwalen. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Gugus Ciwalen dan Gugus Kawungluwuk yang bertempat di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Waktu penelitian ini akan dilaksanakan selama 4 bulan, dari bulan Juli 2012 hingga Oktober 2012.

Populasi penelitian ini adalah guru di Gugus Ciwalen dan Gugus Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur yang berjumlah 119 orang guru. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel

dalam penelitian ini sebanyak 54 orang guru untuk mewakili populasi penelitian sebanyak 119 orang guru.

Penelitian ini menggunakan metode survai untuk mengumpulkan data dari guru-guru yang terpilih sebagai responden dan pendekatan korelasional untuk mendapatkan informasi hubungan antara

kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru di Gugus Ciwalen dan Gugus Kawungluwuk.

Analisis Statistik Deskriptif data penelitian terdiri dari rata-rata skor data (mean), nilai tengah (median), nilai yang muncul paling banyak (modus), standar deviasi (SD), rentang skor (range), varians sampel, jumlah kelas serta jarak kelas interval atau panjang kelas.

C. Temuan Penelitian

1. Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Statistik Kinerja Guru (Y)

No. Ket. Hasil

1 Skor Mininum yang diperoleh 118 2 Skor Maksimum yang diperoleh 147 3 Rentang Skor 29 4 Rerata 143,692 5 Median 135,654 6 Modus 139 7 Standar Deviasi (s) 7,190 8 Varian (s2) 51,696 9 Total Skor 7277 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru (Y) No Kelas Fabsolut Frelatif (%)

1 118 – 121 3 5.56 2 122 – 125 5 9.25 3 126 – 129 3 5.56 4 130 – 133 9 16.67 5 134 – 137 13 24.07 6 138 – 141 13 24.07 7 142 – 145 4 7.41 8 146 – 149 4 7.41 Jumlah 54 100%

(4)

4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

Deskripsi Statistik Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X)

No. Keterangan Hasil 1 Skor Mininum yang diperoleh 104 2 Skor Maksimum yang diperoleh 156 3 Rentang Skor 52 4 Rerata 137,67 5 Median 140,25 6 Modus 147 7 Standar Deviasi (s) 12,33 8 Varian (s2) 152,113 9 Total Skor 7434

Distribusi Frekuensi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) No Kelas Fabsolut Frelatif (%)

1 104 – 110 2 3,71 2 111 – 117 2 3,71 3 118 – 124 5 9,27 4 125 – 131 3 5,55 5 132 – 138 12 22,22 6 139 – 145 12 22,22 7 146 – 152 15 27,77 8 153 – 159 3 5,55 Jumlah 54 100 2. Pengujian Prasyarat a. Uji Normalitas Data

No Galat baku taksiran L hitung L table Kes.

1 Variabel Y atasŶ 0,118 0,138 Normal Syarat normal L hitung< L table

Hasil uji Normalitas galat baku taksiran (Y-Ŷ) persamaan regresi antara variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) dengan variabel Kinerja Guru (Y) melalui perhitungan di

dapatkan nilai L hitung = 0,118, sementara L tabel = 0,138. Persyaratan adalah jika L hitung< L tabel maka galat baku taksiran berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Varian

No Varian diuji Jml Sampel dk χ 2 hitung χ 2 tabel α (0,05) 1 Y atas X 54 22 19,62 44,985 Homogen Uji taraf signifikan χ2hitung<χ2tabel

Berdasarkan hasil perhitungan homogenitas data Kinerja Guru atas Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah diperoleh nilai χ2

hitung = 19,62 sedangkan χ2

tabel = 44,985, berdasarkan kriteria pengujian di atas H0 diterima,

dan H1 ditolak, hal ini berarti skor pada

variabel Kinerja Guru dan skor pada Gaya Kepmimpinan Kepala Sekolah memiliki varian yang sama, sehingga kedua skor berasal dari populasi yang homogen.

3. Pengujian Hipotesis

a. Analisis Varian Analisis Regresi Sederhana

Analisis Varians (ANAVA) Persamaan Regresi Variabel Gaya Kepemimpinan

Kepala Sekolah (X) dengan Kinerja Guru (Y) Sumber Varian dk (df) JK (SS) RJK F hitung F table Kesimpulan 0,05 0,01 Total 54 983383 983383 Koefesien (a) 1 980643.1 980643.1 Koefesien (b/a) 1 230.4633 230.4633 4.775667 4.026631 2.804584 Sangat Siginifikan sisa (residu) 52 2509.40 48.25783

tuna cocok 23 1012.824 44.03583 0.853303 0.993929 1.653067 linear

galat (error) 29 1496.583 51.60631

Persyaratan hipotesis teruji apabila F hitung > F tabel. Berdasarkan hasil perhitungan uji signifikansi regresi diperoleh nilai F hitung= 4,775, sedangkan F tabel= 4,026 (α = 0,05), F

(5)

5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

menunjukkan bahwa hubungan fungsional antara variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) dengan variabel Kinerja Guru (Y) ditunjukan oleh persamaan regresi 111,61 + 0,17 x adalah signifikan. b. Hipotesis Statistik

Uji Signifikansi Korelasi Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) dengan Kinerja Guru (Y)

N Koefis ien Korela si D K Thi tung Ttab el 0,0 5 Kesi mpul an 54 0,288 52 2, 16 87 1,6 74 signif ikan Uji taraf signifikan thitung > t tabel

Dari hasil penelitian tersebut maka dihasilkan koefisien korelasi sebesar 0,288 dengan persamaan regresi Ŷ=111,61 + 0,17x. sehingga dapat dikatakan dapat dikatakan bahwa sikap positif kinerja guru memberikan hubungan yang cukup tinggi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah. c. Perhitungan Koefisien Determinasi

Nilai koefisien determinasi (r2) antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X) dengan Kinerja Guru (Y) adalah r2 = 0,083. Selanjutnya koefisien korelasi tersebut dapat dihitung pula (r2 x 100%) yaitu 0,2882 x 100%= 8,29%. Hal ini berarti bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah berperan memberi kontribusi sebesar 8,29% terhadap Kinerja Guru sedangkan 92,71% Kinerja Guru dipengaruhi faktor lain.

D. Pembahasan

Hasil analisis data pengujian hipotesis diperoleh data bahwa terdapat hubungan yang positif antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah

terhadap Kinerja Guru. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, berarti Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah memberikan konstribusi dalam kinerja guru.

Kinerja guru akan disumbang oleh faktor gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah dalam menerapkan gaya kepemimpinanya secara optimal dengan memperhatikan aspek-aspek yang mendorong guru untuk menjalankan tugasnya akan berdampak pada peningkatan kinerja guru.

Menurut Ngalim Purwanto (1987:55) pendekatan sifat sangat diperlukan dalam kepemimpinan pendidikan, mengingat bahwa kepala sekolah, guru ataupun para pendidik lainnya perlu memiliki sifat-sifat yang baik sesuai dengan norma-norma yang dituntut. Kepala sekolah selaku pemimpin dituntut agar memiliki sifat yang baik untuk memberikan bimbingan dan contoh kepada guru-guru dan peserta didiknya. Dalam melaksanakan tugas, guru sering memperhatikan atau meniru gaya kepala sekolahnya.

Hubungan positif antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru berdasarkan penelitian ini ditunjukkan dari analisis statistik yang menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,288. Ini menunjukkan adanya hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru, sedangkan koefisien determinasi (r) 8,29% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Harga thitung 2,168 (ttabel 1,674),

dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel ,

maka data tersebut siginifikan. Ini menunjukkan bahwa semakin baik Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah maka semakin tinggi pula Kinerja Gurunya.

(6)

6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

November 2012

Derajat kekuatan hubungan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kinerja Guru ditunjukkan oleh koefisien korelasi 0,288 dengan persamaan regresi Ŷ (Ŷ = 111,61+ 0,17 x). sikap positif tentang kinerja guru memberikan hubungan yang cukup tinggi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah.

E. Simpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data, hasil hipotesis dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru menunjukkan adanya hubungan yang positif yang siginifakan. Hal ini dapat ditunjukkan dari persmaan regresi Ŷ (Ŷ = 111,61+ 0,17 x), artinya setiap peningkatan 1 unit gaya kepemimpinan kepala sekolah akan meningkatkan kinerja guru sebsesar 0,17 unit. Kontribusi variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru sebesar 8,29%.

F. Daftar Pustaka

Atmodiwiri Soebagio. 2000.

Manajemen Pendidikan

Indonesia. Jakarta: Ardalizya

Jaya.

Danim Sudarwan. 2010. Kepemimpinan

Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Bandung.

Mangkunegara Anwar Parbu. 2002.

Manajemen Sumber Daya

Manusia Perusahaan. Bandung:

Rosda Karya.

Mulyasa E. 2004. Menjadi Kepala

Sekolah Profesional. Bandung:

Remaja Rosda Karya.

Poster Bill dan Karen R. Seeker. 2001.

Pembinaan Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan alih bahasa

Agus Dama. Jakarta: PPM.

Purwanto Ngalim. 1987. Manajemen

Pendidikan Administrasi dan

Supervisi Pendidikan. Bandung:

Alfabeta Bandung.

Syarifudin. 2011. Manajemen

Pendidikan. Jakarta: Diadit

Media.

BIODATA PENULIS

Aprilian Nur Fitriana, Lahir di Cianjur, 26 April 1990. Agama Islam anak ketiga dari pasangan Bapak Ahmad Hidayat dan Ibu Enung Noor Hilah. Tinggal di Jl. Mariwati Km 5 Kp Loa Sari Rt/Rw 01/09 Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur.

Pendidikan formal yang ditempuh di Sekolah Dasar Negeri Kawungluwuk Cianjur tahun 1996 – 2002, Sekolah Menengah Pertama Cokroaminoto Cianjur tahun 2003 – 2005, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sukaresmi Cianjur tahun 2005 -2008, kemudian tahun 2008 melanjutkan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pakuan Bogor

Gambar

tabel  =  2,804  (α  =  0,01).  Hal  ini

Referensi

Dokumen terkait

aspirasi atau dalam berperilaku.. Ringkasan Hasil Wawancara dengan Narasumber, Kategori, Pola dan Variabel berkenaan dengan Persoalan Penelitian

terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan meminum tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan tidak terdapat hubungan bermakna

Hasil kajian terhadap hubungan antara absensi dengan kinerja menunjukan bahwa korelasi yang signifikan atau nyata terdapat pada variabel megisi absen, penerapan absen,

Tujuan umumnya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam kebijakan dan manajemen khususnya kebijakan dan manajemen sumber daya manusia kesehatan, dan kompetensi

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan: jenis dan faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal adalah (1) kesalahan

j) Hardcopy Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS, 1 Eksemplar);.. k) Hardcopy Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS, 2 Eksemplar) dengan ketentuan Cover/Jilid Warna Kuning

Analisis data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu bertujuan mendeskripsikan kasus yang ada pada mahar

Sikap rasis yang terkandung dalam film Fitna sifatnya lebih sebagai alat untuk mengemukakan pendapat ataupun pemikiran, idealisme seseorang Geert Wilders terhadap