18 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang biasa digunakan untuk mengkaji kondisi alamiah (natural setting). Penelitian ini sangat berguna dan bermanfaat untuk mendapatkan informasi atau menggambarkan peristiwa yang terjadi di lapangan, yang berhubungan dengan pembelajaran di SDN Sukono 2 Dampit, Malang. Jawa Timur.
Jenis penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian deskriptif, yang berarti menggambarkan data berbentuk uraian kalimat mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN Sukodono 2 Dampit.
B. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti berperan sebagai obsever untuk mengumpulkan data.
Kehadiran peneliti melakukan observasi kepada subjek penelitian, wawancara, dan mengumpulkan data berupa dokumentasi dari kegiatan yang mendukung secara langsung. Peneliti disini berperan sebagai pengamat murni tanpa ikut serta dalam kegiatan namun hanya mengamati kegiatan dari awal hingga akhir secara seksama untuk dapat medeskripsikan data yang diperlukan.
19 C. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SDN Sukodono 2 Dampit, Malang, Jawa Timur. Pelaksanaan penelitian ini pada tahun ajaran 2021/2022. Alasan pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan bahwa di SDN Sukodono 2 merupakan salah satu Sekolah Dasar yang telah melaksanakan peralihan pembelajaran daring ke PTMT selama pandemi Covid-19 .
D. Sumber Data
Sumber data merupakan semua hal informasi yang diperoleh peneliti mengenai data. Terdapat 2 sumber data dalam penelitian mengenai analisis minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN Sukodono 2 Dampit, Malang, Jawa Timur yaitu :
1. Data Primer
Data primer mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT, kendala yang dialami guru, dan upaya guru untuk mengatasi kendala tersebut.
Data diperoleh melalui narasumber yaitu siswa kelas 3, guru kelas 3 melalui proses wawancara.
2. Data Sukunder
Data sukunder berupa arsip dan dokumentasi guna untuk memperkuat data primer agar data yang diperoleh valid.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik obervasi, wawancara dan dokumentasi.
20
Tabel 3.1 Instrumen Penelitian
No Fokus
Penelitian
Indikator Instrumen Teknik Subjek 1. Analisis Minat
Belajar Siswa Pada
Implementasi PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit
a. Pelaksanaan PTMT
b. Perasaan senang siswa ketika implementasi PTMT
c. Perhatian siswa ketika implementasi PTMT
d. Partisipasi siswa ketika implementasi PTMT
e. Ketertarikan siswa ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi Pedoman Wawancara Angket Siswa
Pedoman Dokumentasi
Observasi Wawancara Dokumentasi
Angket
Guru Siswa
2. Kendala yang dialami guru ketika
implementasi PTMT
a. Melaksanakan PTMT b. Sarana dan prasana ketika
implementasi PTMT
c. Kendala proses pembelajaran ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi Pedoman Wawancara
Pedoman Dokumentasi
Observasi Wawancara Dokumentasi
Guru
3. Upaya guru dalam
menghadapi kendala ketika PTMT
a. Sikap guru dalam menanggapi kenadala ketika implementasi PTMT
b. Cara guru menghadapi kendala ketika implementasi PTMT c. Kesulitan guru menghadapi
kendala ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi Pedoman Wawancara
Pedoman Dokumentasi
Observasi Wawancara Dokumentasi
Guru
1. Pedoman Observasi
Peneliti menggunakan teknik observasi dengan mengatami secara langsung digunakan untuk memperoleh data mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di SDN 2 Sukodono Dampit.
Tabel 3.2 Tabel Kisi-Kisi Obervasi
No Fokus Penelitian Indikator Instrumen Teknik Subjek 1. Analisis Minat
Belajar Siswa Pada
Implementasi PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit
a. Pelaksanaan PTMT
b. Perasaan senang siswa ketika implementasi PTMT
c. Perhatian siswa ketika implementasi PTMT
d. Partisipasi siswa ketika implementasi PTMT
e. Ketertarikan siswa ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi
Observasi
Guru Siswa
2. Kendala yang dialami guru ketika
implementasi PTMT
a. Melaksanakan PTMT
b. Sarana dan prasana ketika implementasi PTMT
c. Kendala proses pembelajaran ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi
Observasi Guru
3. Upaya guru dalam
menghadapi kendala ketika PTMT
a. Sikap guru dalam menanggapi kenadala ketika implementasi PTMT b. Cara guru menghadapi kendala
ketika implementasi PTMT
c. Kesulitan guru menghadapi kendala ketika implementasi PTMT
Pedoman Obsevasi
Observasi Guru
21 2. Pedoman Wawancara
Peneliti menggunakan teknik wawancara untuk mewawancarai subjek penelitian (guru) secara langsung mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT, kendala yang dialami guru ketika implementasi PTMT dan upaya guru dalam menghadapi kendala ketika implementasi PTMT.
Tabel 3.3 Tabel Kisi-Kisi Wawancara
No Fokus
Penelitian
Indikator Instrumen Teknik Subjek 1. Analisis Minat
Belajar Siswa Pada
Implementasi PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit
a. Pelaksanaan PTMT
b. Perasaan senang siswa ketika implementasi PTMT
c. Perhatian siswa ketika implementasi PTMT
d. Partisipasi siswa ketika implementasi PTMT
e. Ketertarikan siswa ketika implementasi PTMT
Pedoman Wawancara
Wawancara Guru Siswa
2. Kendala yang dialami guru ketika
implementasi PTMT
a. Melaksanakan PTMT
b. Sarana dan prasana ketika implementasi PTMT
c. Kendala proses pembelajaran ketika implementasi PTMT
Pedoman Wawancara
Wawancara Guru
3. Upaya guru dalam
menghadapi kendala ketika PTMT
a. Sikap guru dalam menanggapi kenadala ketika implementasi PTMT
b. Cara guru menghadapi kendala ketika implementasi PTMT c. Kesulitan guru menghadapi
kendala ketika implementasi PTMT
Pedoman Wawancara
Wawancara Guru
3. Angket Siswa
Peneliti menggunakan angket siswa untuk mempermudah menggali informasi mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT.
Tabel 3.4 Tabel Angket Siswa
No Fokus Penelitian Indikator Instrumen Teknik Subjek 1. Analisis Minat
Belajar Siswa Pada Implementasi PTMT
di SDN 2
Sukodono Dampit
a. Perasaan senang siswa pada implementasi PTMT b. Perhatian siswa pada
implementasi PTMT c. Partisipasi siswa pada
implementasi PTMT d. Ketertarikan siswa pada
implementasi PTMT
Pedoman Angket
Siswa
Angket Siswa
Siswa
22 4. Pedoman Dokumentasi
Peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk memperkuat informasi yang didapat mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT. Dokumentasi berupa pengumpulan foto, video maupun rekaman.
Tabel 3.5 Tabel Kisi-Kisi Dokumentasi No
Fokus Penelitian
Indikator Instrumen Teknik Subjek 1. Analisis
Minat Belajar Siswa Pada Implementas i PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit
a. Pelaksanaan PTMT
b. Perasaan senang siswa ketika implementasi PTMT
c. Perhatian siswa ketika implementasi PTMT
d. Partisipasi siswa ketika implementasi PTMT
e. Ketertarikan siswa ketika implementasi PTMT
Pedoman Dokument
asi
Dokument asi
Guru Siswa
2. Kendala yang dialami guru ketika implementas i PTMT
a. Melaksanakan PTMT
b. Sarana dan prasana ketika implementasi PTMT
c. Kendala proses pembelajaran ketika implementasi PTMT
Pedoman Dokument
asi
Dokument asi
Guru
3. Upaya guru dalam menghadapi kendala ketika PTMT
a. Sikap guru dalam menanggapi kenadala ketika implementasi PTMT
b. Cara guru menghadapi kendala ketika implementasi PTMT
c. Kesulitan guru menghadapi kendala ketika implementasi PTMT
Pedoman Dokument
asi
Dokument asi
Guru
F. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian analisis minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN 2 Sukodono Dampit. Langkah-langkah prosedur penelitian ini yaitu : 1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini melakukan persiapan agar penelitian dapat berjalan dengan lancar, tahapannya yaitu :
a. Menyusun rencana penelitian b. Studi proposal
23 c. Menyusun proposal
d. Menentukan lokasi penelitian e. Menentukan jadwal penelitian f. Membuat instrumen penelitian 2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti melakukan pengumpulan data mengenai analilis minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN 2 Sukodono Dampit. Pengumpulan data tahapannya yaitu :
a. Melakukan wawancara guru kelas 3 SDN 2 Sukodono Dampit mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT.
b. Melakukan obervasi selama PTMT berlangsung dari awal hingga akhir pada siswa kelas 3 SDN 2 Sukodono 2 Dampit
c. Melakukan dokumentassi kegiatan wawancara dan pengambilan data mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN 2 Sukodono 2 Dampit.
d. Membagikan angket pada siswa kelas 3 mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit.
3. Tahap Analisis
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data mengenai data yang sudah didapat dari kegitan wawancara, obervasi, dan dokumentasi mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT kelas 3 SDN 2 Sukodono 2 Dampit.
4. Tahap Verifikasi
Pada tahap ini peneliti melakukan verifikasi data mengenai data yang sudah didapat dari kegitan wawancara, obervasi, dan dokumentasi mengenai
24
minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN 2 Sukodono 2 Dampit.
5. Tahap Penulisan Laporan
Pada tahap ini peneliti melakukan penyusunan laporan mengenai data yang sudah didapat dari kegitan wawancara, obervasi, dan dokumentasi mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 SDN 2 Sukodono 2 Dampit.
G. Analisis Data
Analisis data adalah proses menyusun, mengkategorikan data, mencari pola atau tema, dengan maksud untuk mengetahui maknanya. Menyusun data berarti menggolongkan menjadi sebuah tema, pola atau kategori sesuai dengan yang di maksud. (Octaviani & Sutriani, 2019)
Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah model Miles and Huberman, yang berarti aktivitas dalam analisis data kualitatif secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. (Rijali, 2019) Adapun proses analisis data kualitatif antara lain :
1. Pengumpulan Data
Pada tahap ini catatan kegiatan di lapangan sangat diperlukan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data kualitatif. Bentuk catatan berupa;
catatan fakta diperoleh dari hasil wawancara dan obervasi, catatan teori diperoleh dari hasil analisis peneliti mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT di SDN Sukodono 2 Dampit (catatan tertulis, rekaman video/audio tapes, pengambilan foto, atau film).
25 2. Reduksi Data
Pada tahap ini dilakukan pemilihan tentang relevan atau tidaknya antara data dengan tujuan penelitian. Informasi dari lapangan sebagai bahan menta diringkas, atau dirangkum dan disusun secara sistematis. Reduksi data dapat mempermudah peneliti mengetahui mana data pokok yang harus dicari atau data yang tidak penting yang harus dibuang. Data pokok diperoleh mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT, kendala yang dialami guru dan upaya guru dalam menghadapi masalah tersebut.
3. Display Data
Display data digunakan untuk melihat gambaran tertentu dari sebuah tujuan.
Dalam tahap ini peneliti berusaha mengklasifikasikan dan menyajikan data sesuai dengan pokok permsalahan. Bentuk data berupa uraian singkat maupun bagan untuk mempermudah mengetahui dan memahami keadaan apa yang sedang tejadi.
4. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan dan perbedaan. Peneliti menarik kesimpulan mengenai penelitian yang telah dilakukan dan memverifikasinya sesuai dengan data yang didapat. Penarikan kesimpulan mengenai minat belajar siswa pada implementasi PTMT sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang telah dibuat oleh peneliti.
H. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menghindari kesalahan atau kekeliriuan data yang telah terkumpul, perlu dilakukan pengecekkan keabsahan data. Pengecekkan keabsahan data
26
merupakan standar kebenaran suatu data hasil penelitian yang lebih menekankan pada data/informasi dari pada sikap dan jumlah orang. (Octaviani & Sutriani, 2019) Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi untuk menguji kreadibilitas data.
Tiangulasi artinya mengulang atau klarifikasi dengan aneka sumber. Usaha mengecek kebenaran data atau informasi dari berbagai sudut pandang yang berbeda.Berikut merupakan penjelasan dari teknik trigulasi yang digunakan peneliti : 1. Triangulasi Sumber
Triangulasi Sumber yaitu mebandingkan informasi yang diperoleh.
Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
dengan sumber yang berbeda. Data diperoleh dari siswa, guru,dan kepala sekolah.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik dilakukan oleh peneliti dengan cara pengumpulan data yang berbeda melalui sumber yang sama. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket siswa dan dokumentasi untuk memperoleh data.
Untuk teknik angket tentang minat belajar siswa pada implementasi PTMT di kelas 3 ketika sudah terkumpul, peneliti menganalisis data menggunakan bentuk skoring. (Yeti, 2011) Penetuan tingkat minat belajar siswa didapat degan rumus sebagai berikut :
P = F x 100% N
27 Keterangan:
P : Angka Persentase
F : Frekuensi (jumlah jawaban responden) N : Number of Case (banyaknya individu) Keterangan Ketegori Presentase :
0% - 20% = Sangat Lemah 21% - 40 % = Lemah
41% - 60% = Cukup 61% - 80% = Kuat
81% - 100% = Sangat Kuat 3. Triangulasi Waktu
Triangulasi waktu digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan perubahan suatu peroses dan perilaku manusia, karena perilaku manusia mengalami perubahan dari waktu ke waktu Untuk mendapatkan data yang sahih melalui observasi peneliti perlu mengadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja.