Masalah Sosial
Masalah Sosial
Masalah Sosial
e-Modul Sosiologi Kelas XI
e-Modul 2019
Direktorat Pembinaan SMA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Petunjuk Pertemuan ke 5 :
1. Baca materi di bawah ini dengan serius dan seksama agar dapat dipahami dan materi dapat dikuasai.
2. Kerjakan soal Pilihan Ganda di bawah ini agar materi lebih dikuasai 3. Jawaban dikerjakan dikertas selembar di Foto dan diupload pada link yang tersedia, jangan lupa mencantumkan nama dan kelas
Berdo'a sebelum dan sesudah mempelajari materi di bawah ini
Nama Mata Pelajaran : SOSIOLOGI Kelas / Semester / Alokasi Waktu : XI /1 (SATU) / 4 JP
Judul eModul : MASALAH SOSIAL
3.1 Memahami permasalahan sosial dalam kaitannya dengan pengelompokkan sosial dan kecenderungan eksklusi sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan sosiologia.
3.1.1 Memahami partikularisme kelompok dan dilema pembentukan kepentingan publik.
3.1.2 memahami berbagai jenis permasalahan sosial di ranah publik. 3.1.3 memahami dampak permasalahan sosial terhadap kehidupan publik.
3.1.4 mengidentifikasi berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar. 3.1.5 menumbuhkan rasa ingin tahu tentang berbagai permasalahan sosial
dimasyarakat (kemiskinan, kriminalitas, kekerasan, kesenjangan sosial-ekonomi, ketidakadilan) melalui contoh-contoh nyata dan mendiskusikannya dari sudut pandang pengetahuan sosiologi berorientasi pemecahan masalah yang
menumbuhkan sikap religiositas dan etika sosial.
Pendahuluan
INDENTITAS MODUL
INDENTITAS MODUL
KOMPETENSI DASAR
Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dan model Discovery Learning,dan metode role playing, peserta didik mampu menggali informasi tentang pengertian masalah sosial,partikulisme masalah sosial,berbagai masalah sosial dan dampak masalah dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, disiplin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, memiliki sikap responsif (berpikir kritis), cemat, dan aktif, serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik, sehingga mandiri dalam memposisikan diri dalam pergaulan sosial di masyarakat::
Kegiatan Pembelajaran
1. TUJUAN
Gambar : 1 (sumber: mulsi media)
" Setitik embun dapat melembabkan daun daunan, sederas hujan dapat membahasi daun beserta dahannnya sungguh ilmu yang kamu dapat pada kami bagaikan hujan deras yang tak pernah berhenti membahasi kami. kami tumbuh dan berkembang dan selanjutnya memekari seluruh sekitar kami dan akhirnya membuat mahluk ciptaan Tuhan menjadi bahagia dengan keberadaan kami. Terima kasih telah menjadi hujan deras buat otak dan akhlak kami."
PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, Masalah social merupakan suatu ketidaksesuaian antara sunsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok social
Menurut Soetomo, masalah social adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.
Menurut Lesi, masalah social adalah suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disuaki dan karenanya perlu untuk diatasi atau diperbaiki.
Menurut Martin S. Weinberg, masalah sosia adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat
2. URAIAN MATERI
2. URAIAN MATERI
yang cukup signifikan, mereka sepakat tentang dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut.
Berdasarkan pengertian dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa masalah social adalah suatu kondisi terjadinya ketidaksesuaian
unsur-unsur social sehingga menimbulkan keresahan dalam masyarakat.
Teori tentang masalah sosial 1. Teori Fungsionalisme
Teori ini mengemukakan bahwa semua bagian di masyarakat mempunyai fungsinya masing-masing dalam masyarakat tersebut. Semua bagian masyarakat ini saling bekerjasama untuk membangun tatanan sosial yang stabil dan harmonis. Jika terdapat Satu elemen dari masyarakatnya tidak memfungsikan tugasnya dengan baik, maka dapat menimbulkan ketidakteraturan di sebuah keadaan sosial. Pada akhirnya
ketidakteraturan itu menimbulkan suatu bentuk masalah sosial. Berdasarkan teori fungsional ini, ada dua pandangan tentang masalah
sosial. Kedua pandangan tersebut adalah patologi sosial dan disorganisasi sosial. Dalam patologi sosial, permasalahan sosial diibaratkan sebagai penyakit dalam diri manusia. Penyakit yang timbul
tersebut, penyebabnya ialah salah satu bagian tubuh tidak mampu bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya.
Penyakit sosial seperti kriminalitas, kekerasan, dan kenakalan remaja tumbuh dalam masyarakat karena peran-peran sosial seperti institusi keluarga, agama, ekonomi dan politik sudah tidak berfungsi maksimal
menurut pandangan disorganisasi sosial, masalah sosial bersumber dari perubahan sosial yang cepat, yang kemudian mempengaruhi norma
sosial.
2. Teori Konflik
Menurut teori ini, masalah sosial muncul dari berbagai macam konflik sosial, yaitu konflik kelas, konflik etnis dan konflik gender. Ada dua
perspektif dalam teori konflik, yaitu teori Marxis dan teori Non-Marxis. Teori Marxis terjadi karena adanya ketidaksetaraan dalam
kelas sosial. Oleh karena itu, Teori Marxis muncul untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang timbul akibat ketidaksetaraan tersebut. Berbeda dengan Teori Marxis, teori Non-Marxis berfokus
pada konflik antarkelompok sosial di masyarakat. Konflik tersebut disebabkan oleh kepentingan yang berbeda antara satu kelompok
dengan yang lain.
3. Teori Intraksionisme Simbolik
Teori ini mengemukakan bahwa setiap orang bertindak berdasarkan makna simbolik yang muncul dalam sebuah situasi tertentu. Ada dua
paham dalam teori ini yang mengkaji tentang masalah sosial. Teori pertama adalah teori pelabelan (labelling theory). Menurut teori pelabelan, sebuah kondisi sosial di dalam masyarakat dikatakan bermasalah karena kondisi tersebut sudah dianggap sebagai suatu
masalah.
Teori kedua adalah teori konstruksionisme sosial. Berdasarkan teori konstruksionisme sosial, masalah sosial merupakan hasil konstruksi manusia, yang disebabkan oleh interaksi intens individu dengan
orang-orang yang mendefinisikan hal-hal menyimpang sebagai suatu hal yang biasa atau bahkan positif.
Klasifikasi masalah sosial
Secara umum, permasalahan social yang terjadi dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kategori, yaitu :
1. Factor ekonomis, misalnya kemiskinan dan pengangguran
2. Factor biologis, misalnya penyakit menular dan keracunan makanan
3. Factor pisikologis, misalnya bunuh diri dan penyakit jiwa
4. Factor kebudayaan, misalnya perceraian, kenakalan remaja dan tawuran pelajar
Faktor tersebut dapat mengakibatkan banyaknya persoalan dimasyarakat. Hal ini karena factor ketidakpuasaan sebagai akibat tidak terpenuhinya tujuan kehidupan suatu kelompok atau kebutuhan kehidupan kelompok. Dalam menentukan suatu permasalahan social,
sosiologi menggunakan beberapa ukuran, yaitu sebagai berikut. Terlihatnya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kenyataan dimasyarakat
Asal muasal atau sumber permasalahan yang terjadi
Akibat yang ditimbulkan dari suatu kejadian atau peristiwa Adanya orang atau masyarakat yang menentukan
Perhatian masyarakat terhadap suatu kejadian Dapat diperbaikinya suatu masalah social
Klasifikasi lainya yang dapat digunakan untuk mengkategorisasikan permasalahan social dapat dilihat melalui penyebab dari permasalahan
social tersebut, yaitu : Warisan fisik
Warisan biologis Warisan social Kebijakan social
Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan definisi partikularisme sebagai sistem yang mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum; aliran politik, ekonomi, kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok khusus. Partikularisme pada dasarnya menganut paham yang cenderung mengutamakan atau mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Partikularisme memiliki kemungkinan menjadi sumber konflik karena cenderung mementingkan pribadi atau kelompok sendiri daripada kepentingan umum atau publik. Adapun Universalisme kelompok menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah aliran yang meliputi segala-galanya; penerapan nilai dan norma secara umum.
Menurut pendapat Robert Bierstedt, Kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antarkelompok, dan kesadaran jenisnya.
Kelompok statis, adalah kelompok bukan organisasi yang tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya. Contohnya: kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah Kecamatan.
Kelompok kemasyarakatan, adalah kelompok yang memiliki persamaan, tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di
2.2. PARTIKULARISME KELOMPOK DAN DILEMA PEMBENTUKAN KEPENTINGAN PUBLIK 2:
antara para anggotanya.
Kelompok sosial, adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan hubungan satu dengan yang lainnya tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contohnya: kelompok pertemuan atau kerabat.
Kelompok asosiasi, adalah kelompok yang memiliki kesadaran akan jenis dan mempunyai persamaan mengenai kepentingan pribadi maupun juga kepentingan bersama. Contohnya: negara, sekolah, pramuka, dan osis.
Macam-macam karakteristik public
Mengenai pengertian publik, menurut Soerjono Soekanto, publik adalah suatu kelompok yang tidak menjadi satu kesatuan. Sifat publik yang bukan suatu kesatuan, menjadikan publik memiliki karakter yang beragam, diantaranya sebagai berikut:
Kelompok yang pasif, yaitu kelompok yang memiliki minat terhadap sesuatu, tetapi belum menentukan pendiriannya terhadap sesuatu persoalan. Kelompok ini secara kuantitas lebih besar daripada kelompok lain.
Kelompok vested interest, yaitu kelompok yang terdiri dari kumpulan orang yang telah memiliki kedudukan tertentu dalam masyarakat dan biasanya bersikap mendukung kebijakan penguasa karena untuk mempertahankan statusnya.
Kelompok new corner, yaitu kelompok yang terdiri dari golongan menengah yang rata-rata ingin memperjuangkan kepentingannya dan berusaha merebut kedudukan yang lebih tinggi di masyarakat.
Dari beragam karakter anggota masyarakat tersebut, jelas bahwa membangun kepentingan publik sangat beragam karena mereka memiliki cara pandang, nilai, atau kepentingan yang berbeda.
Kepentingan publik adalah segala sesuatu yang diperuntukkan bagi upaya pemenuhan kebutuhan orang banyak atau masyarakat secara umum. Pada kondisi tersebut, kepentingan publik adalah kepentingan yang dominan. Contohnya: di Indonesia terdapat suku bangsa dan bahasa yang sangat beragam. Untuk memenuhi kepentingan publik yaitu bersatunya seluruh rakyat Indonesia tanpa mementingkan suku bangsa dan bahasa yang beragam tersebut, mereka disatukan dengan Sumpah Pemuda.
2.3. BERBAGAI JENIS PERMASALAHAN SOSIAL DI RANAH PUBLIK 3:
1. KEMISKINAN
Video 1: Kemiskinan
(sumber : https://www.youtube.com/watch? v=iQqYaIDU5GM)
Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Tingkat kemiskinan di masyarakat dapat diukur melalui berbagai pendekatan, yaitu:
Secara absolut, artinya kemiskinan tersebut dapat diukur dengan standar tertentu. Seseorang yang memiliki taraf hidup di bawah standar, maka dapat disebut miskin. Namun, jika seseorang yang berada di atas standar dapat dikatakan tidak miskin.
Secara relatif, digunakan dalam masyarakat yang sudah mengalami perkembangan dan terbuka. Melalui konsep ini, kemiskinan dilihat dari seberapa jauh peningkatan taraf hidup lapisan terbawah yang dibandingkan dengan lapisan masyarakat lainnya.
Selain itu, kemiskinan juga dapat dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang melatarbelakangi adanya sumber masalah kemiskinan, yaitu:
1. Faktor Biologis, Psikologis, dan Kultural : Kondisi individu yang memiliki kelemahan biologis, psikologis, dan kultural dapat dilihat dari munculnya sifat pemalas, kemampuan intelektual dan pengetahuan yang rendah, kelemahan fisik, kurangnya keterampilan, dan rendahnya kemampuan untuk menanggapi persoalan di sekitarnya.
2. Faktor Struktural : Kemiskinan struktural biasanya terjadi dalam masyarakat yang terdapat perbedaan antara orang yang hidup di bawah garis kehidupan dengan orang yang hidup dalam kemewahan. Ciri-ciri masyarakat yang mengalami kemiskinan struktural, yaitu: Tidak adanya mobilitas sosial vertikal dan Munculnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang miskin terhadap kelas sosial-ekonomi di atasnya.
Gambar : 2 Ilustrasi Kemiskinan (sumber: Diolah dari berbagai sumber)
2. KRIMINALITAS
Video 2: Kriminalitas
(Sumb r : https://www.youtube.com/watch? v=BoWPTRQd43s)
Kriminalitas berasal dari kata crime yang artinya kejahatan. Kriminalitas adalah semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum pidana. Kriminalitas yang
terjadi di lingkungan masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun luar individu. Tindakan kriminalitas yang ada di masyarakat sangat beragam bentuknya, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya. Tindakan kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi perhatian aparat polisi dan masyarakat sekitar. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah kriminalitas di lingkungan masyarakat, antara lain:
Peningkatan dan pemantapan aparatur penegak hukum.
Adanya koordinasi antara aparatur penegak hukum dengan aparatur pemerintah lainnya yang saling berhubungan.
Adanya partisipasi masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan penanggulangan kriminalitas.
Membuat undang-undang, yang dapat mengatur dan membendung adanya tindakan kejahatan.
Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi merupakan perbedaan jarak antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, antara lain:
1. Menurunnya pendapatan per kapita.
2. Ketidakmerataan pembangunan di daerah-daerah. 3. Rendahnya mobilitas sosial.
4. Adanya pencemaran lingkungan alam.
Kesenjangan sosial ekonomi dapat menimbulkan masalah di masyarakat, seperti munculnya tindakan kriminal, adanya kecemburuan sosial, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam
masyarakat perlu adanya upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial tersebut. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi, antara lain;
Memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Adanya pemerataan pembangunan di daerah-daerah.
Gambar : 3 Ilustrasi Kriminal (sumber: Diolah dari berbagai sumber)
Gambar : 4 Kesenjangan Sosial (sumber: Diolah dari berbagai sumber)
Kesenjangan sosial-ekonomi mengacu pada kontras antara kondisi ekonomi orang yang berbeda atau kelompok yang berbeda dalam masyarakat yang melaksanakan pembangunan atau modernisasi
Video 3: kesenjangan sosial (sumber:https://www.youtube.com/watch?
v=j89SLLzmmRY)
Faktor Penyebab Kesenjangan
1. menurunnya pendapatan perkapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan
produktivitas.
2. ketidakmerataan pembangunan antar daerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan SDM.
3. rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kewirausahaan.
Upaya Mengatasi Kesenjangan Sosial
Kunci utama bagi upaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi adalah memberi akses kepada setiap anggota masyarakat untuk menikmati dan memanfaatkan berbagai fasilitas sosial serta memberi kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomiannya. sikap perilaku individu dan kelompok masyarakat yang sesuai dengan upaya itu adalah sebagai berikut.
1. hidup sederhana sesuai dengan kebutuhan
2. peduli dengan nasib warga masyarakat yang kurang mampu dengan menciptkan pekerjaan bagi mereka
3. meningkatkan pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi
4. menghargai kreativitas dan hasil karya orang lain, sehingga timbul kerjasama yang saling menguntungkan.
Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah sosial yang timbul dari kesenjangan sosial-ekonomi antara lain melakukan kebijakan berikut.
1. pemberian subsidi terhadap pemenuhan kebutuhan yang esensial bagi masyarakat yang kurang mampu, seperti subsidi
bahan bakar gas/elpiji tiga kilogram, pembagian kartu jaminan kesehatan nasional.
2. menggalakan program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui modal bergulir tanpa agunan.
3. Pelatihan kewirausahaan untuk menimbulkan jiwa enterpreneurship di kalangan masyarakat
4. Ketidakadilan Sebagai Masalah Sosial
Gambar : 5 Ketidakadilan (sumber: diolah dari berbagai sumber)
Ketidakadilan merupakan tindakan sewenang-wenang. ketidakadilan pada umunya menyangkut masalah pembagian sesuatu terhadap hak seseorang atau kelompok yang dilakukan secara tidak proporsional. jika ketidakadilan tersebut terjadi berlarut-larut dan tidak disikapi dengan baik oleh penyelenggara negara maka hal ini akan menimbulkan berbagai masalah. Ada beberapa bentuk ketidakadilan, diantaranya yaitu:
Stereotip: pemberian sifat tertentu secara subjektif terhadap
seseorang berdasarkan kategori kelompoknya. stereotip merupakan salah satu bentuk prasangka antar ras berdasarkan katagori ras, jenis kelamin, kebangsaan dan tampilan komunikasi verbal maupun nonverbal.
Marginalisasi: proses peminggiran kelompok-kelompok
tertentu dengan lembaga sosial utama, seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya.
Subordinasi/Penomorduaan: pembedaan perlakukan terhadap identitas sosial tertentu.
Dominasi: suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang atau
kelompok untuk sejauh bahwa mereka bergantung pada hubungan sosial dimana beberapa orang atau kelompok lain memegang kekuasaan sewenang-wenang atas mereka.
Gambar : 6 Keadilan (sumber: ujangpratama.blogspot)
Contoh Masalah Sosial di Masyarakat:
1. Masalah-masalah Kependudukan
Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
Persebaran penduduk yang tidak merata Jumlah penduduk yang begitu besar Pertumbuhan penduduk yang tinggi Kualitas penduduk rendah
Rendahnya pendapatan per kapita Tingginya tingkat ketergantungan Kepadatan penduduk
Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah kependudukan di atas. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah antara lain sebagai berikut.
Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
Melaksanakan program transmigrasi
Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya. 2. Tindak kejahatan
Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya, ada yang mencuri ternak, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya.
Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.
3. Masalah sampah
Salah satu masalah sosial yang dihadapi masyarakat adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau tidak dikelolah dengan baik. Bagaimana dengan pengelolaan sampah di lingkunganmu? Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah serius. Tapi, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah. Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebersihan, memikul tanggung jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan.
Karena itu, kalau kamu perhatikan, di lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada petugas sampah. Setiap bulan orang tuamu membayar iuran sampah. Pernahkah kamu mengalami keadaan di mana sampah tidak diangkut lebih dari satu minggu? Lingkungan menjadi bau, bukan? Bagaimana Pak RT dan masyarakat di lingkunganmu memecahkan masalah ini? Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat.
Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.
4. Pencemaran lingkungan
Kamu sudah pernah belajar masalah pencemaran di Kelas 3. Apakah kamu masih ingat macam-macam pencemaran? Ada pencemaran air dan pencemaran udara. Apa yang menyebabkan pencemaran air seperti sungai, danau, waduk, dan laut? Perairan bisa tercemar karena ulah manusia, misalnya membuang sampah ke sungai dan menangkap ikan dengan menggunakan pestisida. Sungai, danau, atau waduk juga menjadi tercemar kalau pabrik-pabrik membuang limbah industri ke sana. Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.
Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik. Kamu yang tinggal di kota pasti menghadapi masalah ini setiap hari. Kalau kamu habis jalan-jalan, coba usaplah wajahmu dengan kapasbersih. Apa yang kamu lihat pada kapas itu? Kapas itu akan menjadi hitam karena kotoran yang ada di wajahmu. Kotoran itu
berasal dari debu dan asap kendaraan bermotor. Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Bayangkan apa yang terjadi dengan paru-paru kita, kalau kita menghirup udara yang sangat kotor seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Kita sebagai warga negara sebaiknya ikut serta dalam program ini. Selain itu, kalau kita memiliki kendaraan bermotor, usahakan supaya kendaraan tersebut layak dipakai. Jangan sampai kendaraan milik kita mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.
2.4 DAMPAK PERMASALAHAN SOSIAL YANG MUNCUL DALAM MASYARAKAT ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT
Ketidakadilan sebagai masalah social karena mengandung unsur kesewenang-wenangan, yaitu pada umumnya menyangkut masalah pembagian sesuatu terhadap hak seseorang atau kelompok. Dampak ketidak adilan akan memunculkan kesenjangan social-ekonomi pada masyarakat
Kesenjangan social-ekonomi adalah akibat pendekatan pembangunan yang tidak berkeadilan. Hal ini akan berakibat pada rasa tidak puas dan kecewa sebagian masyarakat yang mengalaminya. Selain itu, akan berujung pada meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalitas
Kemiskinan sebagai masalah social akibat dari kesenjangan social-ekonomi. Kemiskinan yang dihadapi suatu bangsa akan berdampak sangat luas bagi kehidupan manusia. Dampak dari kemiskinan antara
lain meningkatnya angka putus sekolah dan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat.
Kriminalitas atau kejahatan sebagai salah satu bentuk penyimpangan. Hal ini karena pelaku criminal melanggar hokum pidana yang mengatur kehidupan mereka. Kriminalitas ini mengakibatkan rusaknya tatanan hidup masyarakat karena ada pihak-pihak yang dirugikan, mengganggu stabilitas nasional, dan mengganggu keamanan. Selain itu, kejahatan berat seperti korupsi, terorisme, pengedaran narkoba, dapat merusak serta menghancurkan eksistensi bangsa dan negara.
1. Menurut Soerjono Soekanto, malasah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok dari warga-warga kelompok sosial dapat terjadi karena faktor ekonomis, faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor kebudayaan.
2. Berbagai contoh permasalahan sosial di masyarakat, diantaranya kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan dan ketidakadilan.
3. Kemiskinan menurut Seorjono Soekanto adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup untuk memelihara diri sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompoknya dan juga tidak mampu untuk memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
3. RANGKUMAN
4. Kejahatan menurut Donald R. Gressey, kejahatan disebabkan kondisi-kondisi dan proses-proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku-perilaku sosial lainnya.
5. Kesenjangan sosial diartikan sebagai ketidaksamaan akses untuk mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
6. Ketidakadilan berasal dari kata adil, adil memiliki pengertian tidak berat sebelah atau tidak memihak manapun dan tidak sewenang-wenang..
“ Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama ” Daftar Isi Daftar Isi
⌂
⌂
⌂
⌂
Latihan_essay1Latihan_essay1 e-Modul 2019Soal 1.
Kota Jakarta terancam mengalami krisis air bersih karena peningkatan volume kebutuhan masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan air di Ibu kota. Buruknya pengelolaan air bisa menghambat pembangunan serta menimbulkan berbagai masalah sosial. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara …
A. Mencari sumber mata air baru B. Membuat sumber mata air buatan C. Membeli air bersih dari daerah lain D. Menghemat penggunaan air bersih E. Membangun tempat penampungan air
Soal 2.
Pernikahan pada usia muda berpotensi menimbulkan disorganisasi keluarga terkait pada peran menjadi ayah dan ibu bagi anaknya. Ketidaksiapan dan minimnya pengetahuan menjadi penghambat tumbuh kembangnya pranata keluarga. Peran pengetahuan sosiologi dalam membantu permasalahan tersebut adalah …
A. Mencari referensi teori yang tepat untuk memecahkan masalah B. Mencari orang lain untuk dibayar mahal seebagai penjaga anak C. Menikah pada umur yang diinginkan sebagai hak pribadi
D. Memberikan pemahaman mengenai tantangan berkeluarga E. Mencari kesibukan dengan berkarya dalam hal pekerjaan
Soal 3.
Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia sangat rentan dengan masalah konflik horizontal antar kelompok sosial. Untuk menyikapi masalah tersebut, maka pakar sosiologi memberikan masukan tentang karakteristik masing-masing kelompok sosial sebagai bahan bagi pemerintah Indonesia. Peran sosiologi dalam menyikapi masalah tersebut adalah sebagai …
A. Partner penentu kebjakan dari pemerintah B. Peneliti sosial yang diandalkan pemerintah C. Penyedia jasa penelitian sosial tentang konflik
D. Teknis yang memberikan saran untuk menyelesaikan masalah E. Guru atau pendidik dalam pemecahan sosial masyarakat
Soal 4.
Dalam masyarakat modern, kemiskinan dilihat sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi standar kehidupan yang ada di lingkungannya. Pendekatan sosiologi yang dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut adalah …
A. Mendata kebutuhan jumlaah penduduk miskin yang ada B. Memberi bantuan langsung kepada penduduk miskin C. Mengkaji langkah-langkah penanganan kemiskinan D. Mendata jumlah penduduk mapan di perkotaan E. Menyarankan pemerintah memberi bantuan
Soal 5.
Perhatikan data berikut!
1. Penangkapan pembunuh yang sudah menjadi buronan
2. Aksi demonstrasi yang digelar warga menuntut turunnya tarif dasar listrik
3. Meningkatnya angkapergaulan bebas yang dilakukan remaja
4. Konflik antar elite politik yang menyebabkan stabilitas politik memburuk
5. Meningkatnya aksi kriminalitas yang dilakukan di siang hari
Peristiwa yang dapat digolongkan sebagai permasalahan sosial ditunjukkan nomor … A. (1), (2), dan (3) B. (1), (3), dan (5) C. (2), (3), dan (4) D. (2), (3), dan (5) E. (3), (4), dan (5) Soal 6.
Kepadatan penduduk akibat meningkatnya angka kelahiran merupakan salah satu masalah sosial yang tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Apabila kondisi tersebut berlarut-larut. Dapat memunculkan masalah sosial lainnya, yaitu …
A. Banyak masyarakat yang mengkonsumsi obat terlarang B. Meningkatnya masyarakat pengguna transportasi umu
C. Munculnya pemukiman kumuh karena sempitnya lahan perumahan D. Memiliki surplus demografis yang bermanfaat untuk pembangunan
E. Menuntut pemerintah untuk menambah fasilitas pendidikan dan transportasi
Soal 7.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Namun kuantitas sumber daya ini tidak berbanding lurus dengan kualitasnya. Sumber daya manusia yang kurang berkualitas merupakan salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah …
A. Menambah jumlah sekolah diwilayah pedalaman B. Melakukan program wajib belajar hingga 12 tahun C. Memberikan bantuan buku untuk sekolah di Indonesia D. Mendatangkan tenaga pengajar dari luar negeri
E. Mengimbau warga untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi
Soal 8.
Degradasi moral generasi muda semakin terlihat nyata. Hal ini dikuatkan dengan beberapa tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak usia remaja mulai dari perundangan, pengeroyokan, bahkan penganiayaan. Berikut ini bukan penyebab munculnya masalah sosial tersebut adalah …
B. Proses sosialisasi yang tidak sempurna C. Disekolah kurang bergaul dengan orang lain D. Keinginan untuk menjadi hebat dari para remaja
E. Pengaruh media sosial serta kurangnya pengawasan orang tua
Soal 9.
Jumlah penduduk yang semakin banyak, sedangkan lapangan pekerjaan tidak bertambah membawa dampak tersendiri yakni munculnya pengangguran. Lulusan srjana sekalipun banyak yang sulit mendapatkan lapangan kerja hingga harus menjadi pengangguran. Upaya jangka panjang yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sosial tersebut adalah …
A. Mengirim tenaga kerja terdidik ke luar negeri B. Memberikan bantuan ekonomi kepada pengangguran
C. Menambah jumlah proyek pemerintah agar menyerap tenaga kerja
D. Melatih individu bermental wirausaha sejak dini sehingga dapat membuka lapangan kerja
E. Memberikan kesempatan kepada investor asing untuk membuka pabrik di Indonesia
Soal 10.
Meningkatnya kriminalitas di kota besar menjadi masalah tersendiri yang sangat meresahkan warga. Masyarakat menjadi tidak aman ketika meninggalkan rumah mereka, bahkan saat di dalam rumah sendiri pun tidak menutup kemungkinan terjadi kejahatan. Upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan sosial tersebut adalah …
A. Memberikan pendidikan tentang keamanan diri bagi masyarakat B. Menerapkan sanksi yang tegas dan mengikat bagi perilaku kejahatan C. Mengimbau warga masyarakat agar waspada terhadap kejahatan
D. Memberikan pembinaan bagi residivis supaya tidak kembali melakukan kejahatan E. Melarang setiap kegiatan perkumpulan yang mengarah pada tindak kejahatan