• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

 Angkatan kerja di Jawa Tengah Februari 2016 sebanyak 17,91 juta orang, turun sekitar 378 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2015 dan bertambah 616 ribu orang dibanding Agustus 2015.

 Penduduk yang bekerja di Jawa Tengah pada Februari 2016 sebesar 17,16 juta orang, bertambah sekitar 727 ribu orang dibanding keadaan pada Agustus 2015 dan berkurang sekitar 160 ribu orang dibandingkan Februari 2015.

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah Februari 2016 sebesar 4,20 persen, mengalami penurunan sebesar 1,11 persen poin dibanding TPT Februari 2015 (5,31 persen) dan mengalami penurunan sebesar 0,79 persen poin dibandingkan TPT Agustus 2015 (4,99 persen).  Selama setahun terakhir (Februari 2015 ― Februari 2016), penurunan penyerapan tenaga kerja

terjadi di sektor Pertanian (227 ribu orang), Industri (109 ribu orang), sektor konstruksi (60 ribu orang) dan Sektor Pertambangan dan penggalian (29 ribu orang). Sementara kenaikan penyerapan tenaga kerja terutama terjadi pada Sektor Jasa (102 ribu orang), Sektor Perdagangan (95 ribu orang) dan Sektor Transportasi (62 ribu orang).

 Pada Februari 2016, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 5,89 juta orang (34,29 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar sebesar 3,35 juta orang (19,55 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 2,86 juta orang (16,69 persen).

 Penduduk yang bekerja di atas 35 jam per minggu (pekerja penuh) pada Februari 2016, sebanyak 12,19 juta orang (71,05 persen) sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 1,26 juta orang (7,35 persen).

Pada Februari 2016, penduduk yang bekerja di Jawa Tengah masih tetap didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 51,97 persen, sementara penduduk yang bekerja dengan pendidikan tinggi ke atas hanya sebesar 8,26 persen.

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

FEBRUARI 2016: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 4,20 PERSEN

(2)

1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Pengangguran

Keadaan ketenagakerjaan di Jawa Tengah dalam setahun terakhir menunjukkan adanya perubahan yang digambarkan dengan adanya penurunan jumlah angkatan kerja, penduduk yang bekerja, dan tingkat pengangguran. Jumlah angkatan kerja mencapai 17,91 juta orang berkurang sebesar 378 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015 dan bertambah sebesar 616 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2015. Penduduk yang bekerja pada Februari 2016 turun sebesar 160 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015, dan bertambah 727 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2015. Sementara jumlah penganggur pada Februari 2016 mengalami penurunan sebesar 218 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2015 dan turun sebesar 111 ribu orang jika dibanding keadaan Agustus 2015. Dalam setahun terakhir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 2,30 persen poin.

Tabel 1

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama, Tahun 2014 – 2016

(Juta orang)

Jenis Kegiatan Utama Satuan

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

1. Angkatan Kerja Juta orang 17,72 17,55 18,29 17,30 17,91

Bekerja Juta orang 16,75 16,55 17,32 16,44 17,16

Pengangguran Juta orang 0,97 1,00 0,97 0,86 0,75

2. Bukan Angkatan Kerja Juta orang 7,26 7,63 7,05 8,19 7,72 3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja % 70,93 69,68 72,19 67,86 69,89

4. Tingkat Pengangguran Terbuka % 5,45 5,68 5,31 4,99 4,20

5. Pekerja Tidak Penuh Juta orang 4,85 4,90 4,91 4,51 4,97

Setengah Penganggur Juta orang 1,28 1,19 1,18 1.07 1,23

Paruh waktu Juta orang 3,57 3,71 3,73 3,44 3,74

Sumber : Data diolah dari Sakernas Februari dan Agustus 2014-2016

2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Struktur lapangan pekerjaan hingga Februari 2016 tidak mengalami perubahan, dimana Sektor Pertanian, Sektor Perdagangan, Sektor Industri dan Sektor Jasa Kemasyarakatan secara berurutan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2015, penduduk yang bekerja menurun hampir di semua sektor terutama Sektor Pertanian sebanyak 227 ribu orang (4,21 persen); Sektor Industri sebanyak 109 ribu orang (3,26 persen); Sektor Konstruksi sebanyak 60 ribu orang (4,50 persen), dan Sektor Lainnya (Sektor Pertambangan dan Penggalian; Sektor Listrik, Gas dan Air Minum; Lembaga Keuangan, Real Estate; Ush Persewaan & Js Perusahaan) sebanyak 25 ribu orang (14,79 persen). Sedangkan Sektor yang mengalami peningkatan Sektor Perdagangan sebanyak 95 ribu orang (2,38 persen), Sektor Jasa sebanyak 102 ribu orang (4,48 persen) dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi sebanyak 62 ribu orang (12,69 persen).

(3)

Tabel 2

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2014 – 2016

(juta orang)

Lapangan Pekerjaan Utama

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

Pertanian 5,19 5,17 5,39 4,71 5,16

Industri 3,31 3,17 3,33 3,27 3,22

Konstruksi 1,31 1,27 1,33 1,53 1,28

Perdagangan 3,72 3,72 4,01 3,80 4,11

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 0,55 0,59 0,49 0,55 0,55 Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 2,15 2,19 2,29 2,08 2,39

Lainnya*) 0,52 0,44 0,48 0,50 0,45

J u m l a h 16,75 16,55 17,32 16,44 17,16

Sumber : Data diolah dari Sakernas Februari dan Agustus 2014-2016

*)

Lapangan pekerjaan utama lainnya terdiri dari sektor Pertambangan, Listrik, Gas dan Air, Lembaga Keuangan, Real Estate, Ush Persewaan & Js Perusahaan

3. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Secara sederhana, kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pendekatan pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Februari 2016 sebesar 6,43 juta orang (37,45 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 10,73 juta orang (62,55 persen) bekerja pada kegiatan informal.

Tabel 3

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama, 2014 – 2016

(juta orang)

Status Pekerjaan Utama

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

Berusaha sendiri 2,82 2,86 3,03 2,68 2,86

Berusaha dibantu buruh tidak tetap 2,93 3,19 3,01 2,94 3,35

Berusaha dibantu buruh tetap 0,62 0,64 0,57 0,58 0,54

Buruh/Karyawan/Pegawai 5,74 5,25 6,09 5,71 5,89

Pekerja bebas 2,28 2,18 2,25 2,34 2,20

Pekerja keluarga/tak dibayar 2,36 2,43 2,37 2,19 2,32

J u m l a h 16,75 16,55 17,32 16,44 17,16

Sumber : Data diolah dari Sakernas Februari dan Agustus 2014-2016

Dalam setahun terakhir (Februari 2015 - Februari 2016), penduduk bekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai berkurang sebanyak 201 ribu orang (3,30 persen). Penurunan ini menyebabkan

(4)

jumlah pekerja formal berkurang sekitar 229 ribu orang dan persentase pekerja formal turun dari 38,42 persen pada Februari 2015 menjadi 37,45 persen pada Februari 2016.

Komponen pekerja informal terdiri dari penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas dan pekerja keluarga/tak dibayar. Dalam setahun terakhir (Februari 2015 - Februari 2016) pekerja informal naik sebanyak 69 ribu orang dan persentase pekerja informal berkurang dari 61,58 persen pada Februari 2015 menjadi 62,55 persen pada Februari 2016. Peningkatan pada komponen pekerja informal berasal dari mereka yang berstatus berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tdk dibayar ada sebanyak 339 ribu orang.

4. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja

Secara umum, komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk yang bekerja pada kelompok 35 jam ke atas per minggu dimana pada Februari 2016 jumlahnya mencapai 12,19 juta orang (71,05 persen). Sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu (pekerja tidak penuh) sebanyak 4,97 juta orang (28,95 persen), sementara penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu ada sebanyak 1,26 juta orang (7,35 persen).

Tabel 4

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu, 2014–2016

(juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6] 1–7 0,26 0,23 0,26 0,18 0,27 8–14 0,80 0,77 0,74 0,74 0,99 15–24 1,77 1,83 1,80 1,70 1,72 25–34 2,02 2,07 2,11 1,90 1,99 1–34 4,85 4,90 4,91 4,52 4,97 35+ *) 11,90 11,65 12,41 11,92 12,19 J u m l a h 16,75 16,55 17,32 16,44 17,16

Sumber : Data diolah dari Sakernas Februari dan Agustus 2014-2016 *) Termasuk sementara tidak bekerja

5.

Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan

Penyerapan tenaga kerja hingga pada Februari 2016 masih didominasi oleh penduduk yang berpendidikan rendah yaitu SD ke bawah sebesar 8,92 juta orang (51,97 persen) dan Sekolah Menengah Pertama sebesar 3,28 juta orang (19,13 persen). Penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi hanya sekitar 1,42 juta orang mencakup 0,36 juta orang (2,07 persen) berpendidikan diploma dan 1,06 juta orang (6,18 persen) berpendidikan universitas.

(5)

Perbaikan kualitas tenaga kerja ditunjukkan oleh penurunan tenaga kerja berpendidikan rendah yaitu mereka yang hanya tamat sekolah dasar (SD) atau lebih rendah. Sementara tenaga kerja berpendidikan SMP atau SMA cenderung terus meningkat. Kecendrungan ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dasar dalam bentuk pembebasan biaya untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Dalam periode setahun terakhir (Februari 2015 ― Februari 2016), penduduk bekerja dengan pendidikan rendah secara persentase mengalami penurunan dari 72,37 persen pada Februari 2015 menjadi 71,10 persen pada Februari 2016. Sementara penduduk bekerja berpendidikan tinggi juga mengalami peningkatan dari 7,72 persen pada Februari 2015 menjadi 8,26 persen pada Februari 2016.

Tabel 5

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2014 – 2016

(juta orang) Pendidikan Tertinggi

yang Ditamatkan

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

SD ke Bawah 9,13 8,98 9,39 8,61 8,92

Sekolah Menengah Pertama 3,16 3,12 3,15 3,16 3,28

Sekolah Menengah Atas 3,37 3,30 3,45 3,40 3,54

Diploma I/II/III dan Universitas 1,09 1,15 1,33 1,27 1,42

J u m l a h 16,75 16,55 17,32 16,44 17,16

Sumber : Data diolah dari Sakernas Februari dan Agustus 2014-2016

6.

Tingkat Pengangguran Terbuka menurut Pendidikan

Jumlah pengangguran pada Februari 2016 mencapai 0,75 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun dari 4,99 pada Agustus 2015 menjadi 4,20 persen pada Februari 2016.

Pada Februari 2016, TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas mencapai posisi tertinggi yaitu sebesar 6,83 persen, disusul oleh TPT Sekolah Menegah Pertama sebesar 4,97 persen, sedangkan TPT terrendah terdapat pada tingkat pendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 2,73 persen. Jika dibandingkan keadaan Februari 2015, TPT yang mengalami peningkatan yaitu pada tingkat pendidikan sekolah menengah atas, diploma I/II/III dan universitas.

(6)

Tabel 6

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (persen), 2014-2016

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

SD ke Bawah 3,66 3,64 3,89 2,15 2,73

Sekolah Menengah Pertama 8,03 7,77 9,81 5,60 4,97

Sekolah Menengah Atas 7,59 9,67 5,53 10,64 6,83

Diploma I/II/III dan Universitas 5,75 3,42 3,31 6,06 4,75

Jawa Tengah 5,45 5,68 5,31 4,99 4,20

(7)

Konsep Definisi

Penduduk usia kerja

Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas.

Bekerja

Kegiatan bekerja didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi dengan menghasilkan

barang atau jasa yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau

membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit satu jam (tidak

terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan

pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha atau kegiatan ekonomi.

Pengangguran

Pengangguran meliputi penduduk yang sedang mencari pekerjaan, atau

mempersiapkan suatu usaha, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan,

atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK)

Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah ukuran yang menggambarkan

perbandingan jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja dan dihitung

dari jumlah angkatan kerja dibagi jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas dikali

100.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT)

TPT adalah angka yang menunjukkan banyaknya pengangguran, terhadap 100

penduduk yang masuk kategori angkatan kerja

.

Pekerja Tak Penuh

Penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu)

.

Setengah Penganggur adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja

normal (kurang dari 35 jam seminggu), dan masih mencari pekerjaan atau

masih bersedia menerima pekerjaan

Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja

normal ( kurang dari 35 jam seminggu), tetapi tidak mencari pekerjaan atau

tidak bersedia menerima pekerjaan lain (sebagian pihak menyebutkan

sebagai pekerja paruh waktu/part time worker).

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses

Apabila filing sistem abjad yang dipilih sebagai sistem penyimpanan, maka nama merupakan ciri atau identitas penting di dalam pencarian dokumen sesuai dengan

Menurut hemat saya, posisi Pemerintah Tiongkok sebenarnya sudah jernih dan ada ketegasan terhadap Huakiao, orang Tiongkok yang tetap mempertahankan WN-Tiongkok dan

Sonra tencerenin kapağını kapatarak iyice pişene kadar yaklaşık 1,5 saat çok kısık ateşte kendi suyunda pişirin. 02 Sosu için, bir

6 Apakah instrumen eligible untuk Solo/Group atau Group dan Solo Group, Solo. 7 Jenis instrumen

Judul Tesis : Peningkatan Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Tulisan Narasi Melalui Metode Kolaborasi Pembelajaran TGT dengan STAD Pada Siswa Kelas VIIA

Walaupun impedansi bukan fasor, namun karena keduanya berupa pernyataan kompleks, maka operasi-operasi fasor dapat diterapkan pada keduanya.. tegangan dan arus

“Price Earning Ratio (PER) adalah rasio ini diperoleh dari harga pasar saham biasa dibagi dengan laba per saham (EPS), maka semakin tinggi rasio ini akan