BAB 5. MODEL RELIABILITAS PARAMETRIK Perhitungan Laju Hazard dengan Penyensoran
Sebagaimana dibahas di bab 1, laju hazard untuk suatu interval waktu adalah rasio antara banyaknya kerusakan yang terjadi selama interval waktu dan banyaknya yang hidup pada awal interval dibagi dengan panjang interval. Unit tersensor selama interval tidak boleh dihitung sebagai bagian dari unit rusak selama selang waktu tersebut. Jika tidak, laju hazard akan meningkat. Contoh berikut menggambarkan perhitungan yang diperlukan untuk laju hazard dan kumulatif hazard.
Contoh 5.1:
Dua ratus kapasitor keramik dikenakan uji hidup sangat dipercepat. Waktu kerusakan dari beberapa kapasitor tersensor karena peralatan yang digunakan selama pengujian kapasitor ini rusak selama tes. Banyaknya unit yang bertahan hidup dan yang tersensor ditunjukkan dalam tabel 5.1. Hitung baik laju hazard dan kumulatif hazard.
Jawab:
Laju hazard pada waktu ti dihitung sebagai
(𝑡𝑖) = 𝑁𝑓(∆𝑡𝑖) 𝑁𝑠(𝑡𝑖−1)∆𝑡𝑖′ di mana h(ti) = Laju bahaya saat ti
Nf (∆𝑡𝑖) = Jumlah unit rusak selama interval ∆𝑡𝑖 Ns (𝑡𝑖−1) = Jumlah korban pada awal interval ∆𝑡𝑖 ∆𝑡𝑖 = Panjang interval waktu (ti−1, ti).
Nf (Δti) tidak termasuk unit yang tersensor. Rata-rata laju hazard konstan adalah 0,0319.
Waktu kerusakan rata-rata adalah 31,35 jam.
Tabel 5.1. Laju Hazard dan Kumulatif Hazard Interval
Waktu
Banyak unit yang rusak
Banyak unit yang tersensor
Survive sampai akhir interval
Laju Hazard
× 10−1
Kumulatif
× 10−1
1−10 0 3 197 0,0000 0,0000
10−20 6 8 183 0,0304 0,0304
20−30 7 9 167 0,0382 0,0686
30−40 6 8 153 0,0359 0,1045
40−50 6 15 132 0,0392 0,1437
50−60 5 20 107 0,0373 0,1810
60−70 4 18 85 0,0373 0,2183
70−80 3 20 62 0,0352 0,2535
80−90 2 30 30 0,0322 0,2857
90−100 1 29 0 0,0333 0,3190
Distribusi Eksponensial
Distribusi eksponensial memiliki laju kerusakan konstan, sering digunakan dalam praktek. Berikut adalah cara menilai validitas menggunakan distribusi eksponensial sebagai model waktu kerusakan. Misal
t1 = saat kerusakan pertama
ti = waktu antara kerusakan ke i-1 dan ke i (i = 2,3, ...) atau waktu sampai kerusakan ke i (tergantung pada waktu yang diamati)
r = banyaknya kerusakan selama tes (dengan asumsi tidak ada sensor) T = jumlah waktu antara kerusakan, 𝑇 = 𝑡𝑟𝑖 𝑖, dan
X = variabel acak untuk mewakili waktu untuk kerusakan.
Untuk pemeriksaan apakah waktu kerusakan mengikuti distribusi eksponensial atau tidak, digunakan uji Bartlett yang mempunyai statistik uji
𝐵𝑟 =2𝑟 𝑙𝑛 𝑇 𝑟 −
1
𝑟 𝑟𝑖=1𝑙𝑛 𝑡𝑖 1 + 𝑟 + 1 /6𝑟
di mana statistik Br berdistribusi Khi-kuadrat dengan derajat kebebasan r-1.
Uji Bartlett tidak menolak hipotesis yaitu distribusi Eksponensial dapat digunakan untuk memodelkan suatu data waktu kerusakan yang diberikan jika nilai Br, terletak di antara dua nilai kritis dari dua ekor uji Khi-kuadrat dengan tingkat signifikasi 100 (1-α ) persen. Nilai kritis yang lebih rendah adalah 𝜒 1−𝛼/2 ,𝑟−1 2 dan nilai titik atas adalah 𝜒 𝛼/2 ,𝑟−1 2 .
Contoh 5.2:
Dua puluh transistor diuji pada lima volt dan 100oC. Ketika transistor rusak, waktu kerusakan dicatat dan unit yang rusak diganti dengan yang baru. Waktu antara kerusakan (dalam jam) dicatat dalam urutan meningkat seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 5.2. Uji validitas menggunakan laju hazard konstan untuk transistor ini.
Tabel 5.2 Waktu antara Kerusakan dari Transistor Times between failures in hours (ti)
200 9,000 26,000 36,000 48,000
400 13,000 29,000 39,000 50,000
2,000 20,000 32,000 42,000 54,000
6,000 24,000 34,000 43,000 60,000
Jawab:
Karena semua transistor rusak selama pengujian, waktu kerusakan dapat diasumsikan berasal dari sampel 20 transistor, dan setiap ti adalah nilai variabel random, X, waktu
sampai terjadi kerusakan:
ln 𝑡i = 193,28
20
𝑖=1
, 𝑇 = 𝑡i = 567600
20
𝑖=1
𝐵20 = 2 × 20 ln 567600 20 − 1
20 × 193,28 1 + 21
6 × 20
= 20,065 Nilai-nilai kritis untuk uji dua sisi dengan α = 0,10 adalah 𝜒0,95 ,192 = 10,117 dan 𝜒0,05 ,192 = 30,144. Jadi, B20 tidak menolak hipotesis yakni waktu kerusakan dapat dimodelkan dengan distribusi Eksponensial.
Contoh 5.3: (Tersensor tipe 2)
Dalam uji yang serupa dengan contoh sebelumnya, dilakukan uji kerusakan dipercepat (suhu 200oC dan 2,0 volt) terhadap 20 transistor. Uji dihentikan pada saat terjadi kerusakan kesepuluh. Data waktu antara kerusakan (dalam jam) dari 10 transistor yang rusak sebagai berikut 600, 700, 1000, 2000, 2500, 2800, 3000, 3100, 3300, 3600. Tentukan apakah data kerusakan tsb mengikuti distribusi Eksponensial.
Jawab:
ln 𝑡i= 75,554 ,
10
𝑖=1
𝑇 = 𝑡i = 22600
10
𝑖=1
𝐵20 = 2 × 10 ln 22600 10 −
1
10 × 75,554 1 + 10 + 1
6 × 10
= 2,834.
Nilai-nilai kritis untuk uji dua sisi dengan α = 0,10 adalah
𝜒0,95 ,92 = 3,325 dan 𝜒0,05 ,92 = 16,919.
Jadi B10 menolak hipotesis bahwa waktu kerusakan dapat dimodelkan dengan distribusi eksponensial. Namun, pada saat tingkat signifikansi 98 persen, nilai-nilai kritis uji dua sisi menjadi 𝜒0,99 ,92 = 2,088 dan 𝜒0,01 ,92 = 21,666. Uji tidak menolak hipotesis bahwa waktu kerusakan dapat dimodelkan dengan distribusi Eksponensial.
Pengujian untuk Waktu Kerusakan Singkat Secara Abnormal
Waktu kerusakan singkat (Short failure times) dapat terjadi karena cacat
manufaktur seperti kasus kerusakan aneh. Waktu kerusakan tidak benar-benar mewakili waktu kerusakan populasi. Oleh karenanya, penting untuk menentukan apakah waktu
kerusakan singkat secara abnormal sebelum melakukan kesesuaian data untuk distribusi Eksponensial. Jika waktu kerusakan singkat secara abnormal, data tsb harus dibuang dan tidak dipertimbangkan dalam menentukan parameter distribusi waktu kerusakan.
Ambil (t1, t2,...,tr) suatu barisan r variabel random independen dan identik
terdistribusi Eksponensial yang mewakili waktu antara kerusakan untuk r kerusakan yang pertama. Kemudian kuantitas 2ti / θ adalah berdistribusi Khi Kuadrat dengan dua derajat kebebasan, di mana θ adalah rata-rata dari distribusi Eksponensial. Jika t adalah waktu untuk kerusakan pertama yang mengikuti distribusi Eksponensial dengan mean = θ, maka
𝑓(𝑡) = 1 𝜃𝑒−𝑡/𝜃
Variabel acak y= 2t/θ berdistribusi 𝜒2 dengan dua derajat bebas, dengan 𝑔 𝑦 =1
2𝑒− 𝑦2 𝑦 ≥ 0
Jumlah dari dua atau lebih variabel random independen berdistribusi 𝜒2 adalah variabel baru yang mengikuti 𝜒2 dengan derajat kebebasan sama dengan jumlah derajat kebebasan dari variabel-variabel random individu (Kapur dan Lamberson,1977). Maka 2
𝜃 𝑟𝑖=2𝑡𝑖 adalah 𝜒2 dengan derajat kebebasan 2𝑟 − 2. Jadi
𝐹 =
2 θ 𝑡1/2 2
θ 𝑟𝑖=1𝑡i/ 2r − 2 Ini berarti bahwa distribusi F dapat dibentuk sebagai
𝐹2,2𝑟−2 = r − 1 𝑡1 𝑡𝑖
𝑟𝑖=2
dimana t1, waktu kerusakan singkat, mengikuti distribusi F dengan derajat kebebasan 2 dan 2r -2. Jika t1 kecil, maka rasio F menjadi sangat kecil yaitu,
𝐹1−𝛼,2,2𝑟−2 > 𝑟 − 1 𝑡1 𝑡𝑖
𝑟𝑖=2
Ketidaksamaan ini ekuivalen dengan
𝐹𝛼 ,2𝑟−2,2 < 𝑟𝑖=2𝑡𝑖 𝑟 − 1 𝑡1
Catatan bahwa data kerusakan harus diurutkan sesuai dengan pengaturan waktu kerusakan meningkat. Dengan kata lain, waktu kerusakan tersingkat terdaftar pertama, diikuti oleh waktu kerusakan tersingkat kedua, dan seterusnya.
Contoh 5.4:
Pandang data kerusakan yang mewakili siklus kerusakan pada 20 bilah turbin. Pengujian dilakukan dengan memperlakukan turbin ke beban dipercepat, menggantinya dengan turbin baru pada kerusakan dan mencatat waktu kerusakan. Berikut adalah data kerusakan sidu turbin: 120, 1300, 1680, 1990, 2010, 2112, 2192, 2215, 2290, 2581,
2689, 2892, 2999, 3565, 3873, 4256, 4368, 4657, 4933, 5832.
Apakah waktu kerusakan pertama merupakan waktu kerusakan singkat secara abnormal?
Jawab:
Total waktu kerusakan (kecuali yang pertama) adalah 𝑟𝑖=2𝑡𝑖 = 58554 dan 𝑡1 = 120.
𝐹𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 58554
19 120= 25,69 .
Nilai kritis F pada keyakinan 95 persen adalah 𝐹0,05,38,2 = 19,47. Jadi kerusakan pertama bukan merupakan representasi dari sisa data. Dengan kata lain, hipotesis bahwa waktu kerusakan pertama tidak merupakan waktu kerusakan singkat secara abnormal harus ditolak.
Pengujian untuk Waktu Kerusakan Lama secara Abnormal
Mengikuti prosedur di atas, waktu kerusakan tab dipandang sebagai waktu kerusakan lama secara abnormal jika
𝐹α,2,2r−2< (𝑟 − 1)𝑡𝑎𝑏 𝑡𝑖
𝑟𝑖≠𝑎𝑏
Jika tr adalah waktu kerusakan terbesar, maka persamaan di atas dapat ditulis 𝐹α,2,2𝑟−2< (𝑟 − 1)𝑡𝑟
𝑡𝑖
𝑟−1𝑖=1
Contoh 5.5:
Ujilah apakah waktu kerusakan terakhir adalah lama secara abnomal pada tingkat signifikansi 5 persen, untuk data waktu kerusakan berikut:
30000, 34500, 37450, 39950, 43760, 46585, 49970, 54430, 57600, 59990, 63200, 66600, 70000, 73120, 75690, 77990, 80330, 84450, 88960, 99550.
Jawab:
Untuk memeriksa apakah waktu kerusakan dari unit waktu 99550 adalah lama secara abnormal, maka ditentukan
𝑡𝑖
𝑟
𝑖=2
= 1134575 dan 𝐹𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =19 × 99550
1134575 = 1,667 .
Karena 𝐹𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝐹0.05,2,38 = 3,25 , maka waktu kerusakan terakhir (99550) adalah tidak lama secara abnormal.
Misalkan n unit akan dilakukan pengujian dan waktu kerusakan unit secara teliti dicatat. Sebut, t1, t2, ...., tn. Karena semua unit telah rusak dan tidak ada yang tersensor, maka estimasi maksimum likelihood (MLE) dari λ adalah 𝜆 = n
ti 𝑛 𝑖=1
, dimana 𝜆 adalah estimator maksimum likelihood dari laju kerusakan.
Rata-rata μ dari distribusi eksponensial adalah 1 / λ dan MLE dari μ adalah µ =1
λ= n𝑖=1ti
n = t . µ disebut sebagai estimator maksimum likelihood dari rata-rata hidup.
Contoh 5.6:
Anggap bahwa data dalam Contoh 5.2 merupakan waktu kerusakan unit yang diuji.
Tentukan rata-rata hidup transistor dari populasi ini.
Jawab:
𝑡 =567600
20 = 28380
Hal ini dapat menunjukkan bahwa 2𝑛µ /µ memiliki distribusi Khi-kuadrat dengan derajat kebebasan 2n. Karena 𝜆 = 1/µ dan 𝜆 = 1/µ , maka selang kepercayaan 100(1-α) persen untuk 𝜆 (dengan asumsi hidup minimum nol) yaitu
𝜆 𝜒1−𝛼/2,2𝑛2
2𝑛 < 𝜆 < 𝜆 𝜒𝛼/2,2𝑛2
2𝑛 di mana 𝜒𝛼 ,2𝑛2 adalah titik persentase 100α dari distribusi Khi-kuadrat dengan derajat kebebasan 2n yaitu, 𝑃 𝜒2𝑛2 > 𝜒𝛼 ,2𝑛2 = 𝛼.
Selang kepercayaan dari rata-rata hidup sesuai adalah 2𝑛 µ
𝜒𝛼 /2,2𝑛2 < 𝜇 < 2𝑛 µ
𝜒1−𝛼 /2,2𝑛2 .
Jika n besar (n ≥ 25), perkiraan selang untuk λ dengan pendekatan 𝜆 oleh distribusi normal yang mempunyai rata-rata λ dan varians 𝜆2/𝑛. Dengan demikian diperoleh
𝜆 −𝜆 𝑍𝛼/2
𝑛 < 𝜆 < 𝜆 + 𝜆 𝑍𝛼/2
𝑛
dimana 𝑍𝛼 /2 adalah titik 100 (α /2) % , 𝑃 𝑍 > 𝑍𝛼 /2 = 𝛼/2 dari distribusi normal standar.
Contoh 5.7:
Tentukan selang kepercayaan dua sisi 95% untuk rata-rata hidup transistor pada contoh 5.6.
Jawab:
𝜇 = 28380 jam, pada tingkat kepercayaan 95%, 𝜒0,975,402 = 24,423 ; 𝜒0,025,402 = 59,345, batas μ: 2×567600
59,345
< µ <
2×56760024,423 atau 19218 < µ < 46480 jam.
Contoh 5.8:
Seorang insinyur mekanik melakukan uji kelelahan untuk menentukan harapan hidup dari batang yang terbuat dari jenis baja khusus dengan memperlakukan 25 bahan percobaan ke beban aksial yang menyebabkan tegangan 9000 pon per inci persegi. Banyak siklus dicatat pada waktu kerusakan dari setiap bahan percobaan. Anggap bahwa uji tsb dijalankan pada 10 siklus per menit, tentukan reliabilitas dari batang yang terbuat dari baja ini pada 10 jam.
Hasil uji tersebut (banyak siklus kerusakan) sebagai berikut:
200, 280, 340, 460, 590, 720, 850, 990, 1200, 1420, 1950, 2460, 2590, 3520, 4560, 5570, 6590, 7600, 8630, 9650, 10660, 11670, 12680, 13685, 14690.
Jawab:
Pertama-tama dilakukan pemeriksaan apakah data kerusakan dapat diwakili oleh distribusi eksponensial, dengan menggunakan B25. Selanjutnya dilakukan penentuan siklus antara kerusakan dari data sebagai berikut:
Tabel 5.3 Jumlah Siklus Kerusakan dan Antar Kerusakan No.
Batang
Siklus Kerusakan
Siklus Antara Kerusakan
No.
Batang
Siklus Kerusakan
Siklus Antara Kerusakan
1 200 200 14 3520 930
2 280 80 15 4560 1040
3 340 60 16 5570 1010
4 460 120 17 6590 1020
5 590 130 18 7600 1010
6 720 130 19 8630 1030
7 850 130 20 9650 1020
8 990 140 21 10660 1010
9 1200 210 22 11670 1010
10 1420 220 23 12680 1010
11 1950 530 24 13685 1005
12 2460 510 25 14690 1005
13 2590 130
𝑇 = CBF𝑖 = 14690
25
𝑖=1
dan ln CBF𝑖 = 149,221
25
𝑖=1
𝐵25 =2 × 25 ln14690 25 − 1
25× 149,211 1 + 26
6 × 25
= 17,370
Nilai-nilai kritis untuk uji dua sisi dengan α = 0,10 adalah χ0,95,242 = 13,848 dan
χ0,05,242 = 36,418. Oleh karena itu statistik B25 tidak bertentangan dengan hipotesis bahwa waktu kerusakan dapat dimodelkan dengan distribusi Eksponensial. Reliabilitas batang pada 10 jam adalah 𝑅(𝑡 = 10 jam) = 𝑒−𝜆𝑡𝑖 , di mana
𝜆 adalah 25
14690 kegagalan per siklus.
𝑅 𝑡 = 10 jam = 𝑒14690−25 ×60×10×10 = 0,3676 × 10−4. Data Tersensor Tipe 1
Anggap bahwa n unit diambil untuk diuji dan waktu kerusakan ti dari unit yang rusak dicatat dan diurutkan dalam urutan naik. Misal T waktu penyensoran dari uji. Dengan demikian, 𝑡1 ≤ 𝑡2 ≤ 𝑡3 ≤ ⋯ ≤ 𝑡𝑟 ≤ 𝑡1+= ⋯ = 𝑡𝑛−𝑟+ = 𝑇 di mana 𝑡𝑖+ adalah waktu penyensoran dari unit tersensor i. Dengan menggunakan metode MLE untuk λ diperoleh
𝜆 = 𝑟
𝑡𝑖
𝑟𝑖=1 − 𝑛−𝑟𝑖=1 𝑡𝑖+ Dan rata-rata hidup unit dapat diperkirakan sebagai
𝜇 =1 𝜆 = 1
𝑟 𝑡𝑖
𝑟
𝑖=1
− 𝑡𝑖+
𝑛−𝑟
𝑖=1
Statistik 2𝑟𝜆/𝜆 memiliki diatribusi Khi-kuadrat dengan derajat kebebasan 2r. Mean dan varians dari 𝜆 berturut-turut adalah 𝑟𝜆 /(𝑟 − 1)dan 𝜆 2/(𝑟 − 1) , (Lee, 1992). Selang kepercayaan 100(1-α)% untuk λ adalah
𝜆 𝜒1−𝛼/2,2𝑟2
2𝑟 < 𝜆 <𝜆 𝜒𝛼/2,2𝑟2
2𝑟 Selang kepercayaan untuk rata-rata hidup, μ, adalah
2𝑟𝜇
𝜒𝛼/2,2𝑟2 < 𝜇 < 2𝑟𝜇 𝜒1−𝛼/2,2𝑟2
Jika n besar (n ≥ 25), distribusi 𝜆 dapat didekati dengan distribusi normal dengan mean λ dan varians 𝜆 2/(𝑟 − 1).
Selang Kepercayaan 100(1-α)% adalah 𝜆 −
𝜆 𝑍𝛼
2
𝑟 − 1< 𝜆 < 𝜆 + 𝜆 𝑍𝛼
2
𝑟 − 1 . Contoh 5.9:
Seorang produsen ujung cutter memperkenalkan material cutter keramik yang baru. Untuk mengestimasi harapan hidup dari sebuah cutter, produsen menempatkan 10 unit yang diuji terus menerus dan dipantau pemakaian alat tsb. Suatu kerusakan cutter terjadi ketika pemakaian melebihi suatu nilai yang telah ditentukan. Karena keterbatasan anggaran, produsen memutuskan untuk menjalankan uji selama 50000 menit. Waktu sampai terjadi kerusakan cutter dicatat, yakni sebagai berikut:
3000, 7000, 12000, 18000, 20000, 30000.
Tentukan rata-rata hidup dari sebuah cutter yang terbuat dari bahan ini. Tentukan selang kepercayaan 90% untuk harapan hidup? Tentukan pula reliabilitas pada 60000 menit?
Jawab:
Hasil pemeriksaan data waktu antara kerusakan (dari Tabel 5.4) diperoleh 𝑇 = 𝑇𝐵𝐹𝑖
6
𝑖=1
= 30000 ; ln 𝑇𝐵𝐹𝑖
6
𝑖=1
= 50,33 dan 𝐵6 = 1,2973 . Tabel 5.4 Waktu Kerusakan dan Antara Kerusakan Cutters No.
Batang
Waktu Kerusakan
Waktu Antara Kerusakan
No.
Batang
Waktu Kerusakan
Waktu Antara Kerusakan
1 3000 3000 4 18000 6000
2 7000 4000 5 20000 2000
3 12000 5000 6 30000 10000
Statistik Khi-kuadrat adalah χ0,95,52 = 1,145 dan χ0,05,52 = 11,070. Jadi, data mengikuti distribusi Eksponensial. Estimasi μ diperoleh:
𝜇 =1
6 30000 + 4 × 50000 = 38333 menit . dan selang kepercayaan 90% untuk μ adalah
2 × 6 × 38333
18,307 < 𝜇 <2 × 6 × 38333
3,940 atau 25127 < 𝜇 < 116750 Peluang bahwa cutter akan bertahan selama 60000 menit adalah
𝑅 60000 = 𝑒−𝜆 𝑡 = 𝑒38333−1 ×60000 = 0,209 . di mana 𝑅 (𝑡) adalah estimasi reliabilitas pada waktu t.
Data dengan Penyensoran Tipe 2
Misalkan n unit ditempatkan untuk diuji pada waktu nol dan waktu kerusakannya dicatat dalam urutan naik. Misalkan bahwa tes dihentikan ketika r dari n unit rusak. Waktu kerusakan dari n unit, 𝑡1 ≤ 𝑡2 ≤ 𝑡3 ≤ ⋯ ≤ 𝑡𝑟 ≤ 𝑡1+= ⋯ = 𝑡𝑛−𝑟+ , di mana ti adalah waktu kerusakan unit i dan 𝑡𝑖+ adalah waktu penyensoran dari unit tersensor i yang mana
merupakan waktu penyensoran dari uji. MLE dari λ dan μ untuk penyensoran tipe 2 menghasilkan persamaan yang sama seperti penyensoran tipe 1.
Pemeriksa situasi penyensoran secara random ketika n unit menjalani suatu uji reliabilitas pada waktu nol. Uji dihentikan pada waktu T. Misalkan r adalah banyaknya unit yang rusak sebelum T dan n-r adalah banyaknya unit yang bertahan sampai waktu uji T atau peralatan uji rusak selama T sedangkan unit sedang beroperasi. Data tsb dikumpulkan dan diamati sebagai berikut: 𝑡1, 𝑡2, 𝑡3, … , 𝑡𝑟, 𝑡1+, 𝑡2+, … , 𝑡𝑛−𝑟+ . Tanda + menunjukkan
penyensoran. Waktu kerusakan dan waktu sensor disusun dalam urutan 𝑡1 ≤ 𝑡2 ≤ ⋯ ≤ 𝑡𝑟, 𝑡1+𝑡2+, … , 𝑡𝑛−𝑟+ . Menggunakan metode MLE diperoleh
𝜆 = 𝑟
𝑡𝑖
𝑟𝑖=1 − 𝑛−𝑟𝑖=1 𝑡𝑖+ ,
Hasilnya sama seperti pada penyensoran tipe 1. Ketika semua pengamatan tersensor, maka estimasi untuk μ adalah 𝜇 = 𝑛𝑖=1𝑡𝑖+. Dalam praktek nilai estimasi ini kurang baik, uji reliabilitas yang dirancang dianggap buruk. Metode untuk menangani semua data yang tersensor akan dibahas dalam bab berikutnya.
Ketika banyaknya unit yang diuji besar (n ≥ 25), distribusi dari 𝜆 adalah sekitar normal dengan mean λ dan varians (Lee, 1980): 𝑉𝑎𝑟 𝜆 = 𝜆2
1−𝑒−𝜆𝑇 𝑖 𝑛𝑖=1
,
di mana Ti adalah waktu bahwa komponen ke i berada dalam pengamatan (waktu sampai kerusakan atau akhir test). Jika Ti tidak diketahui karena adanya penghentian abnormal dari pengujian, maka varians dapat diperkirakan sebagai 𝑉𝑎 𝑟(𝜆 ) ≅ 𝜆2
𝑟
, d
i mana r adalah banyaknya komponen rusak sebelum berakhirnya pengujian.Selang kepercayaan 100(1-α)% adalah 𝜆 − 𝑍𝛼 /2 𝑉𝑎 𝑟 𝜆 < 𝜆 < 𝜆 + 𝑍𝛼 /2 𝑉𝑎 𝑟 𝜆 dan distribusi 𝜇 diperkirakan dengan distribusi normal dengan rata-rata μ dan estimasi varians diperkirakan dari 𝑉𝑎 𝑟( 𝜇 ) = 𝜇2
1−𝑒−𝜆𝑇 𝑖
𝑛𝑖=1
.
Jika Ti diketahui, maka𝑉𝑎 𝑟 𝜇 =
𝜇2𝑟
.
Batas-batas μ adalah 𝜇 − 𝑍𝛼 /2 𝑉𝑎 𝑟 𝜇 < 𝜇 < 𝜇 + 𝑍𝛼 /2 𝑉𝑎 𝑟 𝜇 .
Distribusi Rayleigh
Distribusi Rayleigh menunjukkan suatu fungsi hazard meningkat secara linear terhadap waktu. Distribusi Rayleigh berguna dalam pemodelan amplitudo sinyal dari saluran komunikasi memudar secara cepat.
Misalkan n perangkat dikenai uji hidup dipercepat dengan waktu kerusakan t1, t2, ..., tn. maka estimasi maksimum likelihood (MLE) parameter dan variansi distribusi Raylaigh untuk data lengkap adalah:
𝜆 = 2𝑛 𝑡𝑖2
𝑛𝑖=1
dan 𝑉𝑎𝑟 𝑡 =2 𝜆 1 −𝜋
4 . Contoh 5.10:
Suatu produsen sensor kecepatan otomotif melakukan uji reliabilitas terhadap 10 sensor yang mensimulasikan kondisi lingkungan (suhu dan kecepatan) di mana sensor akan beroperasi secara normal. Sebuah sensor diklasifikasikan rusak ketika output berada di luar toleransi 5 persen. Jumlah mil diakumulasi sebelum kerusakan dari sensor adalah
110000, 130000, 150000, 155000, 159000, 163000, 166000, 168000, 169000, 170000.
Asumsikan bahwa mil sampai terjadi kerusakan mengikuti distribusi Rayleigh. Tentukan parameter distribusi, rata-rata hidup suatu sensor, dan varians dari hidupnya.
Jawab:
Estimasi parameter distribusi Rayleigh adalah 𝜆 = 2𝑛
𝑡𝑖2
𝑛𝑖=1
= 2 × 10
2,40616 × 1011 = 8,31199 × 10−11. Rata-rata hidup adalah
rata − rata hidup = 𝜋
2𝜆 = 𝜋
2 × 8,31199 × 10−11 = 137470 mil.
Dan varians hidup adalah
Variansi =2 𝜆 1 −𝜋
4 = 5,1636 × 109. Standar deviasi adalah 71859.
Misalkan dilakukan uji terhadap n perangkat dan waktu kerusakan r unit yang rusak dicatat dalam urutan naik seperti t1 ≤ t2 ≤ ... ≤ tr. Sedangkan n-r unit sisanya tersensor karena belum rusak sampai pengujian berakhir. Diasumsikan bahwa penyensoran adalah hanya tipe 1 atau tipe 2 dan waktu tersensor adalah 𝑡1+= 𝑡2+= ⋯ 𝑡𝑛−𝑟+ .
Estimasi maksimum likelihood (MLE) dari parameter λ (untuk data tersensor) adalah
𝜆 = 2𝑟
𝑡𝑖2
𝑟𝑖=1 + 𝑛−𝑟𝑖=1 𝑡𝑖+2 . Contoh 5.11:
Sebagai alternatif untuk pengujian tabrakan mobil kantong udara, seorang perekayasa tes mengembangkan sistem tes sensor yang menggunakan pengocok getaran mekanis untuk memutar ulang tabrakan yang diukur secara tepat. Sensor dikenakan untuk kondisi yang sama diukur selama tes tabrakan. Sepuluh sensor diuji selama 50 jam dan waktu kerusakan dicatat sebagai berikut: 10, 20, 30, 35, 39, 42, 44, 50+, 50+, 50+. Tentukan parameter Rayleigh, rata-rata hidup suatu sensor, dan standar deviasi dari hidupnya.
Jawab:
Estimasi parameter distribusi Rayleigh adalah 𝜆 = 2×7
7846 +7500 = 9,12289 × 10−4. Rata − rata hidup = 𝜋
2 × 9,12289 × 10−4= 41,49 jam.
Standar deviasi = 2 𝜆 1 −𝜋
4 = 21,70 jam.
Estimasi Best Linier Unbiased (BLUE) untuk Parameter Rayleigh untuk Data dengan dan tanpa Pengamatan Tersensor
MLE dari parameter Rayleigh adalah bias ketika banyaknya pengamatan kecil. Bias meningkat selama banyaknya pengamatan menurun. Jika pdf dari waktu kerusakan dapat dilinierisasi, bias dalam mengestimasi parameter distribusi dapat menurun ketika metode kuadrat terkecil digunakan dalam mengestimasi parameter.
Misalkan waktu kerusakan untuk n alat yang dikenai uji reliabilitas adalah 𝑡(1) ≤ 𝑡(2)≤ ⋯ ≤ 𝑡 𝑛 di mana 𝑡(𝑖) adalah statistik urutan ke i. Diasumsikan bahwa waktu kerusakan n alat tersebut mengikuti distribusi Rayleigh dengan
𝑓 𝑡 = 1
𝜃22 𝑡 − 𝜃1 𝑒
− 𝑡−𝜃1 2
2𝜃22 𝑡 > 𝜃1≥ 0, 𝜃2> 0 dan 𝑓 𝑡 = 0 , untuk t, 𝜃1 dan 𝜃2 yang lain,
dimana 𝜃1 adalah parameter lokasi (threshold) dan 𝜃2adalah parameter skala.
BLUE 𝜃2∗ dari 𝜃2 ketika 𝜃1 diketahui dapat diperkirakan dengan 𝜃2∗= 𝑏𝑖𝑡(𝑖)
𝑛
𝑖=1
− 𝜃1𝐾3 𝐾2
Jika parameter lokasi 𝜃1 = 0, pdf menjadi 𝑓 𝑡 = 1
𝜃22𝑡𝑒−𝑡2/2𝜃22.
Dan estimasi 𝜃2∗ menjadi 𝜃2∗= 𝑛𝑖=1𝑏𝑖𝑡 𝑖 . Koefisien bi diberikan pada Lampiran B untuk i=1, ...,n dan sampel tak tersensor, dan untuk sampel tersensor dengan pengamatan tersensor sebesar r, di mana r = 0,1,2, ..., (n-2) dan n adalah ukuran sampel untuk n=5(1)25(5)45. Varians dari 𝜃2∗ dalam term 𝜃22/𝑛 dan K3/K2 diberikan dalam Lampiran C.
Contoh 5.12:
Sebuah pembuatan biosensor menghasilkan serangkaian sensor elektrokimia yang kecil cukup sesuai dalam pembuluh darah. Perangkat ini dimasukkan ke dalam arteri dalam kateter yang memiliki diameter dalam 650 mikron. Alat ini mengukur tingkat oksigen, karbon dioksida, dan pH dalam darah. Produsen melakukan tes fungsional terhadap 20 sensor untuk dan mengamati waktu kerusakan (dalam jam) sebagai berikut:
0,9737 3,3161 8,0833 11,1886 14,0578 19,4369 24,9225 1,0950 5,2076 8,1957 13,1911 14,8812 22,5168 30,0000 3,3152 8,0327 9,3706 13,4695 17,9624 24,4470
(Catatan: Data ini sebenarnya dihasilkan secara acak dari distribusi Rayleigh dengan 𝜃1 = 0 dan 𝜃2 = 10,5). Tentukan estimasi parameter Rayleigh dan variansinya!
Jawab:
Untuk estimasi parameter skala θ2, digunakan koefisien bi dalam Lampiran B dan K3/K2
dalam Lampiran C untuk n = 20.
𝜃2∗= 0,00767 0,9737 + ⋯ + 0,072142 30,0000 − 0 0,63995 = 10,7303 = 10,73.
Menggunakan Lampiran C untuk n = 20 dan r = 0, di mana variansi diberikan dalam term 𝜃22, diperoleh: 𝑉𝑎𝑟(𝜃2∗) = 0,01260 × 𝜃2∗2 = 0,01260 × (10,73)2= 1,4507 = 1,45
Standar deviasi dari 𝜃2∗ adalah = 1,45 = 1,20.
Contoh 5.13:
Sebuah pabrik sensor kecepatan otomotif melakukan uji reliabilitas terhadap 10 sensor untuk yang mensimulasikan kondisi lingkungan (suhu dan kecepatan) di mana sensor akan beroperasi secara normal. Sebuah sensor diklasifikasikan rusak ketika output berada di luar toleransi 5 persen. Jumlah akumulasi mil sebelum kerusakan sensor adalah
110000, 130000, 150000, 155000, 159000, 163000, 166000, 168000, 169000, 170000.
Asumsikan bahwa mil sampai terjadi kerusakan mengikuti distribusi Rayleigh dengan parameter lokasi=0. Cari perkiraan untuk parameter θ2, rata-rata hidup sensor, dan standar deviasi dari perkiraan θ2.
Jawab:
Menggunakan Lampiran B untuk n = 10 dan r = 0, diperoleh
𝜃2∗= 110000 0,02149 + 130000 0,03171 + ⋯ + 170000 0,13149
− 0 0,65170 = 105061,18 = 105061 jam.
Rata − rata hidup = 𝜃2∗ 𝜋
2= 131674 mil.
Menggunakan Lampiran C, untuk n = 10 dan r = 0, di mana variansi yang diberikan dalam term 𝜃22 didapatkan 𝑉𝑎𝑟 𝜃2∗ = 0,02537𝜃2∗= 0,02537 105061 2= 2,8 × 108.
Standar deviasi untuk estimate 𝜃2∗ adalah 16733 jam.
Contoh 5.14:
Pandang data Contoh 5.13, asumsikan bahwa nilai enam terbesar dari waktu kerusakan tersensor. Mil yang terakumulasi sebelum kerusakan sensor adalah 110000, 130000, 150000, dan 155000. Perkirakan parameter dan deviasi standarnya.
Jawab:
Menggunakan Lampiran B untuk n = 10 dan r = 6 (di mana r dalam Lampiran ini mengacu pada jumlah pengamatan tersensor dari kanan) kita menemukan
𝜃2∗= 110000 0,05301 + 130000 0,07777 + 150000 0,09821 + 155000 0,90085 − 0 (1,12984) = 170304,5
Menggunakan Lampiran C untuk n = 10 dan r = 6, diperoleh
𝑉𝑎𝑟 𝜃2∗ = 0,06434𝜃2∗= 0,06434 × (170304)2= 1,866 × 109 Standar deviasi dari perkiraan 𝜃2∗ adalah 43198 mil.
Estimasi Selang Kepercayaan untuk 𝜃22 untuk Pengamatan Bukan Tersensor.
Jika𝑡(1) ≤ ⋯ ≤ 𝑡(𝑛) adalah urutan statistik dari Rayleigh distirbusi 𝑓 𝑡 = 1
𝜃22𝑡𝑒−𝑡2/2𝜃22. Kemudian 𝑦1= 𝑡(1)2 /2, 𝑦(2)= 𝑡(2)2 /2, … , 𝑦(𝑛)= 𝑡(𝑛)2 /2adalah urutan statistik dari distribusi eksponensial yang berbentuk 𝑓 𝑦 = 1
𝜃22𝑒−𝑦/𝜃22. Juga, 2/𝜃22 𝑛𝑖=1𝑦(𝑖)2 = 1/𝜃22 𝑛𝑖=1𝑡(𝑖)2 mengikuti distribusi χ2 dengan derajat kebebasan (2n).
Jadi, selang kapercayaan 100 (1-α)% untuk 𝜃22 dan 𝜃2 berturut-turut adalah 1
𝜒𝛼 /22 𝑡(𝑖)2
𝑛
𝑖=1
≤ 𝜃22≤ 1
𝜒1−𝛼/22 𝑡(𝑖)2
𝑛
𝑖=1
dan 1
𝜒𝛼/22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛
𝑖=1
≤ 𝜃2≤ 1
𝜒1−𝛼/22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛
𝑖=1
Di mana 𝜒𝛼/22 dan 𝜒1−𝛼/22 berturut-turut titik bawah dan titik atas 𝛼/2 dari distribusi 𝜒2 dengan derajat kebebasan 2n.
Estimasi Selang Kepercayaan untuk 𝜃22 untuk Pengamatan Tersensor.
Misalkan ukuran sampel n dengan pengamatan tersensor r terbesar. Selang kepercayaan 100(1-α)% untuk 𝜃22 dan 𝜃2, dengan menggunakan (n-r) pengamatan tak tersensor adalah
1
𝜒𝛼 /22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛−𝑟
𝑖=1
≤ 𝜃22≤ 1
𝜒1−𝛼/22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛−𝑟
𝑖=1
dan 1
𝜒𝛼/22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛−𝑟
𝑖=1
≤ 𝜃2≤ 1
𝜒1−𝛼/22 . 𝑡(𝑖)2
𝑛−𝑟
𝑖=1
di mana 𝜒𝛼 /22 dan 𝜒1−𝛼/22 berturut-turut titik bawah dan titik atas 𝛼/2 dari distribusi 𝜒2 dengan derajat kebebasan 2(n-r).
Contoh 5.15:
Tentukan 95% selang kepercayaan untuk BLUE dari 𝜃2∗ untuk data Contoh 5.13.
Jawab:
Karena data tak tersensor maka, 10𝑖=1𝑡𝑖2 = 2406,16 108. Dari tabel persentil distribusi χ2 untuk derajat kebebasan 20, diperoleh 𝜒0,0252 = 34,17 dan 𝜒0,9252 = 9,59.
Jadi selang kepercayaan 95% untuk 𝜃2∗ adalah 1
34,17× 2406,16 × 108≤ 𝜃2∗≤ 1
9,59× 2406,16 × 108 88181,17 ≤ 𝜃2∗≤ 158399,18
Contoh 5.16:
Untuk data contoh 5.14 di mana enam nilai terbesar dari waktu kerusakan tersensor.
Tentukan selang kepercayaan 95% untuk 𝜃2∗. Jawab:
Karena data tersensor maka 4𝑖=1𝑡𝑖2 = 755,25 108. Dari tabel persentil distribusi χ2 untuk derajat kebebasan 8, diperoleh 𝜒0,0252 = 17,53 dan 𝜒0,9252 = 2,18.
Jadi selang kepercayaan 95% untuk 𝜃2∗ adalah 1
17,53× 755,25 × 108≤ 𝜃2∗≤ 1
2,18× 755,25 × 108 65637,86 ≤ 𝜃2∗≤ 186130,31.
Distribusi Weibull
Pdf dari distribusi Weibull adalah 𝑓 𝑡 = 𝛾
𝜃𝑡𝛾 −1𝑒𝑥𝑝 − 𝑡𝛾
𝜃 , 𝑡 ≥ 0, 𝛾 ≥ 1, 𝜃 > 0, di mana γ dan θ berturut-turut adalah parameter bentuk dan skala. Menurut Cohen (1965),
Harter dan Moore (1965) dan Lee (1980,1992), estimasi parameter distribusi Weibull, θ dan γ, dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur MLE.
Data Kerusakan Tanpa Penyensoran
Waktu kerusakan yang tepat dari n unit yang diuji dicatat sebagai t1, t2, ..., tn. Diasumsikan bahwa data kerusakan mengikuti distribusi Weibull. MLE dari γ dan θ berturut-turut:
𝐷 𝛾 = 𝑛𝑖=1𝑡𝑖𝛾ln 𝑡𝑖 𝑡𝑖𝛾
𝑛𝑖=1
−1 𝛾 −1
𝑛 ln 𝑡𝑖
𝑛
𝑖=1
dan 𝜃 = 𝑡𝑖𝛾 𝑛
𝑛
𝑖=1
𝛾 dapat diselesaikan secara numerik dengan menggunakan metode Newton-Raphson atau dengan trial dan error. Setelah 𝛾 diperkirakan, maka 𝜃 dapat diestimasi.
Selang kepercayaan 100(1-α)% untuk γ dan θ adalah 𝛾 − 𝑍𝛼
2 𝑉𝑎𝑟 𝛾 < 𝛾 < 𝛾 + 𝑍𝛼
2 𝑉𝑎𝑟 𝛾 𝜃 − 𝑍𝛼
2 𝑉𝑎𝑟 𝜃 < 𝜃 < 𝜃 + 𝑍𝛼
2 𝑉𝑎𝑟 𝜃 di mana untuk n besar, Var (𝛾 ) dan Var (𝜃 ) berturut-turut adalah
𝑉𝑎𝑟 𝛾 = 𝛾 2𝑆02
𝑛 𝑆02+ 𝛾 2𝑆0𝑆2− 𝛾 2𝑆12 dan 𝑉𝑎𝑟 𝜃 = 𝑆0 𝑛2
𝑆0
𝛾 2+ 𝑆2 𝑉𝑎𝑟 𝛾 , 𝐶𝑜𝑣(𝛾 , 𝜃 ) ≅𝑆1
𝑛 𝑉𝑎𝑟(𝛾 )
dengan 𝑆0 = 𝑛𝑖=1𝑡𝑖𝛾 , 𝑆1 = 𝑛𝑖=1𝑡𝑖𝛾(ln 𝑡𝑖) , 𝑆2 = 𝑛𝑖=1𝑡𝑖𝛾(ln 𝑡𝑖)2. Data Kerusakan dengan Penyensoran
Diasumsikan bahwa unit yang diuji dikenakan sensor tipe 1 atau tipe 2. Data kerusakan dapat diwakili oleh 𝑡1 ≤ 𝑡2 ≤ 𝑡3 ≤ ⋯ ≤ 𝑡𝑟 = 𝑡𝑟+1+ = ⋯ = 𝑡𝑛+. Misalkan data kerusakan mengikuti distribusi Weibull, MLE dari γ dan θ berturut-turut:
𝐷 𝛾 = 𝑟𝑖=1𝑡𝑖𝛾ln 𝑡𝑖+ 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾ln 𝑡𝑟 𝑡𝑖𝛾 + 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾
𝑟𝑖=1
−1
𝑟 ln 𝑡𝑖 −1 𝛾 = 0 ;
𝑟
𝑖=1
𝜃 =1
𝑟 𝑡𝑖𝛾+ 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾
𝑟
𝑖=1
𝛾 dapat diselesaikan secara numerik dengan menggunakan metode Newton-Raphson atau dengan trial dan error. Setelah 𝛾 diperkirakan, maka 𝜃 dapat diestimasi.
Pedugaan Tak Bias dari Parameter Weibull
Diasumsikan bahwa waktu kerusakan untuk sekelompok komponen yang diuji mengikuti distribusi Weibull. Menggunakan MLE, γ dan 𝜃1 adalah solusi dari persamaan
𝑡𝑖𝛾ln 𝑡𝑖 + 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾ln 𝑡𝑟
𝑟𝑖=1
𝑡𝑖𝛾 + 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾
𝑟𝑖=1
−1 𝛾 = 1
𝑟 ln 𝑡𝑖
𝑟
𝑖=1
dan 𝜃 1 = 𝑡𝑖𝛾 + 𝑛 − 𝑟 𝑡𝑟𝛾
𝑟
𝑖=1
1 𝛾
𝛾 dapat diselesaikan secara numerik dengan menggunakan metode Newton-Raphson atau dengan trial dan error. Setelah 𝛾 diperkirakan, maka 𝜃 dapat diestimasi. Kedua persamaan dapat digunakan baik untuk data tersensor atau lengkap. Dalam kasus data lengkap, r = n dan semua term yang meliputi (n - r) dieliminasi.
Varians dari Estimasi MLE
Karena MLE tidak dapat disajikan dalam ekspresi bentuk tertutup, menentukan sifat-sifat estimator seperti bias, distribusi, dan sebagainya tidak dapat secara langsung. Namun, Bain dan Engelhardt (1991) mengatasi sifat-sifat ini melalui simulasi Monte Carlo. Berikut prosedur untuk penyusunan matriks informasi, variansi asimptotik dan covariances dari MLE untuk sampel lengkap atau tersensor diperoleh sebagai
𝑉𝑎𝑟(𝜃 1) 𝐶𝑜𝑣 (𝜃 1, 𝛾 )
𝐶𝑜𝑣 (𝜃 1, 𝛾 ) 𝑉𝑎𝑟(𝛾 ) = 𝑐11𝜃 12/𝑛𝛾 2 𝑐12𝜃 1/𝑛 𝑐12𝜃 1/𝑛 𝑐22𝛾 2/𝑛
di mana 𝑐11, 𝑐22 dan 𝑐12 tergantung pada p = r / n dan ditunjukkan dalam Tabel 5.5.
Tabel 5.5. Nilai asimptotik dari koefisien yang digunakan untuk menghitung Variansi dan Kovariansi MLE untuk sampel Lengkap dan Tersensor
p c11 c22 c12 p c11 c22 c12
1,0 1,108665 0,607927 0,257022 0,5 2,510236 1,716182 -0,935766 0,9 1,151684 0,767044 0,176413 0,4 3,933022 2,224740 -1,785525 0,8 1,252617 0,928191 0,049288 0,3 7,190427 3,065515 -3,438610 0,7 1,447258 1,122447 -0,144825 0,2 16,478771 4,738764 -7,375310 0,6 1,811959 1,372781 -0,446603 0,1 60,517110 9,744662 -22,187207
Pendugaan Tak Bias 𝜸 .
MLE dapat digunakan untuk estimasi titik 𝛾 , tetapi cukup bias untuk n kecil, terutama ketika terjadi penyensoran hebat. Bain dan Engelhardt (1991) menyarankan penggunaan faktor tak bias Gn, untuk estimasi tak bias 𝛾 yakni 𝛾 = 𝐺𝑛𝛾 𝑀𝐿𝐸. Gn dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan: 𝐺𝑛 = 1,0 − 1,346 𝑛 − 0,8334 𝑛2 .
Untuk sampel lengkap, hasil asimptotis Var(𝛾 ) ketika 𝑛 → ∞ adalah Var 𝛾 = 𝑐22𝛾 2 = 0,6079𝛾 2. Namun, jika n <100, daripada menggunakan 𝑐22= 0,6079, perkiraan Var(𝛾 ) lebih akurat diperoleh dengan menggunakan Cn. Cn dapat dihitung dengan menggunakan 𝐶𝑛 = 0,617 − 1,8 𝑛 − 78,25 𝑛3 dan 𝑉𝑎𝑟(𝛾 ) = 𝐶𝑛𝛾 2 . 𝑛
Selang Kepercayaan untuk 𝜸
Hasil asimptotik yang diturunkan oleh Bain dan Engelhardt (1991) menunjukkan bahwa untuk 𝛾 penyensoran hebat kira-kira mengikuti suatu distribusi Khi-kuadrat dengan df (derajat kebebasan) 2(r - 1), dan mengikuti distribusi Khi-kuadrat dengan df (n -1) ketika sampel lengkap.
Agar supaya perhitungan transisi ini akurat, Bain dan Engelhardt (1991) menyarankan pendekatan berikut: 𝑑𝑓 = 𝑐 𝑟 − 1 , di mana 𝑐 = 2/ 1 + 𝑝2 2𝑝𝑐22 .
Selang konfidensi 100(1-α)% untuk 𝛾 dapat dihitung dengan menggunakan
𝛾 𝐿 = 𝛾 𝜒 1−𝛼 ,𝑑𝑓2 𝑐𝑟
1 1+𝑝2
dan 𝛾 𝑈 = 𝛾 𝜒𝛼 ,𝑑𝑓2 𝑐𝑟
1 1+𝑝2
Superscripts L dan U masing-masing menunjukkan batas bawah dan atas.
Inferensi untuk 𝜽𝟏
Bias dari 𝜃 1 adalah fungsi dari 𝜃1 dan γ dan tidak mudah dinilai. Untungnya, pada umumnya, 𝜃1 tidak sangat bias dan penggunaan suatu 𝛾 yang tidak bias memberikan suatu estimasi yang beralasan dari 𝜃 1.
Selang kepercayaan untuk 𝜃 1 dapat dibangun dengan menggunakan distribusi 𝑈 = 𝑛𝛾 ln 𝜃 1/𝜃1 . Dapat ditunjukkan bahwa 100(1 - α)% selang kepercayaan untuk 𝜃 1 adalah 𝜃1𝐿 = 𝜃 1 𝑒𝑥𝑝 −𝑈1−𝛼/2/ 𝑛𝛾 dan 𝜃1𝑈 = 𝜃 1 𝑒𝑥𝑝 −𝑈𝛼 /2/ 𝑛𝛾 .
Bain dan Engelhardt (1991) memberikan tabel dengan titik-titik persentase Uα sedemikian sehingga 𝑃(𝑈 ≤ 𝑈𝛼) = 𝛼. Sebagai alternatif U0,05 dan U0,95 dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan berikut
𝑈0,05 = −1,715 − 3,868
𝑛 − 44,23
exp 𝑛 ; 𝑈0,95= 1,72 + 3,163
𝑛 + 18,25 exp 𝑛 Distribusi Lognormal
Ketika waktu kerusakan diasumsikan mengikuti distribusi lognomal, pdf diberikan oleh:
𝑓 𝑡 = 1
𝜎𝑡 2𝜋𝑒𝑥𝑝 −1 2
ln 𝑡 − 𝜇 𝜎
2
𝑡 ≥ 0
Misal 𝑥 = ln 𝑡, di mana x berdistribusi normal dengan rata-rata μ dan standar deviasi σ yaitu, 𝐸 𝑥 = 𝐸 ln 𝑡 = 𝜇 dan 𝑉𝑎𝑟 𝑥 = 𝑉𝑎𝑟 ln 𝑡 = 𝜎2.
Ketika 𝑡 = 𝑒2, maka 𝐸 𝑡 = 𝑒𝑥𝑝 𝜇 +𝜎2
2 , 𝐸 𝑡2 = 𝐸 𝑒2𝑥 = exp 2 𝜇 + 𝜎2 dan 𝑉𝑎𝑟 𝑡 = 𝑒2𝜇 +𝜎2 𝑒𝜎2− 1 .
Data Kerusakan Tanpa Penyensoran.
Ketika T waktu kerusakan mengikuti distribusi lognormal dengan pdf seperti di atas, estimasi parameter 𝜇 dan 𝜎 dapat diperoleh secara langsung dari persamaan fungsi pdf. Namun, salah satu cara paling sederhana untuk mendapatkan 𝜇 dan 𝜎2 dengan sifat yang optimal adalah dengan mempertimbangkan distribusi dari 𝑌 = ln 𝑡.
Diasumsikan bahwa waktu kerusakan 𝑡1, 𝑡2, … , 𝑡𝑛 adalah waktu kerusakan yang tepat dari unit n yang dikenakan tes. MLE dari 𝜇 dan 𝜎2 dari Y adalah
𝜇 =1
𝑛 ln 𝑡𝑖
𝑛
𝑖=1
dan 𝜎 2 = 1
𝑛 ln 𝑡𝑖 2
𝑛
𝑖=1
− 𝑛𝑖=1ln 𝑡𝑖 2
𝑛
Estimasi 𝜇 tak bias tapi estimasi 𝜎 2 bias. Karena itu untuk memastikan bahwa 𝜎 2 tak bias, digunakan 𝑠2 = 𝜎 2 𝑛/ 𝑛 − 1 , di mana 𝑠2 adalah ragam sampel. Jelas, 𝑠2 ≈ 𝜎2 ketika n besar. Estimasi mean T adalah exp μ + σ2/2 dan ragam adalah 𝑒𝜎2 − 1 𝑒2𝜇 +𝜎2 .
Selang kepercayaan 100(1- 𝛼)% untuk μ adalah 𝜇 − 𝑍𝛼/2 𝜎
𝑛 < 𝜇 < 𝜇 + 𝑍𝛼/2 𝜎
𝑛 . Jika σ tidak diketahui atau ketika ukuran sampel relatif kecil (n <25), maka σ diganti dengan s dan distribusi Z diganti distribusi student t. Selang kepercayaan menjadi
𝜇 − 𝑡𝛼/2,𝑛−1 𝑠
𝑛 < 𝜇 < 𝜇 + 𝑡𝛼 /2,𝑛−1 𝑠 𝑛 .
Demikian pula, selang kepercayaan 100(1-α)% untuk 𝜎 2[𝑛𝜎 2/𝜎2 memiliki distribusi chi- kuadrat dengan derajat kebebasan (n-1)] adalah 𝑛 𝜎
2 𝜒𝛼
2, 𝑛 −1
2 < 𝜎2 < 𝑛𝜎2
𝜒1−𝛼 2, 𝑛 −1
2 .
Selang kepercayaan 100(1-α)% untuk T (rata-rata waktu kerusakan populasi) dapat ditentukan dengan: 𝑒𝑥𝑝 𝜏 − 𝑍1−𝛼
2 𝜎𝜏 < 𝑇 < 𝑒𝑥𝑝 𝜏 + 𝑍1−𝛼
2 𝜎𝜏 ,
di mana untuk sampel besar, 𝜏 diperkirakan dengan distribusi normal dengan ragam 𝜎𝜏 2 dengan 𝜏 = 𝜇 + 𝑛
(𝑛−1) 𝜎2
2 merupakan estimator untuk 𝜏 = 𝜇 +𝜎2
2 dan 𝜇 dan 𝜎 berturut- turut adalah MLE dari 𝜇 dan 𝜎 serta 𝜎𝜏 2 = 𝑉𝑎𝑟 𝜇 + 𝑉𝑎𝑟 𝑛𝜎2
𝑛−1 4 = 𝜎2
𝑛−1+ 𝑛2𝜎4
4(𝑛−1)3 . Contoh 5.17:
Seorang produsen melakukan tes burn-in pada 8 video display terminals (VDT).Waktu kerusakan (dalam jam) dicatat sebagai berikut: 20, 28, 35, 39, 42, 44, 46, 47.
Misal waktu kerusakan mengikuti distribusi lognormal. Tentukan rata-rata waktu kerusakan dan deviasi standarnya. Bagaimana selang kepercayaan 95% untuk 𝜇 dan 𝜎2?