BAB I PENDAHULUAN. juga informasi dapat membantu perusahaan selangkah lebih depan dari. perusahaan lain dalam hal meningkatkan kinerjanya.

10  Download (0)

Full text

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dalam era globalisasi saat ini informasi menjadi sangat penting bagi perusahaan menurut Romney dan Stenibart (2014) informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. informasi menjadi sumber daya yang berharga bagi setiap perusahaan untuk mengetahui kondisi perusahaan baik dari segi keuangannya maupun dalam segi pengelolaannya. Sebuah sistem informasi juga sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasi perusahaan, membantu menciptakan jasa yang lebih baik dengan model bisnis yang baru pula, memungkinkan manajer menggunakan data terbaru yang didapat dari pasar untuk mengambilan keputusan dan juga informasi dapat membantu perusahaan selangkah lebih depan dari perusahaan lain dalam hal meningkatkan kinerjanya.

Menurut Sutabri (2012) sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemuan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk bisa diliat oleh pihak-pihak tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Akuntansi menurut Romney dan Stenibart (2014) adalah sebuah proses

identifikasi, pengumpulan dan penyimpanan data serta proses pengembangan ,

pengukuran dan komunikasi pada suatu perusahahaan. Pada dasarnya fungsi

akuntansi merekam semua transaksi keuangan yang terjadi secara sistematis yang

(2)

nantinya menjadi bahan informasi, semua transaksi tersebut nantinya menjadi laporan akuntansi yang berguna bagi perusahaan maupun lembaga keuangan. Karena dengan adanya informasi yang jelas, perusahaan maupun lembaga keuangan bisa mengambil keputusan kedepannya.

Dari kesimpulan diatas sistem informasi akuntansi adalah kumpulan dari sumber-sumber seperti dokumen yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya kepada para pembuat keputusan yang bertujuan untuk menyediakan informasi bagi lembaga keuangan atau perusahaan dalam pengelolaannya, mengambil keputusan manajemen, mendukung kegiatan dan membantu pekerjaan operasional agar lebih efektif dan efisien. Salah satu lembaga keuangan yang membutuhkannya yaitu koperasi.

Menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992 pasal 1 ayat 1 tentang perkoperasian, koperasi adalah suatu badan usaha yang beranggotakan masyarakat atau badan hukum koperasi yang kegiatannya berlandaskan prinsip-prinsip koperasi dan juga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan sedangkan menurut Schaars dalam Subandi (2010), koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau atas dasar biaya. Berdasarkan jenis usahanya ada berbagai macam bentuk koperasi di Indonesia, salah satunya yaitu Koperasi Unit Desa (KUD).

Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan bentuk badan usaha yang sangat tepat

untuk didirikan di wilayah perdesaan karena wilayah perdesaan. Koperasi Unit Desa

(KUD) juga bisa memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk memperoleh

(3)

pinjaman dengan persyaratan mudah dan bunga yang relatif ringan. Koperasi Unit Desa (KUD) juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak terlibat dalam hutang rentenir dengan cara meningkatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang atau pemberian kredit dengan bunga serendah-rendahnya. Koperasi Unit Desa (KUD) juga menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya. Sebagai lembaga keuangan bukan bank, koperasi berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman atau kredit.

Kredit merupakan salah satu sarana yang digunakan masyarakat dalam upaya

untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin bertambah walaupun

kemampuan untuk memenuhinya terbatas, hal ini terjadi karena desakan ekonomi

yang semakin hari semakin banyak, sehingga fasilitas kredit yang diberikan koperasi

unit desa sangat berperan penting dalam membantu kehidupan masyarakat khususnya

masyarakat kelas bawah. Kata kredit berasal dari bahasa latin yaitu Credere yang

artinya kepercayaan. Maksudnya bagi pemberi kredit adalah percaya kepada

penerima kredit bahwa kredit yang disalurkan pasti dikembalikan sesuai dengan

perjanjian. Sedangkan bagi penerima kredit pmempunyai kewajiban membayar

sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Untuk meyakinkan calon nasabah benar-

benar dapat dipercaya maka harus menganalisa terlebih dahulu, yang mencakup latar

belakang nasabah, prospek usahanya, jaminan yang diberikan serta faktor-faktor

pendukung lainnya. Tujuan analisis ini untuk meyakinkan bahwa kredit yang

diberikan benar-benar aman, sehingga bisa memperlancar proses pemberian kredit

dan mencegah terjadinya kredit macet.

(4)

Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang digunakan pada setiap perusahaan, sistem informasi akuntansi yang menjadi patokan setiap manajemen dalam memutuskan sesuatu tekait dengan kegiatan usahanya, salah satu kegiatannya pada koperasi adalah kegiatan operasional antara lain kegiatan pemberian kredit kepada calon nasabah. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang baik dalam pemrosesan data-data dari pemberian kredit, hingga data-data pemberian kredit tersebut akan membentuk suatu sistem informasi akuntansi pemberian kredit. Tidak terkecuali pada Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi Unit Desa (KUD) tentunya membutuhkan sistem informasi akuntansi yang baik guna mempertahankan perusahaanya.

Sistem informasi akuntansi pemberian kredit memegang peranan penting dalam menunjang aktivitas kelancaran usaha dan kelangsungan hidup koperasi kredit. Menurut Cushing yang diterjemahkan oleh Kosasih (2007) mengungkapkan unsur-unsur sistem informasi akuntansi meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), alat, catatan, laporan, formulir dan prosedur. Sistem informasi akuntansi yang telah memenuhi unsur-unsur tersebut diharapkan dalam pelaksanaan pemberian kredit mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan koperasi kredit dan juga dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak tepat sehingga kegiatan perkreditan dapat terus meningkat.

Koperasi Unit Desa Karya Mina Kota Tegal merupakan koperasi yang

terletak di lingkungan masyarakat pesisir pantai utara Pulau Jawa yang didirikan

dengan berorientasi pada kebutuhan anggota dan masyarakat. Sebagian besar

anggotanya adalah nelayan yang berada di wilayah Tegal dan merupakan tempat

(5)

untuk para nelayan untuk mengatur kegiatan nelayan dengan tujuan dapat memberikan kesejahterahaan bagi masyarakat khususnya nelayan. Banyak unit usaha yang didirikan oleh Koperasi Unit Desa Karya Mina seperti unit PPOP (payment point online banking) dan Fotokopi mina karya, unit apotek mina karya, Unit SPBM

dan SPBB, jasa sewa seperti sewa aula dan docking kapal dan yang terakhir Unit Simpan Pinjam Karya Mina yang memberikan kredit pada nasabah.

Unit Simpan Pinjam Karya Mina menjadi salah satu lembaga keuangan yang

sangat membantu masyarakat desa khususnya yang tinggal di sekitar koperasi

tersebut.Unit Simpan Pinjam Karya Mina berfungsi memberikan kredit kepada

anggota koperasi dan masyarakat dengan tujuan dapat membantu dalam

kesejahteraan hidup masyarakat terutama anggotanya karena pusat pendapatan Unit

Simpan Pinjam Karya Mina didapat dari pemberian kredit. Sistem informasi

akuntansi diterapkan pada prosedur pemberian kredit kepada nasabah karena setiap

hari Unit Simpan Pinjam Karya Mina menerima pengajuan kredit dan merealisasi

permohonan kredit kepada nasabah jadi dengan diterapkanya sistem informasi

akuntansi pemberian kredit Unit Simpan Pinjam Karya Mina bisa memaksimalkan

kinerjanya. Akan tetapi masih banyak masalah-masalah yang terjadi setiap

pemberian kredit yang diajukan. Pada tahun 2012-2013 realisasi pinjaman yang

diberikan setiap tahun mengalami peningkatan. akan tetapi pada tahun 2013-2015

realisasi pemberian kredit mengalami penurunan. Pada tahun 2013 tingkat perputaran

piutang yang terjadi sebesar 10,21 kali sedangkan pada tahun 2014 tingkat

perputaran piutang yang terjadi pada Unit Simpan Pinjam Karya Mina menurun

drastis sebesar 7,22 kali sedangkan pada tahun 2015 tingkat perputaran piutang tetap

(6)

menurun sebesar 6,48 kali. Angka tersebut didapat dari pendapatan kredit yang diperoleh dibagi piutang rata-rata. Dari hasil wawancara dan analisa laporan keuangan menunjukkan adanya masalah terkait dengan sistem dan prosedur pemberian kredit sehingga ada penurunana dalam realisasi pengajuan pemberian kredit.

Sistem informasi akuntansi dibuat untuk memudahkan manajemen untuk menjalankan setiap kegiatan operasional seperti halnya pada Unit Simpan Pinjam Karya Mina, yang menerapkan sistem informasi akuntansi pada kegiatan operasionalnya. Sebaik apapun suatu sistem dan prosedur pemberian kredit yang dijalankan dalam suatu lembaga keuangan tanpa adanya pengendalian internal yang baik maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan baik dari internal maupun eksternal. Maka dari itu pengendalian internal yang baik berperan penting dalam sistem dan prosedur yang sedang berjalan.

Penelitian mengenai sistem informasi akuntansi pemberian kredit sudah

banyak dilakukan seperti penelitian yang dilakukan oleh Winduri dan Sulistyo

(2016) yang dilakukan di Credit Union (CU) di Sawiran Kepanjen menunjukkan

bahwa sistem informasi akuntansi pemberian kredit yang ada pada Credit Union

belum baik, hal tersebut didapat dari masih banyak karyawan yang belum sesuai

kualitas dan tanggungjawabnya karena dalam perekrutkan karyawan, masih banyak

karyawan yang pendidikan rata-ratanya masih belum memenuhi dan belum begitu

ahli. Formulir yang digunakan dalam pemberian kredit juga masih kurang baik

karena belum mencantumkan nomor urut yang tercetak pada setiap formulir dan

tidak ada surat kuasa menjual.

(7)

Penelitian yang dilakukan oleh Febryanty (2012) yang dilakukan di PT. BPR Buson Jansurya. Bahwa sistem informasi akuntansi yang diterapkan dalam prosedur pengajuan dan pemberian persetujuan kredit telah memadai dan telah menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh bagian pemberian kredit, tahap-tahap prosedur pemberian kredit yang diterapkan juga telah sesuai dengan prosedur akan terapi sering terjadi penundaan pelayanan transaksi terhadap nasabah yang disebabkan oleh gangguan dalam program Teknologi Sistem Informasi (TSI).

Penelitian yang dilakukan oleh Salim (2015) yang dilakukan di PT. Bank Bukopin Manado menjelaskan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi sudah berusaha menjalankan semua prosedur dengan baik, dan juga telah mempersiapkan langkah atau prosedur selanjutnya jika terjadi kredit macet.

Penelitian yang dilakukan oleh Miradewi dan kawan-kawan (2014) yang dilakukan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Kantor Cabang Sepirit bahwa Sistem Pengendalian Internal yang berjalan sudah baik dan memadai, sudah ada pemisahan tugas dan tanggungjawab dalam struktur organisasinya, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik dan praktek yang sehat dalam menjalankan fungsi tiap unit organisasi.

Penelitian ini merupakan replika dari Winduri dan Sulistyo (2016) Analisis

Sistem Informasi Akuntansi Pemberian Kredit Untuk Meningkatkan Perkreditan

pada Credit Union (CU) Sawiran Kepanjen. Persamaan penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya adalah mengevaluasi sistem informasi akuntansi pemberian

kredit. Sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitian dan periode

penelitian. Jika penelitian sebelumnya yang dilakukan Winduri dan Sulistyo (2016)

(8)

objek yang digunakan Credit Union (CU) Sawiran Kepanjen pada tahun 2016, sedangkan penelitian sekarang objek yang digunakan di Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mina Kota Tegal pada tahun 2017.

. Dengan memperhatikan penelitian terdahulu, penulis tertarik mereplika dan bermaksud untuk melakukan penelitian tentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi pemberian kredit pada Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mina Kota Tegal, dengan judul “EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA KUD KARYA MINA DI KOTA TEGAL”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah di dalam penelitian ini yaitu apakah Sistem Informasi Akuntansi pemberian kredit di Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mina Tegal sudah berjalan efektif ? 1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kefektifan sistem informasi akuntansi pemberian kredit yang sedang berjalan pada Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mina Tegal.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi KUD Karya Mina Tegal

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dan bahan pertimbangan dalam usaha perbaikan sistem informasi akuntansi pemberian kredit yang lebih baik.

2. Bagi Peneliti

(9)

Manfaat dari penelitian ini bagi peneliti adalah untuk menambah pemahaman, pengetahuan dan pengalaman atas praktik atau teori yang diperoleh dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi pemberian kredit yang ada pada KUD Karya Mina Tegal.

3. Bagi Akademik

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan ilmu dalam bidang akuntansi khususnya dalam sub bidang sistem informasi akuntansi pemberian kredit.

1.5 Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun dalam sistematika penulisan dengan lima bab untuk memudahkan pemahaman isi/maksud penelitian dan memudahkan penulisan pelaporan hasilnya, adapun rincian bagian-bagian ini diuraikan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN

Bab ini akan membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini akan membahas mengenai teori-teori yang digunakan yang berhubungan dengan topik yang akan diteliti, mencakup teori mengenai sistem informasi akuntansi pemberian kredit.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini akan membahas mengenai ruang lingkup penelitian, jenis dan sumber daya, metode pengumpulan data serta metode analisis.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(10)

Bab ini akan membahas tentang data penelitian, hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian yang akan dilakukan.

BAB V PENUTUP

Bab ini akan berisi tentang kesimpulan dari hasil analisis data, keterbatasan

penelitian serta saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Koperasi Unit Desa

Karya Mina Tegal.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in