Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik di Sekolah Dasar Negeri Candisari 1 Mranggen Demak

Teks penuh

(1)

Lampiran 2

VERBATIM

Wawancara Supervisi Akademik di SD Negeri Candisari 1

Mranggen Demak 2014

Diskripsi Data Penelitian

Profil sekolah yang digambarkan di bab IV akan menjadi pijakan atau begron dalam pemaparan data subjek penelitian ini. Pemaparannya berdasarkan atas permasalahan dan tujuan penelitian. Lebih lanjut akan dipaparkan diskripsi data penelitian yang meliputi; perencanaan; implementasi; umpan balik supervisi akademik untuk peningkatan kinerja guru.

A. Perencanaan Supervisi Akademik

(2)

ini dikemukakan oleh Karsonoto selaku kepala sekolah baru yang didampingi oleh kepala sekolah lama dan pengawas TK/SD, adalah sebagai berikut:

Rencana program yang digunakan dalam penge-lolaan supervisi akademik di SD Negeri Candisari 1 ini, caranya dengan melakukan koordinasi kepada semua guru. Untuk menentukan jadwal rencana program Supervisi akademik dengan meli-hat kalender pendidikan yang ada, dan menyiap-kan buku-buku sebagai sarana yang mendukung yang diperlukan”.

“Supervisi akademik di SD ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru, agar diperoleh pem-belajaran efektif yang akan menghasilkan siswa yang bermutu”.

“Perencanaan dalam Supervisi akademik di SD ini kegiatan kongkritnya berupa menyusun program Supervisi akademik, evaluasi pelaksanaan pem-belajaran serta menyusun program umpan balik-an, sedangkan mekanismenya melalui rapat dewan guru”.

“Dalam program supervisi ini, saya selalu menyu-sun program perencanaan supervisi itu tiap awal tahun pelajaran. Pada saat saya menyusun program supervisi, guru-guru sudah mempunyai tugas menyusun program pembelajaran, dan itu tugas dan tanggung jawab”.

“Penyusunan Program supervisi ini dalam bentuk tabel yang berisi nama guru, mata pelajaran dan kelas. Saya selalu menyempatkan dua kali tiap bulan untuk mensupervisi. Pelaksanaan supervisi yang saya lakukan ini terkadang mendadak tetapi terkadang sudah saya sosialisasikan terlebih da-hulu sesuai dengan situasi dan kondisi”.

(3)

kepala sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Supiyan selaku guru kelas lima yang mengatakan:

“Dalam perencanaan, guru juga diajak membuat kesepakatan dalam penyusunan program dan jadwal supervisi, karena dilibatkan, kami jadi paham mengenai Supervisi akademik ini. walaupun dalam pelaksanaannya kepala sekolah seringkali mendadak. Tetapi itu menandakan bahwa kami sebagai guru harus benar-benar selalu siap untuk disupervisi. Supervisi akademik mendorong semangat kami dan dapat pula sebagai koreksi apa yang telah saya lakukan”.

Berdasarkan hasil observasi dokumen mengenai perencanaan program supervisi di SD Negeri Candisari 1 Mranggen Demak formatnya adalah sebagai berikut:

Program Supervisi di SD Negeri Candisari 1

N

Maret 2014 April 2014

1 Rini I x x x x x x x x

Sumber: Data yang diolah, 2014

(4)

sarana yang nantinya akan digunakan dalam pelaksa-naan supervisi tersebut. Sarana meliputi buku kun-jungan kepala sekolah/buku supervisi, buku tamu kelas maupun buku tamu guru mapel, buku program supervisi kelas buku pesan dan kesan. Hasil wawan-cara dengan Muh Ehsan sebagai kepala sekolah lama terkait sarana tersebut adalah sebagai berikut:

Sarana yang digunakan dalam mendukung program Supervisi akademik antara lain program supervisi, buku kunjungan Kepala Sekolah/buku supervisi, buku tamu kelas maupun buku tamu guru mapel, buku program supervisi kelas, buku pesan dan kesan. Semua itu dibuat dan diguna-kan untuk mendukung tercapainya tujuan penge-lolaan Super-visi akademik yaitu peningkatan mutu pendidikan agar lebih bermakna dan ber-manfaat.

Cara mengelola yang efektif sarana tersebut se-hingga mendukung perencanaan Supervisi akade-mik adalah senantiasa dilaksanakan dengan mengisi buku-buku tersebut secara rutin dan berkesinambungan agar dapat bermanfaat secara optimal.

Dengan adanya sarana ini sangat membantu saya dalam menyusun laporan mengenai hasil evaluasi-nya nanti dan melihat umpan balikevaluasi-nya, artievaluasi-nya buku-buku tersebut yang berfungsi sebagai sarana dalam supervisi ini mampu melihat kinerja guru dalam pembelajaran.

(5)

Program Pembinaan Supervisi SD Negeri Candisari 1

No Hari/ Tanggal

Sasaran Keterangan

Kelas Mata Pelajaran Aspek yang disupervisi

1 3/3/14 V Bhs. Jawa KBM + Sikap tuntas

2 5/3/14 IV PPKn KBM + Kepribadian tuntas

3 10/3/14 III I P S KBM +Motivasi tuntas

4 12/3/14 II Matematika KBM + pengemb. tuntas

5 13/3/14 I Bhs.Indonesia Konsep + Pola pkr tuntas

6 17/3/14 VI I P A Struktur+Teknologi tuntas

7 19/3/14 VI Bhs.Inggris KBM+kerjasama tuntas

8 24/3/14 V Pend.Agama KBM+Pny.Laporan tuntas

9 27/3/14 IV Olah raga KBM+Giat tuntas

Sumber: Data yang diolah, Maret 2014

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi mengenai perencanaan supervisi akademik di SD Negeri Csndisari 1 dapat diketahui bahwa perenca-naan Supervisi akademik meliputi penyusunan program yang melibat guru-guru, namun dalam pelak-sanaannya bisa juga secara mendadak atupun sudah melalui konfirmasi. Supervisi akademik ini disesuai-kan dengan format perencanaan yang dibuat oleh kepala sekolah.

B. Implementasi Supervisi Akademik

(6)

dikemukakan oleh Eko Suyatno selaku guru kelas VI, sebagai berikut:

“Langkah kongkrit pelaksanaan Supervisi aka-demik yang dilakukan oleh kepala Sekolah di SD ini dengan cara kunjungan kelas, observasi pem-belajaran, administrasi guru, yang kemudian di-komunikasikan dengan guru yang bersangkutan. Bila diperlukan, kepala Sekolah turut memberikan solusi demi keberhasilan pembelajaran. Kemudian secara berkala diadakan rapat mengevaluasi pelaksanaan Supervisi akademik”.

“Caranya dilaksanakan sesuai jadwal/rencana program Supervisi akademik yang telah dikomu-nikasikan kepada guru-guru yang bersangkutan terlebih dahulu”.

Kepala sekolah dalam hal juga mengatakan:

“Dalam pelaksanaannya saya atur dengan jadwal yang telah disusun terlebih dahulu. Kemudian saya mengadakan kunjungan kelas dan observasi bagi guru-guru di SD Negeri Candisari 1”.

“Metode atau teknik-teknik yang saya dalam Supervisi akademik di SD Negeri Candisari 1 berbeda-beda untuk masing-masing guru yaitu pendekatan direktif dan non direktif”.

Komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah pada waktu akan melakukan supervisi dilakukan secara akrab dan menerapkan pola hubungan kerja sama. Hal ini terungkap dalam penuturan bapak Fatkhul Manan Guru kelas IV sebagai berikut:

“Kepala sekolah dalam melakukan Supervisi akademik kepada saya, dilakukan dengan cara mengkomunikasikan diluar kelas. Setelah itu kepala sekolah masuk ke kelas dan mengamati proses pembelajaran selama satu jam pelajaran”.

(7)

dituturkan oleh Ibu Sri Istiyarini guru kelas 1 sebagai berikut:

"Pada saat pelaksanaannya, kepala sekolah melak-sanakan Supervisi akademik kepada saya, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam rapat perencanaan supervisi. Akan tetapi terkadang kepala sekolah juga melakukan secara mendadak. Yang dilakukan kepala sekolah langsung masuk kelas dan menanyakan RPP kepada saya, yang ditanyakan adalah seputar RPP yang meliputi ma-teri, metode pembelajaran dsb. Selanjutnya berko-munikasi dan mendapat jawaban apa saja yang saya lakukan saat itu. Kemudian kepala sekolah melakukan pengamatan proses pembelajaran dan mengecek, apakah pembelajaran yang saya laku-kan sudah sesuai dengan RPP, dan jawaban yang saya kemukakan adalah dalam pembelajaran tersebut ada sedikit pengembangan dari saya"

Berkaitan dengan apa yang dikemukakan Bu Sri Istiyarini, bahwa perilaku kepala sekolah dalam super-visi tidak selamanya seperti yang dituturkan di atas. Adakalanya kepala sekolah dalam melaksanakan hanya melakukan pengamatan di lingkungan sekitar kelas SD Negeri Candisari 1 yaitu dengan melakukan pengamatan tentang pengelolaan kelas. Hal ini sesuai dengan penuturan ibu Nunuk Tresnawati guru bahasa Inggris sebagai berikut:

(8)

Pelaksanaan Supervisi akademik oleh kepala sekolah di SD Candisari 1 menggunakan metode yang berbeda-beda, karena guru–guru mempunyai karak-teristik yang berbeda-beda. seperti yang diungkapkan oleh kepala sekolah sebagai berikut:

”Metode yang saya lakukan dalam Supervisi aka-demik di SD ini, saya sesuaikan dengan karak-teristik guru-guru. Dalam hal ini saya tidak meng-gunakan metode yang sama untuk semua guru. dalam pelaksanaan supervisi untuk guru yang senior saya selalu mengadakan percakapan pri-badi. Dengan cara, saya ajak berdiskusi untuk merumuskan masalah tentang bagaimana melaku-kan pembelajaran yang baik. Dalam percakapan ini, guru senior juga memberi solusi untuk memecahkan masalah–masalah yang terjadi dalam pembelajaran. Bagi guru yang lain saya melaku-kan kunjungan kelas sudah cukup bagus.

“Saya memperhatikan pendapat guru tentang masalah pembelajaran. Kemudian setelah mende-ngar ungkapan-ungkapan guru, kemudian saya mengemukakan pandangan mengenai masalah pembelajaran yang dihadapinya. Saat yang demi-kian inilah terjadi komunikasi yang melibatkan guru dan saya sehingga diperoleh kesepakatan tentang tanggung jawab antara saya sebagai supervisor dan guru. Selanjutnya, bagi guru yang tingkat abstraksinya rendah dan mempunyai komitmen rendah, supervisi saya dilakukan dengan pendekatan direktif. Hal yang saya laku-kan sebagai kepala sekolah pada pendekatan ini adalah memberi contoh konkrit dan petunjuk maupun frekuensi supervisi yang lebih banyak dari guru yang lain”.

(9)

"Kepala sekolah dalam melaksanakan Supervisi akademik dengan tehnik atau metode yang berbeda-beda untuk semua guru. metode atau teknik tersebut disesuaikan dengan pengalaman guru yang ada di sini".

Berdasarkan hasil observasi dokumen mengenai pelaksanaan Supervisi akademik di SD Negeri Candi-sari 1 diketahui bahwa kepala sekolah juga melakukan monitoring mengenai administrasi kelas yang dilaku-kan oleh guru. Hasil wawancara dengan Karsonoto sebagai kepala sekolah SD Negeri Candisari 1 menge-nai monitoring tersebut adalah sebagai berikut:

“Selain penggunaan metode atau tehnik percakap -an pribadi secara observasi, saya juga melaks-ana- melaksana-kan Supervisi akademik secara kelompok. Dengan mengadakan pembinaan secara kelompok, biasa-nya saya tekankan pada supervisi administrasi pembelajaran. Mengenai aspek ini dapat anda lihat dalam dokumen notulen rapat supervisi. Supervisi administrasi pembelajaran saya lakukan melalui pembinaan rutin atau secara kelompok. Caranya bahwa semua administrasi pembelajaran dikum-pulkan ke ruang saya. Selanjutnya saya memberi-kan sedikit komentar dalam dokumen administrasi tersebut”.

Hal tersebut sesuai dengan penuturan Bu Dwi Kurniati (guru kelas II) sebagai berikut:

(10)

Penuturan yang disampaikan oleh Bu Dwi Kurniati (guru kelas II) di atas mengenai supervisi akademik berdasarkan aspek administrasi pembela-jaran dibenarkan oleh kepala sekolah dalam penutur-annya sebagai berikut;

"Supervisi aspek administrasi, guru saya suruh mengumpulkan ke ruangan saya lewat bagian kurikulum pada awal tahun pelajaran dan setelah saya lihat dan saya teliti satu persatu kemudian saya resume masing–masing guru, baik keku-rangan atau kelebihannya untuk menentukan bagian mana guru tersebut perlu disupervisi".

Berdasarkan hasil observasi di atas, yang dila-kukan kepala sekolah sebelum meladila-kukan supervisi akademik adalah dengan mensupervisi administrasi pembelajaran guru secara kolektif atau kelompok. Kepala sekolah menggunakan pendekatan dengan cara yang akrab. Penyampaiannya kepada guru–guru terja-di terja-dialog atau komunikasi dua arah yang terja-dibuktikan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang disampai-kan oleh guru. Hal tersebut sesuai dengan yang dituturkan oleh ibu Farohah, sebagai berikut:

(11)

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi mengenai pelaksanaan Supervisi akademik di SD Negeri Candisari 1 di atas, dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah dalam menyelesaikan masalah pembelajaran yang dialami guru pada waktu pembelajaran mengedepankan hubungan personal individual. Setelah mengadakan tatap muka dengan guru yang telah selesai disupervisi maka langkah selanjutnya kepala sekolah mendokumentasikan ke-giatan supervisi. Atas dasar kesepakatan dengan guru untuk ditanda tangani bersama yang kemudian dijadi-kan dokumen sekolah di SD Negeri Candisari 1.

C. Umpan Balik Supervisi Akademik

Pelaksanaan umpan balik supervisi akademik di SD Negeri Candisari 1 berfungsi untuk mengkomuni-kasikan hasil supervisi kepada guru. Dapat juga digunakan sebagai feedback atau balikan untuk memperbaiki kesalahan dengan tindak lanjutnya.

(12)

"Setelah disupervisi saya dipanggil di ruang kepala sekolah. Padahal pada waktu disupervisi saya merasa grogi karena saya guru yunior di sekolah ini. Tetapi akhirnya saya merasa biasa, karena pada saat pak kepala sekolah menyampaikan hasil pelaksanaan supervisi saya malah diajak bicara. saya banyak dibri motivasi. Menjanjikan pada saya untuk mengikuti penataran.

Umpan balik hasil Supervisi akademik SD Negeri Candisari 1 yang dilakukan oleh kepala sekolah ber-tujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam pem-belajaran. Hal yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat bersifat informasi, seperti diungkapkan oleh pak Fatkhul Manan guru kelas IV sebagai berikut ini:

"Setelah disupervisi selesai, saya dipanggil ke ruang kepala sekolah. Begitu duduk saya diajak berbicara untuk berdiskusi mengenai apa saja kekurangan ketika saya mengajar. Beliau kemu-dian memberikan tanggapan berupa masukan berdasarkan temuan-temuan atas kekurangan ketika saya mengajar tadi "

Umpan balik yang disampaikan oleh kepala sekolah tersebut merupakan balikan dalam bentuk informasi untuk mempengaruhi kualitas hasil pem-belajaran.Tindak lanjut atau umpan balik dari hasil supervisi dilakukan oleh kepala sekolah seperti yang dituturkan pada bagian atas dapat berupa pengiriman penataran-penataran untuk beberapa guru yang dalam pelaksanaan supervisi dirasa perlu untuk mengikutinya.

(13)

kehadiran guru. Sedangkan tindak lanjutnya merupakan rangkaian pembicaraan kepala sekolah dengan guru yang disepakati keduanya. Secara keseluruhan proses kegiatan umpan balik atau

feedback hasil supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah di SD Negeri Candisari 1 dapat dirangkum atau digambarkan dalam skema tabel sebagai berikut:

Skema balikan hasil supervisi

Sumber: Hasil wawancara, 2014

Dari hasil observasi dokumen yang diperoleh, mengenai umpan balik dilakukan dengan cara memotivasi. Kepala sekolah memotivasi guru agar siswa asuhannya mencapai prestasi belajar yang meningkat. Umpan balik ini diberikan oleh kepala sekolah secara langsung setelah kepala sekolah selesai melakukan supervisi. Waktu kegiatan umpan balik dapat dilakukan pada akhir semester, untuk melihat kinerja guru dalam satu semester tersebut. Dimulai

Umpan balik

Kondisi awal guru

Proses pembelajaran

Hasil yang diharapkan

(14)

kepala sekolah dan guru membicarakan mengenai kinerja guru yang disupervisi. Diskusi tersebut membahas mengenai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran, Dari mulai penggunaan media, metode, penilaian, dan inovasi yang dilakukan guru beserta kendala yang dihadapinya. Ibu Dwi kurniati guru kelas dua, mengatakan:

“Umpan balik juga diberikan oleh kepala sekolah untuk mengubah kinerja kami para guru. Biasa-nya diberikan kepada guru tidak segera, setelah guru disupervisi karena bila diberikan secara langsung kadang guru malah merasa dikritik atau dicari kesalahan–kesalahannya dalam melakukan pekerjaannya pada pembelajaran”

Figur

tabel yang berisi nama guru, mata pelajaran dan

tabel yang

berisi nama guru, mata pelajaran dan p.2

Referensi

Memperbarui...