KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikumWr.Wb
Puji syukur kami panjatktan Kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Iimpahan Rahmat serta Hidayah-NYA sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Dokumen Straregi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Lingga.
Tantangan yang dihadapi Kabupaten Lingga terkait dengan masalah senitasi cukup meningkat. Permasalahan sanitasi yang dihadapi antara lain masih adanya masyarakat yang buang air besar sembarangan, belum adanya sarana dan prasarana pengeloiaan air limbah, persampahan yang belum terkelola dengan baik , masih terdapat genangan sebagai akibat belum memilikinya sistem pengelolaan drainase yang baik, dan masih rendahnya masyarakat yang mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Dalam rangka Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman, diperlukan upaya penanganan sanitasi yang lebih terencana, terukur terintegrasi dan sistematis. Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Lingga ini disusun oleh Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga dengan difasilitasi oleh pemerintah tingkat pusat. Pusat, pemerintah tingkat pusat. Provinsi, dan fasilitator Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman.
Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Lingga merupakan dokumen rencana strategis sanitasi yang dibuat khusus sebagai percepatan pembangunan sektor sanitasi Kabupaten Lingga berjangka waktu 5 (lima) tahun kedepan (2015 -2019). Strategi ini untuk mensinergikan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota), sektor swasta, Lembaga swadaya masyarakat ataupun kelompok masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Lingga dan akan dijadikan sebagai pedoman pembangunan sanitasi.
Kami menyadari bahwa penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Lingga ini belum sempurna mengingat waktu yang terbatas sehingga memerlukan penyempurnaan pada tahun berikutnya.
Semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan kekuatan agar kita dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang optimal untuk kebaikkan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lingga secara keseluruhan.
Wabilla.hi Taufik Walhidayah Wassalam'alaikum Wr. Wb.
Daik Lingga, Desember 2014
BUPATI KABUPATEN LINGGA
RINGKASAN EKSEKUTIF
( Executive summary )
Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga
Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP)
Proses penyusunan dalam Buku Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga melalui 4 proses yang dimulai dari
dilakukan penyiapan kerangka pengembangan sanitasi, selanjutnya dilakukan penetapan strategi
percepatan pembangunan sanitasi, dan dilakukan tahapan penyusunan program dan kegiatan,
serta diakhiri dengan finalisasi SSK.
Dalam penyiapan kerangka pengembangan sanitasi, ada beberapa hal yang harus disepakati Pokja
Sanitasi kabupaten Lingga, yaitu :
1. Menetapkan visi dan misi sanitasi Kabupaten Lingga, yang mana visi dan misi sanitasi Kabupaten
Lingga yang telah disepakati dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
VISI SANITASI KABUPATEN
LINGGA
MISI SANITASI KABUPATEN LINGGA Sektor Air Limbah
Domestik Persampahan Sektor Sektor Drainase Lingkungan Sektor PHBS
Menuju Kabupaten Lingga bersih dan sehat Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman penduduk, melalui peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik yang berwawasan
lingkungan
Mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui peningkatan kualitas dan kuantitas pengelolaan sampah persampahan Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana drainase serta Meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengelola drainase di permukiman Mewujudkan masyarakat dan Sekolah yang sehat dengan perubahan perilaku higienis
2. Menetapkan zona untuk sektor air limbah domestik, persampahan, dan drainase.
Zona-zona tersebut dirincikan sebagai berikut:
Penyiapan Kerangka Pengembangan
Penetapan Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi
Penyusunan Program dan
Sektor Air limbah domestik :
Zona I
: Pengelolaan air limbah domestik dengan sistem
setempat
(Onsite)
Zona II
: Pengelolaan air limbah domestik dengan sistem Komunal
Pengelolaan air limbah domestik dengan sistem terpusat (Offsite)
Sektor Persampahan
Zona I
: Peningkatan cakupan layanan hingga 100% (Rumah
Tangga-TPS-TPA)
Zona II
: Peningkatan cakupan layanan hingga minimal 75%
Zona III
: Pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Sektor Drainase
Pengembangan sistem drainase jangka pendek
Pengembangan sistem drainase jangka menengah
3. Menetapkan tahapan pengembangan sanitasi mengacu ke kondisi awal Buku Putih
Sanitasi. Tahapan ini merupakan rencana untuk mengembangkan sistem sanitasi yang
akan direncanakan. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel Pengembangan Air Limbah Domestik Kabupaten Lingga
No Sistem
Cakupan Layanan Eksisting
(%)
Target Cakupan Layanan Jangka
Pendek Menengah Jangka Panjang Jangka
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 32 15 5 0
B Sistem On-site (Setempat)
Cubluk dan Sejenisnya 19 18 15 0
Individual (Tangki Septik) 39 37 35 15
C Sistem Komunal
MCK/MCK++ 5 10 15 25
IPAL Komunal 5 10 15 25
Tangki Septik Komunal 0 10 15 25
D Sistem Off-Site (Terpusat) 0 0 0 10
Tabel Pengembangan Persampahan Kabupaten Lingga
No Sistem Cakupan Layanan
Eksisting (%)
Cakupan Layanan Jangka
Pendek Menengah Jangka Panjang Jangka
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A Prosentase Sampah yang Terangkut
1 Penanganan Langsung 5 10 20 30
2 Penanganan Tidak Langsung 5 10 20 40
B Dikelola Mandiri Oleh masyarakat Atau Belum Terlayani 90 80 60 30
TOTAL (%) 100 100 100 100
Tabel Pengembangan Drainase Kabupaten Lingga
No Kecamatan Genangan Luas
Eksisting (%)
Luas Genangan Air (ha) Jangka
Pendek Menengah Jangka Panjang Jangka
(a) (b) (c) (d) (e) (f) 1 Nerekeh 20 5 10 5 2 Kelurahan Daik 15 5 5 5 3 Merawang 5 1.5 1.5 1 4 Kelurahan Pancur 5 1.5 1.5 1 5 Panggak Laut 20 5 10 5 6 Kelurahan Dabo 10 3.5 3.5 3
7 Kelurahan Dabo Lama 15 5 5 5
8 Kelurahan Sungai Lumpur 5 1.5 1.5 1
7 Tanjung Harapan 5 1.5 1.5 1
TOTAL (%) 100 20 30 27
4. Melakukan analisis kemampuan daerah untuk pendanaan sanitasi. Tahapan ini
melakukan analisis pendanaan kemampuan APBD untuk 5 tahun kedepan dalam
membiayai sanitasi yang akan direncanakan. Dalam hasil analisis, pendanaan sanitasi
untuk 5 tahun kedepan dari tahun 2015 sampai dengan 2019 cukup baik karena bisa
mendanai program dan kegiatan yang dirancang didalam buku SSK ini.
Tahapan selanjunya adalah tahapan penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi.
Tahapan ini mencakup tujuan, sasaran, indikator sasaran, dan strategi dari visi dan misi sanitasi.
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi sektor air limbah domestik
Tujuan Pernyataan Sasaran Strategi
Sasaran Indikator Sasaran
Meningkatkan akses
dan pemanfaatan
layanan sarana dan prasarana
pengelolaan air limbah Kabupaten
Lingga melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dan swasta serta koordinasi lintas SKPD terkait, baik secara horisontal maupun vertikal (1). Meningkatnya akses layanan sarana dan prasarana air limbah sebesar 80% pada tahun 2019 (2). Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pembangunan jamban pribadi (1).Titik Daerah
rawan resiko air
limbah domestik Kabupaten Lingga (2). 42 Desa yang belum dilaksanakan pemicuian STBM
1 Membangun sarana dan prasarana pengelolaan air
limbah dengan mengambil peluang dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat
2 Membangun sarana dan prasarana pengelolaan air
limbah dengan swadaya masyarakat
3 Mengupayakan pemicuan STBM pada
desa/kelurahan yang belum dilaksanakan
pemicuan STBM
4 Meningkatkan sinergi dan kerjasama yang solid
antar SKPD yang membidangi air limbah dan tentang pentingnya program STBM
5 Meningkatkan jumlah sumber daya manusia dalam
pengelolaan air limbah yang selama ini masih minim
6 Memaksimalkan pelatihan pemicuan STBM untuk
sanitarian
7 Mengupayakan untuk mendapatkan peluang
dukungan dana yang bersumber dari luar Pemerintah Kabupaten Lingga yang bisa didapat seperti APBN, Tugas Perbantuan, Belanja Kementrian, DAK Sanitasi, APBD Propinsi, serta sumber dana internasional dari lembaga multilateral (world bank, Asian Development bank, Ausaid), CSR dan partisipasi masyarakat untuk membantu alokasi anggaran APBD pada sektor air limbah yang masih minim
8 Mengupayakan peningkatan anggaran APBD pada
sektor air limbah domestik
9 Mengoptimalkan bantuan dari Pemerintah Provinsi
media berupa poster tentang pengelolaan limbah dalam mengkampanyekan pengelolaan air limbah 10 Mensosialisasikan pengelolaan air limbah melalui
Radio Daerah Kabupaten Lingga (RTBM) yang bertujuan meminimalisir kebiasaan masyarakat dalam pencemaran lingkungan
11 Memaksimalkan peran masyarakat dalam sistem pengelolaan air limbah permukiman
12 Mengupayakan untuk mengikut sertakan sektor swasta untuk berperan dalam pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Lingga
Penetapan penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi sektor persampahan
Tujuan Sasaran Strategi Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Meningkatkan Pelayanan persampahan di wilayah Kabupaten Lingga dan Terlayaninya persampahan di seluruh Kabupaten Lingga baik Pelayanan maksimal pada daerah padat penduduk1 Meningkatkan sarana dan prasarana persampahan
(Kendaraan operasional pengangkutan
sampah,TPS-3R)
2 Segera mengoperasionalkanTPA
terciptanya
Kabupaten Lingga
yang bersih dan sehat pada tahun 2019
secara operasional
maupun non
operasional
menggunakan sistem Open Dumping menjadi Sanitary landfil
4 Mengoptimalkan Perda Nomor 3 Tahun 2014
tentang pengelolaan Persampahan dan Perbup Nomor 15 Tahun 2011 tentang retribusi umum (termasuk retribusi sampah)
5 Mengoptimalkan bidang teknis yang memiliki tugas
dan fungsi menangani permasalah persampahan
6 Mengupayakan adanya lembaga yang mengelola
persampahan untuk berperan aktif di Kabupaten Lingga
7 Mengupayakan meningkatkan pertumbuhan
anggaran APBD untuk sektor sampah
8 Mengupayakan mendapat peluang dari pihak
swasta untuk melakukan investasi di bidang persampahan
9 Meningkatkan peluang untuk mendapat dana
APBN dan APBD Provinsi dalam sektor
10 Meningkatkan frekuensi sosialisasi tentang pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah dan masyarakat serta memaksimalkan akses masyarakat terhadap blogspoot Kabupaten Lingga.
11 Mengadakan program sosialisasi untuk
menghilangkan kebiasaan masyarakat dalam hal membuang sampah sembarangan dan merubahan
Pemikiran/paradigma masyarakat yang
menganggap bahwa sampah sepenuhnya
tanggung jawab pemerintah
12 Mengupayakan untuk melibatkan seluruh kalangan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
Penetapan penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi sektor drainase
Tujuan Pernyataan Sasaran Strategi
Sasaran Indikator Sasaran
(1). Menyediakan sarana dan prasarana pelayanan drainase yang berkualitas terutama dititik rawan genangan (2). Meningkatkan kualitas pengelolaan sistem drainase (3). Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam (1). Terbangunnya drainase berkualitas yang berbasis masyarakat terutama di daerah yang beresiko tinggi genangan (2). Daerah yang belum ada (1). 7 titik lokasi genangan di Kabupaten Lingga akan bebas genangan pada tahun 2019 Pelayanan maksimal pada daerah padat penduduk (2). Terbangunnya drainase yang berkualitas di tahun
1 Membangun drainase dilokasi rawan genangan
yang belum dibangun drainase
2 Mengupayakan adanya pembangunan kanal,
supaya aliran air dari drainase permukiman tertampung di kanal
3 Mengupayakan pembangunan drainase di
permukiman masyarakat yang berada ditepi pantai, sehingga bisa mengurangi volume genangan disaat air laut pasang
4 Meningkatkan sumber pendanaan pemerintah
Kabupaten terhadap anggaran belanja di sub sektor drainase
membangun dan mengelola drainase
(4). Meningkatkan
peran serta lembaga dalam membiayai pembangunan drainase drainase lingkungan tertangani (3). Masyarakat di sekitar titik rawan genangan (4). Lembaga-lembaga diluar Kabupaten Lingga yang mengelola drainase 2019 (3). Kesadaran masyarakat dalam membangun dan mengelola drainase meningkat (4). beberapa lembaga diluar Kabupaten Lingga yang mengelola drainase diupayakan ikut serta dalam pembangunan dan pengelolaan drainase
dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat
6 Mengupayakan percepatan penyusunan Perda
tentang bangunan gedung
7 Mengupayakan percepatan penyelesaian
penyusunan Masterplane drainase
8 Mengupayakan lembaga/organisasi masyarakat
untuk terlibat dalam pengelolaan drainase lingkungan
9 Mendayagunakan media internal (Radio RTBM dan
media masa lokal) dalam menginformasikan fungsi drainase
10 Mengadakan Kampanye / sosialisasi tentang drainase ke masyarakat
11 Meningkatkan jumlah tenaga teknis yang membidangi drainase
12 Meningkatkan peran aktif masyarakat di setiap Desa/Kel untuk membangun dan mengelola drainase lingkungan secara rutin
13 Mengupayakan sosialisasi ke masyarakat supaya bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan drainase
14 Mengupayakan peluang untuk mengikutsertakan pihak swasta dalam pengelolaan drainase lingkungan
Penetapan penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi sektor PHBS ( Tatanan Rumah
Tangga )
Tujuan
Sasaran
Strategi Pernyataan
Sasaran Indikator Sasaran
(1). Meningkatkan
kesadaran masyarakat akan bahaya BABS dan efek tidak melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di lima waktu penting
(2). Masyarakat masih ada yang BABS dan banyak yang tidak
melakukan Cuci
Tangan Pakai Sabun (CTPS) di lima waktu penting (3). Melakukan (1). Meningkatnya presentase sarana sanitasi dan jumlah masyarakat yang berprilaku
hidup bersih dan sehat
(2). Meningkatnya Presentase jenis media promosi dan kegiatan promosi PHBS tahun 2015
(3). Terlibatnya
(1). 80% penduduk
memilki sarana
sanitasi yang layak
dan berprilaku
hidup bersih dan sehat pada tahun 2019 (2). 80% masyarakat Kabupaten Lingga mengetahui dan mengenal tentang PHBS (Prilaku Hidup
bersih dan sehat)
1 Mengupayakan penyusunan Perda yang
mendukung PHBS
2 Adanya peran pemerintah pusat dalam
pengembangan Regulasi (DAK, BOK, GIBK, Institusionalisasi Capacity Building) untuk mendukung Program PHBS
3 mempercepat penerbitan Surat Keputusan Tim
Pembina UKS sehingga tim tahu tupoksi masing-masing
4 Mengupayakan adanya dukungan yang nyata
dari berbagai pihak dalam kegiatan PHBS sehingga Sarana dan prasarana sanitasi yang ada di lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah bisa memadai
pendekatan pada tokoh
agama, tokoh
masyarakat, agar dapat menyampaikan informasi tentang PHBS dan STBM di setiap kegiatan kemasyarakatan (4). Pembinaan Kader PHBS menjadi motivator dalam kegiatan PHBS (5). Mengoptimalkan koordinasi antara lintas Program dan lintas
sektor dalam
Penyusunan rencana, pelaksanaan kegiatan serta monitoring PHBS
tokoh agama dan masyarakat dalam kegiatan penyuluhan dan promosi PHBS dan STBM di masyarakat (4). Kader yang dibina mampu menjadi penyuluh PHBS di masyarakat dan mampu mempromosikan PHBS di lingkungan masyarakat (5). Adanya rencana kegiatan, serta Format Monitoring Evaluasi yang terpadu di lintas Program dan lintas
sektor terkait kegiatan PHBS dan STBM di Tahun 2019 tahun 2019 (3). Seluruh Desa/Kel di Kabupaten Lingga mengenal program PHBS (4). Seluruh Desa/Kel di Kabupaten Lingga mengenal program PHBS (5). Semua Kecamatan dan Kelurahan di Kab.Lingga memiliki rencana kegiatan Pemberdayaan masyarakat terkait PHBS
tatanan RT, masyarakat dan sekolah
6 Memaksimalkan promosi PHBS terkait sanitasi
yang dilakukan Pemkab dengan dikemas secara menarik.
7 Meningkatkan frekuensi radio daerah (RBTM)
dalam kegiatan kampanye dan sosialisasi komunikasi
8 Meningkatkan program penyuluhan sekolah
terhadap kegiatan UKS
9 Memaksimalkan kinerja Petugas dalam
melaksanakan beberapa indikator PHBS dan
meningkatkan kinerja petugas dalam
memberikan contoh ber PHBS
10 Meningkatkan dukunga dari kepala sekolah terhadap kegiatan UKS. 11 Memaksimalkan perubahan perilaku masyarakat
setelah dilaksanakannya program STBM 12 Mengupayakan peluang untuk mengikutsertakan
pihak swasta dalam kampanye dan sosialisasi PHBS
13 Mengupayakan untuk mendapatkan peluang dukungan dana yang bersumber dari luar Pemerintah Kabupaten Lingga yang bisa didapat seperti APBN, Tugas Perbantuan, Belanja Kementrian, DAK Sanitasi, APBD Propinsi, serta sumber dana internasional dari lembaga multilateral (world bank, Asian Development bank, Ausaid), CSR dan partisipasi masyarakat untuk membantu alokasi anggaran APBD pada sektor PHBS Khususnya UKS
Penetapan penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi sektor PHBS ( Tatanan
Sekolah )
Tujuan
Sasaran
Strategi Pernyataan
Sasaran Indikator Sasaran
Meningkatkan sarana dan prasarana PHBS dan UKS baik fisik maupun non fisik
Semua Sekolah di Kabupaten Lingga, terutama sekolah yang belum ada sarana UKS
80% Sekolah di Kabupaten Lingga sudah memiliki sarana UKS
Mensinergikan dukungan dari Kepala Sekolah terhadap kegiatan UKS Mensegerakan untuk menerbitkan SK Tim pembina UKS, sehingga tim tahu tupoksi masing-masing Meningkatkan program penyuluhan Sekolah terhadap kegiatan UKS Mengupayakan untuk mendapatkan peluang dukungan dana yang bersumber dari luar Pemerintah Kabupaten Lingga yang bisa didapat, seperti APBN, Tugas Perbantuan, Belanja Kementrian, DAK Sanitasi, APBD Propinsi, serta sumber dana internasional dari lembaga multilateral (world bank, Asian Development bank, Ausaid), CSR dan partisipasi
masyarakat untuk membantu alokasi anggaran APBD pada sektor PHBS khususnya UKS
Tahapan selanjunya adalah tahapan penyusunan program dan kegiatan. Tahapan ini bertujuan
menghimpun program dan kegiatan percepatan pembangunan sanitasi dalam jangka menengah (5
tahun). Dengan adanya perencanaan program dan kegiatan ini, maka bisa teridentifikasinya sumber
pendanaan indikatif dari APBD, APBD Provinsi, APBN, Adapun alokasi program dan kegiatan serta
suber pembiayaan adalah sebagai berikut :
No PROGRAM / KEGIATAN (Output / Sub
Output /
Komponen)
INDIKASI BIAYA (JUTA RUPIAH) SUMBER PENDANAAN / PEMBIAYAAN (JUTA RUPIAH)
2015 2016 2017 2018 2019 KAB. PROV
. APBN
SWASTA/
CSR MASY
A KOMPONEN AIR LIMBAH
DOMESTIK 1,100 4,800 5,600 2,500 100 3,850 650 9,600 0 0 B PERSAMPAHKOMPONEN AN 2,220 5,700 11,660 14,860 24,610 28,440 1,290 29,100 0 0 C KOMPONEN DRAINASE LINGKUNGAN 6,300 21,700 20,500 4,500 4,500 24,900 0 32,600 0 0 D TERKAIT PHBS SANITASI 230 1,465 1,507 1,643 1,793 6,636 0 0 0 0
Tahapan selanjunya adalah tahapan penyusunan program dan kegiatan. Tahapan ini bertujuan
menghimpun program dan kegiatan percepatan pembangunan sanitasi dalam jangka menengah (5
tahun). Dengan adanya perencanaan program dan kegiatan ini, maka bisa teridentifikasinya sumber
pendanaan indikatif dari APBD, APBD Provinsi, APBN, maupun sumber lainnya. Setelah program dan
kegiatan disusun, maka langkah selanjutnya adalah perencanaan penyepakatan Monitoring dan
Evaluasi Implementasi (Monev). Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara rutin oleh pokja
Sanitasi Kabupaten Lingga. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik bagi pengambil keputusan berkaitan
capaian sasaran pembangunan sanitasi dengan dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pembangunan
dalam kerangka kebijakan dan strategi yang disepakati. Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi
dilaksanakan sebagai usaha peningkatan kinerja dan akuntabilitas institusi dalam usaha pencapaian
visi pembangunan sanitasi. Berikut ditampilkan tabel Monev yang telah disepakati Pokja.
Obyek Pemantauan
Penanggung Jawab Pelaporan
Penanggung Jawab Pengumpul Data dan Dokumentasi Pengolah
Data/Pemantau Pelaksanaan Waktu Penerima Laporan Format
Pelaksanaan/Penang anan Kegiatan Air Limbah Domestik. Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH, Bagian Pembangunan Setda
Setiap tahun Bupati, Ketua DPRD dan SKPD Teknis terkait Laporan (Hard copy) Pelaksanaan/Penang anan Kegiatan Persampahan. Dinas PU,
BLH, Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH , Bagian Pembangunan Setda Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, BLH , Bagian Pembangunan Setda
Setiap tahun Bupati, Ketua DPRD dan SKPD Teknis terkait Laporan (Hard copy) Pelaksanaan/Penang anan Kegiatan Drainase Lingkungan. Dinas PU Bappeda, Dinas PU, Bagian Pembangunan Setda Bappeda, Dinas PU, Bagian Pembangunan Setda
Setiap tahun Bupati, Ketua DPRD dan SKPD Teknis terkait Laporan (Hard copy) Pelaksanaan/Kampan ye PHBS terkait sanitasi Dinas
Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Setiap tahun Bupati, Ketua DPRD dan SKPD Teknis terkait Laporan (Hard copy)
Daik Lingga, Desember 2014
POKJA SANITASI KABUPATEN LINGGA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Lingga merupakan kawasan yang sebagian besar wilayahnya adalah pesisir pantai. Dengan kondisi tersebut masyarakat sekitar banyak yang melakukan pola hidup memanfaatkan air sungai. Sehingga masalah sanitasi terbesar dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat pesisir yaitu membuang sampah ke laut dan sungai, BABs dan menyalurkan limbah rumah tangga ke lau dan sungai. Padahal ada sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut sebagai sarana mandi dan mencuci.
Pembangunan Sanitasi sebagai salah satu target pembangunan MDGs yang dituangkan dalam Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) didasarkan pada acuan dan pedoman yang tegas dalam bentuk Undang-undang maupun peraturan pelaksanaan lainnya. Acuan diberikan dalam upaya memberikan nuansa dan target yang sama bagi setiap tingkatan pemerintahan daerah Propinsi, Kabupaten dan Kota dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota. Sesuai dengan pedoman tersebut penyusunan tujuan dan sasaran Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota harus memperhatikan permasalahan yang menjadi masalah sanitasi dengan persentase terbesar serta isu-isu strategis yang berkembang dalam proses pelaksanaan pembangunan Percepatan Pembangunan Sanitasi dan Permukiman di daerah khususnya. Aspek hubungan tersebut memperhatikan kewenangan yang diberikan baik yang terkait dengan sumber daya, pelayanan umum maupun pembiayaan pembangunan Sanitasi dan Pemukiman.
Di sisi lain, masih terdapat pelaksanaan pembangunan sanitasi yang berjalan secara parsial dan belum terintegrasi dalam suatu “grand design” yang sifatnya integratif dan memiliki sasaran secara menyeluruh serta jangka waktu yang lebih panjang. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek jenis kegiatannya maupun dari aspek kewilayahan.Untuk itu perlu disusun suatu perencanaan sanitasi secara lebih integratif, aspiratif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Tahapan-tahapan proses perencanaan harus dilaksanakan secara berurutan, bertahap dan berkelanjutan, sehingga solusi yang ditawarkan juga akan tepat, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Permasalahan bidang sanitasi yang muncul tidak selalu disebabkan oleh aspek teknis, namun juga berhubungan dengan aspek ekonomi, budaya masyarakat dan sosial, seperti tingginya tingkat kemiskinan, pertumbuhan dan mobilisasi pendudukserta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan lain dalam pembangunan bidang sanitasi.Sehingga di dalam program PPSP ini diterapkan 4 karakteristik dalam penyusunan SSK yang memiliki prinsip :
1. Berdasarkan data actual 2. Berskala Kota/ Kabupaten
3. Disusun sendiri oleh kota/Kab : dari, oleh, dan untuk kota/Kabupaten 4. Menggabungkan pendekatan bottom-up dan top-down
Program dan kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan, meningkatkan produktifitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat taerget capaian Milenium Development Goals (MDGs) yang dihasilkan pada Johanesburg
Summit pada tahun 2002, Kegiatan penyusunan Buku Putih Sanitasi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan
dari semangat kegiatan nasional mengurangi separuh penduduk pada tahun 2015 yang tidak mendapatkan akses air minum yang sehat serta penanganan sanitasi dasar.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga dimaksudkan agar Pemerintah Daerah mempunyai kerangka berpikir dan kerangka tindak secara strategis dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan sanitasi secara komprehensif dan berkelanjutan.Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga merupakan dasar dan acuan dimulainya pekerjaan sanitasi yang lebih terintegrasi karena Strategi Sanitasi merupakan hasil kerja berbagai komponen dinas atau kelembagaan lain yang terkait dengan sanitasi.Pemetaan sanitasi merupakan gambaran awal dan rencana dilakukannya zona-zona sanitasi di tingkat kabupaten. Dengan adanya zona sanitasi akan muncul kebijakan serta prioritas dalam penanganan kegiatan pengembangan strategi sanitasi skala Kabupaten yang didalamnya mencakup strategi sanitasi, rencana tindak dan anggaran perbaikan maupun peningkatan sanitasi di Kabupaten Lingga. Pada masa mendatang penerapan strategi serta pelaksanaannya dilakukan dengan rencana tindak atau aksi di lapangan. Kemitraan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, LSM dan CSR level kabupaten maupun nasional sangat diperlukan dalam fase ini.
Tujuan dari penyusunan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota ini adalah :
a. Tujuan Umum
Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini disusun sebagai rencana pembangunan sektor sanitasi jangka menengah yang dapat dijadikan sebagai pedoman pembangunan sanitasi.
b. Tujuan Khusus
1) Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini dapat memberikan gambaran tentang kebijakan pembangunan sanitasi Kabupaten Lingga jangka menengah.
2) Sebagai dasar penyusunan rencana operasional tahapan pembangunan serta penyusunan program jangka menengah dan tahunan sektor sanitasi.
3) Sebagai dasar dan pedoman bagi semua pihak (instasi, masyarakat dan pihak swasata) yang akan melibatkan diri untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan sanitasi Kabupaten lingga
Buku Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga yang disusun oleh berbagai komponen dinas atau kelembagaan lain yang terkait dengan sanitasi dalam wadah pokja sanitasi sebagai rencana strategis tindak lanjut kegiatan pembenahan sanitasi perkotaan dengan acuan Buku Putih Sanitasi kabupaten Lingga.
1.3. Metodologi
1.3.1. Metode yang digunakan dalam penulisan strategi sanitasi Kota/ Kabupaten (SSK).
a) Melakukan penilaian dan pemetaan kondisi sanitasi Kabupaten saat ini (dari Buku Putih Sanitasi), untuk belajar dari fakta sanitasi guna menetapkan kondisi sanitasi yang tidak diinginkan. Pada tahap ini Pokja mengkaji kembali Buku Putih Sanitasi Kabupaten untuk memastikan kondisi yang ada saat ini khususnya kondisi yang tidak diinginkan atau permasalahan-permasalahan yang ada dalam pengelolaan sanitasi Kabupaten. Kondisi semua sub sektor layanan sanitasi yang terdiri; sub sektor air limbah, sub sektor persampahan, sub sektor drainase lingkungan dan sektor air bersih serta aspek pendukung. Metoda yang digunakan adalah kajian data sekunder dan kunjungan lapangan untuk melakukan verifikasi informasi.
b) Menetapkan kondisi sanitasi yang diinginkan ke depan yang dituangkan kedalam visi, misi sanitasi Kabupaten, dan tujuan serta sasaran pembangunan sanitasi Kabupaten. Dalam perumusan bagian ini tetap mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dokumen perencanaan lainnya yang ada di Kabupaten Lingga.
c) Menilai kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan. Analisis kesenjangan digunakan untuk mendiskripsikan issue strategis dan kendala yang mungkin akan dihapadapi dalam mencapai tujuan.
d) Merumuskan strategi sanitasi Kabupaten yang menjadi basis penyusunan program dan kegiatan pembangunan sanitasi Kabupaten jangka menengah (5 tahunan). Dengan alat analisis SWOT mengkaji kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman danDiagram Sistem Sanitasi.
1.3.2. Jenis Data yang digunakan dalam Penulisan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK)
Untuk mendapatkan target dan kualitas penulisan SSK dalam kurun waktu 5 tahun kedepan dan tetap selaras dengan arah dan kebijakkan pembangunan di Kabupaten Lingga, jenis data yang digunakan dalam penulisan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini adalah Buku Putih sanitasi
Kabupaten Lingga Tahun 2014,lingga Dalam Angka, RPJPD, Renstra, dan RTRW, Observasi, wawancara responden, FGD dan data formal pendukung lainnya.
1.3.3. Proses PenulisanStrategi Sanitasi Kabupaten (SSK)
Proses Penulisan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.3.3.1. MillestonePenulisanStrategi Sanitasi Kabupaten (SSK)
a) Penyiapan Kerangka pengembangan Sanitasi b) Penetapan Strategi percepatan Pembangunan c) Penyusunan Program dan Kegiatan
d) Finalisasi SSK
1.3.3.2. Sistematika Penulisan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK)
a) Bab 1 : Pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang, wilayah cakupan, maksud dan tujuan, metodologi, serta posisi SSK terhadap dokumen perencanaan lain.
b) Bab 2 : Kerangka Pengembangan Sanitasi memberikan penjelasan tentang arah pengembangan sektor sanitasi Kabupaten, menjelaskan visi dan misi, kebijakan umum, tujuan dan sasaran pembangunan sektor sanitasi Kabupaten dan perkiraan pendanaan sanitasi.
c) Bab 3 : Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi menjelaskan tentang tujuan, sasaran isu strategi sektor sanitasi.
d) Bab 4 : Program dan Kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi menjelaskan tentang program dan kegiatan yang akan dilakukan secara terintegrasi antar sub sektor dan aspek pendukung layanan sanitasi.
e) Bab 5 : Strategi Monevmenjelaskan tentang strategi monitoring dan evaluasi implementasi program sanitasi Kabupaten.
1.3.4. Proses Penyepakatan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK)
Penyepakatan Strategi Sanitasi Kabupaten Lingga dilakukan pada setiap tahapan millestone SSK dan di akhiri dengan penyepakatan Dokumen SSK secara keseluruhan melalui pleno di tingkat POKJA. Penyepakatan dilakukan dengan cara diskusi, Koordinasi POKJA, dan rapat Pleno Pokja serta Konsultasi Publik.
Strategi Sanitasi Kabupaten merupakan salah satu bagian dari dokumen perencanaan khusus untuk bidang Sanitasi yang nantinya akan saling mendukung dengan dokumen perencanaan lainnya seperti RPJPD, RPJMD, RTRW, RPIJM, Renstra SKPD yang menjadi dasar perencanaan kegiatan dalam RKPD.
a. Strategi Sanitasi Kabupaten dengan RPJPD Kabupaten Lingga
Dokumen RPJP Kabupaten Lingga digunakan sebagai referensi untuk memetakan permasalahan terkait sanitasi dan arah pelaksanaan program sanitasi ke depan.
b. Strategi Sanitasi Kabupaten dengan RPJMD
Strategi Sanitasi Kabupaten menggunakan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menangah (RPJMD) Kabupaten Lingga Tahun 2011-2016 sebagai referensi untuk memperoleh data isu–isu strategis dan permasalahan mendesak terkait program sanitasi yang harus ditangani segera dan sebagai pedoman untuk menentukan visi dan misi serta kebijakan sanitasi ke depan.
c. Strategi Sanitasi Kabupaten dan RTRW Kabupaten Lingga
Dalam pelaksanaan penyusunan Startegi Sanitasi Kabupaten memperhatikan dan mempedomani tujuan penataan ruang, kebijakan penataan ruang, struktur dan pola ruang dalam RTRW Kabupaten Lingga, dimana kebijakan penataan ruang, struktur dan pola ruang dalam RTRW Kabupaten Lingga menjadi acuan dalam penentuan wilayah kajian dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten.
d. Strategi Sanitasi Sanitasi dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD)
Strategi Sanitasi Kabupaten menggambarkan rencana program dan kegiatan setiap SKPD yang menangani sanitasi sebagaimana tertuang dalam Renstra SKPD tersebut dan setelah Strategi Sanitasi Kabupaten Final akan menjadi pedoman bagi setiap satuan kerja perangkat daerah dalam penyesuaian program terhadap Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang berlaku sekarang.
e. Strategi Sanitasi Kabupaten dan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Lingga tahun 2014
SSK merupakan dokumen lanjutan dari BPS dimana semua data yang ditampilkan pada BPS akan menjadi bahan acuan untuk menentukan Strategi Sanitasi Kabupaten.
BAB II
KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI
2.1. Visi Misi Sanitasi
Dalam perencanaan SSK sangat diperlukan penyamaan Visi dan Misi Sanitasi sehingga akan diperoleh sinergitas program yang sesuai dengan Visi dan Misi yang dimiliki oleh kabupaten Lingga (RPJMD). Visi dan Misi dibuat per sektor yaitu Sektor PHBS, Sektor Sampah, Sektor Air Limbah dan Sektor Drainase Lingkungan. Hal ini bertujuan agar visi dan misi dapat tersampaikan dengan jelas dan terarah sesuai dengan sektor dan dinas terkait di dalamnya.
Berikut visi dan misi sanitasi di Kab. Lingga :
Tabel 2.1 :
Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Lingga
Visi Kabupaten Misi Kabupaten Visi Sanitasi Kabupaten Misi Sanitasi Kabupaten
Terwujudnya Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu Yang Agamis, Berbudaya, Demokratis Dan Mampu Bersaing Untuk Menuju Masyarakat Sejahtera 1. Menjadikan kabupaten lingga sebagai rujukan budaya melayu; 2. Meningkatkan keimanan
dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa; 3. Melestarikan nilai-nilai luhur
dan khazanah budaya melayu; 4. Meningkatkan kesadaran hukum dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang demokratis; 5. Meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berkualitas;
6. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah;
7. Pemberdayaan potensi sumber daya kelautan; 8. Meningkatkan infrastruktur.
Menuju Kabupaten Lingga bersih dan sehat
Sektor Air Limbah :
Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman penduduk, melalui peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik yang berwawasan lingkungan
Sektor Persampahan :
Mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui peningkatan kualitas dan kuantitas pengelolaan sampah persampahan
Sektor
DrainaseLingkungan :
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana drainase serta Meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengelola drainase di permukiman
Sektor PHBS :
Mewujudkan masyarakat dan Sekolah yang sehat dengan perubahan perilaku higienis Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
2.2. Tahap Pengembangan Sanitasi
Tahapan pencapaian pembangunan sektor sanitasi disusun dengan melakukan analisis terhadap kondisi wilayah Kabupaten Lingga saat ini serta arah pengembangan Kabupaten secara menyeluruh sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJPD, RPJMD, dan RPIJMD serta dokumen RTRW Kabupaten Lingga. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan pilihan sistem dan penetapan zona sanitasi antara lain adalah :
a. Arah pengembangan Kabupaten yang merupakan perwujudan dari visi dan misi Kabupaten Lingga dalam Jangka Pendek sampai dengan jangka panjang
b. Proyeksi pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk pada setiap kawasan berdasarkan luas terbangun
c. Kawasan beresiko sanitasi
d. Kondisi fisik wilayah (topografi dan struktur tanah)
Beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan prioritas tersebut adalahkepadatan penduduk, klasifikasi wilayah (perkotaan atau perdesaan), karakteristik tata guna lahan (Center of Business Development/ komersial atau rumah tangga), serta resiko kesehatan lingkungan.Analisis yang dilakukan menghasilkan suatu peta yang menggambarkan kebutuhan sistem pengelolaan air limbah yang akan menjadi bahan untuk perencanaan pengembangan sistem.
2.2.1 Tahap Pengembangan Air Limbah Domestik
Untuk saat ini pengolahan limbah domestik (lumpur tinja) belum tersedia di Kabupaten Lingga.
Adapun peta yang menggambarkan kebutuhan sistem pengelolaan air limbah untuk perencanaan pengembangan sistem sangat diperlukan. Peta tersebut terbagi dalam beberapa zonasi, dimana zona tersebut sekaligus merupakan dasar bagi Kabupaten Lingga dalam merencanakan pengembangan pengelolaan air limbah dengan beberapa sistem, yakni Sistem Onsite, Sistem Komunal, dan Sistem Offsite
Peta 2.1
Tabel 2.2 :
Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Kabupaten Lingga
No Sistem Cakupan Layanan
Eksisting (%)
Target Cakupan Layanan
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 32 15 5 0
B Sistem On-site (Setempat)
Cubluk dan Sejenisnya 19 18 15 0
Individual (Tangki Septik) 39 37 35 15
C Sistem Komunal
MCK/MCK++ 5 10 15 25
IPAL Komunal 5 10 15 25
Tangki Septik Komunal 0 10 15 25
D Sistem Off-Site (Terpusat) 0 0 0 10
TOTAL (%) 100 100 100 100
Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
2.2.2 Tahap Pengembangan Persampahan
Untuk sistem pelayanan persampahan, di kabupaten Lingga baru melayani masyarakat sekitar Kelurahan Daik dan Kelurahan Dabo. Oleh sebab itu melalui SSK ,Kab. Lingga merencanakan tahapan pengembangan persampahan mulai dari jangka pendek, jangka menengah sampai jangka panjang yang terintergrasi dengan hasil studi EHRA Kab.Lingga tahun 2014 yang merupakan gambaran kondisi real sanitasi kabupaten. Berikut Peta dan Tabel tahapan pengembangan persampahan di kabupaten Lingga
Peta 2.3 :
Tabel 2.3 :
Tahapan Pengembangan Persampahan Kabupaten Lingga
No Sistem Cakupan Layanan
Eksisting (%)
Cakupan Layanan
Jangka Pendek Menengah Jangka Jangka Panjang
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A Prosentase Sampah yang Terangkut
1 Penanganan Lagsung 5 10 20 30
2 Penanganan Tidak Lagsung 5 10 20 40
B Atau Belum Terlayani Dikelola Mandiri Oleh masyarakat 90 80 60 30
TOTAL (%) 100 100 100 100
Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
2.2.3 Tahap Pengembangan Drainase
Untuk tahap pengembangan drainase lingkungan di Kab. Lingga akan terfokus pada 9 Desa/Kelurahan yaitu Desa Nerekeh, Kelurahan Daik, Desa Merawang, Kelurahan Pancur, Desa Panggak Laut, Kelurahan Dabo, Kelurahan Dabo Lama, Kelurahan Sungai Lumpur, dan Desa Tanjung Harapan. 9 Desa/Kelurahan tersebut adalah daerah yang masuk kepada area beresiko sanitasi yang tertuang dalam Buku Putih Sanitasi..Berikut peta dan tabel tahap pengembangan drainase lingkungan di Kab. Lingga :
Peta 2.3 :
Tabel 2.4 :
Tahapan Pengembangan Drainase Kabupaten Lingga
No Kecamatan Luas Genangan Eksisting (%) Luas Genangan Air (ha)
Jangka Pendek Menengah Jangka Jangka Panjang
(a) (b) (c) (d) (e) (f) 1 Nerekeh 20 5 10 5 2 Daik 15 5 5 5 3 Merawang 5 1.5 1.5 1 4 Pancur 5 1.5 1.5 1 5 Panggak laut 20 5 10 5 6 Dabo 10 3.5 3.5 3 Dabo lama 15 5 5 5 Sungai Lumpur 5 1.5 1.5 1 7 Tanjung Harapan 5 1.5 1.5 1 TOTAL (%) 100 20 30 27
Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
2.3. Perkiraan Pendanaan Pengembangan Sanitasi
Sebagai penunjang terlaksananya tahapan pengembangan sub sektor sanitasi di atas maka diperlukan juga perencanaan keuangan oleh kabupaten sesuai dengan kemampuan kabupaten lingga. Oleh sebab itu berikut perkiraan dana sanitasi yang diperlukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan periode 2015 – 2019 :
Tabel 2.5 :
Perhitungan pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten Lingga untuk Sanitasi
No Uraian Belanja Sanitasi (Rp.) Pertumbuhan Rata-rata
2010 2011 2012 2013 2014
1 Belanja Sanitasi ( 1.1 + 1.2 + 1.3 + 1.4 ) 14.960.041.400 25.775.072.500 19.227.753.000 25.232.475.800 34.605.596.094 28,82
1,1 Air Limbah Domestik 160.200.000 465.500.000 603.600.000 0 57.840.000 55,06
1,2 Sampah rumah tangga 0 0 188.040.000 4.799.735.000 12.692.101.594 654,24
1,3 Drainase perkotaan 5.880.421.400 14.788.573.400 7.173.515.000 7.479.176.400 8.552.551.400 29,65
1,4 PHBS 8.919.420.000 10520999100 11.262.598.000 12.953.564.400 13.303.103.100 10,68
2 Dana Alokasi Khusus ( 2.1 + 2.2 + 2.3 ) 2.073.160.000
2,1 DAK Sanitasi 0 0 818.780.000 0 0 0
2,2 DAK Lingkungan Hidup 0 0 1.254.380.000 0 0 0
2,3 DAK Perumahan dan Permukiman 0 0 0 0 0 0
3 Pinjaman/Hibah untuk Sanitasi 0 0 0 0 0 0
4 Bantuan Keuangan Provinsi untuk Sanitasi 0 0 0 0 0 0
Belanja APBD murni untuk
Sanitasi (1-2-3) 14.960.041.400 25.775.072.500 17.154.593.000 25.232.475.800 34.605.596.094 30,77
Total Belanja Langsung 405.557.783.892 485.710.852.822 460.347.564.198 559.854.533.559 800.307.141.207 19,78
% APBD murni terhadap
Belanja Langsung 3,69 5,31 3,73 4,51 4,32 7,74
Komitmen Pendanaan APBD untuk pendanaan sanitasi kedepan (%terhadap belanja langsung atau penetapan nilai absolut)
2%
Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
Jika melihat pada APBD Kabupaten Lingga tahun 2010 hingga 2014, maka prediksi belanja langsung Kabupaten Lingga tahun 2015-2019 memiliki kecenderungan meningkat. Pada tahun 2015 perkiraan belanja langsung Kabupaten Lingga sebesar Rp. 801.448.293.745,66,- dan pada tahun 2019 meningkat menjadi Rp. 1.146.905.251.892,44,-. Sehingaa secara keseluruhan mulai tahun 2015 hingga tahun 2019, total total perkiraan
belanja langsung Kabupaten Lingga sebesar Rp 4.870.883.864.095,-. Sedangkan untuk total perkiraan belanja APBD murni untuk sanitasi sebesar Rp. 216.672.220.514,-. Berdasarkan nilai tersebut, selanjutnya perkiraan komitmen pendanaan sanitasi oleh pemerintah Kabupaten Lingga sebesar Rp. 146.126.515.923,-. Berikut disajikan tabel 2.6 perkiraan besaran pendanaan APBD Kabupaten Lingga ke depan.
Tabel 2.6 :
Perkiraan Besaran Pendanaan APBD Ke Depan
No Anggaran Realisasi
Belanja Sanitasi Tahun (Rp.)
Total 2015 2016 2017 2018 2019 1 Perkiraan Belanja Langsung Rp 801.448.293.745,66 887.812.533.282,34 Rp 974.176.772.819,03 Rp 1.060.541.012.355,75 Rp 1.146.905.251.892,44 Rp 4.870.883.864.095Rp. 2 Perkiraan APBD Murni Untuk Sanitasi Rp 35.584.741.565,20 39.459.592.834,00 Rp 43.334.444.102,80 Rp 47.209.295.371,60 Rp 51.084.146.640,40 Rp 216.672.220.514Rp. 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi Rp 24.043.448.812,37 26.634.375.998,47 Rp 29.225.303.184,57 Rp 31.816.230.370,67 Rp 34.407.157.556,77 Rp 146.126.515.923Rp.
Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
Anggaran belanja sanitasi Kabupaten Lingga pada tahun 2010 hingga tahun 2014 sangat fluktuatif yaitu mengalami kenaikan dan penurunan. Kenaikan terbesar ada pada Sektor drainase yang mencapai 82,49%. Kemudian Untuk anggaran Persampahan rata rata pertumbuhannya dari 2010 -2014 sebesar 52,04%. Dan untuk sektor air limbah domestik mencapai 23,47%. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan tabel perhitungan pertumbuhan pendanaan APBD Kabupaten Lingga untuk operasional/Pemeliharaan Sanitasi.
Tabel 2.7 :
Perhitungan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten Lingga untuk operasional/Pemeliharaan Sanitasi
No Uraian Belanja Sanitasi (Rp.) Pertumbuhan rata-rata
2010 2011 2012 2013 2014
1 Belanja Sanitasi
1.1 Air Limbah Domestik
1.1.1 Biaya Operasional/Pemeliharaan 104.200.000 269.500.000 95.000.000 0 57.840.000 23,47
1.2.1 Biaya Operasional/Pemeliharaan 0 0 0 2.237.674.000 4.658.324.250 52,04
1.3 Drainase Lingkungan
1.3.1 Biaya Operasional/Pemeliharaan 0 0 599.982.500 2.180.655.200 1.449.851.400 82,49 Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
Sebagai aset vital dalam bidang sanitasi, alokasi anggaran untuk biaya operasional dan pemeliharaan aset sanitasi terbangun merupakan sebuah konsekuensi logis yang harus dilakukan. Pemeliharaan terhadap aset sanitasi air limbah, sampah rumah tangga dan drainase dapat menjamin peforma aset tersebut untuk selalu optimal dalam melayani kebutuhan sanitasi penduduk Kabupaten Lingga. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan terhadap pendanaan APBD 2015 – 2019 terhadap pemeliharaan / operasional aset sanitasi, pendanaan yang dikeluarkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Alokasi pendanaan untuk pemeliharaan dihitung berdasarkan proyeksi menggunakan nilai riil presentase dana APBD untuk pemeliharaan dan operasional yang dikeluarkan oleh Kabupaten Lingga tahun 2014. Total biaya operasional dan pemeliharaan
terbesar tahun 2015-2019 aset sanitasi Kabupaten Lingga terdapat pada pemeliharaan Persampahan sebesar Rp.24.593.434.500,-. Lebih lengkapnya tentang pendanaan kebutuhan operasional dan pemeliharaan dapat
diperhatikan pada tabel 2.8 berikut :
Tabel 2.8 :
Perkiraan Besaran Pendanaan APBD Kabupaten Lingga untuk Kebutuhan Operasional/Pemeliharaan Aset Sanitasi Terbangun hingga Tahun 2019
No Anggaran Realisasi Belanja Sanitasi Tahun (Rp.) Pertumbuhan Rata-Rata
2015 2016 2017 2018 2019
1 Belanja Sanitasi 6.014.239.220,00 Rp 7.222.850.470,00 Rp 8.431.461.720,00 Rp 9.640.072.970,00 Rp 10.848.684.220,00 Rp 42.157.308.600,00 Rp.
1,1 Air Domestik Limbah
1.1.1 Biaya Operasional / Pemeliharaan (justified) 141.142.000,00 133.820.000,00 126.498.000,00 119.176.000,00 111.854.000,00 632.490.000,00 Rp. 2,1 Sampah Rumah Tangga 2.1.1 Biaya Operasional / Pemeliharaan (justified) Rp 3.502.892.000,00 4.210.789.450,00 Rp 4.918.686.900,00 Rp 5.626.584.350,00 Rp 6.334.481.800,00 Rp 24.593.434.500,00 Rp. 3,1 Drainase Lingkungan 3.1.1 Biaya Operasional / Pemeliharaan (justified) Rp 2.370.205.220,00 2.878.241.020,00 Rp 3.386.276.820,00 Rp 3.894.312.620,00 Rp 4.402.348.420,00 Rp 16.931.384.100,00 Rp. Sumber : Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga
Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap kemampuan pendanaan masing-masing bidang sanitasi yang terdapat dalam APBD Kabupaten Lingga tahun 2010-2014, maka dapat dibuat proyeksi kemampuan pendanaan APBD Kabupaten Lingga 5 tahun ke depan. Besaran kemampuan pendanaan sektor sanitasi tahun 2015 hingga 2019 dapat tercermin dalam tabel 2.9 berikut :
Tabel 2.9 :
Perkiraan Kemampuan APBD Kabupaten Lingga dalam Mendanai Program/ Kegiatan SSK
No Realisasi Anggaran
Belanja Sanitasi Tahun (Rp.)
Rata-Rata Pertumbuhan
2015 2016 2017 2018 2019
1 Perkiraan Kebutuhan Operasional / Pemeliharaan
Rp
6.014.239.220,00 7.222.850.470,00 Rp 8.431.461.720,00 Rp 9.640.072.970,00 Rp 10.848.684.220,00 Rp 13,69 2 Perkiraan APBD Murni Untuk Sanitasi 35.584.741.565,20 Rp 39.459.592.834,00 Rp 43.334.444.102,80 Rp 47.209.295.371,60 Rp 51.084.146.640,40 Rp 8,64 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi 24.043.448.812,37 Rp 26.634.375.998,47 Rp 29.225.303.184,57 Rp 31.816.230.370,67 Rp 34.407.157.556,77 Rp 8,57 4 Kemampuan Mendanai SSK (APBD Murni) (2-1) 29.570.502.345,20 Rp 32.236.742.364,00 Rp 34.902.982.382,80 Rp 37.569.222.401,60 Rp 40.235.462.420,40 Rp 7,41 5 Kemampuan Mendanai SSK (Komitmen) (3-1) 18.029.209.592,37 Rp 19.411.525.528,47 Rp 20.793.841.464,57 Rp 22.176.157.400,67 Rp 23.558.473.336,77 Rp 6,47
BAB III
STRATEGI PERCEPATAN
PEMBANGUNAN SANITASI
Untuk mengetahui kondisi pengelolaan sanitasi secara mendatail Pokja Sanitasi Kabupaten Lingga melakukan suatu analisa dengan mengunakan analisa SWOT. Dari hasil anlisa tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari kondisi pengelolaan sanitasi sehingga bisa menjadi acuan bagi Pokja untuk merumuskan Tujuan, sasaran dan strategi yang sesuai dengan kondisi existing pengelolaan sanitasi saat ini.Tujuan merupakan pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, dan menangani isu strategis yang dihadapi. Sasaran adalah Hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Strategi adalah cara untuk mencapai visi dan misi yang dirumuskan berdasarkan kondisi saat ini.
3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah
Berdasarkan analisis SWOT pengelolaan limbah domestik Kabupaten Lingga posisi pengelolaan air limbah Kabupaten Lingga berada pada titik (x,y) = (-9, 6). Berdasarkan posisi tersebut, Kabupaten Lingga belum cukup aman dari permasalahan pengelolaan limbah domestik karena termasuk ke dalam kategori pemeliharaan selektif. Hasil tersebut menunjukkan kinerja pengelolaan limbah domestik dalam internal Kabupaten Lingga masih membutuhkan perbaikan-perbaikan internal. Namun perbaikan-perbaikan itu dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada dari luar Kabupaten Lingga.
Hasil analisis SWOT dalam bidang pengelolaan air limbah di Kabupaten Lingga menunjukkan beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan limbah, yaitu :
1. Kesinergian antar SKPD dalam pengelolaan air limbah 2. Peningkatan anggaran daerah untuk sektor air limbah domestik 3. Sumber daya manusia yang harus ditingkatkan
4. Kegiatan komunikasi alam mensosialisasikan pengelolaan air limbah domestik perlu ditingkatkan
Selain hal-hal internal yang harus diperbaiki, ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan, yaitu : 1. pembangunan sarana dan prasarana air limbah dari Pemerintah Provinsi dan pusat
2. Mengupayakan untuk mendapatkan peluang dukungan dana yang bersumber dari luar Pemerintah Kabupaten Lingga yang bisa didapat, seperti APBN, Tugas Perbantuan, Belanja Kementrian, DAK Sanitasi, APBD Propinsi, serta sumber dana internasional dari lembaga multilateral (world bank, Asian Development bank, Ausaid), CSR dan partisipasi masyarakat untuk membantu alokasi anggaran APBD pada sektor air limbah yang masih minim
3. mengoptimalkan bantuan dari Pemerintah Provinsi media berupa poster tentang pengelolaan limbah dalam mengkampanyekan pengelolaan air limbah
Analisis SWOT yang telah dilakukan kemudian dijadikan sebgai dasar dalam penyusunan tujuan, sasaran, dan strategi sanitasi pengelolaan limbah Domestik Kabupaten Lingga. Lebih jelasnya tentang tujuan, sasaran dan strategi yang telah disusun tersebut dapat diperhatikan dalam tabel 3.1 berikut :
Tabel 3.1
Tujuan, Sasaran, dan Tahapan Pencapaian Pengembangan Air Limbah Domestik
Tujuan Pernyataan Sasaran Strategi
Sasaran Indikator Sasaran
Meningkatkan akses
dan pemanfaatan
layanan sarana dan prasarana
pengelolaan air limbah Kabupaten
Lingga melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat dan swasta serta koordinasi lintas SKPD terkait, baik secara horisontal maupun vertikal (1). Meningkatnya akses layanan sarana dan prasarana air limbah sebesar 80% pada tahun 2019 (2). Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pembangunan jamban pribadi (1).Titik Daerah
rawan resiko air
limbah domestik Kabupaten Lingga (2). 42 Desa yang belum dilaksanakan pemicuian STBM
1 Membangun sarana dan prasarana pengelolaan air
limbah dengan mengambil peluang dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat
2 Membangun sarana dan prasarana pengelolaan air
limbah dengan swadaya masyarakat
3 Mengupayakan pemicuan STBM pada
desa/kelurahan yang belum dilaksanakan
pemicuan STBM
4 Meningkatkan sinergi dan kerjasama yang solid
antar SKPD yang membidangi air limbah dan tentang pentingnya program STBM
5 Meningkatkan jumlah sumber daya manusia dalam
pengelolaan air limbah yang selama ini masih minim
6 Memaksimalkan pelatihan pemicuan STBM untuk
sanitarian
7 Mengupayakan untuk mendapatkan peluang
dukungan dana yang bersumber dari luar Pemerintah Kabupaten Lingga yang bisa didapat seperti APBN, Tugas Perbantuan, Belanja Kementrian, DAK Sanitasi, APBD Propinsi, serta sumber dana internasional dari lembaga multilateral (world bank, Asian Development bank, Ausaid), CSR dan partisipasi masyarakat untuk membantu alokasi anggaran APBD pada sektor air limbah yang masih minim
8 Mengupayakan peningkatan anggaran APBD pada
sektor air limbah domestik
9 Mengoptimalkan bantuan dari Pemerintah Provinsi
media berupa poster tentang pengelolaan limbah dalam mengkampanyekan pengelolaan air limbah 10 Mensosialisasikan pengelolaan air limbah melalui
Radio Daerah Kabupaten Lingga (RTBM) yang bertujuan meminimalisir kebiasaan masyarakat dalam pencemaran lingkungan
11 Memaksimalkan peran masyarakat dalam sistem pengelolaan air limbah permukiman
12 Mengupayakan untuk mengikut sertakan sektor swasta untuk berperan dalam pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Lingga
3.2 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Persampahan
Positioning pengelolaan persampahan di Kabupaten Lingga menunjukkan hasil kurang baik.
Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan. Pengelolaan persampahan Kabupaten Lingga berada pada kuadran di verifikasi besar-besaran dengan titik sumbu (x,y) = (15, -2). Hal ini disebabkan faktor eksternal yang lemah. Hasil analisis SWOT dalam bidang pengelolaan persampahan Kabupaten Lingga menunjukkan beberapa hal yang perlu diperbaiki secara serius dalam pengelolaan sampah, antara lain :
1. sarana dan prasarana persampahan yang masih kurang 2. Belum adanya lembaga yang mengelola persampahan
3. TPA yang akan dioperasionalkan masih menggunakan sistem Open Dumping
4. Kebiasaan masyarakat dalam hal membuang sampah sembarangan masih tinggi dan Pemikiran/paradigma masyarakat dan pihak swasta terhadap sampah masih menganggap tanggung jawab pemerintah
5. Pemikiran/paradigma pihak swasta terhadap sampah masih menganggap tanggung jawab pemerintah
Selain hal-hal eksternal yang harus diverifikasi, ada beberapa kekuatan internal yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lingga, yaitu :
1. Kabupaten telah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang pengelolaan Persampahan 2. Mengoptilmalkan Perbup Nomor 15 Tahun 2011 tentang retribusi umum (termasuk
retribusi sampah)
3. Adanya anggaran untuk sektor persampahan di APBD Kabupaten Lingga 4. Sudah adanya Kendaaan opersaional
5. SDM yang cukup
6. Blogspot kabupaten lingga sudah ada, yang memberikan informasi tentang persampahan 7. adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah dan
masyarakat
8. TPA akan segera dioperasionalkan
Berikut ini dalam tabel 3.2 disajikan tujuan, sasaran dan strategi pengelolaan persampahan Kabupaten Lingga :
Tabel 3.2:
Tujuan, Sasaran, dan Tahapan Pencapaian Pengembangan Persampahan
Tujuan Pernyataan Sasaran Strategi
Sasaran Indikator Sasaran
Meningkatkan Pelayanan persampahan di wilayah Kabupaten Lingga dan terciptanya Kabupaten Lingga
yang bersih dan sehat pada tahun 2019 Terlayaninya persampahan di seluruh Kabupaten Lingga baik secara operasional maupun non operasional Pelayanan maksimal pada daerah padat penduduk
1 Meningkatkan sarana dan prasarana persampahan
(Kendaraan operasional pengangkutan
sampah,TPS-3R)
2 Segera mengoperasionalkanTPA
3 Mengupayakan sistem TPA yang masih
menggunakan sistem Open Dumping menjadi Sanitary landfil
4 Mengoptimalkan Perda Nomor 3 Tahun 2014
tentang pengelolaan Persampahan dan Perbup Nomor 15 Tahun 2011 tentang retribusi umum (termasuk retribusi sampah)
5 Mengoptimalkan bidang teknis yang memiliki tugas
dan fungsi menangani permasalah persampahan
6 Mengupayakan adanya lembaga yang mengelola
persampahan untuk berperan aktif di Kabupaten Lingga
7 Mengupayakan meningkatkan pertumbuhan
anggaran APBD untuk sektor sampah
8 Mengupayakan mendapat peluang dari pihak
swasta untuk melakukan investasi di bidang persampahan
9 Meningkatkan peluang untuk mendapat dana
APBN dan APBD Provinsi dalam sektor
10 Meningkatkan frekuensi sosialisasi tentang pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah dan masyarakat serta memaksimalkan akses masyarakat terhadap blogspoot Kabupaten Lingga.
11 Mengadakan program sosialisasi untuk
menghilangkan kebiasaan masyarakat dalam hal membuang sampah sembarangan dan merubahan
Pemikiran/paradigma masyarakat yang
menganggap bahwa sampah sepenuhnya
tanggung jawab pemerintah
12 Mengupayakan untuk melibatkan seluruh kalangan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
3.3 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Drainase
Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga terdapat 7 titik genangan yang tersebar di Kabupaten Lingga, dengan durasi genangan yang bervariasi. Analisis SWOT dan isu strategis yang dilakukan terhadap pengelolaan drainase yang telah berjalan selama ini menempatkan posisi pengelolaan drainase Kabupaten Lingga berada pada kuadran III tepatnya pada titik (x,y) = (-7,-3). Posisi ini menggambarkan masih lemahnya faktor internal Kabupaten Lingga dalam pengelolaan drainase dan peluang dari eksternal yang minim pula.
Selain genangan, terdapat hal – hal teknis yang dihadapi dalam pengelolaan drainase di Kab.Lingga, antara lain:
1. Belum adanya Perda tentang bangunan gedung 2. Masterplane drainase belum ada
3. Belum ada lembaga/organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan drainase lingkungan
4. Terbatasnya sumber pendanaan pemerintah Kabupaten terhadap anggaran belanja di sub sektor drainase
5. Rendahnya skala prioritas penganggaran ditingkat pemerintah pusat 6. Masih adanya lokasi rawan genangan yang belum dibangun drainase 7. Belum adanya pembangunan kanal
8. Permukiman masyarakat sebagian berada ditepi pantai, sehingga mengakibatkan banjir dikala air laut pasang
9. Tenaga teknis yang membidangi drainase masih kurang
10. Media komunikasi yang terlibat dalam mengkomunikasikan pengelolaan drainase lingkungan masih minim
11. Belum semua kelurahan, masyarakatnya melakukan kegiatan pembersihan drainase lingkungan secara rutin
12. Tidak bersedianya masyarakat untuk menghibahkan lahan untuk pembangunan drainase 13. Belum semua kelurahan, masyarakatnya melakukan kegiatan pembersihan drainase
Namun disamping itu untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini Pemerintah Kabupaten Lingga bisa memanfaatkan peluang peluang yang ada baik dari internal maupun dari eksternal, seperti :
1. Adanya Lembaga-lembaga yang bisa menjadi mitra Pemerintah Kab.Lingga dalam pembangunan drainase
2. Peluang mendapatkan dana APBN atau swasta masih ada
3. Masyarakat dan swasta bisa diajak bermitra dalam pengelolaan drainase
Analisis yang dilakukan terhadap hasil positioning SWOT dan isu strategis berupa potensi maupun permasalahan kemudian digunakan sebagai dasar untuk penetapan tujuan, sasaran, dan tahapan pencapaian pengembangan drainase. Tujuan, sasaran, dan strategi tersebut dapat diperhatikan dalam tabel 3.3 berikut :
Tabel 3.3: Tujuan, Sasaran, dan Tahapan Pencapaian Pengembangan Drainase
Tujuan Pernyataan Sasaran Strategi
Sasaran Indikator Sasaran
(1). Menyediakan sarana dan prasarana pelayanan drainase yang berkualitas terutama dititik rawan genangan (2). Meningkatkan kualitas pengelolaan sistem drainase (3). Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun dan mengelola drainase (4). Meningkatkan
peran serta lembaga dalam membiayai pembangunan drainase (1). Terbangunnya drainase berkualitas yang berbasis masyarakat terutama di daerah yang beresiko tinggi genangan (2). Daerah yang belum ada drainase lingkungan tertangani (3). Masyarakat di sekitar titik rawan genangan (4). Lembaga-lembaga diluar Kabupaten Lingga yang mengelola drainase (1). 7 titik lokasi genangan di Kabupaten Lingga akan bebas genangan pada tahun 2019 Pelayanan maksimal pada daerah padat penduduk (2). Terbangunnya drainase yang berkualitas di tahun 2019 (3). Kesadaran masyarakat dalam membangun dan mengelola drainase meningkat (4). beberapa lembaga diluar Kabupaten Lingga yang mengelola drainase diupayakan ikut serta dalam pembangunan dan pengelolaan drainase
1 Membangun drainase dilokasi rawan genangan
yang belum dibangun drainase
2 Mengupayakan adanya pembangunan kanal,
supaya aliran air dari drainase permukiman tertampung di kanal
3 Mengupayakan pembangunan drainase di
permukiman masyarakat yang berada ditepi pantai, sehingga bisa mengurangi volume genangan disaat air laut pasang
4 Meningkatkan sumber pendanaan pemerintah
Kabupaten terhadap anggaran belanja di sub sektor drainase
5 Mengupayakan peluang untuk mendapatkan dana
dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat
6 Mengupayakan percepatan penyusunan Perda
tentang bangunan gedung
7 Mengupayakan percepatan penyelesaian
penyusunan Masterplane drainase
8 Mengupayakan lembaga/organisasi masyarakat
untuk terlibat dalam pengelolaan drainase lingkungan
9 Mendayagunakan media internal (Radio RTBM dan
media masa lokal) dalam menginformasikan fungsi drainase
10 Mengadakan Kampanye / sosialisasi tentang drainase ke masyarakat
11 Meningkatkan jumlah tenaga teknis yang membidangi drainase
12 Meningkatkan peran aktif masyarakat di setiap Desa/Kel untuk membangun dan mengelola drainase lingkungan secara rutin
13 Mengupayakan sosialisasi ke masyarakat supaya bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan drainase
14 Mengupayakan peluang untuk mengikutsertakan pihak swasta dalam pengelolaan drainase lingkungan