Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Mnc Sky Vision (Indovision Digital) Kantor Perwakilan Utama Cabang Medan

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang Masalah

Komunikasi merupakan unsur terpenting dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup suatu organisasi. Komunikasi dalam suatu organisasi harus dapat berkesinambungan dan bekerjasama karena mereka saling bergantung agar tujuan organisasi tercapai. Keberhasilan suatu organisasi memerlukan komunikasi yang kondusif antara sesama anggota organisasi karena segala program yang direncanakan akan terlaksana dengan baik apabila semua anggota saling menjaga hubungan komunikasi agar tetap kondusif dan harmonis, baik untuk membicarakan program yang sedang dijalankan maupun program yang akan dijalankan maupun yang sudah dijalankan.

(2)

tujuan organisasi. Hal ini ditekankan oleh Pace & Faules (2002:42) dimana keadaan yang terus menerus ini lama kelamaan akan membentuk sebuah iklim komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi merupakan suatu proses dinamik yang berfungsi sebagai alat utama bagi sukses atau tidaknya organisasi dalam hubungannya dengan lingkungan tugas. Mitchel (1997:62) menemukan komunikasi berhubungan positif dengan kinerja, tetapi tidak sekuat hubungan antara komunikasi dengan kepuasan. Cameron (1998:102) menyatakan komunikasi organisasi dan motivasi berhubungan positif dengan komitmen organisasi dan kinerja dan berhubungan negatif dengan tekanan pekerjaan.

Redding dan Sanborn dalam Muhammad (2008:65) menyatakan bahwa komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward atau komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi upward atau komunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi horizontal atau komunikasi dari orang-orang yang sama tingkatnya dalam organisasi, keterampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan komunikasi evaluasi program. Terciptanya budaya kerjasama dengan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh adanya iklim komunikasi organisasi yang baik.

(3)

organisasi jauh lebih penting daripada keterampilan atau teknik-teknik komunikasi semata-mata dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif (Pace & Faules, 2002:146).

Faktor terpenting bagi perkembangan iklim komunikasi menurut Pace & Faules (2002:165) adalah interaksi karena melalui interaksi antara anggota-anggota organisasi, iklim komunikasi terbentuk. Melalui proses interaksi, para anggota organisasi memelihara eksistensi kepercayaan, dukungan, keterbukaan, penyuluhan, perhatian,dan keterusterangan. Interaksi dalam suatu hubungan manusiawi berperan dalam membentuk iklim komunikasi organisasi dan sikap hidup dalam suatu organisasi.

Adanya komunikasi dalam suatu organisasi akan membentuk suatu iklim komunikasi. Iklim komunikasi ada yang bersifat positif dan negatif. Iklim komunikasi yang bersifat positif atau kondusif dapat mendorong produktivitas kerja karyawan dalam suatu organisasi, sehingga lebih mempermudah tercapainya tujuan organisasi. Sebaliknya iklim komunikasi yang negatif, dapat menghambat tingkat produktivitas kerja karyawan dalam organisasi yang mengakibatkan tujuan perusahaan juga sulit untuk dicapai. Iklim komunikasi juga memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu.

(4)

untuk mencurahkan usaha kepada pekerjaan mereka dalam organisasi (Pace & Faules, 2002:130).

Iklim komunikasi organisasi sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Iklim komunikasi dalam organisasi ada yang bersifat mendukung dan bertahan. Pada iklim komunikasi bertahan, atmosfernya terkesan “berat dan represif.” Kecenderungan iklim komunikasi bertahan membawa implikasi negatif kepada melemahnya budaya kerjasama sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja kerja karyawan. Sedangkan pada iklim mendukung, orang-orang merasa dihormati dan satu sama lain memberikan dorongan pada saat mereka berupaya menyelesaikan tugas (Curtis dalam Mulyana, 2001:89).

Iklim komunikasi yang baik juga mempengaruhi usaha anggota organisasi secara keseluruhan. Frantz dalam Pace (2002:130) mengelompokkan usaha tersebut ke dalam 4 (empat) unsur, yaitu: “(1) aktivitas yang merupakan pekerjaan tersebut; (2) langkah-langkah pelaksanaan kerja; (3) kualitas hasil dan (4) pola waktu kerja.”

(5)

Motivasi mempunyai kekuatan kecenderungan seseorang/individu untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang mengarah kepada sasaran dalam pekerjaan sebagai kepuasan, tetapi lebih lanjut merupakan perasaan senang atau rela bekerja untuk mencapai tujuan pekerjaan. Motivasi adalah suatu keadaan dalam diri seseorang yang mengaktifkan atau menggerakkan orang tersebut. Hal ini dapat diartikan bahwa dengan motivasi, maka seseorang tergerak atau terdorong untuk berbuat sesuatu. Motivasi dipandang sebagai motor yang menimbulkan energi dalam diri seseorang dan dengan energi tersebut seseorang dapat berbuat sesuatu. Motivasi kerja adalah suatu dorongan jiwa yang membuat seseorang tergerak untuk melakukan tindakan produktif, baik yang berorientasi kerja menghasilkan uang maupun yang tidak. Motivasi kerja yang dimiliki seorang pekerja berbeda-beda tentunya, dan juga berfluktuasi. Ada pekerja yang selalu terlihat semangat bekerja karena menginginkan kenaikan gaji atau promosi jabatan, hal tersebut tentunya wajar-wajar saja. Tetapi, motivasi kerja bisa naik-turun dan tidak selamanya kegairahan dalam bekerja bisa terus berada pada titik maksimal.

Pemberian motivasi kepada karyawan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu adanya motivasi positif seperti pemberian hadiah, bonus, penghargaan maupun kenaikan pangkat; dan motivasi negatif seperti pemberian peringatan/hukuman bagi karyawan yang melakukan kesalahan dan sanksi dikeluarkan dari organisasi bila terbukti melakukan kesalahan yang fatal.

(6)

melakukan penelitian internal, terbukti bahwa ada 2 faktor yang menyebabkan penurunan kinerja karyawan tersebut, yakni iklim komunikasi organisasi yang bersifat bertahan sehingga komunikasi menjadi kaku dan lemahnya motivasi kerja sehingga kinerja karyawan cenderung menurun seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel 1.1

Progress Kinerja Karyawan PT.Media Nusantara Citra Sky Vision (Indovision Digital) Medan Periode 2008-2010

Periode 2008-2010 Periode 2011-2013 Tahun Penjualan menurun Tahun Penjualan meningkat

Persentase kenaikan

2008 12240 unit 2011 13837 unit 11.30

2009 11687 unit 2012 14021 unit 12.70

2010 11235 unit 2013 15213 unit 19.54

Sumber : PT.Media Nusantara Citra Sky Vision (Indovision Digital) Medan, 2013

Tabel 1.1. memperlihatkan bahwa setelah dilakukan perbaikan iklim komunikasi organisasi dan peningkatan motivasi kerja, sejak tahun 2011 sampai sekarang terjadi peningkatan kinerja penjualan karyawan dibandingkan kinerja penjualan tahun 2008.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pengaruh komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan.

1.2. Rumusan Masalah

(7)

1. Seberapa besar pengaruh kondisi iklim komunikasi organisasi pada PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan ?

2. Seberapa besar pengaruh motivasi kerja karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan ?

3. Seberapa besar pengaruh iklim komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT.MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan ?

1.3. Batasan Masalah

Untuk membatasi dan memperjelas ruang lingkup suatu masalah dengan tujuan agar menghasilkan uraian yang sistematis serta analisa yang objektif, maka yang menjadi pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini bersifat korelasi asimatris (asymetric correlation) yakni hubungan antara dua variabel (Variabel Bebas dan Variabel Terikat) dimana variabel yang satu bersifat mempengaruhi variabel yang lain. 2. Objek penelitian ini adalah karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision

Digital) Medan.

3. Iklim komunikasi organisasi yang dimaksud adalah kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan, keterlibatan dalam pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan, kepekaan mendengar atasan, dan perhatian terhadap kinerja tinggi.

4. Motivasi yang dimaksud adalah kebutuhan fisiologis, keamanan, kepemilikan sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.

(8)

1.4. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan.

2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan.

3. Untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

1) Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan memperkaya sumber bacaan atau referensi yang berhubungan dengan pengaruh iklim komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. 2) Diharapkan dapat memberikan kontribusi khususnya berkaitan dengan

kajian studi Ilmu Komunikasi, khususnya mengenai kajian iklim komunikasi organisasi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...