• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)PENGARUH LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS IV SDN MONCOBALANG 2 KECAMATAN BAROMBONG KABUPATEN GOWA. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Oleh: INDA SARI 10540 8823 13. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2017.

(2)

(3)

(4) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN. SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama. : Inda Sari. Nim. : 105408823 13. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Judul Skripsi. : Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun. Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.. Makassar, Juli 2017 Yang Membuat Pernyataan. INDA SARI NIM: 10540 8823 13. iv.

(5) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN. SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama. : Inda Sari. Nim. : 105408823 13. Jurusan. : Pendididkan Guru Sekolah Dasar. Judul Skripsi. : Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut: 1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini. Saya menyusun sendiri dan tidak dibuatkan oleh siapapun. 2. Dalam penyusunan skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Fakultas. 3. Saya tidak melakukan penciplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi saya. 4. Apabila saya melanggar perjanjian saya pada poin 1, 2, dan 3 maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku. Demikian perjanjian ini saya buat, dengan penuh kesadaran.. Makassar, Juli 2017 Yang Membuat perjanjian. INDA SARI NIM: 10540 8823 13. v.

(6) MOTO DAN PERSEMBAHAN. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah Hati menjadi tentram (Q.S. ar-Ra’d 13: 28) Dimana ada kemauan, disitu ada jalan Dimana ada jalan, disitu ada rintangan Dimana ada rintangan, disitu ada usaha Dan dimana ada usaha, Insya Allah disitu ada hasil. Lakukanlah sesuatu dengan niat yang tulus dan berikhtiar Niscaya Allah Swt yang Maha menentukan Satukan hati dan kata dalam langkah perjuangan Hasil yang indah bukanlah tujuan utama Melainkan sebuah perjuangan yang bermakna. Berusaha dan doa merupakan kunci kesuksesan. Kupersembahkan karya ini buat: Kedua orang tuaku, saudaraku, dan sahabatku, atas keikhlasan dan doanya dalam mendukung penulis mewujudkan harapan menjadi kenyataan.. vi.

(7) ABSTRAK. INDA SARI. 2017. Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I H. Andi Baso dan Pembimbing II Hj. Rahmiyah B. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Postest Design (Satu Kelompok Pretes-Postest) yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen. Prosedur pelaksanaan penelitian meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahapan analisis data. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa sebanyak 22 orang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach Terhadap Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui Hasil belajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa yang dapat dilihat dari empat aspek yakni hasil belajar PKn, aktivitas siswa, respon siswa, keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Hal tersebut terlihat dari perbandingan antara nilai pre test dan post test. Nilai rata- rata pre test yang diperoleh sebesar 55,68 nilai rata-rata tersebut berada pada interval 55-64 yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan nilai rata-rata post test yang diperoleh yaitu sebesar 84,59 yang berada pada interval 65-84 yang berarti berada pada kategori tinggi. Selain itu juga digunakan perhitungan uji t-tes. Hasil penelitian diperoleh, tHitung= 11,74 dan tTabel= 3,819. Maka tHitung ≥ tTabel atau 11,74 ≥ 3,819. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa meningkat. Kata Kunci : Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach, Hasil Belajar PKn. vii.

(8) KATA PENGANTAR. ‫ﺑﯿﺴـــــــــــــﻤﯿﻼھﯿﺮراھﻤﺎﻧﯿﺮاھﯿﻢ‬ “Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Allah yang paling agung untuk membuka jalan bagi setiap maksud kita, Allah yang paling suci untuk menjadi energi bagi petunjuk hidup dan kesuksesan kita. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan bimbingan dari-Nya sehingga skripsi dengan judul “Pengaruh Lembar Kerjas Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa” ini dapat dapat diselesaikan. Setiap orang dalam berkarya selalu mengharapkan kesempurnaan, termasuk dalam tulisan ini. Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, tetapi penulis telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk membuat tulisan ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar. Beragam kendala dan hambatan yang dilalui oleh penulis dalam penyusunan skripsi ini, namun berkat usaha yang optimal dan dukungan berbagai pihak hingga akhirnya penulis dapat melewati rintangan tersebut.. viii.

(9) Penulis haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua, yang telah berdoa, berjuang, rela berkorban tanpa pamrih dalam mengasuh, membesarkan, mendidik, dan membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu. Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Drs. H. Andi Baso, M.Pd.I., Pembimbing I dan Dra. Hj. Rahmiyah B, M.Si. Pembimbing II, yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan serta motivasi sejak awal penyusunan proposal hingga selesainya skripsi ini. Penulis juga hanturkan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib, S.Pd.,M.Pd.,Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulfasyah, MA., Ph.D., Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Irmawanti, S.Si.,M.Si., Penasehat Akademik yang senantiasa memberikan masukan dan bimbingan selama proses perkuliahan, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Dosen Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah ikhlas mentransfer ilmunya kepada penulis, serta seluruh staf Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan bantuan dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan studi. Ucapan terima kasih juga kepada Hj. St. Sumarti, S.Pd Kepala sekolah SDN Moncobalang 2, Hj. Salawati, S.Pd Guru kelas IV SDN Moncobalang 2, dan Bapak/Ibu Guru serta seluruh staf SDN Moncobalang 2 atas segala bimbingan, kerjasama, dan bantuannya selama penulis mengadakan penelitian. Tidak lupa. ix.

(10) pula penulis mengucapkan terima kasih kepada Siswa SDN Moncobalang 2 atas kerjasama, motivasi serta semangatnya dalam mengikuti proses pembelajaran. Kepada rekan seperjuangan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Angkatan 2013 terkhusus Kelas K Universitas Muhammadiyah Makassar, terima kasih atas solidaritas yang diberikan selama menjalani perkuliahan, semoga keakraban dan kebersamaan kita tidak berakhir sampai disini. Ucapan terima kasih pula kepada Orang tua, keluarga dan sahabatsahabatku yang setia dan tulus mengorbankan waktu, tenaga, materi, doa, dukungan dan masukan kepada penulis demi selesainya skripsi ini, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan yang tidak sempat disebutkan satu persatu, semoga segala bantuan dan pengorbanannya bernilai ibadah dan mendapat imbalan dari-Nya. Akhirnya. dengan. segala. kerendahan. hati,. penulis. senantiasa. mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis. Aamiin. Sekian dan terimakasih. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Makassar, juli 2017. Penulis. x.

(11) DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL .................................................................................. i. HALAMAN PENGESAHAN.................................................................... ii. PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................ iii. SURAT PERNYATAAN ........................................................................... iv. SURAT PERJANJIAN .............................................................................. v. MOTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................... vi. ABSTRAK .................................................................................................. vii. KATA PENGANTAR................................................................................ viii. DAFTAR ISI............................................................................................... xi. DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiii. DAFTAR GAMBAR.................................................................................. xiv. DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xv. BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................... 1. A. Latar Belakang .................................................................................. 1. B. Rumusan Masalah ............................................................................. 6. C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 6. D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 6. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN............................................................................................. 8. A. Kajian Pustaka.................................................................................. 8. B. Kerangka Pikir ................................................................................. 25. C. Hipotesis Penelitian.......................................................................... 27. BAB III METODE PENELITIAN ........................................................... 28. A. Rancangan Penelitian ....................................................................... 28. B. Populasi Dan Sampel ....................................................................... 30. C. Definisi Operasional Variabel.......................................................... 31. D. Prosedur Penelitian........................................................................... 31. E. Instrumen Penelitian......................................................................... 32. F. Teknik Pengumpulan Data............................................................... 33. xi.

(12) G. Teknik Analisis Data........................................................................ 33. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................... 38. A. Hasil Penelitian ................................................................................ 38. B. Pembahasan Hasil Penelitian ........................................................... 50. BAB V PENUTUP...................................................................................... 56. A. Simpulan .......................................................................................... 56. B. Saran................................................................................................. 57. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 58. LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP. xii.

(13) DAFTAR TABEL. Tabel. Halaman. 3.1 Keadaan Populasi ................................................................................. 30. 3.2 Keadaan Sampel............................................................................... 30. 3.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar PKn ............................................... 35. 3.4 Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar ...................................................... 36. 4.1 Skor Nilai Siswa Kelas IV (Pretest) .................................................... 39. 4.2 Perhitugan Untuk Mencari Mean (rata-rata) Nilai Pretest .................. 40. 4.3 Tingkat Hasil Belajar Siswa................................................................. 41. 4.4 Distribusi Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Pretest............................ 42. 4.5 Skor Nilai Siswa Kelas IV (Posttest) ................................................... 43. 4.6 Perhitungan Untuk Mencari mean (rata-rata) Nilai Posttest ................ 44. 4.7 Tingkat Hasil Belajar Siswa................................................................. 45. 4.8 Distribusi Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Posttest .......................... 46. 4.9 Analisis Skor Pretest dan Posttest ........................................................ 47. xiii.

(14) DAFTAR GAMBAR Gambar. Halaman. 2.1 Ranah Pembelajaran............................................................................. 13. 2.2 Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) ............................................ 14. 2.3 Bagan Kerangka Pikir ......................................................................... 26. xiv.

(15) DAFTAR LAMPIRAN. 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2. Soal pre-test dan post-test 3. Hasil Test Pelajaran PKn siswa Pre-Test 4. Hasil Tes Pelajaran PKn siswa Post-Tes 5. Hasil Tes Pelajaran PKn siswa sebelum dan setelah menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach Pre-Test dan Post-Test 6. Daftar Hadir Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kebupaten Gowa 7. Lembar Observasi guru dan Siswa 8. Distribusi Nilai Pretest dan Posttest Hasil Belajar PKn,Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kebupaten Gowa 9. Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis 10. Tabel Distribusi T 11. Dokumentasi Penelitian 12. Kontrol Pelaksanaan Penelitian 13. Surat Permohonan Izin Penelitian 14. Rekomendasi Penelitian Pemerintah Kabupaten Gowa. xv.

(16) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, warga negara, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Perkembangan peradaban manusia tidak terlepas dari pendidikan, maka sepanjang itu pula pendidikan selalu dibutuhkan sebab untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan pendidikan, sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003: 7) sebagai berikut: Fungsi pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Uraian di atas memberikan kejelasan betapa pentingnya memperlakukan proses pembelajaran menjadi lebih baik, dengan kata lain guru dituntut untuk mengambil peran lebih besar dalam proses pembelajaran. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan belajar. 1.

(17) siswa. Belajar dan pembelajaran memang memiliki arti berbeda namun saling berkaitan. Belajar bisa diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku sedangkan pembelajaran berkaitan dengan komunikasi timbal balik antara guru dan siswa. Keterkaitan antara dua konsep ini yaitu upaya guru merencanakan kegiatan belajar untuk siswa dengan memfasilitasi agar siswa dapat berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi perubahan perilaku pada diri siswa. Perubahan tersebut mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Muhammad Rohman (2013:68) menyatakan bahwa perubahan yang terjadi memiliki karakteristik : (1) perubahan terjadi secara sadar; (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional; (3) tidak bersifat sementara; (4) bersifat positif dan aktif; (5) memiliki arah dan tujuan; dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku, yaitu pengetahuan, sikap, dan perbuatan. Merujuk pada karakteristik tersebut, aktivitas belajar siswa merupakan suatu kegiatan yang menjadi ciri berlangsungnya suatu pembelajaran. Aktivitas ini tentunya melibatkan aktivitas fisik dan mental siswa. Aktivitas yang mudah teramati dalam pembelajaran adalah aktivitas fisik berupa gerak motorik siswa seperti memperagakan sesuatu atau memperagakan suatu model. Aktivitas lain yang juga perlu mendapat perhatian yaitu aktivitas mental siswa. Aktivitas mental ini juga dikatakan sebagai proses berpikir siswa berupa mengingat, menalar, dan menganalisis suatu materi pembelajaran. Meskipun tidak dapat diamati oleh indera, namun aktivitas mental ini menjadi ciri bagi siswa sudah atau belum memahami materi pembelajaran..

(18) Berkaitan dengan hal tersebut dengan melihat dari berbagai sisi salah satunya kurikulum yang ada di Indonesia terutama pada sekolah-sekolah saat ini masih banyak menggunakan KTSP namun kurikulum 2013 sebenarnya yang wajib di terapkan pada setiap sekolah tetapi tidak di terapkan karena alasan sukarnya guru mendeskripsikan sikap siswa. Seiring dengan berjalannya waktu adapula sekolah telah menggunakan kurikulum 2013 yang memang menuntut keaktifan siswa juga mengutamakan sikap dan skillnya dalam proses belajar dan pembelajaran tetapi tentunya tidak melupakan kognitif atau kemampuan siswa untuk memahami pelajaran yang di berikan oleh guru. Berkaitan dengan salah satu esensi pada pembelajaran PKn yaitu pendekatan saintifik atau scientific approach, terdapat aktivitas yang perlu dikuasai siswa, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring. Selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran, siswa dituntut untuk memadukan aktivitas fisik dan mental mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan perlu adanya suatu perangkat pembelajaran yang mendukung terciptanya suasana pembelajaran tersebut. Salah satuan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan yaitu lembar kerja siswa atau sering disebut dengan LKS. Lembar kerja siswa adalah bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menunjang kepada pencapaian indikator melalui berbuat (hands on activity) dan berfikir (minds on activity) sehingga siswa memperoleh kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor”. (Tim Pengembang Rayon 134 Universitas.

(19) Pasundan Bandung, 2012). Sementara itu, menurut Abdul Majid (2012) “Lembar Kerja Siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik”. LKS ini berisi petunjuk langkah-langkah yang harus dilakukan oleh siswa untuk mengerjakan suatu tugas, dan berperan membantu siswa dalam memadukan aktivitas fisik dan mental mereka selama proses pembelajaran. Selain itu, LKS juga berperan membantu guru dalam mengarahkan siswa menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri. Dengan. adanya. LKS. diharapkan. siswa. dapat. melaksanakan. kegiatan. pembelajaran dan menuangkan ide-ide kreatifnya baik secara perorangan maupun kelompok, mampu berpikir kritis dan menjalin kerjasama yang baik dengan anggota kelompok. Kondisi ideal yang diharapkan tersebut ternyata masih belum tercapai. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang dilakukan peneliti pada taggal 23 januari 2017 di SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa pada siswa kelas IV dan dari hasil wawancara dengan salah satu guru di sekolah tersebut, ternyata sebagian besar guru di SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa hanya menggunakan LKS yang sudah disediakan pada buku teks sebagai bahan kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. Padahal lembar kerja siswa (LKS) tersebut sebenarnya bukanlah LKS yang benar-benar secara maksimal membantu siswa untuk aktif, kreatif, dan inovatif menuangkan ide-idenya serta memadukan aktivitas fisik dan mental mereka dalam proses pembelajaran, karena hanya menyajikan soal-soal latihan untuk dijawab oleh siswa secara tertulis saja. Masih sangat minim LKS yang secara kreatif dirancang.

(20) oleh masing-masing guru dengan tujuan untuk mengkolaborasikan aktivitas fisik dan mental siswa dalam proses pembelajaran. Masih banyak yang mengeluhkan bahwa lembar kerja siswa (LKS) hanya berisi latihan soal-soal untuk dikerjakan siswa pada saat jam-jam kosong atau sebagai tugas PR yang harus dikerjakan siswa di rumah. Namun, seharusnya LKS tidak hanya selalu berisi latihan soal. Latihan soal yang disajikan dalam LKS tersebut lebih tepatnya merupakan soal evaluasi untuk mengukur kemampuan kognitif siswa saja. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung, proses pembelajaran terkesan monoton, dan keberhasilan pembelajaran PKn menjadi rendah. Melihat kondisi yang ada di sekolah tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berkaitan dengan Pengaruh Lembar Kerja Siswa berupa LKS yang didalamnya berisi rangkaian kegiatan dan tugas-tugas yang harus dilakukan siswa dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas PKn dalam pelajaran berdasarkan pendekatan saintifik atau scientific approach sehingga dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Scientific approach adalah pendekatan dimana proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan membentuk jejaring. Dalam pembelajaran saintifik diharapkan tercipta kodisi pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mencari tahu informasi dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberitahu..

(21) Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka peneliti memilih melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Mocobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa”.. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang identifikasi masalah dan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Terdapat Pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. D. Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak yang terlibat langsung terhadap penelitian ini, baik secara teoretis maupun praktis. Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut:.

(22) 1. Manfaat Teoritis Untuk menambah wawasan peneliti sendiri dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama dalam penggunaan LKS berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn. 2. Manfaat Praktis Manfaat praktis merupakan manfaat yang ditujukan langsung kepada para pihak yang terlibat dalam penelitian. a.. Bagi sekolah Bagi sekolah sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga sekolah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PKn.. b.. Bagi guru Sebagai. bahan. referensi. mengenai. salah. satu. alternatif. pembelajaran baru untuk meningkatkan hasil belajar, khususnya pembelajaran PKn. c.. Bagi siswa Diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar PKn melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Scientific Approach..

(23) BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. A. Kajian Pustaka 1. Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian ini mengenai Pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis saintific approach terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil studi literatur, peneliti menemukan beberapa tulisan atau penelitian lain yang berkaitan dengan penelitian ini. a. Penelitian dari Anis Supiati (2014) yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Daur Air Di Sekolah Dasar”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS yang dapat. membantu. siswa. membangun pengetahuannya sendiri. dan. melatihkan keterampilan sains. b. Penelitian dari Ani Handayani (2013) yang berjudul “Pengaruh Kemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mojolaban Tahun Ajaran 2012/2013”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Penelitian dari Wulandari (2009) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Terhadap Daya Serap Siswa Pada Bidang Studi Pai Di SDN Made Ii Surabaya”. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan betapa kuatnya keinginan dari pelaku kebijakan pendidikan untuk. 8.

(24) mencantumkan sumber-sumber belajar sebagai sarana penunjang dalam meningkatkan daya serap siswa. 2. LKS (Lembar Kerja Siswa) a. Pengertian LKS (Lembar Kerja Siswa) Lembar kerja siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik (Abdul Majid, 2012). Sementara Trianto (2009: 222) menyatakan Lembar Kerja Siswa adalah panduan yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar. kerja. idealnya. berisi. petunjuk,. langkah-langkah. untuk. mengerjakan suatu tugas. Perlu adanya kejelasan kompetensi dasar yang ingin dicapai sebelum merancang sebuah LKS dan menentukan tugas-tugas yang harus dilakukan siswa. Tugas-tugas dalam lembar kerja siswa akan sulit dikerjakan oleh siswa secara optimal apabila tidak didukung dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. Penggunaan LKS ini bisa untuk semua mata pelajaran. Tugas yang terdapat dalam sebuah LKS digolongkan ke dalam tugas praktis dan tugas teoritis. Tugas praktis berkaitan dengan praktek atau aktivitas fisik yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya praktikum di laboratorium, kerja lapangan berupa survei ke suatu tempat atau lokasi, dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan tugas teoritis yaitu berkaitan dengan aktivitas mental siswa berupa menalar, menganalisis, dan sebagainya. Tugas teoritis ini misalnya siswa ditugaskan untuk membaca sebuah berita atau artikel.

(25) dari koran, lalu membuat ringkasan dari bahan bacaan tersebut. Penggunaan LKS dengan baik dan sesuai dengan prosedur tentunya akan. dirasa. manfaatnya, baik itu oleh guru dan yang lebih utama dirasakan oleh siswa. Dengan adanya LKS siswa akan terbiasa belajar secara mandiri, kreatif, aktif, dan memiliki banyak kesempatan untuk menuangkan ide-idenya dalam kegiatan belajar, serta belajar bekerja sama dan saling menghargai antar teman, baik itu dalam satu kelompok maupun dengan kelompok lain. Sementara bagi guru, LKS ini bermanfaat sebagai pegangan untuk memandu kerja siswa selama pembelajaran. Akan lebih baik jika guru secara kreatif merancang sendiri LKS yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajarnya. Kecermatan dan pengetahuan serta keterampilan yang memadai merupakan syarat yang penting dikuasai oleh guru ketika merancang sebuah LKS. Guru perlu dengan cermat menentukan kompetensi dasar apa yang harus dikuasai siswa melalui LKS yang akan digunakan. Kegiatan-kegiatan siswa dalam LKS yang mendukung untuk tercapainya kompetensi dasar yang telah ditentukan juga perlu dirancang secara terampil oleh guru agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan aktif dan menyenangkan bagi siswa. Selain itu, pemilihan materi pembelajaran pun perlu diperhatikan dengan cermat oleh guru agar sesuai dengan perkembangan belajar siswa. b. Jenis-jenis LKS (Lembar Kerja Siswa) Terdapat beberapa jenis LKS menurut fungsinya, diantaranya yaitu: 1) LKS yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasi berbagai konsep yang telah ditemukan.

(26) 2) LKS yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep 3) LKS yang berfungsi sebagai penuntun belajar 4) LKS yang berfungsi sebagai penguatan 5) LKS berfungsi sebagai petunjuk praktikum. c. Tujuan LKS (Lembar Kerja Siswa) Adapun tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS), antara lain: 1) LKS dibuat bertujuan untuk menuntun siswa akan berbagai kegiatan yang perlu diberikan serta mempertimbangkan proses berfikir yang akan ditumbuhkan pada diri siswa. LKS mempunyai fungsi sebagai urutan kerja yang diberikan dalam kegiatan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler terhadap pemahaman materi yang telah diberikan. 2) Melatih siswa berfikir lebih mantap dalam kegiatan belajar mengajar 3) Memperbaiki minat siswa untuk belajar, misalnya guru membuat LKS lebih sistematis, berwarna serta bergambar untuk menarik perhatian dalam mempelajari LKS tersebut. (http://www.gudangmateri.com/2011/03/pengertian-dan-manfaatlks.html) d. Langkah-langkah Penulisan LKS (Lembar Kerja Siswa) Langakah-langkah penulisan lembar kerja siswa adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis kurikulum; standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan materi pembelajaran 2) Menyusun peta kebutuhan LKS 3) Menetukan judul LKS.

(27) 4) Menulis LKS 5) Menentukan nilai penilaian dari LKS (http://203.130.201.221/materi_rembuknas2007/komisi%201/subkom3-KTSP/SD/powerpoint/11_pengembangan_bahan_ajar.ppt.) e. Struktur LKS (Lembar Kerja Siswa) Adapun struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut : 1) Judul, mata pelajaran, semester, dan kelas 2) Petunjuk belajar 3) Kompetensi yang akan dicapai 4) Indikator 5) Informasi pendukung 6) Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja 7) Penilaian 3. Kajian tentang Pendekatan Saintifik (scientific Approach) a. Pegertian Pendekatan Saintifik (scientific Approach) Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum. dan. prinsip. melalui. tahapan-tahapan. mengamati. (untuk. mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisa data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Dalam pembelajaran saintifik diharapkan tercipta kodisi pembelajaran yang mendorong peserta didik.

(28) untuk mencari tahu informasi dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberitahu. Pendekatan ini perlu terapkan untuk. dapat mengembangkan. kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik untuk mandiri, dan kreatif. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh pemahaman seorang pendidik. Peran sebagai pendidik, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang pendekatan saintifik. Langkah-langkah pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Jika digambarkan dalam bentuk diagram seperti berikut.. Gambar 2.1 Ranah Pembelajaran Ranah sikap menyajikan materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” Ranah keterampilan menyajikan materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana” Ranah pengetahuan menyajikan materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak dari peserta didik.

(29) yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada intinya, hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. b. Rancangan Pembelajaran Saintific Approach Pendekatan. ilmiah. (scientific. appoach). dalam. pembelajaran. sebagaimana dimaksud berupa mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring. Jika digambarkan sebagai berikut.. Observing. Questioning. Associating. (mengamati). (Menanya). (menalar). Gambar. 2.2. Pendekatan. Ilmiah. Experimenting (mencoba). (Scientific. Networking (membentuk jejaring). Approach). (Blogspot.co.id/2013/07/pendekatan-scientific-dalam-implementasikurikulum-2013.html) 1. Mengamati Kegiatan mengamati ini mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Keunggulan dari kegiatan ini yaitu dengan menyajikan objek secara nyata kepada siswa, maka siswa akan merasa tertantang untuk mengetahui lebih lanjut tentang objek tersebut, sehingga siswa merasa senang selama proses pembelajaran..

(30) Dalam proses mengamati kegiatan belajar: membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Dalam penyajian pembelajaran, guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat mungkin bersifat kontekstual. 2. Menanya Siswa yang aktif salah satunya terlihat dari intensitas mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Agar siswa aktif bertanya, guru perlu menstimulasinya dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat mendorong siswa agar mau mengungkapkan pikiran dan ide-idenya. Berbeda dengan penugasan yang mengharuskan tindakan nyata dari siswa, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, dapat juga dalam bentuk pernyataan, dengan catatan keduanya memperoleh tanggapan verbal dari siswa. 3. Menalar Menalar merupakan proses berfikir logis dan sistematis terhadap fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran yang dimaksudkan yaitu berhubungan dengan proses asosiasi. Menurut kamus besar bahasa indonesia asosiasi bermakna pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan,.

(31) atau kegiatan pancaindra. Berangkat dari pengertian tersebut, istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemampuan mengelompokan beragam. ide. dari. peristiwa. atau. fenomena. yang terjadi. dan. menghubungkannya dengan ide atau gagasan yang telah tersimpan dalam memori siswa sebelumnya sehingga terbentuklah gagasan baru yang tercipta dari proses asosiasi tersebut. Proses ini dikenal sebagai proses menalar. Kegiatan dikumpulkan. belajarnya:. baik. terbatas. mengolah dari. hasil. informasi kegiatan. yang. sudah. mengumpulkan/. eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi; pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. 4. Mencoba Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi pembelajaran yang sesuai. Dengan kegiatan mencoba ini maka pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa karena siswa diberi kesempatan secara langsung berinteraksi dengan peristiwa, fenomena, dan lingkungan nyata. Proses ini diharapkan dapat mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar siswa, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor..

(32) Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan. berbagai. ranah. tujuan. belajar,. yaitu. sikap,. keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar. menurut. tuntutan. kurikulum;. (2). mempelajari. cara-cara. penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. 5. Membentuk Jejaring Jejaring dalam pendekatan saintifik ini berkaitan dengan pembelajaran kolaboratif. Kolaboratif atau kolabirasi merupakan istilah dari kerja sama. Sehingga pembelajaran kolaboratif ini diartikan sebagai penciptaan situasi kerja sama baik antara siswa dengan guru maupun antara siswa dengan siswa (kelompok). Dalam pembelajaran kolaboratif ini guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa belajar secara berkelompok. Kegiatan. belajarnya:. menyampaikan. hasil. pengamatan,. kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Hasil tugas dikerjakan bersama dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru. Kegiatan.

(33) menyimpulkan merupakan kelanjutan dari kegiatan mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. Hasil tugas yang telah dikerjakan bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio yang di masukkan ke dalam file atau map peserta didik terisi dari hasil pekerjaannya sendiri secara individu. Pada. kegiatan. akhir. diharapkan. peserta. didik. dapat. mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki. Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana pada standar proses.. c. Pelaksanaan Pembelajaran Saintific Approach Komponen pada RPP yang mengacu pada Permendikbud nomor 81A. lampiran. IV. tentang. pedoman. umum. pembelajaran. dan. permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang standar proses, komponen.

(34) RPP mencakup : 1. Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester, 2. Materi pokok, 3. Alokasi waktu 4. Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi, 5. Materi pembelajaran, 6. Metode pembelajaran, 7. Media, alat, dan sumber belajar, 8. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan 9. Penilaian.. 4. Hakikat Belajar a. Pengertian Belajar Pada dasarnya, seseorang belajar karena ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya, dan proses belajar pada hakikatnya berlangsung sepanjang hayat. Belajar merupakan hal yang mutlak dilakukan setiap orang. Karena tanpa belajar, seseorang tidak akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang sebelumnya belum pernah diketahuinya. Pengertian belajar sesuai pendapat tokoh berbeda-beda, namun esensinya sama. Menurut Wingkel (Riyanto, 2010: 61) “belajar adalah suatu aktivitas mental dan psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan tingkah laku pada diri sendiri berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dengan lingkungan”..

(35) Belajar merupakan suatu kegiatan di mana sesorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Sudah barang tentu tingkah laku tersebut adalah tingkah laku yang positif, artinya untuk mencari kesempatan hidup. Piaget (Suciati, 2007: 412) mengemukakan bahwa: Belajar merupakan siklus interaksi antara indvidu dengan lingkungan, dengan unsur pokok terletak pada interaksi yang menguntungkan antara proses akomodasi konsep terhadap pengalaman nyata dengan proses asimilasi pengalaman terhadap konsep yang dimiliki. Menurut Vernon (Sahabuddin, 1999: 83) Terjadinya belajar dengan mengaitkan belajar dan perubahan prilaku yang diamati. “Dimana belajar adalah perubahan perilaku. Sedangkan perilaku itu adalah tindakan yang dapat diamati”. Dengan kata lain, perilaku adalah suatu tindakan yang dapat diamati atau hasil yang diakibatkan berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu oleh tindakan atau beberapa tindakan yang dapat diamati. Berdasarkan aktivitas mental dan psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya sehingga seseorang akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang sebelumnya belum pernah diketahuinya. b. Tujuan Belajar Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan.

(36) tercapai oleh siswa. Tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar. c. Konsep Hasil Belajar Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Menurut Sudjana (2010: 22), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Perubahan-perubahan tersebut di antaranya dari segi kemampuan berpikirnya, keterampilannya, atau sikapnya terhadap suatu objek. Jika dikaji lebih mendalam, maka hasil belajar dapat tertuang dalam taksonomi Bloom, yakni dikelompokkan dalam tiga ranah (domain) yaitu domain kognitif atau kemampuan berpikir, domain afektif atau sikap, dan domain psikomotor atau keterampilan. Sehubungan dengan itu, Gagne (dalam.

(37) Sudjana, 2010: 22) mengembangkan kemampuan hasil belajar menjadi lima macam antara lain: 1.. Hasil belajar intelektual merupakan hasil belajar terpenting dari sistem lingsikolastik.. 2.. Strategi kognitif yaitu mengatur cara belajar dan berfikir seseorang dalam arti seluas-luasnya termasuk kemampuan memecahkan masalah.. 3.. Sikap dan nilai, berhubungan dengan arah intensitas emosional dimiliki seseorang sebagaimana disimpulkan dari kecenderungan bertingkah laku terhadap orang dan kejadian.. 4.. Informasi verbal, pengetahuan dalam arti informasi dan fakta.. 5.. Keterampilan motorik yaitu kecakapan yang berfungsi untuk lingkungan hidup serta memprestasikan konsep dan lambang. Untuk mengetahui hasil belajar seseorang dapat dilakukan dengan. melakukan tes dan pengukuran. Tes dan pengukuran memerlukan alat sebagai pengumpulan data yang disebut dengan instrumen penilaian hasil belajar. Selanjutnya, menurut Hamalik (2006: 155), memberikan gambaran bahwa hasil belajar yang diperoleh dapat diukur melalui kemajuan yang diperoleh siswa setelah belajar dengan sungguh-sungguh. Hasil belajar tampak terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang dapat diamati dan diukur melalui perubahan sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya..

(38) Berdasarkan konsepsi di atas, pengertian hasil belajar dapat disimpulkan sebagai perubahan perilaku secara positif serta kemampuan yang dimiliki siswa dari suatu interaksi tindak belajar dan mengajar yang berupa hasil belajar intelektual, strategi kognitif, sikap dan nilai, inovasi verbal, dan hasil belajar motorik. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.. 5. Hakikat Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar a. Pengertian PKn Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga Negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak kewajiban untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005: 7) pengertian Pendidikan Kewarganegaraan adalah: Pendidikan demokrasi yang bertujuan unuk mempersiapkan warga masyarakat berfikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktifitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga negara. Menurut Soemantri, (2001: 154) mengemukakn bahwa: Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan.

(39) dengan hubungan antar warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara menjadi warga negara agar dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah usaha untuk membekali peserta didik dan warga masyarakat dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki agar dapat berfikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktifitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara kebangsaan adalah Negara yang pembentuknya didasarkan pada pembentukan semangat kebangsan dan nasionalisme yaiu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama dibawah satu negara yang sama. Walaupun warga masyarakat itu berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya.. b. Tujuan Pengajaran PKn di Sekolah Dasar Tujuan pembelajaran PKn dalam Depdiknas (2006: 49) adalah untuk memberikan kompetensi sebagai berikut: 1) Berfikir. kritis. rasional. dan. kreatif. dalam. menanggapi. isu. kewaganegaraan. 2) Berpartisipasi secara cerdas dan tanggung jawab, serta bertindak secara sadar dalam kegiaan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara..

(40) 3) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat di Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain 4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan pembelajaran PKn secara umum mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dan berkepribadian, baik dalam lingkungan local, regional, maupun global.. B. Kerangka Pikir Berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran dapat terlihat dari adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan ini terjadi pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Ditemukan permasalahan di SDN Mocobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa berkaitan dengan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran. LKS yang digunakan tidak mendorong siswa untuk aktif, kreatif, inovatif menuangkan ide-idenya dan menanamkan sikap ilmiah dalam kegiatan belajar. LKS hanya berisi soal-soal latihan yang sebenarnya merupakan soal evaluasi untuk mengukur kemampuan kognitif siswa saja. Akibat yang timbul dari permasalah tersebut yaitu siswa kurang aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung, proses pembelajaran terkesan monoton, dan hasil belajar PKn menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis scientific approach yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik itu dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Penggunaan.

(41) LKS yang berbasis scientific approach ini diharapkan dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa berupa keterampilan proses mengamati, menanya , menalar, mencoba, dan membentuk jejaring sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Dengan berlandaskan pendekatan scientific approach, maka pada perancangan LKS ini memasukkan unsur-unsur atau prinsip-prinsip dari pendekatan scientific approach tersebut. Berikut adalah gambar bagan kerangka pikir penelitian ini :. Pembelajaran PKn. Menerapkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. Belum Menerapkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. Analisis. Hasil Belajar Siswa Meningkat. Gambar 2.3 Bagan Kerangka Pikir.

(42) C. Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian pada bagian di atas, maka dapat dijadikan hipotesis bahwa pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. H0: Tidak ada pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. H1: Ada pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa..

(43) BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2006: 72). Menurut Gay (dalam Emzir 2007: 63) Penelitian eksperimen merupakan satusatunya metode penelitian yang dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat).. 2. Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group pretest-posttest Design (Satu Kelompok Pretes-Postest). Pretest digunakan untuk mengetahui hasil belajar PKn sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil pengetahuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Sedangkan posttest digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan. Dalam rancangan ini digunakan satu kelompok subjek. Adapun desain penelitian ini adalah sebagai berikut:. O1 X O2 Sumber: Emzir, 2014. 28.

(44) Keterangan: O1. : Tes awal sebelum diberikan perlakuan (pretest). X. : Perlakuan yang diberikan (Treatment). O2. : Tes akhir setelah diberikan perlakuan (posttest). Model eksperimen ini melalui tiga langkah yaitu: a) Memberikan pretest untuk mengukur variabel terikat (hasil belajar) sebelum perlakuan dilakukan. b) Memberikan perlakuan kepada kelas subjek penelitian dengan menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. c) Memberikan posttest untuk mengukur variabel terikat setelah perlakuan dilakukan.. B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Sugiyono (2015 : 117) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Adapun populasi dari sekolah tersebut dapat ditunjukkan pada tabel di bawah ini:.

(45) Tabel 3.1. Keadaan populasi SDN Moncobalang 2 Kec. Barombong Kab. Gowa Jenis Kelamin Kelas. Jumlah. Laki-laki. Perempuan. 13. 9. IV. 22. Jumlah siswa. 22. Sumber : SDN Moncobalang 2 Kec. Barombong Kab. Gowa (2017). 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2016 : 2018). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sampel total atau sampling jenuh, seperti yang diungkapkan oleh Sugiyono (2016 : 124) bahwa sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jadi, sampel pada penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 yang berjumlah 22 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 9 perempuan.. Tabel 3.2 Keadaan Sampel Siswa Kelas IV Jumlah Kelas. IV. Jumlah Keseluruhan Laki-laki. Perempuan. 13. 9. 22. Sumber : SDN Moncobalang 2 Kec. Barombong Kab. Gowa (2017).

(46) C. Definisi Operasional Variabel Variabel yakni segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian, dapat pula diartikan sebagai ciri dari individu, objek, gejala, atau peristiwa yang dapat diukur secara kualitatif ataupun secara kuantitatif. Variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini secara operasional didefinisikan sebagai berikut: 1. Lembar kerjas siswa (LKS) berbasis scientific approach Lembar kerja siswa berbasis scientific approach yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lembar kerja yang didalam penyajiannya terdapat indikator dari langkah-langkah scientific approach yang meliputi pada mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan dengan guru maupun teman kelas sebagai variabel bebas (X). 2. Hasil belajar PKn Hasil belajar PKn yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai yang diperoleh siswa pada tes awal (pretest) dan nilai yang diperoleh siswa pada tes akhir (posttest) sebagai variabel terikat (Y). D. Prosedur Penelitian Adapun tahap prosedur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.. Tahap Persiapan a. Mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. b. Mengurus perizinan sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian. c. Memilih materi yang akan digunakan dalam penelitian. d. Membuat RPP.

(47) 2.. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Mengadakan pretest pada kelas eksperimen b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn c. Mengadakan posttes pada kelas eksperimen. 3.. Menganalisis Data Hasil dan Pelaporan Tahap analisis data yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Mengumpulkan hasil pengolahan data. b. Menganalisis hasil pengelolahan data. E. Instrumen Penilitian Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah: 1.. Lembar Observasi. Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. Lembar observasi merupakan gambaran keseluruhan aspek yang berhubungan dengan kurikulum yang menjadi pedoman dalam pembelajaran. Lembar observasi ini berisi item-item yang akan diamati pada saat terjadi proses pembelajaran..

(48) 2.. Tes Hasil Belajar Tes adalah alat yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur suatu dalam suasana atau cara tertentu. Dalam penelitian ini, tes digunakan untuk mengukur tingkat hasil belajar siswa.. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal dan tes akhir, adapun langkah-langkah pengumpulan data yang akan dilakukan sebagai berikut: 1. Tes awal (pretest) Tes awal dilakukan sebelum treatment, pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum diterapkannya lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. 2. Treatment (pemberian perlakuan) Dalam hal ini peneliti menerapkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach pada pembelajaran PKn. 3. Tes akhir (posttest) Setelah treatment, tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach. G. Teknik Analisis Data Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Data yang terkumpul berupa. nilai. pretest. dan. nilai. posttest. kemudian. dibandingkan..

(49) Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai pretest dengan nilai Posttest. Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rata-rata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah-langkah analisis data eksperimen dengan model eksperimen One Group Pretest Posttest Design adalah sebagai berikut: 1. Analisis Data Statistik Deskriptif Merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul selama proses penelitian dan bersifat kuantitatif. Adapun langkah-langkah dalam penyusunan melalui analisis ini adalah sebagai berikut: a) Rata-rata (Mean) ̅=. ∑. b) Persentase (%) nilai rata-rata = x 100%. Dimana: P. = Angka persentase. f. = Frekuensi yang dicari persentasenya. N. = Banyaknya sampel responden.. Dalam analisis ini peneliti menetapkan tingkat kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan prosedur yang dicanangkan oleh Depdikbud (2003) yaitu:.

(50) Tabel 3.3 Standar Ketuntasan Hasil Belajar PKn Tingkat Penguasaan (%). Kategori Hasil Belajar. 0 – 34. Sangat Rendah. 35 – 54. Rendah. 55 – 64. Sedang. 65 – 84. Tinggi. 85 – 100. Sangat Tinggi. Sumber: Depdikbud (2003) Hasil belajar siswa yang diarahkan pada penerapan hasil belajar secara individual. Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memiliki nilai minimal 70 sesuai dengan KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah. Kategorisasi ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut : Tabel 3.4 Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar (Kriteria Ketuntasan Minimum) Nilai Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar < 70. Tuntas. ≥ 70. Tidak Tuntas. Sumber: SDN Moncobalang 2 Sedangkan suatu kelas dikatakan tuntas secara klasikal apabila minimal 70 % dari. jumlah siswa telah mencapai Standar Ketuntasan. Minimal (KKM). 2. Analisis Data Statistik Inferensial Dalam penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t). Dengan tahapan sebagai berikut :.

(51) t. =. ∑. Keterangan : Md. = Mean dari perbedaan pretest dan posttest. X1. = Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest). X2. = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest). d. = Deviasi masing-masing subjek. ∑. = Jumlah kuadrat deviasi. N. = Subjek pada sampel. Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a) Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus: Md. =. ∑. Keterangan : Md. = Mean dari perbedaan pretest dengan posttest = Jumlah dari gain (posttest – pretest). N. = Subjek pada sampel.. b) Mencari harga “ ∑ ∑. Keterangan :. =∑ ∑ N. ” dengan menggunakan rumus: ∑ . = Jumlah kuadrat deviasi = Jumlah dari gain (post test – pre test) = Subjek pada sampel..

(52) c) Menentukan harga t Hitung dengan menggunakan rumus:. t =. ∑. Keterangan : Md. = Mean dari perbedaan pretest dan posttest. X1. = Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest). X2. = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest). D. = Deviasi masing-masing subjek. ∑. = Jumlah kuadrat deviasi. N. = Subjek pada sampel. d) Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikan Kaidah pengujian signifikan : Jika t. Hitung. >t. Tabel. maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti penggunaan. lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa e) Jika t Hitung < t Tabel maka H o ditolak, berarti penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach tidak berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Menentukan harga tTabel dengan Mencari t distribusi t dengan taraf signifikan. Tabel. = 0,05 dan. menggunakan tabel =. − 1. f) Membuat kesimpulan apakah penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalag 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.

(53) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil data penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa membahas hal-hal yang berkaitan dengan pengolahan data, pengujian hipotesis dan pembahasan berdasarkan data yang diperoleh sesuai dengan teknik dan prosedur pengambilan data dalam penelitian ini. Pengolahan data yang dimaksud disini meliputi analisis deskriptif dan inferensial yang dilakukan dalam pengujian normalitas dan pengujian hipotesis. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan scientific approach pada siswa kelas IV di SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.. Untuk mengetahui. pengaruh. penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, terlebih dahulu perlu dianalisis tentang; (1) kemampuan belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, sebelum menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach (pretest) dan (2) kemampuan belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, setelah menggunakan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach (posttest). Penyajian yang bertujuan mengungkap kemampuan siswa tersebut, dapat diamati pada analisis berikut ini yang dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu penyajian data pretest dan data posttest.. 38.

(54) 1. Deskripsi Hasil Belajar PKn pada Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Sebelum Menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach (Pretest) Berdasarkan hasil penelitian oleh peneliti di SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa berupa nilai dari kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Data hasil belajar siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa sebelum menggunakan pendekatan scientific approach adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Skor nilai siswa kelas IV (pretest) No.. Kode Nama. Pre-test. Keterangan. 1.. 001. 40. Tidak Tuntas. 2.. 002. 50. Tidak Tuntas. 3.. 003. 50. Tidak Tuntas. 4.. 004. 60. Tidak Tuntas. 5.. 005. 60. Tidak Tuntas. 6.. 006. 50. Tidak Tuntas. 7.. 007. 85. Tuntas. 8.. 008. 85. Tuntas. 9.. 009. 50. Tidak Tuntas. 10.. 010. 40. Tidak Tuntas. 11.. 011. 75. Tuntas. 12.. 012. 50. Tidak Tuntas. 13.. 013. 60. Tidak Tuntas.

(55) 14.. 014. 50. Tidak Tuntas. 15.. 015. 50. Tidak Tuntas. 16.. 016. 50. Tidak Tuntas. 17.. 017. 60. Tidak Tuntas. 18.. 018. 40. Tidak Tuntas. 19.. 019. 60. Tidak Tuntas. 20.. 020. 50. Tidak Tuntas. 21.. 021. 60. Tidak Tuntas. 22.. 022. 50. Tidak Tuntas. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian Untuk mencari mean (rata-rata) nilai pretest kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dapat dilihat melalui tabel dibawah ini: Tabel 4.2. Perhitungan untuk mencari mean ( rata – rata ) nilai pretest X. F. F.X. 40. 3. 120. 50. 10. 500. 60. 6. 360. 75. 1. 75. 85. 2. 170. Jumlah. 22.  fx = 1225. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai dari  fx= 1225 sedangkan nilai dari N sendiri adalah 22. Oleh karena itu dapat diperoleh nilai rata-rata (mean) sebagai berikut :.

(56) a. Rata-rata (Mean) ̅. ∑. = =. = 55,68 Dari hasil perhitungan diatas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil belajar siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa sebelum menggunakan pendekatan scientific approach pada pembelajaran PKn yaitu 55,68. b. Persentase (%) Nilai Rata-rata Adapun tabel presentase tingkat hasil belajar siswa sebelum menggunakan pendekatan scientific approach pada pembelajaran PKn sebagai berikut. Tabel. 4.3 Tingkat hasil belajar siswa Pretest. Interval nilai. Kategori. 1.. 0 – 54. 2.. No. Frekuensi. Persentase. Sangat Rendah. 13. 59%. 55 – 64. Rendah. 6. 27%. 3.. 65 – 74. Sedang. 0. 0%. 4.. 75 – 84. Tinggi. 1. 4%. 5. 85 – 100. Sangat Tinggi. 2. 9%. 22. 99%. Jumlah Sumber: Instrumen Hasil Penelitian. Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada tahap pretest dengan menggunakan.

(57) instrumen test dikategorikan sangat rendah yaitu 59%, rendah 27%, sedang 0%, tinggi 4% dan sangat tingggi berada pada presentase 9%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan siswa dalam memahami serta penguasaan materi pelajaran PKn sebelum menggunakan lembar kerja siswa berbasis scientific approach tergolong rendah. Tabel 4.4 Distribusi tingkat ketuntasan hasil belajar pretest Kategorisasi. Frekuensi. Presentase%. Tidak tuntas. 19. 86%. Tuntas. 3. 13%. Jumlah. 22. 99%. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian Berdasarkan tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa nilai pretest siswa pada saat sebelum adanya perlakuan menggunakan pendekatan scientific approach dengan penggunaan lembar kerja siswa (LKS) pada mata pelajaran PKn terdapat 19 siswa dengan persentase 86% kategori tidak tuntas dan 3 siswa dengan persentase sebesar 13% kategori tuntas. Ini memperlihatkan bahwa belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena siswa yang tuntas hanya 13%. 2. Deskripsi Hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Setelah Menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach (Posttest) Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan dalam kelas setelah diberikan perlakuan. Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya.

(58) diperoleh setelah diberikan postest. Perubahan tersebut dapat diliat dari data berikut ini: Data perolehan skor hasil belajar siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa setelah menggunakan pendekatan scientific approach. Tabel. 4.5 Skor nilai siswa kelas IV (posttest) No.. Kode Nama. Post-test. Keterangan. 1.. 001. 92. Tuntas. 2.. 002. 85. Tuntas. 3.. 003. 70. Tuntas. 4.. 004. 80. Tuntas. 5.. 005. 85. Tuntas. 6.. 006. 80. Tuntas. 7.. 007. 95. Tuntas. 8.. 008. 95. Tuntas. 9.. 009. 85. Tuntas. 10.. 010. 80. Tuntas. 11.. 011. 95. Tuntas. 12.. 012. 92. Tuntas. 13.. 013. 80. Tuntas. 14.. 014. 85. Tuntas. 15.. 015. 80. Tuntas. 16.. 016. 85. Tuntas. 17.. 017. 95. Tuntas. 18.. 018. 85. Tuntas.

(59) 19.. 019. 92. Tuntas. 20.. 020. 70. Tuntas. 21.. 021. 95. Tuntas. 22.. 022. 60. Tidak Tuntas. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian Untuk mencari mean (rata-rata) nilai postestt kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa dapat dilihat melalui tabel dibawah ini: Tabel 4.6 Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) nilai posttest X. F. F.X. 60. 1. 60. 70. 2. 140. 80. 5. 400. 85. 6. 510. 92. 3. 276. 95. 5. 475. Jumlah. 22.  fx= 1861. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai dari  fx= 1861, sedangkan nilai dari N sendiri adalah 22. Oleh karena itu dapat diperoleh nilai rata-rata (mean):.

(60) 1) Rata-rata (Mean) ̅. ∑. = =. = 84,59 Dari hasil perhitungan diatasa maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil belajar siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa setelah menggunakan pendekatan scientific approach pada pembelajaran PKn yaitu 84,59. 2) Persentase (%) Nilai Rata-rata Adapun tabel presentase tingkat hasil belajar siswa sebelum menggunakan pendekatan scientific approach pada pembelajaran PKn sebagai berikut. Tabel. 4.7 Tingkat hasil belajar siswa Post test. Interval nilai. Kategori. 1.. 0 – 54. 2.. No. Frekuensi. Persentase. Sangat Rendah. 0. 0%. 55 – 64. Rendah. 1. 4%. 3.. 65 – 74. Sedang. 2. 9%. 4.. 75 – 84. Tinggi. 5. 22%. 5. 85 – 100. Sangat Tinggi. 14. 64%. 22. 99%. Jumlah Sumber: Instrumen Hasil Penelitian. Berdasarkan tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa nilai posttest siswa pada saat adanya perlakuan menggunakan pendekatan scientific approach dengan penggunaan lembar kerja siswa (LKS) pada mata pelajaran PKn terdapat 0% pada.

(61) kategori sangat rendah, 4% pada kategori rendah, 9% pada kategori sedang, 22% pada kategori tinggi dan 64% pada kategori sangat tinggi. Tabel 4.8 Distribusi tingkat ketuntasan hasil belajar posttest Kategorisasi. Frekuensi. Presentase%. Tidak tuntas. 1. 4%. Tuntas. 21. 95%. Jumlah. 22. 99%. (Sumber : Data primer 2017 ) Berdasarkan tabel 4.9 diatas menunjukkan bahwa nilai posttest siswa setelah menggunakan pendekatan scientific approach dengan penggunaan lembar kerja siswa (LKS) pada mata pelajaran PKn terdapat 1 siswa dengan persentase 4% kategori tidak tuntas dan 21 siswa dengan persentase sebesar 95% kategori tuntas. Ini memperlihatkan bahwa telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal karena siswa yang tuntas adalah 95%. 3. Pengaruh Pendekatan Scientific Approach dengan Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pada Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Sesuai dengan hipotesis penelitian yakni “terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pendekatan scientific approach dengan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa”. maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistik inferensial dengan menggunakan uji-t..

(62) Tabel 4.9 Analisis Skor Pretest dan Posttest No. Kode Nama. Pretes(X1). Postest(X2). d = X2-X1. d2. 1. 001. 40. 92. 52. 2704. 2. 002. 50. 85. 35. 1225. 3. 003. 50. 70. 20. 400. 4. 004. 60. 80. 20. 400. 5. 005. 60. 85. 25. 625. 6. 006. 50. 80. 30. 900. 7. 007. 85. 95. 10. 100. 8. 008. 85. 95. 10. 100. 9. 009. 50. 85. 35. 1225. 10. 010. 40. 80. 40. 1600. 11. 011. 75. 95. 20. 400. 12. 012. 50. 92. 42. 1764. 13. 013. 60. 80. 20. 400. 14. 014. 50. 85. 35. 1225. 15. 015. 50. 80. 30. 900. 16. 016. 50. 85. 35. 1225. 17. 017. 60. 95. 35. 1225. 18. 018. 40. 85. 45. 2025. 19. 019. 60. 92. 32. 1024. 20. 020. 50. 70. 20. 400. 21. 021. 60. 95. 35. 1225. 22. 022. 50. 60. 10. 100. 1225. 1861. 636. 21,192. TOTAL. Sumber: Instrumen Hasil Penelitian.

(63) Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : 1.. Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus: Md. ∑. =. = . = 28,90. 2.. Mencari harga “∑ ∑. =∑. −. ” dengan menggunakan rumus:. ∑. = 21,192 − = 21,192 −. 636 22. 404496 22. = 21,192 − 18386,18. = 2805,82 3.. Menentukan harga t Hitung t. =. ∑. ,. =. ,. =. (. ,. =. =. ,. √ .. ,. ,. ,. ).

(64) =. ,. √ ,. = 11,74 4.. Menentukan harga t Tabel Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan = 0,05 dan .. taraf signifikan. =. − 1 = 22 – 1 = 21 maka diperoleh t 0,05 =. 3,819. Setelah diperoleh tHitung = 11,74 dan tTabel = 3,819 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 11,74 > 3,819. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis scientific approach berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam pengujian statistik, hipotesis ini dinyatakan sebagai berikut:. :. ≤. lawan. :. ≥. Berdasarkan nilai yang diuraikan, terlihat bahwa jumlah nilai dari posttest (setelah perlakuan) lebih tinggi dibandingkan pretest (sebelum perlakuan) yang diperoleh siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Hal ini dapat dilihat pada persentase yang diperoleh oleh siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Setelah perlakuan (posttest) lebih tinggi yakni mencapai 95%. Sedangkan persentase yang diperoleh siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa sebelum perlakuan terlihat lebih rendah yakni hanya mencapai 4% saja. Dengan demikian, penggunaan lembar kerja siswa berbasis scientific approach.

(65) memiliki pengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN SDN Moncobalang 2 Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. B. Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh LKS (Lembar Kerja Siswa) berbasis Scientific Approach terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Moncobalang 2 dengan 22 sampel. Perbedaan saat sebelum dan setelah diterapkannya LKS berbasis scientific approach tersebut sangat nampak. Bentuk instrument yang digunakan dalam menguji tingkat hasil belajar siswa berupa soal essai. Sebelum proses pembelajaran berlanjut siswa akan di berikan test untuk meguji kemampuan awal mereka tentang materi yang akan di ajarkan. Setelah dilakukan penelitian dengan mengajarkan terhadap kemampuan hasil belajar siswa. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kemampuan saat pretest yaitu 13% dan hasil penelitian kemampuan belajar siswa saat posttest yaitu 95%. data tersebut mengartikan bahwa terjadi peningkatan nilai saat pretest setelah posttest. Sehingga hal ini mengartikan bahwa LKS berbasis scientific approach tersebut berpengaruh besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IV tersebut. LKS (Lembar Kerja Siswa) berbasis scientific approach merupakan salah satu model tes yang berbasis K.13 atau pendekatan ilmiah yang artinya siswa diharapkan yang lebih aktif atau antusias serta mencari juga menyimpulkan berbagai materi pelajaran yang disampaikan atau diharapkan siswa bisa mendefinisikan sesuai yang mereka lihat dan apa yang mereka pahami. Begitu juga dalam pelaksaan pembelajaran siswa yang diajak untuk berpikir dan.

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi social ekonomi tersebut kaitanya dengan anak tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah sangat erat dimana dengan adanya mata pencaharian yang

[r]

Sejak kebijakan tentang Perhutanan Sosial dan juga kebijakan tentang Kemitraan Konservasi pada kawasan-kawasan konservasi dicanangkan oleh pemerintah sebenarnya dapat menjadi

terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII materi bangun datar segitiga di MTsN Tunggangri tahun pelajaran 2015/2016. Windows terhadap

Setiap bisnis pada dasarnya setiap organisasi memiliki kebudayaan yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi suatu organisasi ; yang dapat mempengaruhi

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul Akulturasi Ornamen Islam dan Kristen Pada Museum Hagia Sophia di Turki (Studi Kepustakaan) adalah.. benar-benar

Pada pemilihan propeller B5-60 didapatkan harga thrust sebesar 24.77 KN sehingga dapat dikatakan bahwa besaran thrust propeller lebih besar 3.28 % daripada thrust yang