• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KUALITAS KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA PERAWATAN DAN PERBAIKAN KAPAL DENGAN METODE CSI (CUSTOMER SATISFACTION INDEX) DAN METODE IPA (IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS) (STUDI KASUS PADA PT. X – SURABAYA).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KUALITAS KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA PERAWATAN DAN PERBAIKAN KAPAL DENGAN METODE CSI (CUSTOMER SATISFACTION INDEX) DAN METODE IPA (IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS) (STUDI KASUS PADA PT. X – SURABAYA)."

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KUALITAS KEPUASAN PELANGGAN PADA J ASA

PERAWATAN DAN PERBAIKAN KAPAL DENGAN

METODE CSI (CUSTOMER SATISFACTION INDEX) DAN

METODE IPA (IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS)

(STUDI KASUS PADA PT. X – SURABAYA)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Per syaratan

Dalam Memperoleh Gelar Sar jana Teknik

J ur usan Teknik Industri

DISUSUN OLEH:

TITIK YUNIA LESTARI NPM : 1032010020

J URUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN “

J AWA TIMUR

(2)

SKRIPSI

ANALISIS KUALITAS KEPUASAN PELANGGAN PADA J ASA PERAWATAN DAN PERBAIKAN KAPAL DENGAN METODE CSI (CUSTOMER SATISFACTION INDEX) DAN METODE IPA (IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS)

(STUDI KASUS PADA PT. X – SURABAYA)

Disusun Oleh: TITIK YUNIA LESTARI

NPM : 1032010020

Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim penguji Skripsi J ur usan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industr i

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pada Tanggal : 29 November 2013

Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veteran” J awa Timur

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala berkah, anugerah dan

pimpinan – Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir ini.

Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi persyaratan kelulusan Program

Sarjana Strata-1 (S-1) di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan judul :

“Analisis Kualitas Kepuasan Pelanggan Pada J asa Per awatan Dan Pebaikan Kapal

Dengan Metode CSI (Customer Satisfaction Index) Dan Metode IPA (Importance -

Performance Analysis) Studi Kasus Pada Pt. X – Sur abaya”.

Penyelesaian penyusunan Tugas Akhir ini tentunya tidak terlepas dari

peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan baik

secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu tidak berlebihan bila

pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Ir. Sutiyono, MT, selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Dr. Minto Waluyo, MM, selaku Ketua Jurusan Teknik Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Ibu Ir. Yustina Ngatilah, MT, selaku Dosen Pembimbing Utama Skripsi.

4. Bapak Drs. Pailan, Mpd, selaku Dosen Pembimbing Pendamping Skripsi.

5. Bapak Ir. Ketut Sumada, MS, selaku Pembimbing Pendamping Lapangan.

6. Especially for My Mom, father, my family and “God is Love Youth” thank

you for praying, supporting, and guiding me in every step.

7. To all my friend’s this Pararel A’2010 thanks for the help and encouragement you

(4)

8. To Asisten “Laboratorium Statistik, Optimasi, Pemrograman Komputer, Sistem

Informasi Manajemen” , terima kasih buat kebersamaan kita yang sebentar tapi

sangat berkesan. Juga buat teman – teman seangkatan, senior, maupun junior.

9. To Semua Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Thanks to you

i'm getting an unforgettable experience.

10. Semua pihak yang telah membantu secara moril dan materil selama

pelaksanaan penelitian dan penyelesaian penulisan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan Tugas Akhir ini

terdapat kekurangan, maka dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan

saran dan kritik yang bersifat membangun.

Akhir kata semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak

yang membaca. Terima Kasih.

Surabaya, Nov 2013

(5)
(6)

2.3.2 Pengertian Kualitas Jasa dan Pelayanan ... 12

2.7 Indeks Kepuasan Pengguna (Customer Satisfaction Index) CSI ... 27

2.8 (Importance-Performance Analysis) IPA ... 28

2.9 Penelitian Terdahulu ... 31

2.10 Prosedur Docking Pada PT. X Surabaya ... 34

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 36

3.2 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel ... 36

3.2.1 Identifikasi Variabel ... 36

3.2.2 Definisi Operasional Variabel ... 37

3.3 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah ... 43

3.4 Metode Pengumpulan Data ... 50

3.4.1 Teknik Pengambilan Populasi ... 50

3.5 Metode Pengolahan Data ... 51

(7)

3.5.2 Reliabitas ... 52

3.5.3 Uji (Customer Satisfaction Index) CSI ... 53

3.5.4 Uji (Importance-Performance Analysis) IPA ... 54

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data ... 58

4.2 Penyebaran Kuisioner ... 59

4.3 Uji Validitas ... 64

4.4 Uji Reliabilitas ... 66

4.5 Pengolahan Data Kuisioner Pelanggan ... 67

4.6 Pengolahan Data Dengan Metode (Customer Satisfaction Index) CSI ... 69

4.7 Pengolahan Data Dengan metode (Importance-Performance Analysis) IPA ... 73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 81

5.2 Saran ... 82

DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR TABEL

2.1 Tabel Indeks Kepuasan Pengguna ... 27

3.1 Tabel Atribut-Atribut Kualitas Jasa ... 40

3.2 Tabel Indeks Kepuasana Pengguna ... 53

4.1 Hasil Rekapitulasi Kuisioner Pada Tingkat

Kepentingan ... 60

4.2 Hasil Rekapitulasi Kuisioner Pada Tingkat

Kepuasan ... 62

4.3 Uji Validitas Kepentingan Pelanggan ... 64

4.4 Uji Validitas Kepuasan Pelanggan ... 65

4.5 Uji Reliabiltas Kepentingan dan Kepuasan Pelanggan . 67

4.6 Hasil Perhitungan WF, WS, WT ... 71

4.7 Hasil Perhitungan dan Pembagian Atribut Sesuai

Dengan Kuadran IPA

(9)

DAFTAR GAMBAR

2.1 Tiga Jenis Pemasaran dalam Industri Jasa ... 15

2.2 Pembagian Kuadran Importance-Performance Analysis 30

3.1 Flow Chart Pemecahan Masalah ... 44

3.2 Pembagian Kuadran Importance-Performance Analysis 56

4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kapal

Yang Dimiliki ... 67

4.2 Karateristik Responden Berdasarkan Jenis (Bentuk)

Perusahaan ... 68

4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya

Waktu Menjadi Pelanggan ... 63

4.4 Diagram Hasil Importance-Performance Analysis (IPA)

Terhadap Pelayanan Jasa Perawatan dan Perbaikan

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A FORMAT KUISIONER

LAMPIRAN B HASIL SPSS 15.0 UJ I VALIDITAS DAN

RELIABILITAS

LAMPIRAN C DATA REKAPITULASI KUISIONER

KEPENTINGAN DAN KEPUASAN

(11)

ABSTRAK

Kepuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan oleh pelanggan. Kepuasan pelanggan terjadi apabila jasa atau produk (hasil) yang diterima dan dirasakan oleh pelanggan atau bahkan melebihi harapan pelanggan. Ketika pelanggan suatu perusahaan merasa puas dengan kinerja perusahaan, maka opini publik yang terbentuk akan menguntungkan perusahaan tersebut. Pada Penelitian ini penulis melakukan analisis kepuasan pelanggan di PT. X yang selama ini belum pernah dilakukan pengujian terhadap jasa kualitas jasa pelayanan perawatan dan pebaikan kapal, dengan menggunakan metode CSI (Customer Satisfaction Index) didapatkan indeks kepuasan pelanggan sebesar 70,198% yang menggambarkan pelanggan PT. X puas atas pelayanan jasa perawatan dan perbaikan kapal, namun masih perlu dilakukan perbaikan lagi. Untuk mengetahui atribut apa saja yang perlu diperbaiki dilakukan analisis IPA (Importance-Performance Analysis) yang menghasilkan beberapa atribut yang harus diperbaiki yakni atribut pelayanan A1,B2,B4,C1,C4,D4,E2,E3 yang ada dikuadran A, atribut A3,A4,B3 yang ada di

kuadran B, dan atribut A2,B1,C3,D1,D2,D3,E1,E4 yang ada pada kuadran D.

Kata Kunci : CSI (Customer Satisfaction Index) , IPA (Importance-Performance

(12)

ABSTRACT

Customer satisfaction is the discrepancy between expectations and performance or outcomes perceived by customers. Customer satisfaction occurs when a service or product (result) received by customers meets or even exceed the customers expectations. When customers are satisfied with the company's performance, the public opinion arisen will benefit the company.The purpose of this paper is analyzing customer satisfaction toward the quality of ship maintenance and repair in X Inc. Using the CSI (Customer Satisfaction Index ) method, an index of of 70.198% is attained. This index reflects the satisfaction perceived by the customers over the ship maintenance and repair, yet the satisfaction index still needs to be improved. To find out what attributes that need to be improved, an IPA (Importance-Performance Analysis) was employed, and resulted in attributes that should be improved, i.e : the service attributes A1 , B2 , B4 , C1 , C4 , D4 , E2 , and E3 which lies in Quadrant A, attributes A3, A4 and B3 which lies in Quadrant B and A2 , B1 , C3 , D1 , D2 , D3 , E1 , E4 is in quadrant D.

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini persaingan dunia industri semakin ketat khususnya pada sektor

jasa perawatan dan perbaikan kapal. Persaingan ini ditandai dari munculnya

sejumlah perusahaan yang berlomba-lomba untuk bersaing melahirkan anak

perusahaan agar mampu mendominasi pasar global dalam beberapa tahun

belakangan yang bergerak dalam bidang industri yang sama yaitu industri

perkapalan.

PT. X adalah salah satu anak perusahaan PT. Y (Persero) yang merupakan

salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang

angkutan perairan, perkapalan, dan industri maritim lainnya. PT. X adalah

perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa perkapalan di Indonesia.

Pelayanan yang ditawarkan oleh PT. X salah satunya adalah Maintenance &

Repair (Docking) Shipyard atau perawatan dan pebaikan kapal yang memiliki

tingkat kemajuan yang sangat baik.

Pelayanan merupakan salah satu indikator utama dalam mendukung

berdirinya industri jasa yang berkompeten dibidangnya. Didalam aktivitas

pelayanan yang dilakukan oleh PT. X, selama ini belum pernah dilakukan

pengujian terhadap kualitas jasa pelayanan Maintenance & Repair (Docking)

Shipyard atau perawatan dan pebaikan kapal. Oleh karena itu perusahaan belum

(14)

yang ditawarkan, sehingga perlu dilakukan evaluasi pada atribut-atribut pelayanan

yang ditawarkan oleh PT. X Surabaya.

Penelitian sebelumnya, Dalam Aplied Customer Satisfaction Index (CSI)

and Importance- Performance Analysis (IPA) to know Student Satisfaction Level of Sriwijaya University Library Services yang digunakan untuk mengukur tingkat

kepuasan dan tingkat kepentingan para pengguna terhadap pelayanan

perpustakaan Universitas Sriwijaya Inderalaya, dan menghasilkan Customer

Satisfaction Index (CSI) sebesar 65,40% yang menyatakan pengguna merasa

cukup puas dengan pelayanan yang diberikan diperpustakaan tersebut dan pihak

perpustakaan Universitas Sriwijaya Inderalaya, harus memperbaiki beberapa

atribut guna memaksimalkan pelayanannya. Atribut-atribut yang perlu diperbaiki

antara lain keramahan petugas pendaftaran, keramahan petugas dalam melayani

penitipan tas, keberadaan petugas penitipan tas di tempat, d a n l a i n - l a i n

( Sri Indra Maiyanti , et. Al., 2010).

Berdasarkan uraian permasalahan diatas dan mengacu dari penelitian

sebelumnya, maka pada penelitian ini digunakan metode Customer Satisfaction

Index (CSI), yang merupakan analisis kuantitatif berupa prosentase pelanggan

yang senang dalam suatu survei kepuasan pelanggan (Nasution, 2005), yang

bertujuan untuk mengetahui seberapa besar indeks kepentingan pelanggan

terhadap layanan yang diberikan oleh PT. X. Selain itu penelitian ini juga

menggunakan metode Importance- Performance Analysis (IPA) dimana analisis

ini digunakan untuk membandingkan antara penilaian konsumen dalam hal tingkat

(15)

pelayanan (Purnama, 2006), untuk mengetahui item-item atribut layanan yang

dianggap penting oleh pelanggan tetapi layanannya belum memuaskan atau

item-item dari atribut layanan yang perlu ditingkatkan terutama pada bidang jasa

perawatan dan perbaikan kapal di PT. X.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan suatu

permasalahan yaitu : “Bagaimana meningkatan kualitas pelayanan di PT. X

Sur abaya dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan metode

Importance Performance Analysis (IPA) dalam upaya peningkatan kepuasan

pelanggan”

1.3 Batasan Masalah

Agar penulisan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan alurnya maka

perlu di berikan batasan-batasan masalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini dilaksanakan di PT. X Surabaya, Jalan prapat kurung no 58

Surabaya. Dengan kondisi dan keadaan seperti yang ada pada saat

dilaksanakan penelitian ini.

2. Jenis pelayanan yang akan diteliti yaitu pelayanan Maintenance & Repair

(Docking) Shipyard atau jasa perawatan dan perbaikan kapal.

3. Data yang diambil adalah data yang berbentuk populasi yakni sebanyak 27

(16)

4. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Customer

Satisfaction Index CSI dan metode metode Importance Performance Analysis (IPA).

1.4 Asumsi

Sedangkan beberapa asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Responden dapat memahami pertanyaan yang diberikan dan bersikap jujur

menjawab setiap pertayaan yang diberikan.

2. Penunjukan konsumen yang menjadi responden dianggap mewakili

pelanggan pengguna jasa perawatan dan perbaikan kapal perusahaan

tersebut.

3. Kondisi perusahaan tidak berubah selama penelitian.

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian dalam penyusunan penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Mengetahui tingkat kepentingan terhadap pelayanan jasa Maintenance &

Repair (Docking) Shipyard atau perawatan dan perbaikan kapal di PT. X

Surabaya.

2. Mengetahui atribut pelayanan yang perlu diperbaiki sebagai usulan guna

(17)

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Bagi peneliti, dapat mengaplikasikan metode Customer Satisfaction Index

(CSI) dan metode Importance Performance Analysis (IPA) dalam analisis

kualitas kepuasan pelanggan pada bidang pelayanan jasa.

2. Bagi PT. X Surabaya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam merumuskan

upaya-upaya peningkatan layanan dengan memperhatikan kepuasan pelanggan

dalam bidang perawatan dan perbaikan kapal.

3. Bagi Universitas, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai

referensi bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang kualitas

pelayanan dalam bidang jasa dan dapat juga digunakan sebagai acuan

penelitian berikutnya.

1.7 Sistematika Penulisan

Pada dasarnya sistematika penulisan berisikan mengenai uraian yang akan

dibahas pada masing-masing bab, sehingga dalam setiap bab akan mempunyai

pembahasan topik tersendiri. Adapun sistematika penulisan dari penelitian ini

adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penelitian, perumusan masalah yang

diteliti, tujuan dan manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang

(18)

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA

Bab ini berisi dasar-dasar teori yang digunakan untuk mengolah

dan menganalisa data-data yang diperoleh dari pelaksanaan

penelitian, yaitu teori mengenai kualitas pelayanan dengan

menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan importance

performance analysis.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi tahapan-tahapan dalam melakukan penelitian ini

yaitu hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari penelitian

atau gambaran atau urutan kerja menyeluruh selama pelaksanaan

penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi pengolahan dari data yang telah dikumpulkan

dan melakukan analisa, langkah-langkah pemecahan masalah dan

metode analisis serta pembahasan penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dari analisa yang telah

dilakukan sehingga dapat memberikan suatu rekomendasi sebagai

masukan bagi pihak perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

(19)

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik J asa

2.1.1 Pengertian J asa

Jasa adalah produk yang tak berwujud. Apabila seseorang membeli jasa,

hal itu sama artinya dengan menukar uang yang dimilikinya dengan suatu produk

yang yang tak berwujud. Jasa berbeda dengan barang, dimana pembuatan barang

dilaksanakan melalui proses produksi. Jasa dihasilkan dari pemberian manfaat

suatu atau beberapa sarana maupun prasarana kepada pengguna jasa, dengan

penyampaian ketrampilan tertentu dari pihak pemberi jasa.

Jasa sering dipandang sebagi suatu fenomena yang rumit. Kata jasa itu

sendiri mempunyai banyak arti dari mulai pelayanan personal (Personal Service)

sampai dengan jasa sebagai suatu produk. Sejauh ini sudah banyak pakar

pemasaran jasa telah berusaha mendefinisikan pengertian jasa. Berikut ini adalah

beberapa diantaranya:

Menurut Kotler (2007), jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat

ditawarkan satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan

tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu. Produksinya mungkin saja terkait atau

mungkin saja tidak terkait dengan produk fisik.

Dari pengertian di atas, tampak bahwa dalam jasa selalu ada aspek

interaksi antara pihak konsumen dan pemberi jasa, meskipun pihak-pihak yang

terlibat tidak selalu menyadari. Jasa juga bukan merupakan barang, jasa adalah

(20)

Jadi pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya

bukan merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya

dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan

nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan) atau pemecahan

atas masalah yang dihadapi oleh konsumen.

2.1.2 Ciri-ciri J asa

Menurut Kotler (2007), jasa memiliki beberapa ciri-ciri utama yang

membedakan dengan barang (produk fisik), yaitu :

1. Tidak berwujud (Intangibility)

Jasa bersifat nyata, tidak dapat dilihat, dirasakan, dekecap, atau dicium.

Untuk dapat merasakan suatu produk jasa, pengguna jasa harus

membelinya dan memakainya terlebih dahulu. Pengguna jasa mengambil

kesimpulan mengenai mutu suatu jasa dari tempat, orang, peralatan, alat

komunikasi, simbol-simbol dan harga dari jasa tersebut, karena jasa tidak

dapat dirasakan secara langsung oleh indera manusia.

2. Tidak terpisahkan (Inseparability)

Umumnya jasa diproduksi dan dikonsumsi langsung pada saat yang sama.

Apabila jasa diberikan oleh sesorang maka pihak pemberi jasa akan

menjadi bagian dari jasa tersebut. Oleh sebab itu jasa sering tidak dapat

dipisahkan dari pihak pemberi jasa, baik pemberi jasa itu adalah orang

maupun mesin. Karena keterbatasan ini, maka pihak penyedia jasa harus

terlatih untuk memberikan pelayanan yang baik agar dapat memuaskan

(21)

3. Bervariasi (Variability)

Jasa sangat beraneka ragam, karena suatu jasa yang dihasilkan akan sangat

tergantung kepada siapa yang menyediakannya dan kapan disediakannya

serta dimana disediakannya. Tiap unit jasa yang dihasilkan tidak akan

sama dengan unit jasa lain yang lain meskipun dari pihak penyedia jasa

yang sama. Kesulitan yang tyerjadi adalah pada saat menilai kualitas jasa

atau meramalkan kualitas yang akan dioterima. Oleh sebab itu maka pihak

penyedia jasa harus melakukan seleksi dan pelatihan terhadap karyawanya,

selalu melakukan pemantauan kepuasan pengguna jasa, dan melakukan

survei terhadap pengguna jasa sehingga pelayanan yang jelek dapat

dideteksi dan segera untuk diperbaiki.

4. Tidak tahan lama (Perishability)

Jasa tidak dapat disimpan seperti barang, karena nilai jasa hanya ada pada

saat jasa tersebut diberikan. Begitu juga pasar dari produk jasa ini

berubah-ubah tergantung pada situasi dan kondisi pada saat itu. Sifat produk jasa

yang tidak tahan lama dan permintaanya yang berubah-ubah, menuntut

pihak penyedia jasa melakukan perncanaan produk, pemberian harga dan

melakukan promosi produknya secara tepat. Hal ini antara lain dapat

dilakukan antara lain dengan pemberian potongan harga atau discount

harga pada waktu yang sepi, deservikasi produk yang ditawarkan, maupun

memperkerjakan tenaga paruh waktu yang tidak teeikat pada saat

(22)

5. Lack of Ownership

Lack of Ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang.

Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan

dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi,

menyimpan bahkan menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa,

pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk

jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbangan

sampai dengan jasa pendidikan).

2.2 Pemasaran jasa

Pemasaran merupakan salah satu fungsi dari perusahaan disamping fungsi

lainya seperti keuangan, produksi dan personali. Untuk mengetahui lebih jelas

tentang pengertian pemasaran, maka penulis mencoba melakukan pendekatan

terhadap berbagai rumusan pemasaran yang dikemukakan oleh ahli pemasaran

seperti yang dikutip dibawah ini. Pengertian pemasaran menurut Mariotti (2003),

pemasaran adalah praktek memahami kebutuhan dan keinginan konsumen,

menemukan atau menciptakan produk dan layanan yang dapat memenuhi

kebutuhan dan keinginan konsumen dan mengkomunikasikanya secara internal

kepada perusahaan yang kemudian harus menciptakan dan mengirimkan produk

dan layanan secara ekstenal mengkomunikasikannya kembali kepada konsumen

yang merupakan sasaran produk atau layanan sehingga mereka menyenangi

(23)

Pemasaran jasa merupakan salah satu cabang dari ilmu pemasaran yang

mempelajari konsep pelayanan pada produk jasa. Pemasaran jasa dapat berupa

layanan individu, penyewaan barang dan perbaikan dimana intangibility,

inseparability, variability, perishability dan lack of ownership adalah karakter jasa

yang membedakan jasa dengan barang. Pemasaran jasa dapat dilakukan secara

eksternal, internal dan secara interaktif.

Pemasaran jasa secara eksternal adalah kegiatan yang dilakukan oleh

penyedia jasa untuk mempersiapkan produk, menentukan harga, mendistribusikan

dan mempromosikan produk jasa tersebut kepada pengguna jasa. Pemasaran jasa

internal adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa untuk melatih

dan mendorong pengguna jasa internalnya, yaitu para karyawan maupun pihak

manajemen untuk bekerja dalam satu tim agar dapat memberikan kepuasan pada

pengguna jasa. Sedangkan pemasaran interaktif merupakan keahlian karyawan

dalam menangani hubungan dengan pengguna jasa.

Dari Uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran jasa adalah

suatu konsep yang didasarkan atas pengenalan terhadap keunikan semua bentuk

jasa yang dapat berupa layanan individu, penyewaan barang dan perbaikan

dimana kegiatanya dilakukan dengan kombinasi pemasaran secara eksternal,

internal, dan secara interaktif.

2.3 Kualitas J asa atau Pelayanan

2.3.1 Pengertian Kualitas

Dalam situasi persaingan global saat ini yang semakin kompetitif,

(24)

perusahaan untuk menyediakan produk berkualitas akan menjadi senjata untuk

memenangkan persaingan, karena dengan memberikan produk yang berkualitas,

kepuasan konsumen akan tercapai. Oleh karena itu perusahaan harus menentukan

definisi yang tepat dan pemahaman yang akurat tentang kualitas yang tepat.

Menurut Kotler (2007), kualitas adalah keseluruhan ciri-ciri dan

karakteristik-karakteristik dari suatu produk atau jasa dalam hal kemampuan

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan.

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa definisi kualitas

bersumber dari dua sisi, produsen dan konsumen. Produsen menentukan

persyaratan atau spesifikasi kualiatas, sedangkan konsumen menetukan kebutuhan

dan keinginan. Pendefinisian akan akurat jika produsen mampu menerjemahkan

kebutuhan dan keinginan atas produk kedalam spesifikasi produk yang dihasilkan.

2.3.2 Pengertian Kualitas J asa dan Pelayanan

Kualitas pelayanan (Service Quality) seperti yang dikatakan oleh (Crosby,

1979 dalam Nasution, 2004 ) dapat didefinisikan bahwa kualitas adalah

conformance to requirement, yakni sesuai dengan yang disyaratkan atau

distandarkan, bila suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai dengan standar

kualitas yang telah ditentukan dengan meliputi bahan baku, proses produksi, dan

produk jadi.

Sementara menurut Rangkuti (2004), bahwa kualitas jasa didefinisikan

sebagai penyampaian jasa yang akan melebihi tingkat kepentingan konsumen.

Definisi tersebut menekankan pada kelebihan dari tingkat kepentingan konsumen

(25)

Salah satu model kualiatas pelayanan yang banyak dijadikan acuan dalam

riset pemasaran adalah model CSI (Customer Satisfaction Index) dan IPA

(Importance - Performance Analysis).

CSI (Customer Satisfaction Index) merupakan analisis kuantitatif berupa

presentase pengguna yang senang dalam suatu survei kepuasan pengguna. CSI

digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna secara menyeluruh

dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari atribut produk atau jasa. IPA

(Importance - Performance Analysis) adalah analisis yang bermaksud mengaitkan

antara tingkat kepentingan (Importance) suatu atribut yang memiliki obyek

tertentu dengan kenyataan (Performance) yang dirasakan oleh pengguna. IPA

dibangun berdasarkan rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan untuk

setiap item dari masing-masing atribut.

2.3.3 Dimensi Kualitas J asa

Jasa dikatakan berkualitas bila jasa diterima relatif lebih memuaskan dari

pada apa yang diharapkan pelanggan. Menurut Kotler (2007) dimensi kualitas jasa

dilihat dari sudut pandang pelanggan adalah sebagi berikut:

1. Tangibels, atau bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam

menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan

kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan

lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan

(26)

2. Realibility, atau keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk

memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan

terpercaya.

3. Responsiveness, atau ketanggapan yaitu kemauan untuk membantu dan

memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan, dengan

penyampaian informasi yang jelas.

4. Assurance, atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan, kesopan

santunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan

rasa percaya pelanggan kepada perusahaan.

5. Emphaty, yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual

atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya

memahami keinginan konsumen.

Menurut Kotler (2007), pemasaran produk atau jasa yang dihasilkan tidak

hanya membutuhkan pemasaran eksternal tetatpi juga pemasaran internal dan

interaktif (Gambar 2.1)

Pemasaran eksternal menggambarkan pekerjaan normal yang dilakukan

oleh perusahaan, menyiapkan pelayanan prima, memberikan harga,

mendistribusikan dan mempromosikan jasa itu kepada konsumen. Pemasaran

Internal menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan untuk melatih dan

memotivasi pegawainya untuk melayani pelanggan dengan baik. Pemasaran

(27)

Gambar 2.1 Tiga Jenis Pemasaran Dalam Industri Jasa

Sumber : (Kotler, 2007)

Untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik, sangat penting untuk

para karyawan memerhatikan pelangganya. Untuk menghasilkan orientasi kualitas

pelayanan, konsumen harus merasa seperti hal-hal berikut ini :

1. Setiap konsumen adalah orang yang paling penting disetiap bisnis.

2. Konsumen tidak bergantung kepada produsen, tetapi produsen yang

bergantung kepada konsumen.

3. Konsumen tidak mengganggu kerja produsen. Konsumen bertujuan untuk

memberi produsen pekerjaan.

4. Konsumen adalah manusia yang mempunyai perasaan dan emosi.

5. Konsumen adalah bagian dari bisnis produsen, bukanlah pihak luar.

6. Konsumen membawa produsen pada keinginan konsumen, dan menjadi

(28)

2.4 Konsep Kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan telah menjadi konsep sentral dalam wacana bisnis

dan manajemen. Pelanggan merupakan fokus utama dalam pembahasan mengenai

kepuasan dan kualitas jasa. Oleh karena itu, pelanggan memegang peranan cukup

penting dalam mengukur kepuasan terhadap produk maupun pelayanan yang

diberikan perusahaan.

Menurut Kotler (2007) mendefinisikan kepuasan pelanggan adalah

perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan

kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan.

Jika kinerja berada di bawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja (hasil)

memenuhi harapan pelanggan puas. Jika kinerja (hasil) melebihi harapan,

pelanggan amat puas atau senang.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepuasan pelanggan

yang ditinjau dari sisi pelanggan yaitu mengenai apa yang telah dirasakan

pelanggan atas pelayanan yang telah diberikan dibandingkan dengan apa yang

mereka inginkan. Dan dapat di simpulkan bahwa kepuasan pelanggan adalah

tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara harapan sebelum

memakai produk dengan hasil setelah konsumen atau pelanggan tersebut

menggunakan atau merasakan kinerja (hasil) atau manfaat dari produk tersebut.

2.4.1 Mengukur Kepuasan Pelanggan

Menurut Nasution (2005) ada empat metode untuk mengukur kepuasan

(29)

1. Sistem Keluhan dan Saran

Industri yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi

pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Selain itu dapat

berupa kotak saran dan telepon penggaduan bagi pelanggan. Alur

informasi ini memberikan banyak gagasan baik dan industri dapat

bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah.

2. Survei Kepuasan Pelanggan

Industri tidak dapat menggunakan tingkat keluhan sebagai ukuran

kepuasan pelanggan. Industri yang responsif mengukur kepuasan

pelanggan dengan mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan

daftar pertanyaan atau menelpon secara acak dari pelanggan untuk

mengetahui perasaan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu

ditanyakan kinerja industri saingannya.

3. Ghost Shopping

Pelanggan bayangan adalah menyuruh orang berpura-pura menjadi

pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat maupun titik-titik lemah yang

dialami waktu membeli produk dari industri sendiri maupun industri

saingannya. Selain itu pelanggan bayangan melaporkan apakah wiraniaga

tersebut menanganinya dengan baik atau tidak.

4. Analisa Pelanggan yang Beralih

Industri dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau

(30)

tinggi, pelayanan kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan

seterusnya, sehingga dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan).

2.5 Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin

meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya

merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau studi sensus (Sabar, 2007).

Sedangkan menurut Sugiyono (2008). pengertian populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya

Jadi populasi bukan hanya orang tapi juga obyek dan benda-benda alam

yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek

yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek

atau obyek itu.

Penelitian sampel baru boleh di laksanakan apabila keadaan subyek di

dalam populasi benar-benar homogen. Kita melakukan penelitian sampel dari

pada melakukan penelitian populasi karena penelitian sampel memiliki beberapa

keuntungan, yaitu:

1. Karena menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subyek

(31)

2. Di banding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena

apabila penelitian populasi terlalu besar maka di khawatirkan ada yang

terlewati dan lebih merepotkan

3. Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan

analisisnya

4. Dalam penelitian populasi sering bersifat destruktif

5. Ada kalanya penelitian populasi tidak lebih baik di laksanakan karena

terlalu luas populasinya.

Pengertian dari sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang

diteliti, yang sudah tentu mampu secara representative dapat mewakili

populasinya (Sabar, 2007).

Menurut Sugiyono (2008) sampel adalah bagian atau jumlah dan

karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti

tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misal karena

keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari

populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan

diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus

betul-betul representatif.

Ada empat parameter yang bisa dianggap menentukan representativeness

(32)

1. Variabilitas populasi

Variabilitas populasi merupakan hal yang sudah “given”, artinya peneiti

harus menerima sebagaimana adanya, dan tidak dapat mengatur atau

memanipulasinya.

2. Besar sampel

Makin besar sampel yang diambil akan semakin besar atau tinggi taraf

representativeness sampel tersebut. Jika populasinya homogen secara

sempurna, besarnya sampel tidak mempengaruhi taraf representativeness

sampel.

3. Teknik penentuan sampel

Makin tinggi tingkat ambang dalam penentuan sampel, akan makin tinggi

pula tingkat representativeness sampel.

4. Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi dalam sampel.

Makin lengkap ciri-ciri populasinya yang dimasukkan ke dalam sampel,

akan makin tinggi tingkat representativeness sampel.

2.6 Kuisioner

Menurut menurut Arikunto (2006), Kuisioner adalah pernyataan tertulis

yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan

tentang pribadi atau hal-hal yang responden ketahui.

2.6.1 Pengertian Kuisioner (Angket/ Daftar Pertanyaan)

Kuisioner dibedakan menjadi kuisioner tertulis dan kuisioner wawancara

(33)

Ada beberapa jenis kuisioner tertutup dan terbuka diantaranya adalah

sebagai berikut:

1. Kuisioner tertutup adalah kuisioner yang pada daftar pertanyaan telah

disediakan sejumlah pilihan jawaban. Ada beberapa keuntungan yaitu

responden tidak perlu menulis, harapan kuisioner dikembalikan besar,

pengolahan datanya mudah. Namun disisi lain mempunyai kerugian antara

lain responden tidak diberi kebebasan menjawab diluar pilihan jawaban,

pilihan jawaban belum lengkap, dan tidak membuka objek yag

seluas-luasnya.

2. Kuisioner terbuka adalah kuisioner yang dimana responden diberi

kesempatan untuk menjawab dengan bebas. Ada beberapa keuntungan

menggunakan kuisioner ini yakni responden bebas menjawab, tidak terikat

pilihan jawaban dan jawaban dapat membuka objek penelitian yang

seluas-luasnya. Kerugianya yakni pengolahan datanya sulit, pengisian

kuisioner akan memakan banyak waktu, harapan untuk dikembalikan

kecil, dan perbedaan kemampuan responden dalam menuangkan pikiran

secara tertulis akan mempengaruhi penelitian.

2.6.2 Penyusunan Kuisioner

Agar dalam pengisian kuisioner tidak memerlukan waktu yang terlalu

lama, maka menurut Safirin (2002), ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi

yakni:

1. Menggunakan bahasa sederhana, mudah dimengerti, bahasa yang dipakai

(34)

2. Menggunakan Kalimat Pendek.

3. Tidak menganggap responden mempunyai pengetahuan atau pengalaman

tertentu.

4. Melindungi harga diri responden.

5. Hindari kalimat yang ambigu.

6. Tiap pertanyaan menyajikan 1 (satu) pikiran saja.

7. Mulai dengan pertanyaan yang mudah dan menarik hinggan kepertanyaan

yang sulit.

8. Tempat pertanyaan pribadi diakhir kuisioner.

2.6.3 J enis-J enis Skala

Pengukuran adalah penunjukan angka pada objek untuk mewujudkan

nominal, ordinal, interval dan rasio.

1. Skala Nominal, Pengukuran dimana angka yang ditunjukan pada objek

untuk tujuan perkatagorian atau pengidentifikasian. Missal untuk jenis

pekerjaan diklasifikasikan sebagi berikut:

a. Pegawai negeri diberi label 1.

b. Pegawai swasta diberi label 2

c. Wiraswasta diberi label 3

Ciri Skala nominal antara lain :

a. Posisi data setara, artinya seperti contoh diatas pegawai negeri tidak

lebih tinggi dari wiraswasta begitu pula sebaliknya, walaupun

(35)

b. Tidak dapat dilakukan operasi matematika. Contoh tidak mungkin

3-2=1 atau wiraswasta dikurangi pegawai swasta sama dengan pegawai

negeri.

2. Skala Ordinal, pengukuran dimana angka-angka menunjukan kepada suatu

objek dengan dasar tingkatan atau pengurutan objek-objeknya (seperti

lebih dari, paling).

Misal Kepuasan pelanggan diberi klasifikasi sebagi berikut:

a. Sangat tidak puas diberi label 1.

b. Tidak puas diberi label 2.

c. Cukup puas diberi label 3.

d. Puas diberi label 4.

e. Sangat puas diberi label 5.

Ciri-ciri skala ordinal antara lain:

a. Posisi data tidak setara.

b. Tidak dapat dilakukan operasi matematika.

3. Skala Interval, pengukuran dimana jarak dua titik pada skala dudah

diketahui. Contohnya: untuk air mendidih dan membeku pada celcius 0oC

sampai 100oC, skala tersebut jelas jaraknya yaitu 100.

Ciri Skala Interval:

a. Jarak dua titik telah diketahui.

b. Mempunyai skala tetap.

4. Skala rasio, pengukuran yang mempunyai skala absolut atau nol, karena

(36)

berarti ada 8 pensil, jika 0 berarti tidak ada pensil sama sekali (absolut,

benar-benar 0).

Ciri skala rasio tidak ada pemberian kode atau label, dapat dilakukan

operasi matematika (penjumlahan, perkalian, pembagian, dan

pengurangan).

2.6.4 Pengujian Kuisioner

Data yang masuk diuji dahulu kevalidan dan realibilitasnya. Adapun

pengujian kevalidan dan realibilitas dapat diterangkan sebagi berikut:

1. Uji Validitas

Uji validitas didefinisikan sebagai ukuran seberapa kuat suatu alat ukur

melakukan fungsi ukurnya. Semakin tinggi validitas suatu variabel maka

alat ukur tersebut semakin mengenai sasarannya dan semakin menunjukan

apa yang harus ditunjukanya. Pengujian validitas dalam penelitian ini

dilakukan dengan cara validitas internal yaitu kriteria yang dipakai berasal

dari tes itu sendiri dimana masing-masing variabel pelayanan

dikorelasikan dengan nilai totalnya sehingga diperoleh koefisien korelasi

momen produk. Taraf signifikasi yang digunakan adalah sebesar 5. Rumus

korelasi produk momen adalah :

Y : Skor Total Setiap Responden

(37)

N : Jumlah Responden

Setiap variabel yang dihipotesakan akan diukur korelasinya dan

dibandingkan dengan melihat angka kritisnya. Cara melihat angka kritis

adalah dengan melihat baris ke (n-2) pada tabel korelasi nilai r, data

dikatakan valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel (r hitung > r tabel).

2. Reliabilitas

Realibilitas dapat didefinisikan sebagai indeks yang menunjukan sejauh

mana alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Keandalan disini

dapat berarti berapa kalipun variabel-variabel pada kuisioner tersebut

ditanyakan kepada responden yang berlainan maka hasilnya tidak akan

menyimpang jauh dari rata-rata jawaban responden untuk variabel

tersebut. Atau dengan kata lain realibilitas dapat menunjukan konsistensi

suatu alat ukur di dalam mengukuru gejala yang sama.

Untuk data berjumlah banyak maka yang ingin diketahui adalah

kesimpulan stastistik yang menyatakan seberapa realibel survei tersebut

dilakukan. Cara yang paling umum digunakan dengan menghitung

Cronbach’s alpha, alpha adalah batas bawah untuk realibitas sebenarnya

dari suatu survei. Secara matematis, realibiltas dinyatakan sebagai proporsi

variabilitas pada respon survei, yang merupakan hasil dari perbedaan

responden. Penghitungan nilai Alpha ini di dasarkan pada jumlah item

yang disurvei (K) dan ratio rata kovariansi inter item terhadap

(38)

Sumber: Sugiyono (2008).

Dimana:

α = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2

Dalam menguji apakah data yang kita sebarkan kepada responden cukup,

kita menguji dengan (rumus Slovin, dalam Riduwan, 2005)

sebagai berikut:

n = N/(1 + Ne^ 2)

Sumber: Riduwan (2005)

Dimana:

n = Number of samples (jumlah sampel)

N = Total population (jumlah seluruh anggota populasi)

e = Error tolerance (toleransi taraf signifikansi, 0,05), (^2 = pangkat dua)

.Bila data yang diperoleh telah mencukupi maka dilanjutkan dengan

pengolahan data, bila tidak mencukupi maka perlu dilakukan penyebaran

kuisioner lagi.

………...(2.2)

(39)

2.7 Indeks Kepuasan Pengguna (Customer Sastisfaction Index(CSI))

Indeks kepuasan pengguna (IKP) merupakan analisis kuantitatif berupa

presentase pengguna yang senang dengan suatu survei kepuasan pengguna. IKP

diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna secara menyeluruh

dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari atribut-atribut produk dan jasa.

Tabel 2.1 Indeks Kepuasan Pengguna

Sumber: (Sri Indra Maiyanti, et.al., 2010)

Atribut Kepentingan (I) Kepuasan (P) Skor (S)

Skala 1-5 Skala 1-5 (S) =(I) X (P)

…….

…….

…….

Skor Total Total (I) = (Y) Total (S) = (T)

Perhitungan keseluruhan IKP diilustrasikan pada tabel 2.1. Nilai rata-rata

pada kolom kepentingan (I) dijumlahkan sehingga diperoleh (Y) dan juga hasil

kali (I) dengan (P) pada kolom skor (S) dijumlahkan dan diperoleh (T). IKP

diperoleh dari perhitungan (T/5Y) x 100%. Nilai 5 (Pada 5Y) adalah nilai

maksimum yang digunakan pada skala pengukuran. IKP dihitung dengan rumus:

%

Tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria

tingkat kepuasan pelanggan. Adapun kriterianya sebagai berikut :

(40)

0,00 – 0,34 = Tidak puas

0,35 – 0,50 = Kurang puas

0,51 – 0.65 = Cukup puas

0,66 – 0,80 = Puas

0,81 – 1,00 = Sangat puas

Nilai maksimum IKP adalah 100%. Nilai IKP 50% atau lebih

rendah menandakan kinerja pelayanan yang kurang baik. Nilai IKP 80% atau

lebih tinggi mengindikasikan pengguna merasa puas terhadap kinerja pelayanan.

2.8 Importance-Performance Analysis (IPA)

Analisis ini mengaitkan antara tingkat kepentingan (importance) suatu

atribut yang dimiliki obyek tertentu dengan kenyataan (performance) yang

dirasakan oleh pengguna.

Langkah pertama untuk analisis IPA adalah menghitung rata-rata tingkat

kepentingan dan tingkat kepuasan untuk setiap item dari atribut dengan rumus:

Sumber: Nasution ( 2005)

Dengan :

Xi = Bobot rata-rata tingkat kepuasan ke-i

Yi = Bobot rata-rata tingkat kepentingan item ke-i

n = Jumlah responden/ sampel

(41)

Sumber: Nasution ( 2005)

Dengan:

x i = Nila i rata-rata kepuasan item Yi = Nila i rat a-rata kepent ingan it em

P = Jumlah it em

Nila i ini me mo to ng tegak lurus pada sumbu horizontal, yakni

sumbe y mencerminkan kepuasan item (x) sedangkan nilai memotong tegak

lurus pada sumbu vertikal, yakni sumbu yang mencerminkan kepentingan item

(y). Setelah diperoleh bobot kepuasan dan kepentingan item serta nilai rata-rata

kepuasan dan kepentingan item, kemudian nilai-nilai tersebut diplotkan kedalam

diagram kartesius seperti yang ditunjukan pada gambar 2.2.

Untuk menginterpretasikan grafik IPA, maka grafik IPA dibagi menjadi

empat buah kuadran berdasarkan hasil pengukuran importance performance

sebagaimana terlihat pada gambar 2.2.

(42)

Gambar 2.2 Pembagian Kuadran Importance-Performance Analysis

(Sumber: Purnama, 2006)

Diagram Importance-Performance Analysis (IPA) ini (Gambar 2.2)

terdiri dari empat kuadran, yaitu:

1. Kuadran A, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat

kepentingan yang relatif rendah dan kenyataan kinerjanya tidak terlalu

istimewa dengan tingkat kepuasan yang relatif rendah. Item yang masuk

kuadran ini memberikan pengaruh sangat kecil terhadap manfaat yang

dirasakan oleh pengguna.

2. Kuadran B, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat

kepentingan yang relatif tinggi tetapi kenyataannya belum sesuai dengan

harapan pengguna. Item-item yang masuk kuadran ini harus segera

ditingkatkan kinerjanya.

3. Kuadran C, wilayah yang memuat item-item yang memiliki

(43)

tinggi pula. Item yang masuk kuadran ini dianggap sebagai faktor

penunjang bagi kepuasan pengguna sehingga harus tetap dipertahankan

karena semua item ini menjadikan produk atau jasa tersebut unggul di

mata pengguna.

4. Kuadran D, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat

kepentingan yang relatif rendah dan dirasakan oleh pengguna terlalu

berlebihan dengan tingkat kepuasan yang relatif tinggi. Biaya

yang digunakan untuk menunjang item yang masuk kuadran ini dapat

dikurangi agar dapat menghemat biaya pengeluaran. (Purnama, 2006).

2.9 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu sebagai penunjang metode yang digunakan dalam

penelitian ini adalah:

1. Sr i Indra Maiyanti , et. Al., 2010 , (Aplied Customer Satisfaction

Index (CSI) and Importance- Performance Analysis (IPA) to know

Student Satisfaction Level of Sr iwijaya Univer sity Library Services),

dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dan

kepuasan mahasiswa di perpustakaan Universitas Sriwijaya Inderalaya

dan didapatkan bahwa Nilai tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan

perpustakaan Unsri di inderalaya adalah 65.40%. Artinya pengguna

merasa cukup puas atas kinerja pelayanan perpustakaan UNSRI di

Inderalaya tetapi kinerja yang diberikan belum maksimal dan Untuk

(44)

pengelola harus segera memperbaiki atribut keramahan petugas

pendaftaran, keramahan petugas dalam melayani penitipan tas,

keberadaan petugas penitipan tas di tempat, petugas penitipan tas,

kelengkapan buku, terbitan buku (edisi terbaru atau tidak), buku-buku

baru, jumlah buku, kemudahan mencari buku dari tata letaknya,

kecepatan dan ketanggapan petugas pinjam buku, kelengkapan

jurnal/majalah, jumlah jurnal, kemudahan mencari jurnal dari tata

letaknya, kemudahan proses foto kopi, kecepatan dan ketanggapan

petugas dalam melayani foto kopi, keramahan petugas foto kopi,

keberadaan petugas foto kopi di tempat, kerapihan petugas foto kopi,

kemudahan mencari literatur melalui komputer, keramahan petugas

TEEAL/internet, dan kebersihan ruangan perpustakaan.

2. Sr i Enny Triwiastuti, 2008, (Kajian Perbandingan Metodologi

Customer Satisfaction Index Indonesia Dan Negara Lain), tujuan dari

penelitian ini adalah untuk menegetahui keinginan dan kebutuhan

pelangganpada segmen pelanggan yang mempunyai loyalitas, kebiasaan,

minat, dan lingkungan yang berbeda pada suatu negara, dan didapatkan

bahwa Dari semua CSI yang ditinjau pengukuran sampel bersifat acak,

tidak ada pembobotan kriteria yang prioritas menurut pelanggan. Kriteria

yang dipilih berguna untuk menunjang perbaikan kinerja proses

peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa dasar pembentukan index adalah rata-rata tertimbang

(45)

loyalty sebagai variabel dependen maka keluhan pelanggan dan

pengalaman yang lalu menjadi isu pokok dalam Indonesian Customer

Satisfaction Index (ICSI) tersebut.

3. Erwin Wahyu Irianto, 2012, (Analisis Importance Per for mance

Atribut Lingkungan Ter hadap Per sepsi Pembeli Pada Per umahan

River side Malang), tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui

atribut-atribut lingkungan hunian yang menyebabkan perumahan

“Riverside” diminati konsumen serta mengetahui atribut yang perlu

ditingkatkan performance-nya dan dan didapatkan bahwa terdapat 2

prioritas yakni:

Prioritas utama Rumah sederhana:

a. Transportasi di lingkungan perumahan perlu masih perlu

diperhatikan, karena jalan masuk yang berliku dan relatif panjang

bagi penghuni tipe sederhana yang tidak memiliki kendaraan akan

kesulitan untuk keluar apabila ada keperluan.

b. Kebersihan di perumahan , karena tipe sederhana adalah peralihan

manajemen lama, tidak ada kegiatan pembersihan jalan atau taman

seperti halnya yang terjadi di perumahan tipe menengah.

Sehingga terkadang bila ada tamu berkunjung memasuki wilayah

rumah tipe sederhana masih ada kesan yang kurang bersih, karena

tidak adanya pembersihan jalan, taman dan lain-lain

Prioritas utama Rumah menengah:

(46)

kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup dan keterkaitan

dengan lingkungan binaan sudah ada.

b. Penggunaan bahan matrial bangunan rumah dari bahan daur ulang.

Juga bagian dari kesadaran hidup untuk lebih menghargai

lingkungan dengan menggunakan matrial yang tidak

menghasilkan limbah.

2.10 Pr osedur Docking pada PT. X Surabaya

Dalam jasa perawatan dan perbaikan kapal (Docking), ada beberapa prosedur

yang harus dilalui antara lain :

1. Kapal yang habis masa berkalanya (jatuh tempo perawatan dan perbaikan

kapal) harus melakukan regristrasi pada kantor perusahaan jasa (PT. X)

lambat-lambatnya satu bulan sebelum jatuh tempo dengan menyerahkan

surat pengajuan perawatan atau perbaikan kapal kepada pihak penyedia

jasa.

2. Surat pengajuan yang sudah turun dapat berupa keputusan bahwa kapal

dapat melakukan perawatan dan perbaikan kapal akan ditindak lanjuti

oleh PT. X.

3. Reparasi atau perbaikan kapal dapat dilakukan diatas air jika

kerusakannya tidak terlalu parah, namun jika kerusakan yang dialami

kapal parah maka perlu dilakukan proses pengedokan atau kapal di naikan

ke dock. PT. X memiliki 3 Gaving Dock yang mempunyai ukuran Length

45 m, Width 12 m, dan Depth 5 m. fasilitas docking yang dimiliki oleh

(47)

a. Pump Dock

b. OHC (Over Head Crane) 5 ton

c. Fresh water 5 ton

d. Fuel thank 5 ton x 3

e. Workshop 1650 square meters

f. B3 waste collection ; an area of 120 square meters

g. Floating repair area; width 6,5 m, leght of 84,5 m

h. Generator set

4. Setelah dilakukan proses perawatan dan perbaikan kapal, maka dilakukan

proses pengecekan (Controling) oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)

apakah sudah cukup memenuhi syarat untuk berlayar lagi, jika kapal

berasal dari luar negeri maka kalsifikasi dilakukan oleh badan klasifikasi

yang berlaku di negara setempat.

5. Setelah dinyatakanan lolos proses pengecekan oleh BKI maka kapal akan

(48)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian

Dalam penelitian ini, maka penulis melakukan penelitian pada PT. X,

yang beralamat di Jl. Prapat Kurung Utara no. 58 Surabaya, Jawa Timur.

Penelitian direncanakan dimulai pada bulan januari 2013 sampai dengan

data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini lengkap.

3.2 Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel

3.2.1 Identifikasi Variabel

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1. Variabel Terikat

Yang termasuk variabel terikat pada penelitian ini adalah :

a. Indeks Kepuasan Pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan PT. X

b. Tingkat kepuasan Pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan PT. X

2. Variabel Bebas

Yang termasuk dalam variabel bebas dalam penelitian ini adalah :

a. Data Responden

Atribut-atribut yang termasuk kedalam data responden, antara lain:

1. Jenis kapal yang dimiliki pelanggan

(49)

3. Lama waktu menjadi pelanggan

b. Dimensi Kualitas Pelayanan

1. Tangibles (Bukti Langsung)

2. Realibility ( Keandalan)

3. Responsiveness (Daya Tanggap)

4. Assurance (Jaminan)

5. Emphaty (Empati)

3.2.2 Definisi Operasional Variabel

1. Variabel Ter ikat

Variabel Terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2008). Dalam penelitian

ini variabel yang diteliti adalah

a. Indeks Kepuasan Pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan PT. X

Merupakan bentuk presentase pelanggan yang senang terhadap

atribut-atribut jasa atau pelayanan yang diberikan oleh PT. X,

terutama pada bidang perawatan dan perbaikan kapal.

b. Tingkat Kepentingan Pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan PT.X

Perhitungan rata-rata tingkat kepentingan untuk setiap item atribut

pelanggan yang memanfaatkan pelayanan PT. X pada bidang

perawatan dan perbaikan kapal. Kemudian di gambarkan pada grafik

kartesius yang terbagi menjadi empat kuadran.

2. Variabel Bebas

(50)

(Sugiyono, 2008) , meliputi:

a. Data Responden

Atribut-atribut yang termasuk kedalam data responden, antara lain:

1. Jenis kapal yang dimiliki perusahaan pelanggan

Jenis kapal yang dilayani oleh PT. X antara lain:

a. Kapal penumpang (Ferry)

b. Kapal penumpang (Roro)

c. Kapal Cargo

d. Kapal Perang

e. Kapal Tanker

2. Jenis (Bentuk) Perusahaan Pelanggan

Jenis perusahaan pelanggan antara lain :

a. BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

b. BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)

c. Swasta.

d. Pribadi atau perseorangan.

3. Lama waktu menjadi pelanggan

Yakni lama waktu menjadi pelanggan PT. X terbagi menjadi tiga

kriteria antara lain :

a. Kurang dari 6 bulan

b. Lebih dari 6 bulan dan kurang dari 1 tahun

(51)

6. Dimensi Kualitas Pelayanan

a. Tangibles (Bukti Langsung)

Meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, sarana serta

komunikasi.

b. Realibility ( Keandalan)

Merupakan kemempuan untuk memberikan pelayanan yang

dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.

c. Responsiveness (Daya Tanggap)

Merupakan keinginan para staf untuk membantu para

pelanggan dan memberikan pelayanan yang tanggap.

d. Assurance (Jaminan)

Mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat

dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya,

resiko atau keragu-raguan.

e. Emphaty (Empati)

Merupakan kemudahan dalam melakukan hubungan,

komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memehami

kebutuhan pelanggan.

Variabel yang diukur guna mengetahui derajat kepuasan pelanggan

terhadap pelayanan jasa. Variabel yang diteliti terbentuk atau terdiri dari

atribut-atribut pengukur kualitas jasa PT. X pada bidang perawatan dan perbaikan kapal

(52)

Tabel 3.1 Tabel Atribut-Atribut Kualitas Jasa

Pada Bidang Perawatan Dan perbaikan Kapal

No. Dimensi Variabel Atribut

1. Tangibles

(Bukti Langsung)

A1 PT. X mempunyai kantor (gedung) yang

bersih dan ditata dengan rapi

A2 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

berpenampilan rapi dan Profesional

A3 PT. X mempunyai peralatan,

perlengkapan dan sarana pelayanan

docking yang modern

A4 PT. X mempunyai fasilitas (Docking,

sarana telekomunikasi) yang baik dan

memadai

2. Realibility

(Keandalan)

B1 PT. X selalu memberikan informasi

pelayanan docking yang dapat diketahui

oleh pelanggan

B2 PT. X selalu dapat memberikan

pelayanan sesuai dengan janji yang telah

ditetapkan (Planing) Pra Service

B3 PT. X dapat menyelesaikan

permasalahan (Reparasi atau perawatan

kapal) yang dihadapai pelanggan tepat

pada waktunya

B4 PT. X memberikan sistem pelayanan

docking yang selalu menguntungkan

(53)

No. Dimensi Variabel Atribut

3. Responsiveness

(Daya Tanggap)

C1 PT. X mempunyai kemampuan yang

tanggap terhadap masalah yang timbul

dalam bidang perawatan dan perbaikan

kapal

C2 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

menindak lanjuti setiap keluhan

pelanggan pada pelayanann docking.

C3 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

memberi informasi kepada pelanggan

terhadap jasa docking.

C4 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

memberikan pelayanan docking secara

D2 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

mampu memberikan jawaban pada

setiap pertanyaan pelanggan mengenai

pelayanan docking.

D3 PT. X mempunyai karyawan yang selalu

(54)

No. Dimensi Variabel Atribut

5. Emphaty

(Empati)

E1 PT. X mempunyai karyawan yang dapat

memahami kebutuhan spesifik

pelanggan dalam jasa perawatan dan

perbaikan kapal.

E2 PT. X mengkonfirmasikan permasalahan

pelayanan docking yang telah teratasi

kepada pelanggan.

E3 PT. X mempunyai customers service

yang mudah dihubungi dan

mengutamakan kepentingan pelanggan

E4 PT. X selalu bertanggung jawab

terhadap keamanan dan kenyamanan

(55)
(56)

A

Menghitung Weighting Factor (WF) atau Tingkat kepentingan (I) & Tingkat Kepuasan (P) sesuai dengan Skala yang telah ditentukan 1-5 dan Menjumlahkan nya

(57)

Penjelasan Langkah-Langkah (Flow Chart) Pemecahan Masalah

Penjelasan Flow Chart pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah

sebagi berikut:

1. Observasi Pendahuluan

Pada tahap ini dilakukan semacam studi terhadap PT. X untuk pemilihan

topik yang akan dibahas. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi

PT. X sekarang ini. Objek pendahuluan ditentukan dari observasi

pendahuluan.

2. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan ini bertujuan untuk mengumpulkan segala informasi

dan dasar-dasar teori penunjang baik berasal dari buku, jurnal, ataupun

referensi yang lain. Teori-teori pendukung yang digunakan sebagi

pemecah masalah antara lain metode CSI (Customer Satisfaction Index),

dan IPA (Importance Performance Analysis).

3. Tahap Perumusan Masalah

Setelah mengetahui kondisi PT. X maka dapat ditentukan topic

permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini. Permasalahan yang

diangkat dari penelitian ini dapat dilihat pada bab I. Perumusan masalah

dilakukan untuk merumuskan permaslahan apa yang akan diamati dan

dianalisa dalam penelitian. Permasalahan yang akan diteliti mengacu pada

latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya. Dengan rumusan

masalah yang jelas maka diharapkan pada saat melakukan penelitian baik

(58)

atau perubahan.

4. Tujuan Penelitian

Penetapan tujuan ini dimaksudkan untuk member masukan atau

rekomendasi bagi pihak manajemen sehingga perluasanya dapat berguna

bagi PT. X, perincian tujuan dapat dilihat pada bab I. Langkah ini

dilakukan untuk menentukan tujuan apa yang ingin dicapai dalam

penelitian. Penentuan tujuan penelitian ini berfungsi untuk memberikan

arahan dalam pelaksanaan penelitian secara keseluruhan. Dengan

demikian penelitian akan lebih terarah pada kerangka yang telah dibuat

sehingga tujuan dari penelitian ini benar-benar tercapai.

5. Identifikasi Variabel Penelitian

Identifikasi variabel penelitian dilakukan untuk menentukan

variabel-variabel yang akan diteliti. Penentuan variabel-variabel tersebut dapat dilakukan

dengan mengamati kondisi nyata dari objek penelitian. Dengan

mengamati objek penelitian dapat diketahui variabel-variabel yang

berpengaruh, dimana variabel penelitian tersebut disusun secara hirarki

dengan urutan atau level paling atas sampai dengan paling bawah yaitu

kualitas pelayanan, dimensi utama kualitas pelayanan dan kriteria setiap

dimensi dimana semua variabel tersebut juga sudah disetujui oleh pihak

manajemen. Selanjutnya variabel penelitian tersebut akan digunakan

sebagai acuan dalam pembuatan kuisioner yang akan disebarkan kepada

pelanggan dan pihak manajemen PT. X. Adapun variabel-variabel

(59)

6. Penyusunan Kuisioner

Dalam penelitian kuisioner digunakan sebagai alat pengumpulan data.

Kuisioner disusun dari variabel-variabel penelitian yang telah ditentukan.

Dalam penelitian ini kuisionernya terdiri dari tiga kuisioner yaitu

kuisioner identitas responden, kuisioner tingkat kepuasan pelanggan dan

Kuisioner tingkat kepentingan pelanggan terhadap pihak manajemen.

7. Penyebaran Kuisioner

Kuisioner kualitas pelayanan yang telah disusun untuk pelanggan dicoba

disebarkan untuk mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaannya mudah

dipahami oleh pelanggan. Apabila pertanyaan yang ada dalam kuisioner

sulit dimengerti dan membingungkan maka perlu diperbaiki lagi.

8. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat

pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Dengan demikian uji

validitas dapat didefinisikan sebagai ukuran seberapa kuat atau akurat alat

pengukur melakukan funsi ukurnya. Dalam hal ini bila validitas semua

variabel semakin tinggi, maka uji tersebut semakin mengenai sasarannya

dan semakin menunjukkan apa yang harus ditunjukkanya.

9. Uji Realibiltas

Realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur

dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Maksud keandalan dalam hal ini

adalah meski variabel-variabel dalam kuisioner dinyatakan pada beberapa

(60)

jauh dari rata-rata jawaban responden untuk variabel tersebut. Dengan

demikian Uji Realibilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi atau

kestabilan suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama.

10. Weighting Factor (WF)

Yaitu mengubah nilai rata-rata tingkat kepentingan (I) dan Tingkat

Kepuasan (P) sesuai dengan skala yang sudah ditentukan 1-5 serta

menjumlahkanya.

11. Weighted Score (WS)

Yaitu mengalikan antara nilai tingkat kepentingan (I) dan nilai tingkat

kepuasan (P) dari masing-masing atribut kuisioner.

12. Weighted Total (WT)

Yaitu menjumlahkan Weighted Score (WS) dari semua atribut kualitas

jasa.

13. Customers Satisfaction Index (CSI)

Dimana Customers Satisfaction Index (CSI) Weighted Total (WT) dibagi

skala maksimal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5 dikalikan

dengan Weighting Factor (WF) lalu dikalikan dengan 100%.

14. Analisis Customers Satisfaction Index (CSI)

Melakukan Analisis dari hasil yang didapat dari perhitunganyang

dilakukan sebelumnya

15. Perhitungan Rata-rata Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan

Untuk setiap item atribut dilakuka perhitungan rata-rata dimana yang

Gambar

Gambar 2.1 Tiga Jenis Pemasaran Dalam Industri Jasa
Tabel 2.1 Indeks Kepuasan Pengguna
Gambar 2.2 Pembagian Kuadran Importance-Performance Analysis
Gambar 3.1  Flow Chart Pemecahan Masalah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Metode Customer Satisfaction Index (CSI) adalah pengukuran yang diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dengan melihat tingkat

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepuasan konsumen pada warung makan soto ayam Tembaan Jember, yang diukur dengan metode customer satisfaction index

Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dalam penelitian aplikasi penerapan CSI (Customer Satisfaction Index) beserta IPA (Importance Performance Analysis) pada pelayanan

Sama-sama tidak mempunyai variable bebas dengan penelitian akan dilakukan, perbedannya jurnal peneliti ini menggunakan penerapan CSI (Customer Satisfaction Index)

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai index CSI 70,44%, yang menunjukan bahwa sebagian besar konsumen telah merasa puas terhadap pelayanan

diberikan kepada pelanggan yang lebih baik dari Perusahaan Otobus lainnya, sehingga jika pelayanan yang diberikan PO Maju Lancar dirasakan baik dan memuaskan

ANALYSIS OF CUSTOMER SATISFACTION INDEX CSI After the data testing is complete, the next step is data processing to determine how satisfied customers are with the service at the

Firdaus, Analisa Tingkat Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis Pada Pelabuhan Kempang Sepakat Pak Usman 3 Tabel