KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena dengan pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘Tingkat Kesadaran Mahasiswa Terhadap Pentingnya Kejujuran”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang penulis alami dalam proses pengerjaannya, tetapi penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan. Maka dari itu, kritik dan saran dari pembaca dan dosen pembimbing sangat kami butuhkan.
Jambi, 02 Desember 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
I. PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...2
1.3 Tujuan Penulisan...2
1.4 Manfaat Penulisan...2
II. KAJIAN TEORI...3
2.1 Penjernihan Istilah Etika...3
2.2 Etika dan Moral...3
2.3 Implementasi kejujuran...4
III. METODOLOGI...5
3.1 Pendekatan Dan Metode...5
3.2 Sumber Data...5
3.3 Teknik Pengumpulan Data...5
3.4 Teknik Analisis Data...5
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...6
4.1 Hasil Penelitian...6
4.2 Pembahasan...6
V. KESIMPULAN DAN SARAN...9
5.1 Kesimpulan...9
5.2 Saran...9
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejumlah pakar etika di tanah air mengklaim bahwa etika, khususnya etika terapan kini tengah naik daun. Klaim seperti ini tidak terlalu berlebihan, karena kenyataan menunjukkan bahwa etika terapan, seperti etika bisnis, etika politik, dan etika hukum menjadi salah satu mata kuliah di Perguruan Tinggi diluar mata kuliah Filsafat. Hal lain yang juga turut memperkuat fakta mengenai etika adalah banyaknya buku etika yang diterbitkan dengan berbagai bentuk dan bahasa, serta maraknya seminar ilmiah yang berwacana tentang peran etika dalam meningkatkan standar dan kualitas hidup manusia zaman ini.
Etika sebagai refleksi manusia tentang apa yang dilakukannya dan dikerjakannya mempunyai tradisi yang panjang. Sejarah etika sudah sering digambarkan dan bahkan memenuhi isi dari buku-buku tebal. Namun, banyak gejala menunjukkan bahwa di zaman sekarang minat untuk beretika tidak berkurang, tetapi menambah. Penyebabnya karena manusia pada zaman sekarang masalah yang dihadapi lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Masalah tersebut diakibatkan karena perkembangan pesat dari ilmu dan teknologi dan juga perubahan sosial budaya yang mendalam yang berlangsung secara bersamaan.
Dalam ilmu etika disinggung mengenai perilaku jujur, yang berkaitan dengan sikap yang baik dan benar , namun bukan dalam pencarian pembenaran sikap melainkan baik dan benar berdasarkan etika yang ada. Perilaku jujur pada umumnya telah diketahui oleh manusia, baik dari berbagai usia, kedudukan maupun tingkatan. Akan tetapi masih ada yang tidak menerapkannya dalam kehidupan mereka. Buktinya dapat kita temui dengan masih adanya kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perilaku jujur. Contohnya penyelewengan dari perilaku jujur di dunia pendidikan, yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa adalah mencontek hingga copy paste tugas mahasiswa lain tanpa sepengetahuan pemilik tugas, sehingga terjadilah kesalahpahaman antara dosen dan mahasiswa yang satu dengan lainnya.
2
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu:
1. Apakah mahasiswa telah menyadari betapa pentingnya perilaku jujur? 2. Apakah yang menyebabkan mahasiswa melakukan penyelewengan
kejujuran?
3. Berapakah persentase mahasiswa yang belum menyadari pentingnya kejujuran?
4. Bagaimana cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kejujuran?
1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk: 1. Menjelaskan petingnyanya berperilaku jujur.
2. Mengetahui beberapa penyebab penyelewengan perilaku kejujuran.
3. Menghitung persentase mahasiswa yang belum menyadari pentingnya perilaku jujur dalam skala kecil.
4. Memberikan beberapa cara yang dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kejujuran.
1.4 Manfaat Penulisan
Penulisan karya ilmiah ini dapat dimanfaatkan untuk:
1. Menyadarkan mahasiswa mengenai pentingnya perilaku jujur.
II. KAJIAN TEORI
2.1 Penjernihan Istilah Etika
Kata- kata seperti “etika”, “etis”, dan “moral” tidak hanya terdengar dalam ruang kuliah saja dan juga tidak menjadi monopoli kaum cendekiawan. Diluar kalangan intelektual juga sering disinggung tentang hal-yang berkaitan dengan etika seperti itu, contohnya dalam surat kabar serimg ditemukan adanya kalimat kalimat semacam ini : “Dalam dunia bisnis, etika merosot terus”, Etika dan moral perlu ditegaskan kembali”, “Ditelevisi banyak iklan yang kurang etis”, dan lain sebagainya. Bahkan juga ada kalimat tentang “moral pancasila” dan “etika pembangunan” (Bertens, 2007: 4).
2.2 Etika dan Moral
Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah, istilah “etika” juga berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah yang menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika” yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. “Etika” dapat berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Akan tetapi, menelusuri secara etimologis saja belum cukup untuk menggerti apa itu arti “etika (Bertens, 2007: 4).
Moral adalah ajaran tentang baik buruknya suatu perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban, dan lain sebagainya. Moral berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah. Selain itu moral juga merupakan kontrol dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai hidup. Nilai moral biasanya telah diterapkan sejak kecil, baik di lingkungan keluarga, pendidingan, maupun lingkungan bermain. Hal ini menjadi bukti
bahwaannya nilai moral sangat penting untuk diketahui dan diterapkan dalam kehidupan (Fatimah, 2006).
5
2.3 Implementasi kejujuran
Jujur adalah kecenderungan untuk berbuat atau berperilaku yang sesunguhnya dengan apa adanya, tidak berbohong, tidak mengada-ada, tidak menambah dan tidak mengurangi, serta tidak menyembunyikan informasi (Suparman, 2011). Bersikap jujur adalah berkata apa adanya, terbuka, konsisten dengan apa yang dikatakan dan dilakukan, berani karena benar, serta dapat dipercaya. (Jamani, et al, 2013).
Menurut Lestari dan Adiyanti (2012) jujur yaitu menyampaikan fakta dengan benar dan berupaya mendapatkan sesuatu dengan cara yang benar. Dengan bentuk perilaku jujur, yaitu: menyampaikan kebenarandan bertindak fair atau adil. Kejujuran akademik berarti jujur dalam peraturan pendidikan. Seseorang yang secara akademis jujur yaitu tidak melakukan tindakan plagiarisme, yang berarti tidak menyalin pekerjaan orang lain atau tidak menggunakan pekerjaan orang lain tanpa izinnya (Koellhoffer, 2009).
Menurut Elvandari, et al (2008), pengalaman empiris memperlihatkan bahwa orang-orang yang jujur dalam pekerjaan seringkali tersingkir, dan karir mereka hancur atau “tidak terpakai”. Akan tetapi, jika seseorang bersifat jujur yang dilandasai oleh keyakinan agama mereka, bahwa apapun yang mereka lakukan dilihat oleh Tuhannya, maka dalam kesempatan apapun mereka tidak akan berbuat tidak jujur. Karena mereka sadar bahwa perbuatan tidak jujur itu akan menimbulkan dosa dihatinya, yang akan menyebabkan kegelisahan dihatinya juga karena adanya rasa bersalah yang terus menggelayut di hatinya.
III. METODOLOGI
3.1 Pendekatan Dan Metode
Dalam penulisan karya ilmiah ini digunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Yang merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metode ini digunakan untuk mendiskripsikan implementasi nilai kejujuran mahasiswa dalam pembuatan laporan.
3.2 Sumber Data
Sumber data penulisan karya ilmiah ini adalah kegiatan observasi yang dilakukan dilaboratorium Bioteknologi dan Rekayasa I Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Jambi.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penulisan karya Ilmiah ini dilakukan beberapa cara, yaitu:
1. Melakukan Observasi untuk melihat keadaan yang ada di Laboratorium tersebut.
2. Melihat dan memperhatikan kegiatan mahasiswa di Laboratorium tersebut.
3.4 Teknik Analisis Data
Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan interactive model (Sugiyono, 2009: 247) dan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1. Reduksi data. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan semua data yang
diperoleh, kejadian penting dan keterangan yang terjadi di Laboratorium selama observasi.
2. Penyajian data. Data disajikan dalam bentuk teks narasi atau uraian yang menyerupai cerita. Bentuk narasi tersebut dimulai dari langkah awal penelitian sampai peneliti mengakhiri kegiatan penelitiannya.
3. Menarik kesimpulan.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, maka didapatkan data hasil penelitian berupa laporan praktikum yang sama diantara tiga mahasiswa. Laporan tersebut juga telah diteliti dan diperiksa dengan baik oleh asisten laboratorium. Bahkan, tidak ditemukan perbedaan sedikitpun diantara pembahasan laporan mereka. Bahkan ada yang melakukan scanning gambar hasil praktikum dan pembahasan milik temannya.
4.2 Pembahasan
Data yang diperoleh untuk penulisan karya ilmiah ini pada awalnya terjadi secara tidak sengaja, dimulai ketika penulis memasuki laboratorium tersebut untuk mengumpulkan tugas yang diberikan. Ketika itu, penulis melihat suatu kejadian yang sangat menarik untuk diteliti, yaitu peristiwa pemotretan laporan praktikum mahasiswa kimia oleh seorang mahasiswa yang tak dikenal namanya.
Sehingga pada saat pengembalian laporan, mahasiswa kimia tersebut mendapat nilai yang buruk, dan diberi note “sama dengan...”. Sehingga keadaan menjadi tegang. Lalu, dilakukanlah pengklarifikasian mengenai hal tersebut, dan penulis pun sadar bahwa ia mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Ketika itulah terungkap hal yang sebenarnya. Untuk peristiwa penyelewengan berupa kegiatan scanning sangat membuat kesal, karena mereka sebagai asisten laboratorium merasa diremehkan dan tidak dihargai.
Bentuk penyelewengan kejujuran dalam bidang pendidikan ini sebenarnya sangat umum dilakukan oleh mahasiswa. Karena sumber informasi yang mereka dapat sama, sehingga tidak menutup kemungkinan jika diantara beberapa mahasiswa memiliki laporan praktikum yang sama dibagian pendahuluan, landasan teori, dan pembahasan, terlebih jika laporan praktikum kimia dasar.
Akan tetapi, bentuk penyelewengan ini juga sangat jarang bahkan belum pernah terjadi pada laporan praktikum biologi. Sumber informasi yang
didapat untuk membuat pembahasan laporan tersebut tidak bisa hanya dengan satu sumber saja,
9
karena memang benar-benar tidak ada yang dalam satu sumber data membahas segala materi mengenai hal yang harus dibahas.
Pada umumnya mahasiswa telah menyadari betapa pentingnya perilaku jujur, namun beberapa diantara mereka masih ada bahkan banyak yang belum menerapkannya. Seperti contoh kasus diatas, yang merupakan bentuk ketidakjujuran mahasiswa terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Sehingga mereka akan merasa lebih sulit untuk menghadapi situasi yang seperti ini pada waktu selanjutnya.
Ada banyak hikmah yang dapat dipetik ketika mahasiswa berperilaku jujur antara lain sebagai berikut:
1. Perasaan nyaman dan hati tenang. Jujur akan membuat kita menjadi tenang, nyaman, tidak takut akan diketahui kebohongannya karena memang tidak berbohong.
2. Memperoleh kemudahan dalam hidupnya. Karena banyak yang menaruh kepercayaan kepadanya.
3. Selamat dari azab dan bahaya. 4. Dijamin masuk surga.
5. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.
Tindakan yang sering dilakukan ini di sebut juga dengan tindakan plagiat. Terlebih jika sama persis dengan sumber yang ada Beberapa. hal yang melatar-belakangi mahasiswa melakukan tindakan plagiat sebagai bentuk penyelewengan perilaku kejujuran yaitu:
1. Banyaknya tugas lain yang membuat mahasiswa tersebut tidak mampu mengatur waktu atau memanage tugas tersebut.
2. Kurangnya sumber informasi dari internet.
3. Sifat malas untuk mengerjakan kewajibannya sebagai mahasiswa. 4. Laporan yang dibuat mahasiswa hanya diletakkan di Laboratorium saja.
5. Kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap kosekuensi yang akan diterimanya berkaitan dengan tindakan yang ia lakukan.
6. Mahasiswa-mahasiswa ini mengira bahwa asisten laboratorium tidak akan melihat dan membaca seluruh laporan dengan cermat.
10
ketidakjujuran pembuatan laporan praktikum yang diketahui, namun untuk selain itu tidak bisa dihitung persentasenya.
Mahasiswa yang melakukan tindakan ini dapat diberi teguran keras supaya jera, seperti contoh yang dilakukan asisten laboratorium dengan memberikan nilai 0 (nol) pada lembar laporan tersebut, dan juga dilakukan interview untuk meminta penjelesan. Namun akan tetap sulit untuk memberikan teguran tersebut apabila mahasiswa tersebut tidak mau mengakui kesalahannya dan terus saja melakukan pembelaan atas dirinya. Sehingga hal ini akan merugikan mahasiswa lainnya.
Apabila mahasiswa mengingat bahwa perilaku jujur dapat membawa banyak hikmah, maka dengan sendirinya mereka tidak akan pernah melakukan tindak kebohongan yang dapat merugikan dirinya, baik di dunia maupun akhirat. Kita harus menanamkan kesadaran pada diri kita untuk selalu berperilaku jujur, baik kepada Allah Swt., orang lain, maupun diri sendiri.
Mungkin berperilaku jujur memang sulit, tapi harus kita lakukan agar hidup kita menjadi berkah baik di dunia maupun di akhirat. Kita juga harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehingga kita bisa menjauhi sifat buruk tersebut. Contoh akibat dari ketidak jujuran adalah:
1. Hilangnya kepercayaan orang lain terhadap kita.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada banyak hikmah yang dapat dipetik ketika mahasiswa berperilaku jujur antara lain perasaan nyaman dan hati tenang, memperoleh kemudahan dalam hidupnya, selamat dari azab dan bahaya, dijamin masuk surga, dan dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.
2. Beberapa penyebab mahasiswa berperilaku tidak jujur yaitu: a. Banyaknya tugas.
b. Kurangnya sumber informasi dari internet.
c. Sifat malas untuk mengerjakan kewajibannya sebagai mahasiswa. d. Laporan yang dibuat mahasiswa hanya diletakkan di Laboratorium saja. e. Kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap kosekuensi yang akan
diterimanya.
f. Mahasiswa-mahasiswa ini mengira bahwa asisten laboratorium tidak akan melihat dan membaca seluruh laporan dengan cermat.
3. Mahasiswa yang belum menyadari pentingnya perilaku jujur pada kegiatan pembuatan laporan hanyalah sedikit, hanya berkisar 1,499% dari kurang lebih 345 mahasiswa baru tahun 2016 di fakultas ini.
4. Beberapa cara yang dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa adalah dengan mengingat bahwa perilaku tidak jujur akan mengakibatkan: hilangnya kepercayaan orang lain terhadapnya, susah mendapatkan teman bahkan tidak memiliki teman dan susah untuk mendapat pekerjaan karena tidak dipercaya.
5.2 Saran
Sebagai manusia yang terdidik, kita sebagai mahasiswa seharusnya dapat menjadi contoh dan teladan bagi mereka yang berpendidikan lebih rendah. Dengan menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan, baik lingkungan keluarga, perkuliahan maupun lingkungan umum. Dan dapat menumbuhkan kesadaran bagi mereka betapa pentingnya perilaku jujur bagi diri-sendiri.
DAFTAR RUJUKAN
Bertens, K. 2007. ETIKA. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Elvandari, Siska., Shinta, Agustina., Aria, Zurnetti., Efren, Nova Dan Yoserwan. 2008. Menumbuhkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Dalam Keluarga (Sosialisasi Program Anti Korupsi). Warta Pengabdian Andalas. Volume XIV, Nomor 21. Emosda. (2011). Penanaman Nilai-nilai Kejujuran dalam Menyiapkan Karakter
Bangsa. Innovatio, Vol. X, No. 1, 151-166.
Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: CV Pustaka Setia.
Jamani, H., Arkanudin, & Syarmiati. (2013). Perilaku Siswa Pengguna Handphone Studi Kasus Pada Siswa SMP Negeri 4 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS-2013 , 1-14.
Koellhoffer, T. (2009). Character Education: Being fair and honest. NewYork: Infobase Publishing.
Lestari, S., & Adiyanti, M. G. (2012). The Concept of Honesty in Javanese People's Perspective. Anima, Jurnal Psikologi Indonesia, Vol. 27 (3), 129-142.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suparman. (2011). Studi Perbedaan Kualitas Sikap Jujur Siswa Kelas III SMTA Negeri Kota Madiun. Interaksi, Vol. 7 (1), 1-13.