• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Melalui penelitian terdahulu peneliti bisa mengetahui perbedaan dan relevansi penelitian yang dikaji terhadap apa yang peneliti kaji. Peneliti mengambil beberapa penelitian terdahulu sebagai referensi untuk memperkaya bahan kajian.

Berikut peneliti sajikan penelitian terdahulu berupa beberapa sumber dari jurnal penelitian, antara lain sebagai berikut:

a. Penelitian terdahulu dari B.A.Prakoso & Masykur, 2013)di dalam penelitian berjudul Fanatisme Suporter Sepakbola Persija Jakarta penelitian ini menemukan bahwa perilaku fanatisme terbagi menjadi dua factor yaitu individu serta kolektif dan juga proses terjadinya pembentukan perilaku. Kelompok supporter Persija Jakarta yaitu Jak Mania mempunyaia kesadaran dalam segala tindakan bentuk perilakunya, sehingga terlaksanya perubahan secara perlahan dan juga bertahap dalam tubuh kelompok supporter Jak Mania untuk menjadikan segala bentuk tindakan perilaku fanatiknya memiliki nilai dampak positif bagi dirinya, klub serta masyarakat sekitar.

b. Peneltian terdahulu dari Habibie, 2014) Hubungan Aantara Fanatisme beserta Solidaritas social yang ada di dalam kelompok Komunitas Intermilan Club Indonesia (ICI) regional Moratti Kota Malang. Fanatisme muncul dari rasa

(2)

20

cinta yang berlebuhan, serta rasa kasih sayang, dan perasaan memiliki, yang menimbulkan kebutuhan mendapatkan penghargaan dan kemampuan akan dirinya. Pembelajaran mengenai akibat dari bentuk fanatisme dalam terbentuknya solidaritas sosial anggota kelompok supporter Intermilan Club Indonesia (ICI) regional Moratti Kota Malang.

c. Penelitian terhdahulu dari Kusuma, 2017) yaitu Motivasi Kehadiran Pendukung Wanita Di Stadion Sepakbola Indonesia. Penelitian ini ingin mengamati bentuk perilaku para wanita yang mendukung klub sepakbola di Indonesia menunjukkan fanatisme mereka pada klub sepakbola yang mereka dukung. Selain itu akan digali informasi lebih dalam lagi mengenai motivasi yang mendorong mereka untuk menunjukkan perilaku fanatisnya dalam mendukung sebuah klub Sepakbola.

d. Penlitian terdahulu dari Assyaumin et al., 2017) Fanatisme Suporter Sepakbola Ditinjau Dari Aspek Sosio-Antropologis (Studi Kasus Aremania Malang) Hasil penelitian: 1) Aremania adalah salah satu penggemar fanatik dan setia, 2) Aremania selalu menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Aremania adalah sangat pendukung fanatik dalam mendukung Arema

e. Penelitian terdahulu dari ALGHAFFAR, 2017) Perilaku Agresif Pada Suporter Sepakbola. Hasil di dalam penelitian ini menunjukan bahwa 1)Perilaku agresif pada suporter timbul karena adanya rivalitas klub sepakbola pada saat pertandingan dan adanya provokasi antar suporter 2)Perilaku agresif suporter secara verbal yaitu meyanyikan lagu dengan

(3)

21

kata-kata kotor dan rasis, kemudian secara fisik yaitu melempar benda yang ada disekitar dan merusak fasilitas 3)perilaku agresi yang ditemui pada suporter adalah menyanyikan lagu dengan kata kotor dan rasis, kemudian secara fisik yaitu saling melempar benda. Perilaku agresif pada kelompok supporter muncul akibat terjadinya rivalitas dan saling memprovokasi antar kelompok supporter kemudian terjadilah bentuk perilaku agresif secara verbal maupun fisik.

f. Penelitian terdahulu dari Malfaid 2013 Fanatisme Suporter Sepak Bola Untuk Menanamkan Solidaritas Sosialn (Studi Kasus Pada Suporter Pasoepati Kartasura) dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala- kendala yang dihadapi para fanatisme suporter sepak bola untuk menanamkan solidaritas sosial, untuk mendeskripsikan solusi apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala- kendala apakah yang dihadapi para fanatisme suporter sepak bola untuk menanamkan solidaritas sosial di Pasoepati Korwil Kartasura

g. Penelitian terdahulu dari Septiyan Adhi Prakoso 2013 Fanatisme Supportrer Sepak Bola Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan dalam penelitian

“Ada perbedaan fanatisme supporter sepak bola ditinjau dari tingkat pendidikan, supporter dengan tingkat pendidikan tinggi lebih terarah daripada supporter dengan tingkat pendidikan rendah”.

h. Penelitian terdahulu dari Ahmad Kamal 2014, Perilaku Dukungan Suporter Sepakbola Di Indonesia: Studi Kasus Pada Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati), Hasil dari penelitian Terdapat lima faktor yang mempengaruhi supporter persijap yaitu Ada lima faktor yang

(4)

22

mempengaruhi kelompok supporter Banaspati dalam mendukung Persijap Jepara. Pertama, adalah lingkungan social di mana individu itu berada dan berinteraksi seperti dengan keluarga, teman, dan kelompok. Kedua,yaitu figure ataupun aktor yang mempunyai karisma seperti pemain dan juga pelatih. Ketiga, adalah daerah (primordialisme) karena suporter mempunyai jiwa dan rasa kebanggaan tersendiri ketika mendukung tim yang berasal dari daerah asalnya atau kota kelahirannya. Keempat, yaitu dari sisi psikologis dengan padatnya aktivitas individu maka akan berpotensi stress, sehingga membutuhkan hiburan dan menonton sepakbola menjadi solusinya. Kelima, dari sisi segi aspek ekonomi yaitu dengan adanya harga tiket pertandingan yang tergolong relatif murah, maka hal itu yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi kelompok suporter dengan status menengah kebawah sebagai sarana hiburan.

i. Penelitian terdahulu dari saudara Bachtiar Akbar 2015) tentangFanatisme yang terjadi pada Kelompok Suporter Sepak Bola PSIS Semarang (Studi Kasus Panser Biru Semarang) Penelitian ini berpusat terhadap fenomena fanatisme yang terjadi pada kelompok suporter sepakbola PSIS Semarang.

Perilaku fanatisme yang terjadi pada kelompok supporter sepakbola PSIS Semarang yaitu kecenderungan dukungan yang terlalu besar dan kuat dari kelompok suporter Panser Biru atau Mahase Janar terhadap klub sepakbola kota Semarang yaitu PSIS Semarang.

j. Penelitian terdahulu dari saudra Pramudika, 2016) yaitu Tentang Komunitas kelompok Suporter Panser Gir atau kelompok supporter sepakbola wanita di Kota Semarang: yaitu mengenai Kajian Identitas beserta Solidaritas Sosial

(5)

23

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian 1. (B. A. Prakoso &

Masykur, 2013) FANATISME SUPPORTER SEPAKBOLA PERSIJA JAKARTA

Dalam penelitian berjudul Fanatisme Suporter Sepakbola Persija Jakarta penelitian ini menemukan bahwa perilaku fanatisme terbagi menjadi dua factor yaitu individu serta kolektif dan juga proses terjadinya pembentukan perilaku.

Kelompok supporter Persija Jakarta yaitu Jak Mania mempunyaia kesadaran dalam segala tindakan bentuk perilakunya, sehingga terlaksanya perubahan secara perlahan dan juga bertahap dalam tubuh kelompok supporter Jak Mania untuk menjadikan segala bentuk tindakan perilaku fanatiknya memiliki nilai dampak positif bagi dirinya, klub serta masyarakat sekitar.

Relavansi dengan penelitian ini sama sama

mengidentifikasi masalah fanatisme tetapi penelitian ini memfokuskan

didalam dua bentuk perilaku fanatik individu dan kolektif

2. (Habibie, 2014) Hubungan

Aantara

Fanatisme Dan Solidatritas Sosial Di Komunitas ICI MORATTI

Regional Malang

Hubungan antara Fanatisme beserta Solidaritas social yang ada di dalam kelompok Komunitas Intermilan Club Indonesia (ICI) regional Moratti Kota Malang.

Fanatisme muncul dari rasa cinta yang berlebuhan, serta rasa kasih sayang, dan perasaan memiliki, yang menimbulkan kebutuhan mendapatkan penghargaan dan kemampuan akan dirinya. Pembelajaran

Relevansi dengan penelitan yang saya lakukan sama- sama mengidentifikasi fanatisme tetapi penelitian yang dilakukan habibi lebih mengarah ke hubungan antara fanatisme dan solidaritas sosial di komunitas

(6)

24 NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian mengenai akibat dari bentuk

fanatisme dalam

terbentuknya solidaritas sosial anggota kelompok supporter Intermilan Club Indonesia (ICI) regional Moratti Kota Malang.

3. (Kusuma, 2017) Motivasi

Kehadiran Pendukung Wanita Di Stadion

Sepakbola Indonesia

yaitu Motivasi Kehadiran Pendukung Wanita Di Stadion Sepakbola Indonesia. Penelitian ini ingin mengamati bentuk perilaku para wanita yang mendukung klub sepakbola di Indonesia menunjukkan fanatisme mereka pada klub sepakbola yang mereka dukung. Selain itu akan digali informasi lebih dalam lagi mengenai motivasi yang mendorong mereka untuk menunjukkan perilaku

fanatisnya dalam

mendukung sebuah klub Sepakbola

Relanvansi dalam penelitian ini adalah sama-sama

melakukan penlititan fenomenan perilaku fanaatisme supporter sepakbola tetapi di dalam penelitian ini penelititan lebih mengarah terhadap Gender

4. (Assyaumin et al., 2017)Fanatisme Suporter

Sepakbola

Ditinjau Dari Aspek Sosio- Antropologis (Studi Kasus Aremania

Malang)

Hasil penelitian: 1) Aremania adalah salah satu penggemar fanatik dan setia, 2) Aremania selalu menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.

Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Aremania adalah sangat pendukung fanatik dalam mendukung Arema.

Penelitian ini memiliki relevansi dalam mengangkat supporter Arema yang memiliki fantatisme tinggi perbedaan dengan penelitian yang saya lakukan karena penelitian saya lebih ke arah konstruksi identitas kelompok 5. (ALGHAFFAR,

2017) Perilaku Agresif Pada

Hasil di dalam penelitian ini

menunjukan bahwa

1)Perilaku agresif pada

Pernelitian ini memilki kesaamaan di dalam perilaku

(7)

25 NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian

Suporter Sepakbola

kelompok suporter timbul karena adanya rivalitas terhadap klub sepakbola dan adanya bentuk provokasi antar kelompok suporter 2)Perilaku agresif yang terjadi pada kelompok suporter secara verbal yaitu meyanyikan lagu dengan kata kotor dan juga rasisisme, kemudian secara fisik tindakan kelompok supporter yaitu melempar benda yang ada disekitar dan perusakan fasilitas yang ada

fanatisme tetapi perbedaan dalam penelitian ini lebih menjabarakan pada perilaku agresif dan faktor – faktor yang melatarbelakangi

6. (Malfaid, 2013) Fanatisme

Suporter Sepak Bola Untuk Menanamkan Solidaritas Sosial (Studi Kasus Pada Suporter Pasoepati

Kartasura

Dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala- kendala yang dihadapi para fanatisme suporter sepak bola untuk menanamkan solidaritas sosial, untuk mendeskripsikan solusi apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala- kendala apakah yang dihadapi para fanatisme suporter sepak bola untuk menanamkan solidaritas sosial di Pasoepati Korwil Kartasura

Relevansi dengan penelitian yang saya lakukan adalah fanatisme tentang supporter yang menjadikan

perbedaan penelitian

iqni lebih

mencondong ke arah solidaritas kelompok supporter

7. (S. A. Prakoso, 2013) Fanatisme Supportrer Sepak Bola Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan

Hasil dari Penelitian ini menunjukan Perilaku agresivitas salah satunya dipengaruhi oleh pengaruh tingkat pendidikan para supporter tersebut. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat fanatisme supporter di tinjau dari tingkat pendidikan,

Relevansi penelitan ini sama- sama meneliti tentang fanatisme supporter

yang menjadi

perbedaan peneliti septiya adhi lebih berfokus terhadap tingkat pendidikan yang menjadi faktor

(8)

26 NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian

sehingga penulis

mengajukan hipotesis bahwa

“Ada perbedaan fanatisme supporter sepak bola ditinjau dari tingkat pendidikan, supporter dengan tingkat pendidikan tinggi lebih terarah daripada supporter dengan tingkat pendidikan rendah”.

8. (Kamal, n.d.), Perilaku

Dukungan Suporter

Sepakbola Di Indonesia: Studi Kasus Pada Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati)

Perilaku Dukungan Suporter Sepakbola Di Indonesia:

Studi Kasus Pada Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati), Hasil dari penelitian Terdapat lima faktor yang mempengaruhi supporter persijap yaitu Ada lima faktor yang mempengaruhi kelompok supporter Banaspati dalam mendukung Persijap Jepara.

Pertama, adalah lingkungan social di mana individu itu berada dan berinteraksi seperti dengan keluarga, teman, dan kelompok.

Kedua,yaitu figure ataupun aktor yang mempunyai karisma seperti pemain dan juga pelatih. Ketiga, adalah daerah (primordialisme) karena suporter mempunyai jiwa dan rasa kebanggaan tersendiri ketika mendukung tim yang berasal dari daerah asalnya atau kota kelahirannya. Keempat, yaitu dari sisi psikologis dengan padatnya aktivitas

Penelitian ini memiliki relevansi dalam perilaku supporter sepkabola , yang membedakan penelitian terhadap cara mendukung klub sepakbola

(9)

27 NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian individu maka akan

berpotensi stress, sehingga membutuhkan hiburan dan menonton sepakbola menjadi solusinya. Kelima, dari sisi segi aspek ekonomi yaitu dengan adanya harga tiket pertandingan yang tergolong relatif murah, maka hal itu yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi kelompok suporter dengan status menengah kebawah sebagai sarana hiburan..

9. (Kamal, n.d.) Fanatisme

Kelompok

Suporter Sepak Bola (Studi Kasus Panser Biru SEMARANG)

Tentang Fanatisme yang terjadi pada Kelompok Suporter Sepak Bola PSIS Semarang (Studi Kasus Panser Biru Semarang) Penelitian ini berpusat terhadap fenomena fanatisme yang terjadi pada kelompok suporter sepakbola PSIS Semarang.

Perilaku fanatisme yang terjadi pada kelompok supporter sepakbola PSIS

Semarang yaitu

kecenderungan dukungan yang terlalu besar dan kuat dari kelompok suporter Panser Biru atau Mahase Janar terhadap klub sepakbola kota Semarang yaitu PSIS Semarang.

Peneletian ini sama dengan penelitian yang saya buat karena berfokus dan condong dengan fenomena fanatisme tetapi penelitian ini berfokus pada teori aksi

10. (Pramudika, 2016) Komunitas Suporter Panser Girl Kota Semarang:

Tentang Komunitas kelompok Suporter Panser Gir atau kelompok supporter sepakbola wanita di Kota Semarang: yaitu mengenai

Relansi Penelelitian

ini sama

mengidentifikasi tentang identitas , yang membedakan

(10)

28 NO Nama Dan Judul

Penelitian

Hasil Penelitian Relevansi Penelitian

Kajian Identitas Dan Solidaritas Sosial

Kajian Identitas beserta Solidaritas Sosial

penelitian ini berfokus terhadap kajian identitas kelompok

Berdasarkan penelitian tersebut sangat membatu dalam penelitiian perilaku fanatisme supporter arema dalam aktvitas sosial , penelitian tersebut memiliki relevansi yang kuat , khususnya dari segi topik penelitian yaitu perilaku fanatisme supporter sepakbola . Berdasarakan penelitian tersebut , dapat dijelaskan mengenai gagasan riset dari masing – masing penelitian yang berkaitan dengan perilaku fantisme suporter dan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku fanatisme.

2.2. Tinjauan Pustaka

2.2.1. Perilaku Fanatisme Supporter Sepakbola

Awal mulanya kelompok suporter memiliki kesadaran secara pribadi, tetapi saat berada dalam stadion kesadaran mengalami perubahan secara individu sehingga terbentuk menjadi gerombolan supporter yang melakukan interaksi antar individu maupun kelompok walau saling mengenal. Terdapat gerombolan dari berbagai kelompok individu terjadi perilaku fanatisme untuk mendukung klub tersebut .Supporter bias dikatakan sebagai pemain ke-12 didalam olahraga sepakbola karena sepakbola dan kelompok supporter mempunyai dua sisi yang tidak dapat dipisahkan . Supporter adalah fenomena yang ada didalam olahraga sepakbola lebih lanjut dari pengesahan kelompok pendukung suatu kesebelasan olahraga dimana mereka individu yang loyal dalam mendukung klub sepakbola mereka bisa berperilaku agresife maupun positif.

(11)

29

Olahraga sepakbola telah mengubah cara pola pikir manusia menjadi berubah, tanpa memandang usia, tidak peduli orangtua, anak muda maupun anak - anak sudah mengalami pergeseran pola pikir akibat dari olahraga sepakbola , rasa cinta kelompok supporter terhadap klub yang digemari telah menjadi tolak ukur kesetiaan mereka terhadap klub sepakbola yang gemari. Kecintaan terhadap klub dapat berkembang menjadi fanatisme karena adanya rasa yang berlebihan terhadap sesuatu yang di cintai , Perilaku fanatisme dapat diartikan sebagai kecintaan yang berlebihan pada apa yang di yakininya , di dalam tingkatan tertentu fanatisme berkembang menjadi rasa kebenciaan yang sangat berlebihan dikarenakan berbeda dengan apa yang diyakini berserta kelompoknya.

(Assyaumin et al., 2017)

Perilaku fanatisme merupakan paham atau tindakan yang menunjukan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan , dikarenakan berbeda dengan apa yang diyakininya dan kelompoknya. Fanatisme dalam kontes sepakbola keyakinan yang menggangap bahwa klub yang di kagumi atau di cintainya adalah klub terbaik serta paling hebat , fanatisme biasanya tidak rasional sehingga argument rasional pun susah untuk digunakan merubah pandangan seseorang bisa disebut juga fanatic buta, fanatic bisa disebut sebagai orientasi dan sentimetil, yang memepengaruhi seseorang dalam berfikir dan berbuat serta merasa. Fanatisme merupakan keyakinan atuapun kepercayaan yang terlalu besar dan tinggi dan mengganggap apa yang diyakin tidak pernah salah terhadap suatu cara pandang mengenai ajaran politik, agama dan sebagainya menurut pendapat (, & , 2014)

Di Indonesia Supporter klub sepakbola medapatkan fonis dari berbagai kalangan memperburuk citra olahraga tersebut karena dianggap menjadi

(12)

30

permasalahan sepakbola nasional. Tindakan kerusuhan sampai dengan kekerasaan, hingga berakibat jatuhnya korban jiwa baik luka ringga hingga merenggut nyawa, serta kerusakan sara prasarana dan terganggunya ketertiban merupakan citra buruk yang melekat terhapdat kelompok supporter sepakbola yang ada di Indonesia. Kerusuhan kelompok suporter yang terjadi di Indonesia sebenarnya bukan menjadi hal yang baru akan tetapi sudah menjadi kebiasaan dan sering terjadi .(Yusuf Adam Hilman, 2017)

Dalam Perilaku fanatisme yang dipandang negative, banyak sekali supporter yang merubah stigma buruk dengan melakukan aksi kreatifitas di stadion maupun di luar stadion , bisa juga terjadi perilaku fanatisme mereka di jadikan identitas di dalam kehidupan bermasyrakat. Sepakbola juga berubah menjadi keseragaman pengaruh sosial dalam kehiduapan masyrakat, keadaan tersebut menjadikan sebagai penyebab olahraga sepakbola sebagai identitas baru pemahaman seseorang akan sebuah masyarakat. Di dalam kehidupan bermasyarakat, olahraga sikulit bundar ini membawa efek simbol dan politik yang cukup signifikan hingga olahraga tersebut dapat menyumbang secara prinsip pada tindakan social yang ada di masyrakat dan identitas kelompok budaya baru.

Dalam penyatuan kultur, sepakbola secara bisa menjadikan daya tarik dan mengerakan individu maupun kelompok sehingga berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat, fenomena yang mencuat dalam kebenaran olahraga sepakbola yaitu munculnya kelompok suporter.

(13)

31 2.2.2. Aktivitas Sosial Supporter Sepakbola

Aktivitas sosial adalah Kegiatan Sosial ialah sebuah bentuk perhatian kelompok atau seseorang dengan menyalurkan bentuk kepedulian terhadap kelompok atau individu lainnnya, saat dirasa mempunyai keterbatasan tempat atau kondisi menurut (APRIANTO, 2016) mengungkapkan bahwa, “pengertian aktivitas sosial adalah perilaku, aksi atau perbuatan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan sosial tertentu.

Proses aktivitas sosial yang dilaksanan yaitu kerja sama yang di lakukan terhadap kelompok supporter, kerja sama ini dilakukan karena adanya tujuain visi dan yang akan di peroleh kelompok supporter, memberikan pandangan tentang kerjasama dalam kehidupan sosial. Supporter merubah pandangan masyrakat bahwa perilaku fanatisme bisa menuju ke arah postivisme dengan melakukan aktivitas sosial yang ada di masyrakat.

Maanfaat aktivitas sosial supporter sepakbola adlah menciptakan komunitas yang sehat ketika satu individu ataupun kelompok melakukan perbuatan baik, maka tindakan tersebut akan berdampak baik juga untuk orang lain bahkan hal itu bisa menjadi contoh dan ditiru oleh individu maupun kelompok lain serta mampu membangun solidaritas terhadapak kelompok maupun masyrakat

2.3. Landasan Teori

Teori konstruksi Identity dari Manuel Castells, dalam buku karangnya yaitu The Power Of Identity Menjabarkan yaitu keberadaan konstruksi identitas akan terbentuk ketika adanya internalisasi dari individu. Maka konstruksi yang dibangun oleh Manuel, Konstruksi identitas diawali dari internalisasi dan berfokus

(14)

32

terhadap identitas yang kolektif merupakan ciri khas individual untuk menyatakan kebersamaan dalam satu kelompok atau komunitas tertentu, dari pandangan sosiologis, kontruksi identitas berasal, Permasalahan yang selanjutnya adalah bagaimana, dari apa, serta oleh siapa, dan untuk apa.

Konstruksi Identity memakai bangunan bahan dari Sejarah, Geografi, Biologi, Produktifitas Dan Lembaga Reproduksi, serta ingatan secara bersama dan Pribadi, Perangkat yang memimpim Dan mayoritas Agama. Tetapi masyarakat memproses atau mencerna semua materi ini, dan memprose ulang makna yang sebernarnya, agar sesuai dengan tekad social dan proyek yang mengakar dalam komposisi sosial dan dalam kerangka ruang maupun waktu yang mempengaruhi.

Identitas merupakan suatu proses pemaknaan pada aturan yang telah ditetapkan oleh sebuah institusi, Konstruksi identitas dalam prosesnya pembentukaanya sangat tergantung terhadap beberapa hal yaitu seperti konteks geografi, institusi, sejarah dan agama , Menurut pendapat (Castells, 2010)

Castell merekomendasika sebagai mana asumsi awal, menurut pendapat Castell secara terbuka istilah, siapa yang menggunakan konstruksi identitas secara kolektif dan dipergunakam untuk apa, sebagian besar menentukan konten simbolik dari identity ini, dan artinya untuk mereka yang merumuskan sebagaimana menempergunakan diri mereka di luar itu. Sejak digunakannya konstruksi tentang identitas sosial selalu digunakan dalam kearangka konteks yang ditandai oleh jaringan kekuatan, Castell mengasumsikan perbedaan terbentuknya asal-usul pembangunan konstruksi identitas sebagai berikut :

a) Konstruksi Identitas Yang Melegitimasi: dimunculkan oleh suatu lembaga yang mendominasi di kelompok masyarakat untuk melebarkan dan

(15)

33

merasionalisasi kekuasaan terhadpa aktor social di dalam masayrakat, Setiap proses memiliki pembenaran mengenai jawaban akan sebuah dentitas dan memiliki dampak yang berbeda dalam masyarakat.

b) Konstruksi Identitas Perlawanan : dihasilkan oleh para aktor yang berada dalam posisi tertindas dari mayoritas , perlawanan aktor sosial membangun kekuatan atas bentuk keyakinan yang berbeda maupun bertentangan.

Identitas ini terbentuk atas dasar perlawanan kolektif .

c) Identtitas Projek : ketika pemeran sosial, atas dasar apa pun bahan budaya tersedia untuk kelompoknya, menciptakan pembenaran akan sebuah identitas terbaru yang menjabarakan ataupun merekonstruksi kembali posisi mereka didalam masyarakat dan mencari perubahan tentang strustruktur sosial secara keseluruhan.

Secara alami konstruksi identitas yang diawali sebagai pertahanan dapat menyebabkan konstruksi identitas pekerjaan dan mungkin digunakan sepanjang berjalan secara histori menjadi sangat mendominasi di institusi maupun lembaga masyarakat, dengan demikian menjadikan konstruksi identitas yang melegitimasi agar dirasionalisasi kekuasaan mereka.

Sebenarnya permasalahan konstruksi identitas selama ini urutannya memperlihatkan bahwa dari cara sudut pandang teori social, tetapi konstruksi identitas dapat berubah menjadi esensi, serta tidak digunkan konstruksi identitas secara progresif maupun nilai regresif di luar konteks historis yang tertanamam.

Dalam pandangan Manuel Castell setiap jenis proses yang membangun konstruksi identitas mengarah pada perbedaan hasil dalam membentuk pola cara pandang masyarakat. Konstriksi Identitas yang melegitimasi menjadikan masyarakat sipil;

yaitu, sekumpulan organisasi dan institusi lembaga , serta serangkaian aktor sosial

(16)

34

maupun individu yang terbentuk secara terstruktur dan terorganisir, yang mereproduksi, meskipun dengan cara yang bertentangan, identitas yang dirasionalisasi sumber dominasi struktural. (Castells, 2010)

Konstruksi Identitas memiliki sumber kekuatan yang sangat kuat bagi orang yang melekatatkan identitas pada diri maupun kelompoknya. Mengenai kontruksi identitas yang terjadi timbul dua bentuk secara sudut pandang yaitu cara pandang konstruksi secara individu serta cara pandang konstruksi secara pluralitas. Konstruksi identitas membagi apa yang terjadi secara tradisional yang di sebut sebagai peran sosial dan serangkaian peran-peran. Bagi Castells, Ada yang menjadika perbedaan antara identitas dan peranan, identitas dapat di katakana lebih melekatkana kepada pemaknaan akan sebuah tujuan tindakan yang dibangun seseorang melalui proses yang dinamakan individulisasi sedangkan peranan lebih kearah menunjukan kepada label dalam diri seseorang.

Manuel Castells mengemukakan pendapat yaitu dalam kehidupan masyarakat jaringan, memaknai diri sendiri ataupun identitas bagi kebanyakan aktor social ataupun seseorang distrukturkan sebagaimana identitas primer (yaitu suatu proses identitas yang mengatur maupun memberikan kerangka konstruksi kepada yang lain), Proses merekonstruksi terjadi didasari oleh atribut kultural yaitu yang mengutamakan atas sumber makna lain. Dikarenakan identitas yaitu sumber nilai, pengalaman dan juga pengetahuan tentang atribut kultural yang menjadikan nilai teruntuk Individu maupun aktor kolektif. Namun hal ini menjadikan terjadinya pluralitas identitas yang didasari oleh sumber tekanan dan kontradiksi antara representasi diri (self representatif) dan aksi sosial (social action) menurut (Abbas, 2016)

(17)

35

2.3.1. Konstruksi Identitas Dalam Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Krangka Pikir

Internalisasi Subyek

Identitas Sosial

Legitimizing Identity

Resistance Identity

Project Identity

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu   NO  Nama Dan Judul
Gambar 2.1 Krangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, perlu diadakan su atu penelitian tentang identifikasi yang spesifik arsitektur tradisional Jawa terutama pada masa Hindu dengan mahakarya yang sangat

Administrator adalah pengguna yang dipercaya untuk mengelola data master seperti data operator, biaya kendaraan, parkir gratis, slot parkir, parkir keluar, dan

(2006), “Analisis faktor psikologis konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian roti merek Citarasa di Surabaya”, skripsi S1 di jurusan Manajemen Perhotelan, Universitas

Metode analisis yang digunakan untuk menganalisa kebutuhan perangkat lunak adalah dengan cara mengumpulkan informasi dan data-data yang dibutuhkan baik dari buku-buku referensi

Hasil rekapitulasi di tingkat PPK Kecamatan Samarinda yang ditolak oleh para saksi dari partai-partai politik termasuk PDK, tidak pernah diperbaiki dan hal ini telah

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang maha Esa karena atas nikmat-Nya penyusunan Laporan Kuliah Kerja Magang (KKM) STIE PGRI Dewantara Jombang dapat diselesaikan tepat

Saat AC sedang dalam keadaan mati, bukalah jendela agar udara segar dan cahaya matahari dapat menembus ruangan; (2) kurangi menyemprot pewangi ruangan yang mengandung

Tidak ditemukannya perbedaan prestasi siswa ditinjau dari gaya belajarnya ini, menurut Abd Wahab dalam Awang dkk., (2017) dikarenakan prestasi belajar siswa tidak hanya