Upaya Perguruan Tinggi (PT) dalam Meningkatkan Peran
Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi
dan Dana pensiun Dalam Era Pasar Bebas Asean 2015 (MEA)
Oleh: Untung Dwiharjo
Bab I
Pendahuluan
A. Latar belakang Masalah
oleh para manajer adalah keharusan untuk mengambil keputusan dalam kegiatan yang tidak menentu, dan seperti yang kita lihat adalah bahwa esensi dari statistik modern adalah pengembangan prinsip umum dalam menanggulangi faktor ketidakpastian ini secara bijaksana. Sedangkan aktuaria atau aktuarial adalah fungsi pada perusahaan asuransi yang menerapkan prinsip-prinsip matematika pada asuransi, termasuk mengkalkulasi/memperhitungkan daftar harga premi
serta memastikan kesehatan perusahaan dari segi keuangan (Sigma, 2011:197). Dengan demikian maka menunjukan bahwa para aktuaria mempergunakan perhitungan mtematika terutama statistik dalam melakukan pekerjaan dalam bidang asuransi dan dana pensiun di tempatnya bekerja. Maka dengan demikian tidak sembarang orang bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Karena ilmu yang memenuhi seorang aktuaria adalah statistik khusus tentang asuransi dan dana pensiun yang sepengetahuan penulis kurang di dalami di level sarjana bahkan mungkin pasca sarjana jurusan statistik di perguruan tinggi (PT) sekalipun.
B. Pertanyaan
Pertanyaan yang diajukan dalam makalah ini adalah:
1. Apa hambatan Perguruan Tinggi (PT) dalam Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana pensiun dalam era masyarakat Ekonomi Asean (MEA)?
2. Bagaimana Upaya Perguruan Tinggi (PT) dalam Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana pensiun dalam era masyarakat Ekonomi Asean (MEA)?
3. Kondisi Global yang bagaimana sehingga peran Perguruan Tinggi (PT) dalam meningkatkan peran statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi
c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup masalah yang di bahas dalam makalah ini adalah tentang Upaya
Perguruan Tinggi (PT) dalam Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana pensiun dalam era masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
d. Metodologi
Bab II
Pembahasan
A. Hambatan Peran PT
Berikut ini diuraikan hambatan hambatan yang dialami PT dalam Meningkatkan Peran Statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana pensiun pensiun Dalam Era Pasar Bebas Asean (MEA):
1. Kurangnya Jurusan Statistik & Aktuaria di PT
Diakui sekarang ini jurusan statistik dan Aktuaria adalah jurusan bagi sebagian besar mahasiswa pada umumnya adalah jurusan yang tidak banyak peminatnya. Dikarenakan mungkin ilmunya susah dan bagi sebagian orang prospek kerjanya kurang bagus. Setahu penulis PT di Indonesia memang banyak membuka jurusan stsitik sebagai ilmu dasar untuk menjadi aktuaria seperti IPB, ITB, UI dan ITS. Tetapi berdasarkan penelusuran penulis pada mahasiswa tingkat Pasca sarjana ITS jurusan statistik misalnya belum diajarkan secara khusus tentang materi yang membahas industri asuransi dan dana pensiun dalam materi kuliahnya. Ditambah lagi tidak semua universitas di Indonesia membuka jurusan statistik. Hal tersebut bisa dilihat misalnya pada data berikut:
No.WIL.Tk.Perguruan Tinggi
No.WIL.Tk.Perguruan Tinggi
Sumber: http://banpt.blogspot.com/2013/02/akreditasi-statistika-2013.html. diakses 13 April 2015
Sedangkan untuk aktuaria sepengetahuan penulis hanya Universitas Indonesia
(UI) yang mempunyai jurusan MM Aktuaria. Itupun jurusan yang sudah tutup selama 10 tahun, dan kini ada sebanyak 20 mahasiswa sebagai angkatan pertama jurusan tersebut, sebagaimana dikatakan Rhenald Kasali sebagai penggagas program studi tersebut (News.okezone.com). Memang ada jurusan S1, tetapi proses ujian untuk menamatkan status sebagai Fellow Society Of Akturies Of Indonesia (FSAI) membutuhkan waktu yang panjang .Hanya memiliki keahlihan menghitung (matematika) saja ternyata tidak cukup Padahal data dari PAI (perusahaan aktuaria indonesia) negeri ini membutuhkan 600-an aktuaria ( Kasali, dalam Sindo 31 Januari 2013). Sungguh kenyataan yang jauh dari harapan kita bersama.
2. Kurangnya sosialisasi ke Sekolah (calon Mahasiswa )
satu dosen MIPA di sebuah PTN terkenal mengatakan bahwa ia masuk ke MIPA setelah jurusan lainnya tidak diterima dan bukan pilihan pertama. Mungkin ini benar pada waktu beliaunya masuk kuliah beberapa puluh tahun yang lalu, tapi sekarang jurusan MIPA ( utamanya statistik dan matematika) sangat jadi primadona sekarang ini karena kebutuhan akan peran statitik dan aktuaria dalam merevitalisasi industri asuransi dan dana pensiun. Untuk itu diperlukan
peraubahan sosialisasi terutama jurusan bukan pada berbasis gengsi atau mentereng tapi pada kebutuhan pasar. Karena di masa datang kita akan menghadapi situasi yang menuntut perubahan jika kita tidak ingin tertinggal. Pemberlakuan Masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada akhir Desember 2015 menuntut perubahan perilaku masyarakat utamanya dalam sosialiasi jurusan kepada para calon mahasiswa di sekolah. Karena sosialisasi ke sekolah harusnya menyadarkan perlunya menyesuaikan dengan tata kehidupan baru yang penuh persaingan, etika global, dan perilaku unggul seperti disiplin, bekerja keras, mandiri dan juga nasionalisme (Suharto, krjogja.com). salah satu caranya dengan sosialisasi ke calon mahasiswa dengan memperkenalkan jurusan yang dibutuhkan pasar kerja saat ini seperti jurusan statistika dan aktuaria.
3, Kurangnya peminat jurusan Satistik dan aktuaria di PT
10 Perguruan Tinggi Negeri dan Jurusan Favorit Pilihan Siswa dalam SNMPTN 2014
Perincian peserta dan calon mahasiswa yang diterima pada PTN pilihan
pertama sebanyak 118.898 dan yang diterima pada PTN pilihan ke-2 sebanyak
6.506. Jadi, secara tidak langsung, hampir sebagian besar PTN
mempertimbangkan penempatan pilihan pertama yang memilih perguruan tinggi
negeri tersebut. Dari data di atas dapat dilihat bahwa pilihan mayoritas calon
mahasiswa PTN adalah jurusan manajemen dan akuntasi, bukan pada jurusan
statistik sebagai alat untuk memahami akatuaria pada dunia asuransi dan dana
pensiun. Padahal sebagaimana dikatakan Rhenal Kasali, seorang aktuaris yang
bekerja di sektor keuangan khusunya asuransi dan dana pensiun, untuk bisa
fisika atau juga ekonomi keuangan. Dengan begitu dibutuhkan membaca peta
ekonomi makro, statistik dan akuntansi ( Sindo, 31 Januari 2013)
4.Rendahnya Kesadaran Masyarakat terhadap pemtingnya asuransi dan
dana Pensiun.
Faktor ini terutama untuk masyarakat ekonomi lemah dalam memenuhi kebutuhan akan masa depannya kelak terutama di masa tuanya. Asuransi bagi
mereka apalagi dana pensiun adalah barang mewah bagi mereka.
B. Upaya Perguruan Tinggi (PT)
Sebagaimana diingatkan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M.Nuh mengingatkan kampus agar bersiap menghadapi era tersebut. Pertama, kata Nuh Perguruan Tinggi (PT) harus menyesuaikan standar mereka dengan standar yang di tetapkan MEA. Kedua, Jika sudah ada standar yang ditentukan, maka perguruan tinggi harus mengikuti standar tersebut dengan substansi internalnya. Ketiga, perguruan tinggi harus mengadakan review tentang pola kerjasama yang dilakukan. Bila hal tersebut tidak dijalankan, maka bisa jadi antarlembaga pendidikan tidak saling mengakui ( news. Okezone.com).
Maka dalam tulisan ini akan akan dijelaskan upaya Perguruan Tinggi di Indonesia dalam ranka berperan dalam meningkatkan peran statistik dan aktuaria untuk merevitalisasi industri asuransi dan dana pensiun dalam era ekonomi pasar bebas Asean (MEA) akhir 2015 nanti.
1. Memperbanyak Pasca Sarjana jurusan statistik dan Aktuaria.
Jurusan ini terutama di Tingkat pasca sarjana perlu ada kurikulum dan mata
berkecimpung di dunia asuransi dan dana pensiun. Terutama perlunya statistik kerugian (loss statistics) selain itu statistik pula diharapkan mengajarkan mata kuliah yang memuat cara menghitung besarnya premi, exposures, besarnya
claim serta menghitung besarnya resiko asuransi (misalnya; kematian) dan dana pensiun (Abas Salim, 1993). Disamping itu jurusan aktuaria juga perlu di
kloning ke Perguruan tinggi selain di MM UI. Dimana penulis mengusulkan agar universitas terbaik di indonesia misalnya UGM, IPB, ITB atau Unair Misalnya bisa meniru apa yang dilakukan oleh MM UI dengan menghidupkan kembali jurusan aktuaria sehingga masyarakat umum atau profesional yang ingin berkecimpung di dunia aktuaria banyak pilihan sehingga peran perguruan tinngi dalam dalam meningkatkan peran statistik dan aktuaria untuk merivatilisasi industri dan dana pensiun semakin kentara. Karena untuk seorang aktuaria profesional dibutuhkan keahlihan membaca ekonomi makro, statistik dan akuntansi. Apalagi kalau itu berkaitan dengan produk-produk asuransi yang resikonya harus diukur yang berbeda dari satu kasus ke kasus lainnya. Dalam asuransi jiwa misalnya, hal ini menjadi lebih kompleks karena berhubungan dengan tradisi menjaga kesehatan, dan demografi. Dan dalam kasus pengasuransian Indonesia, ada surat keputusan menteri keuangan (Nomor 426/KMK.06/2003) yang mewajibkan perusahaan asuransi jiwa untuk mengangkat aktuaris yang memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertifikasi oleh persatuan Aktuaris Indonesia ( PAI). Dan diijinkan pula pemegang sertifikasi dari asosiasi sejenis luar negeri yang terdaftar sebagai anggota penuh International Association of Actuaries (Rhenald Kasali, dalam Sindo 31 Januari 2013). Dari paparan diatas membuktikan bahwa kebutuhan
akan aktuaria khususnya semakin besar, maka tidak terelakan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan peran statistik dan aktuaria mutlak diperlukan.
2. Sosialisasi yang gencar terhadap prosek Jurusan statistik dan aktuaria kepada calon Mahasiswa.
Dimasa datang kita akan menghadapi situasi yang menuntut perubahan jika kita tidak ingin tertinggal dari bangsa lain. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 nanti menuntut perubahan perilaku masyarakat dan pemerintah dalam mengelola perekonomian. Salah satunya
adalah pendidikan yang seharsunya memberikan pencerahan bagi masyarakat untuk siap selalu menghadapi perubahan ( Suharto, dalam krjogja.com). Salah satunya adalah perlunya sosialisasi jurusan yang dimasa datang mendatangkan prospek yang cerah, kalau di masa sebelumnya jurusan konvensional sepeti ekonomi, Hukum atau Fisip banyak mendominasi. Kini ada jurusan yang sangat prospektif yaitu jurusan statistik dan aktuaria. Karena jurusan ini sesuai jaman globalisasi saat ini sangat dibutuhkan sebab memberikan jawaban terhadap masyarakat modern akan kebutuhan manajemen resiko salah satunya dengan menjamurnya perusahaan asuransi di mana didalamnya dibutuhkan ilmu statistik dan aktuaria.
C. Kondisi Global yang dihadapi PT di era MEA
Peran Perguruan Tinggi (PT) dalam meningkatkan peran statistik dan Aktuaria untuk Merevitalisasi Industri Asuransi dan Dana pensiun dalam era masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mutlak diperlukan karena kondisi global yang mengharuskan seperti itu. Berikut ini diutarakan beberapa kondisi global yang di hadapi oleh PT di Indonesia secara umum.
1. Ancaman tenaga kerja dan produk asing ke Indoensia.
Tidak lama lagi yaitu bulan Desember 2015 indonesia akan
statistika yang mampu berperan dan menandingi serbuan tenaga asing. Hal itu didukung dengan fakta dimana produk domestik bruto (PDB) negara Asean pada kurun waktu 2020 diperkirakan sebasar USD 3 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sebesar 5, 1 % maka akan mengundang tenaga asing untuk masuk ke Indonesia. Sebagaimana diketahui MEA adalah pembentukan masyarakat ekonomi
Asean 2015 implementasinya mengacu pada MEA blueprint. Pemberlakuan MEA tahun 2015 menyebabkan perdagangan bebas Asean di kawasan Asia Tenggara menjadi tanpa kendala. MEA sendiri merupakan wujud kesepakatan negara-negara Asia Tenggara dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi kawasan menjadikan Asean sebagai basis produksi bagi kurang lebih 500 juta penduduknya (majalah Humanitarian Initiative, Maret 2015, hal.15). Oleh karena itu tenaga asing khususnya yang berkeahlian ilmu aktuaria dan statistik akan masuk ke Indonesia, sehingga persaingan dalam bidang ini semakin ketat.
2. Masuknya Perguruan Tinggi asing ke Indonesia.
Dalam era MEA ini salah satu yang bebas masuk ke Indonesia adalah perguruan Tinggi. Sebelum era MEA akhir 2015 ini perguruan tinggi asing pun sudah mulai masuk ke Indonesia walaupun belum formal. Di beberapa daerah kota besar sudah ada beberapa beberapa sekolah asing berdiri. Nanti pada akhir 2015 hampir pasti PT asing akan berdiri di kota besar di Indonesia. Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya misalnya akan berdiri PT asing untuk menyelengarakan pendidikan tingginya tidak kecuali pada jurusan statistik dan aktuaria sehingga
3. Kemungkinan Pembukaan Jurusan statistik dan Aktuaria oleh PT Asing.
Pembukaan jurusan statistik dan aktuaria oleh PT asing dalam era perdagangan bebas masyarakat Asean ( MEA) adalah sebuah kenyataan yang di depan mata pada tahun 2015 nanti. Apabila nanti terjadi maka persaingan yang ketat tentu akan terjadi karena PT luar negeri akan
mendirikan jurusan-jurusan yang diminati oleh pasar atau dibutuhkan oleh pasar. Tidak terkecuali jurusan statistik dan aktuaria. Dimana ke depan kedua jurusan ini akan menjadi primoda karena masyarakat Indonesia sekarang ini kesadaran dan minatnya untuk berasuransi sedang kondisi tren peningkatan. Apalagi menurut survei AC Nelson pada 2020 terdapat 400 juta penduduk Asean yang masuk dalam middle-income-class dengan membelanjakan uang sebesar USD 16-100 per hari. Jumlah kelas menengah yang semakin besar memberikan kepastian dari sisi permintaan ( Firmansyah, dalam Sindo, 27 April 2015).
Kesimpulan
Demikianlah bahwa peran Perguruan Tinggi (PT) guna meningkatkan peran Statistik dan Aktuaria untuk Merivatalisasi Industri Asuransi dan Dana Pensiun dalam era MEA ke depan demikian krusial dengan tantangan dan peluang di dalamnya yang kalau tidak disikapi secara bijak justru akan menggerus potensi yang ada di dalam perguruan Tinggi dalam negeri karena nantinya akan ada PT luar negeri yang datang ke Indonesia. Padahal potensi perguruan di Indonesia untuk membuka jurusan statistik dan Aktuaria guna merevitalisasi Industri
Daftar Pustaka
BUKU
1. Jujun S, Suriasumantri. Ilmu dalam Perspektif. Jakarta.YOI.1994 2. Sigma, Jurus Pintar Asuransi. Yogyakarta. 2011
3. Abas Salim. Asuransi & Manajemen Resiko. Jakarta. PT. Rajawali Pers. 1998
Artikel
1. Rhenald Kasali, MM Aktuaria, Sindo 31 Januari 2015 2. Firmansyah, Go Asean. Sindo 27 April 2015
3. Suharto. Ekonomi Zona Nyaman. Koran Kedaulan Rakyat. 13 April 2015
Majalah
majalah Humanitarian Initiative, Maret 2015
Website
http://banpt.blogspot.com/2013/02/akreditasi-statistika-2013.html. diakses 13