• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANG BANGUN APLIKASI PROGRAM KONVERSI BESARAN SKALAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANG BANGUN APLIKASI PROGRAM KONVERSI BESARAN SKALAR"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

392

RANCANG BANGUN APLIKASI PROGRAM KONVERSI

BESARAN SKALAR

Fajar Ichsan1, Roida Pakpahan2, Omar Pahlevi3, Yuni Fitriani4

1

AMIK BSI Jakarta

e-mail: [email protected]

2

AMIK BSI Jakarta e-mail: [email protected]

3

AMIK BSI Jakarta e-mail: [email protected]

4

AMIK BSI Jakarta e-mail: [email protected]

Abstak

Kemajuan teknologi komputer sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Peranan komputer sudah dirasakan hampir dalam segala bidang kehidupan manusia terlebih seiring dengan pesatnya perkembangan komputer, banyak program yang sudah dibuat menggunakan aplikasi yang telah ada. Dan pada kesempatan ini penulis merancang suatu program agar bisa diterima dan digunakan oleh siswa siswi SD (Sekolah Dasar) Kelas 6, hal ini untuk memberikan gambaran bahwa kita tidak hanya bisa menggunakan tetapi juga bisa membuat suatu program. Aplikasi yang digunakan oleh penulis adalah Borland Delphi 7.0, karena program ini dapat membantu kegiatan dalam bidang pendidikan khususnya siswa-siswi SD (Sekolah Dasar) terutama Kelas 6 agar lebih semangat lagi dalam belajar konversi besaran skalar.

Keywords: Aplikasi Program, Konversi Besaran Skalar

1. Pendahuluan

Dengan berkembangnya dan semakin

majunya teknologi, maka banyak program komputer yang dibutuhkan dan dibuat

dengan maksud untuk mempermudah

penyampaian ilmu terutama dibidang

pendidikan.

Salah satu aplikasi program berbasis sains adalah program besaran scalar. Penggunaan program ini penting untuk proses edukasi bagi siswa siswi SD (Sekolah Dasar) khususnya siswa-siswi Kelas 6.

Penulis tertarik membuat program ini karena perhitungan yang dilakukan secara manual sering terjadi kesalahan, sehingga dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat serta minat belajar siswa-siswi SD (Sekolah Dasar) terutama siswa-siswi kelas 6 dalam meghitung Konversi Besaran Skalar.

Meskipun disetiap negara, menggunakan besaran skalar yang berbeda, tapi pada kesempatan kali ini penulis membuat

program penghitungan besaran scalar

secara umum.

Aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini

adalah Borland Delphi 7.0, dimana

merupakan sebuah program yang diciptakan untuk membuat objek yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Aplikasi ini dapat digunakan sebagai suatu sarana

dalam penyampaian informasi maupun

pengetahuan, dari program ini kita dapat mengajarkan dan menyampaikan tentang pentingnya program ini dalam mata pelajaran IPA bagi siswa siswi SD kelas 6 (enam). Maksud dari penelitian ini adalah, antara lain: 1. Menyediakan informasi tentang proses

konversi besaran skalar dengan

menggunakan Borland Delphi 7.0.

2. Membantu mempermudah dalam

penyampaian materi pelajaran IPA di sekolah.

3. Menciptakan aplikasi dalam mendukung suasanan belajar supaya lebih interaktif.

2. Metode Penelitian a. Program

Menurut Mustakini (2005a:22)

“Program adalah kegiatan–kegiatan

(2)

dilaksanakan oleh organisasi dengan maksud untuk menerapkan strategi– strategi yang telah disusun”. Bahasa

pemrograman komputer berdasarkan

perkembangan yaitu bahasa mesin,

bahasa tingkat rendah, bahasa tingkat menengah, bahasa tingkat tinggi, dan bahasa berorientasi objek.

Bahasa pemrograman komputer

merupakan sarana komunikasi yang menjembatani antara manusia dengan

komputer. Bahasa pemrograman

komputer dikelompokkan menjadi dua

kelompok besar, yaitu bahasa

pemrograman tingkat rendah (Low Level

Language) dan bahasa pemrograman

tingkat tinggi (High Level Language). Dengan bahasa pemrograman komputer, manusia dapat membuat sebuah program yang dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan permasalannya. Bahasa

pemrograman atau programming

language merupakan bagian yang sangat

diperlukan dalam sistem komputer. Tanpa adanya bahasa pemrograman kita tidak bisa memanfaatkan komputer sebagai alat pengolahan atau penganalisa data.

Bahasa komputer juga merupakan

sebagai alat pengolahan atau

penganalisa data. Proses pemrograman komputer, bukan hanya menulis suatu urutan intruksi yang dikerjakan oleh komputer, akan tetapi bertujuan untuk

memecahkan suatu masalah, serta

membuat suatu pekerjaan atau lainnya yang diinginkan oleh pemakai atau user. Pengembangan suatu program memiliki beberapa tahap, salah satunya adalah

menterjemahkan atau mengkodekan

rancangan terinci yang dibuat menjadi satu program komputer yang siap untuk

dipergunakan. Langkah-langkah

sistematis dalam pembuatan program komputer adalah sebagai berikut :

1. Mendefinisikan Masalah

Yaitu memahami dengan baik

mengenai permasalahan apa yang ingin diselesaikan.

2. Membuat Rumusan untuk

Pemecahan Masalah

Setelah mengetahui dengan baik mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma dalam bentuk flowchart.

3. Implementasi

Langkah 1 dan 2 belum melibatkan bahasa pemrograman yang akan digunakan. Implementasi tentunya mengacu pada algoritma yang telah disusun pada langkah sebelumnya.

4. Menguji Coba dan Membuat

Dokumentasi

Menguji coba pada program yang telah dibuat untuk mengetahui apakah program tersebut sudah benar dan bebas dari kesalahan atau masih perlu dilakukan revisi dan dikaji kembali rumusan atau algoritma yang telah dibuat.

b. Flowchart

Flowchart adalah suatu diagram yang

mengambarkan susunan logika suatu program.

Flowchart dibagi menjadi lima, yaitu :

1. Bagan alir sistem (System Flowchart) Bagan yang menunjukan urutan

proseedur-prosedur yang ada

didalam sistem, dan menunjukkan apa yang dikerjakan didalam sistem.

2. Bagan alir dokumen (Document

Flowchart)

Bagan alir dokumen atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchat)

merupakan bagan alir yang

menunjukkan arus dari laporan dan

formulir termasuk

tembusan-tembusannya.

3. Bagan Alir Skematik (Schematic

Flowchart)

Bagam alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu menggambarkan prosedur didalam sistem. Namun perbedaannya adalah bagan alir

skematik selain menggunakan

gambar-gambar komputer dan

peralatan lainnya yang digunakan yang berfungsi untuk memudahkan

komunikasi kepada orang yang

kurang mengerti dengan simbol-simbol bagan alir.

4. Bagan Alir Program (Program

Flowchart)

Bagan yang menjelaskan secara detail langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program terdapat dua macam, yaitu bagan alir logika dan bagan alir program terinci.

5. Bagan Alir Proses (Process

Flowchart)

Bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Berguna bagi analis sistem untuk menggambarka proses dalam suatu prosedur.

c. HIPO (Hierarchy Plus Input Process

Output)

Menurut Mustakini (2005b:787) HIPO

sebenarnya adalah “alat dokumentasi

program”. HIPO alat yang digunakan sebagai dokumentasi program dan sebagai alat desain teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem. HIPO berbasis pada

(3)

fungsi, yaitu pada tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.

d. Besaran

Menurut Prasodjo (2003:14) Besaran adalah “segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai yang memiliki satuan”. Satuan adalah

pembanding didalam pengukuran.

Besaran dikelompokan atas besaran pokok dan besaran turunan.

e. Besaran Skalar

Besaran skalar yaitu “besaran yang ha nya mempunyai nilai/besar saja”. Dalam kehidupan sehari-hari volume air, massa benda, temperatur, jumlah mahasiswa,

waktu, dan temperatur. Merupakan

contoh-contoh besaran skalar yang tidak bergantung arah dan hanya memiliki nilai/besar, artinya dari arah manapun kita mengukurnya nilainya tetap sama.

f. Borland Delphi 7.0

Borland delphi merupakan program

aplikasi database yang berbasis object pascal dari borland. Selain itu, delphi juga memberikan fasilitas pembuatan aplikasi visual. Delphi merupakan pilihan dalam

pembuatan aplikasi visual karena

memberikan produktivitas yang tinggi dan pada tahun 2002 pada bulan agustus Delphi merilis Delphi 7.0, dan menjadi versi standar yang digunakan oleh pengembang delphi lebih dari versi tunggal lainnya. Ini adalah salah satu keberhasilan paling IDE yang diciptakan oleh borland karena kecepatan, yang stabilitas dan persyaratan perangkat keras rendah. Delphi 7.0 menambahkan dukungan untuk windows theme XP, dan menambahkan lebih banyak dukungan untuk membangun aplikasi web.

Dalam membuat aplikasi dan untuk

memudahkan pengumpulan data yang

diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan metode penelitian, sebagai berikut:

a. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan

melakukan penelitian dan melihat secara langsung aplikasi yang terkait dengan perhitungan besaran skalar.

b. Studi Pustaka

Penulis mencari dan mengumpulkan data teoritis dengan mencari sumber referensi

dari buku-buku yang terdapat di

perpustakaan serta internet yang

berhubungan dengan penelitian rancang

bangun aplikasi program konversi

besaran skalar. c. Eksperimen

Melakukan beberapa kali uji coba

terhadap aplikasi agar sesuai dengan yang diharapkan.

3. Pembahasan

Dalam penyampaian materi pelajaran IPA di sekolah khususnya dalam pengkonversian besaran skalar dilakukan secara manual atau ditulis menggunakan buku, maka timbul

beberapa masalah diantaranya adalah

siswa/siswi SD terkadang salah dalam menkonversi besaran skalar, ada satuan yang belum mereka ketahui, seperti mach,

memerlukan waktu yang lama untuk

mengkonversi karena dilakukan secara manual.

Untuk mengatasi permasalahan diatas,

penulis bermaksud untuk melakukan

penelitian mengenai rancang bangun aplikasi program konversi besaran skalar agar mempermudah dalam penyampaian materi pelajaran sekolah terutama IPA.

3.1 Spesifikasi bentuk masukkan

Pada bentuk masukkan pengguna

melakukan input nilai awal kemudian diproses

Sumber : Hasil Penelitian(2013) Gambar 1. Tampilan User Interface masukan pada

Konversi Suhu

a. User input nilai awal pada label,

kemudian pilih pada combo list.

b. Proses perhitungan konversi akan terproses setelah user input.

Berikut ini tabel spesifikasi suhu

Tabel 1. Tabel Suhu

No Elemen Data

Akronim Type Width

1 Nilai awal nilai1 Integer 10 2 Nilai akhir hitung2 Integer 7

3 Suhu nm_suhu Text 4

4 Dari suhu1 Text 4

5 Menjadi suhu2 Text 7

6 Rumus Brumus Text 5

7 Konversi Bkonversi Text 8 10 Hitung lagi Bhitung Text 11 11 Kembali ke

form menu

Bkembali Text 19 Sumber: Hasil Penelitian(2013)

(4)

Start Suhu Menu Utama Form Utama Massa Kecepatan Panjang Waktu End Proses Suhu Proses Kecepatan Proses Massa Proses Panjang Proses Waktu ya tidak ya tidak ya tidak ya tidak tidak ya Sumber : Hasil Penelitian(2013)

Gambar 2. Tampilan user interface masukan pada konversi kecepatan

a. User input nilai awal pada label, kemudian pilih pada combo list.

b. Proses perhitungan konversi akan terproses setelah user input.

Berikut ini tabel spesifikasi suhu

Tabel 2. Tabel Kecepatan

No Elemen Data

Akronim Type Width

1 Nilai awal nilai1 Integer 10 2 Nilai akhir hitung2 Integer 7

3 Suhu nm_kec Text 4

4 Dari kec1 Text 4

5 Menjadi kec2 Text 7

6 Rumus Brumus Text 5

7 Konversi Bkonversi Text 8 10 Hitung lagi Bhitung Text 11 11 Kembali ke

form menu

Bkembali Text 19 Sumber: Hasil Penelitian (2013)

3.2. Spesifikasi bentuk keluaran

Pada bentuk keluaran ini user akan mendapatkan bentuk keluaran setelah input pada nilai awal. Hasil keluaran akan tampil seperti pada gambar 3 berikut ini

Sumber : Hasil Penelitian(2013) Gambar 3. Tampilan user interface keluaran pada

konversi suhu

Kemudian user dapat mengetahui bentuk keluaran kecepatan, seperti pada gambar 4 berikut ini.

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 4. Tampilan user interface keluaran pada

konversi kecepatan

Adapun penjelasannya, sebagai berikut: a. Setelah user memasukkan nilai awal,

maka lansung memilih menu dari combo

list.

b. Proses perhitungan konversi akan terproses setelah user input.

Flowchart

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 5. Flowchart Menu Utama

(5)

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 6. Flowchart Suhu

Start Dari Mil/Jam Kecepatan Dari Mach Dari Knot/Jam Dari Km/Jam Menjadi Mil/Jam Menjadi Knot/Jam Menjadi Mach Menjadi Km/Jam Hitung Lagi Kembali ke Form Menu Konversi End tidak tidak tidak tidak tidak Operasi perhitungan tidak tidak Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya Nilai Awal Rumus Nilai Akhir Rumus Kecepatan

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 7. Flowchart Kecepatan

Start Dari Celcius Suhu Dari Reamur Dari Fahreinheit Dari Kelvin Menjadi Celcius Menjadi Fahreinheit Menjadi Reamur Menjadi Kelvin Hitung Lagi Kembali ke Form Menu Konversi End tidak tidak tidak tidak tidak Operasi perhitungan tidak tidak Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya Nilai Awal Rumus Nilai Akhir Rumus Suhu

(6)

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 8. Flowchart Massa

Start Dari Km Panjang Dari Cm Dari Meter Dari Mili M Menjadi Km Menjadi Meter Menjadi Cm Menjadi Mili M Hitung Lagi Kembali ke Form Menu Konversi End tidak tidak tidak tidak tidak Operasi perhitungan tidak tidak Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya Nilai Awal Rumus Nilai Akhir Rumus Panjang

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 9. Flowchart Panjang

Start Dari Ton Massa Dari Kg Dari Kwintal Dari Gram Menjadi Ton Menjadi Kwintal Menjadi Kg Menjadi Gram Hitung Lagi Kembali ke Form Menu Konversi End tidak tidak tidak tidak tidak Operasi perhitungan tidak tidak Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya Nilai Awal Rumus Nilai Akhir Rumus Massa

(7)

Sumber : Hasil Penelitian (2013) Gambar 10. Flowchart Waktu

4. Simpulan

Kesimpulan yang dapat diuraikan pada penulisan ini adalah :

1. Dengan dibuatnya program ini

diharapkan, siswa kelas 6 SD dapat

meminimalisir kesalahan dalam

perhitungan besaran skalar.

2. Mengingat perkembangan zaman yang semakin maju, maka dengan konversi besaran skalar secara terkomputerisasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses belajar mengajar.

3. Penerapan aplikasi ini diharapkan dapat membantu siswa / siswi mengetahui satuan - satuan yang sebelumnya mereka tidak ketahui.

Pada kesempatan ini juga penulis

memberikan saran berdasarkan

permasalahan dan kesimpulan yang penulis dapat, yaitu:

1. Sebaiknya program konversi besaran skalar ini diterapkan pada sekolah-sekolah yang masih manual dalam pengkonversian.

2. Perancangan dibuat dengan gambar menggunakan flash agar lebih interaktif.

Referensi

Mustakini, Hartono Jogiyanto. 2005. Analisa

dan Desain Sistem Informasi.

Yogyakarta: Andi.

Putri, Juwita Utami. 2009. Sejarah Delphi.

Diambil dari:

jutami.staff.gunadarma.ac.id/.../Sejar ah+Delphi.doc

Prasodjo, Budi. 2003. Teori dan Aplikasi Fisika Untuk SMP Kelas 1. Bogor: Yudhistira

Satriawan, Mirza. 2012. Fisika Dasar. Diambil dari: http://mirza.staff.ugm.ac.id/fisdas/Fis dasbookI.pdf Start Dari Hari Waktu Dari Menit Dari Jam Dari Detik Menjadi Hari Menjadi Jam Menjadi Menit Menjadi Detik Hitung Lagi Kembali ke Form Menu Konversi End tidak tidak tidak tidak tidak Operasi perhitungan tidak tidak Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya Nilai Awal Rumus Nilai Akhir Rumus Waktu

Gambar

Gambar 2. Tampilan user interface masukan pada  konversi kecepatan

Referensi

Dokumen terkait

Kajian dari penelitian yaitu bagaimana iklim komunikasi pada Sekretariat Daerah Kutai Barat menciptakan komunikasi yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja yang baik pula

Untuk daerah Limau Manis sendiri dengan ketinggian lahan 350 mdpl, pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas terdapat lima klon tanaman rami yang mampu tumbuh

pandan tidak panjang lagi. Sejak bersuku berkepala, badan nan tidak senang lagi.. Orang Melayu, yang bertolak dari keyakinan bahwa setiap hakekat- nya adalah amanah dari

Kitab Undang – Undang Hukum Dagang disebutkan dalam Pasal 246 KUHD menyebutkan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian, dimana penanggung mengikatkan diri terhadap

Indikator yang paling menentukan kondisi layak huni di Kota Balikpapan adalah lima indikator dengan nilai tertinggi berdasarkan persepsi masyarakat, yaitu kebersihan

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan pertolongan-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Faktor

Sedangkan Baier (Mulyana, 2004:8) nilai sering kali dirumuskan dalam konsep yang berbeda-beda, hal tersebut disebabkan oleh sudut pandangnya yang berbeda-beda

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Penerapan metode quantum