STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
RUANG SAMPEL DAN
PERISTIWA
Referensi :
Walpole, RonaldWalpole. R.E., Myers, R.H., Myers, S.L., and Ye,
K. 1996. Probability & Statistics for Engineers & Scientists.
Pearson Prentice Hall. London.
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
RUANG SAMPEL
•
Bisa membayangkan
kemungkinan-kemungkinan
•
Kemampuan imajinasi
•
Jumlah kemungkinan bisa di hitung
dan tidak dapat dihitung
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Nilai akhir mata
kuliah ???????
•
A, B, C, D, E ………
•
A, B+, B, C+, C, D, E ……
•
A, A-, B+, B, B-, C+, C, C-, D, E ……..
•
………. BISA DIHITUNG JUMLAHNYA
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Nilai Akhir Ujian (N=140)
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Penghasilan Buruh
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Penjualan HP
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
10 UNIT / SALES
PROMOTION
Jumlah terjual
………..????????
•
Tidak ada yang terjual …
•
Terjual 1 unit ….
•
Terjual 2 unit …
•
Terjual 3-6 unit ……
•
Terjual 7-9 unit …
•
Terjual semua ……….
STIM IK ASIA STIM IK ASIA Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
JUMLAH TEAM
YANG BISA TERJADI
?
•
SATU TEAM 2
ORANG
•
ADA LAKI-LAKI DAN
ADA PEREMPUAN
Ruang Sampel Dan Perisriwa 9 L1 L2 L3 L4 L5 W
1 W2
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
RUANG SAMPEL
• Statistika Inferensial: Mengambil kesimpulan, inferensi atau
generalisasi tentang suatu populasi berdasarkan informasi yang
diperoleh dari sampel.
• Peluang (probabilitas): Harga angka yang menunjukkan seberapa
besar kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi.
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Apakah yang Anda pikirkan tentang
Probabilitas?
•
Kondisi Tidak Pasti
(
uncertainty
) v.s.
Acak (
randomness
)
•
Frekuensi Relatif
(
relative
frequency
) v.s.
Derajat Yakin/Pasti
(
plausibility
)
Apakah orang ini berhasil memasukka n bola
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Renungan 1
•
Ketika Anda melemparkan uang logam (
coin
), terdapat
dua kemungkinan hasil: “gambar “dan “angka”.
•
Hasil tersebut
tidak pasti
atau
acak
?
•
Kita mengganggap uang logam tersebut seimbang.
Sehingga probabilitas hasil berupa “gambar” adalah
0,5.
•
Bila uang tersebut dilempar 10 kali, yakinkah akan
muncul 5 kali gambar dan 5 kali angka?
•
Untuk ilustrasi ini, apakah yang Anda pikirkan ketika
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Renungan 2
•
Anda berdiri dibawah pohon, dan
seseorang bertanya: “Berapa banyak daun
yang ada pada pohon?”
•
Jawabannya “Tidak Pasti” atau “Acak”.
•
Setelah Anda melihat pohon, lalu,
menjawab: “probabilitas jumlah daun lebih
dari 1000 adalah 0,1”.
•
Dengan demikian, Apakah yang dimaksud
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Kondisi Acak – Frekuensi
Relatif
•
Kondisi acak adalah satu kondisi dimana
hasil atau keadaan tidak dapat diprediksi.
•
Jika dilakukan percobaan maka akan
memberikan hasil yang berbeda dari
waktu ke waktu.
•
Sehingga pada renungan 1, probabilitas
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
• Eksperimen (percobaan, trial): Prosedur yang dijalankan pada
kondisi yang sama dan dapat diamati hasilnya (outcome).
• Ruang sampel (semesta, universe: Himpunan semua hasil yang
mungkin dari suatu eksperimen.
• Peristiwa (kejadian, event): Himpunan bagian dari suatu ruang
sampel.
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Contoh
•
Eksperimen : Pelemparan sebuah mata uang logam dua kali
•
Hasil : Sisi mata uang yang tampak
•
Ruang sampel :
S = {AA,AG,GA,GG} dengan A: sisi angka dan G: sisi
gambar
•
Peristiwa :
A = paling sedikit muncul satu sisi gambar = {AG,GA,GG}
B = muncul sisi yang sama = {AA,GG}
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Dadu seimbang bermata lebih dari
6!!!
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
–
Ruang Sample : memuat lengkap
seluruh peristiwa
–
Peristiwa adalah himpunan bagian dari
ruang sample.
10/9/01 22
A
Ruang Sample, S
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Pengamatan pada sejumlah
mahasiswa
•
A = Semester > 4
•
B = IPK > 3,00
•
C = Aktif organisasi kemahasiswaan
•
D = Menguasai minimal 1 bahasa
asing
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Lingkaran A berarti : Semester > 4, IPK
3,00, tidak aktif
organisasi kemahasiswaan, tidak ada bahasa asing yang
dikuasai.
Lingkaran B berarti : IPK > 3,00 Semester
4, tidak aktif
organisasi kemahasiswaan, tidak ada bahasa asing yang
dikuasai.
Ruang Sampel Dan Perisriwa 24
A
B
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Semester > 4,
IPK > 3,00, aktif
organisasi
kemahasiswaan,
ada bahasa
asing yang
dikuasai
Ruang Sampel Dan Perisriwa 25
A
B
C
D
Semester <= 4, IPK >
3,00, tidak aktif
organisasi
kemahasiswaan, tidak
ada bahasa asing
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
–
Gabungan peristiwa A, B
–
Irisan peristiwa A, B
–
Komplemen peristiwa A
10/9/01 26
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
–
Komplemen dari peristiwa A, dengan
notasi A’ atau A
cadalah semua anggota
S yang tidak ada dalam peristiwa A
10/9/01 27
S
A
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
•
Gabungan peristiwa A, B adalah
anggota S yang ada di A atau di B
atau keduaya
–
Union,
10/9/01 28
A
B
A
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
•
Irisan peristiwa A, B adalah semua
anggota S yang ada di peristiwa A dan B
saja
–
Intersection
10/9/01 29
A
B
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
•
Gabungan dua peristiwa bersifat mutually
exclusive apabila tidak dijumpai adanya
irisan di dalamnya
–
Mutually exclusive
10/9/01 30
A
B
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Beberapa hubungan
peristiwa :
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Perhatikan anggota sampel berikut :
Ruang Sampel Dan Perisriwa 32 Hitung
anggota sampel : A C ! B’ A !
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
M = Mobil Mogok T = Kena tilang
V = Tidak menginap di Villa
Suatu rombongan keluarga berangkat rekreaksi ke kota Batu. Dalam perjalanan
mungkin saja akan berjumpa dengan peristiwa M, T, V.
Tunjukkan daerah
bahwa perjalanan tidak menyenangkan !
Tunjukkan daerah bahwa perjalanan menyenangkan !
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
TITIK SAMPEL
• Jumlah anggota dalam ruang sampel atau peristiwa
• Diperlukan agar bisa diterapkan dalam perhitungan probabilitas
• Ada yang dapat dihitung jumlahnya tetapi ada pula yang tidak dapat
dihitung
• Pendekatan rumus untuk menghitung titik sampel adalah :
permutasi dan kombinasi
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
NIM. _ _ _ _ _ X X X
•
Ada berapa kemungkinan NIM yang
terbentuk?
•
Kemungkinan : 000, 001, 002, ……..,
999
Ada 1000 kemungkinan, apabila NIM
dengan angka belakang 000 adalah
tidak mungkin, maka NIM yang
terbentuk adalah 999.
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
NIM. _ _ _ _ _ X X X
•
Ketiga angka hanya bisa diisi dengan
nilai 1-5. NIM mahasiswa akan
menjadi nomor cantik bila nomornya
berbeda dan nomor di belakangnya
lebih tinggi. Ada berapa
kemungkinan?
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
No pertama = 1
•
Nomor kedua bisa : 2,3,4,5
•
Bila no kedua = 2, maka no ketiga = 3,4,5 (3
titik)
•
Bila no kedua = 3, maka no ketiga = 4,5 (2
titik)
•
Bila no kedua = 4, maka no ketiga = 5 (1 titik)
•
Bila no kedua = 5, adalah tidak mungkin
karena 5 adalah angka tertinggi
•
Total titik sampel = 3 + 2 + 1 = 6 titik
•
Yaitu : 123 ; 124; 125 ; 134 ; 135 ; 145
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
No pertama = 2
•
Nomor kedua bisa : 3,4,5
•
Bila no kedua = 3, maka no ketiga = 4,5
(2 titik)
•
Bila no kedua = 4, maka no ketiga = 5 (1
titik)
•
Bila no kedua = 5, adalah tidak mungkin
karena 5 adalah angka tertinggi
•
Total titik sampel = 2 + 1 = 3 titik
•
Yaitu : 234 ; 235; 245
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
No pertama = 3
•
Nomor kedua bisa : 4,5
•
Bila no kedua = 4, maka no ketiga =
5 (1 titik)
•
Bila no kedua = 5, adalah tidak
mungkin karena 5 adalah angka
tertinggi
•
Total titik sampel = 1 titik
•
Yaitu : 345
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
No pertama = 4
•
Nomor kedua bisa : 5
•
Bila no kedua = 5, nomor ketiga
tidak mungkin ada karena 5 adalah
angka tertinggi
•
Total titik sampel = 0 titik
•
Begitu pula bila no pertama = 5, titik
sampel = 0.
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
41
Multiplication Rule
•
Jika suatu operasi dapat berlangsung dalam
n
1cara, dan dari masing-masing cara ini dilakukan
operasi kedua yang dapat berlangsung dalam
n
2cara, maka kedua operasi dapat dilakukan secara
bersama dalam
n
1n
2cara. Secara umum teorema
ini berlaku juga pada
k
operasi berturutan, yaitu
k
operasi ini dapat dilakukan dalam
n
1n
2…
n
k•
Hasil dua pelemparan uang logam dapat muncul
dalam 4 cara. Pelemparan uang logam pertama
memiliki 2 cara kemunculan dan pelemparan uang
logam kedua memiliki 2 cara kemunculan,
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Kemungkinan hasil akhir dari jawaban atas 3
soal,
D = benar dan N = salah
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
BILANGAN FAKTORIAL
Bilangan faktorial ditulis n!
Rumus :
n! = n(n-1)(n-2)…3.2.1
dimana : 0! = 1 dan 1! = 1
Contoh :
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
45
•
Permutasi
adalah suatu penyusunan atas
semua kemungkinan dengan
“mementingkan urutan”.
•
Jumlah permutasi dari
n
buah obyek yang
berbeda adalah sejumlah
n
!
•
Contoh: Dari tiga judul buku dapat disusun
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Kata : arif – makan – bakso - malang
•
Susunlah secara permutasi 4 kata
tersebut
•
arif makan bakso malang
•
bakso malang makan arif
•
arif malang makan bakso
•
bakso makan arif malang
Ada beberapa kemungkinan susunan
dengan arti yang berbeda !!!!
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Ruang sampel S = (A, B, C,
D)
•
Susunlah secara permutasi 2 huruf
dari 4 huruf yang ada dalam S !
•
AB ; AC ; AD
•
BA ; BC ; BD
•
CA ; CB ; CD
•
DA ; DB ; DC
Terdapat 12 titik
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Ruang sampel S = (A, B, C,
D)
•
Susunlah secara permutasi 3 huruf
dari 4 huruf yang ada dalam S !
•
ABC ; ABD ; ACB ; ACD ; ADB ; ADC
•
BAC ; BAD ; BCA ; BCD ; BDA ; BDC
•
CAB ; CAD ; CBA ; CBD ; CDA ; CDB
•
DAB ; DAC ; DBA ; DBC ; DCA ; DCB
Terdapat 24 titik
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
49
•
Jumlah permutasi dari
n
objek yang
berbeda yang diambil sejumlah
r
pada
suatu waktu adalah:
n
P
r=
(
)!
!
r
n
n
STIM IK ASIA STIM IK ASIA Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
50
•
Pada contoh susun 2 huruf dari 4 huruf
secara permutasi. Maka n = 4 dan r = 2 :
•
Pada contoh susun 3 huruf dari 4 huruf
secara permutasi. Maka n = 4 dan r = 3 :
12
1
.
2
1
.
2
.
3
.
4
!
2
!
4
)!
2
4
(
!
4
2
4
P
24
1
1
.
2
.
3
.
4
!
1
!
4
)!
3
4
(
!
4
3
4
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
•
Berapa permutasi dari bilangan-bilangan
1, 2, 3, 4, dan 5 sehingga dapat
terbentuk suatu bilangan 3 digit (setiap
bilangan dipakai sekali)?
•
Jawab :
5P
3•
Bagaimana dengan 0, 1, 2, 3, 4, dan 5
sehingga dapat terbentuk suatu bilangan
3 digit (setiap bilangan dipakai sekali)?
•
Jawab :
6P
3STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
52
•
Jumlah permutasi dari
n
objek berbeda
yang disusun secara sirkular adalah (
n
-1)!
•
Jumlah permutasi yang berbeda yang
dapat disusun dari
n
objek yang terdiri atas
n
1objek dari jenis pertama,
n
2objek dari
jenis kedua, dan seterusnya sampai
n
kobjek dari jenis ke-
k
adalah :
!
!
!
!
2
1
n
n
kn
n
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
53
Latihan
•
Dalam satu barisan terdapat 3 orang alumni TI, 3 orang
alumni teknik lainnya, dan 2 orang alumni MIPA. Dalam
berapa cara kedelapan orang itu dapat membentuk barisan
yang berbeda berdasarkan latar belakang pendidikannya?
•
Jawab :
•
Susunan blok barisan berdasarkan pendidikan = 3!
•
Susunan dalam blok TI = 3!, susunan dalam Teknik
= 3!, susunan dalam MIPA = 2!
STIM IK ASIA STIM IK ASIA Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
54
•
Jumlah cara membagi suatu kumpulan
n
objek ke dalam
r
sel dengan jumlah
elemen
n
1pada sel pertama,
n
2pada sel
kedua, dan seterusnya sampai
n
kelemen
pada sel ke-
k
adalah:
di mana
n
1+
n
2+ … +
n
r= n
.
!
!
!
!
,
,
,
2 1 21 r
n
n
n
kSTIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
55
Latihan
•
Contoh:Sebuah
rombongan
6
orang
mahasiswa menyewa 3 kamar hotel
berukuran double. Ada berapa cara
pembagian
ruangan
yang
mungkin
dilakukan?
STIM IK ASIA STIM IK ASIA Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
56
Kombinasi
•
Sering kali kita tertarik pada cara memilih
r
objek dari sejumlah
n
objek
tanpa
memperhatikan urutan yang terbentuk
.
Cara pemilihan ini disebut dengan
kombinasi
.
•
Jumlah kombinasi dari
n
objek yang
berbeda yang diambil sejumlah
r
dalam
satu waktu adalah:
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Es Teh Manis
Ruang Sampel Dan Perisriwa 57 Teh
Teh
Gula Gula
Air Air Es
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
Es Teh Manis
Ruang Sampel Dan Perisriwa 58 Gula
Gula
Es Es
Air Air Teh
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
CONTOH LAIN
Campuran warna dasar (Merah, Kuning, Biru)
•
Merah + Kuning + Biru dicampur langsung
= Hitam
•
(Merah + Kuning) dicampur rata, baru
ditambahkan Biru = Hitam
•
(Merah + Biru) dicampur rata, baru
ditambahkan Kuning = Hitam
•
Urutan campuran tidak mempengaruhi
hasil akhir dari warna
STIM IK ASIA STIM IK ASIA
Stati stika Stati
stika ArifArif ModModulul
60
Latihan
Contoh:Di kelas sistem manufaktur terdapat
12 orang lulusan TI, 8 lulusan teknik
lainnya, dan 4 lulusan MIPA. Jika ingin