BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian. berdasarkan hasil analisis data yang ada. Objek penelitian yang akan diteliti dalam

Teks penuh

(1)

34 BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian merupakan interpretasi suatu objek yang akan diteliti berdasarkan hasil analisis data yang ada. Objek penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Jawa Barat (Sekaran & Bougie, 2016).

3.2 Metode Penelitian 3.2.1 Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan usaha untuk mengungkapkan fenomena dari suatu gejala (symptom) alami secara fisik menyangkut suatu kejadian untuk dianalisa secara empiris, sistematis, terkendali dan diuji, dibahas serta disimpulkan. Desain penelitian dengan menggunakan bahasa statistik merupakan suatu usaha mengungkapkan tipe investigasi, dimensi waktu, unit analisis, operasionalisasi variabel, metode penarikan sampel, teknik pengumpulan data, prosedur penelitian, metode analisis (Sekaran & Bougie, 2016).

3.2.1.1Tipe Investigasi

Tipe Investigasi atau penyelidikan merupakan penelitian yang menggunakan jenis penelitian expalanatory survey dalam bidang ilmu Perpajakan. Penelitian explanatory adalah suatu metode penelitian yang bermaksud untuk mendapatkan kejelasan fenomena yang terjadi secara empiris dan berusaha untuk mendapatkan jawaban hubungan kausal antar variabel melalui pengujian hipotesis.

(2)

Adapun pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan survei, yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil, tapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis (Sugiyono, 2009).

3.2.1.2Dimensi Waktu

Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional atau one shoot yakni studi yang sifatnya mengambil sampel waktu, sampel perilaku, sampel kejadian pada saat tertentu saja. Dalam pelaksanaan penelitian data dikumpulkan berdasrkan jawaban dari daftar pertanyaan atau kuisoner penelitian (Sekaran & Bougie, 2016).

3.2.1.3Unit Analisis

Unit Analisis adalah unit dimana data, informasi diperoleh, yakni berkaitan dengan dimensi waktu. Jika dimensi waktu menggunakan cross sectional atau pengambilan data hanya saaat tertentu saja dengan menggunakan kuisoner, maka unit analisis adalah responden yang menjawab pertanyaan yakni dimana dan pada organisasi/lembaga apa responden berada (Sekaran, 2016). Pada penelitian ini data diperoleh dari seluruh Wajib Pajak yang terdaftar di Program Wirausahawan Baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 1472 Wajib Pajak.

(3)

3.2.1.4Operasionalisasi Variabel

Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam – macam nilai (Nazir, 2013), sedangkan menurut (Nuryaman & Veronica, 2015) variabel adalah karakteristik yang melekat pada orang, benda, atau subjek lainnya (unit analisis), yang jika diukur karakteristik tersebut nilainya dapat bervariasi (variabel) atau dapat berbeda antarsubjek satu dengan yang lainnya. Berdasarkan judul penelitian: “Pengaruh Pengetahuan Pajak dan Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak”, maka terdapat variabel-variabel yang digunakan yaitu :

a. Variabel Independen (variabel X)

Menurut (Sekaran & Bougie, 2016), Penjelasan mengenai variabel independen adalah “Variabel Independen atau Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau variabel dependen, entah secara positif atau negatif yaitu jika terdapat variabel bebas, variabel terikat juga hadir, dan dengan setiap unit kenaikan dalam variabel bebas, terdapat pula kenaikan atas penurunan dalam variabel terikat.”

Variabel Independen penelitian ini adalah Pengetahuan Pajak dan Tarif Pajak.

b. Variabel Dependen (Variabel Y)

Menurut (Sekaran & Bougie, 2016), menjelaskan mengenai variabel dependen atau variabel terikat, sebagai berikut:

“Variabel Terikat merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitiasnya atau memprediksinya.”

(4)

Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah Kepatuhan Wajib Pajak Untuk lebih jelasnya indikator pengukuran variabel yang digunakan diikhtisarkan dalam tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1 Operasional Variabel

Variabel Konsep Variabel Dimensi Indikator Skala Nomor

Kuesioner Kepatuhan Wajib Pajak (Ajzen, 2006) Variabel Y Kepatuhan memenuhi kewajiban perpajakan secara sukarela (voluntary of compliance) merupakan tulang punggung Self Assesmnet System, dimana Wajib Pajak

bertanggungjawab menetapkan sendiri kewajiban perpajakan

dan kemudian secara akurat dan tepat waktu

membayar dan melaporkan pajaknya tersebut. Sikap Belief Ordinal 1, 2, 3, 4 Outcome evaluation 5, 6, 7, 8 Norma Subjectif Normative belief 9, 10, 11 Motivation to comply 12, 13, 14 Kontrol Perilaku Control Belief 15, 16, 17 Perceived power 18, 19, 20, 21 Pengetahuan Pajak (Walgito, 2010) Variabel X1 Pengetahuan pajak adalah informasi pajak

yang dapat digunakan

Ingatan

Kemampuan mengingat tiap-tiap

individu terhadap

(5)

oleh Wajib Pajak sebagai dasar untuk bertindak, mengambil

keputusan, dan untuk menempuh arah atau

strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan

kewajibannya di bidang perpajakan.

apa yang pernah diketahui, dipelajari atau dipersepsikannya. Motivasi Semamkin besar motivasi individu terhadap objek tertentu maka semakin besar pula

perhatiannya terhadap objek tersebut. 24 Perasaan Tiap individu memiliki tanggapan perasaan yang berbeda dalam menerima rangsangan terhadap sesuatu objek. 25, 26 Berpikir Cara berpikir seseorang dalam memecahkan suatu masalah berbeda-beda, ada yang berdasarkan logika

dan pengertian tetapi ada juga yang hanya dengan

coba-coba atau berdasarkan prediksi semata. 27, 28 Tarif Pajak (Mardiasmo, 2016) Variabel X2

Tarif pajak merupakan angka atau persentase yang digunakan untuk menghitung jumlah

pajak atau jumlah pajak yang terutang.

Tarif pajak proporsional Wajar jika penerima penghasilan tinggi dikenakan pajak secara proposional dibandingkan penerima penghasilan rendah. Ordinal 29 Tarif pajak tetap

Tarif pajak yang adil berarti harus sama untuk setiap

wajib pajak.

(6)

Tarif pajak degresif

Tarif pajak yang menurun seiring dengan meningkatnya dasar pengenaan pajak. 31 Tarif Pajak Progresif

Tarif pajak yang meningkat seiring dengan meningkatnya dasar pengenaan pajak. 32

3.2.1.5Metode Penarikan Sampel a. Populasi Penelitian

Populasi adalah objek penelitian yang mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi (Sekaran & Bougie, 2016). Dari pengertian tersebut, menunjukan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut, sedangkan yang dimaksud dengan populasi sasaran adalah populasi yang digunakan untuk penelitian.

Sesuai dengan penelitian penulis maka yang menjadi target populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang mengikuti program Wira Usahawan Baru di Jawa Barat.

b. Sampel Penelitian

Sampel adalah ssebagian dari populasi yang terdiri atas sejumlah anggota terpilih dari populasi. Dengan kata lain, sejumlah, tapi tidak semua, elemen populasi akan membentuk sampel (Sekaran & Bougie, 2016).

(7)

Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga sampel yang ada benar-benar dapat mewakili (representative) dan dapat menggambarkan populasi sebenarnya.

Dalam menentukan jumlah sample, penulis menggunakan rumus Slovin:

Keterangan :

N = Jumlah Populasi

e = Batas kesalahan yang ditoleransi dalam pernarikan sampel n = Jumlah sampel

Berdasarkan rumus diatas maka jumlah sampel yang akan diambil adalah:

n = 93.63 (dibulatkan menjadi 94 sampel)

3.2.1.6Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi (Sekaran & Bougie, 2016).

1) Teknik pengumpulan data yang digunakan a. Penelitian lapangan

(8)

Penelitian ini melakukan pengumpulan data menggunakan metode survey melalui kuesoner yang dikirim kepada responden. Penyebaran kuesoner dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dengan membawa surat pengantar dari Universitas sebagai surat ijin untuk melakukan penelitian pada perusahaan tersebut.

b. Penelitian kepustakaan (library Research)

Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari variable e-literatur di perpustakaan yang relevan dengan variable yang diteliti untuk mendapatkan dasar teoritis dan bahan pertimbangan dalam memecahkan masalah yang sedang diteliti.

2) Alat pengumpulan data

Alat pengumpulan data yang akan digunakan adalah penyebaran kuesioner yaitu dengan cara pengumpulan data atas informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pernyataan. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden hal yang penting. Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden yang menjadi dasar pembatasan untuk menentukan variable-variabel tersebut adalah harus dapat dimengerti dan dirasakan manfaatnya (Sekaran & Bougie, 2016).

Teknik pengukuran yang digunakan untuk mengubah data-data kualitatif dari kuisoner menjadi suatu urutan data kuantitatif adalah summated rating method Likert scale atau skala likert. Skala likert didesain untuk menelaah

(9)

seberapa kuat subjek setuju dengan pernyataan pada skala 5 titik : 1. Sangat tidak setuju, 2. Idak stuju 3. Netral 4. Setuju 5. Sangat setuju (Sekaran & Bougie, 2016).

Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban-jawaban yang diberikan dalam menguji variable independen yaitu lima tingkatan, bergerak dari satu sampai lima. Untuk pernyataan positif (1-5) dan pernyataan untuk negatif (5-1), alternatif jawaban, sebagai berikut:

Tabel 3.2 Bobot Skala Ordinal

Derajat Jawaban Nilai/Bobot

Derajat Nilai Sangat Tinggi 5

Derajat Nilai Tinggi 4

Derajat Nilai Sedang 3

Derajat Nilai Rendah 2

Derajat Nilai Sangat Rendah 1

Sumber : (Sekaran & Bougie, 2016)

3.2.1.7Prosedur penelitian 3.2.1.7.1 Transformasi Data

Dalam melakukan penelitian ini data yang didapatkan yaitu berupa data ordinal yang bersumber dari kuesioner. Maka peneliti harus mengubah data ordinal menjadi data interval. Menurut (Edison, 2016) data ordinal harus ditransformasikan kedalam interval, karena dalam analisis regresi dapat dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik, syarat data berskala interval.

(10)

3.2.1.8Metode Analisis Data

Analisis data adalah kegiatan yang memiliki tujuan: mendapatkan perasaan terhadap data (feel for the data), menguji kualitas data (goodness of data), dan menguji hipotesis penelitian (Sekaran & Bougie, 2016). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas

3.2.1.8.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk memastikan kemampuan sebuah skala untuk mengukur konsep yang dimaksudkan dengan mrndalami persoalan otentisitas hubungan sebab akibat dan generalisasinya untuk lingkungan eksternal (Sekaran & Bougie, 2016). Alat pengukur yang abash mempunyai validitas yang tinggi, begitu pula sebaliknya.

Untuk menguji validitas alat ukur instrument penelitian, terlebih dahulu dicari nilai (harga) korelasi dengan menggunakan Rumus Koefisiein Kolerasi ProductMoments Pearson sebagai berikut:

Keterangan :

r = Koefisien Kolerasi n = Jumlah responden

Y = Jmlah skor total seluruh item X = Jumlah skor tiap item

Setelah nilai kolerasi (r) didapat, kemudian nilai untuk menguji tingkat validitas alat ukur penelitian dengan rumus sebagai berikut:

(11)

r = √ √ Keterangan :

r = Koefisien kolerasi n = Jumlah responden

Setelah nilai diperoleh, langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai tersebut dengan nilai pada taraf signifikansi sebesar  = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n-2, kaidah keputusannya adalah:

 Jika > , maka alat ukur atau instrumen penelitian yang digunakan adalah valid.

 Jika < , maka alat ukur atau instrumen penelitian yang digunakan adalah tidak valid.

Uji validitas dilakukan terhadap alat ukur berupa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terhadap variabel Pengetahuan Pajak dan Tarif Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.

Namun dalam penelitian ini skala pengukuran untuk uji validitas dilakukan dengan cara membandingkan atau nilai yang dihasilkan pada uji reliabilitas yaitu pada kolom Correlation item-total Correlation dengan nilai yang dihasilkan Berdasarkan perbandingan atara dan maka terbentuklah hipotesis, sebagai berikut:

Ho : > , maka butir pertanyaan pada kuisoner dinyatakan valid.

Ha : < , maka butir pertanyaan pada kuisoner dinyatakan tidak

(12)

3.2.1.8.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu pengukuran untuk menunjukan sejauh mana penghukuran tersebut tanpa bias (bebas dari kesalahan-error free) dank arena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen (Sekaran & Bougie, 2016).

Untuk menguji reabilitas atau keandalan alat ukur atau instumen dalam penelitian ini digunakan koefisien Alpha Coronbach. Koefisien keandalan menunjukan mutu seluruh proses pengumpulan data suatu penelitian. Koefisien Alpha Coronbach ditunjukan dengan:

Alpha () =

Keterangan :

k = jumlah variabel manifest yang membentuk variabel laten r = rata-rata kolerasi antar variabel manifes

Tujuan Perhitungan koefisien keandalan adalah untuk mengetahui tingkat konsistensi jawaban responden. Besarnya koefisien ini berkisar dari nol hingga satu. Makin besar nilai koefisien, makin tinggi keandalan alat ukur dan tingakat konsistensi jawaban.

a. Jika r < 0,20 maka tingkat keandalan sangat lemah atau tingkat keandalan tidak berarti.

b. Jika r diantara 0,20 – 0,40 maka ditafsirkan bahwa tingkat keandalan yang rendah tetapi pasti.

(13)

c. Jika r diantara 0,40 – 0, 70 maka ditafsirkan bahwa tingkat keandalan yang cukup berarti.

d. Jika r diantara 0,70 – 0,90 maka ditafsirkan bahwa tingkat keandalan yang tinggi.

e. Jika r > 0,90 maka ditafsirkan bahwa tingkat keandalan yang sangat tinggi. Uji reliabilitas dilakukan terhadap alat ukur berupa kuisoner yang digunakan dalam penelitian ini pada Pengetahuan Pajak, Tarif Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak. Uji reliabilitas terhadap varibael penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan alat pengolahan data software SPSS ver 20.00

3.2.1.8.3 Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi ( ) pada intinya bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai ( ) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberi hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2012).

3.2.1.8.4 Uji Asusmsi Kasik 3.2.1.8.4.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dengan kata lain, uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sifat distribusi data penelitian yang

(14)

berfungsi untuk mengetahui apakah sampel yang diambeil normal atau tidak dengan menguji sebaran data yang dianalisa (Ghozali, 2012).

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melihat normalitas data dalam penelitian ini, dengan menggunakan alat uji, yaitu:

Uji Kolmogorov Smirnov, dalam uji ini pedoman yang digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu:

1. Jika nilai signifikan < 0,05 maka distribusi data tidak normal. 2. Jika nilai signifkan > 0,05 maka distribusi data normal. Sedangkan hipotesis yang digunakan adalah:

1. H0 : data residual berdistribusi normal

2. H1 : data residual tidak berdistribusi normal

Grafik Normality Probalbility plot, ketentuan digunakan adalah :

 Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

 Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 3.2.1.8.4.2 Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah terjadinya ketikdakseimbangan variance dari residual satu pengamatan yang lain. Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas, dalam penelitian ini digunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya.

Uji heteroskedastisitas digunakan intuk mengetahui apakah pada model regresi penyimpangan variabel bersifat konstan atau tidak. Salah satu cara untuk

(15)

mengetahui adanya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot antara variabel dependen (terikat) dengan residualnya. Apabila grafik yang ditujukan dengan titik-titik tersebut membentuk suatu pola tertentu, maka telah terjadi heteroskedastisitas dan apabila polanya acak serta tersebar, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2012).

Deteksi adanya heteroskedastisitas dengan melihat kurva heteroskedastisitas atau diagram pencar (chart), dengan dasar pemikiran sebagai berikut :

a. Jika titik-titik menyebar secara acak membentuk pola tertentu yang beraturan (bergelombang), melebar kemudian menyempit maka terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar baik di bawah atau di atas 0 ada sumbu Y maka hal ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.2.1.8.4.3Uji Multikolonieritas

Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah di dalam model analisis regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel bebas. Multikolienaritas dapat diketahui dengan cara menganalisis matrik kolerasi variabel-variabel bebas. Dapat dilihat dari :

(1) tolerance value

(16)

Kedua ukuran ini menunjukan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Nilai cutoff yang umum digunakan adalah nilai tolerance 0,01 atau sama dengan VIF diatas 10. Apabila nilai tolerance dari 0,10 atau nilai VIF kurang dari 10 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel dalam model regresi (Ghozali, 2012).

3.2.1.8.4.4Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi adalah nilai kuadrat dari koefisien korelasi antara dua variabel atau lebih. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2012).

3.2.1.9 Pengujian Hipotesis

1. Analisi Regresi Linear Berganda

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keeratan/kekuatan hubugan antara variabel independen yaitu

Pengetahuan Pajak dan Tarif Pajak dengan variabel dependen yaitu Kepatuhan Wajib Pajak yang diteliti secara simultan, apakah mempunyai pengaruh yang kuat atau lemah, adapun kolerasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kolerasi pearson product moment dua predictor, rumusnya yaitu:

(17)

Sumber : (Sugiyono, 2009) Keterangan :

R = Kolerasi antara variabel x dengan y = Kualitas Pelayanan (Variabel Bebas) = Tarif Pajak(Variabel Bebas)

Y = Kepatuhan Pajak(Variabel terikat)

B1-4 = koefisien kolerasi masing-masing variabel

Adapun kriteria penilaian kolerasi menurut (Ghozali, 2012) yaitu (Tabel 3.5) : Tabel 3.3

Kriteria Penilaian Kolerasi

2. Penetapan Tingkat Signifikan ()

Tingkat signifikasni (significant level) yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebesar 5% atau 0,05 karena dinilai cukup untuk menguji hubungan antara variabel-variabel yang diuji atau menunjukan bahwa antara kedua variabel cukup nyata. Tingkat signifikansi 0,05 artinya adalah kemungkinan besar hasil

Interval Koefisien Tingkat hubungan 0.00 - 0.199 Sangat Rendah 0.20 - 0.399 Rendah 0.40 – 0.599 Sedang

0.60 – 0.799 Kuat

(18)

penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau toleransi kesalahan sebesar 5%.

a. Rancangan pengujian Hipotesis partial (t-test)

Uji t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial guna menunjukan pengaruh tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Uji t adalah pengujian koefisien regresi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadapa variabel dependen. Langkah-langkah pengujian dengan menggunakan uji t adalah sebagai berikut :

1) Menentukan tingkat signifikansi sebesar n = 5%

Tingkat signifikansi 0,05% atau 5% artinya kemungkinan besar hasil penarikan kesimpulan memiliki profitabilitas 95% atau toleransi kesalahan 5%.

2) Menghitung Uji t

Ho1 : 1 = 0 Tidak terdapat pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap

Kepatuhan Pajak

Ha1 : 1 ≠ 0 Terdapat pengaruh Kualitas Pelayana Terhadap Kepatuhan

Pajak

Ho2 : 1 = 0 Tidak terdapat pengaruh Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan

(19)

Ha2 : 1 ≠ 0 Terdapat pengaruh Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Pajak

Kriteria Pengambilan Keputusan

Ho ditolak jika t statistik < 0,05 atau thitung > ttabel

Ho tidak berhasil ditolak jika t statistic < 0,05 atau thitung < ttabel

Nilai ttabel didapat dari : df = n-k-1

Keterangan :

n : jumlah obeservasi k : variabel independen

b. Rancangan pengujian Hipotesis Simultan (F-Test)

Uji F merupakan pengujian hubungan regresi secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Langkah-langkah pengujian dengan menggunakan Uji F adalah sebagai berikut:

1) Menentukan siginifikansi 0,05% atau 5% artinya kemungkinan besar hasil penarikan kesimpulan memiliki profitabilitas 95% atau toleransi kesalahan 5%.

2) Menhitung Uji F (F-Test)

Fhitung =

Keterangan :

R2 = koefisien determinasi gabungan k = jumlah variabel independen n =Jumlah sampel

(20)

3) Kriteria Pengambilan Keputusan

Ho ditolak jika F statistik < 0,05 atau Fhitung > Ftabel

Ho tidak berhasil ditolak jika F statistik < 0,05 atau Fhitung < Ftabel

nilai Ftabel didapat dari :

df1 (pembilang) = jumlah variabel independen df2 (penyebut) = n-k-1

keterangan:

n = jumlah observasi k = variabel independen

4) Rancangan Pengujian Peramalan (Regresi)

Gambar 3.1 Analisis Regresi

Untuk melihat bagaimana pengaruh dari variabel bebas (independent) terhadapa variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini, model analisis yang digunakan adalah Model Regresi Linear Berganda, yang dirumuskan

Y = a+b1X1+b2X2+ e

Keterangan :

Y = nilai prediksi variabel dependen (Kepatuhan Pajak)

Pengetahuan Pajak (X1)

Tarif Pajak (X2)

Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

H1

H2

(21)

a = konstanta; besarnya sama dengan Y jika X1, X2 = 0

b1,b2 = koefisien regresi, yaitu nilai peningkatan atau penurunan variabel

Y yang didasarkan variabel X1 dan X2

X1 = variabel independen (Kualitas Pelayanan)

X2 = variable independen (Tarif Pajak)

Figur

Tabel 3.1  Operasional Variabel

Tabel 3.1

Operasional Variabel p.4
Tabel 3.2  Bobot Skala Ordinal

Tabel 3.2

Bobot Skala Ordinal p.9
Grafik Normality Probalbility plot, ketentuan digunakan adalah :

Grafik Normality

Probalbility plot, ketentuan digunakan adalah : p.14
Gambar 3.1  Analisis Regresi

Gambar 3.1

Analisis Regresi p.20

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :