• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah dan SKPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penyusunan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah dan SKPD"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PENYUSUNAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA SKPD

DR. Asropi, SIP, MSI

081386099760

[email protected]

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi -LAN

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

(2)

Indikator Kinerja Utama :

Pengertian

Indikator +Kinerja + Utama

Indikator adalah alat ukur --- alat

untuk mengukur suatu “konsep”.

Contoh:

Konsep

Indikator

Kesejahteraan

GNP

Kepuasan pelanggan

Jumlah keluhan pelanggan

IKM

Kualitas pelayanan

(3)

Indikator Kinerja Utama:

Pengertian

Rumuskan Indikator

Konsep

Indikator

(4)

Defnisi Indikator Kinerja

Utama

Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah ukuran keberhasilan

organisasi dalam mencapai tujuan dan merupakan ikhtisar

hasil berbagai program dan kegiatan sebagai penjabaran

tugas dan fungsi organisasi

(5)

Indikator Kinerja Utama :

Kriteria

Menggambarkan pencapaian tujuan dan sasaran.

Contoh:

Sasaran Strategis Kota Bandung: “Meningkatnya

kesempatan kerja”

(6)

Indikator Kinerja Utama :

Kriteria

Menggambarkan perkembangan kinerja dari

(7)

Sasaran dalam Renstra

Sasaran

Kegiata

n

(

output

)

Sasaran

Progra

m

(

outco

me

)

Sasaran

strategi

s

(

impact

)

(8)

Output, Outcome, dan

Sasaran

Output : keluaran langsung dari

kegiatan (barang/jasa)

Outcome: berfungsinya

output-output dari kegiatan-kegiatan pada

program yang sama

Sasaran : berfungsinya outcomes

(9)

Tuju an Sa sar an Indi kat or Sas ara n Kode Progra m dan Kegiat an Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencan aan

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Unit Kerja SKPD Penanggung

jawab

Lokasi Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5

Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Tuju an 1 Sa sar an 1 Progra m ... ... Kegiat an... ... Tuju an 1 Sa sar an 2 Progra m ... ... Kegiat an... ... Dst .... ... ...

Indikator Kinerja dalam

Renstra SKPD

Indikator

Sasaran

(10)

Tuju an Sa sar an Indi kat or Sas ara n Kode Progra m dan Kegiat an Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencan aan

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Unit Kerja SKPD Penanggung

jawab

Lokasi Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5

Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp targ et Rp

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Tuju an 1 Sa sar an 1 Progra m ... ... Kegiat an... ... Tuju an 1 Sa sar an 2 Progra m ... ... Kegiat an... ... Dst .... ... ...

Indikator Kinerja dalam

Renstra SKPD

Indikator

(11)

Indikator Kinerja

Indikator

Kinerja

Pengertian

Indikator Kinerja

utama

Adalah ukuran keberhasilan organisasi

dalam mencapai tujuan dan merupakan

ikhtisar hasil berbagai program dan

kegiatan sebagai penjabaran tugas dan

fungsi organisasi

Indikator sasaran

Strategis

Indikator Kinerja

Program

Adalah ukuran atas hasil (

suatu program yang merupakan

outcome

) dari

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi suatu

kementerian Negara/lembaga

Indikator Kinerja

kegiatan

Adalah ukuran atas keluaran (

suatu kegiatan yang terkait secara logis

output

) dari

dengan Indikator Kinerja Program

(12)

SS1

Indikator

Oc1

indikator

Oc1 Op1

indikator

Oc1 Op2

indikator

Oc2

indikator

Oc2 Op1

indikator

Oc2 Op2

indikator

Hubungan Antar-Sasaran dan

Antar-Indikator Kinerja dalam

Renstra SKPD

Sasaran Strategis

Sasaran Program (Out

come)

Sasaran Kegiatan (out

put)

Indikator Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja

Program

(13)

Prinsip perumusan Indikator

Sasaran Strategis SKPD

Beberapa prinsip perumusan

indikator Sasaran Strategis SKPD

Sasaran dan indikator sasaran SKPD

merupakan hasil proses

cascading

dari

sasaran pada RPJMD

Dalam lingkup TUPOKSI

Memenuhi kriteria SMART (

Specifc,

(14)

Prinsip perumusan Indikator

Kinerja Program dan Kegiatan

Setiap

output

dan

outcome

harus

memenuhi kriteria

SMART

Kriteria

Makna

Specifc

Jelas, Tidak bias

Measurable

Dapat diukur (terdapat

metode untuk pengukuran,

data dapat diakses)

Achievable

diwujudkan/dicapai

Relevant

Menrupakan tolok ukur dari

sasaran

(15)
(16)

Merumuskan indicator

Indikator Sasaran strategis

Tentukan Critical Success factors

(CSFs) dari sasaran strategis,

dengan mengenali key word dari

sasaran tersebut

Tentukan indicator (outcome dan

output) dari CSFs tersebut

Pilih berdasarkan kriteria Specifc,

Measurable, achievable,

(17)

NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA

TARGET KINERJA PADA TAHUN

KE-1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Perumusan Indikator

Sasaran Strategis SKPD

Sasaran

Strategis

CSF’s

Indikator

Indikator SPM,

untuk urusan

wajib yang

berbasis

pelayanan

dasar

Indikator

MDG’s

Indikator kinerja

pelayanan SKPD

(Lampiran I

Permendagri

54/2010)

(18)

Perumusan Sasaran Strategis, Sasaran

Program, Sasaran Kegiatan dan Indikator

masing-masing

Cascading

Sasaran strategis

Sasaran

Strategis

Indikat

or

Target

Sasaran program

Sasaran

Program

(

outcome

)

Indikator

Target

Sasaran kegiatan

Sasaran

Kegiatan

(

output

)

(19)

Penyusunan sasaran, Outcome

dan Output (

Problem Tree

)

Apa Masalah?

Mengapa masalah tsb timbul?

Mengapa penyebab masalah diatas timbul?

Sasaran strategis

Sasaran Program (Outcome)

Sasaran Kegiatan (Output)

Barang atau jasa Perubahan pengetahu

an, sikap

Negatip

Positip

Pengenalan

Akar

Masalah

Pengenalan

Solusi atas

(20)

Contoh: Pengenalan Akar

Masalah

Apa masalah? Mengapa masalah tersebut timbul? Mengapa penyebab masalah di atas timbul?

Para analisis kebijakan pada pusat kajian kebijakan tidak memiliki kemampuan yang

memadai

Para analisis kebijakan pada pusat kajian kebijakan tidak memiliki kemampuan yang

memadai Para analis kebijakan tidak mampu menyusun policy brief Para analis kebijakan tidak mampu menyusun policy brief

Baru sedikit analis kebijakan yang mengikuti diklat penyusunan policy

brief

Baru sedikit analis kebijakan yang mengikuti diklat penyusunan policy

brief

para analis kebijakan tidak mampu menerbitkan tulisan

dalam jurnal terakreditasi

para analis kebijakan tidak mampu menerbitkan tulisan

dalam jurnal terakreditasi

Baru sedikit analis kebijakan yg

menerima bantuan biaya

penelitian kebijakan

Baru sedikit analis kebijakan yg

menerima bantuan biaya

(21)

Contoh: Pengenalan Solusi

Atas Masalah

Apa masalah? Mengapa masalah tersebut timbul? Mengapa penyebab masalah di atas timbul?

Para analisis kebijakan pada pusat kajian kebijakan memiliki kemampuan yang

memadai

Para analisis kebijakan pada pusat kajian kebijakan memiliki kemampuan yang

memadai Para analis kebijakan mampu menyusun policy brief Para analis kebijakan mampu menyusun policy brief analis kebijakan mengikuti diklat penyusunan policy brief analis kebijakan mengikuti diklat penyusunan policy brief

para analis kebijakan tidak menerbitkan tulisan dalam jurnal

terakreditasi

para analis kebijakan tidak menerbitkan tulisan dalam jurnal

(22)

Penyusunan sasaran,

Outcome

dan

Output

Isu-isu staregis (Masalah,

dll)

Penyelesaia n masalah

Hasil yang harus ada untuk meghasilkan penyelesaian masalah

Hasil dari tindakan yang akan diwujudkan

Sasaran strategis

Sasaran Program (Outcome)

Sasaran Kegiatan (Output)

Barang atau jasa Perubahan pengetahu

(23)

Contoh:

Meningkatnya kemampuan analisis kebijakan para analis kebijakan pada pusat kajian

kebijakan

Meningkatnya kemampuan analisis kebijakan para analis kebijakan pada pusat kajian

kebijakan

5 orang analis kebijakan mampu

menyusun policy brief

5 orang analis kebijakan mampu

menyusun policy brief

5 orang mengikuti diklat penyusunan

policy brief

5 orang mengikuti diklat penyusunan

policy brief

2 orang analis kebijakan mampu menerbitkan tulisan

dalam jurnal terakreditasi

2 orang analis kebijakan mampu menerbitkan tulisan

dalam jurnal terakreditasi

5 orang menerima bantuan biaya

penelitian kebijakan

(24)

Logical frame

Outcome

(25)

Curriculum vitae

Nama

:

DR. Asropi, SIP, MSi

Tempat, Tgl Lahir :

Tegal, 7 Maret 1972

Alamat Rumah

:

Jl. Kramat Sentiong 12 , Senen, JKP

Alamat Kantor

:

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN, Jl.

Administrasi II Pejompongan JKP

Pendidikan

:

S3 Ilmu Administrasi Negara , FISIP,

Universitas Indonesia, 2007

S2 Ilmu Administrasi Negara, FISIP,

Universitas Indonesia, 2000

Referensi

Dokumen terkait

(component) yang terbentuk sudah tepat, karena korelasi diatas 0,5. Hasil ekstraksi faktor menunjukan bahwa ada 5 kelompok faktor yang terbentuk oleh 15 faktor

Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui dan menelaah lebih jauh mengenai Bagaimana Tanda, Objek, Semiotika dan makna simbolik yang terdapat dalam foto Crop Circle

Mulai 2001 pendidikan inklusi telah menjadi program Direktorat Pendidikan Luar Biasa yang bertugas untuk mengatur pelaksanaan pendidikan luar biasa tidak hanya di SLB namun juga

- Hukum Publik Internasional (Hukum Antar Negara) yaitu hukum yang mengatur hubungan antar negara yang satu dengan negara- negara yang lain dalam hubungan internasional..

Berdasarkan jurnal penelitian terdahulu hal ini dikarenakan konsumen atau pelanggan merasa senang terhadap suatu merek produk atau layanan, konsumen akan mudah

Kepada semua teman-teman seangkatan yang lulus pada semester ini yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu, terimakasih atas segala informasi yang membantu selama

Dari uraian di atas, dalam rangka ikut berpartisipasi meningkatkan mutu pendidikan di SMK, khususnya dalam rangka meningkatkan kinerja guru SMK Negeri 2 Kota Tangerang

Pada pasien sindrom WPW dan ASH, perkembangan aritmia supraventrikel disertai dengan peningkatan insiden SCD. Pasien CAD yang kritis juga beresiko, jika aritmia