• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT KH HASYIM ASY’ARI DALAM KITAB ADAB AL ALIM WA AL MUTA’ALIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT KH HASYIM ASY’ARI DALAM KITAB ADAB AL ALIM WA AL MUTA’ALIM"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Ichsan Nawawi Sahal
  • Pengajar:
    • Dr. Syamsuri Ali, M. Ag.
    • Drs. Septuri, M. Ag.
  • Sekolah: Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
  • Topik: Konsep Pendidikan Akhlak Menurut KH Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta’alim
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 1438 H/2017 M
  • Kota: Bandar Lampung

I. PENDAHULUAN

Pendidikan akhlak merupakan inti dari pendidikan Islam. KH Hasyim Asy'ari menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak. Dalam konteks ini, pendidikan akhlak adalah proses yang bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki moral yang baik, yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, tujuan pendidikan akhlak adalah untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep pendidikan akhlak dalam kitab Adab al-Alim wa al-Muta'alim, serta relevansinya dengan tujuan pendidikan di era modern.

II. BIOGRAFI

KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Beliau lahir pada 14 Februari 1871 dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di pesantren. Melalui pengalaman belajar di berbagai pesantren dan di Mekkah, beliau mengembangkan pemikiran yang mendalam tentang pendidikan akhlak. Karya-karyanya, terutama kitab Adab al-Alim wa al-Muta'alim, menjadi rujukan penting dalam pendidikan akhlak. Biografi beliau menunjukkan bagaimana perjalanan hidupnya membentuk pandangannya tentang pendidikan dan akhlak, yang relevan hingga saat ini.

III. DESKRIPSI PEMIKIRAN KH HASYIM ASY’ARI TENTANG KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK

Pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang pendidikan akhlak mencakup berbagai nilai yang harus dipegang oleh murid dan guru. Dalam kitabnya, beliau menekankan pentingnya akhlak yang baik sebagai syarat untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat. Konsep akhlak menurut beliau dibagi menjadi dua, yaitu akhlak kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia. Pengajaran akhlak yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan hadis merupakan pendekatan yang relevan untuk membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan.

3.1. Ikhlas

Ikhlas merupakan nilai dasar dalam pendidikan akhlak. KH Hasyim Asy'ari menekankan bahwa setiap tindakan dalam belajar mengajar harus diniatkan untuk Allah. Dengan niat yang ikhlas, proses belajar akan lebih bermakna dan menghasilkan akhlak yang baik. Ikhlas juga menjadi pendorong bagi individu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tanpa mengharapkan imbalan duniawi.

3.2. Berprilaku Qana’ah

Berprilaku qana’ah atau merasa cukup adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap pelajar. KH Hasyim Asy'ari mengajarkan bahwa siswa harus bersyukur atas ilmu yang diperoleh dan tidak serakah terhadap pengetahuan. Sikap ini akan membawa kedamaian dan menghindarkan individu dari sifat iri dan dengki, yang dapat merusak hubungan sosial.

IV. ANALISIS PEMIKIRAN KH HASYIM ASY’ARI TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB ADAB AL-ALIM WA AL-MUTA’ALIM

Dalam kitab Adab al-Alim wa al-Muta'alim, KH Hasyim Asy'ari menguraikan definisi pendidikan akhlak dan pentingnya akhlak dalam proses pembelajaran. Pendidikan akhlak tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik yang harus diterapkan oleh murid dan guru. Beliau menekankan bahwa akhlak yang baik akan mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus diajarkan secara sistematis dan terencana.

4.1. Pengertian Pendidikan

Pendidikan dalam konteks KH Hasyim Asy'ari adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi individu secara menyeluruh. Ia mencakup aspek spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan harus diarahkan untuk membentuk karakter yang baik, sehingga siswa tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

4.2. Pengertian Akhlak

Akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam. KH Hasyim Asy'ari menekankan bahwa akhlak yang baik adalah hasil dari pendidikan yang baik. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan Islam, agar generasi mendatang dapat menjadi pribadi yang berakhlak tinggi.

V. PENUTUP

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan akhlak menurut KH Hasyim Asy'ari sangat relevan dengan tujuan pendidikan saat ini. Pendidikan akhlak tidak hanya penting untuk pengembangan individu, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai akhlak dalam pendidikan harus menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

5.1. Saran-saran

Pendidikan akhlak perlu diintegrasikan secara lebih mendalam dalam kurikulum pendidikan formal. Sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan harus mengembangkan program-program yang mendukung pembelajaran akhlak, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan akhlak. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa.

5.2. Penutup

Dengan demikian, pendidikan akhlak yang diajarkan oleh KH Hasyim Asy'ari dalam kitab Adab al-Alim wa al-Muta'alim dapat menjadi pedoman bagi pendidik dan masyarakat dalam membangun generasi yang berakhlak mulia. Upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Filsafat Pendidikan Islam, Paradigma Baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integritif- Interkonektif ( Abd. Rachman Assegaf )
  • Mendidik dan Mengajar AlA Rasulullah Shalallallahu „alaihi wa sallam ( Abdul Fattah, Abu Ghuddah )
  • Risalah Al- Mu‟awanah wa Al - Muwazhaha rah wa Al-Muwa zarah Li Ar-Rhaghibin min Al- Mu‟minin: Fi Suluk Thariq Al-Akhirah ( Abdullah bin Alawy Al-Hadad Al-Husaini )
  • Intelektual Pesantren: Perhelatan Agama dan Tradisi ( Abdurrahman Mas‟ud )
  • Pemikiran Al- Ghazali tentang Pendidikan ( Abidin Ibnu Rusn )

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, dengan menjadi guru yang berkompeten tersebut, tujuan pendidikan akan tercapai sehingga bermunculan generasi penerus bangsa yang mempunyai

Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim ini, secara keseluruhan terdiri atas delapan bab yang masing-masing membahas tentang: 1 keutamaam ilmu dan ilmuwan serta pembelajaran; 2

Hasyim Asy’ari tentang kode etik guru memiliki relevansi yang cukup kuat dengan konteks pendidikan masa sekarang, khususnya jika dikaitkan dengan profil guru ideal

Kitab Adabul’Alim wal Muta’alim merupakan salah satu karya terpopuler KH. Hasyim Asy’ari dalam bidang pendidikan, kitab ini adalah kitab yang mengupas masalah etika

Zakiah Daradjat dan Ibn Miskawaih, mereka mengartikan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan

1) Fisik: buku, perlatan menulis, alat peraga dan alat-alat pendidikan lainnya.. Sistem evaluasi yang melibatkan beberapa pihak yakni: Asessor, sistem, dan

Oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus ada usaha yang tepat dalam memaknai dan merespon semua pola pendidikan, sebab pemahaman terhadap sebuah pola pendidikan

Yang menjadi titik perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian penulis menitikberatkan pada apa yang dimaksud dengan guru, bagaimana syarat-syaratnya serta