• Tidak ada hasil yang ditemukan

An Nadaa JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT. Volume 3, Nomor 1, Juni 2016 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "An Nadaa JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT. Volume 3, Nomor 1, Juni 2016 ISSN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

An Nadaa

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT

Volume 3, Nomor 1, Juni 2016

ISSN 2442-4986

An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil

penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Terbit pertama kali tahun 2014 dengan

frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember

PEMBINA

Drs. Fahrurazi, M.Si., M.Kes (Dekan FKM UNISKA)

REDAKTUR PELAKSANA

Ketua

Meilya Farika Indah, SKM., M. Sc

Sekretaris

Kasman, SKM., M.Kes

Anggota

Nurul Indah Qoriaty, SKM., M.Kes

Achmad Fauzan, SKM., M.Kes

Asrinawaty, S.Kom., M.Kes

TIM PENYUNTING

Ketua

Norfai, SKM,. M.Kes

Anggota

Achmad Rizal, SKM,. M.Kes

Eddy Rahman, S.Kp.G,. M.Kes

M. FebrizaAquarista, SKM,. M.Kes

Penerbit

Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan 2 kali setahun (Juni

dan Desember). Surat menyurat menyangkut naskah, langganan dan sebagainya dapat dialamatkan ke:

Sekretariat

Redaksi Jurnal An-Nada

Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Kampus UNISKA – Banjarmasin Telp 085228641128/085226549077

E-mail:

[email protected]

(3)

An Nadaa

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT

Volume 3, Nomor 1, Juni 2016

ISSN

2442-4986

DAFTAR ISI

Hubungan Sikap dan Sanitasi Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar pada Pelajar SDN

Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah

Ridha Hayati, Edy Said Solihin

1 – 5

Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dan Minum-Minuman Keras dengan Kejadian Hipertensi

di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Tahun 2015

Zuhrupal Hadi

6 - 9

Analisis Pemanfaatan Puskesmas oleh Kepala Keluarga di Puskesmas Kelayan Dalam Kota

Banjarmasin Tahun 2015

Achmad Rizal

10 - 14

Analisis Hubungan Pengetahuan Pasien TB Paru Terhadap Keteraturan Minum Obat di

RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Tahun 2016

Agus Jalpi

15 - 19

Perbedaan Pengetahuan tentang Cara Menyikat Gigi dengan Metode Penyuluhan Demontrasi

dan Ceramah pada Murid Kelas VII di SMPN-SN 3 Kota Banjarmasin

Eddy Rahman

20 - 23

Sistem Pengelolaan Sampah di Puskesmas Halong Kecamatan Halong Kabupaten Balangan

Erwin Ernadi

24 – 28

Hubungan Karakteristik Pasien Berobat Gigi dengan Tingkat Kualitas Pelayanan di Poli Gigi

Puskesmas Kelayan Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan

M. Febriza Aquarista

29 – 34

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Ibu dengan Kejadian

Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Kota Banjarmasin Tahun 2015

(4)

1

An-Nadaa, Juni 2016, hal. 1-5

HUBUNGAN SIKAP DAN SANITASI LINGKUNGAN SEKOLAH

DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA PELAJAR SDN BERIWIT-1

KABUPATEN MURUNG RAYA KALIMANTAN TENGAH

RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDE AND SANITATION ENVIRONMENTAL SCHOOL STUDENTS WITH LEARNING CHIEVEMENT IN BERIWIT SDN-1

MURUNG RAYA CENTRAL Ridha Hayati, Edy Said Solihin. K

Fakultas Kesehatan Masyarakat UNISKA Banjarmasin

Email : [email protected]

Abstract

Beriwit SDN-1 Murung raya Central Kalimantan Province in the district Murung Kingdom still require more attention, especially in the school environment such as page sanitation, toilets, classrooms, a school cafeteria that is still far from the standard of cleanliness, as well as the completeness of books in the library. he aim of this study is to Know the relationship attitudes and environmental sanitation in schools and academic achievement of students at SDN Beriwit-1 Murung Raya Central Kalimantan 201. This research method is analytical survey. Population in this research is class IV and class V Sampling technique Total Population, the whole population is used as samples totaling 75 students. Research instrument was a questionnaire as a measuring tool and direct interview. Results of statistical analysis using Chi square tes. Statistic test using Chi Square test results obtained student attitudes have a significant association ( P value ≤ 0.05 ) and academic achievement in students Beriwit SDN - 1 Murung Raya , P = 0.001 and the statistical test Chi Square in getting P value is 0.001 which means < α 0.05, there is a correlation between environmental sanitation in schools with Learning Achievement Beriwit SDN – 1 Murung Raya. Especially related to education institutions Beriwit SDN - 1 Murung Raya to pay more attention and improve quality by : providing a janitor, pay attention to the cleanliness of lavatories/ restrooms, playground, classrooms, a school cafeteria and drains (drains).

Keywords: Attitudes, School of Environmental Sanitation , and Achievement student

Abstrak

SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah di kabupaten Murung Raya Masih memerlukan perhatian lebih terutama pada Sanitasi lingkungan sekolah seperti halaman, toilet, ruangan kelas, kantin sekolah yang masih jauh dari standar kebersihan, serta kelengkapan buku-buku diperpusatakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan sikap dan sanitasi lingkungan sekolah dengan prestasi belajar pada pelajar di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015. Metode penelitian ini bersifat survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV dan kelas V. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Population, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian yang berjumlah 75 Siswa. Instrument penelitian adalah kuesioner sebagai alat ukur dan wawancara secara langsung. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi square. Uji statistik menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil sikap pelajar memiliki hubungan yang bermakna (P value ≤ 0,05) dengan prestasi belajar pada siswa SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya, P = 0,001 dan Uji statistik dengan Chi Square di dapatkan nilai P yaitu 0,001 yang berarti < α 0,05, ada hubungan antara sanitasi lingkungan sekolah dengan Prestasi Belajar di SDN Beriwit-1Kabupaten Murung Raya. Saran untuk instansi pendidikan terkait khususnya SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas dengan : menyediakan petugas kebersihan, memperhatikan kebersihan wc/toilet, halaman sekolah, ruangan kelas, kantin sekolah dan saluran air (got).

(5)

2

Ridha Hayati : Hubungan Sikap dan Sanitasi Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar

PENDAHULUAN

Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat bisa diwujudkan asalkan dengan partisipasi seluruh warga sekolah serta dukungan dari jajaran internal sekolah. Penting untuk menciptakan ling-kungan yang sehat agar generasi penerus bangsa kita juga tetap sehat dan bisa membangun Indonesia dengan semangat kebersihan lingkungan yang kental. serta peningkatan daya serap murid dalam proses belajar mengajar. Lingkungan sekolah berpe-ngaruh terhadap produktifitas serta hasil dari sebuah kegiatan pembelajaran, Menurut hasil Penelitian tahun 80-an dan 90-an, membuktikan bahwa kondisi-kondisi internal tertentu sebuah lembaga pendidikan benar-benar mempengaruhi prestasi Akademik Siswa (Juju, 2013).

SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah di kabupaten Murung Raya Masih memerlukan perhatian lebih terutama pada Sanitasi lingkungan sekolah seperti halaman, toilet, ruangan kelas, kantin sekolah yang masih jauh dari standar kebersihan, serta kelengkapan buku- buku diperpusatakaan, Dibandingkan dengan SDN Beriwit-4 Kabupaten Murung Raya yang merupakan SDN unggulan di Kabupaten Murung Raya yang telah memiliki Sanitasi lingkungan sekolah yang bersih dan memenuhi standar kebersihan.

Adapun Keluhan dari guru dan siswa yang mengajar dan belajar di SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, bila hujan kemungkinan besar siswa tidak masuk untuk sekolah karena masih becek dan terdapat banyak genangan air di halaman sekolah, apabila cuaca panas siswa jadi kepanasan atau tidak bersemangat untuk belajar dikarenakan ruangan kelas yang masih kurang nyaman untuk belajar, Toilet yang kurang nyaman digunakan. Serta terdapat kantin yang masih diragukan kebersihannya, penyebab seperti ini lah yang menyebabkan terhambatnya proses belajar mengajar kata salah satu guru di SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Kepercayaan (trust) dan hubungan yang sehat (healthy

relationship) dalam lingkungan sekolah. misalnya,

berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa.

salah satu cara menilai kualitas seseorang anak adalah dengan melihat prestasi belajarnya disekolah. Prestasi yang dicapai menunjukan hasil dari proses belajar.

SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, telah berusaha membentuk sebuah lingkungan sekolah yang nyaman dan ditunjang dengan fasilitas belajar yang memadai, sehingga diharapkan proses kegiatan belajar mengajar dapat terbentuk. Lingkungan sekolah yang dibentuk dengan sedemikian rupa oleh pengurus sekolah tidak lain bertujuan hanya untuk memberikan hal yang terbaik kepada siswa.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilaku-kan peneliti secara langsung ke SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Masih ditemui beberapa lingkungan fisik sekolah yang perlu adanya perhatian yang lebih baik diantaranya : halaman sekolah yang masih terdapat genangan air dikala hujan, kantin sekolah yang masih jauh dari standar kesehatan, Toilet yang masih kurang nyaman untuk digunakan, pengendapan tempat sampah yang masih kurang, serta ke-lengkapan buku-buku diperpustakaan. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk mengambil judul “Hubungan Sikap Dan Sanitasi Lingkungan Sekolah Dengan Prestasi belajar pada pelajar disekolah Dasar (SDN) Beriwit – 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015.

BAHAN DAN METODE

Jenis penelitian ini menggunakan metode survey Analitik dengan rancangan penelitian yaitu

Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah

seluruh siswa dan siswi di SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015 kelas IV dan kelas V dengan total jumlah keseluruhan yaitu sebanyak 75 Siswa. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan wawancara untuk meng-identifikasi sikap dan sanitasi lingkungan sekolah dengan prestasi belajar pada pelajar di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sikap dan sanitasi

(6)

3

An-Nadaa, Juni 2016, hal. 1-5

lingkungan, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Analisis data dalam penelitian ini mengguna-kan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kabupaten Murung Raya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Puruk Cahu. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Barito Utara pada tahun 2002 dengan luas wilayah 23.700 km2 dan

penduduk sebanyak 97.029 jiwa. Semboyan kabupaten ini adalah “Tira Tangka Balang” yang bisa diartikan dengan “Maju Terus Pantang Mundur”. Analisis Univariat

Berikut ini adalah hasil analisis univariat penelitian di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015.

Tabel 1. Tabulasi Analisis univariat penelitian di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah. Karakteristik Jumlah n % Sikap Pelajar Positif Negatif

Sanitasi Lingkungan Sekolah Baik Cukup Kurang Prestasi Belajar Baik Kurang baik 50 25 5 21 49 42 33 66,7 33,3 6,7 28,0 65,3 56 44 Jumlah 75 100

Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar sikap responden adalah positif yaitu sebesar 50 (66,7%), begitu juga dengan sanitasi Lingkungan Sekolah sebagian besar adalah kurang yaitu sebesar 49 (65,3%). Sebagian besar responden memiliki prestasi belajar yang baik yaitu 42 (56%). Analisis Bivariat

Analisis bivariat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel

independen dengan variabel dependen yang dapat dilihat pada tabel 2 dan tabel 3.

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat dari 25 orang pelajar memiliki sikap negatif. sebanyak 18 orang pelajar (54,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik dan 7 orang pelajar (16,7%) yang memiliki pres-tasi belajar baik, pelajar yang memiliki sikap positif yaitu sebanyak 50 orang pelajar (66,7%) dan 15 orang pelajar (45,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik, sedangkan 35 orang pelajar (83,3%) yang memiliki prestasi belajar baik. Ber-dasarkan uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh hasil sikap pelajar memiliki hubungan yang bermakna (P value ≤ 0,05) dengan prestasi belajar pada siswa SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya, P = 0,001. Dengan demikian sikap pelajar memiliki hubungan dengan prestasi belajar pada pelajar SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya.

Berdasarkan tabel 3 dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pelajar lebih banyak terdapat pada kategori baik, yaitu 42 orang pelajar (56%) dari hasil prestasi belajar yang baik tersebut didapatkan pula 33 orang pelajar (44%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik. Pelajar yang memilki tanggapan tentang sanitasi lingkungan sekolah dengan kategori kurang yaitu 49 orang pelajar (100%). Dari hasil uji statistik dengan Chi Square di dapatkan nilai P yaitu 0,001 yang berarti nilai P = 0,001 < α 0,05, dengan demikian maka HO = ditolak dan Ha = diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu sanitasi lingkungan sekolah dengan variabel terikat yaitu Prestasi Belajar di sekolah SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap pelajar berdampak terhadap prestasi belajar. Berdasarkan tabel 2 dari 25 orang pelajar memiliki sikap negatif. sebanyak 18 orang pelajar (54,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik dan 7 orang pelajar (16,7%) yang memiliki prestasi belajar baik, pelajar yang memiliki sikap positif yaitu sebanyak 50 orang pelajar (66,7%) dan 15 orang pelajar (45,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik, sedangkan 35 orang pelajar (83,3%) yang memiliki prestasi belajar baik.

(7)

4

Ridha Hayati : Hubungan Sikap dan Sanitasi Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar

Tabel 2. Analisis Bivariat Hubungan Sikap dengan Prestasi Belajar pada Pelajar SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Tahun 2015

Sikap Pelajar

Prestasi Belajar

Jumlah

P. Value

Kurang Baik Baik

n % n % n %

Negatif 18 54,5 7 16,7 25 33,3 0,001

Positif 15 45,5 35 83,3 50 66,7

Jumlah 33 100 42 100 75 100

Tabel 3. Analisis Bivariat hubungan Sanitasi Lingkungan Sekolah dengan prestasi belajar pada pelajar SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya tahun 2015

Sanitasi Lingkungan Sekolah

Prestasi Belajar

Jumlah

P. Value

Baik Kurang Baik

n % n % n % Baik 5 100 0 0 5 100 0,001 Cukup 7 80,9 4 12,1 21 100 Kurang 20 40,8 9 9,04 49 100 Jumlah 42 33 33 100 75 100

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya selama Bulan Juni 2015, didapatkan data bahwa sikap pelajar berdampak terhadap prestasi belajar. Berdasarkan tabel 2 dari 25 orang pelajar memiliki sikap negatif. sebanyak 18 orang pelajar (54,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik dan 7 orang pelajar (16,7%) yang memiliki prestasi belajar baik, pelajar yang memiliki sikap positif yaitu sebanyak 50 orang pelajar (66,7%) dan 15 orang pelajar (45,5%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik, sedangkan 35 orang pelajar (83,3%) yang memiliki prestasi belajar baik.

Berdasarkan uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh hasil sikap pelajar memiliki hubungan yang bermakna (P value ≤ 0,05) dengan prestasi belajar pada siswa SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya, P = 0,001. Dengan demikian sikap pelajar memiliki hubungan dengan prestasi belajar pada pelajar SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya.

Hasil observasi menyatakan bahwa 25 orang pelajar yang negatif terhadap sikap, masih ada 7 orang pelajar yang berprestasi baik karena baiknya pengawasan orang tua di rumah. Sedangkan dari 50 pelajar yang yang memiliki sikap positif, tetapi masih

ada yang berprestasi kurang baik karena tidak adanya peran keluarga yang begitu ketat agar si anak belajar. Menurut teori slameto (2003) mengatakan bahwa faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang berjudul hubungan antara motivasi belajar dan sikap siswa dan gaya belajar dengan prestasi belajar yang dilakukan oleh Yusuf Hasan Baharudin (2013) di sekolah SMAN 1 Pejagoan Kebumen Kota Yogyakarta Jawa Tengah. Yang mengatakan bahwa ada hubungan antara sikap siswa dengan prestasi belajar.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya selama Bulan Juni 2015, didapatkan data bahwa sanitasi lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas prestasi belajar. Berdasarkan tabel 3 dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pelajar lebih banyak terdapat pada kategori baik, yaitu 42 orang pelajar (56%) dari hasil prestasi belajar yang baik tersebut didapatkan pula 33 orang pelajar (44%) yang memiliki prestasi belajar kurang baik.

(8)

5

An-Nadaa, Juni 2016, hal. 1-5

Pelajar yang memiliki tanggapan tentang sanitasi lingkungan sekolah dengan kategori kurang yaitu 49 orang pelajar (100%). Dari hasil uji statistik dengan Chi Square di dapatkan nilai P yaitu 0,001 yang berarti nilai P = 0,001 < α 0,05, dengan demikian maka HO = ditolak dan Ha = diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu sanitasi lingkungan sekolah dengan variabel terikat yaitu Prestasi Belajar di sekolah SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya.

Menurut teori Tio Alexander (2010) yang mengungkapkan ada hubungan antara lingkungan sekolah yang nyaman dengan prestasi anak disekolah. Dalam proses belajar mengajar diperlukan ruang dan lingkungan pendukung untuk membantu anak dan guru agar dapat berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar. Belajar memerlukan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, jika anak belajar dalam kondisi kelas yang bersih, udara yang bersih, dan sedikit polusi suara, niscaya tingkat prestasi anak juga akan naik. Salah satu pesan kesehatan dalam rangka pembinaan hidup sehat bagi anak usia dini adalah menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia dan mengupayakan kebersihan diruangan kelas dan sekitar halaman sekolah. Dalam hal ini setiap pengajar khususnya Guru SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya harus menyadari perlunya mengajar dan mengorganisasikan tentang sikap anak dan sanitasi lingkungan belajar anak dengan tujuan agar anak selalu tertarik dan bersemangat untuk mau belajar lebih giat dan berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (2013) yang dilakukan oleh Elsy Ernawati mengatakan bahwa ada hubungan tentang persepsi sanitasi lingkungan sekolah dengan prestasi belajar pada pelajar di sekolah dasar negeri (SDN) Alalak Selatan 2 Kota Banjarmasin. Ada hubungan bahwa kondisi Sanitasi lingkungan sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan sikap pelajar di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015 adalah dengan sikap positif, sedangkan sanitasi lingkungan sekolah di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015 dengan kategori kurang. Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara sikap pelajar dan sanitasi lingkungan sekolah dengan prestasi pelajar di SDN Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah Tahun 2015. Disarankan untuk instansi pendidikan terkait khususnya SDN Beriwit-1 Kabupaten Murung Raya untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas dengan : menyediakan petugas kebersihan, memperhatikan kebersihan wc/toilet, halaman sekolah, ruangan kelas, kantin sekolah dan saluran air (got).

DAFTAR PUSTAKA

Elsy, Ernawati. 2013. Skripsi. Hubungan Persepsi

Tentang Sanitasi Lingkungan Sekolah Dengan Prestasi Belajar Pada Pelajar Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alalak Selatan 2 Kota Banjarmasin 201. Universitas Islam Kalimantan Muhammad

Asyad Al-Banjary Fakultas Kesehatan Masyarakat Banjarmasin 2013.

Juju, 2013. Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Sehat. 20 http:// bangjuju.com/menciptakan-lingkungan-sekolah-yang-sehat/. (diakses tanggal 20 mei 2015).

Slameto. 2003, Belajar dan Faktor-faktor yang

Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Tio, Alexander 2010. Lingkungan sekolah yang nyaman

memacu siswa untuk

berprestasi.http://un2kmu.wordpress.com/201

0/03/11/lingkungan-sekolah- yang-nyaman-memacu-siswa-untuk-berprestasi/(diakses tanggal 28 juli 2015).

Yusuf Hasan Baharudin. 2013. Skripsi. Hubungan Antara Motivasi Belajar, Sikap Siswa Dan Gaya Belajar Dengan Prestasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI SMAN 1 Pejagoan Kebumen.Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2013.

Gambar

Tabel 1. Tabulasi Analisis univariat penelitian di SDN  Beriwit  1  Kabupaten  Murung  Raya  Kalimantan Tengah
Tabel  3.  Analisis  Bivariat  hubungan  Sanitasi  Lingkungan  Sekolah  dengan  prestasi  belajar  pada  pelajar  SDN  Beriwit 1 Kabupaten Murung Raya tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Tiap piringan terdapat lubang kecil ditengah untuk jalannya umpan, sedangkan piringan mangkok membentuk celah sebagai jalan keluar untuk masing-masing cairan yang mengandung berat

in expected value due to the merger, bidders of all types do have an incentive to merge. Moreover, the free riding issue is absent in the two-aspect model; the merging bidders

Pada gambar 4.4 dan 4.5 diatas dapat dilihat jika posisi roll centre dari tanah (ground) suspensi double whisbone yang dianalisa memiliki kecenderungan tren

Selain itu, pertimbangan hukumnya adalah Pasal 10 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang mengatakan Presiden dapat mengangkat wakil

Pada bab ini disajikan konsep copula semiparametrik, hasil dari generalisasi copula FGM, perluasan bentuk dan interval nilai rho Spearman, perluasan bentuk tau Kendall, dan

020 &lt; 0.05 terhadap Keputusan Pembelian Pada Era Covid 19 dan dari hasil uji F diperoleh hasil untuk Nilai F hitung sebesar 30.91 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000

Untuk memproduksi coran komponen otomotif (1) terlebih dahulu dipilih bahan yang tidak tercampur dengan bahan-bahan lain; (2) menggunakan dapur krusibel yang terbuat

Hasil yang diperoleh yaitu mekanisme rantai pasokan produk dan komoditas kedelai Edamame yang dilakukan oleh PT Saung Mirwan, analisis nilai tambah yang dihasilkan oleh setiap