RENCANA STRATEGIS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN 2021-2025
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2021
LEMBAR PENGESAHAN
DOKUMEN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2021-2025 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
Revisi : -
Tanggal : 12 Desember 2021
Diajukan oleh : Ketua Tim Penyusun
Mansyur, S.Pd., M.Hum.
NIP. 19820409 200812 1 001
Disetujui oleh : Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah
Drs. Rusdi Effendi, M.Pd.
NIP. 19660731 199103 1 002
Disahkan oleh : Dekan FKIP Universitas Lambung Mangkurat
Dr. Chairil Faif Pasani, M.Si.
NIP. 19650808 199303 1 003
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT kami panjatkan atas selesainya Rencana Strategis Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM ini. Penyusunan Rencana Strategis ini melibatkan pengelola program studi, gugus penjaminan mutu program studi, serta dosen program studi. Rencana Strategis ini menjadi langkah awal dalam upaya mewujudkan visi keilmuan dan misi program studi, dan sebagai upaya mendukung implementasi visi-misi lembaga.
Renstra ini merupakan hasil pemikiran bersama setiap komponen yang terlibat, oleh karenanya tim penyusun menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan atas segala jerih payah dan dukungannya dalam penyusunan Renstra ini. Akhirnya tim berharap, Renstra ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan program studi selama lima tahun dan dapat menjadi ukuran keberhasilan pengelolaan program studi.
Banjarmasin, Desember 2021 Ketua Tim penyusun
Mansyur, S.Pd., M.Hum.
NIP 19820409 200812 1 001
SUSUNAN TIM PENYUSUN RENCANA STRATEGIS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP ULM
No Nama NIP/NIPK Jabatan
1. Drs. Rusdi Effendi, M.Pd. 196607311991031002 Penanggung Jawab 2. Mansyur, S.Pd., M.Hum. 198204092008121001 Ketua
3. Melisa Prawitasari, M.Pd. 198901162015042002 Sekretaris 4. Heri Susanto, M.Pd. 198209022008121001 Anggota 5. Dra. Rochgiyanti, M.Si.,
M.Pd 196212121987032002 Anggota
6. Wisnu Subroto, S.S., M.A. 197710182005011001 Anggota 7. Sriwati, M.Pd. 199004112019032017 Anggota 8. Fitri Mardiani, M.Pd. 199204282019032029 Anggota 9. Helmi Akmal, S.Pd. 19950828201508101032 Anggota
BAB I PENDAHULUAN
Program Studi merupakan unsur terdepan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Program studi menjalankan peran dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mengaplikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fungsi penting tersebut menjadikan program studi sebagai ujung tombak pencapaian visi-misi lembaga, dengan kata lain tanpa peran program studi hampir bisa dipastikan bahwa sebaik apapun visi-misi lembaga akan sangat sulit untuk diwujudkan.
Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, diperlukan perencanaan yang baik, sehingga pencapaian kerja yang dilakukan sesuai dengan sasaran visi-misi program studi yang mengacu pada visi-misi lembaga. Dalam konteks ini, pengelola program studi dipandang perlu menyusun sebuah perencanaan untuk mencapai visi-misi program studi.
Perencanaan ini dalam sistem tata pamong lazim disebut dengan Rencana Strategis (Renstra) Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.
Rencana Strategis Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat merupakan rencana lima tahunan yang berfungsi memberikan arahan bagi pencapaian visi-misi program studi dan lembaga.
BAB II IDENTITAS, VISI, MISI, DAN TUJUAN
A. Identitas
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) di Universitas Lambung Mangkurat berdiri sejak 1 Juni 1962 atau setahun setelah ULM resmi menjadi universitas negeri. FKIP ULM sebelumnya adalah peleburan dari jenjang pendidikan Bidang (Bi) yang terdiri dari : Bi Sejarah, Bi Bahasa Inggeris, Bi Ilmu Pasti dan Bi Penjas. Dalam perkembangannya sejak tahun 1964 FKIP ULM menjadi IKIP Bandung Cabang Banjarmasin yang memiliki fakultas yaitu :
1. Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS) 2. Fakultas Keguruan Sastra Seni (FKSS) 3. Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE)
Sejak menjadi IKIP Bandung cabang Banjarmasin, Jurusan Pendidikan Jasmani yang sebelumnya merupakan salah satu jurusan pada FKIP ULM memisahkan diri menjadi Sekolah Tinggi Olah Raga (STO). IKIP Bandung Cabang Banjarmasin dipimpin Dekan Koordinator/Anggota Presidium dan setiap fakultas dipimpin oleh Dekan Muda. Dalam perkembangan selanjutnya sejak tahun 1970 IKIP Bandung Cabang Banjrmasin kembali
berintegrasi dengan ULM menjadi 2 fakultas, yaitu Fakultas Keguruan ULM dan Fakultas Ilmu Pendidikan ULM.
Selanjutnya sejak Juli 1983 sampai sekarang Fakultas Keguruan ULM dan Fakultas Ilmu Pendidikan ULM kembali bergabung (berintegrasi) menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ULM (FKIP ULM) dan STO kembali bergabung dengan FKIP ULM menjadi Jurusan Pendidikan Olah raga dan Kesehatan (POK). Pada awal penggabungan, FKIP ULM mempunyai 5 jurusan, yaitu:
1. Jurusan Pendidikan IPS
2. Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA 3. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra 4. Jurusan Ilmu Pendidikan
5. Jurusan Pendidikan Olah raga
Dalam perkembangan selanjutnya sampai sekarang ini FKIP ULM mempunyai 5 jurusan yang terdiri atas 21 program studi yang aktif. Program Studi Pendidikan Sejarah adalah salah satu Program studi di bawah Jurusan Pendidikan IPS. Program studi ini beroperasi berdasarkan izin perpanjangan penyelenggaraan terbaru SK DIKTI Nomor 9413/D/T/K- N/2011, tanggal 31 Oktober 2011. Peringkat akreditasi terakhir program studi ini peringkat A, Nomor SK BAN-PT: 3979/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2017.
B. Visi Keilmuan
Visi keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM adalah:
“Terwujudnya Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat sebagai rujukan pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal tahun 2035”.
C. Misi
Misi Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM sesuai dengan visinya adalah:
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran sejarah dengan menonjolkan bidang kekhasan sejarah lokal sebagai pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan budaya berbasis etnopedagogi dan ekopedagogi lahan basah.
2. Melaksanakan penelitian bidang pendidikan dan keilmuan sejarah yang mengacu pada keunggulan lokal lahan basah.
3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai tindaklanjut hasil penelitian dan pengembangan bidang pendidikan dan keilmuan sejarah yang memberikan umpan balik terhadap mutu pendidikan.
D. Tujuan
Tujuan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM adalah:
1. Menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten dibidang pendidikan sejarah dan berkontribusi dalam membangun identitas nasional berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keunggulan budaya lokal.
2. Menghasilkan peneliti/pengkaji bidang pendidikan dan keilmuan sejarah berwawasan kebangsaan dan reflektif terhadap perubahan.
3. Meningkatnya kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dibidang pendidikan dan keilmuan sejarah yang berkontribusi terhadap pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif.
4. Terwujudnya program pengabdian kepada masyarakat sebagai aplikasi hasil penelitian bidang pendidikan dan keilmuan sejarah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
E. Sasaran Pencapaian Visi-Misi
Sasaran dan strategi pencapaian diuraikan berdasarkan butir visi-misi dan tujuan. Secara periodik (jangka panjang) sasaran dan strategi pencapaian ditetapkan;
Aspek Target Waktu Capaian
2021-2025 2026-2030 2031-2035
Sasaran
Peningkatan kualifikasi lulusan berlandaskan nilai kebangsaan dan budaya lokal
Berdaya saing dalam tridharma di tingkat nasional dengan menonjolkan kearifan lokal lahan basah
Sebagai rujukan pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif
Strategi Umum
- Mengembangkan tata kelola
pembelajaran yang adaptif, reflektif dan inovatif
- Mengembangkan program layanan dan pembinaan minat, bakat, penalaran, dan keprofesian bagi mahasiswa - Penguatan
jaringan
Kerjasama bidang pendidikan dan pembelajaran antar lembaga sehingga
- Memantapkan posisi program studi dalam bidang pendidikan dan pembelajaran adaptif, reflektif, dan inovatif belandaskan nilai kebangsaan dan budaya lokal
- Memantapkan posisi program studi dalam bidang penelitian dan pengabdian
masyarakat melalui keberhasilan
mendapatkan hibah bersaing dari
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas maupun
Memantapkan posisi program studi sebagai rujukan
pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif melalui tata kelola yang baik bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai kebangsaan dan budaya lokal
memberi
kesempatan bagi mahasiswa mengembangkan kompetensi dengan belajar di luar institusi
DPRM Kementerian, serta penelitian dan pengabdian
kerjasama antar lembaga.
- Meningkatkan publikasi ilmiah hasil penelitian dan pengabdian masyarakat bertemakan pendidikan dan pembelajaran, keilmuan sejarah, maupun budaya lokal mengacu lingkungan lahan basah pada skala nasional dan internasional, serta perolehan HKI
Indikator Pencapaian
- Kurikulum OBE (Outcome Based Education) beracuan KKNI yang
mengakomodir program merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM) - Tersedianya
produk hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat yang diintegrasikan dalam
pembelajaran - Tersedianya
program layanan kemahasiswaan untuk
pengembangan kompetensi
- Meraih status akreditasi
internasional FIBAA bidang pendidikan dan pembelajaran.
- Terbentuknya pusat studi pengembangan pedagogi sejarah reflektif berbasis nilai kebangsaan dan budaya lokal dengn fokus kajian
lingkungan lahan basah
- Dosen melakukan penelitian maupun pengabdian
masyarakat melalui skema hibah bersaing LPPM dan DPRM kementerian, serta kerjasama skala nasional maupun internasional
- Pusat studi pengembangan pedagogi sejarah reflektif
dimanfaatkan dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian oleh dosen/mahasiswa - Menjadi rujukan
pengembangan pedagogi sejarah reflektif
berlandaskan nilai kebangsaan dan budaya lokal
- Tersedianya program belajar bagi mahasiswa untuk
pengembangan kompetensi dari hasil kerjasama antar lembaga di dalam maupun luar negeri
- Meningkatnya publikasi hasil penelitian dan pengabdian
masyarakat tingkat nasional (terindeks dan/atau
terakreditasi) dan internasional (terindeks dan/atau bereputasi)
bertemakan pendidikan dan pembelajaran, keilmuan sejarah, serta budaya lokal mengacu lingkungan lahan basah
- Publikasi dosen dan/atau mahasiswa mendapat pengakuan melalui peningkatan sitasinya.
Tonggak capaian visi 2035 tersebut dapat digambarkan dalam grafik di bawah ini
2021-2025 Peningkatan kualifikasi lulusan berlandaskan nilai kebangsaan dan budaya lokal
2026-2030
Berdaya saing dalam tridharma di tingkat nasional dengan menonjolkan kearifan lokal lahan basah
2031-2035 Sebagai rujukan pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif
Penentuan tonggak capaian program studi sesuai dengan rencana strategis lembaga yaitu renstra fakultas dan renstra universitas. Tonggak capaian tersebut diimplementasikan dalam langkah operasional program studi, sebagai berikut.
Tujuan 1
Menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten bidang pendidikan sejarah dan berkontribusi dalam membangun identitas nasional berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keunggulan budaya lokal.
Program
Pokok Kegiatan Indikator Baseline Target
2021 2022 2023 2024 2025 Melakukan
peninjauan kurikulum secara berkala
Pemutakhiran kurikulum menjadi kurikulum OBE beracuan KKNI dengan program MBKM
- Kesesuaian profil lulusan dengan capaian pembelajaran lulusan - Dukungan
terhadap program MBKM
Kurikulum berbasis KKNI
KKNI KKNI- MBKM
OBE- MBKM
OBE- MBKM
OBE- MBKM
Pembuatan RPS berbasis OBE untuk semua mata kuliah
Persentase mata kuliah yang memiliki RPS berbasis OBE
Format RPS belum berbasis OBE
- 50% 80% 100% 100%
Penyediaan program layanan mahasiswa
Pelatihan kepemimpinan dan
manajemen organisasi
Mahasiswa memiliki kompetensi dasar kepemimpinan dan
pengelolaan organiasi
Pelatihan hanya ditujukan kepada maba sebagai kader hima
1 keg (MABA)
1 keg (MABA)
1 keg (MABA
&
HIMA)
2 keg (MABA
&
HIMA)
2 keg (MABA
&
HIMA)
Pembentukan forum mahasiswa menulis
Kegiatan forum mahasiswa menulis 2 minggu sekali
Kegiatan 1 kali setiap semester
Setiap smt.
4 bulan sekali
2 bulan sekali
1 bulan sekali
2 ming-
gu sekali Pembentukan
forum diskusi kesejarahan
Kegiatan diskusi kesejarah 1 bulan sekali
Kegiatan 1 kali dalam 3 bulan
3 bulan sekali
2 bulan sekali
2 bulan sekali
1 bulan sekali
1 bulan sekali Peningkatan
literasi sejarah mahasiswa
Kegiatan salam literasi sejarah 1 bulan sekali
Kegiatan 1 kali dalam 3 bulan
3 bulan sekali
2 bulan sekali
2 bulan sekali
1 bulan sekali
1 bulan sekali Pemberian
bekal persiapan mahasiswa menghadapi praktik mengajar
Kegiatan pembekalan dilaksanakan 2 kali dalam satu semester
Kegiatan 1 kali setiap semester
Setiap smt.
Setiap smt.
2 kali dalam 1 smt.
2 kali dalam 1 smt.
2 kali dalam 1 smt.
Pengembangan tata kelola pembelajaran
Pemanfaatan pola pembelajaran blended melalui fasilitas e- learning SIMARI
Dosen &
mahasiswa menggunakan fasilitias e- learning untuk pembelajaran
e-learning SIMARI masih belum maksimal digunakan
50% 75% 80% 90% 100%
Penyediaan Program belajar Program 2 4 4 5 5
belajar di luar institusi
sebanyak 5 program
kampus mengajar dan magang Upgrading
fasilitas pembelajaran
Penambahan fasilitas pembelajaran
Terdapat laboratorium pemb.
sejarah
- - Lab.
School Lab.
School Lab.
School
Tujuan 2
Menghasilkan peneliti atau pengkaji bidang pendidikan dan keilmuan sejarah berwawasan kebangsaan dan reflektif terhadap perubahan.
Program Pokok Kegiatan Indikator Baseline Target
2021 2022 2023 2024 2025 Meningkatkan
kemampuan mahasiswa dalam meneliti dan publikasi ilmiah
Meningkatkan keikutsertaan mahasiswa dalam penelitian payung dosen
Keterlbatan mahasiswa dalam penelitian yang dapat diteruskan mnejadi tugas akhir
5% dari keseluruhan mahasiswa tingkat akhir menjadi anggota peneliti yang ketuai dosen
5% 10% 20% 30% 40%
Pelatihan peningkatan kemampuan meneliti dan menulis ilmiah
Ada 4 (/th) kegiatan meningkatkan kemampuan meneliti dan menulis ilmiah
1 kegiatan 1 keg 2 keg 2 keg 3 keg 4 keg
Tujuan 3
Meningkatnya kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dibidang pendidikan dan keilmuan sejarah yang berkontribusi terhadap pengembangan kajian pedagogi sejarah reflektif.
Program
Pokok Kegiatan Indikator Baseline Target
2021 2022 2023 2024 2025 Mendorong
dosen untuk memperoleh sumber pembiayaan penelitian melalui mekanisme hibah bersaing universitas, kementerian, maupun kerjasama antar lembaga serta luaran penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah bertema pendidikan dan pembelajaran, keilmuan sejarah, dan budaya lokal mengacu
Pengusulan penelitian melalui dana hibang bersaing universitas, kementerian, dan kerjasama antar lembaga pemerintah maupun swasta
12 judul penelitian tiap tahun dari 13 dosen PS
6 judul penelitian
5 judul PT & 1 judul luar PT
6 judul PT &
1 judul
luar PT
7 judul PT &
2 judul
luar PT
7 judul PT &
3 judul
luar PT
8 judul PT &
4 judul
luar PT
Publikasi ilmiah dengan tema pendidikan dan pembelajaran, keilmuan sejarah, dan budaya lokal mengacu lingkungan lahan basah
100% publikasi ilmiah bertema pendidikan dan pembelajaran, keilmuan sejarah, dan budaya lokal mengacu lingkungan lahan basah
70% publikasi ilmiah bertema pendidikan dan
pembelajaran, keilmuan sejarah, dan budaya lokal mengacu lingkungan lahan basah
70% 80% 90% 100% 100%
lingkungan lahan basah Mendorong dosen untuk menghasilkan buku ajar/referensi sebagai bentuk integrasi hasil penelitian dalam pembelajaran
Penyusunan buku ajar atau referensi
6 buku ajar/referensi pertahun
2 buku ajar/referensi
2 3 4 5 6
Menghasilkan HKI dari hasil penelitian dosen dan/atau mahasiswa
Pengajuan HKI 7 HKI pertahun 5 HKI 5 6 6 7 7
Tujuan 4
Terwujudnya program pengabdian kepada masyarakat sebagai aplikasi hasil penelitian bidang pendidikan dan keilmuan sejarah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Program Pokok Kegiatan Indikator Baseline Target
2021 2022 2023 2024 2025 Meningkatkan
kuantitas
pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian
Dosen melaksanakan pengabdian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian
8 program pengabdian pertahun
5 program pengabdian
5 6 7 8 8
Meningkatkan keikutsertaan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat
Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian
Keterlibatan mahasiswa 25% dari total mahasiswa PS
5%
mahasiswa terlibat dari keseluruhan mahasiswa PS
5% 10% 15% 20% 25%
Mendorong dosen dan/atau mahasiswa untuk menghasilkan produk/jasa dari program pengabdian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
Menghasilkan produk/jasa dari program pengabdian yang diadopsi masyarakat
Setiap pengabdian menghasilkan produk/jasa
Belum ada produk/jasa yang dihasilkan
- 10% 20% 30% 40%
Sesuai dengan periodesasi pencapaian visi-misi yang telah diuraikan maka sasaran pencapaian pada periode 2021-2025 adalah peningkatan kualifikasi lulusan, sehingga berbagai program yang dibuat lebih berfokus meningkatkan kompetensi mahasiswa.
BAB III ISU STRATEGIS DAN DAYA DUKUNG
A. Isu Strategis
Secara filosofis berdasarkan analisis Customer, Actor, Transformation Process, World-view, Owner, and Environment Constraints, revitalisasi peran dan fungsi Kemenristekdikti adalah
“merumuskan, menetapkan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam
yang dilaksanakan oleh lemlitbang, Perguruan Tinggi, dan badan usaha untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa dengan berpedoman pada Undang- Undangan Pendidikan Tinggi dan Undang-Undang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Iptek secara fokus dan konsisten, melalui pemberdayaan pembelajaran dan kemahasiswaan, kelembagaan Iptek dan Dikti, sumber daya Iptek dan Dikti, riset dan pengembangan, serta dengan penguatan inovasi guna mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa Indonesia”.
Gambar 3.1. Kerangka Kerja Logis dan Program Kemendikbud
Universitas Lambung Mangkurat sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah Kemenristekdikti menterjemahkan arah kebijakan tersebut dalam Rencana Strategis Universitas Lambung Mangkurat. Isu utama, yaitu pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing serta pembentukan pusat keunggulan telah diterjemahkan Universitas Lambung Mangkurat dalam visi-misi universitas. Program Studi Pendidikan Sejarah konsisten dengan lembaga dalam penyusunan visi-misi tujuan dan sasaran.
Selanjutnya sebagai bagian dari LPTK, isu pedagogi sejarah tidak dapat dilepaskan dari tujuan program studi. Profil lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ditetapkan dengan mempertimbangkan visi keilmuan, nilai-nilai universitas dan permintaan pasar kerja. Visi keilmuan mengadopsi tuning education structure sesuai bidang keilmuan dan mengadopsi perkembangan keilmuan pendidikan sejarah dalam lingkup nasional sebagaimana rumusan Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah (APPS). Berdasarkan kedua komponen tersebut profil lulusan program studi secara umum dalam aspek keilmuan adalah sebagai berikut:
1. Berpikiran kritis; memiliki kemampuan berpikir dalam lingkup keilmuan, menyikapi masalah dengan cara mengumpulkan data terkait, melakukan analisis dan mengajukan gagasan/temuan untuk menyelesaikan masalah
2. Memiliki kemampuan menulis ilmiah dan berbicara dalam Bahasa Indonesia; mampu untuk menulis ilmiah dan berbicara dengan benar dalam lingkungan komunikasi yang beragam.
3. Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri, mengambil inisiatif dan memanajemen waktu; kemampuan untuk mengorganisasi pekerjaan yang beragam, sesuai dengan hasil yang diharapkan dan tepat waktu.
4. Memiliki kemampuan bekerja dalam tim dalam lingkup multi disiplin dan multikultur.
Sedangkan secara khusus profil keilmuan lulusan program studi pendidikan sejarah adalah:
1. Menguasai dasar pengetahuan umum; mengacu pada tema-tema utama sejarah dan pengetahuan tentang perkembangan dunia
2. Mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dikuasai; kemampuan untuk menggunakan informasi awal dan informasi yang diterima dalam memformulasikan pertalian logis permasalahan dalam pembelajaran sejarah.
3. Kesadaran akan keberadaan pengetahuan sejarah yang dinamis dan bersifat kontroversial
4. Kesadaran akan hubungan antara isu kekinian dengan masa lalu 5. Pengetahuan tentang kerangka diakronis umum masa lalu
6. Menguasai pengetahuan spesifik tentang kronologi dan interpretasi historiografi kolonialisme, dekolonisasi, modernisme, posmodernisme dan globalisasi
7. Menguasai pengetahuan spesifik setidaknya satu tematik tertentu (misalnya; sejarah hubungan internasional, sejarah sosial ekonomi, sejarah ide, sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi dsb.)
8. Menguasai kemampuan untuk memperoleh dan mengelola informasi dari sumber yang beragam sesuai permasalahan dan menjadi dasar untuk penjelasan kritis 9. Mampu untuk menggunakan terminologi yang tepat dan menunjukkan disiplin ilmu
dalam bentuk lisan dan tertulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Dalam bidang penelitian, pengkajian terhadap keunggulan lokal, khususnya pada konteks lahan basah menjadi prioritas untuk dikembangkan. Hal ini selaras dengan cita-cita lembaga sebagai pusat keunggulan lahan basah. Dalam cita-cita besar tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah mengambil bagian sebagai pusat studi sejarah masyarakat di lahan basah Kalimantan pada tahun 2025-2029. Meskipun demikian program studi tidak dapat melepaskan identitasnya sebagai pendidik calon guru sejarah, sehingga upaya berkesinambungan dan sinergis antara kedua fungsi tersebut dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka tema penelitian Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM diarahkan pada tema, pendidikan sejarah; keilmuan sejarah, utamanya sejarah lokal Kalimantan/Banjar; dan tema kearifan/keunggulan lokal masyarakat di lingkungan lahan basah.
Bidang pengabdian masyarakat sebagai kelanjutan dari penelitian tidak dapat dilepaskan
diarahkan pada tema utama pendidikan sejarah; keilmuan sejarah, utamanya sejarah lokal Kalimantan/Banjar; dan tema kearifan/keunggulan lokal masyarakat di lingkungan lahan basah. Langkah ini diterapkan untuk menjamin tersampaikannya berbagai inovasi yang dikembangkan dalam tema-tema penelitian tersebut kepada masyarakat. Pemikiran ini didasari dari salah satu fungsi perguruan tinggi sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan yang memberi kontribusi pada perkembangan dan pembangunan nasional secara umum dan pembangunan daerah secara khusus.
Sebagai respon terhadap berbagai isu tersebut, program studi menetapkan berbagai target capaian dan upaya kerjasama dengan berbagai instansi di dalam maupun luar negeri untuk pengembangan tridharma. Dengan demikian pengembangan kerjasama juga menjadi isu selanjutnya yang harus diperhatikan dalam penyusunan rencana strategis ini.
B. Daya Dukung
Program Studi Pendidikan Sejarah memiliki 13 dosen tetap PNS dengan kualifikasi pendidikan S2 dan S3, dan didukung oleh 1 staf administrasi program studi dan operator program studi. Dilihat dari sebaran usianya dosen Program Studi Pendidikan Sejarah berada pada kisaran usia 27-60 tahun.
Gambar 3.2. Grafik Persentase Sebaran Usia Dosen Pendidikan Sejarah
Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa sebagian besar dosen berada pada usia 51-60 tahun. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa program studi memerlukan mekanisme regenerasi yang baik untuk menjamin kepemimpinan dan tata pamong di program studi.
Sementara bila dilihat dari kualifikasi akademik dan jabatan fungsional terlihat seperti grafik dibawah ini.
7,7
23,07
15,38
53,85
0 10 20 30 40 50 60
≤ 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun 51 - 60 tahun
Gambar 3.3. Grafik Persentase Kualifikasi Akademik Dosen
Gambar 3.4. Persentase Jabatan Fungsional Dosen
Berdasarkan grafik tersebut program studi belum memiliki guru besar, akan tetapi mempunyai potensi yang besar, karena sebagian besar dosen dengan jabatan fungsional lektor kepala sudah berkualifikasi doktor. Permasalahan yang masih dihadapi dosen untuk mencapai guru besar adalah persyaratan publikasi jurnal internasional terindeks.
Bila dilihat berdasarkan pengalaman dosen dalam pelaksanaan tridharma, dosen program studi pernah menerima berbagai hibah, berupa; Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Hibah Lembaga Kementrian, Hibah Pemerintah Daerah dan berbagai hibah lainnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Beberapa dosen program studi juga terlibat dalam kegiatan skala nasional yang berada di bawah kementerian, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Sosial.
Upaya pencapaian visi Program Studi Pendidikan Sejarah didukung oleh sarana-prasarana pendukung pelaksanaan tridharma, antara lain:
1. Ketersediaan berbagai referensi utama dan pendukung yang dapat digunakan oleh
54%
46%
S2 S3
15%
31%
31%
23%
Guru Besar Lektor Kepala Lektor Asisten Ahli
2. Tersedianya prasarana utama pembelajaran yang memadai;
3. Tersedianya laboratorium-laboratorium pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan pembelajaran;
4. Tersdianya infrastruktur konektivitas di lingkungan kampus berupa on campus connectivity device dan global connectivity device yang memungkinkan dosen dan mahasiswa memperoleh dan bertukar informasi secara daring.
Selain komponen-komponen tersebut, dukungan pembiayaan terhadap pegembangan karir dosen dan pengembangan keilmuan menjadi sumberdaya penting bagi pencapaian visi-misi program studi. dukungan tersebut antara lain berupa prioritas penganggaran untuk pelaksanaan pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian yang dilakukan dosen.
C. Analisis SWOT
Sebagai bagian dari upaya pengkajian terhadap kondisi objektif program studi dilakukan analisis SWOT program studi yang hasilnya di rangkum dalam tabel di bawah ini:
Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1. Visi, misi, tujuan,
sasaran dan strategi pencapaian sasaran program studi fokus pada bidang pendidikan sejarah dan sesuai dengan keunggulan lokal yang
dikembangkan lembaga.
2. Struktur muatan kurikulum sesuai dengan identitas kurikulum LPTK yaitu;
pedagogy knowledge, content knowledge, dan pedagogy content knowledge.
3. Telah terjalin kerjasama dari dalam dan luar negeri untuk
pengembangan tridharma.
4. Meningkatnya suasana akademik dari sisi publikasi dan
keikutsertaan dosen dalam kegiatan ilmiah.
5. Telah dilakukannya evaluasi berkala terkait
1. Kurangnya sumberdaya manusia yang memiliki kredibelitas tingkat nasional sesuai bidang ilmu program studi.
2. Belum ada dosen yang memiliki gelar guru besar dan baru 30%
dosen yang bergelar doktor.
3. Belum meratanya kuantitas maupun kualitas publikasi ilmiah untuk tiap dosen
program studi.
4. Belum maksimalnya tindaklanjut hasil evaluasi berkala terkait pengelolaan prodi, pembelajaran, dan layanan akademik.
5. Belum semua hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen program studi terpublikasi.
6. Keputusan akhir dari kebijakan-kebijakan strategis dipegang oleh
pengelolaan prodi, pembelajaran, dan layanan akademik.
6. Memiliki struktur tata pamong yang jelas, beserta dengan deskripsi kerja masing- masing jabatan;
7. Telah tersusunnya POS dalam prosedur
akademik mahasiswa, sehingga ada kejelasan birokrasi studi
mahasiswa;
8. Kompetensi dosen tetap sesuai dengan kebutuhan kurikulum;
9. Lebih dari 75% dosen sudah memiliki sertifikat pendidik;
10. Partisipasi yang tinggi dari civitas academika dalam kegiatan akademik;
11. Sudah terdapat sistem informasi terintegrasi yang tertata rapi dan tidak saling tumpang tindih;
12. Penelitian yang dilakukan dosen program studi relevan dengan sasaran visi- misi program studi dan lembaga;
13. Adanya komitmen lembaga untuk meningkatkan alokasi dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
14. Dosen program studi aktif melaksanakan publikasi ilmiah nasional dan internasional;
Rektorat dan Dekanat, sehingga program studi lebih bersifat sebagai pelaksana;
7. Dana yang dibutuhkan masih mengandalkan DPP-SPP dan DIPA, sedangkan keputusan penetapan anggaran yang diajukan masih bergantung pada kebijakan universitas dan fakultas;
8. Masih kurangnya kemampuan berbahasa Inggris alumni Program Studi Pendidikan Sejarah;
9. Jumlah penelitian yang memenangkan hibah kompetisi masih kurang;
10. Belum tercapainya standar ideal sarana- prasarana
pembelajaran;
11. Masih rendahnya dosen yang memanfaatkan layanan website dosen, email lembaga, dan repository ULM;
12. Gugus mutu di program studi belum aktif
melakukan monitoring dan evaluasi program kerjasama.
Peluang (O) Strategi SO Strategi WO
tenaga pengajar untuk jenjang S3.
2. Semakin banyaknya peluang untuk dana penelitian dan pengabdian yang bersumber dari
pemerintah (LIPI, DIKTI atau DP2M) dan pihak swasta.
3. Semakin terbukanya sistem informasi secara global sebagai dukungan mewujudkan visi, misi, dan tujuan program studi.
4. Masih terbukanya peluang untuk mengembangkan kerjasama dalam dan luar negeri untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan program studi.
5. Semakin meningkatnya kesempatan dan sarana publikasi karya ilmiah dosen di dalam dan luar negeri.
6. Adanya dana hibah yang dapat memberikan kontribusi perbaikan mutu program studi, seperti hibah-hibah penelitian, hibah pengembangan kurikulum, hibah buku ajar, hibah buku teks, dan hibah kementerian ataupun instansi lain;
7. Adanya peluang kerjasama dalam perbaikan pengelolaan mutu, misalnya melalui mekanisme DNDT dan ONDT;
8. Adanya jaringan alumni yang sangat bermanfaat dalam membantu
beasiswa untuk studi lanjut dosen pada bidang yang sesuai program studi
2. Memanfaatkan factor informasi untuk
memperkuat kerjasama dalam pelaksanaan tridharma
3. Menjadikan target perolehan hibah sebagai prioritas bagi kepemiminan program studi
4. Memanfaatkan jaringan alumni untuk
implementasi program dalam renstra yang relevan
5. Mengembangkan kegiatan akademik untuk membiasakan mahasiswa mengakses jurnal ilmiah
6. Memperbanyak kemitraan
penyelenggaraan tridharma
7. Meningkatkan
pemanfaatan teknologi informasi dalam
pengembangan pembelajaran
8. Mengusulkan adanya alokasi pembiayaan khusus untuk pengembangan kerjasama prodi
bidang sesuai program studi dengan
spesialisasi yang dapat meningkatkan reputasi akademik di level nasional
2. Memanfaatkan sistem informasi yang tersedia untuk untuk pemerataan kuantitas dan kualitas publikasi dosen 3. Optimalisasi tindak
lanjut hasil evaluasi berkala melalui sinergi kerjasama dalam dan luar negeri
4. Melibatkan alumni untuk mengatasi masalah pembiayaan dalam pelaksanaan kegiatan 5. Memanfaatkan jejaring
alumni sebagai
alternative pembiayaan kegiatan
kemahasiswaan
6. Memanfaatkan peluang hibah dan publikasi untuk memperoleh HAKI
7. Meningkatkan keaktipan dosen dalam
mengupload publikasi ilmiah pada repository universitas
8. Memanfaatkan komitmen lembaga dalam penelitian dan pengabdian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian bersama dosen-
mahasiswa
meningkatkan mutu lulusan dan kerjasama kegiatan;
9. Semakin banyaknya peluang beasiswa dari lembaga pemerintah maupun swasta;
10. Adanya peluang kemitraan untuk
pelaksanaan tridharma dengan berbagai
instansi pemerintah dan swasta;
11. Sistem informasi yang dapat terus dikembangkan untuk perbaikan kualitas pembelajaran;
Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT
1. Semakin banyaknya program studi sejenis di regional Kalimantan;
2. Kepentingan stakeholder terutama pengguna lulusan yang semakin beragam;
3. Sebagai LPTK, perubahan kurikulum pendidikan menengah yang terlalu cepat sulit untuk direspon program studi;
4. Semakin ketatnya peraturan pengelolaan keuangan yang
seringkali menyulitkan program studi dalam melakukan kegiatan;
5. Semakin tingginya persaingan dalam
memperoleh dana hibah;
6. Semakin tingginya standar publikasi ilmiah nasional dan
internasional;
7. Semakin banyaknya online resource yang
1. Memanfaatkan berbagai kerjasama yang ada untuk merespon perubahan kurikulum pendidikan menengah
2. Memanfaatkan kegiatan/ sarana publikasi yang dapat menjadi sumber pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di program studi
3. Memanfaatkan
efektivitas pengelolaan mutu internal untuk menguatkan daya saing dalam memperoleh dana hibah
4. Mempertahankan skor IPK lulusan dan melakukan
pengembangan soft skill mahasiswa 5. Perbaikan kompetensi
mahasiswa dengan 12 indikator untuk
1. Memanfaatkan program studi sejenis yang baru buka untuk membuat link akademik, misalnya dengan menjadi mitra bestari pada jurnal mereka sehingga menaikkan kredibelitas dosen
2. Memanfaatkan umpan balik stakeholder untuk tema penelitian dan pengabdian guna mempercepat dosen mandapatkan gelar guru besar
3. Optimalisasi peran aktif program studi dalam penentuan kebijakan lembaga terkait pengelolaan program studi
4. Mengembangkan pembelajaran Bi Lingual Refference
5. Memperbanyak usulan HAKI dari penelitian dosen program studi
disalahgunakan oleh mahasiswa.
8. Inovasi IT yang cepat mengharuskan tiap dosen dapat mengupgrade
kemampuan bidang IT;
6. Perbaikan kualitas publikasi dosen 7. Peningkatan peran
dosen pengampu dalam pembimbingan tugas mahasiswa yang memanfaatkan online resource
8. Mewajibkan dosen untuk memanfaatkan sistem informasi terintegrasi dalam pelaksanaan tridharma 9. Pengembangan
kerjasama
internasional dengan mekanisme sharing pembiayaan penelitian kerjasama
diarahkan untuk manajemen pembelajaran berkelanjutan
7. Perbaikan kompetensi dosen dalam
penyusunan proposal hibah
Berdasarkan analisis SWOT tersebut, dibuat perhitungan internal-external factor sebagai berikut:
Analisis faktor internal
Skor total kekuatan = 2,49
Skor total kelemahan = 0,54
Selisih skor = 1,95 berada pada posisi + (sumbu x)
Analisis factor eksternal
Skor total peluang = 2,41
Skor total tantangan/ancaman = 0,49
Selisih skor = 1,92 berada pada posisi + (sumbu y)
Maka analogi yang dihasilkan dalam kuadran akan tampak sebagai berikut:
Gambar 3.5. Posisi Program Studi Berdasarkan Analisis SWOT tahun 2015
Kuadran 1 menggambarkan bahwa situasi yang sangat baik karena ada kekuatan yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yang menguntungkan. Untuk itu dapat digunakan alternatif strategi 1 yakni pengembangan (strategi agresif). Dengan demikian rencana strategis yang dibuat bersifat agresif untuk mencapai kemajuan signifikan dalam jangka waktu 5 tahun.
BAB IV PENUTUP
Rencana Strategis Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat merupakan pijakan/dasar dalam pelaksanaan kegiatan tridharma di program studi. Renstra ini menjadi panduan untuk mencapai target pencapaian visi-misi program studi tahun 2035. Renstra ini juga menjadi langkah awal dalam upaya program studi untuk mendukung pencapaian visi-misi lembaga.