BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Buku adalah jendela dunia. Dengan adanya buku kita mampu mendapatkan banyak informasi yang dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan dalam segala bidang. Ada begitu banyak Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) yang memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau perseorangan yang mendirikan TBM sebagai bagian layanan dalam memenuhi minat baca masyarakat serta untuk membelajarkan masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan bacaan yang saat ini belum sepenuhnya optimal.
Tujuan dibentuknya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini selain dapat menumbuhkan masyarakat gemar membaca, juga mereka dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menjadi media rekreasi pendidikan bagi masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat lain dari adanya Taman Bacaan Masyarakat sebagai media pembelajaran yang murah, manfaat dan dan menarik, terutama bagi warga belajar yang masih buta aksara dan yang telah selesai mengikuti program pemberantasan buta huruf didalam membantu pelestarian hasil belajarnya. Namun, buku menjadi berkurang kebermanfaatannya bila hanya menjadi pajangan saja.
Desa Petir merupakan salah satu desa di Kalibagor Kabupaten Banyumas. Budaya membaca masyarakat di desa Petir pada umumnya masih perlu ditingkatkan. Taman Bacaan Masyarakat Harapan Bangsa yang terletak di Jalan Kalianja No. 10 hadir untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat akan akses informasi yang mereka butuhkan. Sebab bagaimana minat baca masyarakat akan tumbuh dan budaya baca akan tercipta apabila masyarakat tidak mendapat yang mereka butuhkan di TBM. Tantangan tersebut membuat TBM Harapan Bangsa selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik. Agar pelayanan maksimal perlu adanya upaya-upaya peningkatan kualitas. Salah satu strateginya yaitu dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakatnya.
Pelatihan-pelatihan yang dilakukan di TBM Harapan Bangsa antara lain: pelatihan kerajinan tangan untuk ibu rumah tangga dan anak-anak, pembuatan pupuk kompos, pelatihan bahasa untuk anak-anak. Dengan adanya pelatihan, diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
B. Permasalahan
Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut, permasalahan yang dibahas dalam karya nyata ini sebagai berikut.
1) Bagaimana implementasi strategi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM?
2) Bagaimana hasil atau dampak dari Implementasi strategi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM ?
3) Apa kendala yang dihadapi pada tahapan implementasi strategi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM?
4) Apa faktor pendukung strategi dari pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM?
C. Tujuan
Tujuan penulisan karya nyata ini sebagai berikut.
2) Mendeskripsi hasil atau dampak dari implementasi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM.
3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM.
4) Mengetahui faktor pendukung strategi pembinaan pelatihan dalam Pengelolaan TBM.
D. Strategi Pemecahan Masalah
TBM merupakan wadah untuk mentransfer ilmu pengetahun, keterampilan dan keahlian kreatif guna membangun masyarakat yang terampil, berpengetahuan dan produktif. Selain itu, TBM merupakan tempat untuk memberikan pelatihan untuk menstimulasi minat dan bakat individu serta masyarakat. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan diperlukan strategi pengelolaan. Adapun strategi tersebut adalah “pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di TBM”.
Dari uraian permasalahan tersebut, penulis menyusun strategi pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam peningkatan minat baca masyarakat. Deskripsi dari strategi adalah sebagai berikut:
1. Pemberdayaan
termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan.
2. Pemberdayaan masyarakat
pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya yang harus diikuti dengan tetap memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Dalam rangka itu pula diperlukan langkah-langkah yang lebih positif selain dari menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input) serta membuka akses kepada berbagai peluang (upportunities) yang nantinya dapat membuat masyarakat menjadi semakin berdaya.
3. Pelatihan
Pelatihan merupakan pemberian ilmu pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat untuk memberikan keuntungan bagi masyarakat itu sendiri.
4. Minat baca
Minat baca merupakan kegemaran seseorang atau masyarakat atau daya tarik seseorang pada membaca yang dapat ditumbuhkan oleh orang itu sendiri atau oleh lingkungan.
5. Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah suatu lembaga/tempat melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan bahan pustaka lainnya.
umumnya tetapi juga menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan yang ada di TBM. Adapun pembinaan pelatihan yang sudah diterapkan oleh TBM Harapan Bangsa diantaranya adalah :
1. Pelatihan keterampilan dari kain flanel untuk ibu rumah tangga
2. Pelatihan membuat kerajinan dari barang bekas untuk ibu rumah tangga dan anak-anak
BAB II PEMBAHASAN
A. Prosedur Kegiatan
1. Profil TBM Harapan Bangsa
Taman Bacaan Masyarakat Harapan Bangsa didirikan pada tanggal 1 April 2011 bagian kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Bangsa yang beralamat di Jalan Kalianja No. 10 Petir, Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Gedung TBM merupakan bangunan dengan luas 400 m2, menyatu dengan lembaga PKBM Harapan Bangsa,
dengan menempati ruangan seluas 30 m2. Visi dan Misi TBM Ar-Rosyid
a. Visi :
Menjadi wadah dalam upaya menstransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan guna membangun masyarakat desa.
b. Misi :
1) Meningkatkan minat baca dan belajar masyarakat
2) Penyelenggara program pembinaan pelatihan untuk menstimulasi minat dan bakat individu serta masyarakat.
Anggota TBM Harapan Bangsa merupakan semua kalangan yaitu umum, warga belajar, tutor / pengajar, dan wali murid. Waktu pelayanan TBM adalah hari minggu mulai pukul 08.00- 14.00 WIB.
2. Prosedur implementasi strategi pembinaan pelatihan
Implementasi Strategi pembinaan pelatihan yang dilaksanakan di TBM Harapan Bangsa diawali dengan tahapan identifikasi aspek-aspek Keadaan yang ada dan melihat aspek-aspek Keadaan seharusnya sehingga dapat diketahui aspek-aspek yang masih ada kesenjangan, dan aspek yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga dapat ditetapkan langkah pemenuhan kesenjangan tersebut. Hal-hal yang perlu diidentifikasi antara lain adalah jumlah pengunjung, jumalah peminjam buku di TBM serta keadaan TBM. Implementasi pembinaan pelatihan dilakukan melalui 3 tahap yaitu:
Pada tahap ini hal yang kami lakukan antara lain mengulas kegiatan yang ada serta menyampaikan keadaan TBM pada waktu itu. Perancangan program kegiatan mendatang yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Berikut merupakan grafik pengunjung di TBM Harapan Bangsa.
januari-maret; 50 april-juni; 50
juli-september; 70
oktober-desember; 60
Gambar 2.1 keadaan TBM sebelum pelatihan
Hal ini terjadi karena kurangnya kegiatan penunjang bagi masyarakat untuk mengunjungi TBM. Oleh karena itu, kami merancang program-program pelatihan bagi setiap kalangan masyarakat untuk memotivasi masyarakat gemar membaca melalui adanya TBM. Ada beberapa pelatihan yang dilaksanakan di TBM seperti, pelatihan keterampilan dari kain flanel untuk ibu-ibu dan anak-anak, pembuatan pupuk kompos untuk umum, serta pilaksanakan di TBM seperti, pelatihan keterampilan dari kain flanel dan barang bekas untuk ibu-ibu dan anak-anak, pembuatan pupuk kompos untuk umum, serta pelatihan bahasa inggris untuk anak-anak.
Meskipun masyarakat luas sudah tidak asing lagi dengan kerajinan kain flanel, tetapi bagi masyarakat desa Petir tidak demikian. Hal ini masih asing bagi mereka, oleh karena itu kami melaelaksanakan pelatihan pembuatan keterampilan dari kain flanel.
membantu warga mengatasi masalah yang ada dengan mengadakan peBangsa hadir untuk membantu warga mengatasi masalah yang ada dengan mengadakan pembinaan mengenai sampah dan pembuatan pupuk organik dari sampah.
Sekarang ini, perkembangan teknologi sudah semakin maju, bahkan anak-anak sudah memiliki smartphone mereka sendiri, mereka mampu berkomunikasi dengan siapapun di dunia maya. Tetapi pada kehidupan sehari-hari mereka mempunyai kendala tersendiri. Karena itu kami mengadakan kegiatan pelatihan bahasa pada anak, terutama anak usia sekolah dasar. Selain itu, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris karena mereka menganggap bahwa bahasa inggris itu sulit, terlebih lagi bahasa lain seperti bahasa jawa serta Indonesia sudah mereka pelajari di rumah maupun sekolah namun tidak dengan bahasa inggris karena disekolah, anak-anak belum mendapatkan pembelajaran bahasa inggris yang maksimal.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan langkah selanjutnya setelah perencanaan kegiatan. Sebelum melaksanakan kegiatan pelatihan, kami mengecek kelengkapan yang dibutuhkan di TBM.
Pelatihan yang pertama dilakukan adalah pelatihan pembuatan kerajinan dari kain flannel dan barang bekas untuk ibu rumah tangga dan anak-anak. Deskripsi pelatihan ini seperti berikut:
1) Pelatihan diadakan setiap minggu dan boleh dibawa pulang. 2) Bahan dasar di dapat dari pengelola maupun warga
3) Sebelum memulai pelatihan pengelola atau anggota TBM yang lain memberikan pengarahan dan contoh kemudian untuk memudahkan masyarakat kami memberikan print out dari materi yang sedang dibuat. Tujuannya adalah agar masyarakat datang bukan hanya untuk kegiatan pelatihan tetapi juga untuk membaca.
4) Materi pembuatan keterampilan bukan hanya dari pengelola tetapi juga dari masyarakat.
5) Kegiatan pelatihan ini bukan hanya dilakukan di TBM tetapi bisa dirumah pengelola maupun warga.
c. d.
Selain pembuatan bros, masyarakat juga dibekali pelatihan pembuatan piring dari bagian atas gelas minuman, bunga dari plastic, dan hiasan bunga dari gelas agar-agar.
Gambar
2.4 pembuatan bunga dari gelas agar-agar dan benang wol.
Gambar 2.5 pembuatan keterampilan oleh anak-anak
gambar 2.6 pengunjung TBM
Pelatihan yang selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pupuk kompos bagi warga rt 04/03. Kami bekerjasama dengan pemuda dan ketua RT setempat untuk pelaksanakan program ini. Implementasi program pembuatan pupuk organic antara lain:
1) Warga diberi pengarahan tentang pembuatan pupuk sampah organic.
3) Setiap 3 kepala keluarga mendapat 1 tong besar sampah untuk menampung sampah organic mereka.
4) Dalam satu Rukun Tetangga di sediakan 1 botol pupuk EM4 untuk pengomposan.
5) Hasil pupuk organic dapat diambil dalam bentuk cair setelah 1 minggu. Satu botol hasil pupuk organic harus dicampur 5 botol air untuk dapat digunakan pada tanaman.
Selain pelatihan diatas, TBM Harapan Bangsa juga mengadakan pelatihan bahasa inggris untuk anak-anak. Pelatihan bahasa inggris ini diselenggarakan setiap minggu di TBM Harapan Bangsa. Setiap anggota TBM anak-anak di usia sekolah dasar memiliki kartu vocabulary untuk menghafal kata bahasa inggris. Implementasi pelatihan bahasa inggris untuk anak adalah sebagai berikut:
1) Setiap anak mendapat kartu hafalan vocabulary
2) Setiap minggu anak-anak diminta menghapalkan 2 kata bahasa inggris dan membuat 1 kalimat dari salah satu kata tersebut. 3) Anak yang dapat menghafal dan membuat kalimat dengan baik
akan mendapat kata tambahan sedangkan yang belum mampu menghafal dapat latihan dan mengulangnya kembali.
Selain menghafalkan kata anak juga dilatih untuk bercakap-cakap dengan bahasa inggris. Hal ini dilakukan untuk melatih anak berkomunikasi dengan bahasa inggris dan melatih mereka untuk lebih percaya diri dalam berbicara dengan bahasa inggris.
Taman Bacaan
Masyarakat merupakan tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan serta keterampilan kepada setiap kalangan masyarakat. Baik untuk kalangan kepala keluarga, ibu rumah tangga maupun anak-anak. Namun, minimnya bahan bacaan yang ada di TBM untuk semua kalangan membuat tidak semua kalangan masyarakat mengunjungi TBM karena tidak menemukan bahan bacaan yang mereka cari. Karena itu, pengelola membuat bahan bacaan sendiri seperti bahan bacaan pembuatan tempe, pembuatan pupuk organic dari EM4, serta tutorial pembuatan keterampilan yang didapatdari internet untukditambahkan pada daftar bacaan di TBM.
Cara membuat bros bunga:
1. Siapkan guntingan kain flannel berbentuk lingkaran sebanyak 5 lembar.
2. Tekuk kalin menjadi setengah lingkaran dan beri lem pada bagian tengah dan bentuk seperti semprong. Buat bentuk semprong sebayak 4 buah.
3. Tempelkan ke 4 semprong tersebut pada kain yang lain. Tempelkan juga manic-manik pada bagian tengah bunga tersebut dengan lem
Bros kupu-kupu
1. Siapkan potongan kain flannel 2 buah sama besar dan panjang. Gulung tiap kain flannel tersebut.
2. Siapkan 2 potongan kain flannel yang sama tetapi lebih kecil dari kain pertama. Kemudian gulung
3. Tempelkan dua gulungan yang berbeda dengan lem, begitu juga gulungan yang lain.
4. Ambil hiasan putik bunga dan rekatkan dengan kain flannel.
5. Tempelkan semua gulungan pada putik yang digunakan sebagai kepala kupu dengan lem.
c. Evaluasi
Setiap kegiatan yang telah dilakukan, perlu adanya evaluasi untuk menilai proses yang terjadi selama pelatihan serta hasil yang telah dicapai dari pelatihan yang telah dilakukan. Evaluasi program yang telah dilakukan antara lain:
1) Pelatihan keterampilan membuat kerajinan
Pelatihan ini sangat diminati oleh masyarakat khususnya para ibu rumah tangga. Setelah melakukan beberapa pelatihan dengan bimbingan dari pengelola maupun anggota lainnya masyarakat telah mampu membuat kerajinan dengan mandiri. Pengelola hanya menyediakan bahan kerajinan dan materi pembelajarannya. Beberapa dari mereka membuat kerajinan tersebut dirumah.
2) Pelatihan pembuatan pupuk kompos
Beberapa warga sangat antusias dengan program pembuatan pupuk kompos, namun beberapa tidak. Karena tidak semua warga mau memisahkan sampah organic dan non-organik, tidak semua warga mampu melawan polusi udara dari bau yang dihasilkan dari sampah dan hasil pupuk organic. Cara membuat bros lebah:
1. Siapkan 2 guntingan kain flannel berbeda warna. Tempelkan keduanya dan gulung untuk menjadi badan dari lebah
2. Siapkan 1 warna kain flannel dan gulung untuk menjadi kepala
3. Tempelkan badan dan kepalanya dengan lem tembak.
4. Beri sayap pada bagian belakang lebah dan tempelkan.
5. Beri mata pada kepala lebah
Pengelola masih harus memberikan pengarahan pada masyarakat agar mau melanjutkan program tersebut.
3) Pelatihan bahasa inggris untuk anak
Anak-anak sangat antusias belajar bahasa inggris dan bagaimana cara mengucapkan kata ataupun kalimat dalam bahasa inggris. Pengelola perlu melakukan peningkatakan dalam program ini.
4) Pembuatan materi pembelajaran
Perlu banyak referensi materi dan tenaga untuk program ini karena banyak hal yang dibutuhkan masyarakat tetapi materi yang ada di TBM masih kurang.
B. Hasil Kegiatan
Hasil kegiatan merupakan bagian setelah adanya pemenuhan terhadap kesenjangan antara keadaan yang ada dengan yang seharusnya atau pemenuhan peningkatan keadaan yang ada. Hasil yang diperoleh dari Implementasi Strategi pembinaan pelatihan, terdapat berbagai peningkatan seperti:
1. Jumlah buku bertambah
Adanya bantuan buku dari masyarakat sekitar, penerbit dan kemitraan lainnya, dapat menambah koleksi buku yang dimiliki oleh TBM Harapan Bangsa. Hal ini dapat meningkatkan layanan di TBM Harapan Bangsa karena jenis buku yang disajikan lebih bervariatif. Selain itu, ada berbagai hasil materi yang telah dibuat, baik pengelola maupun dari masyarakat.
2. Meningkatnya jumlah pengunjung di TBM
januari-maret; 125 april-juni; 137
juli-september; 155 oktober-desember; 160
jumlah pengunjung
Grafik 2.2 jumlah pengunjung setelah adanya pelatihan
januari; 160
februari ; 167
Grafik 2.3 jumlah pengunjung
3. Mudah mendapatkan informasi
Dengan bertambahnya kegiatan di TBM serta bertambahnya bahan bacaan bagi masyarakat, masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dari TBM terlebih lagi bagi mereka yang tidak dapat mendapatkan informasi dari smartphone.
4. Link bertambah luas
lain. Hal ini sangat membantu TBM Harapan Bangsa dalam penyebaran informasi mengenai kegiatan di TBM Harapan Bangsa.
5. Penyampaian informasi menjadi lebih mudah dan ringan
Informasi mengenai kegiatan PKBM Harapan Bangsa tidak harus melalui brosur yang cukup memakan waktu dan biaya untuk penyebarannya. Namun TBM Harapan Bangsa lebih mengoptimalkan penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat pada saat kegiatan berlangsung.
6. Kepercayaan masyarakat sekitar meningkat
Semakin bervariasnya kegiatan di TBM Harapan Bangsa juga berpengaruh pada meningkatnya kepercayaan masyarakat sekitar untuk terlibat di kegiatan TBM Harapan Bangsa.
7. Kemampuan bahasa anak meningkat
Pelatihan bahasa inggris ditujukan untuk membantu anak-anak untuk berbicara dengan bahasa inggris. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pandangan anak bahwa bahasa inggris itu sulit dengan cara pembelajaran yang berbeda dan menyenangkan bagi anak karenaanak praktek berbicara terlebih dahulu. Dengan pelatihan bahasa ini anak-anak lebih santai dalam belajar bahasa dengan cara yang berbeda dan lebih menyenangkan.
C. Dampak Kegiatan
Implementasi strategi pembinaan pelatihan membawa dampak sebagai berikut.
1. Semakin meningkat eksistensi TBM Harapan Bangsa di kalangan masyarakat.
2. Para anggota TBM semakin bersemangat untuk mencari pelatihan-pelatihan baru serta pembuatan bahan materi pembelajaran.
3. Meningkatkan semangat dan kelancaran kerja bagi pengelola TBM.
maupun informasi yang dibutuhkan masyarakat.
5. Anak-anak mempunyai ketertarikan tersendiri pada bahasa inggris.
6. Proses pembelajaran semakin lancar dan nyaman baik untuk warga belajar maupun masyarakat padaumumnya.
gambar 2.8 pembelajaran yang dilakukan di TBM bagi warga belajar
gambar 2.9
pembelajaran di TBM bagi anak-anak
D. Kendala yang dihadapi
Kendala / hambatan yang dialami saat melaksanakan strategi
1. Kesadaran masyarakat untuk pembuatan pupuk masih kurang.
2. Proses pembuatan materi untuk bahan bacaan di TBM belum berkelanjutan.
E. Faktor Pendukung
Adapun yang menjadi faktor pendukung dalam kemajuan perkembangan Taman Baca Masyarakat (TBM) Harapan Bangsa diantaranya adalah :
Kemampuan yang dimilki oleh pengelola dalam menyusun bahan bacaan dapat mendukung perkembangan dan kemajuan lembaga dimana ia bernaung.
2. Sarpras yang dimiliki
Sarana prasarana yang dimilki TBM Harapan Bangsa antara lain rak buku, meja/kursi pengelola, computer, printer, karpet/tikar, etalse, administrasi berupa buku kas, buku induk buku, buku peminjaman pustaka, buku tamu, dan buku induk anggota.
3. Koleksi
Koleksi suatu Taman Bacaan Masyarakat adalah tidak terletak dalam banyaknya jumlah bahan pustaka atau jenis terbitan lainnya melainkan ditekankan kepada kualitas koleksinya, agar dapat mendukung jasa penyebaran informasi. Koleksi bacaan yang dimilki meliputi jenis buku non fiksi, buku fiksi, buku keterampilan, buku agama, buku sastra, buku tokoh, buku pelajaran, majalah, dan lain-lain.
4. Lokasi
Lokasi TBM Harapan Bangsa yang berada di tepi jalan besar sehingga akses transportasi lebih mudah ditemui dan memungkinkan semua warga masyarakat untuk datang mengunjungi TBM.
F. Alternatif Pengembangan
Upaya pengembangan TBM Harapan Bangsa dilakukan dengan beragam kegiatan karya nyata, yaitu :
1. Broadcast untuk penyebaran informasi kegiatan program kegiatan di TBM Harapan Bangsa. Kegiatan ini kami lakukan dengan pendekatan hati ke hati kepada masyarakat sekitar.
2. Merancang proposal untuk meninta bantuan buku dari penerbit.
3. Rancangan design ruangan TBM Harapan Bangsa yang baru
4. Pengunaan LCD proyektor di berbagai kegiatan pembelajaran dan koordinasi guru
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari implementasi Strartegi pembinaan pelatihan dapat disimpulan sebagai berikut.
Pertama, strategi pembinaan pelatihan adalah strategi yang digunakan untuk menuju ke Pengelolaan TBM yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Pelatihan yang bervariasi dapat meningkatkan jumlah pengunjung di TBM Harapan Bangsa.
Kedua, kendala yang dihadapi dalam implementasi Startegi pembinaan pelatihan, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan memisahkan sampah organic and non-organik dalam pembuatan pupuk organic dan pembuatan materi untuk bahan bacaan masih belum berkelanjutan.
Setelah melaksanakan strategi tersebut, hasil yang didapat antara lain jumlah buku bertambah, mencari informasi lebih mudah, link tambah luas, penyampaian informasi menjadi lebih mudah dan ringan, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekitar terhadap TBM Harapan Bangsa serta kemampuan bahasa inggris anak meningkat.
B. Rekomendasi/Saran
masyarakat melalui TBM. Untuk itu kami mengharapkan kerjasama dengan teman-teman TBM lain dan pemerintah terkait dalam hal :