LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNGGULAN UNIVERSITAS LAMPUNG

DIVERSIFIKASI PRODUK SAPI PERAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK DI DESA AIR KUBANG KECAMATAN AIR

NANINGAN KABUPATEN TANGGAMUS

TIM PENGUSUL

Dedy Yuliawan, S.E., M.Si. / SINTA ID 6719681 Dr. Veronica Wanniatie, S.Pt., M.Si / SINTA ID 6153995

Moneyzar Usman, S.E., M.Si. / SINTA ID 6682160

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG 2021

(2)
(3)

DAFTAR ISI

ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

Analisis situasi ... 2

Permasalahan Mitra ... 2

Tujuan Kegiatan ... 2

Manfaat Kegiatan ... 3

BAB 2. SOLUSI DAN TARGET LUARAN ... 3

Solusi Permasalahan ... 4

Target Luaran ... 4

Tinjauan Pustaka ... 4

BAB 3 METODE PELAKSANAAN ... 5

Metode dan Tahapan Kegiatan ... 7

Deskripsi Kegiatan ... 7

Prosedur Kerja ... 7

Pihak yang Terlibat ... 7

Partisipasi Mitra ... 8

Evaluasi Pelaksanaan dan Keberlanjutan Program ... 8

BAB 4 PERSONALIA PENGUSUL DAN KEAHLIAN... 8

BAB 5 RENCANA ANGGARAN BELANJA DAN JADWAL PELAKSANAAN .. 10

Jadwal Pelaksanaan ... 11

BAB 6 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 15

Kegiatan Penyuluhan ... 16

Strategi Pemasaran Susu Fermentasi (Kefir) ... 18

Pengolahan Susu ... 19

Teknik Pengemasan dan Pelabelan Produk Fermentasi (Kefir) ... 20

Kegiatan Demonstrasi ... 22

Evaluasi Kegiatan ... 23

BAB 7 KESIMPULAN ... 25

DAFTAR PUSTAKA ... 26 Lampiran 1 Kuisioner Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Lampiran 2. Bahan Presentasi Penyuluhan pada Pengabdian kepada Masyarakat Lampiran 3. Peta Lokasi kegiatan Pengabdian

(4)

RINGKASAN

Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan, status sosial ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat, maka kesadaran pola hidup sehat masyarakat serta kepedulian akan masalah kesehatan meningkat. Susu sapi merupakan salah satu bahan pangan mengandung nilai gizi yang diharapkan dapat meningkatan kesehatan masyarakat.

Di Provinsi Lampung, salah satu daerah yang dikembangkan peternakan sapi perah adalah di Kabupaten Tanggamus. Peternakan sapi perah di kabupaten Tanggamus, dikembangkan berdasarkan kebijakan pemerintah daerah Provinsi Lampung di daerah kecamatan Gisting dan Air Naningan. Hal ini dikarekan kondisi dan tofografi mendukung untuk dikembangkannya budidaya peternakan sapi perah. Saat ini produksi susu sapi di kabupaten Tanggamus ±190 liter/hari. Peternak saat ini hanya menjual susu segar. Sentuhan teknologi yang tepat guna dalam pengolahan susu dan strategi pemasaran yang baik dibutuhkan oleh peternak sapi perah di Kabupaten Tanggamus. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Lampung, telah memberikan penyuluhan mengenai pemasaran produk kefir, pengolahan susu fermentasi (kefir), dan teknologi pengemasan dan pemberian label pada produk susu fermentasi (kefir). Selain itu juga dilakukan demontrasi pembuatan susu fermentasi (kefir) dan pemberian label/merek pada produk susu fermentasi (kefir). Hasil PKM Unggulan ini dipublikasikan di Sinergi LPPM Unila, submit di Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (Sinta 3) dan disemimarkan di seminar LPPM Unila.

Kata kunci: diseminasi susu, kefir, pemasaran

(5)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

Analisis situasi

Sapi perah yang dipelihara di Desa Air Kubang merupakan bangsa Frisian Holtein (FH) dan mempunyai populasi 35 ekor. Sapi perah ini berasal dari Australia yang merupakan bantuan dari Dinas Peternakan Kabupaten Tanggamus kepada Kelompok Ternak Neang Mukti. Sapi perah ini awalnya hanya berjumlah 25 ekor dan dalam waktu 1,5 tahun telah berjumlah 35 ekor. Mengingat pentingnya sapi perah tersebut terhadap kelangsungan hidup para petani di desa Air Kubang, maka perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai diseminasi produk susu olahan melalui teknologi pembuatan kefir menjadi susu fermentasi dan kosmetik, serta strategi peningkatan pendapatan sapi perah.

Gambar 1. Kondisi peternakan sapi perah di Desa Air Kubang

Permasalahan Mitra

Program pengembangan ternak sapi di Desa Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus membuka peluang untuk melakukan transformasi secara bertahap dari usaha ternak tradisional skala sambilan menuju usaha ternak skala komersial.

Pengembangan industri peternakan sapi di Kabupaten Tanggamus sangat sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Provinsi Lampung, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyediaan peluang usaha di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanggulangan kemiskinan.

Kelompok Ternak Neang Mukti merupakan salah satu peternakan rakyat yang membudidayakan sapi perah. Sistem manajemen pemeliharaan yang sudah baik akan

(6)

2 menghasilkan produksi susu sapi yang meningkat. Produksi susu sapi yang tinggi, bila tidak diikuti dengan diseminasi atau teknologi pengolahan yang tepat akan menyebabkan produk susu mengalami kesulitan dalam pemasarannya.

Tujuan Kegiatan

Pengabdian ini bertujuan untuk:

1. Melakukan diversifikasi hasil susu sapi melalui penerapan teknologi fermentasi susu sapi menggunakan kombinasi starter bakteri yang berbeda sehingga menghasilkan produk susu fermentasi dan kosmestik

2. Melakukan penerapan strategi pemasaran susu fermentasi dan kosmetik tepat sasaran, yaitu melakukan branding produk dan pemasaran online.

Manfaat Kegiatan

Manfaat kegiatan ini adalah:

1. Peternak memahami bagaimana melakukan diversifikasi hasil produk susu sapi sehingga produk dapat bertahan lama dan variasi jenis produk dapat diterima oleh konsumen.

2. Meningkatkan nilai tambah (value added) terhadap produksi susu sapi bukan hanya akan meningkatkan pendapatan peternak tetapi juga akan menyerap banyak tenaga kerja.

Khalayak sasaran yang menjadi target dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peternak, perwakilan pemuda/karang taruna, tokoh masyarakat, serta ketua kelompok ternak. Khalayak sasaran tersebut dipilih karena mereka diharapkan bisa langsung menerapkan materi yang diberikan dan atau menyebarkanluaskan informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang didapat kepada masyarakat disekitarnya.

(7)

3 BAB 2 SOLUSI DAN TARGET LUARAN

Solusi Permasalahan

Terkait dengan rencana program pengolahan susu dan strategi pemasaran yang tepat bagi produk olahan susu sapi di Desa Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Tim Pengabdian Universitas Lampung telah melakukan pengkajian awal terhadap potensi pengolahan susu dan strategi pemasaran yang tepat bagi produk olahan susu sapi dengan mitra kelompok tani, yaitu dengan Kelompok Ternak Neang Mukti.

Pengkajian dilakukan pada bulan Januari 2021. Pengkajian dilakukan pada bulan Januari 2021. Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok tani dan pengamatan lapang, terdapat beberapa sebagai permasalahan yang diprioritaskan untuk ditangani bersama. Solusi permasalahan tersebut meliputi:

Tabel 1. Solusi penyelesaian masalah

No. Situasi sekarang Perlakuan Situasi yang Diinginkan 1 Peternak belum mampu

mengolah susu menjasi produk olahan susu sehingga susu dijual langsung susu ke

konsumen atau pedagang pengumpul, sehingga peternak tidak

mendapatkan nilai tambah dari produk yang

dihasilkan

Diversifikasi produk olahan susu sapi dengan menerapkan teknologi fermentasi susu dengan hasil produk berupa kefir yang merupakan minuman susu fermentasi dan kosmetik (masker).

Peternak mengetahui dan memahami mengetahui segala aspek mengenai teknologi pengolahan susu dan pengemasan produk agar peternak mendapatkan nilai tambah tersebut.

2 Peternak belum mampu memasarkan susu secara luas karena susu yang dijual merupakan susu segar, belum diolah secara benar sehingga terkendala

Strategi pemasaran produk hasil diseminasi yang sudah dikemas sesuai dengan standar keamanan pangan,

Peternak mengetahui, memahami dan mampu memasarkan produksinya sendiri karenanya

diperlukan diseminasi produksi susu yang dapat

(8)

4 dengan susu yang mudah

rusak

dan memiliki Nomor Ijin Dagang.

bertahan lama dan memiliki nilai jual.

Rencana Capaian Luaran

Luaran wajib kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu:

a. Laporan Akhir Pengabdian kepada masyarakat b. Laporan Penggunaan Anggaran (Keuangan).

c. Satu artikel ilmiah yang telah berstatus accepted di Jurnal Pengabdian Masyarakat Kepada Masyarakat UGM (SINTA 3)

d. Satu artikel yang dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah yang diselenggarakan LPPM Unila.

e. Video Kegiatan (durasi 2-5 menit).

Luaran tambahan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah:

a. HKI yang berpotensi paten.

Selain luaran wajib dan tambahan pada kegiatan PKMU ini, terdapat rencana capaian luaran kegiatan pengabdian ini disajikan pada Tabel 2

Tabel 2. Rencana Target Capaian Luaran

No Jenis Luaran Indikator Capaian

Luaran Wajib

1 Publikasi ilmiah jurnal ber ISSN/Prosiding ber ISBN

Accepted/published

2 Publikasi pada media cetak/online/repository PT Proses editing/sudah terbit 3 Peningkatan daya saing (peningkatan kualitas,

kuantitas, serta nilai tambah barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya)

Produk

4 Peningkatan penerapan iptek di masyarakat (mekanisasi, IT, dan manajemen)

Besar peningkatan

5 Perbaikan tata nilai masyarakat (seni budaya, social, politik, keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan)

Tidak ada

(9)

5 Luaran Tambahan

1 Publikasi di Jurnal Internasional Tidak ada 2 Jasa, rekayasa sosial, metode atau sistem,

produk/barang

Produk

3 Inovasi baru/TTG Penerapan

4 Hak kekayaan intektual (Paten, Paten sederhana, Hak Cipta, Merek Dagang, Desain produk Industri, Perlindungan varietas tanaman, Perlindungan desain tofografi sirkuit terpadu

Tidak ada

5 Buku ber ISBN Tidak ada

Keterangan:

1) Isi dengan belum/tidak ada, draf, submitted, reviewed, atau accepted/published 2) Isi dengan belum/tidak ada, draf, proses editing/sudah terbit

3) Isi dengan belum/tidak ada, produk, penerapan, besar peningkatan 4) Isi dengan belum/tidak ada, draf, terdaftar atau sudah dilaksanakan 5) Isi dengan belum/tidak ada, draf, produk, penerapan

6) Isi dengan belum/tidak ada, draf, atau terdaftar/granted

Tinjauan Pustaka

Susu memiliki nilai gizi yang sangat baik, namun tidak semua orang dapat menikmati susu dengan tanpa masalah. Bagi beberapa orang, susu dapat menyebabkan terjadinya lactose intolerance dan protein intolerance. Permasalahan lain yang ada pada susu sapi segar adalah sangat mudah rusak. Maka diperlukan teknik pengolahan. Salah satu upaya pengolahan susu yang sangat prospektif adalah dengan fermentasi susu. Salah satu produk olahan hasil fermentasi susu adalah kefir. Kefir adalah produk fermentasi susu yang mempunyai rasa khas (asam dan beralkohol) dan belum banyak dikenal di masyarakat, namun kefir mempunyai beberapa manfaat diantaranya sebagai probiotik yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan, karena bakteri asam laktat memproduksi senyawa antimikroba, antara lain bakteriosin, hidrogen peroksida, dan berbagai antibiotik (Yusriyah & Agustini, 2014).

(10)

6 Kefir merupakan salah satu jenis susu fermentasi yang dibuat dengan menggunakan strarter granula kefir. Kefir memiliki kekentalan seperti krim serta mempunyai rasa asam dan beralkohol. Cara pembuatannya adalah dengan fermentasi susu segar dari sapi, kambing atau domba dengan kultur kefir (kefir grain yaitu koloni bakteri bersimbiotik bersama-sama dengan unsur lain membentuk jaringan padat) yang terdiri dari bakteri asam laktat dan yeast, antara lain Streptococcus, Lactobacillus sp., dan jenis yeast yang menfermentasi laktosa. Bahan baku yang sudah lazim digunakan dalam pembuatan kefir adalah susu segar utuh (whole milk) atau susu skim. Perlakuan tingkat penambahan konsentrasi kefir grain dan lamanya inkubasi diharapkan dapat menghasilkan jumlah mikroba yang dapat mencukupi kebutuhan probiotik dalam tubuh, jumlah mikroba yang dihasilkan diharpkan dapat mempengaruhi kekentalan kefir dan menghasilkan tingkat kesukaan yang diterima oleh konsumen (Safitri dan Swarastuti, 2011; Aristya, et al., 2013).

Peta Jalan (Road Map) Pengabdian

Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan peta jalan (road map) penelitian dan pengabdian yang telah diselesaikan pada tahun sebelumnya. Adapun peta jalan (road map) penelitian dan pengabdian disajikan pada Gambar 2.

Gambar 2 Peta jalan (road map) pengabdian

(11)

7 BAB 3 METODE PELAKSANAAN

Metode dan Tahapan Kegiatan

Kegiatan survey dilakukan sebelum program PKM Unggulan berjalan. Survei memiliki tujuan untuk mengidentifikasi tempat dan keadaan masyarakat sasaran. yang merupakan interaksi awal terhadap masyarakat calon mitra untuk mendapatkan data informasi serta kendala yang dihadapi oleh calon kelompok mitra. Melalui diskusi digali masalah- masalah yang ada dalam pemeliharaan ternak sapi pada calon mitra, yang kemudian bersama-sama dengan calon mitra merumuskan masalah yang ingin dicobaselesaikan melalui program PKMU. Pemilihan masalah didasarkan pada prioritas dan nilai strategisnya di dalam menentukan keberhasilan program di kemudian hari. Selanjutnya kegiatan survei ini juga menjadi sarana sosialisasi tentang kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode:

a. Diseminasi meliputi kegiatan penyuluhan, diskusi dan demonstrasi sesuai dengan topik yang diberikan (pengolahan susu menjadi kefir sebagai minuman susu fermentasi dan masker).

b. Teori strategi pemasaran susu olahan secara online

Materi yang disampaikan pada kegiatan penyuluhan sebagai bahan diskusi meliputi:

1. Modul 1 tentang pengolahan susu menjadi kefir sebagai minuman susu fermentasi dan masker

2. Modul 2 tentang strategi pemasaran susu olahan secara online

Keseluruhan tujuan kegiatan pengabdian ini dapat diukur dengan adanya pemberian kuesioner yang diisi oleh anggota kelompok ternak di Desa Air Kubang pada sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pengabdian dilakukan.

Deskripsi Kegiatan

Tahapan penyuluhan meliputi persiapan materi, persiapan bahan dan peralatan yang akan digunakan saat pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan dilaksanakan dengan

(12)

8 mengedepankan metode sharing informasi dengan masyarakat mitra binaan. Peserta nantinya akan dituntun untuk mengenal dan pengolahan produk susu menjadi produk olahan minuman susu fermentasi dan produk kosmetik (masker kefir). Disamping itu juga diberikan contoh (case study) dengan cara meminta peserta untuk menganalisis permasalahan-permasalahan menyangkut pengolahan dan aspek kewirausahaan dari susu sapi.

Prosedur Kerja

Pelatihan dan Demonstrasi

Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif agar proses transfer pengetahuan lebih efektif. Secara khusus metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi:

a. Pelatihan diseminasi melalui pengolahan susu menjadi produk susu fermentasi (kefir) dalam bentuk minuman dan produk kosmetik

b. Demontrasi pengolahan susu menjadi produk susu fermentasi (kefir) dalam bentuk minuman dan produk kosmetik

Pemberian Paket Teknologi

Berdasarkan hasil diskusi dengan calon mitra (Januari 2021) diperoleh informasi bahwa kendala peningkatan nilai jual susu sapi dikarenakan susu hanya dijual dalam bentuk susu segar sehingga nilai jual dan tingkat lama simpan susu yang cepat karena susu mengalami kerusakan. Hal ini berdampak terhadap sulitnya dalam proes penjualan terhadap konsumen oleh karena itu paket teknologi yang diberikan adalah:

a. Alat pengolahan susu, seperangkat alat pasterisasi dan alat pengemas susu.

b. Starter kefir grain dan teknologi pengolahan susu menjadi minuman fermentasi (kefir) dan produk kosmetik (masker)

(13)

9 Gambar 3. Kondisi peternakan sapi perah dan penyimpanan susu

Pihak yang Terlibat

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Unila akan melibatkan mitra binaan yaitu Kelompok Tani Neang Mukti yang berlokasi di Desa Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus.

Partisipasi Mitra

Mitra PKM Unggulan Unila ini akan berpartisipasi dalam penyediaan sebagian alat-alat yang digunakan dalam proses transfer teknologi pengolahan susu, seperti seperangkat alat yang digunakan dalam proses pemerah susu (Milking machine) dan proses pengolahan susu.

Evaluasi Pelaksanaan dan Keberlanjutan Program

Untuk menilai keberhasilan program PKM Unggulan yang dilaksanakan nantinya, kami akan melakukan evaluasi secara berkala (bulanan) terhadap kinerja tim dan keberhasilan program. Parameter digunakan dalam mengevaluasi pengabdian kepada masyarakat unggulan ini adalah:

a. Evaluasi Penyuluhan dilakukan menggunakan angket/kuisioner untuk melihat keberhasilan program, tujuannya adalah mengetahui seberapa jauh peserta pelatihan (mitra) dapat menguasai pengolahan susu.

b. Proses pelatihan dan demonstrasi dapat dievaluasi dari tingkat keseriusan peserta pelatihan dalam mengikuti kegiatan, juga dievaluasi dari peningkatan produk susu olahan yaitu minuman susu fermentasi dan produk kosmetik (kefir).

(14)

10 BAB 4 PERSONALIA PENGUSUL DAN KEAHLIAN

Jenis kepakaran yang diperlukan

Permasalahan yang ada di Desa Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus haruslah diberikan solusi yang tepat. Solusi-solusi diberikan oleh tim dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, sesuai dengan kepakaran yang dimiliki dan sesuai kebutuhan mitra (Tabel 3).

Tabel 3. Permasalahan dan kepakaran yang dibutuhkan

No. Permasalahan Kepakaran yang

dibutuhkan

Tim Ahli

1. Peternak belum mampu memasarkan susu secara luas karena susu yang dijual merupakan susu segar, belum diolah secara benar sehingga terkendala dengan susu yang mudah rusak

Keahlian strategi pemasaran produk

Dedy Yuliawan, S.E., M.Si.

2. Peternak belum mampu mengolah susu menjadi produk olahan susu sehingga susu dijual langsung susu ke konsumen atau pedagang pengumpul, sehingga peternak tidak mendapatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan

Keahlian teknologi pengolahan susu

Dr. Veronica Wanniatie, S.Pt.,

M.Si.

3. Peternak belum mampu mengemas (packaging) dan memberi merk (labeling) produk susu

Keahlian teknis pengemasan

Moneyzar Usman, S.E., M.Si.

(15)

11 Nama Tim Pengabdian/Pelaksana dan Pembagian Tugas

Susunan organisasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dan uraian pembagian tugas disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Susunan Nama Tim, Kepakaran dan Pembagian Tugas

No Nama Bidang

Keahlian

Program Studi

Alokasi Waktu (jam/mi nggu)

Uraian Tugas

1. Dedy Yuliawan, S.E., M.Si

Ekonomi Regional dan Pedesaan

Ekonomi Pembangunan

16 a.Mengkoordinasik an tim

pengabdian b. Membuat jadwal

kerja tim pengabdian c. Survei lokasi d. Membuat

rencana

pemasaran hasil produk

e. Monitoring mahasiswa dan staf yang terlibat dalam penelitian f. Membuat laporan

keuangan penelitian g.Membuat

presentasi hasil penelitian

(16)

12 2. Dr. Veronica

Wanniatie, S.Pt., M.Si

Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Teknologi Hasil Ternak

Peternakan 10 a. Survey lokasi b. Mempersiapkan

alat dan bahan pengabdian c. Membuat susu

fermentasi (kefir, yogurt) dan masker kefir d. Monitoning

proses pengabdian e. Analisis

kualitatif data pengabdian f. Membuat

publikasi artikel ilmiah

3 Moneyzar Usman, S.E., M.Si

Ekonomi Publik

Ekonomi Pembangunan

10 a.. Survei lokasi b. Membuat

rencana

pemasaran hasil produk

(packaging dan labeling) c. Monitoring

mahasiswa dan staf yang terlibat dalam penelitian d. Membuat

laporan keuangan penelitian

(17)

13 BAB 5 JADWAL PELAKSANAAN

Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan pengabdian ini disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Jadwal pelaksanaan

No Jenis Kegiatan Bulan ke-

1 2 3 4 5 6 1. Survey lokasi pengambilan sampel

2. Penyuluhan

3. Demontrasi pembuatan olahan susu (Susu fermentasi)

4. Evaluasi penerapan teknologi 5. Penulisan makalah dan publikasi

(18)

14 BAB 6 HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian Diversifikasi Produk Sapi Perah Untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak di Desa Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus telah dilaksanakan sesuai jadwal (Gambar 3). Kegiatan ini berupa diseminasi meliputi kegiatan penyuluhan, diskusi dan demonstrasi sesuai dengan topik yang diberikan yaitu pemasaran produk diversifikasi susu sapi (kefir), pengolahan susu sapi menjadi minuman kefir, dan pembuatan label pada produk minuman kefir. Evaluasi dilaksanakan dalam dua tahap yaitu evaluasi awal dan evaluasi akhir atas kegiatan yang dilaksanakan.

Gambar 3. Tim Pengandian kepada Masyarakat LP3M Unila, mahasiswa dan anggota Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten

Tanggamus

Evaluasi awal dilaksanakan dengan metode diskusi dengan anggota kelompok tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus untuk mengetahui permasalahan utama pada kelompok ternak. Hasil diskusi dengan kelompok tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus diketahui bahwa kelompok ternak ini mengalami kesulitan dalam menjual sapi susu segar

(19)

15 pada saat pandemi Covid-19. Hal ini menjadi peluang bagi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung untuk dapat memberikan pendampingan dengan cara memberikan penyuluhan dan demontrasi mengenai diversifikasi khususnya pengolahan susu sapi menjadi produk fermentasi yang mempunyai masa simpan yang lebih panjang, pemasaran hasil produk diversifikasi dan membuat produk diversifikasi menjadi lebih menarik dengan memberi label yang bagus sehingga mudah untuk dipasarkan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan diskusi dan penyuluhan diversifikasi produk susu sapi dilaksanakan pada tanggal 01 Juni 2021. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dengan anggota kelompok ternak serta pengisian kuisioner oleh anggota kelompok ternak sebelum (pre test) penyuluhan dan setelah (post test) penyuluhan sehingga dapat diketahui permasalahan utama dalam masalah diversifikasi susu sapi. Sebanyak 5 anggota kelompok ternak hadir dalam kegiatan penyuluhan.

Kegiatan dimulai pada pukul 10.30 WIB hingga 14.30 WIB. Kegiatan penyuluhan langsung dilakukan dengan anggota kelompok oleh tim pengabdian (Dedy Yuliawan, S.E., M.Si., Dr. Veronica Wanniatie, S.Pt., M.Si., dan Monerzar Usman, S.E., M.Si.) mengenai strategi pemasaran produk olahan susu, pengolahan susu fermentasi (Kefir), dan pengemasan dan pelabelan produk olahan susu (Kefir). Setelah pelaksanaan penyuluhan, kegiatan demontrasi dilanjutkan pada tanggal 28 September 2021 berupa praktik pembuatan kefir, pengemasan dan pemberikan label. Kegiatan ini terus berlangsung sampai akhir batas akhir masa PkM dalam hal pembuatan susu fermentasi (kefir) dan pemasarannya.

Kegiatan Penyuluhan

Sebelum penyuluhan dilaksanakan, tim pengabdian melakukan survei (Gambar 3) terlebih dahulu pada tanggal 01 Juni 2021 untuk melihat kondisi peternakan sapi perah yaitu kandang, ruang pengolahan susu dan jumlah produksi susu serta pemasaran susu yang sudah dilakukan (Gambar 4).

(20)

16 Gambar 4. Survei lokasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

Berdasarkan hasil survei awal, disepakati bahwa penyuluhan yang akan dilaksanakan dengan materi strategi pemasaran susu olahan (kefir), pengolahan susu fermentasi (kefir), dan teknik pengemasan (packaging) dan pemberian merk (labeling) produk kefir dilakukan dengan cara memberikan materi kepada anggota kelompok ternak tanpa bertemu langsung/tatap muka. Hal ini dikarenakan kondisi tidak kondusif karena masih tingginya kasus Covid-19 di Desa Air Naningan. Sebelum diberikan materi penyuluhan, anggota kelompok ternak diberikan kuisioner mengenai pengetahuan tentang pemasaran susu olahan (kefir), pengolahan susu fermentasi (kefir), dan teknik pengemasan (packaging) dan pemberian merk (labeling) produk kefir.

Gambar 5. Kondisi ruang pengolahan susu di Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

Strategi Pemasaran Susu Fermentasi Susu (Kefir)

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan,

(21)

17 menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Nitisemito (1983) menyatakan bahwa pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen secara efisien untuk menciptakan permintaan efektif. Kotler (1997) menyatakan pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah: faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat, faktor makro, yaitu demografi ekonomi, politik hukum, teknologi fisik dan sosial budaya.

Strategi pemasaran dari sudut pandang penjual mencakup tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price), dan promosi yang gencar (promotion). Strategi pemasaran sudut pandang pelanggan mencakup kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan (cost to the customer), kenyamanan (convenience), dan komunikasi (comunication).

Konsep pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya, terdiri dari konsep pemasaran berwawasan produksi/pengeluaran, konsep pemasaran berwawasan produk, konsep pemasaran berwawasan menjual, konsep pemasaran berwawasan pemasaran, dan konsep pemasaran berwawasan bermasyarakat.

Konsep inti pemasaran sesungguhnya adalah identifikasi kebutuhan konsumen, yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara tepat. Metode riset pemasaran untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen cukup banyak. Ada tiga yang cukup populer yang bisa digunakan untuk mengurangi resiko produk gagal di pasaran, yaitu kuisioner, grup fokus dan survei.

Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep tersebut adalah salah satu kegiatan pemasaran yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.

Marketing mix dapat dibagi menjadi 4P sebagai berikut: product (produk), price (harga), place (distribusi/tempat), dan promotion (promosi). Agar dapat dijadikan merek, produk harus di diferensiasikan. Produk fisik memiliki potensi di diferensiasikan secara beragam.

(22)

18 Di sini penjual menghadapi sejumlah kemungkinan diferensiasi termasuk bentuk, fitur, penyesuaian, kualitaskerja, kualitaskesesuaian, ketahanan, keandalan, kemudahan perbaikan dan gaya. Desain menjadi sarana diferensiasi yang semakin penting.

Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, desain, dan diferensiasi jasa.

Segmentasi pasar adalah salah satu teknik yang digunakan para pemasar produk dan perusahaan untuk melihat kebutuhan konsumen agar mereka dapat dipuaskan dengan lebih baik. Tujuan penggunaan segmentasi pasar adalah untuk memungkinkan satu pemasar merancang bauran pemasaran yang lebih tepat dalam menjawab kebutuhan para konsumen di segmen pasar tertentu. Satu segmen pasar terdiri dari individu, kelompok, atau organisasi dengan satu atau lebih karakteristik serupa.

Pengolahan Susu Fermentasi (Kefir)

Kefir merupakan salah satu jenis susu fermentasi yang dibuat dengan menggunakan strarter granula kefir. Kefir memiliki kekentalan seperti krim serta mempunyai rasa asam dan beralkohol. Cara pembuatannya adalah dengan fermentasi susu segar dari sapi, kambing atau domba dengan kultur kefir (kefir grain yaitu koloni bakteri bersimbiotik bersama-sama dengan unsur lain membentuk jaringan padat) yang terdiri dari bakteri asam laktat dan yeast, antara lain Streptococcus, Lactobacillus sp., dan jenis yeast yang menfermentasi laktosa. Bahan baku yang sudah lazim digunakan dalam pembuatan kefir adalah susu segar utuh (whole milk) atau susu skim. Perlakuan tingkat penambahan konsentrasi kefir grain dan lamanya inkubasi diharapkan dapat menghasilkan jumlah mikroba yang dapat mencukupi kebutuhan probiotik dalam tubuh, jumlah mikroba yang dihasilkan diharpkan dapat mempengaruhi kekentalan kefir dan menghasilkan tingkat kesukaan yang diterima oleh konsumen.

(23)

19 Gambar 6. Pembuatan susu fermentasi (kefir) di Kelompok Tani Neang Mukti Pekon

Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

Teknik Pengemasan dan Pelabelan Produk Fermentasi (Kefir)

Pengemasan adalah suatu cara dalam memberikan kondisi sekeliling yang tepat bagi bahan pangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan yang menjadi pertimbangan pertama adalah tentang proses kerusakan dan pembusukan produk pangan.

Faktor-fator yang menyebabkan kerusakan pangan adalah secara alamiah sudah ada dalam produk dan tidak dapat dicegah dengan pengemasan saja dan tergantung dari lingkungan sekitarnya dan dapat dikendalikan hampir semua oleh pengemasan. Faktor pertama termasuk perubahan fisik karena suhu, seperti pelunakan coklat atau pemecahan emulsi. Penyebab kerusakan pangan yang dipengaruhi faktor lingkungan yang bisa menyebabkan pembusukan bahan pangan, dapat dipertimbangkan empat hal, yaitu:

a. Kerusakan secara mekanis

b. Perubahan kadar air bahan pangan

c. Penerapan dari dan interaksi dengan oksigen.

d. Hilang atau bertambahnya cita rasa.

Kemasan memiliki fungsi, yaitu arus dapat mempertahankan produk agar bersih dan memberikan perlindungan terhadap kotoran dan pencemaran lainnya, harus memberi

(24)

20 perlindungan kepada bahan pangan terhadap kerusakan fisik, air, oksigen dan sinar, harus berfungsi secara benar, efisien dan ekonomis dalam proses pengepakan yaitu selama pemasukan bahan pangan ke dalam kemasan, harus mempunyai suatu tingkat kemudahan untuk dibentuk menurut rancangan, dimana bukan saja memberi kemudahan kepada konsumen misalnya membuka atau menutup kembali wadah tersebut, tetapi juga harus dapat mempermudah pada tahap selanjutnya selama pengelolaan digudang dan selama pengangkutan untuk distribusi, dan harus memberikan pengenalan, keterangan dan daya tarik penjualan.

Tipe utama dari wadah dan bahan kemasan adalah wadah bagian luar/wadah pengangkutan, bertujuan sebagai tempat dan melindungi isinya selama pengangkutan dari pabrik sampai kekonsumen, dan wadah untuk konsumen/wadah penjualan, fungsinya untuk memberikan sejumlah tertentu barang dalam 1 unit, yang akan dibeli oleh konsumen terakhir dari toko pengecer. Kelompok utama dari wadah-wadah untuk konsumen atau penjualan, adalah kaleng-kaleng logam dan wadah yang bagian tutupnya diperkuat dengan logam, botol-botol dan stoples gelas, wadah-wadah plastik dengan bermacam-macam bentuk yang kaku atau agak kaku, tabung-tabung yang tahan rusak kalau jatuh, baik terbuat dari logam maupun plastic, kotak yang terbuat dari kertas tebal atau karton yang kaku dan dapat dilipat, wadah dari paper-pulp dengan bermacam- macam bentuk, dan pengemas yang fleksibel terbuat dari kertas, paper board, plastik tipis, foils, laminats yang digunakan untuk membungkus, kantung, amplop, sachet, pelapis luar, dan lain-lain.

Pemberian label pada kemasan sangat penting, karena bertujuan untuk terutama untuk promosi dan merebut pasar, serta supaya mudah dikenal oleh konsumen, untuk menambah kesan visual diperlukan desain logo yang merupakan trade mark, bentuk gambar, logo, huruf-huruf dan kombinasi warna harus menawan dan jelas, tetapi sederhana. Selain itu, cap dan gambar harus diusahakan supaya tidak terlalu panjang dan rumit, serta mudah diingat oleh konsumen. Keterangan-keterangan yang perlu dinyatakan dalam label. Sebelum dipasarkan, produk harus memperoleh rekomendasi mengenai karakteristik, atau dapat juga dilakukan analisis terhadap karakteristik produk.

(25)

21 Gambar 7. Kemasan dan label kefir kerjasama Tim PkM Unila dengan Kelompok Tani

Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

Kegiatan Demonstrasi

Kegiatan demontrasi pengolahan susu segar menjadi susu fermentasi (kefir) dan teknik pengemasan dan pemberian label pada botol kefir dilaksanakan pada tanggal 28 September 2021. Anggota kelompok tani yang hadir selain anggota langsung ada juga yang diwakili oleh istri anggota kelompok tani. Peserta yang hadir dibatasi hanya 10 orang dikarenakan harus mengikuti prokotol kesehatan Covid-19 yaitu mencegah kerumunan dan menjaga jarak. Hal ini juga dikarenakan anggota kelompok tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus masih takut dengan tingginya kasus penderita Covid-19 dilokasi mereka dan datangnya tim Pengabdian kepada Masyarakat dari LP3M Unila yang berasal dari luar daerah. Selain anggota kelompok tani, demontrasi pembuatan susu olahan (kefir) dihadiri oleh 3 orang mahasiswa Jurusan Peternakan yaitu Ammar Naufal Siddiq (PS PTK), Fina Arzakiyah (PS PTK) dan Wahyu Purnomo (PS NTP).

(26)

22 Gambar 8. Demontrasi pembuatan kefir di Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air

Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus

4.4. Evaluasi Kegiatan

Tingkat pengetahuan anggota Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan disajikan pada Gambar 9. Berdasarkan data yang diperoleh dari data kuesioner yang diisi oleh anggota kelompok tani kemudian dilakukan pengolahan data, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan peternak mengenai tentang pemasaran susu olahan (kefir), pengolahan susu fermentasi (kefir), dan teknik pengemasan (packaging) dan pemberian merk (labeling) produk kefir meningkat signifikan (Gambar 9).

(27)

23 Gambar 9. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan peternak sebelum (Pre Test) dan setelah

(Post Test) pelaksanaan kegiatan

Tingkat pengetahuan peternak sebelum kegiatan dilaksanakan pada sisi pengetahuan pemasaran susu olahan (kefir) 40,0% meningkat menjadi 80,0%, sisi pengolahan susu fermentasi (kefir) sebesar 80,0% meningkat menjadi 100,0%; dan pada sisi pengetahuan teknik pengemasan (packaging) dan pemberian merk (labeling) produk kefir sebelum kegiatan sebesar 40,0% meningkat menjadi 80,0% setelah kegiatan dilaksanakan. Hal ini menunjukkan bahwa dari penyuluhan mengenai pemasaran susu olahan (kefir), pengolahan susu fermentasi (kefir), dan teknik pengemasan (packaging) dan pemberian merk (labeling) produk kefir yang dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila memberikan dampak positif yang sangat besar bagi Kelompok Tani Neang Mukti Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus.

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Pemasaran

Pengolahan Kefir

Pengemasan Pre Test Post Test

(28)

24 BAB 7 KESIMPULAN

Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema Diversifikasi Produk Sapi Perah Untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak di Desa Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus telah dilaksanakan sesuai jadwal. Pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peternak yang ditandai dengan meningkatnya pengetahunan peternak terhadap pemasaran, pembuatan kefir dan pengemasan serta pemberian label.

(29)

25 DAFTAR PUSTAKA

Aristya, A L, A M Legowo, A N Al-Baarii. 2013. Karakteristik fisik, Kimia, dan Mikrobiologis Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Jenis dan Konsentrasi Gula yang Berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2(3):139-143

Safiri, M F dan A Swarastuti. 2011. Kualitas Kefir berdasarkan Konsentrasi Kefir Grain.

Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2(2):87-92.

Yusriyah, N H dan R Agustini. 2014. Pengaruh Waktu Fermentasi dan Konsentrasi Bibit Kefir terhadap Mutu Kefir Sapi. UNESA Journal of Chemistry. 3(2):53-57.

(30)

26 Lampiran 1. Kuisioner Pengabdian kepada Masyarakat

KUISIONER

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNGGUL UNIVERSITAS LAMPUNG T.A. 2020

Nama Peternak : Jenis kelamin :

Usia : Jumlah sapi :

Mohon untuk memberi tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan yang Saudara ketahui

A. PEMASARAN PRODUK SUSU FERMENTASI (KEFIR)

1. Apakah Bapak/Ibu mengalami kesulitan dalam memasarkan susu segar selama ini?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah Bapak/Ibu mengetahui cara pemasaran produk susu yang tepat sasaran?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah Bapak/Ibu memasaran produk susu secara online?

a. Ya b. Tidak

4. Apakah Bapak/Ibu mengetahui cara pemasaran kefir?

a. Ya b. Tidak

5. Apakah Bapak/Ibu mengatahui target konsumen untuk pemasaran kefir?

a. Ya b. Tidak

B. PENGOLAHAN SUSU FERMENTASI (KEFIR)

1. Apakah Bapak/Ibu mengetahui cara pengolahan susu apa?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah Bapak/Ibu mengetahui apa saja produk olahan susu?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui produk olahan susu fermentasi?

a. Ya b. Tidak

(31)

27 4. Apakah Bapak/Ibu mengetahui cara mengolah/membuat susu fermentasi?

a. Ya b. Tidak

5. Apakah Bapak/Ibu mengetahui mengenai kefir?

a. Ya b. Tidak

C. TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PELABELAN PRODUK SUSU FERMENTASI (KEFIR)

1. Apakah Bapak/Ibu mengetahui teknologi pengemasan produk susu?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah Bapak/Ibu mengetahui bahan pengemas apa yang baik digunakan untuk mengemas produk susu?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui bahan pengemas apa yang baik digunakan untuk mengemas kefir?

a. Ya b. Tidak

4. Apakah Bapak/Ibu mengetahui apa yang dimaksud dengan label pada kemasan?

a. Ya b. Tidak

5. Apakah Bapak/Ibu mengetahui bagaimana label yang baik yang dapat digunakan untuk produk susu fermentasi/kefir?

a. Ya b. Tidak

(32)

28 Lampiran 2. Bahan presentasi Penyuluhan pada Pengabdian kepada Masyarakat Presentasi Materi ke-1

(33)

29

(34)

30

(35)

31

(36)

32

(37)

33

(38)

34 Presentasi Materi ke-2

(39)

35

(40)

36

(41)

37

(42)

38 Presentasi Materi ke-3

(43)

39

(44)

40

(45)

41

(46)

42

(47)

43

(48)

44 Lampiran 3. Peta lokasi Pengabdian kepada Masyarakat

(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :