`46 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
PENGARUH CURRENT RATIO DAN RETURN ON EQUITY RASIO TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI PADA PERUSAHAAN SUB
SEKTOR PERKEBUNAN YANG TERDAFTAR DI BEI)
Rustam Effendi ¹), Herlan Junaidi ²)1, 2)DosenjurusanManajemen, Universitas Tridinanti, Sumatera Selatan
1)Email : [email protected]
INFORMASI ARTIKEL
Submitted:
05/05/2022 Revised:
10/06/2022 Accepted:
22/06/2022 Online-Published:
30/06/2022
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganaliisis dan membuktikan Pengaruh Current Rasio dan Return On Equity Rasio terhadap Kebijakan Dividenpada perusahaansub sektor perkebunanyang terdaftar di BursaEfekIndonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini 16 perusahaansub sektor perkebunan yang terdaftar BEI periode 2010 - 2019. Namun yang digunakan sebagai sampel hanya 3 perusahaan saja yang diambil dengan menggunakan purposivesampling, karena dapat memenuhi kreteria : secara konsisten terdaftar di BEI dan membagikan dividen kepada para pemegang saham dari tahun 2010 – 2019. Berdasarkan data yang telah diolah didapat persamaan regresi linear berganda : - 0.184X2 + e,di mana nilai konstanta sebesar 0.364 menyatakan jika tidak ada pengaruh dari Current Rasio danReturn On Equity, maka skor nilai Kebijakan Dividend sebesar 0.364. Koefisien regresi Current Rasio bertanda positif 0.349, berarti setiap terjadi kenaikan 1% Current Rasio akan meningkatkanKebijakan Dividen 0.349 atau 34,9%. Koefisien regresiReturn On Equity -0,184 bertanda negatif, berarti setiap kenaikan 1% pada Return On Equity akan menyebabkan penurunan Kebijakan Dividen -0,184 atau 18,4%. Nilai koefisien determinasi (R2) = 0,345 % menunjukkan, kontribusi pengaruh Current Rasio dan Return On Equity secara bersama-sama terhadap Kebijakan Dividen 0.345 atau 34,5%, sisanya 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.. Hasil pengujian hipotesismembuktikan,Current Rasio dan Return On Equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividenyang dibuktikan dengan nilai sig F = 0.002 < 0.05. Secara parsial pengaruh Current Rasio terhadap Kebijakan Dividensignifikan dan bertanda positi terhadap Kebijakan Dividenyang dibuktikandengan nilai sig t = 0.031 < 0.05. Demikian pulaReturn On Equity berpengaruh signifikan,namun negarifterhadap Kebijakan Dividenyang dapat dibuktikan dengan nilai sig t 0.002 < 0,05.
Kata Kunci: Divided Policy, Current Rasio dan Return On Equity Rasio.
ABSTRACT
This study aims to determine, analyze and prove the effect of Current Ratio and Return On Equity on Dividend Policy in plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The population in this study was 16 plantation sub-sector companies listed on the IDX for the period 2010 - 2019. However, only 3 companies were used as samples using purposive sampling, because they met the criteria: consistently listed on the IDX and distributed dividends to shareholders. from 2010 – 2019. Based on the data that has been processed, a multiple linear regression equation is obtained: = 0.364 + 0.349X1 - 0.184X2 + e, where the constant value of 0.364 states that if there is no influence from Current Ratio and Return On Equity, then Dividend Policy score is 0.364. The regression coefficient of the Current Ratio is positive 0.349, meaning that every 1% increase in the Current Ratio will increase the Dividend Policy by 0.349 or 34.9%. The regression coefficient of Return On Equity -0.184 is negative, meaning that every 1% increase in Return On Equity will cause a decrease in Dividend Policy -0.184 or 18.4%. The value of the coefficient of determination (R2) = 0.345% indicates that the contribution of the influence of Current Ratio and Return On Equity together to Dividend Policy is 0.345 or 34.5%, the remaining 65.5% is influenced by other factors not examined. The results of hypothesis testing prove, Current Ratio and Return On Equity together have a positive and significant influence on Dividend Policy as evidenced by the
`47 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
value of sig F = 0.002 < 0.05. Partially, the effect of Current Ratio on Dividend Policy is significant and has a positive sign on Dividend Policy as evidenced by the value of sig t = 0.031 < 0.05. Likewise, Return on Equity has a significant but negative effect on Dividend Policy which can be proven by the value of sig t 0.002 < 0.05.
Keywords: Divided Policy, CurrentRasio and ReturnOn EquityRatio
A. PENDAHULUAN
Indonesia adalah salah satu negara yang saat ini sedang giat-giatnya dan terus menggalakkan dan memperluas pembangunan ekonominya di segala bidang dan sektor. Dalam program percepatan dan perluasan pembangunanekonomi Indonesia yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (Indonesia MP3EI), pertanian menjadi salah satu program utama dengan sub sector perkebunan, yang salah satu pengembangan kegiatan ekonomi utamanya adalah kelapa sawit.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama perkebunan di Indonesia, dikarenakan kelapa sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng sehingga pasokan yang berkelanjutan akan menjaga kestabilan harga minyak goreng. Hal inisangatpenting, karena yang Pertama, minyak goreng merupakan salah satu dari Sembilan bahan Pokok kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kedua, sebagai komoditas non migas. Ketiga, dalam proses produksi maupun pengolahan juga mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, sector perkebunan ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan Lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Peranan sub sector perkebunan ini memang begitu besar bagi peningkatan pemanfaatan penyediaan bahan baku untuk industridalam negeri dan sebagai sumber devisa negara.
Perkembangan ekonomi pada setiap negara dapat diukur dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan mengetahui tingkat perkembangan pasar modal (Capital Market), yang menjadi media pendanaan dan media wahana pendanaan. Semakin besarnya jumlah kapitalisasi pasar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah
satu ciri sebagai perkembangan ekonomi di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan go public yang bergerak di sector pertanian dan sudah terdaftar di BEI hingga tahun 2019 ini berjumlah 22 perusahaan. Sektor Pertanian ini memiliki 5 sub sektoryaitu : Sub sector Tanaman Pangan, Sub sektor Perkebunan, Sub sector Peternakan, Sub sector perikanan, Sub sector kehutanan. Dari ke 5 sub sector tersebut yang memiliki peran besar dalam perkembangan sector pertanian dan perekonomian Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di SubSektor Perkebunan.
Perusahaan perkebunan ini sudah terdaftar (listing) di BEI selama periode 2010 – 2019 berjumlah 16 perusahaan, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1 pada halaman berikut ini :
Namun,dari 16 perusahaan sub sector perkebunan yang tercatat di BEI tersebut, hanya 3 perusahaan sajayaitu PT. Astra Agro Lestari Tbk, PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk yang konsisten terdaftar di BEIdan membagikan dividen kepada pemegang saham selama 10 tahun terakhir.
Sebagaimana diketahui, bahwa para investor mau melakukan investasi modalnya kedalam bentuk saham perusahaan karena adanya keuntungan yang diharapkan dari investasi di pasar modal tersebut yaitu berupa capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari kenaikan atas perubahan harga saham dari selisih harga beli dan harga jualnya. Atau mungkin juga, para investor tersebut mengharapkan dividen yaitu pembagian dari keuntungan yang dibayarkan oleh perusahaan setelah pajak dikurangi laba ditahan sebagai cadangan bagi perusahaan (Anoraga, 2001).
`48 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
Tabel 1. Perusahaan Sub Sektor Perkebunan Yang Terdaftar di BEI Periode 2010 – 2019
No Kode Saham
Nama Perusahaan 1 AALI Astra Agro Lestari Tbk 2 ANJT Austindo Nusantara Jaya Tbk 3 BWPT Eagle High Plantations Tbk 4 DSNG Dharma Satya Nusantara Tbk 5 GOLL Golden Plantation Tbk 6 GZCO Gozco Plantations Tbk 7 JAWA Jaya Agra Wattie Tbk 8 LSIP PP LondonSumatra
Indonesia Tbk 9 MAGP Multi Agro Gemilang
Plantation Tbk
10 PALM PT Provident Agro Tbk 11 SGRO Sampoerna Agro Tbk 12 SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk 13 SMAR Smart Tbk
14 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk 15 TBLA Tunas Baru Lampung Tbk 16 UNSP Bakrie Sumatra Plantations Tbk Sumber: www.idx.co.id (data di olah peneliti, 2020)
Kebijakan Dividen ini sangat penting, karena dapat mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan, harga saham, struktur finansial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dengan kata lain, kebijakan Dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Setiap perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda. Karena kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan dalam membayar dividen kepada para pemegang saham, maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dananya dalam jumlah yang cukup untuk membiayai pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. Adapun Indikator yang digunakan untuk mengukur kebijakan Dividen tersebut adalah rasio pembagian Dividen (Dividen Payout Ratio). Dividen Payout Ratio adalah presentase dari laba setelah pajak yang dibagikan kepada pemegang saham yang merupakan perbandingan antaraDividen Per Share (DPS)
dengan Earning Per Share (EPS) (Handayani, 2011).
Rasio likuiditas merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan dalam melakukan pembagian dividen kepada para pemegang saham. Makin kuat tingkat likuiditas perusahaan, maka semakin besar.
Kemampuan perusahaan di dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (Harmono, 2011).
Rasio yang digunakan adalah current ratio (CR), Current Ratio yang terlalutinggi, bermakna bahwa perusahaan terlalu banyak menyimpan asset lancar padahal perlu diingat bahwa aset lancar kurang menghasilkan return yang tinggi dibandingkan dengan aset tetap. Sebaliknya Current Ratio yang terlalu rendah atau bahkan kurang mencerminkan adanya risiko perusahaan untuk tidak mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo.
Pertimbangan lainnya adalah kemampuan peusahaan dalam memperoleh laba (Profitabilitas) yang diukur dengan Retutn on EquityRatio. Return on Equity Rasio ini merupakan rasio yang mencerminkan seberapa besar return yang dihasilkan bagi pemegang saham atas setiap rupiah yang ditanamkan. Meningkatnya profitabilitas dapat tercemin pada meningkatnya Return On Equity Ratio.
Meningkatnya Return On Rquity Rasio ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam membagikan Dividen. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Kartini (2016) menunjukkan, bahwa Return On Equity Ratio berpengaruh positif terhadap Dividen Payout Ratio, sedangkan menurut penelitian Rahmawati (2018) yang menyatakan bahwa return on equity Rasio tidak signifikan dan berpengaruh negative terhadapDividen Payout Rasio.
Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Christianty Dewi Sisca dalam artikelnya (2018) menghasilkan kesimpulan, bahwa perusahaan dengan kebijakan hutang dan profitabilitas yang semakin tinggi akan menurunkan kebijakan dividen. Ayu Purnama Sari dalam artikelnya (2016) menghasilkan kesimpulan, bahwa profitabilitas yang meningkat akan menyebabkan terjadinya kenaikan dividen.Dwi Pamungkas Yoga dalam
`49 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
artikelnya (2016) menghasilkan kesimpulan, bahwa kebijakan hutang dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen (DPR). Siregar Asrul dalam artikelnya (2014) menghasilkan kesimpulan, bahwa tingkat keuntungan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kebijakan dividen.Novianty Rais Bella dalam artkelnya (2017) menghasilkan kseimpulan, bahwa tingkat keuntungan belum cukup bukti, bahwa profitabilitas (ROI) berpengaruh terhadap kebijakan dividen (DPR), dan Tanggara Anastasia dalam artikelnya ( 2014) menghasilkan kesimpulan, bahwa kebijakan hutang berpengaruh negarif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemungkinan perusahaan berhutang karena keterbatasnya laba ditahan, maka akan semakin kecil kemungkinan perusahaan membagikan dividen. Namun, profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kbijakan dividen. Hal ini menunjukkan, bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang digunakannya, maka akan semakin besar kemungkina perusahaan membagikan dividen.
Berdasarkan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Current Rasio dan Return On Equity Terhadap Kebijakan Dividen (dividend Payout Rasio) pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”
Adapun masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai beikut :
1. Apakah Current Rasio dan Return On Equity Rasio secara bersama-sama berpengaruh terhadap kebijakan Dividen (Dividend Payout Rasio) pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
2.Apakah Current Rasio secara parsial Berpengaruh terhadap kebijakan Dividen pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
3.Apakah Return On Equity secara Parsial berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan membuktikan :
1.Pengaruh Current Rasio dan Return On Equity Rasio secara bersama-sama Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
2.Pengaruh Current Rasio secara parsial Terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
3.Pengaruh Return On Equity Rasio secara Parsial terhadap kebijakan Dividen
pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2019.
B. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Tempat dan Waktu Penelitian :
Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website BEI (www.idx.co.id), dan www.sahamok.com. Indonesian Capital Market Directory (ICMD) periode 2010 - 2019 serta dari sumber-sumber lain yang yang dipandang relevan dengan penelitian tersebut.
Waktu penelitian dilakukan selama 6 (enam bulan) yaitu diawali dari bulan Desember 2020 sampai dengan April 2021
Sumber dan Teknik PengumpulanData Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang telah dipublikasikan di website BEI (www.idx.co.id) www.sahamok.com, periode 2010 -2019.
Sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang didasarkan pada laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia.
Populasi, Sampel, dan Sampling
Populasi dalam penelitian ini adalah 16 Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010 - 2019. Dari 16 perusahaan tersebut yang digunakan sebagai sampel
`50 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
hanya sebanyak 3 perusahaan saja, yaitu yang memenuhi kriteria :
a. Perusahaan perkebunan yang secara konsistenten daftar di Bursa Efek Indonesia dan membagikan dividen selama periode 2010– 2019.
b. Saham Perusahaan perkebunan yang aktif diperdagangkan pada periode 2010– 2019 di BEI.
c. Data keuanganyang dibutuhkan dapat diperolehdi laporan keuangan selama kurun waktu penelitian tahun 2010 - 2019.
Ke 3 perusahaan tersebut adalah PT.
Astra Agro Lestari Tbk, PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk dan PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk yang konsisten membagikan Dividen selama 10 tahun.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling.`
RancanganPenelitian
Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan, maka penelitian ini bersifat kausalitas korelasional untuk mengetahui pengaruh dari satu atau lebih variabel independen terhadap variabel lainnya (dependen) serta melakukan analisis dan pengujian sebagai pembuktiannya pengauh tersebut.
Variabel dan DefinisiOperasional
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas satu variabel dependen (Kebijakan Dividen) dan dua variabel independen (Current Ratio dan Return On Equity Ratio).
Variabel dan definisi operasional variabel penelitian tersebut ditunjukkan pada Tabel 2. berikut ini:
Tabel 2. Variabel dan Definisi Operasional No Variabel
Definisi
Operasional Dimensi dan Indikator
1. Variabel Kebijakan Dividen (Dividend Policy) (Y)
Adalah kebijakan apakah laba yang diperoleh perusahaan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.
Dividend Payout Rasio
(DPR) Dividen Per Share DPR = ---
Earning Per Share
2. Variabel Current Ratio (X1)
Adalah Kemampuan perusahaan membayar Hutang lancar
Current Rasio (CR) :
Aktiva Lancar CR = ---
Hutang Lancar
3 Variabel Return On Equity (X2)
Adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan return atas setiap rupiah yang ditanamkan pemegang saham
Return On Equity (ROQ) :
C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian
a.AnalisisStatistikDeskripsi :
Analisis statistic deskriptif bertujuan menjelaskan deskripsi data dari seluruh variabel yang akan dimasukkan dalam model penelitian. Hasil dari tabulasi data Kebijakan Dividen, Current Rasio danReturn On Equity Rasio diinterpretasikan dalam nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi untuk masing-masing variable ditunjukkan pada Tabel 3. pada halaman berikut ini.
Tabel 3. Hasil Perhitungan Analisis Statistik Deskriptif
DescriptiveStatistics N Minim
um Maxi mum
Mean Std.
Deviation Ln_Kebijakan_
dividen
30 -1,32 ,61 ,2615 ,41704
Ln_Current Ratio
30 ,41 1,52 ,3913 ,43326
Ln_Return On Equity
30 2,76 3,37 1,2970 1,22938
Valid N (list
wise) 30
a).KebijakanDividen :
Tabel 3. di atas menunjukkan deskripsi sebaran data Kebijakan Dividen bahwa Kebijakan dividen memiliki nilai maksimum sebesar 0.61 dan nilai minimun sebesar -1.32. Kebijakan dividen memilikinilai rata-rata sebesar 0.2615 dari
`51 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
30 observasi pada 3 Perusahaan Perkebunan yang terdaftar di BEI selama periode penelitian, dan standar deviasi sebesar 0.4170 dari 30 sampel yang diteliti.dari 30 observasi pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan selama periode 2010 -2019.
Sebaran perkembangan data Kebijakan dividen tahun 2010-2019 ditunjukkan pada Gambar 1. di bawah ini :
DescriptiveStatistics
Gambar 1. Deskripsi Sebaran Data Kebijakan dividen Tahun 2010 – 2019
b).Current Rasio (CR) :
Tabel 3. juga menunjukkan deskripsi sebaran data Current Rasio dari 30 observasi pada 3 Perusahaan Perkebunan di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian, yang mempunyai nilai minimum sebesar 0,41, nilai maksimum sebesar 1,52, rata-rata (mean) sebesar 0,3913, dan standar deviasi sebesar 0,43326. Deskripsi sebaran data Current Rasio tahun 2010 – 2019 dapat dilihat pada gambar 2. Dibawah ini:
Descriptive Statistics
Gambar 2. Deskripsi Sebaran Data Current Rasio Tahun 2010– 2019
c). Return On Equity (ROE)
Selanjutnya Tabel 3. di atas juga menjelaskan besarnya Return On Equity Rasio dari 30 observasi selama periode
penelitian yang memiliki nilai minimum sebesar 2.76, dan nilai maksimum sebesar 3.37. Besarnya rata-rata Return On Equity Rasio adalah 1.2970 dan untuk standar deviasi Return On Equity Ratio sebesar 1.2293 dari 30 sampel yang diteliti.
Sebaran perkembangan data Return On Equity Ratio tahun 2010 – 2019 ditunjukkan pada gambar 3. Berikut ini:
Descriptive Statistics
Gambar 3. DeskripsiSebaranData Return On Equity Rasio (Profitabilitas).
2.Pembahasan :
Sebelum penulis membahas atau menganalisa pengaruh baik secara simultan maupun parsial dengan menggunakan analisis statistic inferensial dalam hal inianalisi regresi berganda akandilakukan uji asumsi klasik.
a. Uji Persyaratan Analisis dan Asumsi Klasik :
1). Uji Normalitas :
Gambar 4. Grafik Uji normalitas
Dari hasil uji normalitas(Gambar 4)dapatdilihat,bahwatitik-
titikberadamendekati garis diagonal. Hal inimenunjukanbahwahasil uji normalitas p- plot data tersebutberdistribusi normal.
`52 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
2).Uji Multikolinearitas :
Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model Collinearity Statistics Model
CollinearityStatistics
Tolerance VIF 1 . Ln_CurrentRatio ,958 1,044
Ln_Return On Equity ,958 1,044 DependentVariable: Ln_Kebijakan_dividen
Berdasarkan Tabel 4. di atas, tolerance value > 0,1 dan VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen tersebut tidak terdapat hubungan multikolinearitas dan dapat digunakan untuk memprediksi data yang digunakan selama periode pengamatan.
3). Uji Heteroskedasitas
Gambar 5. Hasil Uji Heteroskedasitas
Dari Gambar 5. Scaterplot dapat diketahui bahwa titik – titik menyebar dengan pola yang tidak jelas/ tidak membentuk pola tertentu diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka pada model regresi tidak terjadi gejala heteroskedastisitas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala heteroskedastisitas selama periode pengamatan.
4). Uji Autokorelasi :
Tabel 5. berikut ini menunjukkan hasil uji Autokorelasi pada persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini.
Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate Durbin-
Watson
1 ,587a ,345 ,296 ,34989 1,057
a. Predictors: (Constant),Ln_Current Ratio,Ln_Return On Equity
b.DependentVariable: Ln_Kebijakan_dividen
Sumber: Data penelitian yang diolah menggunakan SPSS versi 22.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 22 pada Tabel 5 di atas menunjukkan nilai DW:+1.057 yang artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat auto korelasi pada persamaan regresi linier berganda pada penelitian ini.
b.Analisis Regresi Linier Berganda : Berdasarkan Tabel 6. Pada halaman berikut ini diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagaiberikut:
1 - 0.184X2 + e
dimana :
= KebijakanDividen (Dividend Pay Out Rasio)
X1 = Current Ratio
X2 = Return On EquityRatio e = error term atau residual
a.Nilai Konstanta sebesar 0.364 menyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh dari
variable Current Rasio dan Return On Equity Ratio(atau skor nilainya 0),maka skor nilai Kebijakan Dividen (Dividend Payout Ratio) akan sebesar 0.364 atau 36,4 %.
b.Koefisien regresi variable Current Rasio sebesar 0,349 bertanda positif menjelaskan, bahwa setiap terjadi kenaikan 1% Current Rasio akan meningkatan kebijakan dividen (Dividend Payout Rasio) sebesar 0.349 atau 34,9%.
c. Koefisien regresi variable Return On Equity Rasio sebesar -0,184 bertanda negatif, hal ini menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1% Return On Equity Ratio akan menyebabkan penurunan kebijakan
`53 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
dividen sebesar -0,184 atau18,4%.
b. KoefisienKorelasi (R)
Hasil analisis koefiisien korelasi (Tabel 5.) antara variabel Curret Rasio dan Return On Equity dengan Kebijakan sebesar (Dividend Payout Rasio) sebesar 0.587. Hal ini berarti, bahwa hubungan antara Current Rasio dan Return On Equity Rasio pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010 -2019 cukup kuat.
c. Koefisien Determinansi (R²)
Hasil analisis koefisien determinasi (R²) pada Tabel 5. menjelaskan, bahwa kontribusi pengaruh Current Rasio (Kemampuan Membayar Hutang Lancar) dan Raturn On Equity Rasio (Kemampuan Memperoleh Laba/Return atas setiap saham yang dimiliki pemegang saham) secara bersama-sama terhadap Kebijakan Dividen (Dividen Payout Rasio) adalah sebesar 0.345 atau 34,5%. Sedangkan sisanya sebesar 0,655 atau 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti ukuran perusahaan, kesempatan investasi, aliran kas dan kepemilikan institusional.
Tabel 6. AnalisisRegresi linear Beganda Coefficientsa
Dependent Variable: Ln_Kebijakan_dividen
Sumber: Data penelitian yang diolah menggunakan SPSS 22
d.Pengujian Hipotesis : 1). Uji Simultan (Uji F) Tabel 7. Hasil Uji F
ANOVAa
a. Dependent Variable : Ln_Kebijakan_dividen
b. Predictors:(Constant), Ln_Kemampuan Memperoleh Laba, Ln_Kemampuan Membayar Hutang Lancar
Hipotesis yang diajukan menyatakan, bahwa diduga Current Rasio dan Return On Equity Rasio (Profitabilitas) berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen (Dividend Payout Ratio) pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar Di BEI periode 2010 - 2019.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (Tabel7.) di atas menunjukkan, bahwa Current Rasio (Kemampuan Membayar Hutang Lancar) dan Return On Equity Ratio (Kemampuan Memperoleh Return/Profitabilitas) terbukti berpengaruh positif secara bersama-sama pada tingkat signifikansi 5%terhadap Kebijakan dividen (Dividend Payout Ratio) pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI periode 2010-2019 yang dibuktikandengan nilai sig F = 0.003 < 0.05. Ini berarti hipotesis tersebut diterima.
Hasil ini didukung oleh penelitianyang dilakukanoleh Dwi Pamungkas Yoga (2013), walaupun tidak begitu cukup kuat yang
menunjukkan, bahwa kebijakan Hutang dan Profitabilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kebijakan Dividen (DPR).
Hal ini dikarenakan, untuk kebijakan hutang ini mungkin dimaksudkan berkaitan dengan sumber penggunaan dana untuk membiayai kegiatan perusahaan yang berasal dari hutang menurun akan meningkatkan Kebijakan Dividen, bukannya berkaitan dengan Current Rasio (kemampuan membayar hutang jangka lancar.
2). Uji Parsial (Uji t)
a. Hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa diduga Current Rasio (kemampuan Membayar Hutang Lancar) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kebijakan dividen (Dividend Payout Ratio) pada perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI pada periode penelitian periode 2010-2019.
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 6, diperoleh besarnya koefisien regresi untuk Current Rasio (kemampuan Membayar Hutang Lancar) adalah 0,349 dengan tingkat signifikansi 0,031 yang menunjukkan lebih kecil 0,05. Hal ini berarti Hipotesis tersebut diterima sehingga dapat disimpulkan,bahwa
`54 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
Current Rasio berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan Perkebunan yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2019.
Hal ini dapatlah dimengerti, bahwa dengan semakin tingginya perusahaan dapat membayar hutang lancarnya, perusahaan mempunyai cadangan aset lancar (Kas) yang cukup banyak untuk membayar hutang lancarnya tersebut, sehingga perusahaan juga dimungkinkan mampu membagikan dividen kepada
pemegang saham daripada
ditempatkannya di dalam perusahaan sebagai dana yang kurang produktif.
b. Hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa diduga Return On Equity Ratio (Profitabilitas) berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen (Dividend Payout Ratio) pada perusahaanSub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI pada periode penelitian tahun 2010- 2019.
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel6, diperoleh besarnya koefisien Return On Equity Rasio -0,184 dengan tingkat signifikansi 0,02 yang menunjukkan lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti Hipotesis tersebut diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Return On Equity Ratio berpengaruh signifikan tetapi bernilai negatif terhadap kebijakan dividen (Dividend Pay Out Rasio) pada perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI pada periode 2010 - 2019. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan Return dari setiap rupiah saham pemegang saham perusahaan, maka akan menurunkan kemungkinan perusahaan membagikan dividen.
Hasil penelitian ini senada dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Ayu Permata Sari (2016) dan Siregar asrul (2014), yang menyimpulkan bahwa tingkat keuntungan (profitabilitas) berpengaruh signifikan dan positif terhadap kebijakan dividen.Begitu pula Novianty Rais Bella (2017) menyimpulkan, bahwa tingkat keuntungan (Profitabilitas dengan menggunakan ROI) berpengaruh postifterhadap kebijakan dividen, walaupun belum cukup bukti.
Hal ini dapatlah dimengerti, bahwa dimungkinkan dengan adanya kenaikkanReturn On Equity Rasio, maka biaya modal sendiri (laba ditahan) yang diminta oleh pemegang saham lebih tinggi dibandingkan biaya hutang jangka panjang.
Oleh karena itu, perusahaan lebih memilih menggunakan hutang jangka panjang, dan membagikan dividennya kepada pemegang saham.
D. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
a) Secara bersama-sama Current Rasio (kemampuan dalam membayar hutang lancar) dan Return On Equity Ratio (kemampuan di dalam menghasilkan return atas setiap rupiah saham pemegang saham) mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kebijakan Dividen (Dividend Payout Rasio) pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di BEI selama periode 2010 – 2019 yang dibuktikan dengan Nilai sig F= 0,003 < 0.05
b). Secara parsial Current Rasio berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kebijakan Dividen selama periode 2010- 2019 yang dibuktikan dengan nilai sig t
< 0,05.
c.). Return On Equity Ratio berpengaruh signifikan, namun negatif terhadap Kebijakan Dividen yang dibuktikan dengan nilai sig t = 0.002 < 0,05.
Saran
a). Tetap mempertahankan Current Rasio untuk menjaga likuiditas perusahaan dan menggunakan hutang jangka panjang untuk membiayai penambahan modal bagi perusahaan selagi biayanya masih lebih rendah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (Laba Ditahan)
b).Perusahaan harus tetap menjaga performance atau kinerja keuangan nya, agar kepercayaan pemegang saham tetap pada perusahaan dan dapat mengundang calon investor lainnya untuk menginvestasikan dananya ke dalam saham perusahaam melalui pembagian dividen ini.
`55 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
E. DAFTAR RUJUKAN
Anessa Musfitria 2 “Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2 ” Jurnal GICI. Vol. 6, No.1, ISSN: 2088- 1312, Pp 4-13
Bella Novianti Rais. 2017. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, Vol. 17, No. 2
Chirstianty, Sisca Dewi. 2008. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Instutiosional, Kebijakan Hutang, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014.
Jurnal EMBA Vol. 10 No 1
Dwi Pamungkas Yoga (2013). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Hutang, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadpa Kebijakan Dividen Perusahaan Manufaktur. Jurnal terbit: Volume 4, Nomor 11
Fahmi, I. 2013. Analisis Laporan Keuangan, Alfabeta, Bandung.
Gitosudarmo, Indriyo dan Basri. 2012.
Manajemen Keuangan. Edisi 4, Yogyakarta.
HasrulSiregar, 2014. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Resiko Bisnis, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang dan Kebijakan Dividen Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan Yang DimoderasiI Oleh Corporate Governance Volume 21 No.2
Horne, James C. Van dan John M Wachowicz, Jr. 2012. Prinsip- Prinsip - prinsip Manajemen Keuangan (Edisi 13). Jakarta:
Salemba Empat
Husnan, S. 2015. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, ed.5, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Jogiyanto Hartono. 2012. TeoriPortofolio dan AnalisisInvestasi,
EdisiKedelapan, BPFE, Yogyakarta.
Jogiyanto, H. (2015). TeoriPortofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta:
BPFE. Kartini, Dwi. 2013.
Corporate Social Responsibility TransformasiKonsep
Kasmir.2015. Analisis Laporan Keuangan, ed.6, PT. Raja GrafindoPersada, Jakarta.
Kartini, Dwi. 2013. Corporate Social Responsibility Transformasi Konsep Sustainability Management Dan Implementasi Di Indonesia.
Bandung: PT RefikaAditama Lintner and J Gordon, Myron, 2015. Optimal
Investment and Financing Policy, Journal of Finance, May
Lopolusi. Ita. 2013. Analisisfaktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen sektor manufacture yang terdaftar di BEI. Skripsi.
Universitas Surabaya.
Lukman Syamsuddin. 2013. Manajemen Keuangan Perusahaan-Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
May, Ellen, 2012, Pasar Modal Syariah (part.1) by @pakarsaham,
Myers, S.C., dan Marcus, A.J. 2017. Dasar- Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi Lima. Jilid Dua.
Erlangga.
Ni Komang Ayu; I Gusti Ayu Nyoman.
Pengaruh Kepemilikan Managerial, Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow Dan Profitabilitas Pada Kebijakan Dividen. E-Jurnal Akuntansi,
Rachmawati, S. 2018. PengaruhFaktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Audit Delay dan Timeliness. Jurnalakuntansi dan keuangan, Vol.10, No. 1, Mei: 1- 10.
`56 http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/ekonomi/index
Rusdin 2016. Pasar Modal. Bandung:
Alfabeta
Rangkuti. 2013. Riset Pemasaran. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Ross, Stephen, dkk. 2015. Pengantar Kuangan Perusahaan. Jakarta:
SalembaEmpat.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).
Bandung: Alfabeta
Seftianne dan Handayani. (2011). Faktor- faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol.13, No. 1, April 2011, Hlm. 39-56.
Sjahrial, Dermawan dan Djahotman Purba.
2013. Analisis Laporan Keuangan Cara Mudah & Praktis Memahami Laporan Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Tandelilin, Eduardus, 2011. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Yogyakarta: BPFE Tanggara Anastasia (2014). Pengaruh
Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Widya Mandala Catholic University Surabaya: Volume 1, Nomor Utami, Rizky Pebriani. 2008. Pengaruh
RasioKeuangan Pada Sektor Industri Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003 – 2007. Jurnal Skripsi Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.
Yophy 2015. Analisis Laporan Keuangan.
Edisi 1. Yogyakarta: Center For.Academic Publishing Service.