PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS.

59  72  13 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO

SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan Seni Rupa

Oleh

Rey Azmar Yanuar

NIM 1000570

DEPARTEMEN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN SENI RUPA DAN DESAIN

(2)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO

SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Oleh

Rey Azmar Yanuar

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian syarat

Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Seni Rupa

di Fakultas Pendidikan Seni dan Desain

© Rey Azmar Yanuar 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Mei 2015

Hak cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dengan dicetak ulang, difotocopy atau cara lainnya tanpa izin dari penulis.

Rey Azmar Yanuar

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO

SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Disetujui dan disahkan oleh pembimbing :

Dosen Pembimbing I

Dr. H. Nanang Ganda P, M.Sn NIP. 196202071987031002

Dosen Pembimbing II

Yulia Puspita, M.Pd NIP. 198107012005012004

Mengetahui,

(4)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bandi Sobandi, M.Pd NIP. 1972061311999031001

Rey Azmar Yanuar

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO

SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Disetujui dan disahkan oleh:

Penguji I,

Dr. Ayat Suryatna, M.Si NIP. 196401031989011001

Penguji II,

Drs. Harry Sulastianto, M.Sn NIP. 196605251992021001

(5)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(6)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

Rey Azmar Yanuar, 2015: PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO

SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS. Departemen

Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia.

Karya ini dibuat bedasarkan fenomena yang terjadi di kalangan anak-anak bahkan orang dewasa yang banyak menyukai dan mengidolakan superhero dari luar negeri. Fenomena ini membuat penulis merasa tergerak dan kemudian mengangkat pada konsep penciptaan untuk menciptakan karakter superhero baru yang diadaptasi dari karakter kesatria Nusantara yaitu dari kesenian wayang sebagai sumber gagasan berkarya seni lukis, dengan menggunakan teknik sapuan basah dengan medium cat akrilik pada kanvas. Rumusan masalah menjelaskan tema karya, menjelaskan proses pembuatan karya, menjelaskan analisis visual karya. Metode penciptaan dimulai dari ide berkarya, kontemplasi, stimulasi, dan proses berkarya. Proses pembuatan karya dimulai dengan proses pembuatan sketsa di kertas , pemindahan sketsa pada medium kanvas, pewarnaan dasar dengan menggunakan cat akrilik, pewarnaan atau pelukisan objek utama, pelukisan background, dan finishing karya dengan pemberian outline, name art, dan fixative. Analisis visual karya ini menggambarkan atau melukiskan karakter-karakter superhero baru ciptaan penulis yang diadaptasi dari tokoh-tokoh dari dunia wayang, pada karya lukis diatas medium kanvas dengan menggunakan cat akrilik. Keindahan lukisan ini terdapat pada pengaplikasian tokoh pewayangan kedalam figur baru, dan dengan menggunakan aliran Naturalisme membuat karya ini indah dipandang mata karena terdapat beberapa unsur alam didalamnya.

(7)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

Yanuar, Rey Azmar. 2015: CREATING of SUPERHERO CHARACTER AS SOURCE IDEA in DO WORK PAINT ART. Department of Art Education, Faculty of Art Education and Design. Indonesia University of Education.

This art work made one based on phenomenon that happen in children circle even adult much love to foreign superhero. This phenomenon make writer feel awakened and then take up in creating concept to create the new superhero character that adapt from archipelago knight charater that’s from puppet art as sourch idea do work paint art with use wet sweep technique with media acrylic on canvas. Formulation of problem describe theme of art work describe of making process of art work, describe visual analize of art work. Creating method started with idea of do work, contemplation, stimulation, art working process. Making process of arta work started with making process of sketch on paper, transferring sketch on canvas, colouring base part with use acrylic colour, colouring or depictory main object, depictory background, and finishing art work with give outline, name art, and fixative. This visual analize of art work describe or depictory new superhero characters creation of writer that adapt from world puppet figures, in paint art work on canvas with use acrylic colour. Aesthetics this painting there are in applying figure of puppet into new figure and with new Naturalism make this art work beautiful to see because there are some element of nature inside it.

(8)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PERNYATAAN. ...

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

A. Latar Belakang Penciptaan ... 1

B. Fokus Penciptaan ... 3

C. Tujuan Penciptaan ... 3

D. Manfaat Penciptaan ... 4

E. Definisi Operasional... 4

1. Karakter ... 4

2. Superhero ... 5

3. Seni Lukis ... 5

F. Sistematika Penulisan ... 5

(9)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

d. Bentuk ... 16

e. Warna ... 17

f. Tekstur... 20

g. Gelap terang ... 21

5. Kaidah dan Prinsip Seni Rupa... 21

a. Keselarasan/Harmony ... 22

b. Irama/Ritme... 22

c. Gradasi/Kontras... 22

d. Kesatuan/Unity ... 22

e. Keseimbangan/Balance ... 22

f. Kesederhanaan/Simplicity ... 23

g. Penekanan/Emphasis ... 23

h. Proporsi ... 23

6. Struktur Lukisan ... 24

a. A Focus on The Left and The Right ... 24

b. Bay Formation ... 25

c. Repetition extremum... 25

B. Superhero ... 26

1. Tipe-tipe Superhero ... 26

a. Berdasarkan Wujudnya ... 27

b. Berdasarkan Bentuk Kostum ... 27

c. Berdasarkan Ukuran Tubuh ... 27

d. Berdasarkan Senjata/Asal Kekuatan ... 28

2. Superhero Indonesia... 31

(10)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

A. Gagasan Berkarya ... 47

2. Langkah-langkah Eksplorasi ... 60

3. Penyediaan Alat dan Bahan yang Akan Digunakan ... 61

4. Memindahkan Sketsa ke Atas Kanvas ... 61

5. Pemberian Warna pada Objek ... 62

6. Finishing ... 63

BAB IV VISUALISASI DAN ANALISIS KARYA ... 64

A.Karya 1 “Terbang di Awan” ... 67

1. Konsep Karya ... 68

2. Visualisasi Karya ... 71

(11)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Latar ... 72

2) Repetition Extremum ... 79

3) Bay formation ... 80

1) Repetition Extremum ... 94

(12)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Garis ... 103

d. Keseimbangan ... 106

e. Irama/Ritme... 107

f. Warna ... 107

g. Tekstur... 108

h. Kontras ... 108

i. Struktur Lukisan ... 109

1) A Focus on The Left ... 109

2) Repetition Extremum ... 110

3) Bay Formation ... 111

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ... 112

A.Kesimpulan ... 112

B. Saran ... 113

DAFTAR PUSTAKA ... 114

DAFTAR ISTILAH ... 117

(13)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR BAGAN

Halaman

Bagan 2.1 Perkembangan Aliran Seni Lukis ... 11

(14)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Lukisan karya Raden Shaleh “Berkelahi dengan Singa” ... 9

Gambar 2.2 Lukisan karya Raden Shaleh “Potrat” ... 9

Gambar 2.3 Berbagai Macam Bentuk Garis ... 14

Gambar 2.4 Unsur Bidang pada Karya seni Rupa ... 16

Gambar 2.5 Benda-benda yang Memiliki Unsur Keruangan ... 17

Gambar 2.6 Lingkaran Warna ... 18

Gambar 2.7 Unsur Gelap-Terang dalam Karya Seni Gambar ... 21

Gambar 2.8 A Focus on The Left and The Right dalam Lukisan Raphael .. 24

Gambar 2.9 Empat Struktur Bay Formation ... 25

Gambar 2.10 Repetition of The Face Extremum ... 26

Gambar 2.11 Wayang Kulit Gatotkaca ... 32

Gambar 2.12 Wayang Golek Gatotkaca... 33

Gambar 2.13 Wayang Orang Gatotkaca ... 33

Gambar 2.14 Wayang Kulit Hanoman ... 35

Gambar 2.15 Wayang Golek Hanoman ... 36

Gambar 2.16 Wayang Orang Hanoman ... 36

Gambar 2.17 Wayang Kulit Arjuna ... 37

Gambar 2.18 Wayang Golek Arjuna ... 38

Gambar 2.19 Wayang Orang Arjuna ... 39

Gambar 2.20 Superhero Marvel The Avengers ... 40

(15)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(16)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHEROSEBAGAI SUMBER GAGASAN BER KARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 4.13 Identitas Lokal Karya 2 ... 89

Gambar 4.14 Garis Lurus pada Karya 2... 90

Gambar 4.15 Garis Lengkung pada Karya 2 ... 91

Gambar 4.16 Irama/Ritme ... 92

Gambar 4.17 Repetition Extremum Karya 2 ... 94

Gambar 4.18 Bay Formation Karya 2 ... 95

Gambar 4.19 Karya 3 “Mode Siaga” ... 96

Gambar 4.20 Sosok Manusia Superhero Parta Pertama ... 97

Gambar 4.21 Sosok Manusia Superhero Parta Kedua ... 98

Gambar 4.22 Identitas Lokal Karya 2 ... 102

Gambar 4.23 Garis Lurus pada Karya 3... 104

Gambar 4.24 Garis Patah-patah pada Karya 3 ... 105

Gambar 4.25 Garis Lengkung pada Karya 3 ... 106

Gambar 4.26 Irama/Ritme ... 107

Gambar 4.27 A Focus on The Left Karya 3 ... 109

Gambar 4.28 Repetition Extremum Karya 3 ... 110

(17)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penciptaan

Tokoh pahlawan atau superhero Indonesia sepertinya sudah lama sekali hilang

di dunia perfilman dan media lainnya di tanah air. Tidak bisa dipungkiri, hal ini

pula yang membuat kita larut hingga mengagumi superhero dari negara lain.

Banyaknya cerita superhero dari negara lain, seharusnya menjadi dorongan bagi

Indonesia untuk menciptakan superhero sendiri, yang bisa mencerminkan kearifan

lokal serta memiliki nilai-nilai keragaman Indonesia.

“Superhero lebih dikenal sebagai pahlawan super dari negara-negara bagian barat. Pahlawan super adalah karakter yang menggunakan kemampuannya untuk

menghalangi kejahatan yang dilakukan oleh karakter antagonis yang kekuatannya

digunakan untuk tindak kejahatan. Negara-negara bagian barat telah banyak

menghasilkan karya superhero yang sudah sering diadaptasi menjadi film atau

animasi. Ciri khas cerita pahlawan super adalah membela kebenaran dan

memberantas kejahatan, dan memiliki musuh utama yaitu penjahat super atau

supervillain” Ferdiana (2013, hlm. 2).

Seperti fenomena yang kini terjadi di kalangan anak-anak, remaja, kaum muda

laki-laki, dan bahkan sampai dewasa banyak yang menyukai dan mengidolakan

superhero dari luar negeri. Mereka lebih menyukai Ironman, Spiderman, Masked

Rider, Gundam, dan lain-lain, dari pada kebudayaan mereka sendiri. Kesukaan

mereka terhadap figur-figur superhero tersebut secara tidak langsung membuat

mereka perlahan meninggalkan budayanya sendiri untuk kemudian mencintai juga

budaya lain. Seperti kini maraknya komunitas-komunitas anak muda yang

berdandan ala superhero, kostum budaya jepang, korea dan lain-lain.

Namun bila kita cermati dan gali lebih dalam mengenai superhero Indonesia,

maka akan nampak gambaran-gambaran bahan cerita dasar tentang tokoh-tokoh

heroik yang sudah ada sebelumnya yang mungkin untuk dapat dikembangkan

(18)

2

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dalam sejarah seni lukis Indonesia seniman-seniman lukis seperti Basuki

Abdullah, Nyoman Masriadi dan generasi-generasi selanjutnya seperti Dede Eri

Supria, dan Radit sudah pernah menghasilkan karya-karya lukisan dengan tema

ksatria pewayangan dan superhero yang menarik dan memiliki nilai seni yang

sangat tinggi dengan mengangkat tokoh-tokoh pahlawan super Indonesia dengan

berbagai jenis aliran seni lukisnya.

Diawali dari maraknya fenomena tersebut, penulis kemudian merasa tertarik

dan kemudian bertujuan untuk membuat figur superhero modern berlatar

belakang Indonesia yang divisualisasikan lewat lukisan. Tidak terbayangkan

apabila masyarakat Indonesia semakin hari semakin cinta akan kebudayaan luar

lewat figur-figur superhero luar negeri dan semakin meninggalkan kebudayaan

Indonesia yang dinilai ketinggalan, terlebih dengan era global yang kian hari kian

menggerus kebudayaan kita. Berangkat dari kekhawatiran itu, penulis berusaha

memunculkan gagasannya mengenai figur superhero ciptaan yang diwujudkan ke

dalam lukisan yang dikemas dengan kostum superhero moderen sebagai salah

satu strategi untuk memunculkan rasa kagum, mengidolakan, dan memunculkan

rasa kecintaan terhadap sosok superhero idola yang diadaptasi dari kebudayaan

dan kearifan asli negaranya. Penulis membuat tiga lukisan dengan tiga karakter

yang diadaptasi dari tiga tokoh Jagoning Dewa dalam cerita pewayangan yaitu

Gatotkaca, Hanoman, dan Arjuna dengan tujuan untuk mengenalkan tiga karakter

ini secara satu persatu dengan bentuk dan ukuran kanvas yang sama sehingga

menimbulkan kesan dan tema yang sama antar tokoh.

Perbedaan dari karya seniman-seniman yang sebelumnya sudah menciptakan

lukisan dengan tema pahlawan super jika dibandingkan dengan karya penulis

adalah pada figur atau tokoh utamanya, yang merupakan tokoh atau karakter

ciptaan penulis hasil dari pengembangan tipe kostum dan transformasi dari tokoh

pewayangan ke tokoh modern yang mengandung unsur fantasi atau tema cyborg,

humanoid, dan robotic. Sedangkan persamaannya adalah tokoh-tokoh yang

(19)

3

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengaplikasikan ide

melalui karya lukisan dalam skripsi penciptaan, dengan mengangkat tema dan

judul “Penciptaan Karakter Superhero sebagai Sumber Gagasan Berkarya Seni Lukis”.

B. Fokus Penciptaan

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan fokus penciptaan

karya seni lukis ini adalah “Penciptaan Karakter Superhero sebagai Sumber

Gagasan Berkarya Seni Lukis”. Fokus penciptaan ini dijabarkan dalam pertanyaan

penciptaan sebagai berikut:

1. Bagaimana mengembangkan gagasan lukisan dengan karakter superhero yang

berkarakter Nusantara?

2. Bagaimana visualisasi dan analisis tokoh superhero yang berkarakter

Nusantara dalam karya lukisan karakter atau figur superhero?

C. Tujuan Penciptaan

Tujuan dari pembuatan karya tugas akhir yang menggunakan media lukis ini

adalah sebagai salah satu upaya untuk mengasah kemampuan serta pengalaman

yang didapatkan selama mengikuti kuliah seni lukis dan sebagai bentuk

pengembangan dari teknik dan media yang dipergunakan, sekaligus ingin

mengetahui dan mengembangkan imajinasi lebih jauh tentang figur atau karakter

super hero.

Adapun tujuan dari penciptaan karya tugas akhir ini, diantaranya sebagai

berikut:

1. Mendeskripsikan proses pengembangan gagasan lukisan dengan objek

superhero.

2. Memvisualisasikan kajian makna lukisan dengan objek superhero ciptaan

(20)

4

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

D. Manfaat Penciptaan

Dari penciptaan lukisan karakter superhero ini, penulis paparkan beberapa

kegunaan dari pembuatan karya seni lukis ini, diantaranya :

1. Kegunaan bagi diri sendiri:

a. Menambah wawasan mengenai teknik berkarya seni lukis dengan objek

superhero tokoh wayang.

b. Meningkatkan kemampuan melukis.

2. Kegunaan bagi dunia pendidikan dan seni rupa:

a. Dapat dijadikan bahan ajar yang berhubungan dengan pembuatan lukisan

dan ilustrasi.

b. Dapat dijadikan masukan dan strategi baru dalam upaya menyampaikan

materi pelajaran seni dan budaya.

3. Kegunaan bagi masyarakat:

a. Untuk lebih mengenalkan figur superhero yang berkarakter Nusantara

khususnya wayang.

b. Untuk lebih meningkatkan rasa kagum para pecinta superhero khususnya

anak-anak dan remaja dengan karakter Nusantara.

E. Definisi Operasional

1. Karakter

Karakter merupakan sifat kejiwaan atau budi pekerti yang dapat membedakan

seseorang dari yang lain. Penciptaan karakter yang dimaksud oleh penulis

merupakan sifat kejiwaan dari figur fiksi superhero yang akan dibuat. Penciptaan

karakter figur superhero yang dibuat merupakan hasil dari khayalan atau pikiran

penulis itu sendiri. Karakter yang diciptakan dalam karya ini adalah karakter

superhero yang kuat dan tangguh dengan kemampuan berbeda dari

(21)

5

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Superhero

Superhero merupakan istilah untuk pahlawan super dalam bahasa Inggris yang

merupakan tokoh karakter fiksi yang memiliki kekuatan luar biasa untuk

melakukan tindakan hebat untuk kepentingan umum. Pahlawan super ini memiliki

kemampuan atau kesaktian di atas rata-rata kemampuan manusia biasa. Figur

superhero biasanya memakai pakaian yang khas dan mencolok serta memiliki

nama yang unik dan digambarkan sebagai penolong bagi kaum yang lemah dalam

membasmi kejahatan. Ferdiana (2013, hlm. 16)

3. Seni Lukis

Seni lukis merupakan sebuah karya seni rupa yang dituangkan melalui bidang

dua dimensi. Karya seni lukis ini sering disebut sebagai lukisan. Biasanya suatu

lukisan dibuat di atas kertas, kanvas, dan dinding besar. Lukisan juga dapat dibuat

pada media alat musik, kain, kaca, kurung, payung, kendaraan atau bahkan pada

tubuh. “Seni lukis dapat dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik

seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan

menggunakan medium rupa, yaitu garis, warna, tekstur, shape, dan sebagainya

Kartika (2004, hlm.39).

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini adalah:

1. BAB I Pendahuluan

Pada bagian ini berisikan pengantar yang akan membawa dan menuntun

penulis dalam penyusunan skripsi. Pada bab ini terdapat beberapa sub-bab

diantaranya latar belakang yang merupakan landasan penulis mengambil judul

skripsi dimana didalam latar belakang dipaparkan dengan jelas permasalahan

yang ditemukan oleh penulis. Kemudian sub-bab selanjutnya terdapat

rumusan dan batasan masalah, dimana sub-bab tersebut berisikan

rumusan-rumusan masalah yang akan dibahas oleh penulis yang ruang lingkup

pembahasannya dibatasi melalui sub-bab batasan masalah. Sub-bab berikutnya

(22)

6

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. BAB II Landasan Penciptaan

Pada bagian ini dipaparkan secara rinci mengenai penjelasan tentang seni

lukis, superhero, karakter superhero. Selanjutnya adalah landasan empirik

dimana akan dibahas penciptaan karakter superhero sebagai sumber gagasan

berkarya seni lukis.

3. BAB III Metode Penciptaan

Pada bagian ini dijelaskan mengenai metode dan langkah-langkah yang

dilakukan dalam proses penciptaan karya ini, meliputi ide berkarya,

kontemplasi, stimulasi berkarya, pengolahan ide, dan proses berkarya.

4. BAB IV Konsep dan Analisis Karya

Pada bagian ini berisikan analisis dan pembahasan karya penciptaan karakter

superhero sebagai sumber gagasan berkarya seni lukis yang membahas figur,

karakter, proses pembuatan sketsa, dan proses pelukisan.

5. BAB V Simpulan dan Saran

Bab ini merupakan bagian terakhir dalam penyusunan karya tulis ini. Pada bab

ini berisi kesimpulan dari hasil penciptaan karya dan saran atau rekomendasi

(23)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODE PENCIPTAAN

Kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari berbagai seni rupa yang akan kita

temui dan rasakan setiap hari. Kemanapun kita pergi, karya seni rupa dapat

ditemukan dimana-mana di setiap tempat yang kita kunjungi atau kita lewati.

Dapat dikatakan bahwa seni rupa merupakan ungkapan rupa yang indah di sekitar

lingkungan tempat kita hidup, dan menghidupi dunia kita.

Pemahaman tentang seni rupa pada zaman sekarang bervariasi sesuai dengan

latar belakang dari seseorang. Memahami seni memang otoritas dan

masing-masing tergantung dari sudut pandang manusia itu sendiri. Terkadang masyarakat

awam tidak jelas dalam memahami seni rupa, padahal seni rupa itu lahir sejak

manusia itu membutuhkan makan, tidur, pakaian, perhiasan, dan kepercayaan

yang mereka butuhkan sejak zaman pra sejarah. Dari sejak itu hingga abad

kontemporer, dunia seni telah berkembang sejalan dengan perkembangan

peradaban manusia. Peninggalan itu dapat kita lihat dari peninggalan di gua-gua,

berupa gambar manusia dan hewan, atau berbagai artefak. Di bumi kita khususnya

di tataran Nusantara tercinta ini, kita dapat melihat artefak-artefak keindahan itu

yang hingga saat ini masih bisa dinikmati.

Sebuah karya seni dapat disebut memiliki fungsi sosial apabila karya itu dapat

bermanfaat langsung bagi masyarakat umum. Nilai sebuah karya seni selain hanya

dari segi keindahannya juga dilihat dari segi penyampaian pesan atau amanat yang

terkandung dalam sebuah karya seni itu. Terkadang seorang seniman terlalu larut

dalam keindahan karya seni yang diciptakannya tanpa memperhatikan pesan atau

amanat yang dikandungnya, padahal pesan atau amanat tersebut juga merupakan

bagian yang penting dalam sebuah karya seni. Dengan demikian, perpaduan

antara keindahan karya seni dengan pesan dari cerita yang disampaikan dalam

lukisan tersebut akan menyempurnakan sebuah karya seni untuk dapat dinikmati.

Dalam pembuatan skripsi penciptaan ini, penulis menggunakan metode

(24)

45

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

karya tersebut diciptakan. Dalam metode penciptaan ini, ada beberapa tahapan

yang dilakukan untuk mempermudah proses berkarya. Diantara tahapan itu adalah

pembuatan karakter/tokoh, pembuatan sketsa, proses pelukisan, dan pemberian

fixative. Dalam proses penciptaan karya lukis figur atau karakter superhero ini

penulis sedikit menemukan kesulitan mengenai sosok atau figur yang akan

diciptakan, hal tersebutlah yang melatar belakangi penciptaan karya ini dan

kemudian dilakukanlah proses pengumpulan data, setelah itu data akan dianalisis

dan diambil yang paling relevan.

Dalam pengambilan data dilakukan proses wawancara dengan narasumber

yang faham mengenai karya yang akan dibuat penulis khususnya mengenai

superhero. Proses selanjutnya adalah penggambaran karakter setiap tokoh

disesuaikan dengan cerita atau gambaran hasil pemikiran sebelumnya namun

dikemas menjadi figur yang lebih keren dan moderen. Dengan tujuan agar bisa

lebih mengikuti zaman namun tetap mengacu kepada karakter yang diadaptasi

dari dunia atau tokoh-tokoh pewayangan yang dipilih, yaitu Gatotkaca, Hanoman,

dan Arjuna.

Gaya gambar atau lukisan yang penulis gunakan adalah gaya naturalisme

namun tetap mengacu kepada proporsi yang berkaitan dengan anatomi tubuh.

Setelah proses penciptaan karakter selesai, proses selanjutnya adalah pembuatan

sketsa pada kanvas dengan menggunakan pensil warna yang tujuannya untuk

mempermudah penulis dalam menentukan warna, kemudian tahapan selanjutnya

dilanjutkan dengan proses pelukisan/melukis pada kanvas yang sudah berisi

(25)

46

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Berikut adalah bagan dalam proses pembuatan karya:

Bagan 3.1

Kerangka Alur Kerja Proses Pembuatan Karya (Sumber : Dokumentasi Penulis 2014)

(26)

47

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

A. Gagasan Berkarya

1. Sumber Ide

Ide didapat dari dua sumber, yaitu :

a. Internal ide merupakan ide yang didapat dari dalam diri, dimana ketika

penulis menonton film atau membaca buku-buku tentang superhero kemudian

penulis merasa tertarik untuk menciptakan karakter superhero yang diataptasi

dari budaya lokal Indonesia. Akhirnya, munculah keinginan penulis untuk

membuat lukisan dengan media akrilik diatas kanvas.

b. External ide merupakan ide yang bersumber dari luar, seperti ketika penulis

merasa bahwa kebudayaan asing begitu mudahnya masuk ke Indonesia

melalui film, komik dan mainan. Salahsatunya melalui figur-figur superhero

yang masuk ke semua kalangan dari mulai anak-anak sampai orang dewasa

terutama yang gemar menonton film-film action yang kini sangat digemari di

Indonesia. Sementara itu, para pahlawan super asli Indonesia mulai tenggelam

dan terkikis di tengah peradaban seperti ini bahkan banyak sekali anak-anak

atau remaja Indonesia yang tidak mengenali figur atau sosok

pahlawan-pahlawan super Indonesia. Kemudian setelah penulis melakukan bimbingan

kepada dosen pembimbing dan melihat beberapa referensi tentang superhero ,

maka muncul ide untuk membuat karakter superhero dengan media lukisan

dengan menggunakan cat akrilik.

2. Kontemplasi (Perenungan)

Pendalaman dan pengolahan ide melalui proses perenungan tentang

pemaknaan, maksud dan manfaat. Dalam tahap ini penulis berusaha menuangkan

gagasan kedalam media dan mengimajinasikan semua hal dengan melakukan

pembatasan tertentu sehingga pada tahap ini hasil dari representasi pikiran kepada

(27)

48

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Proses mengimajinasikan figur khayalan kedalam media tetap berorientasi

kepada ide berkarya yang penulis angkat, yaitu superhero. Kemudian pada proses

berkontemplasi ini penulis menuangkan emosinya kedalam bentuk atau figur

superhero ciptaan dalam media karya seni lukis.

Beberapa tahap dalam proses kontemplasi ini pada akhirnya memunculkan

suatu hasrat dan bentukan pasti yang kemudian menjadi sumber inspirasi penulis

dalam proses eksekusi karya dengan media cat akrilik diatas kanvas.

3. Stimulus

Stimulus adalah rangsangan yang diterima atau didapat dari dalam maupun

dari luar diri, dalam tahap ini penulis mencoba menggali kembali memori atau

ingatan tentang kepahlawanan dari tokoh atau figur yang menginspirasi karakter

superhero ciptaan penulis.

Dari dalam diri penulis mencoba merepresentasikan pengertian pahlawan

super atau superhero yang penulis jadikan sebagai inspirasinya, dengan cara

seperti menonton video atau film-film tentang superhero. Selain itu penulis juga

melihat literatur lukisan tentang ilustrasi cerita pewayangan karya Basuki

Abdillah dan lukisan superhero karya seniman muda Indonesia bernama Radit

alumni dari ITB dengan gaya atau aliran lukisnya yang realis dan Rob Duenas

seorang seniman dari Amerika dengan aliran ekspresionisnya menggunakan

media cat air pada kertas.

Berikut adalah seni lukis karya Basuki Abdillah yang berjudul “Pertempuran Rahwana Djataju”, dalam lukisan ini menceritakan pertempuran Rahwana yang perkasa memperebutkan seorang wanita dengan seekor burung raksasa dengan

(28)

49

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.1

Lukisan karya Basuki Abdullah “Pertempuran Rahwana Djataju” (Sumber: asianpainting.com/2013/06/29/06/2015. 20:15)

Lukisan berikutnya berjudul Pertempuran Gatutkaca Lawan Antasena

Memperebutkan Sembadra. Pembuatan lukisan ini diilhami dari cerita wayang

lakon Sembadra Larung. Lukisan ini dibuat pada tahun 1933 saat Basoeki

Abdullah masih berumur 17 tahun. Lukisan ini kemudian dibuat kembali pada

tahun 1955 tanpa sosok Sembadra (seperti terlihat pada foto.3). Dalam lukisan ini

hadir sosok keluarga Pandawa, dimana tiga orang anak Bima, yaitu Gatutkaca,

penjaga kerajaan Amarta (Kerajaan Pandawa) dari Angkasa, Antareja penguasa

tanah, dan Antasena yang mampu hidup di dalam air (penjaga Indraprastha).

Dikisahkan Dewi Sembadra di Istana Madukara, didatangi seorang tokoh

(29)

50

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sembadra tidak menerima cintanya, maka akhirnya Dewi Sembadra dibunuh oleh

Burisrawa. Ketika Arjuna datang ke Istana Madukara, dan mendapati istrinya

telah meninggal, seluruh kerajaan Indraprastha geger. Para Pandawa mencari

pembunuh Dewi Sembadra, maka Kresna sebagai penasehat para Pandawa

menyarankan agar jenazah Dewi Sembadra dimasukkan ke dalam perahu dan

dihanyutka ke sungai Gangga. Gatutkaca harus terbang di angkasa untuk

mengawasinya, dan siapa saja manusia yang mendekati perahu jenazah Dewi

Sembadra dianggap sebagai pembunuhnya. Ketika Antasena mengembara di

sungai Gangga untuk mencari ayahnya, sambil menyelam ia mendekati perahu

yang berisi jenazah Dewi Sembadra. Sementara itu Gatutkaca yang sedang

terbang, melihat ksatria berkulit hijau dan bersisik mendekati perahu. Tanpa

berpikir panjang ia segera menerjang Antasena karena dianggap sebagai

pembunuh Dewi Sembadra. (Pramuji, 2015, hlm. 2)

Gambar 3.2

(30)

51

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Selanjutnya adalah karya lukis realis karya seniman dari Bandung bernama

Radit dengan gaya lukis atau aliran realisnya. Dalam karya lukisnya dia

menggambarkan sosok-sosok superhero asli Indonesia seperti Aquanus, Godam

dan Gundala putra petir yang sudah terlihat tua dan tidak menarik lagi, lukisan ini

ditujukan untuk para kreatif seni khususnya komik dan film agar tergerak hatinya

untuk mengembangkan atau memperbarui tokoh-tokoh superhero ini seperti

halnya Superman dan Batman dari Amerika yang terus dipertahankan dan

dikembangkan dengan lebih baik.

Gambar 3.3

Lukisan Superhero Karya Radit

(Sumber: suarajakarta.co/2013/06/29/05/2015. 20:15)

Rob Duenas adalah seniman Amerika yang sering menggambar tokoh-tokoh

superhero dan supervillian dengan gaya yang dianggap liar oleh dirinya sendiri.

Gaya lukisannya memang cenderung lebih ekspresif dan lebih liar jika

dibandingkan dengan lukisan sejenis pada umumnya, ini ditujukan olehnya agar

pandangan manusia khususnya terhadap superhero tidak terlalu serius dan

(31)

52

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.4

Lukisan Superhero Karya Rob Duenas (Sumber: amekaw.com/2012/06/29/05/2015. 20:19)

4. Berkarya Seni Lukis

Proses ini merupakan suatu rangkaian kegiatan kerja yang berakhir dengan

suatu hasil karya seni lukis dengan didukung teori-teori seni. Berkarya merupakan

bentuk ekspresi diri melalui ide dengan cara mengolah serta menuangkan

konsepnya ke dalam medium, alat, bahan, dan teknik yang sudah ditentukan. Juga

berkaitan dengan kajian pustaka dan pengalaman penulis didalam kekaryaan, yang

menjadi bagian terpenting dalam proses berkarya, terutama pada bagian

penempatan unsur-unsur seni rupanya. Adapun persiapan sebelum memulai proses

berkarya, seperti mengumpulkan alat dan bahan, membuat jadwal untuk target

dalam penyelesaian karya, dan baru memulai proses berkarya seni lukis.

5. Karya Seni

Sutu hasil akhir dari proses berkarya seni lukis yang dirangkai dengan tahapan

(32)

53

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Alat dan Bahan

Alat melukis adalah segala perkakas yang dapat digunakan untuk melukis.

Sedangkan bahan melukis adalah segala material yang dapat digunakan untuk

kegiatan melukis. Kemampuan menggunakan media tentu saja sangat diperlukan

sebagai sarana ekspresi dan pengolahan ide dalam berkarya. Adapun alat dan

bahan yang digunakan penulis dalam proses berkarya adalah sebagai berikut:

1. Pensil dan kertas HVS

Pensil dan kertas HVS merupakan alat pertama yang digunakan oleh penulis

untuk membuat sketsa awal.

(33)

54

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Pensil Warna

Alat ini digunakan untuk memberi warna dalam bembuat sketsa pada kertas

HVS dan pembuatan sketsa pada kanvas.

Gambar 3.6 Pensil Warna

(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

3. Kanvas

Media yang digunakan sebagai bahan dasar untuk berkarya seni lukis. Seluruh

media kanvas yang digunakan oleh penulis memiliki ukuran yang sama yaitu 120

x 200 cm.

Gambar 3.7 Kanvas

(34)

55

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 4. Kuas

Alat yang digunakan untuk membuat garis maupun untuk menghasilkan

sapuan pada lukisan, disini penulis menggunakan kuas dengan berbagain ukuran.

Gambar 3.8 Kuas

(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

5. Cat Akrilik

Cat akrilik adalah cat yang berbasis air atau cat yang menggunakan air sebagai

pencampurnya. Cat ini digunakan oleh penulis sebagai medianya untuk melukis

ketiga karyanya.

Gambar 3.9 Cat Akrilik

(35)

56

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 6. Palet

Alat yang digunakan untuk wadah atau tempat mengolah warna dan

mencampur cat akrilik yang digunakan untuk membuat karya seni lukis.

Gambar 3.10 Palet

(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

C. Proses Berkarya

1. Pembuatan Sketsa Karya

Sketsa yang dibuat melalui beberapa tahapan, dimulai dengan mempelajari

bentuk karakter asli dari figur-figur pewayangan dan kemudian bertransformasi ke

bentuk baru yang dibuat dengan mengkomposisikannya dengan karakter atau

tokoh heroik dalam dunia pewayangan tersebut. Mulai dari penggambaran figur

dan kostum asli tokoh pewayangan kemudian mengembangkannya dengan

beberapa perubahan atau transformasi yang bertahap, sehingga tetap tidak

berkembang terlalu jauh dari kostum aslinya.

Dengan menampilkan ciri-ciri yang mencolok dari tiap figur atau karakter

yang sebenarnya penulis bertujuan agar pengamat atau apresiator bisa langsung

menerka atau menebak karakter yang diadaptasi dari tiap-tiap figur superhero

(36)

57

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu a. Sketsa 1

Melalui sebuah kontemplasi terhadap figur superhero, maka penulis

merenungkan sebuah konsep untuk dijadikan sketsa yang kemudian akan

ditungkan ke dalam sebuah bentuk karya seni lukis. Figur Gatot Kaca yang gagah perkasa dengan julukan “otot kawat tulang besi” dipilih sebagai simbol kekuatan elemen bumi dan angin yang kemudian mengaplikasikannya dengan konsep figur

ciptaan penulis untuk kemudian ditransformasikan menjadi figur superhero baru

dengan kostum pengembangan dari figur dan kostum Gatot kaca sebelumnya

bernama Tetuka. Maka dapat dilihat sketsa pada gambar berikut yang menjelaskan

hasil dari trasformasi dan pengembangan kostumnya adalah sebagai berikut.

(37)

58

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu b. Sketsa 2

Pada sketsa kedua ini penulis persingkat tahapan perubahan dan

pengembangannya menjadi dua tahapan dari sosok Hanoman menjadi sosok atau

karakter superhero baru bernama Handman. Hanoman dipilih untuk dijadikan

acuan pembuatan karakter superhero ini karena peranannya yang heroik dalam

cerita dunia pewayangan yaitu sebagai Dewa pelindung dari segala kekuatan

jahat. Selain itu kostum dan warna karakternya yang dinilai sangat menarik oleh

penulis. Maka dari proses kontemlasi tersebut dapat dilihat sketsa dari hasil

trasformasi dan pengembangan kostumnya adalah sebagai berikut.

(38)

59

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Sketsa 3

Pada sketsa atau rancangan karya ketiga ini penulis tetap konsisten

mengangkat para ksatria atau pahlawan dari dunia pewayangan yang dinilai

penulis dapat mewakili secara keseluruhan. Pada figur atau penciptaan karakter

superhero kali ini penulis mengangkat figur atau tokoh ksatria Arjuna yang dalam

cerita pewayangan merupakan ksatria yang paling tampan rupawan, pandai dan

memiliki kharisma sangat kuat. Selain itu Arjuna juga diceritakan sebagai

salahsatu ksatria dari golongan manusia yang diberi gelar Jagoning dewa (andalan

para dewa) sebelum Gatotkaca dan Hanoman yang juga diberikan gelar yang sama

oleh para dewa.

Penulis sangat tertarik dengan tokoh ini karena kehebatan atau keunggulannya

dalam segala hal terutama dalam penampilan atau parasnya. Sehingga dalam

pembuatan karya ini penulis sangat berhati-hati dan telaten dalam pembuatannya

sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama juga. Selain itu meskipun tokoh

superhero ini adalah superhero yang pertama dalam cerita namun penulis dalam

penciptaan karya seni lukisnya, memposisikan karya ini diurutan ketiga dengan

tujuan agar dalam penggarapannya bisa lebih maksimal dan lebih lentur karena

hasil proses pengembangan teknik lukis dari karya kesatu dan kedua yang akan

terus berkembang.

Pada rancangan karya ketiga ini penulis menggunakan teknik transformasi dan

penyesuaian dengan karakter ciptaan penulis dengan satu kali perubahan seperti

halnya karya kedua. Teknik satu kali transformasi ini dilakukan penulis untuk

mempermudah dan menyingkat waktu perancangan sehingga tidak menimbulkan

pemikiran yang jauh lebih menyimpang dari konteks awal yang menjadi acuan

figur ini. Dari proses kontemplasi dan tahapan-tahapan yang telah dilalui penulis,

maka dapat dilihat sketsa dari hasil trasformasi dan pengembangan kostumnya

(39)

60

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.13 Sketsa Trasformasi Karya 3 (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

2. Langkah-langkah Eksplorasi

Eksplorasi pertama yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan membuat sketsa

superhero Indonesia atau lebih tepatnya superhero dunia pewayangan yang

menjadi acuan dalam pembuatan superhero yang akan diciptakan penulis,

kemudian sketsa tersebut dikembangkan dengan cara mentransformasikan figur

superhero Indonesia itu menjadi karakter superhero yang diinginkan penulis.

Kemudian dari sketsa itu penulis siapkan kanvas yang sesuai dengan ukuran dari

karakter masing-masing superhero. Langkah terakhir, penulis menuangkan atau

memindahkan sketsa yang telah dibuat sebelumnya ke dalam kanvas yang sudah

(40)

61

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Penyediaan Alat dan Bahan yang Akan Digunakan

Dengan terpilihnya beberapa sketsa yang nantinya dijadikan sebagai acuan

dalam proses pembuatan lukisan, penulis kemudian melakukan beberapa

persiapan yang selanjutnya akan dilakukan yaitu dengan menyediakan alat dan

bahan yang diperkirakan akan dibutuhkan, seperti halnya penyediaan kanvas, cat

akrilik, kuas dengan berbagai ukuran, palet-palet lukis, air, lap kain, wadah air,

spons dan lain-lain.

Kanvas yang digunakan penulis merupakan kanvas yang sudah siap pakai atau

sudah dipasangi spanram dengan ukuran kanvas 120 x 200 cm, tanpa terlebih

dahulu mengalami proses pembuatannya. Penulis menggunakan kanvas yang

sudah jadi karena selain untuk mempermudah juga akan menghemat waktu

pengerjaan karya.

4. Memindahkan Sketsa ke Atas Kanvas

Setelah semua tahapan-tahapan proses diatas selesai dilakukan, maka

dimulailah tahapan berikutnya, yaitu tahapan pembuatan karya seni lukis yang

diawali dengan memindahkan sketsa pilihan yang sebelumnya sudah melalui

proses bimbingan dan sudah di acc oleh Dosen pembimbing kedalam kanvas

dengan menggunakan bantuan beberapa pensil warna.

Penggunaan pensil warna ini bertujuan untuk mempermudah penulis dalam

tahap melukis dan pemberian warna dengan menggunakan media cat akrilik pada

kanvas yang sudah disediakan tersebut. Cat akrilik dipilih penulis karena selain

sifatnya yang mudah kering juga mudah ditimpa bila ada kesalahan dalam

pemberian warna atau dalam proses melukis. Selain itu cat akrilik hanya

membutuhkan media air dalam pencampuran warna atau mengencerkan cat.

Dalam tahap ini diperlukan keakuratan dan ketelitian dalam pembuatan atau

pemindahan sketsa pada kanvas agar sketsa yang dibuat bisa sesuai atau pas

(41)

62

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.14

Proses Memindahkan Sketsa ke Atas Kanvas (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

5. Pemberian Warna pada Objek

Tahapan ini memerlukan alat lukis berupa kuas berbagai ukuran, sebagai alat

untuk menyapukan cat akrilik pada media kanvas. Kuas memiliki banyak jenis

dan ukuran untuk menghasilkan goresan yang berbeda-beda tergantung ukuran

dan jenisnya.

Foto 3.15

(42)

63

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(Sumber: Dokumentasi Penulis, 2015)

6. Finishing

Menuliskan name art pada karya lukisnya bagi penulis merupakan tanda

bahwa karya sudah dianggap selesai. Dengan pertimbangan bahan cat akrilik

mudah terserang jamur dan warnanya yang cepat pudar jika sering terkena sinar

matahari atau dalam waktu yang lama, maka diperlukan fixatife sebagai pelapis

lukisan pada bagian luar. Selain itu lapisan fixatife bisa mebuat lukisan menjadi

lebih kuat dan mudah untuk dibersihkan.

Foto 3.16 Proses Finishing

(43)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penciptaan karya seni lukis bertemakan superhero atau pahlawan super ini

diawali dengan pengembangan gagasan penulis tentang pengaplikasian

tokoh-tokoh pewayangan pada karakter superhero yang sudah diciptakan. Ada beberapa

kendala yang didapati penulis dalam penciptaan kostum superhero yang dituntut

agar memiliki cita rasa nusantara yang juga memiliki kombinasi desain superhero

dari Jepang. Oleh sebab itu penulis berinisiatif menciptakan karakter-karakter

superhero tersebut dengan mengadaptasi dari kostum dan tokoh heroic dunia

pewayangan yang umumnya sudah dikenal masyarakat Indonesia dengan

beberapa icon kostum atau senjatanya yang sudah menjadi ciri khas tokoh

tersebut. Sehingga figur superhero yang diciptakan menjadi sosok baru yang

bertemakan Nusantara yang mudah dikenal bahkan walau dilihat dari kostumnya

saja. Mengingat sangat banyak sekali superhero-superhero asli dari Indonesia

yang kini mulai terlupakan, penulis dalam kontemplasinya bermaksud untuk

mencoba mengingatkan kembali masyarakat Indonesia khususnya penggemar

superhero untuk sedikit menengok ke belakang membuka kembali cerita-cerita

kebudayaan Indonesia khususnya cerita pewayangan yang kini hampir

ditinggalkan.

Dalam visualisasi ketiga karya seni lukis yang dibuat penulis ini, terdapat

beberapa unsur-unsur rupa yang banyak digunakan yaitu berbagai macam garis

yang terlihat jelas pada bagian out line pada gambar, keseimbangan struktur karya

secara keseluruhan, irama atau repetisi pada beberapa bagian kostum dan latar

yang diulang, warna dengan kecenderungan menggunakan warna-warna asli tanpa

dirubah dengan tujuan agar tidak keluar dari tema tiap karakter masing-masing

superhero, tekstur semu pada karya, kontras, dan structure of paintings yang

masing-masing memiliki peranan tersendiri dalam kesatuan pada ketiga karya seni

(44)

113

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan hal-hal tersebut, penulis menyimpulkan bahwa menciptakan

karya lukis yang bertemakan superhero mungkin sudah banyak dilakukan, akan

tetapi menciptakan lukisan bertemakan superhero yang diadaptasi dari budaya

Indonesia yang diadopsi dari tokoh-tokoh dalam cerita pewayangan masih jarang

ditemukan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia sudah mulai

melupakan cerita kebudayaan asli Nusantara dan terlalu terlena oleh budaya Barat,

Jepang dan lain sebagainya. Penulis memilih seni lukis sebagai media visualisasi

karakter superhero ciptaannya karena media lukis dianggap lebih mudah untuk

menarik perhatian masyarakat yang pada umumnya sangat menghargai seni yang

bersifat manual terutama seni lukis.

B. Saran

Karya seni lukis yang bertemakan superhero ini diharapkan tidak hanya

dijadikan sebagai alternatif bahan referensi dalam pembelajaran seni rupa di dunia

pendidikan saja, melainkan pesan moral yang terkandung dalam pembuatan karya

ini juga perlu diperhatikan.

Dalam pembuatan karya ini penulis menuangkan seluruh gagasan yang ada

dalam pikiran untuk menciptakan karakter superhero yang menarik dan dapat

dinikmati oleh khalayak. Dalam penciptaannya, penulis belajar kembali untuk

mencari pemahaman mengenai unsur-unsur estetis yang akan penulis terapkan

dalam pembuatan karya ini sehingga kekurangan-kekurangan yang mungkin

ditemukan dalam karya ini penulis mengaharapkan bisa ada perbaikan pada

karya-karya selanjutnya.

Penulis berharap setelah menyelesaikan proses pembuatan karya semoga

bidang seni rupa dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan untuk

pecinta seni pada umumnya serta untuk penulis sendiri pada khususnya. Dengan

adanya karya seni lukis ini diharapkan mampu menggugah hati dan memori

masyarakat untuk mengingat kembali kebudayaan kita dan mencoba untuk lebih

kreatif lagi dalam mengembangkan dan melestarikannya dengan membuat karya

(45)

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

Alfian. (1990). Pendidikan Seni Rupa. Bandung: Bina Siswa

Amir, dkk. (2007). Apresiasi Bahasa dan Seni. Bandung: Basen Press

Apriyatno, V. (2004). Cara Mudah Menggambar dengan Pensil. Jakarta : PT.

Kawan Pustaka

Budiman, E. (2008). Seni Rupa Nusantara. Bandung: CV Gaza Publishing

Damajanti, I. (2013). Psikologi Seni. Bandung: PT Kiblat Buku Utama

Darmaprawira, W.A & Sulasmi. (2002). Warna: Teori dan Kreatifitas Penggunanya (Edisi ke-2). Bandung: ITB

Febrian, I. (2012). Tindakan Sebagai Perwujudan Sikap Batin Tiga Tokoh dalam

Serat Tripama: Patih Suwanda, Kumbakarna, dan Adipati Karna.

Depok. Skripsi Universitas Indonesia. Tidak diterbitkan

Ferdiana, M D. (2013). Mendesain Karakter Pahlawan dan Penjahat Super.

Yogyakarta: PT Macananjaya Cemerlang

Hafiz. (2007). Seni Lukis Indonesia Tidak Ada. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta

Kartika, S D. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sein

Kusrianto, A & Arini, M. (2002). History of Art. Jakarta: PT Elex Media

Komputindo

Leyton, M. (2006). The Structur of Painting. New York: Springer Wien New

(46)

115

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Purjadi. (2007). Pengetahuan Dasar Wayang Kulit Cirebon. Cirebon : Badan

Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon

Santo, T.N. Agung, R.M.P, dan Liestyati, D.C. (2012) Menjadi Seniman Rupa.

Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Sucipto, M. (2009). Ensiklopedia Tokoh-tokoh Wayang dan Silsilahnya.

Yogyakarta : Narasi

Universitas Pendidikan Indonesia. (2013). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.

Bandung: (UPI). Tidak diterbitkan

Sumber Internet :

Duenas, R. (2012). Superhero Saucy Shots Comic Art of Rob Duenas [Online]. Tersedia:

http://geektyrant.com/news/2012/4/13/superhero-saucy-shots-comic-art-of-rob-duenas.html. Diakses: 18 Juni 2015

Hendri, Z. (2013). Penciptaan Karya Seni Lukis. [Online]. Tersedia:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Zulfi%20Hendri,%20S.

Pd.,M.Sn./Karya%20seni%20lukis.pdf. Diakses: 02 Februari 2013

Lamanepa, E L. (2012). Menggali Nilai-nilai Pembelajaran Melalui Epos

Ramayana. [Online]. Tersedia:

http://bppsdmk.depkes.go.id/bbpkjakarta/wp-content/uploads/2012/06/MenggaliNilaiPembelajaranEposRamayana.pdf.

Diakses: 06 Februari 2015

Pramuji, K. (2015). Mengenal Koleksi benda Seni Kenegaraan

[Online]. Tersedia:

http://setkab.go.id/mengenal-koleksi-benda-seni-kenegaraan-bag-4/

(47)

116

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Prawira, N G. (2015). Sejarah Seni Rupa Modern. [Online]. Tersedia:

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/19620207

1987031-NANANG_GANDA_PRAWIRA/Sejarah_Senirupa_Modern.pdf.

Diakses 02 Februari 2015

Santosa, H & T Bahtiar. (2015). Apresiasi Seni Rupa Modern Mancanegara.

Aliran Seni Lukis Eropa. [Online]. Tersedia:

ttp://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181

992031-HERY_SANTOSA/ALIRAN_SENI_LUKIS_DUNIA_2.pdf.

Diakses: 02 Februari 2015

Sosiawan, E A. (2014). Mencari superhero…(Yang aman untuk di tonton).

[Online]. Tersedia:

http://edwi.upnyk.ac.id/mencari%20Super%20Hero.pdf. Diakses: 11

(48)

117

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISTILAH

No Istilah Arti

A

1 Adaptasi Penyesuaian diri terhadap lingkungannya

2 Akrilik 1 Berkaitan dengan atau terbuat dari polimer ester

poliakrilat; 2 mengandung asam akrilat,

CH2=CHCOOH, yang bersifat merangsang

3 Action Figure

(Inggris)

Mainan berkarakter yang berpose, terbuat dari

plastik atau material lainnya dan karakternya

sering diambil berdasarkan film, komik, video

game atau acara televisi.

4 Aplikasi Penggunaan atau penerapan

5 Arimba Merupakan putra sulung Prabu

Trembaka/Arimbaka, raja raksasa negara

Pringgandani dengan Dewi Hadimba

6 Arimbi Seorang raksasa yang merupakan saudara dari

Arimba yang kemudian meenjadi isteri dari tokoh

Bima

7 Arjuna Nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita

Mahabharata. Ia dikenal sebagai anggota Pandawa

yang berparas menawan dan berhati lemah lembut.

8 Armor Bagian dari kostum superhero yang memiliki

fungsi pelindung atau memiliki kekuatan tertentu

(49)

118

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Faizabad di Uttar Pradesh. Dalam susastra Hindu

seperti Purana dan Itihasa (Ramayana dan

Mahabharata), Ayodhya merupakan kota suci bagi

umat Hindu.

B

10 Background (Inggris) latar belakang

11 Balance (Inggris) Keseimbangan

12 Batara Bayu Dewa angin yang merupakan putra Betara Guru

dan berkuasa mengenyahkan seisi alam ini dengan

anginnya

13 Batman (Inggris) Tokoh fiksi pahlawan super yang diciptakan oleh

seniman Bob Kane dan penulis Bill Finger dan

diterbitkan oleh DC Comics

14 Black Masked Rider

(Inggris)

Tokoh superhero legendaris tahun 90an dari

stasiun Tv Jepang

15 Body painting

(Inggris)

Seni melukis dengan ‘kanvas’ kulit/ tubuh manusia

16 Budaya Pikiran akal budi atau atau sesuatu yang sudah

menjadi kebiasaan dan sudah sukar diubah

C

17 Cro-magnon Tempatditemukannyamanusiapurbadarijenis Homo

Sapiens di Prancisoleh L. Lartet padatahun 1868

D

18 DC Sebuah perusahaan komik dan perusahaan terkait

yang terbesar di Amerika, bersama dengan Marvel

Comics

19 Desain Kerangka bentuk atau rancangan

20 Dewa adalah keberadaan supranatural yang menguasai

(50)

119

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kehidupan manusia. Mereka disembah, dianggap

suci dan keramat, dan dihormati oleh manusia.

21 Dewi Anjani adalah anak sulung dari Resi Gotama di Grastina

dengan bidadari Dewi Indradi, Bidadari keturunan

dari Bahtara Asmara. Parasnya cantik dan menarik

hati akan tetapi karena kesalahannya Ia berubah

menjadi wujud kera dan menurunkan keturunan

bangsa kera

22 Dewi Kunti Merupakan ibu dari para Pandawa

23 Diaplikasikan Diterapkan

24 Dominan Bersifat sangat menentukan karena kekuasaan

pengaruh

25 Dokumentasi Pengumpulan bukti atau keterangan berupa

gambar, dan bahan referensi lain

26 Drawing (Inggris) Kegiatan kegiatan membentuk imaji, dengan

menggunakan banyak pilihan teknik dan alat.

E

27 Earth's Mightiest

Heroes (Inggris)

Adalah pahlawan yang terkuat di bumi buatan DC

Comics

28 Ekspresif Tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan)

gambaran, maksud, gagasan perasaan

29 Elegant (Inggris) Molek, elok, bagus sekali, luwes, perlente

30 Elemen 1 zat sederhana (tunggal) yang dianggap sebagai

komposisi bahan alam semesta (seperti udara,

tanah, air, api); 2 bagian (yang penting, yang

dibutuhkan) dari keseluruhan yang lebih besar

31 Emphasis penekanan kepada objek tertentu

32 Estetik Estetis

33 External (Inggris) Menyangkut bagian luar (tubuh, diri, mobil, dsb);

(51)

120

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

34 Ekstra Atau 1 tambahan di luar yang resmi; 2 sangat; luar

biasa

F

35 Feed back (Inggris) isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari

penerima pesan dalam bentuk verbal maupun

nonverbal

36 Fenomena Hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra

dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah

(seperti fenomena alam)

37 Figur Bentuk; wujud

38 Fiksi Sastra cerita rekaan (roman, novel, dsb); 2 rekaan;

khayalan; tidak berdasarkan kenyataan

39 Fixatife (Inggris) Semprotan pelindung cat pada lukisan yang

biasanya digunakan untuk finishing

40 Form (Inggris) 1 bentuk; 2 formulir, surat isian;3 kondisi

41 Full colour (Inggris) Penuh warna

G

42 Gaib Tidak kelihatan; tersembunyi; tidak nyata

43 Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita

Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau

Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya

bernama Hidimbi (Harimbi), berasal dari bangsa

rakshasa

44 Gold (Inggris) Emas/ logam mulia berwarna kuning

45 Green Hornet

(Inggris)

Superhero dari Amerika yang berkonsep atau

diadaptasi dari lebah hijau

H

46 Handman (Inggris) Karakter superhero ciptaan penulis yang

diadaptasi dari sosok Hanoman

(52)

121

Rey Azmar Yanuar, 2015

PENCIPTAAN KARAKTER SUPERHERO SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita

Ramayana yang paling terkenal

48 Harmony (Inggris) Kecocokan/kesesuaian/keselarasan

49 Heroic (Inggris) Merupakan kata sifat yang artinya memiliki

karakteristik seorang pahlawan atau memiliki

keberanian

50 Hologram Gambar berwarna yang mempunyai tiga dimensi

pada sehelai kertas sehingga tampak seolah-olah

timbul

51 Hyang Wisnu Seorang dewa putra hyang guru. Halusnya menitis,

menjelma pada raja-raja dan ksatria-ksatria

I

52 Idola Orang, gambar, patung, dsb yang menjadi pujaan

53 Improvisasi Pembuatan (penyediaan) sesuatu berdasarkan

bahan yang ada (seadanya)

54 Internal (Inggris) Menyangkut bagian dalam (tubuh, diri, mobil, dsb)

55 Irama Merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung

karya seni, repetisi atau ulang merupakan selisih

antara dua wujud yang terletak pada ruang dan

waktu

56 Ironman (Inggris) Sosok pahlawan super fiktif dari Marvel, yang

dalam film manusianya diperankan oleh Robert

Downey Jr.

J

57 Joe Jagarasmi Sosok manusia dari superhero ciptaan penulis yang

bernama Tetuka

K

58 Kamen Rider

(Inggris)

Tokoh pahlawan fiksi dari pertelevisian Jepang

Figur

Gambar 3.1  Lukisan karya Basuki Abdullah  “Pertempuran Rahwana Djataju”
Gambar 3 1 Lukisan karya Basuki Abdullah Pertempuran Rahwana Djataju . View in document p.28
Gambar 3.3  Superhero Karya Radit
Gambar 3 3 Superhero Karya Radit . View in document p.30
Gambar 3.5 Pensil dan Kertas HVS
Gambar 3 5 Pensil dan Kertas HVS . View in document p.32
Gambar 3.6 Pensil Warna
Gambar 3 6 Pensil Warna . View in document p.33
Gambar 3.7 Kanvas
Gambar 3 7 Kanvas . View in document p.33
Gambar 3.9 Cat Akrilik
Gambar 3 9 Cat Akrilik . View in document p.34
Gambar 3.8 Kuas
Gambar 3 8 Kuas . View in document p.34
Gambar 3.10 Palet
Gambar 3 10 Palet . View in document p.35
Gambar 3.11 Sketsa Trasformasi Karya 1
Gambar 3 11 Sketsa Trasformasi Karya 1 . View in document p.36
Gambar 3.12 Sketsa Trasformasi Karya 2
Gambar 3 12 Sketsa Trasformasi Karya 2 . View in document p.37
Gambar 3.13 Sketsa Trasformasi Karya 3
Gambar 3 13 Sketsa Trasformasi Karya 3 . View in document p.39
Gambar 3.14  Proses Memindahkan Sketsa ke Atas Kanvas
Gambar 3 14 Proses Memindahkan Sketsa ke Atas Kanvas . View in document p.41
gambar, dan bahan referensi lain
gambar, dan bahan referensi lain . View in document p.50
Gambar berwarna yang mempunyai tiga dimensi
Gambar berwarna yang mempunyai tiga dimensi . View in document p.52

Referensi

Memperbarui...