• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip dasar pembentukan Badan Promosi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prinsip dasar pembentukan Badan Promosi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP PENYELENGGARAAN KEPARIWISATAAN

Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya daerah;

Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya dan

kearifan lokal;

Memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakat, keahlian,

kesetaraan dan proporsionalitas;

Memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup;Memberdayakan masyarakat setempat;

Menjamin keterpaduan antar sektor, antar daerah, antar pusat

dan daerah yang merupakan satu kesatuan sistemik dalam kerangka otonomi daerah, serta keterpaduan antar pemangku kepentingan.

Mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan

(2)

Pembangunan kepariwisataan di

daerah meliputi :

Industri pariwisata ;

Destinasi pariwisata ;

Pemasaran ; dan

(3)

Usaha pariwisata di daerah

meliputi :

Daya tarik wisata;Kawasan pariwisata;Jasa transportasi wisata;Jasa perjalanan wisata;

Jasa makanan dan minuman; Penyediaan akomodasi;

Penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi;

Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan

pameran;

Jasa informasi pariwisata;Jasa konsultan pariwisata;Jasa pramuwisata;

(4)

Struktur organisasi Badan

Promosi Pariwisata Daerah terdiri

atas 2 (dua) unsur, yaitu :

(5)

Unsur penentu kebijakan Badan

Promosi Pariwisata Daerah berjumlah

9 (sembilan) orang anggota terdiri

atas :

Wakil asosiasi kepariwisataan 4 (empat)

orang;

Wakil asosiasi profesi 2 (dua) orang;

Wakil asosiasi penerbangan 1 (satu)

orang;

(6)

Unsur penentu kebijakan Badan

Promosi Pariwisata Daerah:

Keanggotaan unsur penentu kebijakan Badan

Promosi Pariwisata Daerah ditetapkan dengan

Keputusan Gubernur untuk masa tugas paling lama

4 (empat) tahun.

Unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata

Daerah dipimpin oleh seorang ketua dan seorang

wakil ketua yang dibantu oleh seorang sekretaris

yang dipilih dari dan oleh anggota.

Unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata

(7)

Unsur pelaksana Badan Promosi

Pariwisata Daerah :

Unsur pelaksana Badan Promosi Pariwisata Daerah

dipimpin oleh seorang direktur eksekutif dengan

dibantu oleh beberapa direktur sesuai dengan

kebutuhan.

Unsur pelaksana Badan Promosi Pariwisata Daerah

wajib menyusun tata kerja dan rencana

kerja.

Masa kerja unsur pelaksana Badan Promosi Pariwisata

(8)

Badan Promosi Pariwisata Daerah

mempunyai tugas :

Meningkatkan citra kepariwisataan Indonesia;

Meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan

penerimaan devisa;

Meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan

pembelanjaan;

Menggalang pendanaan dari sumber selain Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

Melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha

(9)

Badan Promosi Pariwisata Daerah

mempunyai fungsi sebagai :

Koordinator promosi pariwisata yang

dilakukan dunia usaha di pusat dan

daerah;

Mitra kerja Pemerintah dan Pemerintah

(10)

Sumber pembiayaan Badan Promosi

Pariwisata Daerah berasal dari:

Pemangku kepentingan; dan

Sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat sesuai

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bantuan dana yang bersumber dari Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah bersifat hibah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengelolaan dana yang bersumber dari non-Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara dan non-Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah wajib diaudit oleh akuntan publik dan diumumkan kepada

(11)

GABUNGAN INDUSTRI PARIWISATA

Untuk mendukung pengembangan

dunia usaha pariwisata yang

(12)

Keanggotaan Gabungan Industri

Pariwisata

Pengusaha pariwisata;

Asosiasi usaha pariwisata;

Asosiasi profesi;

Asosiasi lain yang terkait

(13)

Maksud dari Gabungan Industri

Pariwisata

Sebagai mitra kerja Pemerintah

Daerah serta wadah komunikasi

dan konsultasi para anggotanya

dalam penyelenggaraan dan

(14)

Sifat Gabungan Industri Pariwisata

Bersifat mandiri dan dalam

(15)

Gabungan Industri Pariwisata

melakukan kegiatan antara lain

Menyalurkan aspirasi serta memelihara kerukunan dan

kepentingan anggota dalam rangka keikutsertaannya dalam pembangunan bidang kepariwisataan;

Meningkatkan hubungan dan kerja sama antara

pengusaha pariwisata dengan pengusaha pariwisata di daerah lain dan pengusaha pariwisata luar negeri untuk kepentingan pembangunan kepariwisataan;

Mencegah persaingan usaha yang tidak sehat di bidang

pariwisata;

Menyelenggarakan pusat informasi usaha dan

Referensi

Dokumen terkait

Dari data pada tabel 6 dapat diketahui bahwa tingat aktivitas belajar peserta didik kelas III Sekolah Dasar Negeri 14 Beberuk Kapuas Hulu dalam pembelajaran IPA

Peningkatan PBB dan rasio efisiensi protein (REP) hanya seminggu setelah pemberian KTK sapi dalam ransum (umur 15-21 hari) mengindikasikan bahwa peningkatan kadar dan aktivitas

Tujuan Penelitian: Mengetahui apakah ada hubungan antara frekuensi mengakses media audio visual DVD/VCD porno dengan perilaku seksual remaja di SMAN 1 Depok

Gridhi, Ketut Wirta, 1990, “Sikap Masyarakat Bali Terhadap Kemungkinan Terwujudnya Sistem Hukum Waris Bilatral Individual”, Laporan Penelitian, Facultas Hukum Universitas

Kedua, Penelitian ini sangat strategis untuk mengungkap model toleransi antar umat beragama yang dibangun dan dikembangkan oleh masyarakat yang berbeda agama

Hasil penenlitian menunjukkan 49% mahasiswa dapat mengakses pembelajaran dengan baik, 74,96% mahaiswa mampu belajar secara mandiri, 48,61% mahasiswa menyatakan

Pencatatan Saham Tambahan tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 Januari 2017 sebanyak 595.831.944 lembar saham *) On 16th December 2016 the

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan identifikasi nilai piksel sepanjang garis pantai di Teluk Genteng menggunakan Citra Landsat 4-5 TM adalah sebagai berikut: pola sebaran nilai