LAPORAN KASUS
LAPORAN KASUS
EFUSI PLEURA ET CAUSA TUBERCULOSIS
EFUSI PLEURA ET CAUSA TUBERCULOSIS
Oleh:
Oleh:
Adisti
Adisti Zakyatunn
Zakyatunnisa
isa
00!"0!00#
00!"0!00#
Pe$%i$%in&:
Pe$%i$%in&:
d'!
d'! Ade A$elia(
Ade A$elia( S)!A
S)!A
Fakultas Kedokteran Universitas
Fakultas Kedokteran Universitas Trisa
Trisakti
kti
Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu
Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Kesehatan An
Kesehatan Anak
ak
1 Februari 2016
1 Februari 2016 – 9 April 2016
– 9 April 2016
umah !akit Umum Daerah Kara"an#
umah !akit Umum Daerah Kara"an#
BAB I BAB I
PEN*A+ULUAN PEN*A+ULUAN
$%usi pleura tuberkulosis serin# ditemukan di ne#ara berkemban# termasuk di Indonesia $%usi pleura tuberkulosis serin# ditemukan di ne#ara berkemban# termasuk di Indonesia meskipun dia#nosis pasti sulit dite#akkan& $%usi pleura timbul seba#
meskipun dia#nosis pasti sulit dite#akkan& $%usi pleura timbul seba# ai akibat dari suatu pen'akit(ai akibat dari suatu pen'akit( se
sebab bab ititu u hehendandakn'kn'a a didi)ar)ari i pepen'n'ebaebabn'bn'a& a& DeDen#n#an an sasararana na 'a'an# n# adada( a( sasan#n#at at susulilit t ununtutuk k men
mene#ae#akkakkan n diadia#nos#nosis is e%ue%usi si plepleura ura tubtuberkerkuloulosis sis sehsehin#in##a #a serserin# in# timtimbul bul an#an##apa#apan n bahbah"a"a penderita
penderita tuberkulosis tuberkulosis paru paru 'an# 'an# disertai disertai den#an den#an e%usi e%usi pleura( pleura( e%usi e%usi pleuran'a pleuran'a dian##ap dian##ap e%usie%usi pleura
pleura tuberkulosis( tuberkulosis( sebalikn'a sebalikn'a penderita penderita bukan bukan tuberkulosis tuberkulosis paru paru 'an# 'an# menderita menderita e%usi e%usi pleura(pleura( e%usi pleuran'a dian##ap bukan disebabkan tuberkulosis&
e%usi pleuran'a dian##ap bukan disebabkan tuberkulosis&11
*ambaran klinik dan radiolo#ik antara transudat dan eksudat bahkan antara e%usi pleura *ambaran klinik dan radiolo#ik antara transudat dan eksudat bahkan antara e%usi pleura tub
tuberkerkuloulosis sis dan dan non non tubtuberkerkuloulosis sis hamhampir pir titidak dak dapadapat t dibdibedakedakan( an( sebsebab ab itu itu pempemerieriksaksaanan labor
laboratoriatorium um men+amen+adi di san#at pentin#& !etelah adan'a san#at pentin#& !etelah adan'a e%usi pleura dapat e%usi pleura dapat dibuktdibuktikan melaluiikan melalui pun#si per)obaan( kemudian diteruskan den#an membedakan
pun#si per)obaan( kemudian diteruskan den#an membedakan eksudat dan transudat dan akhirn'aeksudat dan transudat dan akhirn'a di
di)ar)ari i etetioiololo#i#in'n'a& a& AApabpabilila a didia#a#nonosisis s e%e%ususi i plpleureura a tutubeberkrkululososis is susudadah h diditete#a#akkakkan n mamakaka pen#elolaann'a
pen#elolaann'a tidak tidak men+adi men+adi masalah( masalah( e%usin'a e%usin'a ditan#ani ditan#ani seperti seperti e%usi e%usi pada pada umumn'a(umumn'a( sedan#kan tuberkulosisn'a diterapi seperti tuberkulosis pada umumn'a&
sedan#kan tuberkulosisn'a diterapi seperti tuberkulosis pada umumn'a&11
Tub
Tuberkuloerkulosis ,T-. sis ,T-. merupmerupakan akan masalmasalah ah kesehakesehatan tan mas'mas'arakat 'an# arakat 'an# pentipentin# n# di di dunia&dunia& /aporan tahun 2003 men'atakan bah"a terdapat 4(4 +uta kasus baru tuberkulosis pada /aporan tahun 2003 men'atakan bah"a terdapat 4(4 +uta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002& 5(9 +uta adalah kasus -TA positi%& ampir sekitar seperti#a penduduk dunia telah tahun 2002& 5(9 +uta adalah kasus -TA positi%& ampir sekitar seperti#a penduduk dunia telah terin%eksi kuman tuberkulosis& T- ekstra paru berkisar antara 9( sampai 367 dari semua kasus terin%eksi kuman tuberkulosis& T- ekstra paru berkisar antara 9( sampai 367 dari semua kasus T-& r#an 'an# serin# terlibat 'aitu lim%onodi( pleura( hepar dan or#an #astro intestinal lainn'a( T-& r#an 'an# serin# terlibat 'aitu lim%onodi( pleura( hepar dan or#an #astro intestinal lainn'a( or#a
or#an n #enit#enitourinaourinarius( peritoneumrius( peritoneum( ( dan dan perikperikardiumardium& & 8leur8leuritis T- itis T- merupamerupakan kan T- T- ekstrekstraparuaparu kedua terban'
kedua terban'ak ak setelsetelah lim%adeniah lim%adenitis T-& An#ka ke+aditis T-& An#ka ke+adian pleuritian pleuritis T- s T- dilapdilaporkan bervariorkan bervariasiasi antara 37 di U!A sampai 257 di !pan'ol&
antara 37 di U!A sampai 257 di !pan'ol&22
T- pada anak dapat ter+adi pada usia berapa pun( namun usia palin# umum adalah antara T- pada anak dapat ter+adi pada usia berapa pun( namun usia palin# umum adalah antara 13 tahun& Anak lebih serin# men#alami luar paruparu ,ekstrapulmonari. dibandin# 13 tahun& Anak lebih serin# men#alami luar paruparu ,ekstrapulmonari. dibandin#
T-1 1
BAB I BAB I
PEN*A+ULUAN PEN*A+ULUAN
$%usi pleura tuberkulosis serin# ditemukan di ne#ara berkemban# termasuk di Indonesia $%usi pleura tuberkulosis serin# ditemukan di ne#ara berkemban# termasuk di Indonesia meskipun dia#nosis pasti sulit dite#akkan& $%usi pleura timbul seba#
meskipun dia#nosis pasti sulit dite#akkan& $%usi pleura timbul seba# ai akibat dari suatu pen'akit(ai akibat dari suatu pen'akit( se
sebab bab ititu u hehendandakn'kn'a a didi)ar)ari i pepen'n'ebaebabn'bn'a& a& DeDen#n#an an sasararana na 'a'an# n# adada( a( sasan#n#at at susulilit t ununtutuk k men
mene#ae#akkakkan n diadia#nos#nosis is e%ue%usi si plepleura ura tubtuberkerkuloulosis sis sehsehin#in##a #a serserin# in# timtimbul bul an#an##apa#apan n bahbah"a"a penderita
penderita tuberkulosis tuberkulosis paru paru 'an# 'an# disertai disertai den#an den#an e%usi e%usi pleura( pleura( e%usi e%usi pleuran'a pleuran'a dian##ap dian##ap e%usie%usi pleura
pleura tuberkulosis( tuberkulosis( sebalikn'a sebalikn'a penderita penderita bukan bukan tuberkulosis tuberkulosis paru paru 'an# 'an# menderita menderita e%usi e%usi pleura(pleura( e%usi pleuran'a dian##ap bukan disebabkan tuberkulosis&
e%usi pleuran'a dian##ap bukan disebabkan tuberkulosis&11
*ambaran klinik dan radiolo#ik antara transudat dan eksudat bahkan antara e%usi pleura *ambaran klinik dan radiolo#ik antara transudat dan eksudat bahkan antara e%usi pleura tub
tuberkerkuloulosis sis dan dan non non tubtuberkerkuloulosis sis hamhampir pir titidak dak dapadapat t dibdibedakedakan( an( sebsebab ab itu itu pempemerieriksaksaanan labor
laboratoriatorium um men+amen+adi di san#at pentin#& !etelah adan'a san#at pentin#& !etelah adan'a e%usi pleura dapat e%usi pleura dapat dibuktdibuktikan melaluiikan melalui pun#si per)obaan( kemudian diteruskan den#an membedakan
pun#si per)obaan( kemudian diteruskan den#an membedakan eksudat dan transudat dan akhirn'aeksudat dan transudat dan akhirn'a di
di)ar)ari i etetioiololo#i#in'n'a& a& AApabpabilila a didia#a#nonosisis s e%e%ususi i plpleureura a tutubeberkrkululososis is susudadah h diditete#a#akkakkan n mamakaka pen#elolaann'a
pen#elolaann'a tidak tidak men+adi men+adi masalah( masalah( e%usin'a e%usin'a ditan#ani ditan#ani seperti seperti e%usi e%usi pada pada umumn'a(umumn'a( sedan#kan tuberkulosisn'a diterapi seperti tuberkulosis pada umumn'a&
sedan#kan tuberkulosisn'a diterapi seperti tuberkulosis pada umumn'a&11
Tub
Tuberkuloerkulosis ,T-. sis ,T-. merupmerupakan akan masalmasalah ah kesehakesehatan tan mas'mas'arakat 'an# arakat 'an# pentipentin# n# di di dunia&dunia& /aporan tahun 2003 men'atakan bah"a terdapat 4(4 +uta kasus baru tuberkulosis pada /aporan tahun 2003 men'atakan bah"a terdapat 4(4 +uta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002& 5(9 +uta adalah kasus -TA positi%& ampir sekitar seperti#a penduduk dunia telah tahun 2002& 5(9 +uta adalah kasus -TA positi%& ampir sekitar seperti#a penduduk dunia telah terin%eksi kuman tuberkulosis& T- ekstra paru berkisar antara 9( sampai 367 dari semua kasus terin%eksi kuman tuberkulosis& T- ekstra paru berkisar antara 9( sampai 367 dari semua kasus T-& r#an 'an# serin# terlibat 'aitu lim%onodi( pleura( hepar dan or#an #astro intestinal lainn'a( T-& r#an 'an# serin# terlibat 'aitu lim%onodi( pleura( hepar dan or#an #astro intestinal lainn'a( or#a
or#an n #enit#enitourinaourinarius( peritoneumrius( peritoneum( ( dan dan perikperikardiumardium& & 8leur8leuritis T- itis T- merupamerupakan kan T- T- ekstrekstraparuaparu kedua terban'
kedua terban'ak ak setelsetelah lim%adeniah lim%adenitis T-& An#ka ke+aditis T-& An#ka ke+adian pleuritian pleuritis T- s T- dilapdilaporkan bervariorkan bervariasiasi antara 37 di U!A sampai 257 di !pan'ol&
antara 37 di U!A sampai 257 di !pan'ol&22
T- pada anak dapat ter+adi pada usia berapa pun( namun usia palin# umum adalah antara T- pada anak dapat ter+adi pada usia berapa pun( namun usia palin# umum adalah antara 13 tahun& Anak lebih serin# men#alami luar paruparu ,ekstrapulmonari. dibandin# 13 tahun& Anak lebih serin# men#alami luar paruparu ,ekstrapulmonari. dibandin#
T- paruparu
paruparu den#an den#an perbandin#an perbandin#an 5:1& 5:1& !elain !elain oleh oleh ;& ;& tuberkulosis tuberkulosis dari dari oran# oran# de"asa de"asa atau atau anak anak lain( anak dapat terin%eksi ;ikobakterium bovis dari susu sapi 'an#
lain( anak dapat terin%eksi ;ikobakterium bovis dari susu sapi 'an# tidak dipasteurisasi&tidak dipasteurisasi& 5 5
!eba#ian besar anak 'an# terin%eksi ;& tuberkulosis tidak men+adi sakit selama masa !eba#ian besar anak 'an# terin%eksi ;& tuberkulosis tidak men+adi sakit selama masa ana
anakankanak& ak& !at!atususatuatun'a n'a bukbukti ti in%in%ekseksi i munmun#ki#kin n hanhan'al'alah ah tes tes tubtuberkerkuliulin n kulkulit it 'an'an# # posposititi%&i%& Kemun#kinan palin# besar anak men+adi sakit dari in%eksi ;& tuber)ulosis adalah se#era setelah Kemun#kinan palin# besar anak men+adi sakit dari in%eksi ;& tuber)ulosis adalah se#era setelah in%eksi dan menurun seirin# "aktu& <ika anak 'an# terin%eksi men+adi sakit( seba#ian besar akan in%eksi dan menurun seirin# "aktu& <ika anak 'an# terin%eksi men+adi sakit( seba#ian besar akan menun+ukkan #e+ala dalam +an#ka "aktu satu tahun setelah in%eksi& =amun untuk ba'i( +an#ka menun+ukkan #e+ala dalam +an#ka "aktu satu tahun setelah in%eksi& =amun untuk ba'i( +an#ka "aktu tersebut mun#kin han'a 64 min##u&
"aktu tersebut mun#kin han'a 64 min##u&55
2 2
BAB II
LAPORAN KASUS
BA,IAN IL-U KESE+ATAN ANAK
FAKULTAS KE*OKTERAN UNI.ERSITAS TRISAKTI RSU* KARA/AN,
STATUS PASIEN KASUS
Na$a -ahasisa : Adisti Zakyatunnisa Pe$%i$%in& : d'! Ade A$elia( S)!A NI- : 00!"0!00# Tanda tan&an :
I*ENTITAS PASIEN
=ama : An& 8 <enis Kelamin : /aki laki
Umur : 12 tahun !uku -an#sa : <a"a>Indonesia
=o& ;: : 00621569 A#ama : Islam
8endidikan : !;8 kelas 1 Anak ke : 1 dari 2 bersaudara
Alamat : <alan Don#kal I? T 003 > 003( Kel& Don#kal( Ke)& 8edes Kara"an#
O'an& Tua 1 /ali
P'23il Ayah I%u
=ama Tn& K ='& ;
Umur 54 tahun 55 tahun
Alamat Don#kal I? Don#kal I?
8eker+aan -uruh Ibu umah Tan##a
8endidikan !D !D
!uku <a"a !unda
A#ama Islam Islam
ubun#an den#an oran# tua: 8asien merupakan anak kandun#
I! ANA-NESIS
Dilakukan se)ara autoanamnesis dan alloanamnesis den#an ='& ; ,ibu kandun# pasien.
/okasi : -an#sal a"amerta( Kamar 1@3
Tan##al>aktu : 5 Februari 2016( pukul 15&00
I-Tan##al masuk : 1 Februari 2016( pukul 15&1@ I- ,poli.
Keluhan tambahan : Demam hilan# timbul( sesak na%as( dan penurunan berat badan se+ak 1 min##u sebelum masuk umah !akit&
A! RI/A4AT PEN4AKIT SEKARAN, :
8asien datan# ke poli anak !UD Kara"an# diba"a oleh oran#tuan'a den#an keluhan batuk se+ak semin##u sebelum masuk umah !akit& 8asien men#aku batukn'a kerin# dan timbul kapan sa+a tanpa pen)etus disertai sesak na%as hin##a dirasakan n'eri pada dadan'a& 8asien men#eluh sampai tidak bisa tidur terlentan# den#an satu bantal( karena ia sesak na%as& !ehin##a saat tidur( posisi kepala pasien harus ditin##ikan den#an di#an+al bantal& Tidak ada mual dan muntah( namun pasien merasa perutn'a be#ah& !emin##u sebelum masuk umah !akit( pasien men#eluh menderita demam 'an# tidak terlalu tin##i dan kerin#at din#in pada malam hari kadan# disertai men##i#il& Ibu pasien men#aku demam sudah pernah ter+adi sebelumn'a beberapa kali dalam dua bulan terakhir hilan# timbul dan tidak terlalu tin##i& -erat badan pasien menurun tanpa sebab( apala#i se+ak semin##u sebelum masuk rumah sakit& -uan# air besar dan buan# air ke)il pasien tidak ada keluhan& !aat pasien di poli anak( dilakukan tes ;antou dan
din'atakan positi%& !aat ini( pasien men#aku masih ada batuk namun +aran# dan tidak berdahak& Demam( men##i#il( kerin#at malam( sesak na%as( n'eri dada( mual dan muntah sudah tidak ada& *an##uan buan# air besar dan buan# air ke)il disan#kal oleh pasien&
B! RI/A4AT KE+A-ILAN 1 KELA+IRAN
KE+A-ILAN
;orbiditas kehamilan Anemia ,.( hipertensi ,.( diabetes mellitus ,.( pen'akit +antun# ,.( pen'akit paru ,.( merokok
,.( in%eksi ,.( minum alkohol ,.
8era"atan antenatal utin kontrol ke bidan 1 setiap bulan pada usia kehamilan muda dan tiap min##u men+elan# masa persalinan& i"a'at imunisasi ,B.( konsumsi suplementasi selama kehamilan ,.
KELA+IRAN
Tempat persalinan umah !akit
8enolon# persalinan Dokter
Cara persalinan 8erva#inam
;asa #estasi Cukup -ulan ,54 min##u.
Keadaan ba'i -erat lahir: 5300 #ram
8an+an# lahir: 3@ )m
/in#kar kepala: ,ibu tidak in#at. /an#sun# menan#is: ,B.
Kemerahan: ,B.
=ilai A8*A: ,ibu tidak tahu. Kelainan ba"aan: ,.
Kesi$)ulan 'iayat keha$ilan dan kelahi'an: 8asien lahir perva#inam( )ukup bulan( berat badan lahir )ukup&
C! RI/A4AT PERKE-BAN,AN
8ertumbuhan #i#i pertama : Umur 4 bulan ,=ormal: @9 bulan.
*an##uan perkemban#an mental : Tidak ada
8sikomotor:
• Ten#kurap : Umur 3 bulan ,=ormal: 5@ bulan.
• Duduk : Umur 4 bulan ,=ormal: 69 bulan.
• -erdiri : Umur 10 bulan ,=ormal: 912 bulan.
• -er+alan : Umur 12 bulan ,=ormal: 1214 bulan.
• ;en#u)apkan kata : ;ama>papa umur 11 bulan ,=ormal: 912 bulan.
• -erbi)ara 2 kata : Umur 23 bulan ,=ormal 1@23 bulan.
Kesi$)ulan 'iayat )e'tu$%uhan dan )e'ke$%an&an: tidak terdapat kertelambatan dalam pertumbuhan dan perkemban#an pasien( baik sesuai usia&
*! RI/A4AT -AKANAN U$u'
0– 2 A!I
2– 3 A!I
3 – 6 !usu %ormula B A!I B
– 4 !usu %ormula B A!I B B
4 – 10 !usu %ormula B A!I B B B
10– 12 !usu%ormula B B B
12– 16 !usu%ormula B B B
Kesi$)ulan 'iayat $akanan: 8asien mendapatkan A!I eksklusi%& Asupan makanan pasien sehari – hai baik&
E! RI/A4AT I-UNISASI
.aksin *asa' 5 u$u' 6 Ulan&an 5 u$u' 6
epatitis - 0 bulan
8olio 0bulan
-C*
D8T> 8T
Campak
Kesi$)ulan 'iayat i$unisasi :Imunisasi dasar tidak len#kap dan tidak dilakukan imunisasi tambahan&
F! RI/A4AT KELUAR,A a! C2'ak Re)'2duksi
6
7enis -akanan F'ekuensi dan 7u$lah Nasi 1 Pen&&anti 5 >hari ,25 sendok nasi.
Sayu' 1>min##u ,1 man#kuk.
*a&in& 1>min##u ,1 poton#.
Telu' 5>min##u ,5 butir.
Ikan 1>hari ,1 ekor.
Tahu 5> min##u ,12 poton#.
Te$)e 5> min##u ,12 poton#.
N2! Tan&&al lahi' 5u$u'6 7enis kela$in +idu) Lahi' $ati A%2'tus -ati 5se%a%6 Kete'an&an kesehatan
1& 12 tahun /akilaki Ea 8asien
2& 14 bulan /akilaki Ea !ehat
%! Riayat Pe'nikahan
Ayah 1 /ali I%u 1 /ali
Na$a K ;
Pe'kainan ke8 1 1
U$u' saat $enikah 26 tahun 21 tahun
Pendidikan te'akhi' Tamat !D Tamat !D
A&a$a Islam Islam
Suku %an&sa <a"a !unda
Keadaan kesehatan !ehat !ehat
K2san&uinitas
Penyakit( %ila ada
Riayat Penyakit Kelua'&a : 8ada an##ota keluar#a pasien tidak ada 'an# menderita #e+ala atau pen'akit 'an# sama seperti 'an# dialami oleh pasien&
Riayat Ke%iasaan Kelua'&a : ;erokok( minum alkohol( dan pen##unaan obatobatan terlaran# disan#kal oleh keluar#a pasien&
Kesi$)ulan Riayat Kelua'&a : Tidak ada an##ota keluar#a 'an# men#alami #e+ala dan pen'akit 'an# serupa den#an pasien&
,! RI/A4AT PEN4AKIT 4AN, PERNA+ *I*ERITA
Penyakit U$u' Penyakit U$u' Penyakit U$u'
Aler#i 586 Di%teria 586 8en'akit
+antun# 586
Ca)in#an 586 Diare 596 8en'akit #in+al 586
D-D 586 Ke+an# 586 adan# paru 586
titis 586 ;orbili 586 T-C ,.
Kesi$)ulan Riayat Penyakit yan& )e'nah dide'ita: 8asien tidak pernah men#alami pen'akit serupa sebelumn'a dan pasien pernah menderita diare saat ba'i dan berobat ke klinik di
dekat rumah&
+! RI/A4AT LIN,KUN,AN PERU-A+AN
8asien tin##al bersama a'ah( ibu( adik( dan nenekn'a& ;enurut pen#akuan ibu pasien( keadaan lin#kun#an rumah padat penduduk( lantai rumah dari keramik( ventilasi udara( sirkulasi udara dan pen)aha'aan kuran# baik di rumah terutama kamar pasien& umah serin# dibersihkan oleh ibu& !umber air minum dari #alon dan sumber air untuk mandi dari air 8A;&
Kesi$)ulan Keadaan Lin&kun&an: /in#kun#an rumah padat( kebersihan ter+a#a namun untuk pen)aha'aan dan sirkulasi udara kuran# baik&
I! RI/A4AT SOSIAL EKONO-I
A'ah pasien adalah seoran# buruh dan ibu pasien seoran# ibu rumah tan##a den#an pen#hasilan total kuran# lebih p 1&@00&000>bulan& ;enurut ibu pasien pen#hasilan tersebut kuran# )ukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seharihari& !eharihari pasien diasuh oleh ibun'a&
Kesi$)ulan s2sial ek2n2$i: 8en#hasilan a'ah pasien tersebut kuran# )ukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seharihari&
II! PE-ERIKSAAN FISIK 5Tan&&al Fe%'ua'i 0"# Pukul "!00 /IB6 STATUS ,ENERALIS
Keadaan U$u$
Kesan !akit : Tampak sakit sedan#
Kesadaran : Compos mentis
*C! : 1@ ,$3;6?@.
Kesan *ii : *ii )ukup
Keadaan lain : 8u)at ,.( ikterik ,.( sesak ,B.( sianosis ,.
*ata Ant'2)2$et'i
-erat -adan sekaran# : 53 k#
Tin##i -adan : 132 )m
Status ,i;i
-- > U G Z score: 0 s>d 2 !D G normal T- > U G Z score: 2 !D s>d 0 G normal
-- > T- G Z score: 2 !D s>d 2 !DG #ii normal
!tatus #ii diatas berdasarkan kurva ( pasien termasuk dalam kate#ori #ii normal&
Tanda .ital
Tekanan Darah: 110>0 mm#
=adi : 90> menit( kuat( isi )ukup( ekual kanan dan kiri( re#ular
=a%as : 26>menit( tipe torakoabdominal
!uhu : 56(HC ,diukur den#an thermometer.
KEPALA : =ormosephali)
RA-BUT : ambut hitam(pendek( lurus( lebat( distribusi merata dan tidak mudah di)abut
/A7A+ : a+ah simetris( tidak ada pemben#kakan( luka atau +arin#an parut
-ATA:
?isus : tidak dilakukan 8tosis : >
!klera ikterik : > /a#o%thalmus : >
Kon+un#tiva anemis : > Cekun# : >
$ophthalmus : > Kornea +ernih : B>B
$nophtalmus : > !trabismus : >
/ensa +ernih : B>B =ista#mus : >
e%leks konver#ensi :tidak dilakukan 8upil : 2mm( bulat( isokor
TELIN,A :
-entuk : normotia Tuli : >
='eri tarik aurikula : > ='eri tekan tra#us : >
/ian# telin#a : lapan# ;embran timpani : sulit dinilai
!erumen : > e%leks )aha'a : sulit dinilai
Cairan : > uam merah : >
+I*UN, :
-entuk : simetris =apas )upin# hidun# : >
!ekret : > Deviasi septum :
;ukosa hiperemis : >
BIBIR :;ukosa ber"arna merah muda( kerin# ,.( sianosis ,.( pu)at ,.
-ULUT :Trismus ,.( oral hygiene )ukup baik( halitosis ,.(mukosa #usi ber"arna merah muda( mukosa pipi ber"arna merah muda( ar)us palatum simetris den#an mukosa palatum ber"arna merah muda
LI*A+ : =ormo#losia( mukosa ber"arna merah muda( hiperemis ,.( atro%i papil ,.( tremor ,.( lidah kotor ,.( kerin# ,.
TEN,,OROKAN : Dindin# posterior %arin# tidak hiperemis( uvula terletak di ten#ah( ukuran tonsil T1>T1 tidak hiperemis( kripta tidak melebar( tidak ada detritus
LE+ER :-entuk tidak tampak kelainan( edema ,.( massa ,.( tidak tampak dan tidak teraba pembesaran tiroid maupun K*-( trakea teraba di ten#ah
T+ORAKS :
• 7antun&
Inspeksi : i)tus )ordis terlihat pada IC! ? linea midklavikularis sinistra 8alpasi : i)tus )ordis teraba pada IC! ? linea midklavikularis sinistra 8erkusi : batas kiri +antun# : IC! ? linea midklavikularis sinistra
-atas kanan +antun# : IC! III? linea sternalis detra -atas atas +antun# : IC! III linea parasternalis sinistra Auskultasi :-< III re#ular( murmur ,.( #allop ,.
• Pa'u
Inspeksi : bentuk toraks simetris pada saat statis dan dinamis( tidak ada perna%asan 'an# tertin##al( perna%asan torakoabdominal( pada sela i#a tidak terlihat adan'a retraksi( pembesaran K*- aksila >( ruam ,.
8alpasi : n'eri tekan ,.( ben+olan ,.( #erak napas simetris kanan dan kiri( vo)al %remitus kiri melemah&
8erkusi : Detra: i)s II?I redup
!inistra : i)s II?I hipersonor
Auskultasi : Detra: suara na%as vesikuler re#uler( ronkhi >( "heein# > !inistra: suara na%as vesikuler( melemah( ronkhi >B( "heein# >
AB*O-EN :
• Inspeksi :"arna kulit sa"o matan#(ruam ,.( kulit keriput ,.( umbilikus normal( #erak
dindin# perut saat pernapasan simetris( #erakan peristaltik ,.
• Auskultasi :bisin# usus ,B.( %rekuensi 5>menit
• 8erkusi : timpani pada seluruh lapan# perut( shifting dullness ,.
• 8alpasi : supel(n'eri tekan ,. pada epi#astrium( tur#or kulit kembali )epat( hepar dan lien
tidak teraba membesar
,ENITALIA :
• <enis kelamin lakilaki
KELEN7AR ,ETA+ BENIN,:
8reaurikuler : tidak teraba membesar
8ostaurikuler : tidak teraba membesar
!ubmandibula : tidak teraba membesar
!upra)lavi)ula : tidak teraba membesar
Ailla : tidak teraba membesar
In#uinal : tidak teraba membesar
EKSTRE-ITAS :
!imetris( tidak terdapat kelainan pada bentuk tulan#( posisi tan#an dan kaki( serta sikap badan( tidak terdapat keterbatasan #erak sendi( akral han#at pada keempat ekstremitas(sianosis
,.( edema ,.( capillary refill time2 detik
KULIT :arna sa"o matan# merata( tidak ikterik( tidak sianosis(lembab(tidak ada e%loresensi 'an# bermakna
STATUS NEUROLO,IS
Re3leks Fisi2l2&is Kanan Ki'i
-iseps B B
Tri)eps B B
8atella B B
A)hiles B B
Re3leks Pat2l2&is Kanan Ki'i
-abinski
Chaddo)k
ppenheim
!)hae%%er Rangsang meningeal Kaku kuduk Kanan Ki'i KerniJ /aseJ -rudinski I -rudinski II
III! PE-ERIKSAAN LABORATORIU-*i P2li Anak 5" Fe%'ua'i 0"#6
12
+e$at2l2&i +asil Nilai N2'$al
/eukosit 0(<= 'i%u1>L @ 13&@0
$ritrosit 3(59 +t>/ 5&9 @&5
emo#lobin 11(@ #>d/ 11(@15(@ ematokrit "(# ? 53 30 Trombosit 510 ribu>/ 1@0 330 Di%& Count 0>0>46>>6 01 > 15 > 300 > 2030 > 24 ;C? < %/ @ –9@ ;C # p# 2@ –55 ;CC 56#>d/ 51 5 D 1@ 7
I$un2l2&i +asil Nilai N2'$al
!& Th'posa =e#ati% =e#ati%
!& 8arat'phi A =e#ati% =e#ati%
!& 8arat'phi - =e#ati% =e#ati%
!& 8arat'phi C =e#ati% =e#ati%
!& Th'posa =e#ati% =e#ati%
!& 8arat'phi A =e#ati% =e#ati%
!& 8arat'phi - =e#ati% =e#ati%
PE-ERIKSAAN LABORATORIU- *I BAN,SAL 5" Fe%'ua'i 0"#6 :
PE-ERIKSAAN LABORATORIU- *I BAN,SAL 5 Fe%'ua'i 0"#6 :
+e$at2l2&i +asil Nilai N2'$al
/$D @" $$1a$ 010
/eukosit ( 'i%u1>L @ 13&@0
$ritrosit 3(26 +t>/ 5&9 @&5
emo#lobin "" &1dL 11(@15(@ ematokrit 50(7 53 30 Trombosit 244 ribu>/ 1@0 330 ;C? < %/ @ –9@ ;C # p# 2@ –55 ;CC 56#>d/ 51 5 D 1@(17
+e$at2l2&i +asil Nilai N2'$al
-aso%il 0 ? 01
$osino%il 0 ? 15
=eutro%il 49 7 300
/im%osit # ? 2030
PE-ERIKSAAN LABORATORIU- *I BAN,SAL 5# Fe%'ua'i 0"#6
14
+e$at2l2&i +asil Nilai N2'$al
/eukosit "(= 'i%u1>L @ 13&@0
emo#lobin "0(< &1dL 11(@15(@ ematokrit 50(3 7 53 30 Trombosit #0 'i%u1>L 1@0 330 ;C? < 3L @ – 9@ ;C # )& 2@ –55 ;CC &1dL 51 5 D 1@( 7
+e$at2l2&i +asil Nilai N2'$al
/eukosit 16(35 ribu>/ @ 13&@0
$ritrosit 3(3 +t>/ 5&9 @&5
emo#lobin 11(3 #>d/ 11(@15(@
ematokrit 5@(2 7 53 30
Trombosit 1&299 ribu>/ 1@0 330
;C? 40 %/ @ – 9@
;C 26 p# 2@ –55
;CC 52 #>d/ 51 5
F2t2 R2nt&en Th2'aD:
Interprestasi ,29 +anuari 2016.
Tampak )orakan bron)ovaskular di kedua paru dalam batas normal&
Tampak perselubun#an homo#en den#an air bron)ho#ram di lapan#an paru kanan ten#ah ba"ah( serta di perihiler dan parakardial kiri&
8leura kiri menebal ,posisi supine. <antun# dalam batas normal
Kesan : pneumonia bilateral den#an e%usi pleura sinistra DD> et )ausa
T-RESU-E
Anak 8erempuan( berinisial T usia 12 tahun( berat badan 30 k#( datan# ke I*D !UD Kara"an# diantar keluar#an'a den#an keluhan batuk se+ak 2 bulan sebelum masuk umah !akit& 8asien men#aku batuk berdahak namun sulit untuk dikeluarkan dan timbul kapan sa+a tanpa pen)etus& Dua hari sebelum masuk umah !akit pasien mual dan muntah setiap kali makan dan minum obat AT disertai batuk 'an# semakin memberat dan sesak na%as hin##a dirasakan n'eri
pada dada kanan& !emin##u sebelum masuk umah !akit( pasien men#eluh menderita demam 'an# tidak terlalu tin##i dan kerin#at din#in pada malam hari kadan# disertai men##i#il& Ibu pasien men#aku demam sudah pernah ter+adi sebelumn'a( hilan# timbul dan tidak terlalu tin##i&
-erat badan pasien menurun tanpa sebab se+ak 2 bulan terakhir kuran# lebih seban'ak 3 k#& 8asien di dia#nosa menderita T- dua bulan 'an# lalu dan sudah men#konsumsi AT +alan bulan ke2( namun muntah setiap kali minum obat tersebut& Tidak buan# air besar dua hari( buan# air ke)il tidak ada keluhan& $mpat hari setelah masuk umah !akit pasien dipasan# selan# pada dada kanan dan keluar )airan ber"arna kemerahan seban'ak 2 kol%& !etelah pemasan#an selan#( sesak berukuran#( kerin#at din#in malam ,B.& Tes ;antou 8ositi%& !aat ini( pasien men#aku masih ada batuk namun +aran# dan tidak berdahak& Demam( men##i#il( kerin#at malam( sesak na%as( n'eri dada( mual dan muntah sudah tidak ada& *an##uan buan# air besar dan buan# air ke)il disan#kal oleh pasien
8ada pemeriksaan %isik didapatkan kesadaran )ompos mentis den#an keadaan umum tampak sakit sedan#& Tanda vital dalam batas normal& Tidak didapatkan kelaiann pada re#io kepala dan leher& Toraks( palpasi ditemukan vokal %remitus 'an# melemah pada paru kanan( perkusi hipersonor i)s II?I detra dan auskultasi suara na%as vesikuler men#hilan# pada paru kanan( ronkhi dan "eehin# tidak ditemukan dikedua lapan# paru& -un'i +antun# III re#uler( murmur ,. #allop ,.& Abdoment bisin# usus ,B. 5>menit( tur#or kulit kembali )epat& Akral han#at pada keempat ekstremitas dan capillary refill time 2 detik&
Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan b menurun ,10(2 #>d/. leukositosis ,26(2 #>d/.( trombositosis ,@95 ribu.( hematrokit menurun ,52(7.( eosino%il menurun ,07.( lim%osit menurun ,97.( monosit menin#kat ,257.( ;C? menurun ,@9 %/.( ;C menurun ,19 D.& 8ada pemeriksaan %oto ront#en thora tampak #ambaran ber)ak in%iltrat pada ape lobus paru sinistra( tampak #ambaran hiperlu)ent tanpa )orakan bronkovaskuler pada hemitoraks detra disertai kolaps pada paru detra dan +antun# terdesak ke kiri disertai perselubun#an homo#en pada ba#ian basal hemitoraks kanan den#an #aris ellis( sudut )osto %renikus tumpul&
I.! *IA,NOSIS KER7A
$%usi 8leura et )ausa T- paru
.! *IA,NOSIS BAN*IN,
8neumonia
.I! PENATALAKSANAAN
• Usulan )e$e'iksaan ta$%ahan:
8emeriksaan Rontgen thorax
8emeriksaan -TA sputum
8emeriksaan D/( TI-C( !I
• N2n8$edika -ent2sa:
Dira"at inap
bservasi keadaan umum dan tanda vital
8asien dira"at diruan# isolasi den#an udara dan pen)aha'aan 'an# baik Diberikan nutrisi 'an# )ukup untuk menin#katkan da'a tahan tubuh pasien
• -edika -ent2sa:
2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am
In+& anitidin 2@ m#>12 +am
=ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# • Edukasi:
;en+elaskan kepada keluar#a pasien men#enai pen'akit
;en+elaskan men#enai pen#obatan 'an# diberikan dan +ad"al minum obat supa'a tidak terulan# kembali putusn'a AT& Dan memantau terus kondisi pasien( se#era melapor ke me+a pera"at atau dokter apabila terlihat kondisi pasien memburuk
;emberitahu keluar#a untuk memotivasi pasien a#ar tetap seman#at men+alankan hidup seperti biasa dan meminum obat se)ara teratur
;en#konsumsi makanan 'an# ber#ii
.II! PRO,NOSIS
Ad ?itam :Ad -onam
Ad Fun)tionam :Dubia Ad -onam
FOLLOW-UP Tan##al ! A 8 0"101"# Pe'aatan ha'i 8 " BB k& 8asien men#eluh batuk disertai sesak
na%as se+ak 1 min##u 'an# lalu
Demam terkadan# mun)ul se+ak 1 min##u 'an# lalu -erkerin#at din#in Tdak na%su makan /emas
Tampak sakit sedan#( )ompos mentis TT? : TD 120>0 mm# = 44>m 26>m ! 5(20C Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis > ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,.
Tho : != vesikuler( h >B( h >( -< III re#uler( ; ,.( * ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik $kst : edema pada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 0101"# Pe'aatan ha'i 8
batuk sudah a#ak berkuran#
sesak masih terasa berat
Tampak sakit sedan#( )ompos mentis TT? :
= "00D1$ #D1$
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4
18
BB k& ! 560C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis > ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,.
Tho : 8ulmo :
I : #erakan dada asimtris( dada kiri tertin##al dan lebih )embun#
8 : hipersonor > redup
A: vesikuler ,melemah. B>B( rh >B( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 0101"# Pe'aatan ha'i 8 BB k& batuk masih namun berkuran# badan masih lemas k sih te
Tampak sakit sedan#( )ompos mentis TT? :
TD 120>0 mm# = 90>m
26>m
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
BB k& ! 560C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis > ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,.
Tho : 8ulmo :
I : #erakan dada asimtris( dada kiri tertin##al dan lebih )embun#
8 : hipersonor > redup
A: vesikuler ,melemah. B>B( rh >B( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 0101"# Pe'aatan ha'i 8 BB k& batuk masih namun berkuran# badan masih lemas
sesak masih terasa
Tampak sakit sedan#( )ompos mentis TT? :
TD 120>0 mm# = 90>m
26>m
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am
19
! 56(0C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,.
Tho : 8ulmo :
I : #erakan dada asimtris( dada kiri tertin##al dan lebih )embun#&
8 : hipersonor > redup
A: vesikuler ,melemah. B>B( rh >B( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
iktus )ordis 2 +ari lateral mid)lavi)ula sinistra
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m#
! 56(0C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,.
Tho : 8ulmo :
I : #erakan dada asimtris( dada kiri tertin##al dan lebih )embun#&
8 : hipersonor > redup
A: vesikuler ,melemah. B>B( rh >B( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
iktus )ordis 2 +ari lateral mid)lavi)ula sinistra
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 0101"# Pe'aatan
sudah tidak sesak masih batuk
Tampak sakit sedan#( )omposmentis $%usi pleura et )ausa 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20
20 ha'i ke 8 BB: k& namun +aran# TT? : = @@D1$ "@D1$ ! 56(40C Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,. Tho : 8ulmo : 8 : hipersonor > redup A: vesikuler B>B( rh >( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L
T- tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m#
ha'i ke 8 BB: k& namun +aran# TT? : = @@D1$ "@D1$ ! 56(40C Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,. Tho : 8ulmo : 8 : hipersonor > redup A: vesikuler B>B( rh >( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat ekstremitas ,. ( CT 2L
T- tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 21 0#101"# Pe'aatan ha'i ke 8 BB: k& !esak berkuran# masih batuk kerin#
Tampak sakit sedan#( )omposmentis TT? :
= =0D1$ D1$ ! 56(40C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,. Tho : 8ulmo : 8 : hipersonor > redup A: vesikuler B>B( rh >( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m#
0#101"# Pe'aatan ha'i ke 8 BB: k& !esak berkuran# masih batuk kerin#
Tampak sakit sedan#( )omposmentis TT? :
= =0D1$ D1$ ! 56(40C
Kepala : normo)ephale(
;ata: Kon+untiva anemis B>B ( sklera ikterik >
idun# : na%as )upin# hidun# > ;ulut : bibir sianosis ,.
/eher : pembesaran kelen+ar #etah benin# ,.( pembesaran tiroid ,. Tho : 8ulmo : 8 : hipersonor > redup A: vesikuler B>B( rh >( "h > Cor : -< I( II e#uler( m ,.( # ,.
Abd : datar( -U ,B.( supel( tur#or kulit baik( =T ,.
$kst : akral han#at( edema p ada keempat
$%usi pleura et )ausa
T- 2 5/>m
I?FD in#er /aktat 20 tetes>menit
In+& Ce%otaim 1 #ram>4 +am In+& anitidin 2@ m#>12 +am =ora#es 5300 m# i%ampisin 1530 m# I= 1500 m# 8irainamid 2@00 m# Ambrool 5 1 )th Deametason 5 @ m# 22 ekstremitas ,. ( CT 2L
ekstremitas ,. ( CT 2L
23
BAB III
ANALISIS KASUS
-ronkopneumonia disebut +u#a pneumonia lobularis 'aitu suatu peradan#an pada parenkim paru 'an# terlokalisir 'an# biasan'a men#enai bronkiolus dan +u#a men#enai alveolus disekitarn'a berupa distribusi berbentuk ber)akber)ak , patchy distribution.( 'an# serin# menimpa anakanak dan balita( 'an# disebabkan oleh berma)amma)am etiolo#i seperti bakteri( virus( +amur dan benda asin#&2 8neumonia hin##a saat ini masih ter)atat seba#ai masalah
kesehatan utama pada anak di =e#ara berkemban#& 8neumonia merupakan pen'ebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia diba"ah lima tahun ,balita.&3
Usia pasien merupakan peranan pentin# pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak( terutama dalam spe)trum etiolo#i( #ambaran klinis dan strate#i pen#obatan&6 8en'ebab terserin#
BAB III
ANALISIS KASUS
-ronkopneumonia disebut +u#a pneumonia lobularis 'aitu suatu peradan#an pada parenkim paru 'an# terlokalisir 'an# biasan'a men#enai bronkiolus dan +u#a men#enai alveolus disekitarn'a berupa distribusi berbentuk ber)akber)ak , patchy distribution.( 'an# serin# menimpa anakanak dan balita( 'an# disebabkan oleh berma)amma)am etiolo#i seperti bakteri( virus( +amur dan benda asin#&2 8neumonia hin##a saat ini masih ter)atat seba#ai masalah
kesehatan utama pada anak di =e#ara berkemban#& 8neumonia merupakan pen'ebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia diba"ah lima tahun ,balita.&3
Usia pasien merupakan peranan pentin# pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak( terutama dalam spe)trum etiolo#i( #ambaran klinis dan strate#i pen#obatan&6 8en'ebab terserin# pneumonia bakterial adalah Streptococcus pneumoniae. ?irus lebih serin# ditemukan pada anak
usia @ tahun dan respiratory syncytial virus ,!?. merupakan pen'ebab terserin# pada anak usia 5 tahun& ?irus lain pen'ebab pneumonia meliputi adenovirus( parainfluenza virus( dan influenza virus& Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumonia lebih serin# ditemukan pada anak usia M10 tahun. !ementara itu( bakteri 'an# palin# ban'ak ditemukan pada apusan
ten##orokan pasien usia 2@9 bulan adalah Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Hemophilus influenzae&1
-eberapa %aktor risiko 'an# dapat menin#katkan an#ka ke+adian dan dera+at pneumonia adalah de%ek anatomi sistem respirasi ba"aan( imunode%isiensi( polusi( *$D( #an##uan sistem neurolo#i ,aspirasi.( #ii buruk( --/( tidak mendapatkan A!I( imunisasi tidak len#kap( terdapat an##ota keluar#a serumah 'an# menderita batuk( kamar tidur 'an# terlalu padat( dan sedan# dalam pera"atan di rumah sakit terutama di ba#ian pera"atan intensi% atau sedan# men+alani prosedur tindakan invasi%&1(@
8ada kasus ini didapatkan ba'i lakilaki berusia 11 bulan( datan# diantar oleh ibu kandun#n'a ke I*D !UD Kara"an# den#an keluhan batuk se+ak 2 min##u sebelum masuk rumah sakit& ;enurut teori( dari se#i usia kemun#kinan pen'ebab dari in%eksi saluran napas pada pasien ini adalah respiratory syncytial virus ,!?. merupakan pen'ebab terserin# pada anak
usia 5 tahun dan bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Hemophilus influenzae& 8ada pasien tidak terdapat de%ek anatomi sistem respirasi ba"aan( tidak
men#alami imunode%isiensi(tidak *$D( tidak ada #an##uan sistem neurolo#i ,aspirasi.( #ii baik( berat badan lahir )ukup ,5200 #ram.( mendapatkan A!I eksklusi% hin##a usia 6 bulan(
imunisasi len#kap( tidak terdapat an##ota keluar#a serumah 'an# menderita batuk( kamar tidur luas( dan tidak sedan# dalam pera"atan di rumah sakit terutama di ba#ian pera"atan intensi% atau sedan# men+alani prosedur tindakan invasi% sehin##a ban'ak %aktor resiko 'an# tidak terdapat pada pasien ini& !atusatun'a %aktor resiko adalah terdapatn'a polusi di rumah karena a'ah pasien merupakan seoran# perokok&
Usia merupakan %aktor penentu dalam mani%estasi klinis pneumonia& =eonates dapat menun+ukan han'a #e+ala demam tanpa ditemukan'a #e+ala#e+ala %isis pneumonia& 8ola klinis 'an# khas pada pasien pneumonia viral dan bakterial umumn'a berbeda antara ba'i 'an# lebih tua dan anak( "alaupun perbedaan tersebut tidak selalu +elas pada pasien tertentu& Demam( men##i#il( takipneu( batuk( malaise( n'eri dada akibat pleuritis( retraksi( iritabilitas akibat sesak respiratorik( dan keluhan #astrointestinal lebih serin# ter+adi pada ba'i 'an# lebih tua dan anak&1(
In%eksi viral pada traktus respiratorius +u#a dapat menin#katkan risiko terhadap in%eksi bakteri sekunder den#an men##an##u mekanisme pertahanan normal pe+amu( men#ubah sekresi normal( dan memodi%ikasi %lora bakterial&3
8neumonia virus lebih serin# berasosiasi den#an batuk( men#i( atau stridor( dan #e+ala demam lebih tidak menon+ol dibandin#kan pada pneumonia bakterial& 8neumonia bakterial se)ara tipikal berasosiasi den#an demam tin##i( men##i#il( batuk( dispneu( dan pada auskultasi ditemukan adan'a tanda konsolidasi paru& 8en'akit ini serin# ditemukan bersamaan den#an kon+un#tivitis( otitis media( %arin#itis( dan larin#itis& *e+ala klinis lain'a 'an# dapat ditemukan adalah distress pernapasan termasuk napas )upin# hidun#( retraksi interkosta dan subkosta( merintih , grunting .( serta sianosis&1(@
8ada pasien ditemukan mani%estasi klinis berupa batuk se+ak 2 min##u 'an# lalu( demam se+ak 3 hari 'an# lalu( dan keluhan #astrointestinal se+ak 1 hari 'an# lalu& Terdapat stridor namun keluhan sesak tidak ada& ;enurut teori( kemun#kinan pada pasien ini pada a"aln'a in%eksi saluran pernapasan disebabkan oleh virus karena han'a ada keluhan batuk dan keluhan demam tidak menon+ol( namun telah ter+adi in%eksi sekunder oleh bakteri sehin##a timbul keluhan demam& Tidak ada keluhan men#i( distress pernapasan( merintih( maupun sianosis& Tidak ditemukan pen'akit pen'erta seperti kon+un#tivitis( otitis media( %arin#itis( dan larin#itis pada pasien ini&
Anamnesis 'an# perlu ditan'akan terhadap pasien 'an# didu#a bronkopneumoni adalah seba#ai berikut:6
• -atuk 'an# a"aln'a kerin#( kemudian men+adi produkti% den#an dahak purulent bahkan bisa
berdarah
• !esak na%as
• Demam
• Kesulitan makan>minum
• Tampak lemah
• !eran#an pertama atau berulan# ,untuk membedakan den#an kondisi imunode%isiensi(
kelainan anatomi bronkus( atau asma.
Dari hasil anamnesis( ibu pasien men#aku bah"a batuk 'an# ter+adi a"aln'a kerin#( namun baru beberapa hari belakan#an ini men+adi produkti% den#an dahak 'an# kental dan sulit keluar& !elain itu terdapat +u#a keluhan demam dan na%su makan 'an# menurun sehin##a pasien tampak lemah& Keluhan sesak disan#kal dan pen'akit seperti ini baru pertama kali dialami oleh pasien&
Dalam pemeriksaan %isik akan ditemukan halhal seba#ai berikut:6
• 8enilaian keadan umum anak( %rekuensi napas( dan nadi harus dilakukan pada saat a"al
pemeriksaan sebelum pemeriksaan lain 'an# dapat men'ebabkan anak #elisah atau re"el&
• 8enilaian keadaan umum antara lain meliputi kesadaran dan kemampuan makan>minum& • Demam ,suhu tubuh N 54(@oC. dan sianosis
• *e+ala distres pernapasan seperti takipneu( retraksi otot subkosta( epi#astrik( interkostal(
suprasternal( batuk( krepitasi( pernapasan )upin# hidun#( dan penurunan suara paru&
• Takipneu berdasarkan :
Usia 2 bulan N 60 >menit Usia 212 bulan N @0 >menit Usia 1@ tahun N 30 >menit Usia 612 tahun N 24 >menit
• Anak di ba"ah @ tahun mun#kin tidak menun+ukan #e+ala pneumonia 'an# klasik& 8ada anak
'an# demam dan sakit akut( terdapat #e+ala n'eri 'an# dipro'eksikan ke abdomen& 8ada ba'i muda( terdapat #e+ala pernapasan tak teratur dan hipopneu
•
8ada palpasi ditemukan %remitus vokal menurun&
•
8ada perkusi lapan#an paru redup pada daerah paru 'an# terkena&
•
8ada auskultasi dapat terden#ar suara perna%asan menurun& ine crac!les ,ronki basah halus. 'an# khas pada anak besar bisa tidak ditemukan pada ba'i& Dan kadan# terden#ar +u#a suara bronkial&@(
Dari pemeriksaan %isik 'an# dilakukan terhadap pasien didapatkan demam ,54(9oC.
namun saat ini sedan# tidak demam ,5(1oC.( dan terdapat ronki basah halus 'an# memperkuat
du#aan terhadap dia#nosis bronkopneumonia& =amun pada pasien ini tidak ditemukan adan'a distress pernapasan ke)uali batuk( dan tidak terdapat n'eri abdomen( penurunan vokal %remitus pada palpasi( dan suara paru 'an# redup pada perkusi&
8emeriksaan penun+an# lain'a mun#kin dibutuhkan dalam mene#akan dia#nosis bronkopneumonia atau untuk membedakan etiolo#i 'an# mendasari pen'akit tersebut& -erikut pemeriksaan penun+an# 'an# dapat di#unakan:
1& 8emeriksaan laboratorium
8ada pneumonia virus dan mikoplasma umumn'a leukosit dalam batas normal atau sedikit menin#kat& 8ada pneumonia bakteri didapatkan leukositosis 'an# berkisar antara 1@&000 – 30&000>mm5 den#an predominan 8;=& 8ada in%eksi Chlamydia kadan# ditemukan
eosino%ilia& Kadan#kadan# terdapat anemia rin#an dan la+u endap darah ,/$D. 'an# menin#kat& !e)ara umum( hasil pemeriksaan darah peri%er len#kap dan /$D tidak dapat membedakan antara in%eksi virus dan bakteri se)ara pasti&1(@(6
Terdapat leukositosis ,3@(49 ribu>/. pada pasien ini 'an# menandakan adan'a in%eksi bakteri& -elum dilakukan pemeriksaan la+u endap darah ,/$D. pada pasien ini&
2& Cea)tive 8rotein ,C8.
!e)ara klinis C8 di#unakan seba#ai alat dia#nostik untuk membedakan antara %aktor in%eksi dan nonin%eksi( in%eksi virus dan bakteri( atau in%eksi bakteri super%isialis dan pro%unda& Kadar C8 biasan'a lebih rendah pada in%eksi virus dan in%eksi bakteri super%isialis daripada in%eksi bakteri pro%unda& C8 kadan# di#unakan untuk evaluasi respons terhadap terapi antibiotik&1(@(6
8emeriksaan C8 dan prokalsitonin +u#a dapat menun+an# pemeriksaan radiolo#i untuk men#etahui spesi%ikasi pneumonia karena pneumokokus den#an nilai C8 N 120 m#>l dan prokalsitonin N @ n#>ml&
Tidak dilakukan pemeriksaan C8 pada pasien ini dikarenakan %asilitas 'an# kuran# memadai dan kuran# be#itu diperlukan&
5& 8emeriksaan ;ikrobiolo#is
8emeriksaan mikrobiolo#ik seperti kultur dan pe"arnaan #ram untuk dia#nosis pneumonia anak tidak rutin dilakukan ke)uali pada pneumonia berat(dan +aran# didapatkan hasil 'an# positi%& Untuk pemeriksaan mikrobiolo#ik( spesimen dapat berasal dari usap ten##orok( sekret naso%arin# tidak memiliki nilai 'an# berarti& Dia#nosis dikatakan de%initi% bila kuman ditemukan dari darah( )airan pleura( atau aspirasi paru&@
Tidak dilakukan pemeriksaan mikrobiolo#is pada pasien ini dikarenakan pasien bukan merupakan pasien pneumonia berat&
3& 8emeriksaan serolo#is
U+i serolo#ik untuk medeteksi anti#en dan antibodi pada in%eksi bakteri tipik mempun'ai sensitivitas dan spesi%itas 'an# rendah& Akan tetapi( dia#nosis in%eksi !treptokokus #rup A dapat dikon%irmasi den#an penin#katan titer antibodi seperti antistreptolisin ( streptoim( atau antiD=Ase -& U+i serolo#ik I#; dan I#* antara %ase akut dan konvalesen pada anak den#an in%eksi pneumonia oleh Chlamydia pneumonia dan Mycoplasma pneumonia memiliki hasil 'an# memuaskan tetapi tidak bermakna pada
keadaan pneumonia berat 'an# memerlukan penan#anan 'an# )epat&@(6
Tidak dilakukan u+i serolo#is pada pasien ini dikarenakan pemeriksaan tersebut belum be#itu diperlukan&
@& 8emeriksaan anti#en virus
8ada anak kuran# dari 14 bulan( dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi anti#en visrus den#an atau tanpa kultur virus +ika %asilitas tersedia&6
Tidak dilakukan pemeriksaan anti#en virus dikarenakan kemun#kinan besar in%eksi pada pasien ini disebabkan oleh bakteri dan %asilitas 'an# kuran# memadai untuk pemeriksaan tersebut&
6& 8emeriksaan Foto ont#en Toraks
Foto ront#en toraks pro'eksi posterioranterior merupakan dasar dia#nosis utama pneumonia& Tetapi tidak rutin dilakukan pada pneumonia rin#an( han'a direkomendasikan pada pneumonia berat 'an# dira"at dan timbul #e+ala klinis berupa takipneu( batuk( ronki( dan penin#katan suara perna%asan& Kelainan %oto ront#en toraks pada pneumonia tidak selalu berhubun#an den#an #ambaran klinis& Umumn'a pemeriksaan 'an# diperlukan untuk
menun+an# dia#nosis pneumonia han'alah pemeriksaan posisi A8& /'n)h dkk mendapatkan
bah"a tambahan posisi lateral pada %oto ront#en toraks tidak menin#katkan sensitivitas dan spesi%isitas pene#akkan dia#nosis&1(@(6
!e)ara umum #ambaran %oto toraks terdiri dari:
• In%iltrat interstisial( ditandai den#an penin#katan )orakan bronkovaskular(
peribronchial cuffing dan overaeriation& -ila berat ter+adi pa)h' )onsolidation karena atelektasis&
• In%iltrat alveolar( merupakan konsolidasi paru den#an air bronchogram. Konsolidasi
dapat men#enai satu lobus disebut den#an pneumonia lobaris atau terlihat seba#ai lesi tun##al 'an# biasan'a )ukup besar( berbentuk s%eris( berbatas 'an# tidak terlalu te#as dan men'erupai lesi tumor paru disebut seba#ai round pneumonia
• -ronkopneumoni ditandai den#an #ambaran di%us merata pada kedua paru berupa
ber)akber)ak in%iltrat 'an# dapat meluas hin##a daerah peri%er paru disertai den#an penin#katan )orakan peribronkial&
Foto ront#en tidak dapat menentukan +enis in%eksi bakteri( atipik( atau virus& Tetapi #ambaran %oto ront#en toraks dapat membantu men#arahkan ke)enderun#an etiolo#i& 8enebalan peribronkial( in%iltrat interstitial merata dan hiperin%lasi )enderun# terlihat pada pneumonia virus& In%iltrat alveolar berupa konsolidasi se#men atau lobar( bronkopneumoni
dan air bronchogram san#at mun#kin disebabkan oleh bakteri&@
Tidak dilakukan pemeriksaan %oto toraks pada pasien ini dikarenakan pasien ini bukanlah pasien den#an pneumonia berat&
7! TATALAKSANA
merekomendasikan pen##unaan penin#katan %rekuensi napas dan retraksi subkosta untuk men#klasi%ikasikan pneumonia di =e#ara berkemban#& =amun demikian( kriteria tersebut mempun'ai sensitivitas 'an# buruk untuk anak malnutrisi dan serin# overlapping den#an #e+ala malaria&6
Klasi%ikasi pneumonia ,-erdasarkan .6
• -a'i kuran# dari 2 bulan:
o 8neumonia san#at berat: tidak mau menetek>minum( ke+an#( letar#is( demam atau
hipotermia( bradipneu atau pernapasan ire#uler
• Anak umur 2 bulan@ tahun:
o 8neumonia rin#an: napas )epat o 8neumonia berat: retraksi
o 8neumonia san#at berat: tidak dapat makan>minum( ke+an#( letar#is( malnutrisi
Dari kriteria diatas( pasien tidak termasuk dalam kriteria pneumonia berat ataupun san#at berat&
Kriteria ra"at inap6
• -a'i:
o !aturasi oksi#en O927( sianosis o Frekuensi napas M60>menit
o Distress pernapasan( apneu intermiten( atau grunting o Tidak mau minum>menetek
o Keluar#a tidak bisa mera"at di rumah
• Anak:
o !aturasi oksi#en O927( sianosis o Frekuensi napas M@0>menit o Distress pernapasan
o "runting
o Terdapat tanda dehidrasi
o Keluar#a tidak bisa mera"at di rumah
Indikasi ra"at inap pada pasien ini adalah karena pasien tidak mau minum>menetek& Tatalaksana Umum:
8asien den#an saturasi oksi#en O927 pada saat bernapas den#an udara kamar harus diterapi oksi#en den#an kanul nasal( head box( atau sun#kup untuk mempertahankan saturasi oksi#en M927&6
• 8ada pneumonia berat atau asupan peroral kuran#( diberikan )airan intravena dan lakukan
balans )airan ketat
• Fisioterapi dada tidak berman%aat dan tidak direkomendasikan untuk anak den#an pneumonia • Antipiretik dan anal#etik dapat diberikan untuk men+a#a ken'amanan dan men#kontrol batuk • =ebulisasi den#an P2 a#onis dan atau =aCl dapat diberikan untuk memperbaiki mucocilliary
clearance
• 8asien 'an# mendapatkan terapi oksi#en harus diobservasi setidakn'a 3 +am sekali( termasuk
pemeriksaan saturasi oksi#en
8asien tidak diberikan oksi#en karena tidak ada tandatanda distress pernapasan dan saturasi dirasa baik "alaupun tidak dilakukan pemeriksaan saturasi oksi#en& I? line dipasan# karena asupan peroral 'an# kuran# dan adan'a muntah apabila menerima asupan melalui mulut& Tidak dilakukan %isioterapi dan nabulisasi pada pasien ini karena tidak terdapat sesak&
8emberian antibiotik:6
• Amoksisilin merupakan pilihan utama untuk antibiotik oral pada anak @ tahun karena
e%ekti% mela"an seba#ian besar patho#en 'an# men'ebabkan pneumonia pada anak( ditoleransi den#an baik( dan murah& Alternati%n'a adalah )oamoi)lav( )e%la)or( eritromisin( )laritromisin( dan aitromisin
• Mycoplasma pneumoniae lebih serin# ter+adi pada anak 'an# lebih tua maka antibiotik
#olon#an makrolid diberikan seba#ai pilihan utama se)ara empiris pada anak N@ tahun
• ;akrolid diberikan +ika Mycoplasma pneumoniae atau Clamydia pneumoniae di)uri#ai
seba#ai pen'ebab
• Amoksisilin diberikan seba#ai pilihan utama +ika Streptococcus pneumoniae san#at mun#kin
seba#ai pen'ebab
• <ika !taph'lo)o))us aureus di)uri#ai seba#ai pen'ebab( diberikan makrolid atau kombinasi
%lu)loa)illin den#an amoksisilin
• Antibiotik intravena diberikan pada pasien pneumonia 'an# tidak dapat menerima obet per
oral ,misal karena muntah. atau termasuk dalam dera+at pneumonia berat
• Antibiotik intravena 'an# dian+urkan adalah: ampisilin dan kloram%enikol( )oamoi)lav(
)e%triaone( )e%uroime( dan )e%otaime
• 8emberian antibiotik oral harus dipertimban#kan +ika terdapat perbaikan setelah mendapat
antibiotik intravena
Antibiotik untuk Community #c$uired %neumonia ,CA8. ekomendasi UUK ,Unit Ker+a Koordinasi. espirolo#i:6
• =eonatus2 bulan:
o Ampisilin B #entamisin
• M2 bulan:
o /ini pertama adalah ampisilin( bila dalam 5 hari tidak ada perbaikan dapat ditambahkan
kloram%enikol
o /ini kedua adalah )e%triaone
-ila klinis terdapat perbaikan( antibiotik intravena dapat di#anti ke preparat oral den#an antibiotik #olon#an 'an# sama den#an antibiotik intravena sebelumn'a&6
Antibiotik 'an# direkomendasikan untuk pemberian se)ara intravena pada pasien ra"at inap adalah ampisilin dan kloram%enikol( )oamoi)lav( )e%triaone( )e%uroime( dan )e%otaime& 8ada pasien ini diberikan terapi antibiotik 'an# sudah sesuai den#an rekomndasi tersebut 'aitu ampisilin dan kloram%enikol&
=utrisi:6
• 8ada anak den#an distres pernapasan berat( pemberian makanan per oral harus dihindari&
;akanan dapat diberikan le"at nasogastric tube ,=*T. atau intravena& Tetapi harus diin#at bah"a =*T dapat menekan pernapasan( khususn'a pada ba'i>anak den#an ukuran luban#
hidun# ke)il& -ila meman# dibutuhkan( sebaikn'a men##unakan ukuran 'an# terke)il
• 8erlu dilakukan pemantauan balans )airan ketat a#ar anak tidak men#alami overhidrasi
karena pada pneumonia berat ter+adi penin#katan sekresi hormone antidiuretik
8asien tidak dipasan# =*T ataupun *T karena masih dapat menerima asupan peroral sedikit demi sedikit dan tidak ada distress pernapasan 'an# berat& Tidak dilakukan pemantauan balans )airan karena pasien tidak termasuk dalam pneumonia berat&
Kriteria ra"at pulan#:6
• *e+ala dan tanda pneumonia hilan# • Asupan per oral adekuat
• 8emberian antibiotik dapat diteruskan di rumah ,per oral.
• Keluar#a men#erti dan setu+u untuk pemberian terapi dan ren)ana kontrol • Kondisi rumah memun#kinkan untuk pera"atan lan+utan di rumah
8asien telah dipulan#kan dan dilakukan ra"at +alan karena sudah tidak ada #e+ala pneumonia 'aitu telah bebas demam M23 +am dan batuk sudah tidak ada( asupan per oral sudah adekuat sehin##a mampu menerima antibiotik se)ara per oral( keluar#a men#erti dan setu+u untuk pemberian terapi dan ren)ana kontrol( dan kondisi rumah memun#kinkan untuk ra"at +alan&
Tabel 2& 8ilihan Antibiotik Intravena untuk 8neumonia6
Anti%i2tik *2sis F'ekuensi Relative Cost Kete'an&an
8enisilin * @0&000 unit>k#>kali
Dosis tun##al
maks& 3&000&000 unit
Tiap 3 +am endah !& pneumonia
Ampisilin 100 m#>k#>hari Tiap 6 +am endah Kloram%enikol 100 m#>k#>hari Tiap 6 +am endah Ce%triaone @0 m#>k#>kali
Dosis tun##al
maks& 2 #ram
1>hari Tin##i !& pneumonia( &
in%luena
Ce%uroime @0 m#>k#>kali
Dosis tun##al
maks& 2 #ram
Tiap 4 +am Tin##i !& pneumonia( &
in%luena
Clindam')in 10 m#>k#>kali
dosis tun##al maks& 1(2 #ram
Tiap 6 +am endah *roup A !trepto)o))us( !& aureus( !& pneumoniae ,alternati% untuk anak 'an# aler#i terhadap betala)tam( lebih +aran# menimbulkan %lebitis pada pemberian I? daripada eritromisin
$ritromisin 10 m#>k#>kali
Dosis tun##al
maks& 1 #ram
Tiap 6 +am endah !& pneumoniae( Chal'dia pneumonia( ;')oplasma pneumonia
8asien diberikan antibiotik intravena 'aitu ampisilin 32@0m# dan kloram%enikol 32@0m#( hal tersebut sudah sesuai den#an rekomendasi dosis 'an# tertera pada tabel diatas&
K! *IA,NOSIS BAN*IN,
Dia#nosis bandin# didasari dari persamaan mani%estasi klinis dari pen'akit lain 'an# serupa den#an pen'akit bron)opneumonia( antara lain seperti pada tabel berikut
Tabel 5& Dia#nosis -andin# -ronkopneumonia pada Anak 4
*ia&n2sis ,eala klinis yan& dite$ukan
B'2nki2litis $pisode pertama "heein# pada anak umur 2 tahun
iperin%lasi dindin# dada
$kspirasi meman+an#
*e+ala pada pneumonia +u#a dapat di+umpai
Kuran# atau tidak ada respon den#an bronkodilator
Tu%e'kul2sis 5TB6 i"a'at kontak positi% den#an pasien T-de"asa
keadaan imunosupresi N@ mm.
8ertumbuhan buruk>kurus atau berat badan menurun
Demam ,N2 min##u. tanpa sebab 'an# +elas
-atuk kronis ,N5 min##u.
8emben#kakan kelen+ar lim%e leher(
aksila( in#uinal 'an# spesi%ik
8emben#kakan tulan#>sendi pun##un#( pan##ul( lutut( %alan#
As$a B'2nkial i"a'at "heein# berulan#( kadan# tidak berhubun#an den#an batuk dan pilek
iperin%lasi dindin# dada
$kspirasi meman+an#
-erespon baik terhadap bronkodilator
Tidak terdapat "heein#( hiperin%lasi dindin# dada( serta ekspirasi meman+an# pada pasien ini sehin##a melemahkan du#aan terhadap pen'akit bronkiolitis namun tetap men+adi dia#nosis bandin# karena pada bronkiolitis +u#a terdapat #e+ala pneumonia& Tidak ada an##ota keluar#a pasien di rumah 'an# men#alami batuk lama atau di dia#nosis T- paru( pasien tidak pernah dilakukan u+i tuberkulin karena tidak ada indikasi( pasien termasuk ke dalam kate#ori #ii baik>normal( tidak ada demam berkepan+an#an( tidak ada batuk kronis( tidak ada pemben#kakan
K*-( serta tidak ada pemben#kakan tulan#>sendi pun##un#( pan##ul( lutut( maupun %alan# sehin##a melemahkan du#aan terhadap pen'akit T- paru namun tetap men+adi dia#nosis bandin# karena kontak den#an pasien T- de"asa tidak harus selalu den#an oran# 'an# serumah( pasien belum dilakukan u+i tuberkulin( dan terdapat #e+ala batuk berkepan+an#an "alaupun belum N5 min##u& Tidak terdapat "heein#( hiperin%lasi dindin# dada( ekspirasi meman+an#( serta ri"a'at atopik pada pasien ini maupun keluar#an'a sehin##a melemahkan du#aan terhadap pen'akit asma bronkial namun masih tetap men+adi dia#nosis bandin# dikarenakan masih
terdapat hubun#an den#an #e+ala batuk&
L! PRO,NOSIS
8ada umumn'a anak akan sembuh dari pneumonia den#an )epat dan sempurna( "alaupun kelainan radiolo#i dapat bertahan selama 64 min##u sebelum kambali ke kondisi normal& 8ada beberapa anak( pneumonia dapat berlan#sun# lebih lama dari 1 bulan atau dapat berulan#& 8ada kasus seperti ini( kemun#kinan adan'a pen'akit lain 'an# mendasari harus
diselidiki lebih lan+ut seperti den#an u+i tuber)ulin( pemeriksaan hidroklorida kerin#at untuk pen'akit kistik %ibrosis( pemeriksaan immuno#lobulin serum dan determinasi sub kelas I#*( bronkoskopi untuk identi%ikasi kelainan anatomis atau men)ari benda asin#( dan pemeriksaan
barium meal untuk kasus *$D&@
Disisi lain( data !urveI Kesehatan =asional ,!K=. tahun 2011 menun+ukan bah"a 2(67 kematian ba'i dan 22(47 kematian balita di Indonesia disebabkan oleh pen'akit respirasi terutama pneumonia&1
-erkat terapi 'an# tepat serta adekuat( pasien dapat sembuh sempurna dan telah dipulan#kan untuk melan+utkan pen#obatan di rumah&
-! KO-PLIKASI
8neumonia bakterial serin#kali men'ebabkan )airan in%lamasi terkumpul di ron##a pleura( kondisi ini men#akibatkan e%usi parapneumonik atau apabila )airan tersebut purulent disebut empiema& $%usi dalam +umlah ke)il tidak memerlukan terapi& $%usi dalam +umlah besar akan membatasi pernapasan dan harus dilakukan tindakan drainase& Diseksi udara diantara +arin#an paru men#akibatkan timbuln'a pneumatokel( atau timbuln'a kantun# udara& <arin#an parut pada saluran pernapasan dan parenkim paru akan men'ebabkan ter+adin'a dilatasi bronkus
dan men#akibatkan bronkiektasis dan penin#katan risiko ter+adin'a in%eksi berulan#&@
8neumonia 'an# men'ebabkan ter+adin'a nekrosis +arin#an paru dapat men'ebabkan ter+adin'a abses paru& Abses paru merupakan kasus 'an# +aran# ter+adi pada anak dan umumn'a disebabkan oleh pneumonia aspirasi atau in%eksi di belakan# bronkus 'an# men#alami obstruksi& /okasi 'an# serin#kali terkena adalah se#men posterior lobus superior dan se#men superior lobus in%erior( dimana materi 'an# teraspirasi terlokalisir saat anak meminum sesuatu 'an# men#akibatkan aspirasi& -akteri 'an# biasan'a mendominasi adalah bakteri anaerob( bersama den#an bakteri streptokokus( &scherichia coli( 'lebsiella pneumonia( %seudomonas aeru#inosa( dan Staphylococcus aureus& 8emeriksaan CT!)an akan menun+ukan adan'a lesi kavitas( serin#kali adan'a air(fluid level 'an# diliputi oleh in%lamasi parenkim& Apabila kavitas tersebut terhubun# den#an bronkus( maka kuman dapat diisolasi dari sputum& -ronkoskopi dia#nosti) sebaikn'a dilakukan untuk men'in#kirkan kemun#kinan adan'a benda asin# dan untuk men#ambil spe)imen mikrobiolo#i& Abses paru umumn'a memberi respon terhadap terapi antimikroba den#an men##unakan klindamisisn( penisilin *( atau ampisilin sulbaktam&@
8neumonia adenovirus berat dapat men'ebabkan bronkiolitis obliteran( 'aitu proses in%lamasi sub akut dimana saluran pernapasan berkaliber ke)il di#antikan oleh +arin#an parut sehin##a ter+adi penurunan volume dan komplians paru& 8aru hiperlusen unilateral atau S)eyer *ames Syndrome adalah sekuele %okal dari pneumonia nekrotik berat( 'aitu seba#ian dari paru
men#alami penin#katan translusensi radiolo#i dan berkaitan den#an in%eksi adenovirus tipe 21&@
8asien sembuh sempurna tanpa komplikasi apapun dan telah dipulan#kan untuk melan+utkan pen#obatan di rumah&