• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petunjuk Pelatihan Konfigurasi Dasar. January 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Petunjuk Pelatihan Konfigurasi Dasar. January 2015"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Petunjuk Pelatihan Konfigurasi Dasar

January 2015

(2)

Versi III-January, 2015

Delft-FEWS Latihan

Pelatihan Konfigurasi Standard

Bayu Raharja Aditya Riski Taufani Daniel Tollenaar Ronald Vernimmen

© Deltares, 2014

(3)

Delft-FEWS Petunjuk Pelatihan Konfigurasi Dasar

Jumlah Halaman 38

Kata Kunci

Delft-FEWS Training

3 Rev III 09 January 2015 Aditya Riski T Daniel Tollenaar Ronald Vernimmen 2 Rev II 19 September 2014 Bayu Raharja Daniel Tollenaar Ronald Vernimmen 1 Rev I 22 August 2014 Bayu Raharja Daniel Tollenaar Ronald Vernimmen 0 First Issue 20 August 2014 Bayu Raharja Daniel Tollenaar Ronald Vernimmen

Version Status Date Created by Reviewed by Approved by

Sumber: Dikembangkan dari Downloadable package – Course Exercise, Oct 2010, Deltares

(4)

Versi III-January, 2015

Daftar Isi

1 Pendahuluan ... 4

2 Latihan 1: Oxygen XML ... 5

2.1 Instalasi Oxygen XML ... 5

2.2 Oxygen XML... 10

2.1 Memulai Delft_FEWS ... 14

3 Latihan 2: Locations dan Locations Sets ... 15

4 Latihan 3: Properti Parameter ... 17

5 Latihan 4: Elemen-elemen FEWS Explorer... 18

6 Latihan 5: Mengimpor Time Series Data dan Menambahkan Fungsi Statistik ... 20

6.1 Impor Data Time Series... 20

6.2 Menambahkan Fungsi Statistik (Double Mass Curve) ... 22

7 Latihan 6: Menambahkan Aturan Validasi pada Proses Impor Data ... 23

8 Latihan 7: Menambahkan Aturan Ambang Batas (Threshold) pada Proses Impor Data ... 24

9 Latihan 8: Menambahkan Tampilan Pre-configured ... 26

10 Latihan 9: Mengisi Data Kosong pada Time Series yang sudah diimpor ... 27

11 Exercise 10: Add rating curve (using stageDischare and User Define Transformation) ... 29

12 Latihan 11: Menghitung Hujan Rata-rata DAS ... 32

13 Latihan 12: Mengimpor Data TRMM (Tampilan Spasial) ... 34 14 Exercise 13: Reporting ... Error! Bookmark not defined.

(5)

Pelatihan ini ditujukan kepada pengguna FEWS yang mengharapkan pengetahuan dasar tentang teknik penanganan data, peramalan banjir, pemodelan hidrologi dan hidrodinamik.

Berikut ini adalah tujuan yang hendak dicapai ketika peserta telah selesai melakukan seluruh training:

 Apa itu software Delft-FEWS dan kemampuan apa saja yang tersedia didalamnya

 Paham tentang prinsip dasar dari system konfigurasi Delft-FEWS

Pelatihan ini terbagi dalam 2 bagian. Bagian pertama memberikan pengetahuan dan gambaran tentang system, bagaimana dan dimana system tersebut digunakan. Kemudian diikuti dengan pengenalan file-file konfigurasi dasar dan peralatan-peralatan yang harus dilakukan pada konfigurasi. Bagian kedua memberikan pengetahuan lebih dalam tentang mengimpor data, manipulasi data, validasi dan transformasi data. Rincian lebih detailnya dapat ditemukan pada program terlampir.

Pelatihan ini akan memberikan keseimbangan pengalaman melalui teori dan latihan. Dokumen ini merupakan bagian dari Presentasi Materi Pelatihan 1 dan 2. Peserta akan diminta melakukan beberapa latihan selama pelatihan. Soal latihan ini dijelaskan dalam sub-sub bab sebagai berikut.

Latihan 1. Oxygen XML

Latihan 2. Locations dan Location Sets Latihan 3. Properti Parameter

Latihan 4. Elemen-elemen FEWS Explorer Latihan 5. Mengimpor Time Series Data

Latihan 6. Menambahkan Aturan Validasi pada Proses Impor Data

Latihan 7. Menambahkan Aturan Ambang Batas (Threshold) pada Proses Impor Data Latihan 8. Menambahkan Tampilan Pre-configured

Latihan 9. Mengisi Data Kosong pada Time Series yang sudah diimpor Latihan 10. Menambahkan Rating Curves

Latihan 11. Menghitung Hujan Rata-rata DAS

Latihan 12. Mengimpor Data TRMM (Tampilan Spasial) Latihan 13. Reporting/Pelaporan

Catatan: Latihan 5-13 memerlukan impor data yang tersedia dalam folder “import dan atau importBackup”.

Setelah melakukan perubahan pada konfigurasi FEWS, anda harus me-refresh/me-reload konfigurasi dengan menekan F5 agar terlihat efeknya.

(6)

Versi III-January, 2015

2 Latihan 1: Oxygen XML 2.1 Instalasi Oxygen XML

Langkah Deskripsi

Instalasi Oxygen XML Editor  Klik dua kali pada Oxygen XML Setup (.exe)

 Ikuti instruksinya. Anda mungkin harus mencentang tanda pada jendela “agreement” sehingga anda dapat melanjutkan proses instalasi.

(7)
(8)

Versi III-January, 2015

Langkah Deskripsi

(9)

 Klik “finish” untuk menyelesaikan proses instalasi.

Aktivasi Oxygen XML  Buka Oxygen XML software, untuk penggunaan pertama, jendela permintaan lisensi akan muncul. Klik pada kotak

“Request a TRIAL license”.

 Oxygen XML secara langsung akan mengalihkan pada halaman web untuk permintaan trial license. Silahkan isi form permintaan. Pastikan bahwa anda memasukkan alamat e-mail yang aktif dengan benar!

(10)

Versi III-January, 2015

Langkah Deskripsi

 Lengkapilah form identitas anda.

 Berkas lisensi akan dikirim k eke alamat e-mail anda.

 Gunakan lisensi tersebut (teks sepanjang sembilan baris) untuk mengaktivasi free trial Oxygen XML. Masukkan lisensi yang anda terima pada kotak lisensi. (kotak merah pada gambar di bawah).

(11)

 Klik OK dan Oxygen XML siap untuk digunakan!

2.2 Oxygen XML

Langkah Deskripsi

Membuka sebuah file XML

dengan Oxygen XML  Jalankan Oxygen XML-Spy dari start menu windows

 Buka file “ImportUnitConversions 1.00 default.xml” dari konfigurasi FEWS_Jakarta stand alone. File ini tersimpan di folder UnitConversionFiles pada folder Config di system stand alone.

Buka tampilan Grid dan

tampilan Text  Pilih dari menu “Document” menu“Edit Menu”  “Text” (ini akan menjadi default setting anda).

 Pilih dari menu “Dokumen” menu “Edit Menu”  “Grid”.

 Anda dapat merubah dari tampilan teks ke tampilan grid menggunakan menu tab dibawah jendela utama (kotak merah pada gambar berikut.

(12)

Versi III-January, 2015

Langkah Deskripsi

Catatan: Tampilan Grid lebih mudah dilihat untuk membuka sebuah file XML, tapi dalam beberapa kasus tampilan Teks juga lebih bagus untuk melakukan edit file XML. Sebagai contoh, di bawah ini tampilan untuk menambah sebuah extra extent pada Explorer.xml

Tampilan Grid

Tampilan Teks

Catatan: Menggunakan tampilan teks dapat memudahkan proses Copy dan paste ke file konfigurasi dari file berupa teks yang lain.

Memvalidasi file XML  Untuk mengecek kebenaran sebuah file XML, file ini harus divalidasi berdasarkan skemanya.

 Pilih dari menu “Document” menu “Validate” item “Validate”

 Pesan The message “Document is valid” seharusnya muncul.

 Fungsi validasi juga bias diaktifkan menggunakan Ctrl+Shift+V atau tombol button

Menganalisa skema file XML  Skema dari sebuah file XML bisa memberikan pemahaman yang baik tentang struktur dari file XML.

 Pilih dari menu “Document” menu “Schema” kemudian ke “Show definition”

atau dengan menekan Ctrl+Shift+Enter.

(13)

 unitConversions.xsd akan muncul pada jendela Oxygen xml anda. Tampilan teks akan menjadi default tampilan anda. Pilih tampilan Design dari tab menu untuk melihan tampilan skema.

Pilih skema elemen “fews:unitConversions” (kotak merah pada gambar di atas). Tekan untuk membuka tipe unitConversion.

 Pilih elemen “fews: multiplier” (kotak merah pada gambar di atas) dan pilih jendela dari tab “Facets” (tepi kanan bawah dari jendela). Jika sebuah elemen memiliki “enumerations”, pengguna dapat memeilih salah satu dari mereka.

(14)

Versi III-January, 2015

Langkah Deskripsi

 Tutup jendela skema

Merubah elemen dan validasi  Pastikan bahwa file XML ImportUnitConversions terbuka dengan mode enhance grid view.

 Perluas dialog box “unitConversion” dengan menekan tombol .

 Klik dua kali pada kotak outputUnitType misalnya oC untuk melihat ketersediaan pilihan pada menu drop down.

Mengecek elemen  Tambahkan sebuah baris baru dengan melakukan copy dan paste

 Coba tambahkan konversi unit milik anda untuk merubah input dari menit menjadi output sekon – perhatikan multiplier dan incremeter yang mendeskripsikan hubungan antara input dan output. Lihat contoh sebagai berikut.

(15)

Untuk menjalankan Delft-FEWS, komponen berikut ini harus tersedia.

/bin

/nama_aplikasi_fews /jre

Bin direktori berisi semua Delft-FEWS kode dan lib, /jre adalah java runtime yang harus ada disana, dan /nama_aplikasi_fews berisi semua konfigurasi untuk pelatihan Delft-FEWS yang dalam hal ini diberi nama

“FEWS_Jakarta”.

Pada folder /bin anda dapat menemukan file executable (untuk windows) untuk menjalankan Delft-FEWS atau fews.sh script untuk menjalankan pada LINUX.

Untuk Windows: pilih ““FEWS_Jakarta.exe” dan klik dua kali (dan/atau buat sebuah shortcut pada desktop) Untuk LINUX: ketik ./bin/fews.sh FEWS_Jakarta

(16)

Versi III-January, 2015

3 Latihan 2: Locations dan Locations Sets

Langkah Deskripsi

Menambahkan lokasi pada file

konfigurasi XML Locations  Buka file “Locations 1.00 default.xml yang berada pada folder

“RegionConfigFiles”

 Tambahkan lokasi pos duga air Ratujaya, Kampar Kanan-D. Bingkuang, S. Mahakam - K. Bangun dan pos hujan Majene dan Bajawa pada daftar lokasi di file XML seperti yang terlihat pada gambar berikut.

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML

 Simpan dengan memberi nama versi lebih tinggi (1.01) Menambahkan lokasi pada file

XML LocationSets pada file konfigurasi menggunakan konfigurasi standar.

 Buka file “LocationSets 1.00 default.xml” yang berada di folder

“RegionConfigFiles”.

 Tambahkan daftar id lokasi baru WL_Ratujaya, WL_D.Bingkuang, WL_K.Bangun pada locationSet hydrostations (pos duga air) dan RG_Majene and RG_Bajawa pada locationSet dengan id meteogauges (pos hujan). Anda harus menuliskan dengan benar.

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML

 Simpan dengan memberi nama versi lebih tinggi (1.01) Manganalisa locationset eksisting

yang menggunakan metode CSV  Delft-FEWS memberikan fungsionalitas untuk menggunakan CSV, DBF atau shapefile yang dapat digunakan pada konfigurasi

 Buka file “City.csv” yang terletak di dalam direktori

“Config\MapLayerFiles’.

Buka file ‘LocationSets 1.01 defatult.xml’ dalam direktori

(17)

manakah yang termasuk dalam location set tersebut?

 Sekarang perhatikan location set ‘capitalcity’. Lokasi manakah yang termasuk pada location set ini?

Menambahkan lokasi pada file konfigurasi XML Locations menggunakan metode csv

Tambahkan empat lokasi baru “Bekasi, Kendari, Manokwari, dan Pekanbaru”. Pastikan bahwa pada kolom “CAPITAL” diisi dengan “No”.

Lihat gambar sebagai berikut.

Simpan file csv tanpa mengubah nama file dan tipe eksensi (hanya update file csv eksisting).

Mengecek lokasi baru  Jalankan FEWS_Jakarta stand alone system

 Pilih pada filter Kota Indonesia Kota Provinsi. Cek apakah ada empat lokasi baru dengan nama “Bekasi, Kendari, Manokwari, dan Pekanbaru” yang anda masukkan ada pada system!

 Pilih pada filter Hydrological Station  Pos Duga Air. Cek apakah ada lokasi baru dengan nama “Ratujaya, D.Bengkuang, dan K.Bangun”

pada map dan pada kotak daftar lokasi!

 Pilih pada filter Meteorological Gauges  Pos Hujan. Cek apakah ada lokasi baru dengan nama “Bajawa dan Majene” pada map dan pada kotak daftar lokasi!

(18)

Versi III-January, 2015

4 Latihan 3: Properti Parameter

Langkah Deskripsi

Merubah atribut parameter min dan max

pada file konfigurasi Time Series Display  Buka file “TimeSeriesDisplayConfig 1.00 default.xml” yang berada pada folder “SystemConfigFiles”

 pergi ke “parameterDisplayConfig” grup pada file XML

 Ubah nilai min dan max untuk P.obs min 0 max 50 (mm) dan T.obs min -5 dan max 40 (ºC) dengan menambahkan pada

elemen dan .

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML

 Simpan dengan memberi nama versi lebih tinggi (1.01) Merubah presisi atribut parameter pada file

konfigurasi Time Series Display  Default presisi dari time series editor adalah 3 tempat desimal

 Pergi ke bagian “parametersDisplayConfig” grup pada file XML

 Tambahkan kolom ekstra setelah , klik dua kali dan pilih “precision” dari menu drop down list (bisa juga dengan copy paste pada kolom terakhir)

 Pilih “P.obs”, ganti presisi dengan 2 desimal

 Pilih “T.obs”, ganti presisi dengan 3 desimal

 Pilih “Q.rated”, ganti presisi dengan 2 desimal

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML

 Simpan file

Mengecek parameter  Jalankan FEWS stand alone

 Buka time series data untuk parameter Observe Temperature dengan menekan tombol

 Cek skala mínimum dan maksimum yang baru pada aksis Y dan presisi dari nilai-nilainya pada editor

 Gunakan scroll pada mouse untuk merubah periode dari data Merubah parameter warna  Pilih Meteorological Gauges  Pos Hujan dan pilih

Katulampa dengan parameter “Observed Temperature”. Buka data editor dengan menekan .

 Masukkan beberapa data temperature secara acak pada lokasi tersebut (sebagai contoh) dan simpan ke database.

Lihat warna grafik.

 Buka file “TimeSeriesDisplayConfig 1.01 default.xml” yang berada pada folder “SystemConfigFiles”

 Pergi ke “parameterDisplayConfig” grup pada file XML

 Pilih T.obs, rubah warna dari “firebrick” ke “deep pink”

 Simpan file kemudian tekan F5 untuk meng-update konfigurasi baru pada system

 Buka time series data display lokasi Katulampa untuk parameter Observe Temperature dengan menekan tombol

 Perhatikan apakah warna grafiknya berubah?

(19)

Langkah Deskripsi

Merubah pengaturan explorer task  Explorer task dapat ditampilkan di explorer menu dan pada explorer toolbar. Sebagian task ini terlihat dan tersedia di keduanya. Kita akan merubah beberapa pengaturannya.

 Buka file “Explorer 1.00 default.xml” yang tersimpan dalam folder “SystemConfigFiles”.

 Pergi pada bagian “explorerTasks” grup pada file XML.

Atur agar element “toolbarTask” dari “data editor” dari

‘false’ menjadi ‘true’ dan juga “menubarTask” untuk

“data display” dari ‘false’ menjadi ‘true’.

 Simpan file dan refresh system dengan menekan

<F5>.

 Cek perubahan pada status bar FEWS. Cek apakah

“Data Display” masih terdapat pada dropdown menu

“tools”

 Cek apakah icon perintah “data editor” masih tersedia pada toolbar menu?

Menambahkan layer peta Sungai Ciliwung.  Buka file “Explorer 1.00 default.xml” dalam direktori

“SystemConfigFiles”.

 Pergi pada elemen map, pada bagian layer group dengan id “Rivers”. Tambahkan konfigurasi untuk layer Sungai Ciliwung dengan konfigurasi sebagai berikut.

(petunjuk: anda dapat melakukannya dengan copy dan paste dari layer eksisting, dan rubah konfigurasinya)

 Pastikan dalam elemen file anda menuliskan

“SungaiCiliwung” tanpa spasi. Shapefile ini tersimpan dalam folder FEWS_Jakarta\Config\MapLayerFiles

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML

 Simpan file. Tekan F5 untuk refresh system. Cek pada layer map apakah layer Rivers Ciliwung sudah muncul?

Menambahkan zoom level Pulau Jawa, Sumatera  Dalam eksplorer dispay zoom ke pulau Jawa (Extent

(20)

Versi III-January, 2015

 Tekan F12 dan pilih opsi “T clipboard”  copy map extent terkini.

 Buka teks editor dan paste informasi dari clipboard.

Apa yang anda dapatkan adalah koordinat dari extent peta pulau Jawa. (kiri, kanan, atas, bawah)

 Gunakan prosedur serupa untuk mendapatkan extent Sumatera dan Kalimantan.

Buka file “Explorer 1.00 default.xml” yang terletak pada direktori “SystemConfigFiles”.

 Pergi ke “map” group pada file XML.

 Buat elemen “extraExtent” baru.

 Berikan id untuk elemen baru berupa “Jawa”,

“Sumatera”, and “Kalimantan”.

 Tambahkan koordinat yang telah anda kopi ke teks sebelumnya (Jawa, Sumatera, Kalimantan) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML.

 Simpan file. Tekan F5 untuk refresh system.

 Cek perubahan pada zoom extent yang tersedia.

(21)

6.1 Impor Data Time Series

Langkah Deskripsi

Menganalisa file CSV_import  Sebelum melakukan proses import data ke dalam FEWS, data dalam CSV harus dianalisa. Data

tersimpan dalam folder

\\FEWS_Jakarta\Import\CSV

 Buka file CSV rainfall dan water level dengan Excel, Notepad atau Textpad (Catatan: Membuka file CSV dengan Excel dapat merubah format, pastikan format waktu mengikuti aturan YYYY-MM-DD HH:MM:SS)

 Perhatikan location Id dan format waktunya.

Location id harus sama dengan location Id pada location dan locationSet. Format waktu harus mengikuti aturan YYYY-MM-DD HH:MM:SS Tambahkan instruksi untuk mengimpor data harian  Buka file “CSV_import 1.00 default.xml” yang

tersimpan pada folder ModuleConfigFiles. Ubah P.obs time series set dengan timeStep unit dari

“minutes” ke "day" dan multiplier dari “15 ke "1".

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML.

 Simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) Menambahkan elemen pada file ID mapping  Buka ID map file dengan nama “IdCSV_Import

1.00 default.xml” pada direktori “IdMapFiles”.

 Tambahkan lokasi (internal dan eksternal) pada ID map untuk RG_Depok dan RG_Bajawa

 Tambahkan internal locationId WL_Katulampa dengan eksternal Id PDA_Katulampa sesuai dengan file CSV water level.

 Tambahkan juga internal parameter H.obs dengan external parameter Muka Air dalam ID map.

(22)

Versi III-January, 2015

Catatan: internal locationId dan internal parameter adalah nama Id lokasi dan parameter didalam FEWS, sedangkan eksternal Id dan eksternal parameter adalah nama lokasi dan parameter data diluar FEWS (dalam hal ini pada file CSV). Fungsi IdMapping adalah mencocokan kedua hal tersebut.

 Setelah merubahnya lakukan validasi pada file IdSCV_Import dan berikan nama dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) kemudian tekan F5 untuk me-reload file konfigurasi baru pada system Jalankan workflow import  Pastikan data CSV rainfall dan waterlevel

diletakkan pada FEWS dengan folder

…..\FEWS_Jakarta\Import \CSV

 Buka tampilan Manual Forcast Display pada FEWS Explorer tool bar

 Pilih workflow “Import measurement (CSV format)”

dan klik “Run”

 Cek pada pesan log apakah proses berjalan sukses atau tidak

Menampilkan data  Modul baru saja mengimpor data dari tahun 2011-

2013.

 Anda dapat melihat datanya dengan memilih lokasi dan parameter data lalu menekan data display atau ikon pada tool bar.

 Lakukan untuk lokasi pos hujan dan pos duga air

(23)

Langkah Deskripsi Menambahkan fungsi statistic

double mass curve  Kita dapat melakukan beberapa fungsi statistic pada time series display. Fungsi ini bisa ditambahkan pada time series display.

Buka “TimeSeriesDisplayConfig.xml” yang tersimpan pada direktori

‘SystemConfigFiles’.

 Tambahkan fungsi statistic “double mass curve” pada konfigurasi terakhir dari parameter elemen DisplayConfig. Lihat gambar berikut ini.

 Validasi file XML dengan menekan Ctrl+Shift+V atau dengan menekan pada Oxygen XML.

 Simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) Melakukan analisis double mass

curve  Reload konfigurasi pada Delft-FEWS <F5>, pilih dua pos hujan Depok dan Katulampa dan pilih parameter P.obs (observe precipitation).

 Tekan tombol Grafik untuk membuka display Time Series.

 Pada bagian atas grafik akan muncul pilihan Functions, apabila kita klik pada “Select a statistical function” dialog, kita bisa menemukan fungsi double mass curve disana.

 Pilih periode waktu dari kedua pos hujan yang memiliki data. Jalankan fungsi statistic double mass curve. Amati hasilnya.

(24)

Versi III-January, 2015

7 Latihan 6: Menambahkan Aturan Validasi pada Proses Impor Data

Step Description

Menambahkan elemen pada file konfigurasi Validasi  Buka file “ValidationRuleSets 1.00 default.xml”

yang tersimpan dalam folder “RegionConfigFiles”

 Gunakan aturan validasi pada WL_Manggarai sebagai contoh untuk menambahkan aturan

 Tambahkan aturan validasi baru untuk locationid WL_Katulampa dan WL_Depok.

 Tambahkan pada WL_Katulampa nilai hardMax =

"5", hardMin ="0", dan softMax ="3".

 Tambahkan pada WL_Depok nilai hardMax = "12", hardMin ="0", dan softMax ="7".

 Tambahkan timeSeriesSet untuk H.obs pada validasi WL_Katulampa dan WL_Depok. (Anda juga dapat menemukan time seriesSet ini pada konfigurasi modul CSV_Import tetapi jangan lupa merubah locationSets menjadi locationId)

 Setelah selesai mengedit, lakukan validasi dan simpan dengan memberi nomor versi lebih tinggi (1.01)

Menjalankan workflow import  Copy data CSV water level dari lokasi

…\FEWS_Jakarta\ImportBackup\CSV ke folder

…\FEWS_Jakarta\Import\CSV (catatan: Ini adalah file water level yang tadi sudah diimpor. Setiap proses impor yang berhasil file akan ditransfer ke folder ImporBackup dan apabila gagal ke folder ImporFailed)

 Jalankan workflow “Import measurement (CSV format) dan klik “Run”.

 Cek pada pesan log apakah proses berjalan sukses atau tidak

Menganalisa data dengan time series display  Pilih ketiga lokasi pos duga air Katulampa, Depok, dan Manggarai.

 Pilih parameter “Observe water level”.

 Buka time series data dan cek tanda validasi pada table (terdapat warna yang berbeda).

 Anda juga dapat menampilkan tanda validasi pada grafik dengan menekan CTRL+D atau menekan tombol ‘show data labels’ pada menu bar

(25)

Langkah Deskripsi

Analisa file konfigurasi Threshold  Buka file “ThresholdsValueSets 1.00 default.xml” yang tersimpan dalam folder “RegionConfigFiles”

 Cek tipe peringatan (untuk muka air) yang telah terkonfigurasi untuk lokasi WL_Manggarai. Contoh “Siaga 1, Siaga II dst”

Tambahkan elemen pada file konfigurasi

Threshold  Buka file “ThresholdsValueSets 1.00 default.xml” yang tersimpan dalam folder “RegionConfigFiles”

 Tambahkan nilai ambang batas baru untuk WL_Katulampa dan WL_Depok (petunjuk : Gunakan “WL_Manggarai sebagai contoh)

 Tambahkan nilai: WL_Katulampa: Siaga I = 2, Siaga II = 1.5, Siaga III = 0.75.

 Tambahkan nilai WL_Depok: Siaga I = 3.5, Siaga II = 2.75, Siaga III = 2.

 Tambahkan pada timeseriesSet relativeViewPeriod (unit = hours, start = -36, end = 0) untuk semua timeSeriesSet.

 Pastikan LocationId dan ParameterId pada timeSeriesSet untuk masing-masing lokasi Pos Duga Air benar!

 Setelah merubah file konfigurasi lakukan validasi dan simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) kemudian refresh system.

Menganalisa data dengan time series

display  Pilih lokasi pos duga air Manggarai, Katulampa dan Depok, pilih parameter Observe water level

 Cek apakah garis ambang batas Siaga I, Siaga II dan Siaga III muncul pada grafik?

Menampilkan lambang threshold pada location icon

Buka file ‘Filters.xml’ yang tersimpan dalam direktori

‘RegionConfigFiles’.

 Apabila tanda tidak muncul pada ikon lokasi, itu karena kejadian ekstrim yang melewati ambang batas/threshold berada diluar waktu viewPeriod (36 jam).

 Untuk mengeluarkan tanda ubah periode relativeViewPeriod untuk unit: week dan start:-100 pada timeSeriesSet HydrologicalGauges parameter H.obs seperti contoh berikut.

(26)

Versi III-January, 2015

system.

 Cek apakah icon ambang batas mucul pada beberapa lokasi.

 Kembalikan pengaturan relativeViewPeriod ke unit=hour; start=- 36.

(27)

Langkah Deskripsi

Analisa file konfigurasi Display groups  Buka file “DisplayGroups 1.00 default.xml” yang tersimpan dalam folder “SystemConfigFiles”

 Cek apakah display group yang terkonfigurasi pada file anda dan bandingkan dengfan tampilan yang terdapat pada tombol “Shortcut” di time series display

Menambahkan display group pada file konfigurasi  Tambahkan lokasi baru pada grup Pos Hujan dengan menambahkan ‘Katulampa’ (petunjuk: copy dan paste dari Manggarai)

 Rubah timestep RG_Katulampa dan RG_Manggarai dari unit=”minute” ke unit=”day” dan multipler dari “60” ke “1”

Dari:

Ke:

 Buat grup baru dengan nama Pos Duga Air (copy dan paste) dari grup eksisting “Pos Hujan”.

 Tambahkan lokasi Pos Duga Air Katulampa dan Depok di bawah grup pos duga air.

 Pastikan anda menggunakan locationId dan parameterId yang benar

 Setelah merubah file konfigurasi lakukan validasi dan simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) Cek apakah tampilan display group sudah muncul

pada time series display  Refresh system untuk me-load konfigurasi baru.

Buka time series display pada FEWS explorer dan buka tampilan baru menggunakan “Shortcut”

yang sudah anda buat.

 Cek apakah lokasi baru yang Anda masukan muncul pada shortcut.

(28)

Versi III-January, 2015

10 Latihan 9: Mengisi Data Kosong pada Time Series yang sudah diimpor

Langkah Deskripsi

Memeriksa time series data untuk data yang

hilang  Periksa time series data muka air untuk lokasi pos duga air

Katulampa untuk data yang kosong. Amati kapan hal ini terjadi.

Membuat modul interpolasi baru  Jalankan Oxygen XML dan buka file InterpolateExample 1.00 default.xml” yang tersimpan pada folder

“ModuleConfigFiles”

 Pastikan pada elemen relativeViewPeriod pada timeSeriesSet input dan output terdapat elemen startOverrulable = "true" endOverrulable = "true" seperti gambar berikut

Catatan: Fungsi dari startOverrulable dan endOverrulable adalah mengijinkan modul mengambil seluruh data dari periode pertama ada (start) dan data periode terakhir peramalan (end)

Menambahkan interpolation module instance ke module instance descriptor

 Buka file “ModuleInstanceDescriptors 1.00 default.xml”

yang tersimpan pada folder “RegionConfigFiles”

Tambahkan sebuah modul instance baru (copy dari modul yang sudah ada “CatchAverage”) dan beri Id nama

“InterpolateExample”

 Isi pada <description> teks diskripsi tentang modul ini

 Isikan pada <ModuleID> “TransformationModule”

 Setelah merubahnya, lakukan validasi terhadap file ini, kemudian simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) dan refresh konfigurasi

Mengkonfigurasikan sebuah exercise

workflow baru  Buka “RunInterpolationExercise 1.00 default” yang

tersimpan pada direktori “WorkflowFiles”

 Amati pada moduleInstanceId – dimana seharusnya modul workflow ini berjalan?

Menambahkan workflow exercise pada

workflow descriptors  Buka file “WorkflowDescriptors 1.00 default.xml” yang berada di folder “RegionConfigFiles”.

 Tambahkan sebuh workflow baru dengan nama

“RunInterpolationExercise” workflow pada descriptors

 Visible harus di set ke “true” dan forecast harus diisi dengan

“false”

 Isikan pada “name” dengan RunInterpolationExercise. Nama

(29)

lebih tinggi (1.01) dan refres konfigurasi.

Menjalankan workflow new exercise  Klik pada tombol “Manual Forecast” pada toolbar

 Pilih workflow “RunInterpolationExercise” dan tekan CTRL+R untuk melihat semua modul pada workflow ini. Pilih

“InterpolateExample”.

 Sebelum menjalankan (Run), ubah waktu initial state menjadi cold state, isikan run start time 01-01-2009, kemudian klik Run.

(catatan: apabila waktu initial state tidak diubah, modul hanya akan menjalankan modul selama waktu relative view period)

 Perhatikan pesan log pada log viewer pada FEWS Explorer.

 Buka data muka air pos Katulampa dengan time series display. Cek perubahannya.

Menambahkan lokasi untuk semua pos duga

air  Buka modul “InterpolateExample 1.00 Default.xml” yang

tersimpan dalam “ModuleConfigFiles”

 Ganti locationId “WL_Katulampa” dengan locationSetsId

“hydrostations” pada Input dan Output modul agar semua lokasi pos duga air terdaftar dalam modul.

 Lakukan validasi, simpan dengan nomor versi yang lebih tinggi (1.01) kemudian refres konfigurasi.

 Jalankan lagi workflow “RunInterpolationExercise” seperti cara diatas.

 Lihat hasilnya dengan time series display untuk lokasi pos duga air yang memiliki data. Amati perbedaannya.

(30)

Versi III-January, 2015

11 Exercise 10: Add rating curve (using stageDischare and User Define Transformation)

Langkah Deskripsi

Membuat sebuah module instance Rating

Curve  Jalankan Oxygen XML dan buka LevelToFlow

TransformationModule instance (LevelToFlow 1.00 default.xml) pada folder “ModuleConfigFiles”

 Analisa file konfigurasi ini

 Pastikan modul ini pada time series set input dan output terdapat elemen startOverrulable = "true" endOverrulable =

"true" seperti gambar berikut.

Catatan: Fungsi dari startOverrulable dan endOverrulable adalah mengijinkan modul mengambil seluruh data dari periode pertama ada (start) dan data periode terakhir peramalan (end)

 Menambahkan detail rating curve pada file coefficient set untuk WL Katulampa dan WL Depok

 Buka detail lain untuk rating curve ini pada file

“LevelToFlowCoefficientSets 1.00 default.xml” dalam direktori “CoefficientSetsFiles”

 Analisa file tersebut menggunakan Oxygen XML

 Ganti nilai a, b, dan c pada konfigurasi menggunakan rumus rating curve (Q = a(h + b)c: dengan nilai berikut:

 Katulampa: a:28.984 b:0.140 c:1.911

 Depok a:22.393 b:0.150 c:2.710

 Lakukan validasi pada file konfigurasi, simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) dan refres konfigurasi FEWS.

Menambahkan User Define Transformasi

untuk rating curve  Dengan menggunakan rumus yang sama (Q = a(h + b)c kita membuat transformasi dengan algoritma kita sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan UserDefineTransformation

 Jalankan XML-Spy dan buka LevelToFlow TransformationModule instance (LevelToFlow 1.00 default.xml) pada folder “ModuleConfigFiles”

 Tambahkan transformasi user define pada file LevelToFlow 1.00 default.xml seperti contoh dibawah ini.

(31)

 Perhatikan pada file diatas, pada myexp terdapat 3 variable yaitu inputVariableDefinition; expression; dan outputVariable.

 myexp digunakan untuk lokasi Katulampa dengan menggunakan input variable H1 dimana variable H1 adalah time series set dengan parameter H.obs dan locationId WL_Katulampa.

 Kemudian pada expression diisi dengan

“28.984*(H1+0.140)^1.911” yang merupakan rumus rating curve PDA Katulampa. Nilai koefisien a, b, dan c sama persis dengan nilai yang kita isikan pada LevelToFlowCoefficientSets 1.00 default.xml

 Isikan pada output variable ModulInstanceId = LevelToFlow, parameterId = Q.generated

Lakukan hal yang sama dengan untuk lokasi WL_Depok dengan nama transformasi myexp2! Pastikan anda menggunakan variable, input dan output timeSeriesSet serta expression yang benar!

 OutputVariable adalah hasil perhitungan dengan expression diatas. TimeSeries pada outputVariable ini menggunakan parameter Q.generated.

TimeSeries dengan parameter Q.generated ini harus ada pada filter agar data muncul pada lokasi WL_Katulampa dan WL_Depok. Buka Filter.xml can cek apakah sudah ada timeSeries ini disana?

Menambahkan LevelToFlow

transformation module instance ke workflow

Buka file “RunInterpolationExercise 1.00 default.xml”

workflow pada folder “WorkflowFiles”.

 Tambahkan Modul instance activity dengan nama

“LevelToFlow” pada bagian akhir workflow.

 Lakukan validasi pada file konfigurasi, simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.01) dan refres konfigurasi FEWS

Menjalankan Workflow exercise baru  Klik pada tombol “Manual Forecast” pada toolbar

 Pilih workflow “RunInterpolationExercise” dan tekan CTRL+R untuk melihat semua modul pada workflow ini. Pilih

“LevelToFlow”.

 Sebelum menjalankan (Run), ubah waktu initial state menjadi cold state, isikan run start time 01-01-2001, kemudian klik Run.

(32)

Versi III-January, 2015

 Perhatikan pesan log pada log viewer pada FEWS Explorer.

Membandingkan data hasil

stageDischarge dengan

userDefineTransformation

 Buka data debit (parameter calculate discharge/Q.rated) dan (parameter Generated Discharge/Q.generated) Pos Duga Air Katulampa dan Depok dengan time series display.

 Hasilnya seharusnya sama!

(33)

Langkah Penjelasan Membuat lokasi baru untuk

rata-rata hujan (Depok- Katulampa)

Buka file ‘locations 1.01 default.xml’ dalam folder “RegionConfigFiles”

dan tambahkan lokasi baru antara pos hujan Depok dan Katulampa dengan detil sebagai berikut:

 Location Id: CatchAvg

 Location Name: Catch Average

 WGS 1984: 106.818, -6.477

 Lakukan validasi pada file konfigurasi, simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.02) dan refresh konfigurasi FEWS

Add parameter Id P.catchment  Buka file “Parameter 1.01 .xml” terletak dalam folder “RegionConfigFiles”.

 Tambahkan parameter baru dengan nama P.catchment di bawah grup Precipitation.

 Anda dapat copy dan paste dalam parameter eksisting, contoh : P.obs.

 Validasi dan simpan dengan versi yang lebih (1.02) Menambahkan time series

rata-rata hujan area

(catchment average

precipitation) pada filter

Buka file ‘Filter 1.01 default.xml’ dari folder ‘RegionConfigFiles’

 Tambahkan filter baru dengan nama Id “CatchmentAverageData” dan masukkan time series seperti berikut. (petunjuk: copy dan paste dari modul IoM_CatchmentAveragePrecipitation 1.00 default.xml)

<filter id="CatchmentAverageData" name="Hujan Rata-rata">

<!--Hujan Rata-rata Katulampa-Depok-->

<timeSeriesSet>

<moduleInstanceId>IoM_CatchmentAveragePrecipitation</moduleInstanceId>

<valueType>scalar</valueType>

<parameterId>P.catchment</parameterId>

<locationId>CatchAvg</locationId>

<timeSeriesType>external historical</timeSeriesType>

<timeStep unit="day" multiplier="1"/>

<relativeViewPeriod unit="day" start="-7" end="0"/>

<readWriteMode>read only</readWriteMode>

</timeSeriesSet>

</filter>

 Lakukan validasi pada file konfigurasi, simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.02) dan refresh konfigurasi FEWS

Membuat modul transformasi baru untuk rata-rata hujan DAS

 Buka file transformastion module untuk rata-rata DAS dengan nama

“IoM_CatchmentAveragePrecipitation 1.00 default” pada folder

“ModuleConfigFiles”

 Analisa modul konfigurasi ini. Ganti nilai weight variable X1 dan X2 menjadi seperti berikut;

(34)

Versi III-January, 2015

RegionConfigFiles. Daftarkan module

“IoM_CatchmentAveragePrecipitation” (isikan pada ModuleId dengan TransformationModule). Anda bisa melakukan copy paste dari Module Instance InterpolateExample yang sudah ada.

 Lakukan validasi pada file konfigurasi ModuleInstanceDescriptors.xml, dan simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.02)

Menambahkan modul pada

workflow  Jalankan Oxygen XML dan buka Workflow “RunInterpolationExercise 1.01 default.xml” pada direktori WorkflowFiles

 Tambahkan aktivitas “IoM_CatchmentAveragePrecipitation” pada file workflow.

 Lakukan validasi pada file konfigurasi, simpan dengan nomor versi lebih tinggi (1.02) dan refres konfigurasi

Menjalankan workflow

exercise  Reload konfigurasi Delft-FEWS (F5)

 Amati pada filter! Cek apakah lokasi tersebut muncul pada filter

 Klik pada tombol “Manual Forecast” pada toolbar

 Pilih workflow “RunInterpolationExercise” dan tekan CTRL+R untuk melihat

semua modul pada workflow ini. Pilih

“IoM_CatchmentAveragePrecipitation”.

 Sebelum menjalankan (Run), ubah waktu initial state menjadi cold state, isikan run start time 01-01-2010, kemudian klik Run.

 Cek pesan pada log viewer di FEWS Explorer

 Pilih lokasi “CatchAvg” dari list bx pada filter dan buka data hujan rata-rata DAS dengan time series display.

 Cek nilai data pada lokasi ini

 Berapa nilai rata-rata ketika ada gap (data kosong) pada salah satu stasiun hujan?

(35)

Langkah Penjelasan Mengecek Konfgurasi yang digunakan dalam proses

import TRMM data  Buka file location.xml pada folder

RegionconfigFiles untuk mengecek apakah lokasi tersedia denga nama TRMM Indonesia tersedia?

 Buka file parameter.xml pada folder RegionconfigFiles untuk mengecek apakah parameter “P.obs.trmm.3b42rt” dan

“P.obs.trmm.3b42rt.corrected” ada pada kelompok parametergroup precipitation?

Buka file konfigurasi grids 1.00 default.xml dan cek apakah definisi untuk impor grid tersedia dengan locationId “Indonesia”? Perhatikan pengaturan jumlah row dan column. Perhatikan juga ukuran cellsize nya!

 Cek apakah file konfigurasi id map yang tersimpan dalam folder IdMapFiles apakah tersedia dengan

file IdMap dengan nama

“IdImportTRMM_3B42RT”?

 Cek file konfigurasi unit conversion. bernama

“Import3B42RTUnits 1.00 default.xml” dalam direktori UnitConversionFiles

Cek dan analisis file “UnitConversionsDescriptors 1.00 default.xml” terletak dalam direktori RegionConfigFiles

Mengecek data input (TRMM) dalam .asc format dan

menjalankan workflow  Periksa apakah data TRMM tahun 2014 tersedia

dalam folder

…\FEWS_Jakarta\Import\TRMM_3B42RT.

 File ini tersedia dalam zip file yang didalamnya tersusun atas data ASCII TRMM dalam 3 jam-an.

 Klik pada tombol “Manual Forecast” pada toolbar.

 Pilih workflow “Import TRMM 3B4RT (historical)”

dan tekan CTRL+R untuk melihat semua modul pada workflow ini. Pilih semuanya, lalu klik Run.

 Amati pesan pada log viewer.

Menampilkan TRMM data dengan Spatial Display  Untuk menampilkan data buka menu spatial display pada drop down menu Tools, atau denga menekan CTRL+P, atau dengan menekan tombol pada menu toolbar.

 Untuk melhat data anda harus merubah display time pada waktu data tersedia dengan klik dua kali pada Display Time dibagian bawah spatial display.

(36)

Versi III-January, 2015

14 Latihan 13: Pelaporan/Reporting

Langkah Deskripsi

Mengecek modul konfigurasi yang

digunakan untuk pelaporan  Buka file ReportMeteoStations_Jakarta_2012 1.00 default.xml terletak dalam direktori

…\FEWS_Jakarta\Config\ModuleConfigFiles\Reporting\

 Dalam variabel input (baris 60-71) rubah elemen time step dari

‘minute’ ke ‘day’ dan elemen multiplier dari ‘15’ ke ‘1’.

 Tambahkan relative view period unit="day" start="-365" end="0"

 Setelah melakukan perubahan, validasi file xml dan simpan ke versi yang lebih tinggi (1.01).

Memasukkan modul report ke

ModuleInstanceDescriptor  Buka file ModuleInstanceDescriptors.xml terletak dalam direktori RegionConfigFiles. Tambahkan modul

“ReportMeteoStations_Jakarta_2012” gunakan “Report”

sebagai ModuleId. (Petunjuk: anda dapat copy dan paste dari Module Instance eksisting, contoh. InterpolateExample)

<moduleInstanceDescriptor id="ReportMeteoStations_Jakarta_2012">

<moduleId>Report</moduleId>

</moduleInstanceDescriptor>

 Setelah melakukan perubahan, validasi file ModuleInstanceDescriptors.xml, simpan ke versi yang lebih tinggi (1.03) dan refresh konfigurasi FEWS.

Menganalisa file Reporting Workflow dan menambahkan workflow file ke workflow descriptor.

 Mulai Oxygen XML dan buka Workflow yang disimpan dalam

“Reports_2012 1.00 default.xml” terletak di dalam direktori

…\FEWS_Jakarta\Config\WorkflowFiles\

 Cek dalam elemen <runIndependent>. Pastikan nilai pada elemen ini diset “true”

Buka WorkflowDescriptors 1.00 default.xml terletak di dalam direktori …\FEWS_Jakarta\Config\RegionConfigFiles\

Tambahkan workflow descriptor dengan id Reports_2012 dan beri nama Generate Report 2012. (Petunjuk: anda dapat copy dan paste dari WorkflowDescriptor eksisting, contoh CSV_Import)

(37)

 Simpan file ke versi yang lebih (1.02) dan refresh konfigurasi FEWS.

Menjalankan Workflow reporting  Klik pada tombol “Manual Forecast” pada toolbar utama.

 Pilih workflow “Generate Report 2012”

Rubah T0 pada opsi scheduler 31-12-2012 karena laporan akan dihasilkan selama satu tahun 2012.

 Jalankan workflow dengan mengklik Run pada jendela Manual Forecast.

 Cek pada log messages di dalam log viewer dari FEWS explorer.

Membuka dan menganalisa file laporan.  Setelah anda berhasil menjalankan workflow, file laporan akan tersimpan dalam direktori …\FEWS_Jakarta\Reports\Jawa\

Di dalam direktori Jawa anda akan menemukan bayak file di dalam folder seperti terlihat di bawah ini

(38)

Versi III-January, 2015

Buka “forecastlocation.html” terletak dalam direktori “Depok”

dan “Katulampa”. Analisa hasilnya.

 Informasi apakah yang anda dapat dari laporan ini.

(39)

Referensi

Dokumen terkait