1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas, antara lain : a.

30 

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dewasa ini rokok semakin gencar meluas di berbagai tempat. Banyak negara industri yang menilai bahwa merokok telah menjadi perilaku yang secara sosial dianggap kurang biasa untuk diterima. Hal ini adalah hasil penyuluhan yang intensif, bukan saja dilaksanakan oleh pemerintah, melainkan oleh pihak lembaga swadaya masyarakat dan juga pihak perusahaan-perusahaan.

Di negara berkembang, penyuluhan tentang bahaya merokok belum dilaksanakan secara intensif. Hal ini selain karena industri rokok merupakan sumber pemasukan bagi negara dan sumber kesempatan kerja, juga karena di sebagian besar negara negara sedang berkembang, dana untuk ini walaupun ada , sangat kecil dibandingkan dengan dana yang dipergunakan oleh perusahaan - perusahaan rokok untuk memasarkan rokok. Industri rokok melaksanakan secara agresif dan dengan mengaitkan merokok dengan gaya hidup modern, masyarakat terutama remaja yang paling sangat terpengaruh.

Sebagian besar orang bisa meninggal dikarenakan mengkonsumsi rokok dengan berlebih. Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama seseorang mengkonsumsi rokok, maka akan banyak timbul berbagai penyakit dalam tubuhnya. Sebagian besar penyakit yang akan diderita oleh orang yang merokok adalah penyakit yang umumnya tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, atas dasar realita inilah penulis merasa tertarik untuk membahasnya dalam bentuk makalah dengan judul“Analisis Mengenai Merokok dan Kesehatan“.

(2)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas, antara lain :

a. Apa itu rokok, perokok aktif dan pasif dan apa saja jenis-jenis rokok serta bagaimana asal-usul rokok ?

b. Bagaimanakah fenomena rokok di Indonesia ? c. Mengapa orang mulai merokok ?

d. Bahan–bahan apa yang membahayakan dalam rokok ? e. Bagaimana menetralisir asap rokok ?

f. Bagaimanakah bahaya rokok terhadap kesehatan ? g. Apa saja manfaat yang di dapat dari merokok ? h. Bagaimana upaya untuk menanggulanginya? 1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan makalah ini

adalah :

a. Untuk mendeskripsikan tentang rokok, jenisnya dan sejarahnya. b. Untuk Mengetahui fenomena rokok di Indonesia.

c. Untuk mengetahui alasan seseorang mulai merokok.

d. Untuk mengetahui bahan - bahan berbahaya yang terkandung dalam rokok.

e. Untuk mengetahui bagaimana kita untuk dapat menetralkan asap rokok. e. Untuk mengetahui bahaya rokok terhadap kesehatan.

f. Untuk mengetahui beberapa manfaat dari merokok. g. Untuk mengetahui upaya penanggulangan bahaya rokok. 1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai

pengetahuan bagi pembaca tentang adanya bahaya rokok terhadap kesehatan dan upaya antisipasi untuk terhindar dari bahaya rokok.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rokok, Jenis dan Asal-usul Rokok di Indonesia a.1 Pengertian Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

a.2 Definisi Perokok Aktif dan Pasif

Perokok aktif mempunyai pengertian orang yang melakukan langsung aktivitas merokok dalam arti mengisap batang rokok yang telah dibakar.

Sedangkan Perokok pasif adalah seseorang yang tidak melakukan aktivitas merokok secara langsung, akan tetapi ia ikut menghirup asap yang dikeluarkan

oleh perokok aktif.

b. Jenis–Jenis Rokok

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.

Rokok berdasarkan bahan pembungkus.

 Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.  Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.  Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.

(4)

 Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

 Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

 Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

 Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.

 Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.

Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :

1. Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam Filter Internasional, Djarum Super, dll.

(5)

2. Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, LA Light, Surya Slim, dll.

Rokok berdasarkan penggunaan filter.

 Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.

 Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

c. Asal- usul Rokok

c.1 Sejarah Rokok secara Global

Sejarah rokok sebenarnya dimulai dari mengunyah tembakau dan mengisap tembakau melalui sebuah pipa yang dilakukan oleh warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian) sejak 1000 tahun sebelum masehi. Sebuah tradisi membakar tembakau dilaksanaakan mereka adalah untuk menunjukkan persahabatan dan persaudaraan saat beberapa suku yang berbeda berkumpul, serta sebagai ritual pengobatan. Tak lama satelah itu kru Columbus membawa tembakau beserta tradisi mengunyah dan membakar lewat pipa ini ke “peradaban” di Inggris. Namun yang lebih berperan adalah seorang diplomat dan petualang perancis-lah yang menyebarkan popularitas rokok di seantero Eropa, orang ini adalah Jean Nicot, darimana istilah nikotin yang kita ketahui selama ini berasal dari kata (Nicot).Tetapi catatan sejarah rokok lain mengatakan, tradisi rokok dan merokok yang lebih tua berasal dari Turki semenjak periode dinasti Ottoman.

Menariknya Setelah permintaan tembakau meningkat di Eropa, budidaya tembakau mulai dipelajari dengan serius terutama tembakau Virginia yang ditanam di Amerika. John Rolfe adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dalam skala besar, yang kemudian diikuti oleh perdagangan dan

(6)

pengiriman tembakau dari AS ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1855.

c.2 Sejarah Rokok di Indonesia

Dari catatan sejarah umumya disimpulkan bahwa yang kali pertama memperkenalkan tembakau ke Nusantara adalah Belanda. Tepatnya ketika ekspedisi pimpinan Cornelis de Houtman mencapai Banten pada 1596. Tidak jelas dengan cara apa tembakau di konsumsi saat itu, namun 10 tahun setelahnya mulai menyebar isu bahwa merokok merupakan aktivitas populer di kalangan elit Banten.

Salah satu bukti awal yang menunjukkan bahwa tembakau telah dikonsumsi di pulau Jawa dapat ditemukan di Kartasura. Dikisahkan bahwa Raja Amangkurat I (1646-1677) biasa menikmati rokok dengan pipa sambil ditemani oleh 30 pelayan wanitanya.

Namun bukan sejarah jika tidak dilingkupi mitos. Sebuah legenda percintaan klasik menyertai kelahiran rokok di Indonesia sehingga membuatnya menjadi sebuah fenomena kultural ketimbang semata-mata sebuah komoditas di pasar. Seperti akan kita lihat nanti, akar kultural rokok ini tidak pernah lepas meskipun industri rokok telah mencapai level masif seperti sekarang.

Di Indonesia sejarah rokok muncul pada tahun 1880 , Haji Jamahri dari Kudus adalah orang yang pertamakali meramu tembakau dengan cengkeh. Tujuan awal Haji Jamahri adalah mencari obat penyakit asma yang dideritanya, namun pada akhirnya rokok racikan Jamahri menjadi terkenal. Istilah Kretek adalah sebutan khas untuk menamai rokok asal Indonesia, istilah ini berasal dari bunyi rokok saat disedot yang diakibatkan oleh letupan cengkeh (kretek)

(7)

2.2 Fenomena Rokok di Indonesia

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan jumlah perokok di Indonesia terus meroket. Apabila tidak dihentikan, jumlah itu akan terus membesar.

"Tahun 1995, jumlah perokok di Indonesia adalah 34,7 juta jiwa. Tahun 2007, jumlah itu telah melonjak nyaris dua kali lipat, 65,2 juta perokok," ujar Abdillah ketika ditemui di kantor Kementrian Kesehatan, Jumat, 25 Mei 2012. Abdillah menambahkan, apabila angka total perokok tersebut dijabarkan berdasarkan gender, maka ditemukan juga peningkatan jumlah perokok yang signifikan pada jenis kelamin pria atauapun perempuan. Pada kategori pria, ditemukan peningkatan jumlah perokok nyaris dua kali lipat dari rentang waktu 1995-2007. Pada tahun 2007, jumlah perokok pria mencapai angka 60,4 juta perokok dari yang sebelumnya 33,8 juta pada tahun 1995. Sementara itu, pada kategori perempuan, jumlah perokok meningkat empat kali lipat pada rentang waktu 1995-2007. Tahun 2007, ada 4,8 juta perempuan perokok dari yang sebelumnya hanya 1,1 juta perokok pada tahun 1995.

"Peningkatan jumlah tersebut sebagai dasar bukti bahwa sebagian besar rakyat Indonesia telah kecanduan rokok. Pada masa krisis 1998 saja, jumlah itu terus meningkat," ujar Abdillah menjelaskan. Selain jumlah perokok total yang meroket,Abdillah mengatakan jumlah perokok anak-anak dengan rentang umur 10-14 tahun juga perlu diperhatikan. Pasalnya, lonjakan angkanya sudah mengkhawatirkan. Abdillah menyatakan bahwa pada tahun 2007, jumlah perokok anak telah mencapai angka 426.214 jiwa. Padahal, pada tahun 1995, jumlah perokok anak hanyalah seperenamnya yaitu 71.126. Abdillah menambahkan, peningkatan jumlah perokok tersebut di satu sisi disebabkan karena harga rokok yang makin terjangkau. Ia menjelaskan, apabila harga rokok dibandingkan jumlah pendapatan perkapita nasional, prosentasenya hanyalah 3 persen.

(8)

Terakhir, Abdillah mengatakan ada lima rekomendasi dari dia untuk menekan jumlah perokok. Adapun kelima rekomendasi itu adalah larang iklan serta csr rokok, pasang peringatan berukuran besar di bungkus rokok, berlakukan kawasan tanpa rokok, naikkan cukai hasil tembakau, dan naikkan PPN rokok dari 8,4 persen menjadi 10 persen.

Dan seperti yang dikutip dari berita VOA, 27 Mei 2012, dengan judul artikel “Perokok Anak di Bawah 10 tahun di Indonesia capai 239.000 orang”, yang memberitakan tentang usia perokok di Indonesia sekarang ini sudah menjangkau anak-anak. Dan hal ini menyebabkan Indonesia sebagai satu-satunya negara di dunia dengan sebutan baby smoker (perokok anak). Tercatat selama tahun 2008 sampai dengan 2012, jumlah perokok di bawah umur 10 tahun mencapai 239.000 orang. Sementara antara usia 10 sampai 14 tahun mencapai 1,2 juta orang.

Tentunya dari data diatas membuat kita yang peduli dengan anak-anak menjadi miris dengan jumlah perokok anak di Indonesia. Mengapa bisa sebanyak itu jumlahnya ?. Mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak kita sekarang ini. Tetapi itu lah kenyataannya, kita bukan berada di dunia mimpi bahwa jumlah perokok anak sejumlah tersebut hanyalah sebuah mimpi. Hey.. bangun. Ini bukan dunia mimpi, melainkan dunia nyata. Ya, ini lah realita yang terjadi sekarang ini. Yang menjadi pertanyaan bagi semua orang, entah itu orang tua si anak, saudara si anak, tetangga si anak, atau rekan kerja si anak, masihkah peduli dengan fenomena tersebut diatas, agar sedikit saja mau mengingatkan si anak bahwa merokok itu dapat mengakibatkan hal buruk bagi kesehatan berupa penyakit yang dapat mengancam nyawa mereka. Dan disertai sikap tegas yang harus dilakukan oleh orang tua demi kesehatan si anak kelak di masa depannya.

Fenomena anak-anak yang menjadi pe-rokok aktif ataupun pasif di Indonesia ibarat seperti gunung es yang sangat sulit sekali dibendung. Jika gunung es itu ibarat strata piramida, meskipun puncak tertinggi bukan diisi oleh perokok anak-anak tapi melainkan orang dewasa. Dan di tengah-tengah strata piramida itu

(9)

bercampur golongan usia muda sampai dengan usia dewasa. Namun, di dasar strata piramida tersebut terdapat sangat banyak sekali sejumlah perokok anak-anak. Ini adalah realita yang terjadi sampai saat ini, dan tidak ada seorang pun yang dapat menyangkalnya. Fenomena ini berlangsung setiap harinya. Jika anda berjalan atau berpergian ke sebuah tempat, sempatkan lah melihat-lihat sisi lain kehidupan ini, dalam kata lainnya fenomena dari perokok tersebut. Tepatnya di sebuah jalan (raya), di lampu merah, di terminal bus, di stasiun kereta, ataupun di sudut-sudut berupa gang-gang sempit di Ibukota, di tempat-tempat hiburan, dan bahkan di sebuah perkampungan (daerah), dan tempat lainnya. Aku yakin, anda akan menemukan entah individu atau segerombolan anak kecil yang tengah asyik mengisap rokok, meskipun mereka tidak selalu terlihat setiap saat, alias samar-samar. Banyak alasan yang melatar-belakangi mengapa anak-anak ikut-ikutan menjadi perokok, dan celakanya diantara mereka menjadi perokok aktif, meskipun beberapa menjadi perokok pasif.

Paling populer sejak tahun 2010 yang lalu dan sampai terdengar hingga ke mancanegara adalah seorang anak kecil berumur 2 Tahun, berasal dari daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan inisial nama (AR) yang menjadi perokok aktif sejak berusia 11 bulan. Tak bisa dibayangkan bagaimana bisa seorang anak kecil berusia 11 bulan mengenal rokok ?. Jangankan mengenal, terlebih lagi AR sangat menggemari rokok. Ya, perlu digaris bawahi menggemari, karena dalam sehari AR bisa menghabiskan 40 batang rokok. Tak bisa dicerna dengan logika bagaimana kedua orang tuanya membiarkan AR begitu saja menikmati rokok. Membiarkan disini bukan berarti tanpa usaha (memperbaiki). Kedua orang tua AR sudah berusaha tapi tidak bisa mencegah AR untuk berhenti merokok. Jika dicegah, AR akan marah dan berteriak-teriak sambil membenturkan kepalanya ke dinding. Berita ini pun santer terdengar hingga ke media di negara Inggris, dan negara lainnya yang seolah berlomba-lomba meliput kehidupan AR, dan memang Media Inggris, The Sun, turun ke lapangan mewawancarai Ibu dari AR beberapa waktu yang lalu.

(10)

Lalu, berita AR yang sudah tidak terdengar gaungnya lagi di tahun 2012 ini, karena AR sendiri yang dibantu oleh pihak dari KOMNASPA, sudah bisa meminimalisasikan dalam mengkonsumsi rokok hingga sampai tahap berhenti. Di tahun 2012 ini, fenomena yang sempat melanda AR kembali terjadi, dan sekarang menimpa seorang anak kecil juga yang kini berusia 8 tahun dengan inisial nama (HI) berasal dari daerah Karawang, Sukabumi, yang sudah menjadi perokok aktif sejak berumur 4 tahun dan menghabiskan dua sampai empat bungkus rokok setiap harinya. Tak bisa dibayangkan bukan bagaimana bisa selama 4 tahun keluarga HI tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk HI. Meskipun segala cara telah dilakukan oleh kedua orang tua HI untuk menghentikan kecanduan rokok anaknya, seperti berobat ke orang pintar (paranormal) sampai ke dokter. Sampai tidak memberikan uang jajan satu rupiah pun kepada HI. Namun, semua usaha itu seolah sia-sia saja karena HI masih tetap saja merokok. Meskipun tidak diberikan uang oleh kedua orang tuanya, HI menyiasatinya dengan sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir. Dan bisa ditebak dengan mudah, hasil kerja kerasnya menjadi tukang parkir dibelikan untuk apa. Ya, dibelikan untuk beberapa bungkus rokok dan mengkonsumsinya. Kabar baiknya, berita tentang HI ini segera ditindak lanjuti oleh KOMNASPA, dan melakukan karantina kepada HI di sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta. Melakukan karantina dalam artian disini adalah menghadirkan dunia anak-anak yang memang sudah seharusnya dirasakan oleh HI, dan bukan dunia dewasa yang selama ini dijalankannya selama 4 tahun belakangan ini. Dan memang, terhitung bulan April kemarin, HI sudah sembuh dari ketergantungan rokok.

Dari dua kasus diatas memang sudah semestinya sepenuhnya kesalahan tersebut tidak ditimpakan kepada kedua orang tua mereka, ataupun sanak keluarga yang tinggal satu rumah dengan AR dan HI. Mungkin yang menjadi pertanyaan orang-orang adalah “Kenapa tidak bisa bersikap tegas melarang anaknya merokok ?.” Mungkin saja orang tua AR dan HI sudah bersikap tegas, namun tegas dengan cara mereka masing-masing. Tapi cara tersebut nyatanya belum cukup untuk meredam keinginan anaknya terhadap rokok. Jika memang kesalahan ini mesti

(11)

sepenuhnya ditimpakan kepada mereka, maka ini tidak adil. Kenapa ?. Karena sejatinya kebiasaan buruk yang menimpa AR dan HI juga karena pengaruh lingkungan sekitar yang membuat keduanya menjadi tertarik dengan sebatang rokok dan lama-kelamaan mengkonsumsi hingga beberapa bungkus rokok, dan sampai menjadi perokok aktif.( Gambar 1,2,3 )

2.3 Orang Mulai Merokok

Rokok menjadi barang yang selalu laku terjual karena banyaknya orang yang mengkonsumsi rokok. WHO memperkirakan pada tahun 2030 kelak jumlah kematian akibat merokok di dunia mencapai 10 juta jiwa setiap tahunnya, dan akan didominasi oleh negara-negara berkembang. Selain itu kematian juga lebih banyak dialami oleh perokok berat.

Banyak faktor merokok yang mendorong seseorang mengkonsumsinya, diantaranya karena faktor lingkungan, kepribadian, ekonomis, dan tekanan sosial.

1. Faktor lingkungan

Banyak remaja mulai mengenal dan kemudian menjadi perokok pemula karena berawal dari rumah. Kebiasaan orang tua merokok ternyata memberi dampak bagi perilaku remaja untuk mencoba rokok. Dalam Journal of Consumer Affairs disebutkan bahwa orang tua perokok akan berpengaruh dalam mendorong anak mereka untuk menjadi perokok pemula di usia remaja. Diperkirakan faktor merokok ini akan meningkatkan kemungkinan merokok 1,5 kali pada anak lelaki dan 3,3 kali lebih besar pada anak perempuan.

Secara psikologis, toleransi orang tua terhadap asap rokok di rumah akan membentuk nilai bagi anak bahwa merokok adalah hal yang boleh-boleh saja dilakukan, dan mereka juga merasa bebas untuk merokok karena tidak ada sangsi moral yang diberikan oleh orang tua. Pada tahap selanjutnya, banyak penelitian membuktikan bahwa perokok pemula di usia remaja lebih dari setengahnya akan

(12)

lingkungan teman dan pergaulan juga memberi pengaruh besar terhadap remaja untuk menjadi perokok pemula. Banyak orang terdorong menjadi perokok pemula untuk menyesuaikan diri pada sebuah komunitas pergaulan, rokok membuat mereka merasa lebih diterima oleh banyak orang.

2. Faktor kepribadian

Secara kepribadian, kondisi mental yang sedang menurun seperti stres, gelisah, takut, kecewa, dan putus asa sering mendorong orang untuk menghisap asap rokok. Mereka merasa lebih tenang dan lebih mudah melewati masa-masa sulit setelah merokok. Memang tak bisa dipungkiri bahwa ada 2 hal dari rokok yang memberi efek tenang, yaitu nikotin dan isapan rokok. Dalam dosis yang tertentu, asupan nikotin akan merangsang peroduksi dopamine (hormon penenang) di otak, maka faktor merokok ini membuat seseorang akan merasa lebih tenang setelah menghisap rokok, tetapi ini hanya sesaat dan akan berbalik menjadi efek buruk bagi kesehatan secara permanen. Ditambahkan lagi, dari sebuah literatur disebutkan bahwa gerakan bibir menghisap dan menghembuskan lagi asap rokok memberi efek tenang secara psikis. Dianalogikan bahwa gerakan ini seperti pada gerak refleks seseorang saat menghela nafas untuk menenangkan dirinya saat menghadapi masalah.

3. Faktor ekonomis dan tekanan sosial

Harga rokok yang sangat terjangkau juga membuat banyak perokok pemula merasa ringan untuk mencicipi rokok, begitu rokok menjadi bagian hidupnya maka ia akan terus membeli rokok dan menjadi perokok berat di kemudian hari. Kemudian tekanan sosial juga membuat banyak perokok pemula memliki pandangan bahwa rokok merupakan simbol laki-laki. Media masa merupakan sarana utama yang membentuk persepsi demikian. Bagaimana tidak, iklan rokok selalu digambarkan sebagai simbol lelaki sejati yang perkasa, jantan, tampan, glamour, dan kreatif. Ini menjadi daya pikat tersendiri baik bagi perokok pemula maupun perokok berat.

(13)

Sedangkan berdasarkan Sue Armstrong (1991: 25) : “Beberapa alasan mengapa orang dewasa itu merokok adalah karena mereka benar-benar menikmatinya sewaktu merokok, mereka menjadi ketagihan terhadap rokok sehingga tanpa adanya rokok hidupnya terasa hampa, mereka menjadi terbiasa untuk menghisap rokok agar dapat merasa santai,merokok telah menjadi suatu kebiasaan dan merokok merupakan penopangbermasyarakat.”Namun,

penjabaran yang diberikan Sue Armstrong ini pada umumnya bukanlah alasan orang untuk mulai merokok. Beberapa orang merasa terangsang jika merokok, namun ada pula yang merokok karena ingin tenang dan merasa terbebas dari rasa takut dan gelisah. Ada pula merokok karena ingin lebih akrab dengan teman – teman yang mengharuskan merokok dalam suatu kelompok.

2.4 Bahan berbahaya dalam Rokok( Gambar 4 )

Dari sekian banyak kandungan zat berbahaya dalam asap rokok di atas, tiga bahan pokok yang paling berbahaya begi kesehatan adalah nikotin, karbonmonoksida dan tar.

1. Nikotin

Menurut Jeanne Mandagi, (1996 :152) nikotin dalam jumlah kecil mempunyai pengaruh menenangkan, tetapi kadang – kadang bisa

meradang. Ditambahkan pula oleh Sue Armstrong (1991 : 7) bahwa nikotin merupakan bahan kimia yang tidak berwarna dan merupakan salah satu racun paling keras yang kita kenal. Kedua pendapat ini memberikan penjelasan tentang dampak nikotin pada tubuh dan karakterisiknya. Hal ini tentunya tergantung pada jumlah dan keadaan fisiologis serta psikologis orangnya. Dalam jumlah besar, nikotin sangat berbahaya, yaitu antara 20 mg sampai 50 mg nikotin dapat menyebabkan terhent inya pernapasan. Meghisap satu batang rokok berarti telah menghisap 2 – 3 mg

(14)

merokok, dengan menghisap 1 – 2 mg nikotin saja sudah menyebabkan mereka pusing, sakit kepala, mual dan muntah. Mereka berkeringat dan terasa sakit di daerah lambung. Nikotin menaikkan tekanan darah dan mempercep at denyut jantung hingga pekerjaan jantung menjadi lebih berat. Selanjutnya, nikotin juga menyebabkan ketagihan. (Jeanne Mandagi, 1996 :152). Seperti yang kita ketahui bahwa nikotin mempunyai pengaruh menenangkan.

Pendapat lain menambahkan, Hans Tjandra. “Merokok dan Kesehatan”.2003. http//:www.compas.co.id (19 Desember 2009 )) nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Oleh karena itu, semakin banyak rokok dihisap, semakin hebat jantung dipacu. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

2. KARBON MONOKSIDA

Karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak berbau sama sekali. Gas ini bisa kita jumpai pada asap yang dikeluarkan mobil. Karbon monoksida yang terkandung dalam rokok dapat mengikat dirinya pada HB darah dengan akibat oksigen tersingkir dan t idak dapat digunakan oleh tubuh ( padahal yang diperlukan tubuh adalah oksigen). Tanpa oksigen ini, baik otak maupun organ tubuh yang lain tidak dapat berfungsi. Seperti halnya mesin yang perlu udara untuk membakar bensin agar mesin tersebut bergerak, maka tubuh kita perlu oksigen untuk membakar makanan yang disimpan dalam jaringan tubuh untuk memberikan energi.

Selanjutnya, efek dari karbon monoksida adalah bahwa jaringan pembuluh darah akan menyempit dan mengeras sehingga akhirnya dapat

(15)

mengakibatkan peyumbatan.“Satu batang rokok yang dibakar mengandung 3 – 6 % karbon monoksida dan dalam darah kadarnya mencapai 5%. Pada orang yang bukan perokok, kadarnya adalah 1%. Perokok dengan kadar karbon monoksida 5% ke atas mendapat serangan 3 kali lipat dibanding dengan bukan perokok. Gabungan karbon monoksida dengan nikotin akan mempermudah para perokok menderita penyakit penyempitan dan

penutupan pembuluh darah dengan akibat – akibatnya”. (Jeanne Mandagi, 1996 :152). Seandainya saja para perokok mengetahui hal ini, tentunya mereka t idak akan memberikan kesempatan pada sebuah penyakit untuk dapat memasuki tubuhnya.

3. TAR

Lebih dari 2000 zat kimia baik berupa gas, maupun partikel padat terkandung dalam asap rokok. Diantara zat – zat tersebut ada yang mempunyai efek karsinogen. Tar adalah komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkan nikotin dan tetesan – tetesan cairannya. Sebatang rokok menghasilkan 10–30 mg tar. Cerutu dan rokok pipa justru menghasilkan tar yang lebih banyak. Tar merupakan kumpulan berbagai zat kimia yang berasal dari daun tembakau sendiri, maupun yang ditambahkan pada tembakau dalam proses pertanian dan industri sigaret serta bahan pembuat rokok lainnya. Jeanne Mandagi, (1996 :152). Oleh karena itu, kadar tar yang terkandung dalam rokok inilah yang

berhubungan dengan resiko timbulnya kanker karena tar mempunyai efek karsinogen.

2.5 Menetralisir Asap Rokok

Untuk dapat menetralkan asap rokok dari dalam tubuh anda terutama para perokok tulen, dibawah ini terdapat beberapa tips yang dapat anda lakukan, diantaranya :

(16)

1. Mengkonsumsi Seafood

Makanan yang kaya akan omega 3 dapat memperbaiki fungsi paru-paru. Makanan yang kaya omega 3 diantaranya adalah seafood. Seafood yang kaya omega 3 di antaranya : ikan salem (salmon), ikan teri, tuna sirip biru, tuna sirip kuning, ikan sarden, ikan forel (trout), kepiting, ikan kerapu (cod), kerang, lobsters, ikan nila, dan udang.

2. Mengkonsumsi Kedelai

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis. Flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok.

3. Mengkonsumsi Makanan Kaya Antioksidan

Brokoli, apel, serta sayur dan buah lainnya yang kaya antioksidan bisa membantu memperbaiki dan melindungi paru-paru Anda. Satu studi telah menunjukkan bahwa paru-paru orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 apel dalam seminggu berfungsi lebih baik dari paru-paru mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi apel.

4. Mengkonsumsi Jeruk Nipis

Air jeruk nipis mampu menurunkan kadar nikotin hingga 70,65. Namun air jeruk nipis disini hanya alat bantu untuk dapat berhenti merokok.

5. Mengkonsumsi Air Putih

Air putih akan membantu untuk mengeluarkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok.

6. Mengkonsumsi Omega 3

Pemberian makanan yang kaya akan omega-3 pada penderita penyakit gangguan paru-paru kronik (Chronic obstructive Pulmonary Diseases/COPD) dapat memperbaiki fungsi paru-paru penderita penyakit tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan serum, tingkat produksi lendir serta perbaikan gejala pada penderita COPD.

(17)

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari McEwen Centre for regenerative Medicine, University Health Network berhasil menggunakan terapi gen untuk memperbaiki paru-paru yang “rusak” sehingga digunakan untuk transplantasi kepada pasien yang membutuhkan.

Cara kerjanya, paru-paru donor ini akan disimpan dalam kondisi suhu tubuh normal dengan menempatkannya di sebuah kubah untuk memproteksi. Lalu, sistem perfusi paru Toronto XVIVO secara terus-menerus memompa cairan oksigen tanpa darah, protein, dan nutrisi kepada paru-paru yang “cacat” tersebut. Metode ini meniru kondisi paru pada umumnya sehingga sel-sel yang “cacat” bisa memperbaiki diri sendiri dan terciptalah sebuah paru-paru yang bagus dan bisa diaplikasikan sebagai donor. Setelah itu, dimasukkan gen IL-10 yang bisa menghalangi respons imunitas tubuh terhadap infeksi sehingga organ yang baru ditransplantasi tidak rusak.

8. 12 Jam Saja

Bagi pecandu rokok, menghentikan kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit. Namun ternyata, tubuh akan memperbaiki sistemnya ketika seseorang mulai berhenti merokok selama 12 jam. Perasaan buruk akan terasa di awal, namun pada saat itulah proses penyembuhan kerusakaan akibat rokok dimulai.

Karbon monoksida dan kandungan nikotin dalam tubuh akan hilang secara perlahan. Kandungan berbahaya tersebut akan hilang sama sekali dalam waktu 2-3 hari setelah berhenti merokok. Pada saat itu akan timbul perasaan tak tenang serta emosi yang tidak stabil. Rasa lapar , serta keletihan yang berlebihan bahkan kesulitan tidur pun terasa.Gejala tersebut menandakan bahwa tubuh sedang membersihkan sisa-sisa nikotin yang ada. Dalam 2-3 minggu sejak berhenti merokok sirkulasi tubuh akan mulai memperbaiki kerusakan pada paru-paru. Dalam jangka waktu 1-9 bulan, batuk-batuk dan nafas pendek akan menghilang. Paru-paru mulai bersih dan fungsinya kembali normal.

Gejala-gejala seperti depresi, frustasi, dan sakit kepala juga akan melanda pada awal proses penyembuhan. Namun hasilnya, Anda akan terbebas dari risiko kanker, jantung, kemandulan, dan kerusakan paru-paru. Dengan sedikit kesabaran

(18)

9. Tingkatkan Kapasitas

Angka harapan hidup kita secara langsung bergantung pada kapasitas paru-paru. Jika paru-paru tidak bekerja maksimal untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh, maka semua proses metabolisme akan rusak. Satu cara efektif meningkatkan kapasitas paru-paru adalah dengan memainkan instrumen seperti saksofon, terompet, peluit, bahkan recorder. Praktek selama 10-15 menit sehari akan memperbaiki paru-paru Anda.

10. Kelembaban

Mucus atau lendir sering menjadi penyebab batuk kronis. Dalam sistem pengobatan China, kelemahan pada diet dan sistem pencernaan diperkirakan sebagai penyebab langsung kelembaban dan lendir yang terakumulasi di paru-paru.

Pada banyak kasus, mengurangi serta membersihkan mucus dapat meredakan batuk. Mulailah dengan berhenti mengkonsumsi makanan yang memproduksi mucus seperti produk-produk susu (khususnya es krim), makanan dingin dan mentah, makanan manis yang mengandung pemanis buatan atau tepung olahan, serta minuman ringan.

11.Metode Akupuntur

Dalam sistim pengobatan China, akupuntur dilakukan secara teratur untuk mengatasi masalah paru–paru. Anda bisa menstimulus titik akupuntur yang sama pada tubuh Anda dengan teknik yang disebut “acupressure”.

Anda tidak harus menggunakan jarum untuk menstimulus tetapi juga bisa menggunakan jari Anda. Temukan titik akupuntur yang biasa disebut dengan cubit marsh. Bengkokkan lengan Anda di siku. Titik akupuntur berada pada liputan siku, pada bagian luar otot besar di tengah-tengah titik. Tekanlah bagian tersebut dengan menggunakan jempol sampai Anda merasa lebih baik. Tahan selama 2-3 menit. Lakukan pada lengan yang lain.

(19)

2.6 Bahaya Rokok terhadap Kesehatan

Merokok sudah merupakan hal yang biasa kita jumpai . Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan berpendidikan t inggi maupun berpendidikan rendah. Merokok sudah menjadi masalah yang kompleks yang menyangkut aspek psikologis dan gejala sosial. Merokok memang

mengganggu kesehatan. Kenyataan ini tidak dapat kita pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti akibat buruk dari merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kebiasaan merokok tidak hanya merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Asap rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya bagi kesehatan, merokok juga menimbulkan a kibat buruk di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan untuk berhent i merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia justru cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen

gas dan partikel. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon.

Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium. Hans Tjandra. “Merokok dan Kesehatan”. 2003.

http//:www.compas.co.id (19 Desember 2009 )) Berdasarkan penjelasan di atas, rokok dan asapnya mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Tidak hanya bagi perokok itu sendiri, tetapi juga bagi perokok pasif yang hanya ikut menghirup asapnya saja. Dilihat dari bahan – bahan yang berbahaya dalam rokok, nikotin dapat menaikkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung hingga pekerjaan jantung menjadi lebih

berat, karbon monoksida dapat menyingkirkan oksigen yang dibutuhkan tubuh dengan mengikat dirinya pada HB darah, dan tar memicu timbulnya kanker.

(20)

merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan- bahanini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung 3 kali lip at bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu. (Yudshist ira. “Penyuluhan Bahaya Rokok”. 2008. http//: yudhist irapanjaitan.blogspot.com (19 Desember 2009 )).

Dari pendapat ini kita tahu bahwa asap rokok mengandung komponen- komponen dan zat- zat yang berbahaya bagi tubuh. Banyaknya komponen tersebut tergantung pada tipe tembakau, temperatur pembakaran, panjang rokok, porositas kertas pembungkus, bumbu rokok serta ada tidaknya filter. Partikel dalam asap rokok dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik). Nikotin, karbon monoksida, dan bahan- bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam

pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.

Rokok merupakan faktor risiko untuk sekurang – kurangnya 25 jenis penyakit, diantaranya adalah kanker pundi kencing, kanker perut, kanker usus dan rahim, kanker mulut, kanker esophagus, kanker tekak, kanker pancreas, kanker payudara, kanker paru, penyakit saluran pernapasa kronik, strok, osteoporosis, jantung, kemandulan, putus haid awal, melahirkan bayi yang cacat, keguguran bayi, bronchit is, batuk, penyakit ulser peptic, emfisima, otot lemah, penyakit mulut, dan kerusakan mata. Diantaranya ak an dijelaskan sebagai berikut:

(21)

a. Penyakit Kanker Paru( Gambar 5 )

Terdapat hubungan yang erat antara kebiasaan merokok dengan kanker paru sebab penyebab utama dari penyakit ini adalah rokok. Bahkan Chaerunnisa. “Bahaya rokok bagi kesehatan paru”. 2008. http//:lifestyle.okezone.com yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru- paru. Oleh karena itu, kebiasaan merokok harus dihent ikan. Mengingat tidak adanya obat yang manjur untuk menyembuhkan kanker paru, tetapi obat – obatan dan oksigen yang diperlukan hanya untuk meringankan gejalanya saja

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru- paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru- paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli. Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru- paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru- paru,bronkit is kronis, dan asma. Terdapat pula hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama rokok, dengan t imbulnya kanker paru. Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Tar juga berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru pada perokok mencapai 10- 30kali lebih sering.

b. Penyakit Jantung Koroner

Banyak orang mengira bahwa kanker paru merupakan bahaya terbesar akibat merokok. Sesungguhnya, penyakit jantung koronerlah yang jauh lebih berbahaya. Menurut Hans Tjandra. “Merokok danKesehatan”.

(22)

telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO mel aporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama). Dengan demikian, merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung koroner tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit

jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer sebagaimana akibat yang dihasilkan karbon monoksida.

Efek rokok terhadap jantung dapat dijelaskan melalui efek kimia. Ada dua zat yang dianggap mempunyai efek yang besar yaitu CO ( Karbon Monoksida ) dan nikotin. Efek berkepanjangan dari karbon monoksida adalah bahwa jaringan pembuluh darah akan terganggu, menyempit dan mengeras sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan.

Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2- 4kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang dihisap. Faktorrisiko merokok bekerja sinergis dengan faktor- faktorlain, seperti hipertensi, kadarlemak atau gula

darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK. Perlu diketahui bahwa risiko kemati an akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapu ran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak

pembuluh darah perifer. Pembuluh darah yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.

c. Penyakit Stroke

Penyakit stroke merupakan penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko

(23)

stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Dalam penelit ian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata- rata dalam 8 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

d. Penyakit Mulut

Merokok terutama dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan kanker, baik kanker paru- paru, oesophagus, laring, dan rongga mulut. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produk- produk rokok yang dibakar dan dhiisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit. ( Gklinis.” Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut ”. 2004. http://info.gizi.net (20 Desember 2009)). Memang terdapat keterkaitan yang erat antara merokok dengan kesehatan mulut karena aktivitas merokok dimulai di mulut.Merokok juga dapat menimbulkan kelainan- kelainanrongga mulut misalnya pada lidah, gusi, mukosa mulut, gigi dan langit- langityang berupa stomatit is nikotina dan infeksi jamur.

PENGARUH MEROKOK TERHADAP LIDAH.

Pada perokok berat, merokok menyebabkan rangsangan pada papilafiliformis (tonjolan/juntai pada lidah bagian atas) sehingga

menjadi lebih panjang (hipertropi). Di sini hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris.

PENGARUH MEROKOK TERHADAP GUSI.

Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivit is atau gusi berdarah. Disamping itu hasil

(24)

pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit.

PENEBALAN MUKOSA ( SELAPUT LENDIR )

Merokok merupakan salah satu faktor penyebab Leukoplakia yaitu suatu bercak putih atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus . Hal ini bisa dijumpai pada usia 30- 70 tahun yang mayoritas penderitanya pria terutama yang perokok. Iritasi yang terus menerus dari hasil pembakaran tembakau menyebabkan penebalan pada jaringan mukosa mulut. Sebelum gejala klinis terlihat, iritasi dari asap tembakau ini menyerang sel- sel epitel mukosa sehingga aktivitasnya meningkat. Gejala ini baru terlihat bila aktivitas seluler bertambah dan epitel menjadi tebal, terutama tampak pada mukosa bukal (mukosa yang menghadap pipi) dan pada dasar mulut. Perubahan mukosa mulut terlihat sebagai bercak putih. Bercak putih tersebut mungkin disebabkan karena epitel yang tebal jenuh dengan saliva (air ludah).

Para ahli mengatakan bahwa leukoplakia merupakan lesi pra- ganasdi dalam mulut. Perubahan leukoplakia menjadi ganas 3- 6%.Kebiasaan merokok sangat mempengaruhi kesehatan mulut terutama perubahan mukosa (selaput lendir) ini. Kebanyakan, kanker di dalam mulut dimulai dengan perubahan mukosa. Perubahan ini tidak menimbulkan rasa sakit (lesi pra- ganas)sehingga tidak diperhatikan sampai keadaan menjadi lanjut. Oleh karena itu jika terdapat bercak putih, sedini mungkin datang ke dokter gigi. Biasakan memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali, meskipun tidak mengalami keluhan dan yang paling penting adalah kemauan yang keras untuk menghilangkan kebiasaan merokok, jika perlu konsultasi dengan dokter.

NODA ATAU STAIN KARENA TEMBAKAU.

Gigi dapat berubah warna karena tembakau. Pada mulanya noda ini dianggap disebabkan oleh nikotin, tetapi sebetulnya adalah hasil pembakaran tembakau yang berupa tar. Nikotin sendiri tidak berwarna dan mudah larut. Warna coklat terjadi pada perokok biasa, sedang warna hitam terjadi pada perokok yang menggunakan pipa .Noda- nodatersebut mudah dibersihkan karena hanya terdapat di dataran luar gigi. Tetapi pada orang yang merokok

(25)

selama hidupnya, noda tersebut dapat masuk ke lapisan email gigi bagian dalam dan sukar untuk dihilangkan.

e. Dampak Bagi Perokok Pasif

Sekarang ini kebanyakan perokok tahu bahwa merokok dapat menyebabkan beberapa penyakit berbahaya. Namun mereka biasanya masa bodoh terhadap hal itu dan menganggap bahwa merokok adalah urusan pribadi mereka, tetapi sebenarnya merokok bukan urusan pribadi . Asap rokok tidak hanya berpengaruh kepada perokok aktif, tetapi juga mengotori udara sekitar. Orang – orang yang bukan perokok, tetapi ikut menghirup udara yang tercemar asap rokok dinamakan perokok pasif ('passive smoking'). Perlu diketahui bahwa asap yang dihasilkan dan rokok yang mengepul ke udara luar ditambah dengn asap yang dihembuskan oleh perokok mengandung zat kimia yang lebih tinggi daripada yang dihisap oleh perokok sendiri yang labil. Mereka yang peka sebagai perokok pasif terutama adalah bayi dan anak–anak. Risiko yang akan diterima perokok pasif antara lain dapat mengalami kanker paru dan penyakit jantung, masalah pernapasan termasuk radang paru dan bronchitis, sakit mata, bersin, dan sakit kepala.

Di samping itu, perokok pasif juga mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap berbagai penyakit, 30 % penyakit jantung dan 25% kanker. Bagi ibu hamil yang merokok akan mengalami pengaruh buruk antara lain akan mengalami keguguran, pendarahan, bayi lahir prematur, bayi meninggal / meninggal setelah lahir, bayi lahir dengan berat badan rendah ( lebih rendah dari normal ) dan bayi sering sakit.

Penyakit- penyakit yang timbul akibat merokok selain mempengaruhi kesehatan, juga akan mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif. Dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikitbagi individu dan keluarga. Da

(26)

ri sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, dll.

2.7 Manfaat Merokok

Meskipun merokok berdampak buruk bagi kesehatan ternyata merokok ada manfaatnya bagi perokok karena dengan merokok mereka bisa menghindari kanker, penyakit jantung, emfisema dan sejenisnya. Mereka akan terlindung secara unik – untuk alasan yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan – terhadap beberapa penyakit.

Meskipun dalam jangka panjang merokok adalah tiket untuk kematian dini, di sini adalah lima kemungkinan keuntungan dari merokok:

1. Menurunkan risiko operasi penggantian lutut

Ketika perokok mungkin bangkrut karena membeli sebungkus rokok, mereka setidaknya bisa menghemat uang dengan menghindari operasi penggantian lutut. Hasil mengejutkan dari studi baru telah menunjukkan bahwa laki-laki merokok memiliki risiko lebih sedikit menjalani operasi penggantian total sendi dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.

2. Menurunkan risiko penyakit Parkinson

Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi hubungan terbalik luar biasa antara merokok dan penyakit Parkinson. Perokok jangka panjang yang entah bagaimana dilindungi dari Parkinson, dan itu bukan karena perokok meninggal.

3. Menurunkan resiko obesitas

Merokok khususnya, nikotin dalam asap tembakau merupakan penekan nafsu makan. Hal ini telah dikenal selama berabad-abad, melacak kembali ke budaya asli di Amerika pada era pra-Columbus. Perusahaan tembakau pada tahun 1920 memberi iming-iming pada wanita bahwa merokok akan membuat langsing.

(27)

4. Menurunkan risiko kematian setelah beberapa serangan jantung

Dibandingkan dengan non-perokok, perokok yang telah mengalami serangan jantung tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dan tanggapan yang lebih menguntungkan ke dua jenis terapi untuk menghilangkan plak dari arteri mereka: terapi fibrinolitik, yang pada dasarnya adalah obat, dan angioplasti, yang menghilangkan plak dengan memasukkan balon ke arteri.

5. Membantu obat jantung clopidogrel bekerja lebih baik

Clopidogrel adalah obat yang digunakan untuk menghambat penggumpalan darah bagi pasien yang menderita penyakit arteri koroner dan penyakit peredaran darah lainnya yang menyebabkan stroke dan serangan jantung. Merokok tampaknya membantu clopidogrel melakukan pekerjaan yang lebih baik.

2.8 Upaya Penanggulangan Bahaya Rokok

Kebiasan merokok memang sulit untuk dihent ikan. Sudah seharusnya upaya menghent ikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat. Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya. Tokoh- tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok. Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihent ikan. Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat- tempat umum, sekolah, kendaraan umum, tempat kerja, pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok, memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok. Iklim tidak

(28)

yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan mak mur. Adanya upaya prevensi dan mot ivasi untuk menghent ikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan

menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhent i atau t idak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/or angtua.

Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok ,

karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi- diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah- sekolah, televisi atau radio. Pesan- pesanyang disampaikan meliputi:

a. Meskipun orangtua Anda merokok, Anda t idak perlu harus meniru, karena Anda mempunyai akal untuk membuat keputusan sendiri.

b. Iklan- iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya Anda mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.

c. Anda tidak harus ikut merokok hanya karena teman- teman Anda merokok. Anda bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.

Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nant inya akan ditanggung t idak saja oleh diri sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain. Bagi mereka yang susah untuk menghent ikan kebiasaan merokok ini, kadang – kadang akan mengalami frustasi, mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi. Adanya jalan tengah untuk menyikapi hal ini memungkinkan mereka boleh merokok tiga sampai lima batang sehari, tetapi mereka harus sedapat mungkin mengendalikan faktor– faktor risiko lainnya. Mereka bisa ditolong dengan mengunyah permen bila dorongan untuk merokok timbul.

Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia.

(29)

Maksud utama dari Hari Bebas Tembakau ini adalah untuk mendorong para perokok secara sukarela berhenti merokok sebagai langkah awal untuk mengurangi atau berhenti sama sekali, menghimbau para penjual rokok untuk seca ra sukarela tidak menjual rokok selama sehari sebagai suatu tindakan demi kepent ingan dan kebaikan umum, menghimbau media massa terutama di negara – negara yang sedang bekembang untuk tidak memuat atau menyebarluaskan iklan rokok selama sehari demi kepentingan umum juga.

(30)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari uraian yang telah penulis sampaikan, dapat ditarik kesimpulan

bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia hanya untuk mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif dan sebagainya. Banyak penyakit yang muncul akibat dari rokok dan kebiasaan merokok. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sebagian dari penyakit ini, tetapi obat yang ada hanya untuk meringankan gejalanya saja. Oleh karena itu, terdapat upaya untuk penanggulangan bahaya rokok ini antara lain dengan upaya penerangan dan penyuluhan khususnya bagi generasi muda, upaya prevensi dan mot ivasi untuk menghent ikan kebiasaan merokok, dan menguyah permen bagi perokok yang susah mengent ikan kebiasaan merokoknya.

3.2 Saran

Kita telah mengetahui bagaimana dampak apabila seeorang itu

merokok. Jika seseorang menawarkan rokok, maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok karena mereka hanya ingin menambah koleksi penyakit yang ada dalam tubuh. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikut – ikutan merokok, karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras, mereka sebenarnya ingin berhenti merokok. Beruntunglah bagi orang yang belum merokok karena mereka termasuk pintar dan sangat mencintai kesehatan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :