• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Pembelajaran Freier Vortrag

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peningkatan Pembelajaran Freier Vortrag"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

YOLI]ME 5, N0M0R 1, IANUART 2007

rssN

1412-2596

IITTHRA

JURNAL

PENELITiAN

SAHASA, SA$TRA,

DAN

PENGAJARANNYA

(3)

*

+

LITERA

lurnal Penelitian Bahasa' Sastra' dan Pengajarannya Volume 5' Nomor 1' |anuari 2007

Daftar

Isi

...""""""

iii

status

tsolek Yog.vakarta-surakarta 9.T.

r"'prtrtT:Y1,-:"^T,:d'p

Bahasa ]awa Standar

it'""*ii"t"tttik

Komiaratif

diakronis"""'

1 -20

P uiiati iuY ata dan Suhnrti

Bahasa lawa-Kitabi Dialek Madura dalam Naskah

Careta

Qiyamnt""'

21'

-

32 Moch AIi

*

Ajaran Mistik dalam Beberapa Karya Rangga

warsita

33

-

46

ImnmBudiUtomo

*

Konflik

Tokoh

Perempuan

dalam. Kumpulan

cerql

Hargn

Perempunn*"v^;?ili"ffi

6''i"

r'itiiilto'

Feminis)

47

-

63

Etse Lilinni

aa

T-Unit

sebagai

Atat

Ukur

Kemampuan Mengarang

:*:

64-77

hrdonesia

""""""

"""""'

A- SYukur Ghnzali

+

Hi-fli

T,;-:#*rffMata

Kuliah Freier V ortras

II'..'...

78 - 91,

+

Muttikulturalisme dalam Novel Burung-burung

Rantau

*':f

'.1..

92-109

-

M;g""

WijaYa

Alilmron

+

Peningkatan Penguasaan Konsep Sintaksis

Bahasa Indonesia Metalui,enerapan-Media peta

K"*;"M#;"*,

OUSI FBS

UNY

"

110

-

123 SudnrYanto

O

Pembahasan Hasil Penelitian: Status

Isolek

Yogyakarta-surakarta dan Implikasrnya terhadap Bahasa

Standar

124 - 178

Zamznni

(4)

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAIARAN MATA KULIAH FREIER VORTRAG

II

Sulis Triyono dan Wening Sahay"u FBS Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak

This action research study attempts to (1) improve students' participation

tn

Freier Vortrag

II,

(2)

improve students' motivation,

(3)

improve students'

initiatives

to

speak

in

German

in

front of

public,

and (a)

improve students' achievementin Freier Vortrag

lI.

The research subjects were sfudents of semester seven first enrolled in the academic year

of

2000/2001attending Freier Vortrag 11

in

the German Language Education Study Program, the Faculty of Languages and Arts, the Yogyakarta State

University.

The

data

were

collected

through

observations, interviews, questionnaires, and

a

test

of

Freier Vortrag

IL

The study was conducted

in

the period of september-November 2004. The research steps included planning action implementation, fact finding, and fact analysis. The sludy consisted of two cycles. Each cycle comprised planning, action, observation, and reflection. The first cycle included lecturers' intensive guidance to make students

well

equipped

with

the materials for Freier Vortrag I1 in German. The students made maximum use of the guidance; 100 % students used the guidance once,76 % fwice, L6 % three times, and

8

%

four

times. The second cycle included lecturers' intensive guidance and a

psychologist's mental guidance and a public speaking practitioner's guidance to

'

make shrdents not nervous when they made presentations

in

German

in

front of

"

public.

--

The findings show that students' awareness to be actively involved in Freier Vortrag

II

improves. Their performance during the presentation on the tourism theme shows that they have a good motivation, their media are sufficient, and they master the materials to be presented in German. Therefore, it can be concluded that this action research study

is

successful. This can be seen from the process and product aspects. From the process aspect, the actions in the study are able to create

an

atmosphere conducive

to

the

teaching-learning process, improve students' participation

in

the course, and enhance sbudents' motivation ar Freier Vortrag IL

From

the product

aspect,

the study

is

able

to

improve shrdents' academic achievement. This is shown by the increase

in

their achi6vement- There are 24 "/o

shrdents obtaining A,50 % obtaining B, and only 26 "/" obtaning26 %. Key word,s: Learning motivation, Freier Vortrag

A.

Pendahuluan

merupakan mata kuliah yang memiliki

-1.

LatarBelakang

kesulitan cukup tinggi. Oleh karena itu,

Freier Vortrag atau

presentasi/

mata

kuliah

tersebut ditempuh pada pidato tanpa teks daiam bahasa

|erman

semester enam

untuk

Freier Vortrag

I

dan pada semester

hrid

Vortrag

II.

Mata

kulie

oleh mahasiswa setelah t

wati

mata kuliah-mate

seperti

Hdroerstehea

IY

Sprechfertigkeif

IY

(berfi

stehen

IV

(membaca[

fertigkeit

IV

(menulb).

urutan

penguasaan

ild

sebut, diharapkan

m*

mempunyai bekal yarqgu mengekspresikan

seca

Jerman atas materi-mailE kan mata kuliah FreizrYa sebaik-baiknya.

Sesuai denganKr

mata

kuliah

Freier

Vcil

memiliki bobot 2 SKS,

ff

sekali seminggu per

kell

paralel)

dengan

walilr

garaan 100 menit.

lvl&

Vortrag I1 menuntut

kerill

cukup tinggi.

Dalam

cil

tatap muka, dosen

rrp

kuliahan sebanyak tigr "

Dalam

kesempatan

lFr

membahas seluruh temad luar DIY yang merupalct' yang akan dipresentasillj secara lisan dalam baha

cara menyeluruh. Tatap

r

nya,

digunakan

mali

mempresentasikan tema "

yang

menjadi

tan#q

Materi

ini

dibuat dalan

I

lah dalam bahasa Jermanr tasikan secara lisan- Sd*i mester mahasiswa

meq

makalah sebanyak dua materi yang berbeda

ya

secara acak melalui

rmd

rena

itu,

banyaknya talr; perkuliahan bergantung 1

mahasiswa yang mengihil ini.

(5)

79

dan pada semester tuiuh untuk Fraar vortrLg

II.

Mata

kuliah

ini

ditempuh oleh

iahasiswa

setelah mereka

mele-wati

mata kuliah-mata

kuliah

dasar'

seperti

Hdnserstehen

lV

(menyimak)'

$echfertigkelt

IV

(berbicara)'

Leseoer--i*r"'

ti

(membaca),

dan

Schreib-lmigkeit

IV

(menulis)'

Berdasarkan

-*t

t

.

Penguasaan materi dasar ter-sebut, a*raiaPt

an

mahasiswa sudah utempuoyai Uetat yang memadai untuk

*o,i"rcpt"sikan

secara

lisan

bahasa

Icrm;

aias materi-materi yan-g

-disaii-Ln

mata kuliah Freiu Vortrag II dengan rebaik-baiknYa.

Sesuai dengan Kurikulum 2002'

urata

kuliah

Freier Vortrag

II

(KKL) memiliki bobot 2 SKS, diselenggarakan sekali seminggu Per kelas (ada 2 kelas

paralel) dengan

waktu

P""Y*tp

Lr*'100

menit'

Mata kuliah Freier

?.t

rg II menunfut keria mandiri Yang

orkuf,tinggl.

Dalam

enam belas kali tatap

muki,

dosen memberikan Per-tuti'ut

at

sebanyak

tiga

tatap

muka'

Dalam

kesemPatan

tersebut'

dosen membahas seluruh tema obiek wisata di luar DIY yang merupakan materi pokok yang akan dlpresentasikan mahasiswa

=ori,

lisan dalam bahasa |erman

se-MeskiPun dosen hanYa meng,-

-cunakan tatap muka selama tiga kali fiertemuan

untuk

membekali maha-siswa tentang materi yang akan

figre-sentasikan ru-.ut, global, namun di luar

kelas mahasiswa bebas berkonsultasi dengan dosen.

MeskiPun

demikian' oada kenyataannya mahasiswa tidak

*"nggrt

rtr.,

Peluang

ini

dengan

sebail+aitnya-

Terbukti hanya seba-gian mahasiiwa yang melakukan

kon-Iultasi

secara intensif selama mereka mempersiapkan makalah bahasa

Jer-r"*

y*g

ik*

diptut*tasikannya'

Se-bagian besar mahasiswa hanYa me-lafukan konsultasi sebanyak sekali

se-betum

mereka

memPresentasikan temanya'

Berdasarkan

hasil

evaluasi

cara menyeluruh. Tatap muka

selaniut-.r",

digunakan

mahasiswa untuk o,"*pr"t-utttasikan tema objek wisata

yang menjadi

tanggung

jawabnYa'

-lUrf,ti

ini

dibuat dalam bentuk maka-Iah dalam bahasa Jerman dan dipresen-tasikan secara

lisan'

Selama satu se-mester mahasiswa memPresentasikan makalah sebanYak

dua

kali'

dengan

-r,".i

yang berbeda yang ditentukan secara acalf melalui undian' Oleh ka-rena

itu,

banYaknYa tataP muka atau perkuliahan

bergintung

pada iumlah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini.

tahun akade mlk 2OO2 / 2003, hanya 10%

mahasiswa

Yang'mamPu

mendaPat

nilai

A

pada matakuliah Freier Vottrag

11. Kebanyakan mahasiswa hanya

me-raih nilai C. Dari performa mahasiswa

saat

presentasi,

terlihat

kebanyakan mahasiswa merasa nerudus saat presen-tasi

di

depan kelas' Selain

itu'

bahasa

vane

dizunakan mahasiswa terkesan

lu"[u,

tit

book, dan amat berbeda pada

saat

konsultasi.

Hal

ini

disebabkary mahasiswa menYadur

materi

Yang dipresentasikan langsung- dari- buku

,.rrr.,

atau

referensi bahasa Jerman tanpa diolah terlebih dahulu' Cara yang aitatutcan

ini

justru akan menyulitkan mahasiswa

sendiri' Pola

gramatika' ,.gkuPun-rr.gkaPaa

dan

kosa. Uu,'.u

fuig dig""rkin

pada buku tersebut

di-'*rigtiitu"

*uiih

asing

bagi

maha-siswi

sehingga kurang dipahaminya' Kenyataan tersebut menuniukkan

bah-wa

ada Permasalahan Yang harus se-gera dibenahi.

"

M"lalui

Penelitian

ini

akan

di-upaYakan

solusi

untuk

mengatasi

I

(6)

80

masalah tersebut. perasaan cernas dan gugup saat presentasi dan pemanfaatan

waktu

konsultasi

untuk

tema

pari_

wisata

yang

kurang

dimanfaatkan mahasiswa secara efektif, akan dicoba diatasi melalui dua siklus. Siklus per-tama berupa bimbingan intensif pida mahasiswa

unluk

menyiapkan materi presentasi dalam bahasa Jerman. Me_ lalui bimbingan intensif ini diharapkan mahasiswa

akan

terbanfu

*u.ry"_ lesaikan kesulitannya unfuk rr,".rgrr'.lg_

kapkan ide-idenya

terkait d"""g;

materi

pariwisata

yang akan dipre_

sentasikan.

Dengan

persiapan yang matang

ini

diharapkan dapat

*er,r.*_

buhkan rasa percaya diri. Siklus kedua berupa pemberian materi

dan

teknik_

teknik praktis yang perlu

dikuasai mahasiswa

dalam

Freier Vortrag II.

Selarn

-

tetap

mengadakan bimbiigan

intensif pada mahasiswa, langkah

ying

ditempuh untuk merealisasi fuluan pel nelitian ini adalah berdasarkan gagasan

Tripp

(1990: 159)

yaitu

memUuat perencanaan (planning), melaksanakan kegiatan (acting), menemukan fakta (fact

finding),

dan

menganalisis

fatta (analyzing).

Indika tor keberhasilan tindakan tersebut adalah sikap positif mahasiswa terhadap mata kuliah ini, meningkahrya molivasi belajar, partisipasi, dan pres_ tasi akademik mahasiswa.

Perurnusan

masalah

dalam penelitian

ini

adalah

upaya

apakah yang dapat dilakukan untuk mening_

katkan kualitas

pembelajaran .r,uI"

kuliah Freier Vortrag [I? 2. Tufuan Penelitian

Tujuan

penelitian

ini

adalah

untuk:

(1)

meningkatkan partisipasi mahasiswa

dalam

perkuliahan Fiaiur Vortrag

tI;

(2) meningkatkan motivasi

belajar mahasiswa;

(3)

meningkatkan sikap berani berbicara bahasa Jerman di depan umum;

dan (4)

meningkatkan prestasi belajar Freier Vortrag I[.

3. Landasan Teori

Materi Freier Vortrag

II

adalah tema objek-objek wisata yang terdapat

di

seluruh wilayah Indonesii, khusus_ nya daerah-daerah yang menjadi tujuan daerah wisata. presentasi/pidato atau berbicara dalam bahasa Jerman tersebut

merupakan

kegiatan

berkomunikasi atau berbicara

dalam

bahasa Jerman tanpa teks untuk tema pariwisata.

Menurut

Savignon (1972: g)

berbicara merupakan proses komu_ nikasi lisan. Komunikasi akan terjadi jika terdapat kesepakatan mengenai arti dalam konteks bahasa antara sipem_ bicara dengan pendengar. Kesesuaian

arti

dalam konteks bahasa itulah yang pada akhimya menentukan efektif atau tidaknya suatu informasi yang

disam-paikan

lewat

komunikasi

tersebut. Pembicaraan yang efektif tersebut da_

pat terjadi, apabila pesan yang disam_

paikan identik

dengan pesan yang diterima (Hybel

&

Weaver, 1g7a: 3).

Dengan

demikiary walaupun

pesan

yang

disampaikan

itu

baik

dalam

kaitannya

dengan konteks

bahasa, tetapi

jika

tidak dimengerti oleh pene_ rima pesan, maka komunikasi tersebut menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan adanya persamaan persepsi dalam berkomunikasi ag:ar kesepakaLn mengenai arti

ltu

dapat terjadi. Dalam pengajaran bahaia, persama;rn persepsi atau kesepakatan mengenai

arti

dalim konteks bahasa, baik yang menyangkut aspek

linguistik

maupun aspek non_

lingkuistik guna

keberhasilan komu-nikasi terganttmg

dari

tingkat kekom-pleksan bahan pembicaraan, tingkatan

bahasa,

kecepatarl akuratan, kecocoka, caraan dengan situad

31).

Howatt

(dah

16) berpendapat

b&

komunikasi diperrgard

pilan

mendengar pcs paikan oleh orang

bi

mendengar pesan

ir*

tukan

berhasil

tidah

karena

jika

tidak

meq

disampaikan orang

h

terjadi

kesalahpahm seorang

tidak

menga disampaikan orang

h-nikasi tidak akan e{&fi mendengar pesan

ala

rupakan kemampuand tifikasi

dan memaha

katakan oleh orang

hl

mencakup

pemahaml

bunyi-bunyi, tatabalucl makna. Terkait dengml hadap tatabahasa d.ar I keterampilan menyfutrC adanya kemampuan y1 aspek linguistik. Yarg pemahaman

akan

m

bunyi-bunyi berarti

c

kemampuan

di

bidnf,

yang meliputi

pemahu

dan

konteksnya s€rt

aspek suprasegmentatr-Beile (1983: 7) r tiga proses dalam p€rrgr

pilan mendengarkan pcr paikan oleh orang lain

pilan

menyimak, yaih penguasaan menangh;

disampaikan

oleh

F

berupa

penguasaan X maupun penguasaan

id

lakukan identifikasi

pr

sikal,

sintaksis, semerti
(7)

bahasa,

kecepatan, keluwesan, ke' akuratan, kecocokan bahasan pemli-caraan dengan situasi (Carroll, 1980: 31).

Howatt

(dalam Yagang, 1988:

16) berpendapat bahwa keterampilan komunikasi dipengaruhi oleh

keteram-pilan

mendengar Pesan Yang

disam-paikan oleh orang

lain.

Keterampilan mendengar Pesan inilah yang

menen-tukan

berhasil

tidaknya

komunikasi, karena jika tidak mengerti pesan yang disampaikan

orang

lain,

maka

akan

terjadi

kesalahpahaman.

Apabila

se-seorang

tidak

mengerti Pesan Yang disampaikan orang lain tersebut komu' nikasi tidak akan efektif' Keterampilan mendengar pesan atau menYimak me-rupakan kemampuan dalam

mengiden-tifikasi dan

memahami aPa Yang di-katakan oleh orang lain. Pengertian ini mencakup pemahaman terhadaP unit bunyi-bunyi, tatabahasa, kosakata, dan makna. Terkait dengan pemahaman ter-hadap tatabahasa dan kosakata berarti keterampilan menyimak

ini

menuntut adanya kemamPuan Yang manYangkut aspek linguistik. Yang terkait dengan pemahaman

akan

makna

dan

unit bunyi-bunyi berarti menuntut adanya kemampuan

di

bidang nonlinguistik, yang melipuri pemahaman akan situasi

dan

konteksnYa

serta

Pemahaman aspek suprasegmental.

Beile (1983: 7) mengemukakan tiga proses dalam Penguasaan keteram-pilan mendengarkan Pesan yang disam-paikan oleh orang

lain

atau

keteram-pilan

menYimak,

Yaitu

meliPuti

(1)

penguasaan menangkaP Pesan Yang

disampaikan

oleh

Pembicara baik

berupa

penguasaan Pelafalan kata maupun Penguasaan intonasi, (2)

me-lakukan identifikasi

pada unsur

lek-sikal,

sintaksis, semantik

dan

supra-81

segmental

dan

berusaha memahami makna serta situasinYa,

dan

(3)

me-nyimpan semua in{ormasi yang telah

diperoleh tersebut

ke

dalam memori otaknya, sehingga

daPat

digunakan untuk memPermudah pemahamannya.

Terkait dengan rasa

cemas yang mendalam atau neru0us saat mem-presentasikan materi

di

depan umum, baik di kelas maupun di luar kelas, ada beberapa strategi

praktis

yang dapat digunakan

untuk

meminimalkan rasa cemas

itu.

Menurut psikolog yang se-kaligus sebagai praktisi public speaking,

yang

diundang

sebagai

salah

satu icontributor dalam tindakan yang

di-ambil dalam

penelitian

ini,

bahwa adanya kesadaran untuk mengakui

diri

sendiri merasa guguP atau nervous saat akan tampil

di

dePan unrum

meruPa-kan salah satu cara

untuk

menghalau kegugupan yang dirasakan. Cara lain adalah mempersiapkan dengan

sebaik-baiknya

tema-tema pariwisata untuk materi presentasi dalam bahasa Jerman yang akan dipresentasikan. Di samping

itu,

menghirup udara sedalam-daiam

sebelum presentasi

jugu

merupakan teknik sederhana untuk mengatasi rasa cemas tersebut.

B. Metode Penelitian Tindakan

1.. Setting Penelitian

Penelitian

ini

dilakukan

di Program Studi Pendidikan Jerman FBS

Universitas Negeri Yogyakarta- Sasaran penelitian adalah mahasiswa semester semester 7 tahun akademik 2A03/2004,

yang

mengambil

mata kuliah

Freier Vortrag

II.

Penelitian berlangsung sela-ma satu semester terhitung mulai bulan September

dan berakhir

Pada bulan

Nopember 2004.

Tindakan-tindakan

Yang

di-lakukan dalam penelitian

ini

dtuiukan
(8)

82

unfuk meningkatkan kualitas pembel-ajaran

mata

kuliah

Freier Vortrag II. Pada semester gasal 2003/2004, mata kuliah Freier Vortrag

II

ini

diikuti

oleh

42 mahasiswa,

ya

g

terbagi dalam 2

kelas yaitul kelas regular sebanyak 14 mahasiswa dan nonregular sebanyak 28 mahasiswa.

2. Prosedur Penelitian Tindakan Seperti telah disebutkan di ata+ bahwa penelitian

ini

berlangsung sela-ma satu semester, yang dimulai pada

bulan

September

dan diakhiri

pada

bulan November 2004. Penelitian

tin-dakan

ini

dilaksanakan

dalam

dua siklus. Adapun prosedur penelitiarurya

meliputi hal-hal

sebagai

berikut

(a) Perencanaan: pada tahap

ini,

peneliti melakukan observasi dan penyebaran angket untuk mengidentifikasi masalah yang muncul.

Di

samping iLu, peneliti

memilih

masalah penelitian

yang

muncul

terbanyak

dari

angket yang

ditulis

mahasiswa, dan

dari

observasi yang dilakukan. Masalah-masalah yang dipilih adalah yang kemungkinan besar dapat dicarikan solusinya. Merancang pemecahan masalah dengan melibatkan dosen pengampu yang lain dan

maha-siswa;

@)

Tindakan: tindakan yang dilakukan berupa pemecahan masalah yang telah direncanakan dan

dilaksana-kan pada tindakan

ini;

(c) Observasi:

peneliti

melalukan obserrasi selama penelitian berlangsung. Kegiatan ini

dilakukan

untuk

mengetahui kelan-caran proses tindakan yang diambil, akibat tindakan dan hasil dari tindakan tersebut.

Selain

ihr,

observasi juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tindakan yang dilakukan

men-dukung tercapainya tujuan penelitian

ini; (d)

Refleksi:

refleksi

dilakukan dengan

semua

pihak

yar:rg terlibat

untuk mengevaluasi semua proses yang terjadi, masalah yang masih muncul, hasil penelitian tindakan, dan meren-canakan tindakan-tindakan selanjutnya. 3. Teknik Pengumpulan Data

Data yang

diperlukan dalam penelitian ini dijaring melalui observasi, angket, wawancara dan hasil presentasi mahasiswa.

Angket

yang

digunakan dalam penelitian

ini

sebanyak 5 buah,

yaitu

(a) angket 1, diberikan

di

awal perkuliahan untuk mengetahui perma-salahan, (b) angket 2, diberikan setelah semua mahasiswa selesai melaksanakan presentasi tahap pertama.

untuk

me-ngetahui kemanfaatan tindakan yang dilakukan, (c) angket 3, untuk menilai presentasi mahasiswa, sehingga dike-tahui perspektif

dari

diri

mahasiswa, (d) angket 4, bimbingan dosen kepada '

mahasiswa, dan (e) angket 5, diisi oleh mahasiswa

untuk menilai

temannya pada saat presentasi dilakukan.

Selama penelitian

dilakukan observasi atau pengamatan

dan

pen-catatan

di

lapangan mengenai segala

hal

yang

terjadi dalam

perkuliahan Freier Vortrag

IL

Hal-hal yang mendu-kung tujuan penelitian selalu

ditingkat-kan,

sedangkan

faktor-faktor

peng-hambat pencapaian tujuan akan dicari

solusinya. Kolaborator

dalam pene-litian ini adalah dosen pengampu mata-kuliah Freier Vortrag I, Freier Vortrag

Il,

dan mahasiswa.

4.

TeknikAonGi"

D.t.

Teknik yang digunakan untuk menganalisis data peneliLian

ini

adalah deskriptif kualitatif.

5. Indikator keberhasilan tindakan Keberhasilan penelitian

tindak-an

ini

akan

dilihat

dari

dua

jenis

indikator, yaitu proses dan dakan. tndikator .antara lain: (1)

dap

perkuliahar; siswa terhadap

dan (3) patipa*

perkuliahan Fre&r Adapun tindakan dapat (L) kesadaran konsultasi dan

kmsultasi;

(21

dalam presenhsi

fisik, dan

isi positif mahmiswa merninimalkan mengtrfrrngr mam Panggt[tt bahasa }ermat

di

materi yang kologi

ini

diberikn-sekaligus speaking.

C. Hasil

1. Hasil

Penelitio

Penelitian arahkan pada belajaran mata

Adapun pe lakukan sebanyak pelaksanaan siklus tersebut berikut.

a. Sikius Pertaura L) Perencanaan

Data

yang penelitian

ini

angket, wawancrr4

tasi

mahasiswa-wawancara, dan

-j :i

Litera, Volume 6, Nomor 1,lamtan200T

(9)

;t#,.if

ffi;

*o'|*":,

EtTHE"ffiqH'#'ffi:d::*trffi'ff

l"TH=-s"':ir

*kl*'

*J

NI#}X*$

.antara tain:

(1)'*%'T;;;;"i.lfi

i,ril;;;"

"1t.r"r,tasi,

mengolarr,

:*",lrT$*iqfl#*:Til

ffi*}ij*i'!"::},#fi",,1r

;,-"fffi

0fu,:;#f.:'n***1,1.,

;;,-

uatrasa lerma

'

AdaPun rnc

il'ffi

*H"Ld,$'nlffii

;**S*gi;*

:ffi;

*Hr#"#-il,,#ffi

,rr-ff6

fis&, dan

isi

ma

pbsitir mahasiswa

,I..;*u

*'vuopi,vi

';:L"TirT""il:?"ilpn

^*o'"

.o:t

meminimalk*

*"',ia"tp.tcaVaan

;lX'

dalam

bahasa,

lndonesia

maupun

ffiffi=rffi'mry#m:f*htl*

ffi,fr:mt

ffiU;"t"i*'

TT:-

p"J","r,i.=

r,X,i,tkt:il,0fr3fl

;:ut"i

y*g.r"lf't

i*g'n

u"p"k

Pt'g

*"rts"t"i',.a*1'

mahasiswa

kuralq

ffi#

i-,i

aliu"i1r"

oleh

psikolouvT?,

"r",*7"r

kur"l1-*,rlasikan

ide merarur

sekatigus senagai

praktisi

pttottc

'u"*rrn,

ry*:a1f5Jff-1TJ,;,

speaking-

t

rr*'irt"r'*at

sederhana yang dibuz

C. Hasir peneritian dan

pembahasan

*#:fli***:'ilil':Xtl

;:-i:d;;;;".r,*"rindakan

t'^r--

:-:

.ri-

ffi

i*sr-**,m"**.1""f;1:

Penelitian

tindakal

.'"'-;

r-urmu,

yans

ot:i:Tll

,ll.nri*

;:m-t",*'-x,:ff.'mn:;i,1ffi".f$f*sil*H*

j"i:t

{tl;x

j**nffi

Hjffi".lffi;

it*:Hn',i

#ff*,x":xn

peraksanaan

tindakan

pada

-:U;

iJ"*u"ox"y*.1.,*

,r,"rr,rtai

kosa rata

;I'^Tj:"'"uLus'l/-.

-

l#-:i']'ffi1ru*ttr**i*:

a. Siklus

Pertama

;il;*dtI"""]-T:

ungkapan

dln

1)

p"r"r..u.t

diperlukan

dalam

sama teriadi

Pu9urnu, yang

cmde-Data

Yang

pene,i,ia-n-inirl,:_,:"f,i]lg,tl,r",Iltffil5$fo}#*i**,

angket, wawancara'

J-t,urit

obselasi,

ilr*

unt,k

_"*f;t

,ffiTHi

*L*ll:Xl;

I^*-"il*u.do"o::1

yai[

t",t"s

a^

text'

ffi'*tJfta

mahaliswa Pada

awal
(10)

u

mahasiswa langsung dari buku, justru

menyulitkan

mahasiswa

pada

saat presentasi, karena kosa kata, gramalika, maupun ungkapan yang dipakai belum dikenal mahasiswa.

2)Tindakan

Berdasarkan hasii diskusi yang

dilakukan

mahasiswa dengan dosen pengampu mata kuliah Freier Vortrag

ll

dan kolabolator, tindakan yang

dilaku-kan pada siklus

pertama dalam pe.

nelitian

tindakan

ini

adalah sebagai berikut.

a)

Mahasiswa melakukan konsultasi

pertama

pada

dosen -pengampu mata kuliah Freier Vortrag

II

untuk menemukan buku acuan, mengolah

butir-butir materi yang akan dipre-sentasikan.

Hal ini

dilakukan agar

diperoleh keruntutan

dan

keleng-kapan

isi

materi yang akan dipre-sentasikan.

Pada

dasamya

kon-sultasi tidak terbatas pada isi materi presentasi, melainkan juga mengenai media yang bisa digunakan sebagai

media

pendukung

presentasi. Waktu berkonsultasi dapat pula di-gunakan oleh dosen unhrk memberi sugesLi dan nasehat sebagai penguat mental mahasiswa. Dengan sugesti ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa unfuk tampil di depan umum.

b)

Setelah konsultasi pertama dilaku-kan, mahasiswa membuat makalah, dalam bahasa Jerman tentang tema wisata yang telah

diundi

sebelum-nya.

Makalah

ini

dikerjakan di rumah

dan

harus siap

diketik

de-ngan

komputer.

Adapun

waktu yang disediakan selama sahr ming-gu.

c)

Makalah

yang

telah dibuat,

lalu

dikonsultasikan

kembali

kepada

dosen. Dosen mengoreksi makalah tersebut,

baik

dalam

aspek keba-hasaan maupun

isi

materi. Dosen

iuga

memberikan saran mengenai

media

yang

perlu

dipersiapkan mahasiswa

untuk

presentasi. Jika

diperlukan, mahasiswa dapat

ber-konsultasi berkali-kali

sebelurn mahasiswa

tampil

mempresentasi-kan temanya.

d)

Sehari sebelum presentasi, maha-siswa

perlu

menyerahkan makalah dalam bahasa ]erman kepada dosen penSampu.

e)

Mahasiswa mempresentasikan

ma-kalah

mengenai salah

satu

objek wisata

di

Indonesia,

di

luar wilayah

DIY.

Setelah

presentasi selesai, peserta atau mahasiswa

lain

diberi

kesempatan

bertanya,

memberi saran,

atau

menanggapi makalah yang dipresentasikan.

0

Dosen memberi

kritik

korstruktif

dan

saran mengenai

isi

makalah

yang

telah dipresentasikan maha-siswa- Selain doaery mahasiswa lain

diberi

kesempatan

memberi

pe-nilaian dan saran kepada presenter melalui angket- Presenter juga diberi angket sebagai refleksi atas uniuk

kerja

dan

performa

yang

telah dilakukan tadi.

3) Observasi

Selama tindakan

pada

siklus pertama berlangsung

peneliti

selalu melakukan olservasi/pengamatan pa-da suatu hal yang mungkin dapat

ter-jadi

pada

tindakan

ini.

Dari

hasil observasi mengenai frekuensi

konsul-tasi

yang

dilakukan : mahasiswa

ter-sebut, temyata ditemukan fakta bahwa

tidak semua mahasiswa menggunakan kesempatan konsultasi secara maksi-mal.

Hal

ini

terbukti adanya

9

(sem-bilan) mahasiswa

ya

kan

konsultasi

srhl

tersebut tampil

di

&

mempresentasikan

t

kan jurnlah

mahd

melakukan

konsuld

sebelum mahasiswa I kelas sebanyak 29

d

4) Refleksi

Tihdakan pcifr kan pada siklus l<edE secara maksimal

ol&

utama dalam

rrtr

konsultasi

kepadadc

presentasi

kurang q

terjadi pada

9

mahn

lalui

wawancara

drl

siswa

yang

hanye

I

sultasi sekali saia,

d

mereka

akan

trEt

konsultasi dengan

I

mahasiswa menyadrifl

konsultasi

dengm':

berpengaruh

teftad{

mahasiswa.

Hal

iri

i

mahasiswa yang mrlC

lebih

dari

dua

kali,:

nilaian dari

temarrd

bagus. Sebaliknya,

I

hanya melakukan

km

memperoleh

p

nil&

bagus

dari

teman

d

pentingnya langkdr ;

dilakukan mahasism maka tindakan

pafi

akan

dilaksanakm

t

kedua, terutama

dilf,

mahasiswa

yang

b

konsultasi

sekali-

:!

b. Siklus Kedua

1) Perencanaan

Data

p€nehil

dijaring melalui

oh

(11)

brilan) mahasiswa yang tidak

melaku-tan

konsultasi sebelum mahasiswa

hsebut

tampil

di

depan kelas untuk merrpresentasikan temanya.

Sedang-Lan jurnlah

mahasiswa

yang

telah

melakukan konsultasi kepada dosen sebelum mahasiswa

tampil

di

depan telas sebanyak 29 mahasiswa.

,l) Refleksi

Tindakan pertama yang dilaku-kan pada siklus kedua tidak dilakudilaku-kan sec;ua maksimal oleh mahasiswa,

ter-utama dalam

memanfaatkan waktu kursultasi kepada dosen, sehingga hasil prresentasi

kurang optimal.

Hal

ini terjadi pada

9

mahasiswa

Q

%).

Me-lalui

wawancara dengan para

maha-siswa

yang

hanya

melakukan kon-zultasi sekali saja, disepakati bahwa

mereka

akan

menggunakan waktu konsultasi

dengan

lebih baik.

Para mahasiswa menyadari bahwa frekuensi

konsultasi

dengan dosen

sangat berpengaruh terhadap hasil presentasi mahasiswa.

Hal

ini

terbukii

bahwa mahasiswa yang melakukan konsultasi

lebih

dari

dua

kali,

memperoleh pe-nilaian dari teman-teman sekelas sangat bagus. Sebaliknya, mahasiswa yang hanya melakukan konsultasi sekali saja,

memperoleh

penilaian

yang

kurang bagus

dari

teman sekelas. Mengingat pentingnya langkah konsultasi yang dilakukan mahasiswa pada dosen ini,

maka

tindakan

pada siklus

pertama

akan

dilaksanakan

lagi

pada

siklus kedua, terutama diberlakukan kepada

mahasiswa

yang hanya

melakukan konsultasi sekali.

b. Siklus Kedua

1) Perencanaan

Data

penelitian tindakan

ini

dijaring melalui

observasi lanjutan,

85

angket kedua, wawancara lanjutan, dan hasil presentasi mahasiswa yang kedua.

Dari hasil observasi lanjutan, wawan-cara lanjutan, dan angket kedua yang disebarkan kepada mahasiEwa masih

ditemukan adanya masalah. Masalah

yang

berkaitan dengan

performa mahasiswa yang masih merasa g:rogi atau nen)ous pada saat presentasi diakui

sendiri oleh

mahasiswa.

Hal

ini

di-sebabkan antara

lain

oleh kurangnya persiapan dan belum terbiasanya

ber-bicira

dalam bahasa Jerman

di

depan

lunum,

meskipun

di

depan

teman sekelas sendiri.

Hal

ini

menyebabkan mahasiswa

tidak tampil

percaya diri.

Pada

kenyataannya,

hampir

semua mahasiswa pada saat presentasi terlihat grogi. Mereka berbicara dalam bahasa |erman secara tersendat-sendat, nafas terengah-engah, dan body language trdak terkontrol.

Dari

angket

dan

diskusi dengan mahasiswa, diperoleh saran-saran yang dapat dijadikan masukan

dalam mengatasi masalah-masalah di atas. Sebagian besar mahasiswa me-nyarankan bahwa waktu untuk

berkon-sultasi

dengan

dosen

lebih

diPer-banyak. Selain itu, banyak pula maha-siswa yang menulis dalam angket ten-tang perlunya pengetahuan, teknik, dan strategi praktis

untuk

menghilangkan rasa gugup pada saat berbicara dalam bahasa |erman di depan umum.

2) Tindakan

Tindakan yang dilakukan pada siklus kedua dalam penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut.

a)

Dosen memberikan bimbingan in-tensif kedua, ketiga,

dan

keempat kepada mahasiswa yang masih

me-miliki

kesulitan

dalam

memPer-siapkan

materi

presentasi kedua.

Hal

ini

dilakukan

agar

kesulitan
(12)

86

yang

dihadap'i mahasiswa dapat terpecahkan.

Di

sannping

itu,

agar diperoleh

teruntutan

dan

keleng-kapan

isi

materi yang akan dipre-sentasikan

untuk

terna kedua ter-sebut. Konsultasi tidak terbatas pada isi materi presentasi" melainkan juga hal-hal

lain

yang dapat membantu memecahkan kesulitan yang

diha-dapi

mahasiswa. Dosen memberi nasehat

perihal

tema materi yar,g

akan

dipresentasikan mahasiswa. Dengan nasehat

ini

diharapkan

da-pat menumbuhkan rasa keberanian

dan

rasa percaya

diri

mahasiswa

un[uk

tampil

di

depan umum de-ngan menggunakan bahasa Jerman.

b)

Setelah konsultasi kedua, ketiga, dan bahkan keempat, mahasiswa

mem-'buat

makalah dalam bahasa jerrnan untuk tema wisata yang telah diundi sebelumnya. Makalah

ini

dikerjakan di rumah dalam wakhr satu minggu.

c)

Makalah

yang

telah siap,

dikon-sultasikan kembali kepada dosen. Dosen mengoreksi

isi

rnakalah ter-sebut. Dosen juga memberikan saran mengenai media yang perlu diper-siapkan mahasiswa untuk presentasi tema kedua.

d)

Mahasiswa mempresentasikan tema kedua dalam bahasa Jerman tentang tema pariwisata- Setelah presentasi selesai, dilanjutkan dengan forum

diskusi

atau

tanya-jawab antar mahasiswa dalam bahasa ferman.

e)

Dosen memberi

saran

mengenai

materi yang

telah dipresentasikan oleh mahasiswa. Selain dosen mem-beri nilai dan saran, mahasiswa lain

diberi

kesempatan

memberi

pe-nilaian dan saran kepada presenter melalui angket.

l)

Observasi

Tindakan

pada

sikltts

kedua dapat dinyatakan bahwa seluruh maha-siswa yang akan melakukan presentasi dalam bahasa Jerman tei.ah melakukan konsultasi kepada dosen tentang materi wisata yang menjadi tema presentasi-nya. Adapun rinciannya adaiah sebagai

berikut

(1)

Berjumlah

38

mahasiswa (100%) melakukan konsultasi sebanyak sekali;

(2) 29

mahasiswa (76%) telah melakukan konsultasi sebanyak dua kali; (3) berjumlah 6 mahasiswa (16oh)

melakukan konsultasi sebanyak tiga

kali; dan (4)

berjumlah

3

mahasiswa (8%) saja

yang

menggunakan waktu konsultasi secara maksimal sebanyak empat kali.

4) Refleksi

Pada

siklus

kedua

ini

tehh didatangkan praktisi public relations dan public speaking. Tujuan mendatangkan

praktisi

ini

adalah

untuk

memberi wawasan, pengetahuary

teknik,

dan

strategi praktis kepada

mahasiswa dalam menghilangk;a rasa nerods pada

saat

melakukan

presentasi

dalam bahasa Jerman di depan urnurn. Teknik-teknik tersebut antara lain ientang

hal-hal

yang harus dilakukan mahasiswa

agar presentasi dapat berjalan lancar

dan

a9ar

mahasiswa

tidak

merasa gugup pada saat bicara dalam bahasa jerman di depan umurn.

Tindalan pada siklus kedua ini,

hasilnya

lebih

mernuaskan. Semua rnahasiswa niemiliki kesadaran tentang pentingnya melakukan konsultasi

se-belum presentasi atau pidato tanpa teks dalam bahasa |erman dilakukan" Hal ini diketahui dari hasil angket yang telah

diisi

oleh mahasiswa. Mereka rnelaku-kan konsultasi kepada dosel

pengam-pu

mata

kuliah

Freier Vortrag

II

se-banyak

sekali

dangkan yang konsultasi

.yairg melakukan

tiga kali

berjumlah yang melakukan

empat

kali berdampak positif mereka untuk yang kedua.

Ham$r

(97%) memiliki fisik yang baik, Jerman lancar,

ras

ct:J, dan body

dan terarah karma yang diceriterakaru siswa dari segi Demikian pula menggunakan

lancar

dan

tanln

semua mahasiswa

,j .,: -+

$

pertanyaan dalam gunakan bahasa pariwisata.

Motivdi

tampil

lebih

ielas. Merekapun menggunakan Bahkan media gunakan sangat menggunakan

Ott

Laptop, Chart, gambar, foto-foto, menggungakanr

keris,

kain

batik, kerajinan tanga+ tumbuhan dsb-teknik, dan stratesi depan umum

yant

tisi public relatiort memperoleh semua

mahasiswa-dari

sikap positif angket yang telah saat diskusi

h

sun8.

(13)

banyak

sekali

berjumlah

100o/o.

Se-dangkan

yang

melakukan

dua

kali konsultasi sebanyak 76%. Mahasiswa

yairg

melakukan konsultasi sebanyak

tiga kali

berjumlah 16%. Mahasiswa

yang melakukan konsultasi sebanyak

empat

kali

berjumlah

8%.

Hal

ini berdampak

positif

terhadap kesiapan

mereka

untuk

melakukan presentasi yang kedua. Hampir semua mahasiswa (97%)

memiliki

performa penampilan fisik yang baik, berbicara dalam bahasa Jerman lancar, rasa percaya

diri

mun-cul, dan body language lebih harmonis dan terarah karena sesuai dengan tema

yang

diceriterakan. Partisipasi maha-siswa dari segi kehadiran semakin baik.

Demikian

pula

pada

diskusi dengan menggunakan bahasa Jerman berjalan

lancar

dan

tanpa hambatan. Hampir semua mahasiswa pernah mengajukan pertanyaan dalam forum diskusi meng-gunakan bahasa Jerman tentang tema pariwisata. Motivasi mahasiswa unfuk

tampil lebih

sempurna

juga

nampak jelas. Merekapun sangat terampil dalam

menggunakan

media

pengajaran. Bahkan media pengajaran yang mereka gunakan sangat bervariasi,

ada

yang menggunakan OHP, Video, LCD dan

Laptop, Chart, papan selip, gambar-gambar, foto-foto, dan bahwa ada yang menggungakan media langsung seperti:

keris,

kain

batik, jamu

tradisional, kerajinan tangan, perhiasan, tumbuh-tumbuhan dsb. Mengenai pengetahuan,

teknik,

dan

strategi praktis bicara di depan umum yang diberikan oleh prak-tisi public relatians darr publie speaking,

memperoleh tanggapan

positif

dari semua mahasiswa. Hal ini dapat dilihat

dari

sikap

positif

mahasiswa melalui angket yang telah mereka isi dan pada saat diskusi dengan praktisi berlang-sun8.

87

2. Pemba&asan

Hasil

penelitian

yang

telah

dilakukan pada

siklus

pertama dan

siklus

kedua

menunjukkan

bahwa upaya yang dilakukan

untuk

mening-katkan kualitas

pembelajaran mata kuliah Freier Vortrag

II

berhasil dengan baik. Hal

ini

dapat dibuktikan dengan adanya pencapaian prestasi akademik

mahasiswa

yang

meningkat.

Ber-dasarkan

hasil

nilai

yang

diperoleh rnahasiswa

dapat diketahui

bahwa sebanyak 24Y"

dari total

mahasiswa

yang

mengikuti

perkuliahan

Freier Vortrag II ini telah berhasil memperoleh

nilai

A.

Sedangkan mahasiswa yang memperoleh

nilai

B

sebanyak 50%, sedangkan* mahasiswa

yang

mem-peroleh nilai C harrya26%.

Dari segi proses, terlihat sikap positif, motivasi tinggr, dan partisipasi

aktif

mahasiswa

dalam

mengikuti perkuliahan Freier

Vortrag

Il.

Sikap

positif

dalam menyadari

arti

penting konsultasi dengan dosen dalam rangka menyiapkan makalah presentasi dalam bahasa Jerman cukup bagus. Selain itu, semua mahasiswa pada siklus kedua memanfaatkan

waktu

konsultasi lebih

dari dua kali.

Beberapa refleksi yang ditulis mahasiswa dalarn angket adalah sebagai berikut. Mahasiswa yang me-lakukan konsultasi sekali, tanggapan

positif atas

penelitian tindakan

ini

berupa

layanan

positif

dari

dosen pengampu mata kuliah Freier Vortrag

lI.

Di

samping

itu,

bir4bingan intensif yang dilakukan dosert.dapat mengatasi

kekurangpenguasaan

materi

oleh mahasiswa sebagai

akibat

dari

ter-batasnya

buku-buku referensi

yang

dimilikinya. Mahasiswa yang melaku-kan konsultasi dua kali, memiliki sikap

positif

seperti

yang

diruliskan dalam angket bimbingan. Mereka mengatakan
(14)

88

bahwa semakin banyak bimbingan de-ngan dosen maka semakin bertambah pengetahuan

dan

wawasan mengenai

tema

pariwisata- Dengan demikian, rasa percaya

diri

semakin meningka! rasa

grogi

sebelum

tampil

di

depan kelas semakin berkurang, serta pengu-asaan materi

ditinjau

dari

aspek ke. bahasa Jermanan menjadi bervariasi

dengan

menggunakan istilah-istilah

yang

lazim

digunakan

dalam

dunia

pariwisata.

Kekurangtahuan istilah

yang

dirasakan

mahasiwa menjadi berkurang karena mahasiswa menjadi

lebih

menguasai

materi

pemanduan, sehingga ungkapan-ungkapan umum

yang lazim

digrrnakan

oleh

orang

]erman

ketika

berkunjung

ke

objek wisata

di

Indonesia dapat dipraktekan melalui simulasi pemanduwisataan ini. Bahkan mahasiswa

yang

melakukan konsultasi lebih dari dua kali

mengata-kan

bahwa

wawasan

pengetahuan tentang kebudayaan ferman semakin lebih luas. Mereka merasakan semakin lebih mengerti dan memahaminya. Di

samping

ifu,

penguasaan tentang ungkapan bahasa f erman (Redauendung,

S tilwiirter, S tichwdrter) telah dikuasainya

dengan

baik.

Demikian

juga

teknik-teknik menguasi

diri

seperti rasa per-caya

diri

dan

sikap berani berbicara

dalam

bahasa Jerman

dapat

diprak-tekan dengan baik.

Motivasi

untuk

mengerjakan tugas presentasi dengan baik dapat

di-lihat

dari

kesiapan

yang

telah

di-lakukan mahasiswa, baik dari segi ke-terampilan bicara bahasa ferman mau-pun dari segi media pembelajaran yang digunakan. Kehadiran mahasiswa

di

kelas pada siklus kedua sebanyak 100%.

Hal

ini

berarti terdapat peningkat

se-banyak

l0%o

dibanding pada siklw

pertama.

Faktor

yang

mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam melaku-kan presentasi atau pidato tanpa teks dalam bahasa Jermary salah satunya adalah penguasaan akan materi yang

akan

dipresentasikan,

baik

dari

segi topik pembicaraan maupun aspek ke-bahasaan. Dengan penguasaan materi yang memadai, seseorang

tidak

akan kebingungan mencari tema atau bahan pembicaraan

yang

akan

dipresentasi-kan.

Hal lain

yang

juga

dapat

ber-pengaruh

adalah

kesiapan

mental.

Kesiapan

mental

ini

akan

memun-culkan keberanian

untuk

menghadapi segala

situasi

yang

terjadi.

Dengan

keberanian

yang

muncul,

seorang presenter atau orator tidak akan merasa canggung

atau

bahkan

tidak

merasa nervous

pada

saat mempresentasikan makalahnya. Dengan kesiapan mental dan materi presentasi yang cukup baik, maka rasa percaya diri akan muncul.

Tindakan-tindakan

yang

dila-kukan dalam penelitian ini, baik pada

siklus

pertama

maupun pada

siklus kedua, berhasil meningkatkan pembel-aiaran Freier Vortrag II di Program Studi Pendidikan Bahasa ]erman FBS UNY. Kesadaran mahasiswa

unfuk

melaku-kan

konsultasi dengan dosen dalam mempersiapkan makalah

yang

akan dipresentasikan, merupakan salah satu hal penting. Hal ini dapat menciptakan

keberhasilan

dalam

melaksanakan lugas presentasi dalam bahasa Jerman yang menjadi tanggung jawab masing-masing mahasiswa. Hasil pemerolehan nilai mata kuliah Freier Vortrag

II

untuk kelas reguler sangat baik. Semua maha-siswa berhasil dinyatakan lulus.

Ada-pun

rinciannya adalah sebanyak 21"/o

mahasiswa kelas reguler mendapatkan

nilai A;

58% memperoleh

nilai

B; dan sebanyak 21% memperoleh nilai C.

Se-dangkan untuk

kelc

u

ada satu mahasiswa

y

hasil, karena tidak

pcr

perkuliahan.

Nilai

J

pada kelas

nonreguki

nyak25/" mahasiswa

r

A,

dan 46% memperdi sebanyak 29olo meurped

Selain

4ari

meningkat, dibanding$ prestasi akademik

rffi

Freier Vortrag

I

semesfr Vortrag

/I

tahun lal&

I

siswa yang tinggi

tl{d

aktif dalam proses

peti

bukti

keberhasilan

6r

ini.

Tindakan peneEE melibatkan mahasisrrzr'

I

dalam mencari

solusi{

muncul keterlibatan

dd

memberikan sara&

ld

terhadap diri serrdiri

dr

melakukan presentasll pat menumbukan

rasaf

Terbukti adanya

sg"-j

ikut berpartisipasi

da[-kualitas

pembelaiara,

umum

maupun

yrd

tugas

individu.

Salell* yang dilakukan

dah

yaitu memberikan

per*

kritik

kepada

diri

std

sekelas.

Dakui

oletr

d

cari yang dilakukm

p.l

merupakan cara baru

y

pada pembelajaran

b&

Srudi Pendidikan

B&

lam

kegiatan

ini

maft

diberi

kesempatan

yd

memahami kelebitrm d

diri

sendiri.

Kritik dr

diberikan teman rrri{

yang

bermakna

untl*,

kualitas

diri

dan

kcrr

mendatang.

Masulcm

Litera, Volume 6, Nomor 1,,lanuai2D7

(15)

dangkan untuk fcefas

noileguf

1rsl

ada sahr mahasiswa

v*g

bel'm-

Y ffiffi;;;;"g*

lebihlaik

Hal

ini

f*ffi;1*'-m,ilffi#

*##?,E

"Hf

.ftrHl:

oada kelas nonregurr

nvakzs%*,r.""i*""*-"ill,"$*t:lHn;#;ffi8:;:1'"il:i*.:liLl

,/,il

+5%

*"*P"roleh

nilai B' serta

sebanvakze'u"*u*p"-'oi"hnilaiC'

il;";;"'t"i-ruio

itu'

pada siklus

Selain

dari

prestasi

yanq

'ft"a""

i"tf'ft't

kepcrcavaan

diri

maha-meninskat,

dibandirigkl'

i"^e*

it"1 lll"'

*"t*-at"Hanva

sebagian kecil

tr*',#$#-ffi-H'fiffi;

,i"r*r'v,t'g

tingtr

""T\TT-'1;3::;

nelitian

ini

telah

terbukti

dapat

me-llt'J;iilfl f'hT::y,,*f

.il:?*'#'d-*Iy11"i:ili-";fli'1?'l'f"

ini.

rindak*

,"^5;;;'

,*t .*]"Y

vortrag

II'

Densan

ili;;i

bagi dosen

fi*ffi"m,xx**r

;6

ffi:'##[:Hf,

"*ri',"fffi

muncul, keterlibatan dalam diskusi

dan

:#fi;;;-*1r.rr*u

pembelaiaran di

I,"n:Un'1ru*:X[il.1"*:1il

;;;;

stud] p""dia*'""

Bahasa

melakukan

ot"'"lTi'i'-"*'ilt"-

o*

lerian

FBs LrNY'

+*nn"#|f':il;*#fffiiil,;il

D' simpuran dan sa'ran

'*il#$kt*'r

t"r'm'

l*'!{::r*n^,

*i*lil,ii*r

umum

*"n"";;;

;*I"']g'*

dakan

ini dapat dilihat dari segi proses

tugas

indivia"''sJri'u**-

ti"ai't*

pembetalaran'

Iili:hI1*ITJ:ili

,"f1f,

*'f#1il^1'ffi,'t"ru:a

ffiilTTLffiilui'

r'*1"r""''

lritit

t"puu'

uTi"'""i;"d*

't"*Jt

Tf 'P''o'

tindakan-tidakan

sekelas' Diakui

:iehJ;;;*''t#

y"t'g

ait"["kan

dalam

penelitian ml

cari yang

ur,o,ii'*

ni'-*a"o*,'[

lffi

#;:*ffiiT'fr][];/

merupakan cara baru

y*g

litltu-t*

vortragll.

Tindakan-tindakan

peneliti-,rl"'p"*uelaiaran

^srudi bahasa

di Program

*'rri*'*aL

a*ut

melibatkan_:T"

Pendta*'i

u'n"' lt*'

pljl * i'ig '"i*

''*ut

melibatkan mar

ini

mahasiswu

*"'jlu

il'f;-!#"i"t::-m;'i:ffj1:

I

o"I'ke**

T 1}1:"ffi*Tili

,;;,,r**

yTE.**

r,

memberi-diberi

kesemPatan '

ffi*ffi

,

:"trtr"F,r5"'ffi

ln#r*:*#l

lh:'ifl'J.l$?

diberikan reman

*Iii"ai

*urry^

maupun

dalam'P"l"#

*"..u*["r,5rit

vans

berm"t""

""il'"i"I"*g*to*

L"frTt;lTn'rXll*T;;

meningkat-'*I;ft;'i^ii

dan

kemaiuan

di

masa

iil"irl*

p-resentasi dengan lebih

#riiri*t'

Masukan

dari

teman
(16)

90

sempuma melalui kelengkapan media dan kesiapan pada saat presentasi. Hal

ini

dapat tercipta, salah satunya dise-babkan oleh kesadaran yang tumbuh dalam

diri

mahasiswa tentang manfaat

konsultasi selama proses penyrapan

makalah bahasa Jerman

yang

akan dipresentasikan.

Segi

produk

yar,g dihasilkan, mahasiswa berhasil membuat makalah dalam bahasa Jerman untuk tema pari-wisata. Tema tersebut diberikan secara acak kepada mahasibwa melalui teknik undian sebelum mahasiswa presentasi.

Sugr prestasi

yang

dicapai mahasiswa terdapat peningkatan di-bandingkan dengan pemerolehan nilai pada semester lalu, seperti terlihat

se-bagai berikut. Peningkatan nilai terjadi pada tahun 2004. Apabila dibandingkan dengan

nilai

Freier Vortrag

II

pada tahun 2003, mahasiswa yang memper-oleh nilai

A

pada tahun 2003 sebanyak '16"/o

dan pada

tahun 2004 sebanyak

24%

sehingga terdapat peningkatan sebanyak 8%. Mahasiswa yang men-dapat nilai B tahun 2003 sebanyak 37% dan tahun 2004 sebanyak 50% sehingga

terdapat

peningkatan sebesar 13"/o.

Sedangkan

yang

mendapat

nilai

C tahun 2003 sebanyak 47"/"

dan

tahun 2004 sebanyak 26oh sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Terjadinya peningkatan tidak hanya pada proses penyadaran mahasiswa unluk memper-siapkan materi kebahasaan yang akan dipresentasikan

dan

kesadaran

diri

akan

arti

pentingnya belajar mandiri, melainkan juga secara psikologis maha-siswa mampu menghilangkan perasaan skes, dan rasa tidak percaya

diri

yang

menghinggapi perasaan

mahasiswa sebelum mahasiswa melakukan pre. sentasi dalam bahasa Jerman

di

depan kelas.

2. Saran

Tindakan-tindakan

yang

di-Iakukan dalam penelitian

ini,

beserta tahapan-tahapan yang dilakukan, m;un-pu meningkatkan kualitas pembelajaran Freier Vortrag

II.

Hal

ini

diharapkan dapat menjadi altematif model pem-belajaran. Model pembelaiaran yang

se-derhana

ini

dapat dijadikan inspirasi

untuk

mengembangkan pembelajaran

untuk mata kuliah lain, khususnya di

Program

Studi

Pendidikan

Bahasa Jerman FBS UNY.

Di masa mendatang,

penelitian-penelitian serupa

perlu

dilakukan sebagai terobosan

untuk

menemukan model-model pembelafaran yang lebih

efektif untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran suatu mata kuliah.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 1996. Pent'usunan Proposal dalam Penelitian

Ke-las (CAR). Yogyakarta: Lemlit IKIP Yogyakarta.

Beile,

Wermer. 198E.

Zielsprache Deutsch. Bonn-Bad Godesberg: lnter Nationes.

Carroll,

Brendon

J.

1980- . Testing

Communicative

Performance. Oxford: Pergamon

Press-Carson,

Terry.

7990.

What Kind

of

Knowing

is

Critical

Action Research. Theory into Practice.

Colombus:

The Ohio

State University.

Hybel, Sandra and L. Weaver, Richard. 1974. Speech Communication.

New

York D.

Van

Nostrad Company.

Mc

Cutchery

Cail

r

7990. AltEn on

ActisrRs

Practice-

Cd

StateUnivem Oberg

Antoinette,{-Gail.

199& searcher,

Th

Colurrbus University-Sukamto,

dktc

19S

litian.

Yogn

Yogyakarta--I

(17)

Mc

Cutchen,

Gail

and

]un&

Burga' on Action Research' Theory into

Pi".ti..'

Colombus: The Otuo State UniversitY'

Oberg,

o

Antoinette

A'

And Mc Cutchen'

cait.

lggo'

Teacher

as

Re-searc"her,' Theory

into

Practice'

Columbus:

The

Ohio

State UniversitY'

Sukamto,

dkk'

1995' Pedoman

Pene-litian'

YogYakarta: Lemtit IKIP YogYakarta"

9t

Utomo,

Tiipto'

1991' Peningkut-T..d*

fengernUangan

Pendidikan'

fakarta: PT Gramedia'

Winkel.

lggt

-

Psikologi

Pengaiaran' Jakarta: PT Gransindo'

Yagang

v

Fan. 1988"'Listening: Problems and Solutions"' English

Teach-ing

Forum'

A

foumal

I:t f"

telcher

of

English outside-the United States' SingaPore: ETF' Edition: |anuari 1988'

t_

l

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Tabungan Energi (TE) bisa bernilai positif (+) atau negatif (-) tergantung dari bentuk energi yang kita keluarkan pada saat berusaha. Contoh : Korupsi bentuk usaha

Hasil uji t berdasarkan uji ANOVA atau uji statistik F, model menunjukkan nilai F sebesar 1043.543 dengan probabilitas sebesar 0,000 kurang dari 5 % hal ini berarti

Kebijakan KTR yang sudah termasuk dalam tata tertib sekolah Menggunakan anggaran MOS 2 Sosialsasi Kebijakan KTR saat rapat sekolah Mengunakan anggaran rapat sekolah

Cakupan data dasar dari hasil SP2010 adalah jumlah penduduk menurut kecamatan dan jenis kelamin, berikut parameter- parameter turunannya seperti kepadatan penduduk,

Kadar sukrosa, fosfat anorganik dan produksi karet klon IRR 42 lebih rendah dibandingkan klon PB 260 yang menggambarkan aktivitas metabolisme kedua klon

Siddiqi suggests several-innovative tools which would enable central banks to control and regulate commercial banks operating on an interest free basis. In order to control

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang rendah antara hasil belajar kewirausahaan dengan self efficacy siswa kelas XII IIS SMA Negeri

Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh