• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASIR NOMOR 4 TAHUN 2003

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASIR NOMOR 4 TAHUN 2003"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASIR NOMOR 4 TAHUN 2003

TENTANG

PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN, PELANTIKAN DAN

PEMBERHENTIAN KEPALA DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA

BUPATI PASIR

a. bahwa dalam rangka menyikapi tuntutan dan dinamika

pemerintahan dan pembangunan sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Peraturan Daerah, dimana dalam penyelenggaraan otonomi daerah, Pemerintah Desa merupakan subsistem dalam penyelenggaraan Pemerintah

nasional, sehingga Desa memiliki Kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya berdasarkan asal-usul, adat-istiadat, karakteristik, potensi, kebutuhan, kemampuan keuangan dan ketersediaan sumber daya aparatur desa demi terciptanya Pemerintah yang adil dan demokratis;

b. Bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 76

Tahun 2001 tentang Pedoman Umum Pengaturan mengenai Desa, maka Peraturan Daerah Kabupaten Pasir Nomor 12 Tahun 2000 tentang tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan Dan Pemberhentian Kepala Desa perlu ditata kembali;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf

b di atas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah;

1. Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan

Undang-undang Nomor 3 Darurat Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang–undang;

2. Undang-undang Nomor Tahun 22 Tahun 1999 tentang Peraturan

Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839)

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848);

4. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

Negara Yang Bersih Dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Menimbang :

(2)

Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara nomor 3851);

5. Undang-undang Nomor 7 tahun 2002 tentang Pembentukan

Kabupaten Penajam Paser Utara di Propinsi Kalimantan Timur Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4182);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1987 tentang Penetapan

Batas Wilayah Kota Madya Daerah Tingkat II Samarinda, Kabupaten Daerah Tingkat Balikpapan, Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai dan Kabupaten Daerah Tingkat II Pasir (Lembaran Negara Tahun 1987 Nomor 45);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1996 tentang

Pemnbentukan 13 (tiga belas) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai, Berau, Bulungan, Pasir, Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda dan Balikpapan dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Timur (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 56)

8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang

Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952)

9. Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2001 tentang Pedoman

Umum Pengaturan mengenai Desa (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4155);

1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1999 tentang

Pencabutan beberapa Peraturan Menteri Dalam Negeri, Keputusan Menteri Dalam Negeri Dan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintah Desa;

2. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 21

Tahun 2001 tentang tehnik Penyususnan dan Materi Muatan Produk–produk Hukum Daerah;

3. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasir

Nomor 172.7/07/DPRD-PSR/IV/2003 tentang Pengesahan 16 (Enam Belas) Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pasir menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Pasir.

Dengan Persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASIR MEMUTUSKAN

Menetapkan: PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASIR TENTANG

PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASIR NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA

(3)

PENCALONAN, PEMILIHAN, PELANTIKAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA

Pasal 1

Peraturan Daerah Kabupaten Pasir Nomor 12 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Pasir Nomor 13 Tahun 2000 diubah sebagai berikut:

A. Pasal 2 ayat (2) diubah sehingga berbunyi : Pasal 2

(2) Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini terdiri dari:

a. Anggota BDP sebagai Ketua merangkap Anggota;

b. Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa;

c. Tokoh Masyarakat;

B. Pasal 4 ditambah huruf f, yang berbunyi: Pasal 4 a. Terdaftar sebagai pemilih

C. Pasal 6 ayat (1) huruf d, (2), (3) dan (4) diubah sehingga keseluruhan Pasal 6 ayat (1) huruf d, (2), (3), dan (4) berbunyi :

Pasal 6

D. Berpendidikan / berijazah sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP) dan atau berpengetahuan sederajat dengan standar pendidikan formal Sekolah Dasar bagi Desa yang tidak mendapatkan bakal calon degan kualifikasi pendidikan SLTP ;

(1) Pegawai Negeri Sipil dan atau Anggota TNI dan POLRI yang mencalonkan diri

sebagai Kepala Desa selain harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga harus memiliki surat keterangan persetujuan dari pejabat yang berwenang ;

(2) Pegawai Negeri Sipil dan atau Anggota TNI dan POLRI atau Putra Desa yang

terpilih dan diangkat menjadi Kepala Desa, terhitung mulai tanggal pelantikan sebagai Kepala Desa harus bertempat tinggal di Desa yang bersangkutan ;

(3) Pegawai Negeri Sipil dan atau Anggota TNI POLRI yang telah terpilih/diangkat

menjadi Kepala Desa dibebaskan untuk sementara dari jabatan organiknya selama menjadi Kepala Desa tanpa kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil dan atau anggota TNI dan POLRI ;

(4)

E. Pasal 9 ayat (1) diubah sehingga keseluruhan Pasal 9 ayat (1) berbunyi: Pasal 9

(1) Penjaringan bakal calon Kepala Desa selama 15 (lima belas) hari dan bilamana belum mendapatkan jumlah bakal calon Kepala Desa minimal 2( dua ) orang dapat diperpanjang selama lima belas hari lagi.

F. Dalam Pasal 10 ayat (1) diubah dan ditambah 1 (satu) ayat yaitu ayat (4) sehingga keseluruhan Pasal 10 ayat (1) dan (4) berbunyi :

Pasal 10

(1) Penyaringan bakal calon Kepala Desa dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa

dan mendapat pengawasan dari Pemerintah Kecamatan.

(2) Sebelum penyaringan dilakukan materi ujian terlebih dahulu dikoordinasikan dan

dikonsultasikan dengan pihak Pemerintah Daerah Cq. Bagian Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Pasir.

G. Pasal 14 ayat (1) dan (2) diubah sehingga keseluruhan Pasal 14 ayat (1) dan (2) berbunyi :

Pasal 14

(1) Apabila salah satu calon Kepala Desa yang sudah ditetapkan oleh BPD

mengundurkan diri, sepanjang Kepala Desanya lebih dari dua orang maka Pemilihan Kepala Desa dapat diteruskan.

(2) Apabila salah satu calon Kepala Desa dari jumlah minimal 2 (dua) orang yang sudah

ditetapkan BPD mengundurkan diri, maka Pemilihan Kepala Desa tidak dapat diteruskan, tetapi harus diulangi dari penjaringan bakal calon Kepala Desa H. Pasal 27 ayat (1) diubah, sehingga keseluruhan Pasal 27 ayat (1) berbunyi :

Pasal 27

(1) Setelah penghitungan suara selesai, panitia pemilihan menyusun, menandatangani dan membacakan Berita Acara Pemilihan dan menyerahkannya kepada Ketua Panitia Pemilihan.

I. Pasal 37 ayat (1) dan (2) diubah dan ditambah 1 (satu) ayat yaitu “ayat (3)” sehingga keseluruhan pasal 37 berbunyi :

Pasal 37

(1) BPD dapat memberikan catatan dan atau penilaian terhadap pertanggungjawaban

(5)

(2) Catatan dan atau penilaian seperti dimaksud ayat (1) pasal ini disampaikan secara

resmi oleh BPD untuk mendapat perhatian/perbaikan pada masa berikutnya.

(3) Pertanggungjawaban Kepala Desa dihadapan BPD bersifat Progres Kinerja

Pemerintah Desa sehingga Kepala Desa tidak dapat diusulkan berhenti karena pertanggungjawabannya tidak diterima atau ditolak BPD.

J. Pasal 46 diubah sehingga keseluruhan Pasal 46 berbunyi sebagai berikut : Pasal 46

Kepala Desa dari Pegawai Negeri Sipil dan atau Anggota TNI dan POLRI yang belum berakhir masa jabatannya, tidak dapat dicalonkan :

a. dalam jabatan strukturan atau fungsional, kecuali terlebih dahulu mendapatkan ijin

/persetujuan dari pejabat yang berwenang ;

b. Sebagai Calon Kepala Desa di Desa lain.

K. Pasal 47 diubah sehingga keseluruhan Pasal 47 berbunyi sebagai berikut : Pasal 47

Kepala Desa dari Pegawai Negeri Sipil dan atau anggota TNI dan POLRI yang berhenti atau diberhentikan oleh Bupati atas usul BPD dikembalikan ke instansi induknya.

L. Pasal 50 ayat (1) diubah, sehingga keseluruhan Pasal 50 ayat (1) berbunyi :

(1) Biaya pemilihan Kepala Desa ditentukan oleh Pemerintah Desa bersama BPD atas usul panitia Pemilihan sesuai dengan kemampuan keuangan Desa.

Pasal II

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Kabupaten Pasir .

Ditetapkan di Tanah Grogot Pada tanggal 8 April 2003 BUPATI PASIR

t.t.d

Drs. H. YUSRIANSYAH SYARKAWI, M.Si LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PASIR TAHUN 2003 NOMOR 04

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Diduga telah terjadi tindak pidana kedapatan, menyimpan dan membawa uang palsu sebanyak 9 (sembilan) lembar uang kertas seratus ribuan dengan nomor seri yang

Dalam melakukan pelayanan swamedikasi terdapat beberapa profil pelayanan yang dilakukan oleh petugas apotek kepada pasien swamedikasi yang terdiri dari patient

Bab ini membahas pemodelan yang dilakukan untuk pengembangan kontrak dan harga Gas Metana-B di Indonesia dengan melakukan review terhadap model kontrak pengembangan Gas Metana-B

Sosialisasi Peraturan Rektor Undip Nomor 2 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pemilihan Pimpinan Universitas Diponegoro dan Pimpinan Fakultas Pada Universitas Diponegoro;

Sementara kritik dari partisipasi perempuan melalui dinasti politik juga melemahkan semangat affirmative action, karena kemudian perempuan hadir dalam ranah politik

IHSG menunjukkan momentum netral & rawan profit taking dalam range 5.770-5.916, didukung Stochastic bullish, Fase Akumulasi selama di atas 5.749, Trend bullish selama di atas

Tujuan : mengetahui pola bakteri aerob yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial di ruang rawat inap mata IRINA F RSUP Prof.. Metode: sampel diambil pada 14 usapan

SUB BAGIAN PELAKSANA LAYANAN PENGADAAN PADA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SEKRETARIAT DAERAH UMUM AHLI PERTAMA - PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA S-1 AKUNTANSI P/L