Dalam bidang ekonomi, krisis keuangan yang menimpa negara-negara Eropa seperti Portugal

Teks penuh

(1)

KOPI, Permasalahan dunia kian hari kian sulit dan semakin kompleks, mulai dari kemiskinan, krisis ekonomi, pemanasan global, terorisme hingga epidemi penyakit baru.

Permasalahan-permasalahan itu akan sangat sulit diatasi oleh suatu bangsa tanpa bekerja sama dengan negara-negara lain. Oleh karena itu penting rasanya jika hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat semakin dipererat untuk mengatasi berbagai permasalahan dunia, meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang juga dapat

berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan masing-masing negara. Maroko adalah suatu negeri di Afrika Utara yang secara geografis terpisahkan ribuan kilometer jauhnya dengan Indonesia namun secara historis, Maroko sangat dekat dengan Indonesia.

Berawal dari permasalahan dunia pada era tersebut yaitu kolonialisme dimana semua bangsa yang terjajah berusaha untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Indonesia yang pada tahun 1945 berhasil merebut kemerdekaannya tidak tinggal diam melihat masih banyak

negara-negara di Asia dan Afrika yang masih dijajah oleh bangsa-bangsa kolonialis. Oleh karena itu bersama dengan beberapa negara yang baru merdeka, Indonesia mempelopori Konferensi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955. Maroko turut aktif berperan dalam konferensi tersebut dan pada tanggal 2 Maret 1956, Maroko merupakan salah satu negara pertama di Afrika Utara yang meraih kemerdekaan dari kolonial Perancis. Pada tanggal 2 Mei 1960, Presiden Soekarno berkunjung ke Maroko dan bertemu Raja Muhamad V. Soekarno merupakan presiden pertama yang datang ke negara itu. Inilah awal hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko. Kedua negara juga aktif dalam Gerakan Non-Blok untuk menjawab permasalahan persaingan pengaruh antara blok Barat dan blok Timur pada masa Perang Dingin.

Permasalahan yang dihadapi dunia Arab, termasuk Maroko, sekarang ini mengenai reformasi birokrasi dan konstitusi dapat dihadapi dengan baik tanpa kekerasan tidak seperti yang terjadi di Libya ataupun Suriah dengan meminta saran dan belajar dari pengalaman negara lain. Maroko dapat belajar dari Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia yang dapat menyatukan nilai Islam, demokrasi dan modernisasi. Masalah Islamphobia juga semakin meningkat sebagai contoh adanya pelarangan pemakaian burka di Perancis, pembakaran kitab suci Al-Qur’an oleh seorang pendeta di Amerika Serikat dan pengaitan Islam dengan terorisme. Maroko yang juga merupakan negara muslim dan sangat dekat dengan Eropa yang hanya dipisahkan oleh selat Gibraltar dengan Spanyol dapat bekerja sama dengan Indonesia dan negara-negara Islam lainnya untuk memperbaiki citra Islam di dunia internasional, khususnya dunia barat, dan membuktikan bahwa Islam itu cinta damai.

(2)

dan Yunani sekarang ini harus dijadikan pelajaran bagi Indonesia dan Maroko bahwa kedua negara tersebut jangan terlalu tergantung dengan negara Barat dan organisasi seperti IMF. Krisis ekonomi global pada tahun 2009-2010 juga hampir tak berdampak bagi Indonesia dan sejak tahun 2010 pembangunan perekonomian Indonesia terus membaik, nilai tukar menguat, cadangan devisa terus membesar. Menurut salah seorang Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, Kerajaan Maroko berpeluang besar menjadi pemimpin ekonomi di kawasan Mediteranian dengan kemajuan ekonomi Maroko dan iklim kompetisi yang tumbuh subur di kerajaan itu ditambah dengan posisi strategis Maroko membantu pertumbuhan ekonomi tersebut.

Menurut ekonom dari UBS Investment Research, Andrew Cates dalam laporan terbaru 'Tectonic Economics', negara-negara yang ekonominya melaju dengan cepat, akan menjadi winners dan akan membantu untuk terwujudnya keseimbangan ekonomi global yang baru. Oleh sebab itu sangat penting peningkatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Maroko dalam menghadapi tantangan ekonomi yang lebih sulit di masa depan dengan adanya perdagangan bebas mengingat Maroko mempunyai perjanjian perdagangan bebas dengan Aljazair, Tunisia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Indonesia dapat belajar dari pengalaman Maroko tersebut dalam menghadapi Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China atau ACFTA. Ditambah menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun untuk menerapkan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Eropa. Maroko dan Indonesia dapat mempelajari kelebihan dan kekurangan dan dari pengalaman yang dimiliki masing-masing negara dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Selain dalam kerangka kerja sama bilateral, kedua negara juga dapat berpartisipasi aktif dalam World Islamic Economic Forum dalam memajukan ekonomi kedua negara secara khusus dan ekonomi dunia Islam secara umum.

Kemiskinan juga merupakan masalah yang sulit untuk diatasi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Maroko. Kemiskinan menyebabkan banyak rakyat yang berurbanisasi ke kota untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik namun di kota mereka tidak mempunyai sanak saudara sehingga banyak yang menjadi gelandangan, tidur di emperan toko atau di pinggir jalan, ada juga yang membangun pemukiman ilegal yang sangat sederhana di pinggir sungai atau pun di pinggir rel kereta api seperti yang dapat kita lihat di pinggiran

kota-kota besar di Indonesia. Pemukiman kumuh tersebut tidak hanya merusak estetika suatu kota tetapi lebih dari itu, rakyat yang hidup di dalamnya tidak hidup dengan layak, tidak

mendapatkan sanitasi yang baik, dan juga tingkat kriminalitas yang tinggi. Pada tahun 2010, Indonesia menempati urutan pertama dan Maroko menempati urutan kedua dalam hal

pengentasan pemukiman kumuh atau shantytown dalam dekade terakhir. Menurut Badan PBB yang mengurusi masalah pemukiman, UN Habitat, Indonesia berhasil mengurangi 47,5 persen daerah kumuhnya. Sementara Maroko 45,8 persen. Menurut kepala UN Habitat, Jean-Yves Barcelo, kemampuan sebuah negara membangun daerah pemukiman kumuh merupakan salah satu prasyarat yang dibutuhkan untuk mencapai Millennium Development Goals. Pencapaian tersebut cukup membanggakan bagi kedua negara dan dapat menjadi poin tambahan dalam

(3)

kerja sama mengurangi kemiskinan dan pemukiman kumuh di dua negara tersebut.

Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara yang juga pemain kunci dalam politik di kawasan ini dan Maroko merupakan negara yang berpotensi menjadi yang terdepan di

kawasan Mediterania dan juga negara sahabat Indonesia lebih dari setengah abad sebaiknya semakin mempererat persahabatannya dan meningkatkan kerja sama untuk menghadapi berbagai permasalahan global yang multidimensional. Kedua negara harus mengingat sejarah bahwa dengan bersatu dan bekerja sama, negara-negara Selatan dapat memainkan perannya di percaturan dunia dan dapat menemukan solusi berbagai permasalahan dunia pada masa itu dan juga jangan menganggap kerja sama dengan negara-negara Utara lebih penting. Ayo kita tingkatkan persahabatan dan kerja sama Indonesia-Maroko dan Asia-Afrika untuk menghadapi berbagai permasalahan global di masa kini dan masa depan!

Sumber Referensi: http://economy.okezone.com/read/2010/02/26/320/307361/indonesia-pemenang-dari-krisis-eko nomi-global http://www.sahabatmaroko.com/index.php?option=com_content&view=article&id=344:sri-mulya ni-maroko-bisa-menjadi-pemimpin-ekonomi-mediteranian-&catid=38:ekonomi-bisnis http://sahabatmaroko.com/index.php?option=com_content&view=article&id=336:indonesia-dan-maroko-tempati-urutan-satu-dan-dua&catid=38:ekonomi-bisnis http://id.voi.co.id/berita-indonesia/ekonomi-dan-keuangan/1824-maroko-dijadikan-duta-perdaga ngan-oleh-indonesia.html http://www.ilmudunia.info/2011/05/perjanjian-bebas-indonesia-eropa.html http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&id=112:berawal-dari-se

(4)

jarah-indonesia-maroko&catid=51:info-maroko&Itemid=83

Biodata Penulis

Nama : Ricky Mardiansyah

Tempat/tanggal lahir : Bandung, 20 Maret 1989

Nama Universitas : Universitas Padjadjaran

Alamat Universitas : Jalan Dipati Ukur no. 35 Bandung. Telp: 2503271

Alamat rumah : Jalan Utama no 21 RT: 04/07 Padasuka, Bandung 40192

Nomor telepon seluler : 0818 090 090 40 / 0838 20 999 225

Nomor telpon rumah : (022) 7212952

Alamat e-mail : prince.ricky@ovi.com

(5)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :