• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN PROFIT UMKM DENGAN MENERAPKAN PENJUALAN MELALUI DIGITAL MARKETING DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DUSUN CISADAP, CIAMIS JAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENINGKATKAN PROFIT UMKM DENGAN MENERAPKAN PENJUALAN MELALUI DIGITAL MARKETING DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DUSUN CISADAP, CIAMIS JAWA BARAT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

129

MENINGKATKAN PROFIT UMKM DENGAN MENERAPKAN PENJUALAN MELALUI DIGITAL MARKETING DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DUSUN CISADAP, CIAMIS – JAWA

BARAT

Rini Septiowati1*), Silvia Sari2, Purwatiningsih3, Ruruh Dyatmiko4, Widayat5

1,2,3,4,5

Prodi Sarjana Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang E-mail : 1)*dosen01402@unpam.ac.id

Abstrak:

Pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Meningkatkan Profit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerapkan penjualan melalui digital marketing di masa pandemi covid-19 ini bertujuan untuk memberikan pengenalan tentang digital marketing mengajak serta menanamkan kesadaran kepada para pelaku UMKM bahwa sangat penting mengembangkan pemasaran melalui digital marketing untuk bisa meningkatkan penghasilan dan bertahan di masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan via zoom online kepada masing-masing pemilik usaha. Target dari pengabdian ini adalah UMKM di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat. Hasil dari PkM ini terbukti para pelaku UMKM dapat menguasai cara penjualan melalui e-commerce dan digital marketing agar tetap bisa bertahan di masa pandemi covid- 19. Jika semua anggota yang masuk di dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat ini dapat memiliki toko pada media sosial dan e- commerce, pasti penjualannya tidak sebatas dalam daerah saja namun bisa sampai keluar daerah bahkan ke luar negeri sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa pada khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Pengabdian yang sebatas hanya dilakukan di Desa Cisadap, diharapkan pula dapat diteruskan kepada daerah-daerah sekitarnya, karena disana banyak terdapat UMKM yang butuh perhatian ekstra karena keterbatasan akses, pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan digital marketing.

Kata kunci: digital marketing, e-commerce, penghasilan, UMKM

Abstract:

Community Service entitled UMKM Development by implementing sales through digital marketing during the Covid-19 pandemic aims to provide an introduction to digital marketing invite and instill awareness to UMKM players that it is very important to develop marketing through digital marketing to increase income and survive. during the covid pandemic. The method used in the implementation of this activity is training and mentoring via online zoom to each business owner. The target of this service is MSMEs in Cisadap Hamlet, Ciamis - West Java. The target of this service is UMKM in Cisadap Hamlet, Ciamis - West Java. The results of this PkM are proven that UMKM players can master the way of selling through e-commerce and digital marketing so that they can survive during the Covid-19 pandemic.If all members who are included in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Cisadap Hamlet, Ciamis - West Java can have stores on social media and e-commerce, surely sales are not limited to within the area but can even go outside the area and even abroad. the country so that it can improve the economy of rural communities in particular and all Indonesian people in

(2)

130 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

general. The service, which is limited to only being carried out in Cisadap Village, is also expected to be passed on to the surrounding areas, because there are many MSMEs that need extra attention due to limited access, knowledge and skills in the use of digital marketing.

Keywords: digital marketing, e-commerce, income, UMKM

Article History:

Received: 02-05-2021 Revised: 30-07-2021 Accepted: 05-09-2021

PENDAHULUAN

Perkembangan penggunaan media online, berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah baru sekitar 3.79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya di tahun 2019. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia, yaitu 59.2 juta (Kemenkop Usaha Kecil dan Menengah, 2021). Langkah untuk mengurangi dampak negatif pandemi covid-19 pada sektor pelaku UMKM dibutuhkan inovasi yang tepat dan cepat untuk menciptakan aktivitas baru untuk tetap memastikan keberlanjutan usahanya (Septina, 2020). Memanfaatkan kemajuan teknologi seperti pemanfaatan media sosial dan online shop sebagai alternatif solusi akibat pandemi covid-19. Pelaku UMKM dihadapkan pada persoalan kehilangan lapak yang disebabkan oleh diberlakukannya pembatasan aktivitas di luar rumah dan bekerja dari rumah saja.

Pentingnya manajemen bisnis bagi pelaku bisnis di sektor UMKM dapat dilihat dalam beberapa bidang penguatan manajemen yaitu pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan dan operasional (Wahyuni dkk, 2020). Pada bidang pemasaran, perlu dikembangkan sistem pemasaran digital yang tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat luas (Rangkuti, 2013; Tasruddin, 2015), misalnya dengan menyebar brosur pada lokasi strategis, melakukan promosi melalui radio, koran, media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp atau jejaring sosial yang lain. Pada bidang penguatan manajemen sumber daya manusia, peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan sehingga mampu mengelola usahanya dengan lebih terencana dan terorganisir dengan baik (Sandiasa dan Widnyani, 2017). Penguatan di bidang manajemen keuangan meliputi pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien berkaitan dengan akses modal dan administrasi pembukuan/keuangan (Setyawardani et al, 2019).

Terakhir, penguatan di bidang manajemen operasional yang mencakup peningkatan kualitas, efesiensi biaya dan sasaran distribusi yang tepat.

Digital marketing didefinisikan juga sebagai kegiatan pemasaran yang menggunakan media berbasis internet (Wardhana, 2015). Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat. Salah satu contohnya adalah perkembangan telepon seluler dan internet, keberadaannya memberikan pengaruh bagi berbagai aspek kebutuhan manusia. Baik kehidupan individu, sosial maupun yang terkait dengan dunia

(3)

usaha atau bisnis. Selain mempermudah dan mempercepat proses komunikasi dan informasi, juga dapat di gunakan dalam dunia usaha atau bisnis pada saat ini seperti:

fax, sms, email, website, serta munculnya istilah e-commerce.

E-commerce (electronic commerce) adalah proses transaksi jual beli dengan menggunakan alat elektronik, seperti telepon dan internet. Pemasaran melalui digital memang sudah berkembang sejak lama. Awal tahun 2019, teknik pemasaran ini kian mengalami perkembangan yang sangat signifikan, terlebih digital marketing di Indonesia semakin menjangkau pasar yang luas, dengan hasil yang luar biasa. Terbukti dengan perkembangan digital seperti sosial media saja, negara kita ini sudah menduduki peringkat 10 besar sebagai pengguna yang selalu aktif setiap harinya (Nataconnexindo.com, 2018).

Objek Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah para pemilik UMKM serta pelaku usaha kerupuk skala rumahan (home industry). Para pemilik usaha tersebut mengalami kendala dalam pemasaran akibat kondisi pamdemi covid-19. Selain itu ada juga UMKM yang berhasil dan susah bisa memasarkan sampai keluar Pulau Jawa. Pengelolaan pemasaran secara online sudah dilakukan, namun dalam hal teknis belum menggunakan teknik pemasaran yang sesuai dengan konsep digital marketing. Para pelaku UMKM ini juga belum menggunakan media iklan secara maksimal di media e-commerce.

Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan pelaku usaha untuk mempromosikan usahanya adalah komunikasi media maya atau media internet. Para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat dapat memanfaatkan e-commerce dan marketplace yang memberikan peluang yang besar untuk bisa mengekspansi penjualan produk mereka melalui media digital marketing serta penambahan pendapatan keluarga. Para pelaku UMKM perlu memanfaatkan bermacam cara untuk melakukan promosi dan meningkatkan penjualan produk mereka, salah satunya dengan memanfaatkan peluang yang ada agar dapat tercipta UMKM di daerah tersebut.

Situasi pandemi di masa pandemi covid-19 menghalangi kegiatan pemasaran UMKM. Batasan jaga jarak dan kegiatan sosial menyebabkan banyak UMKM yang mengalami kemunduran. Kondisi pandemi covid-19 membuat semua orang di Indonesia bahkan dunia berusaha menghindari risiko demi tidak terpaparnya virus tersebut. Sejak menyebarnya virus covid-19 hampir di semua negara memberikan dampak yang relatif signifikan tidak hanya masalah kesehatan manusia, akan tetapi mengganggu kesehatan ekonomi dunia (Sugiyarti et al, 2021). Temasuk Para UMKM di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat. Minimnya pengetahuan warga desa mengenai digital marketing menambah inspirasi tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi dalam pemasaran online. Jika pelaku Ibu Rumah Tangga (IRT) paham akan pentingnya digital marketing bagi peluang bisnis usaha, diharapkan mereka akan termotivasi untuk menggunakan digital marketing sebagai sarana komunikasi dan

(4)

132 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

peluang bisnis untuk usahanya, serta dapat mempraktikkannya secara langsung dengan memanfaatkan media sosial.

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu kepada para pelaku UMKM yang berada di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat melalui pemberian informasi dan pengetahuan mengenai digital marketing. Secara khusus Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan peluang dan trik pada UMKM untuk bisa bertahan di masa pandemi covid-19 di Indonesia.

Gambar 1. Photo Profil Peserta Pelatihan

METODE

Sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian, tim melakukan survei awal untuk mengidentifikasi profil peserta kegiatan dengan mengumpulkan data tentang sejauh mana pengetahuan dan pemahaman peserta tentang digital marketing. Berdasarkan informasi tersebut, tim melakukan pertemuan dengan mitra untuk melakukan koordinasi tentang waktu, materi dan metode kegiatan. Waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan berdasarkan kesepakatan dengan mitra dan peserta pengabdian adalah hari Minggu, tanggal 21 Maret 2021 mulai jam 08.00 sampai dengan jam 14.00 WIB.

Materi yang akan disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta yaitu pengetahuan konsep digital marketing bisnis online, kelebihan dan kelemahannya serta strategi digital marketing di masa pandemi covid-19. Peserta pengabdian adalah pemilik UMKM dan pengelola usaha rumahan (home industry) di Dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat.

Metode pelaksanaan PkM ini, sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya dapat digambarkan dalam alur proses pada Gambar 1 di bawah ini:

(5)

Pada Gambar 2 di jelaskan kegiatan pelatihan pada Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tiga sesi sebagai berikut:

Pertama, memberikan pemahaman atas konsep pemasaran digital. Hal ini digunakan untuk memperluas pemahaman warga dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat terhadap digital marketing. Warga dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat perlu menjadi adaptif dan responsif dalam upaya meningkatkan penghasilan.

Kedua, memberikan pemahaman atas konsep dasar strategi marketing di masa pandemi covid-19. Pemasaran online memiliki sisi positif dan negatif. Bagi bisnis pemula yang menggunakan teknik pemasaran online, mereka harus betul-betul memahami resiko yang akan menimbulkan sisi negatif pada pertumbuhan usaha mereka, seperti menambah biaya pulsa dan menghabiskan waktu tanpa menambah penjualan. Penggunaan digital marketing yang tepat sasaran seperti penempatan iklan di jam – jam dan situs yang benar dapat memperluas jangkauan pemasaran sehingga meningkatkan penghasilan UMKM dan UMKM bisa bertahan khususnya di masa pandemi covid-19. Pada PkM ini akan dibahas juga mengenai pelatihan strategi pemasaran di masa pandemi covid-19 agar peserta mengetahui bagaimana memulai memasarkan produknya walau di masa pandemi, jika strategi yang digunakan tepat maka warga dusun Cisadap, Ciamis – Jawa Barat akan mendapat keuntungan finansial yang berkelanjutan dan sesuai dengan ketentuan, tetapi apabila strateginya tidak tepat, maka bisa jadi banyak kerugian yang bakal ditanggung ibu rumah tangga.

Ketiga, melakukan pendampingan praktik penerapan digital marketing dengan metode Simulasi via Zoom “afiliate marketing”. Metode simulasi ini diberikan kepada para peserta pelatihan dalam memberikan kesempatan untuk mempraktekkan materi yang diperoleh. Melalui simulasi mitra dapat

Data seluruh responden

Koordinasi

dengan mitra Pelatihan

Konsep digital marketing

Strategi pemasaran

online

Penerapan digital marketing

Simulasi via zoom

Selesai

Gambar 2. Tahapan kegiatan pengabdian

(6)

134 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

mengoptimalisasi pemasaran berbasis online secara efektif. Platform dari layanan online pun akan diperluas, peserta PkM tidak hanya memanfaatkan whatsapp, facebook ataupun media sosial saja, tetapi juga diberikan pelatihan teknis penggunaan dan optimalisasi layanan ecommerce, seperti bukalapak, lazada, tokopedia, dan lain lain. Selain penambahan fitur layanan online, tim PKM juga akan membimbing peserta UMKM dalam menghubungkan aktifitas pemasaran konvensional dengan pemasaran online sehingga antar satu layanan dengan layanan lainnya dapat bersinergi dan dapat di terima pasar sasaran.

Tahapan dan tujuan dari setiap tahapan kegiatan PkM mulai dari mengumpulkan data, koordinasi dengan mitra hingga kegiatan pelatihan dan pendampingan akan dijelaskan dalam Tabel 1. di bawah ini.

Tabel 1. Tahapan dan tujuan tahapan kegiatan PkM

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Target Kegiatan 1. Data Responden  Mengumpulkan Data

 Mengobservasi kebutuhan objek kegiatan

Mengumpulkan identitas responden dan kebutuhan dari pemilik dan pengelola UMKM terkait dengan digital marketing. 2. Koordinasi

dengan mitra

Usaha kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri sebagai mitra dalam pelaksanaan program PkM kali ini membantu untuk meng-koordinir para pemilik dan pengelola UMKM di Cisadap, Ciamis – Jawa Barat

Menentukan waktu pelaksanaan kegiatan dan membantu dalam

pelaksanaan kegiatan

3. Memberikan pelatihan

Memberikan pelatihan tentang konsep digital marketing, dan strategi pemasaran online dimasa pandemi covid-19.

Pemilik dan pengelola UMKM paham tentang konsep dasar digital marketing dan strategi pemasaran online 4. Melakukan

pendampingan

Pendampingan praktek digital marketing dengan metode simulasi via zoom afiliate marketing.

Pendampingan praktek digital marketing dengan Pemilik dan pengelola UMKM dapat

mempraktekkan dan mengoptimalkan layanan ecommerce.

(7)

HASIL KEGIATAN

Peserta Pengabdian kepada Masyarakat ini sebanyak 25 orang, yang terdiri dari pemilik UMKM dan pengelola usaha rumahan (home industry) di Dusun Cisadap, Ciamis-Jawa Barat. Para peserta lebih banyak berjenis kelamin wanita seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. Hal ini karena para anggota UMKM sendiri, kebanyakan adalah para wanita dan sebagian besar mereka berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Hal ini sama dengan penelitian (Sari, 2015) yang menemukan aktivitas wirausaha pengolahan kentang juga di dominasi oleh wanita.

Tabel 2. Demografi peserta

Jenis Kelamin Jumlah Peserta

Perempuan 20 orang

Laki-laki 5 orang

Hasil survei awal tentang sejauh mana pemahaman peserta tentang konsep digital marketing dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Survei dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1-5 dengan penjelasan sebagai berikut:

1 = sangat tidak setuju dengan pernyataan dalam kuesioner dan tidak pernah melakukan aktivitas yang ada dalam pernyataan pada kuesioner

2 = tidak setuju dengan pernyataan dalam kuesioner dan jarang melakukan aktivitas yang ada dalam pernyataan pada kuesioner

3 = netral dengan pernyataan dalam kuesioner dan kadang-kadang melakukan aktivitas yang ada dalam pernyataan pada kuesioner

4 = setuju dengan pernyataan dalam kuesioner dan sering melakukan aktivitas yang ada dalam pernyataan pada kuesioner

5 = sangat setuju dengan pernyataan dalam kuesioner dan selalu melakukan aktivitas yang ada dalam pernyataan pada kuesioner.

Tabel 3.

Rata-rata pengetahuan dan pemahaman peserta tentang konsep digital marketing sebelum mengikuti pelatihan

No Indikator Rata-rata skor Kategori

1. Mengetahui konsep digital marketing 2.72 Sedang 2. Paham mengenai konsep digital

marketing

2.51 Rendah

3. Mampu menerapkan konsep digital marketing

1.85 Rendah

Sumber: data diolah

Keterangan:(1.0≤ sangat rendah ≤1.8), (1.8< rendah ≤2.6), (2.6< sedang ≤3.4), (3.4< tinggi ≤4.2), (4.2< sangat tinggi ≤5.0

Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa rata-rata peserta mempunyai pengetahuan tentang konsep digital marketing (2,51), pemahaman tentang konsep digital marketing sebesar (2,72) dan penerapan konsep digital marketing sebesar (1,85).

(8)

136 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

Angka tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan praktek para peserta tentang digital marketing masih rendah. Mereka mengetahui konsep dengan rata-rata skor berada pada kategori sedang namun mereka masih merasa kurang mampu menerapkan konsep tersebut dalam praktik (1,85).

Setelah mengikuti pelatihan, berdasarkan analisis statistik deskriptif pada Tabel 4, menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan pemahaman peserta tentang digital marketing setelah mengikuti pelatihan.

Tabel 4.

Rata-Rata Pengetahuan Dan Pemahaman Peserta Tentang Konsep digital marketing Setelah Mengikuti Pelatihan

No Indikator Rata-rata skor Kategori

1. Mengetahui konsep digital marketing 4.00 Tinggi 2. Paham mengenai konsep digital

marketing

3.50 Tinggi

3. Mampu menerapkan konsep digital marketing

3.45 Tinggi

Sumber: data diolah

Keterangan:(1.0≤ sangat rendah ≤1.8), (1.8< rendah ≤2.6), (2.6< sedang ≤3.4), (3.4< tinggi ≤4.2), (4.2< sangat tinggi ≤5.0)

Dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini pembahasan materi diawali dengan penyampaian konsep bisnis online, jenis bisnis online, serta kelebihan dan kelemahan bisnis online.

Pemateri mengawali dengan pengertian bisnis online. Bisnis online adalah bisnis yang dijalankan secara online melalui media internet sebagai media pemasaran barang atau jasa. Bisnis online dibagi menjadi tiga jalur yaitu bisnis penjualan barang/jasa, pemasaran dan periklanan, atau gabungan keduanya.

Secara umum, ada enam media internet yang digunakan sebagai alat promosi dalam bisnis online yaitu,

1. Web (domain) 2. Blog

3. Community web 4. Social network

5. Space & Banner on Web 6. Software

Selain media promosi tim PKM juga bisa membuat dan masuk pada situs bisnis online. Berikut contoh beberapa situs online yang sudah maju dan sukses dalam bisnis online.

Gambar 3. Contoh situs bisnis online

(9)

Dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini dijelaskan juga kepada peserta tentang jenis- jenis bisnis online.

1. Reseller

Banyak para peserta PkM yang tertarik menjadi reseller karena menjadi reseller, para pelaku UMKM menjualkan produk orang lain di internet, kemudian dari setiap penjualan yang terjadi maka para pelaku UMKM akan memperoleh komisi dari penjualan tersebut. Apa lagi biasanya sistem komisinya bagi hasil 50% : 50%.

2. Pay per click (PPC)

PPC lebih mudah lagi dan gampang untuk diterapkan, hampir semua pebisnis online mengikuti program ini, karena selain mudah juga sangat menguntungkan. para pelaku UMKM akan di bayar atas setiap klik dari pengunjung situs pada link iklan yang terpasang di situs web atau blog milik para pelaku UMKM.

3. Paid to review

Paid to review adalah salah satu cara mendapatkan uang dari internet dengan cara mereview tentang produk dari pemasang iklan. Cara lain untuk mendapatkan uang dari internet adalah dengan cara menjual produk digital dari ide atau keahlian yang para pelaku UMKM punya sendiri seperti ebook, soft ware atau video training.

Masih ada beberapa jenis media online lain tapi jarang dipakai untuk UMKM seperti membership system, domain parking, dan services.

Beberapa kelebihan dan kelemahan dari bisnis online juga dijelaskan pemateri agar mereka lebih paham dan berhati-hati dalam menjalankan bisnis online. Beberapa kelebihan bisnis online adalah:

1. Tidak terkait tempat dan waktu 2. Pangsa pasar yang luas

3. Media promosi yang efektif

4. Modal dan biaya operasional yang relatif kecil Adapun kelemahan bisnis online diantaranya:

1. Modal utama adalah kepercayaan, jadi rawan penipuan 2. Rawan hacker (cracker)

3. Biasanya banyak komplain karena barang atau jasa yang ditawarkan di dunia maya sehingga rincian dan deskripsi barang atau jasanya harus jelas

Sebelum ditutup oleh narasumber pertama PkM menjelaskan kelebihan dan kelemahan dari sistem bisnis online serta ditampilkan beberapa tokoh yang sukses di bisnis online. Para UMKM di Ciamis diberikan penjelasan ini agar mereka lebih paham, tertarik dan siap untuk terjun pada bisnis online.

Selain memberikan informasi tentang teori dan konsep bisnis online, narasumber dari dosen Sarjana Akuntansi UNPAM juga memberikan contoh praktek digital

(10)

138 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

marketing, yaitu afiliate marketing sebagai salah satu jenis bisnis online yang paling banyak menarik perhatian para peserta UMKM.

Gambar 4. Praktek digital marketing : afiliate marketing

Materi kedua tentang pelatihan strategi pemasaran online di masa pandemi.

Materi kedua juga mendapat perhatian dari peserta PkM. Materi ini diawali dengan membahas permasalahan yang sering terjadi diantaranya:

1. Masih banyak UMKM yang berjalan dengan modal yang minim 2. Manajemen UMKM yang belum terstruktur dengan baik

3. Masih banyak UMKM yang kurang berani, mereka mengetahui tentang bisnis online tapi masih banyak yang ragu-ragu untuk menjadi pelaku bisnis online.

4. Kurangnya inovasi, inovasi produk dan menjaga loyalitas pelanggan juga menjadi hal yang digaris bawahi agar pelaku UMKM bisa meningkatkan profit UMKM terutama juga agar bisa bertahan dan tetap eksis di masa pandemi covid-19.

Materi kedua berlangsung hangat dan singkat. Banyak peserta yang memaparkan dan membenarkan materi yang disampaikan sesuai apa yang terjadi di lapangan. Acara ditutup dengan tanya jawab, diskusi dan sedikit pemaparan dari UMKM mitra yaitu kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri yang sudah melakukan pemasaran sampai Majalengka tapi semua masih dilakukan secara manual. Kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri ini menceritakan bagaimana proses mereka memulai, pasang surut permintaan hingga kondisi yang mereka alami di saat pandemi covid-19. Memperkecil ukuran tampa merubah harga itulah strategi yang saat ini mereka gunakan untuk tetap bisa bertahan. Contoh produk usaha kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri dapat dilihat pada gambar 4. berikut.

(11)

Gambar 4. Contoh produk Mitra UMKM kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri.

PEMBAHASAN

Dalam pelaksanaan PkM, ketika melakukan praktik peserta juga menyampaikan berbagai pertanyaan dan dijelaskan jawaban atas pertanyaan tersebut oleh pemateri.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta antara lain adalah hal dasar apa yang perlu dipersiapkan untuk memulai bisnis online, bagaimana menaikkan jumlah penjualan di pemasaran online, strategi bertahan di masa pandemi covid-19.

Penjelasan dan diskusi oleh pemateri terkait pertanyaan-pertanyaan peserta atas kasus yang ada di UMKM masing-masing ini, membuat audience bisa mendapat pemahaman konsep dan praktik secara lebih mendalam tentang digital marketing.

Efektifitas pelaksanaan kegiatan PkM setelah pelatihan dievaluasi dengan survei yang secara umum bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan.

Setelah mengikuti pelatihan peserta ditanya kembali tentang pengetahuan dan pemahaman mereka tentang digital marketing.

Pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan PkM meningkat setelah dilakukan kegiatan PkM dan berada pada kategori tinggi. Hal ini sama dengan penelitian (Khusnaini, 2019) yang merumuskan hasil dari kegiatan pengabdian dengan tema mengembangkan pemasaran UKM kreatif di Tangerang Selatan melalui media sosial menambah pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya sosial media dalam pemasaran. Selain itu, kepada para peserta ditanyakan tentang manfaat kegiatan PkM dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini:

(12)

140 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

Tabel 5. Manfaat Kegiatan PkM

No Indikator Rata-rata

skor

Kategori 1. Peserta merasa mendapat pengetahuan

baru

4.3 Sangat

tinggi 2. Peserta merasa kegiatan sangat

bermanfaat

4 Tinggi

3. Materi bisa diterapkan untuk memperbaiki digital marketing

4 Tinggi

4. Peserta merasa puas mengikuti kegiatan

4 Tinggi

5. Peserta menginginkan adanya

keberlanjutan kegiatan

4.5 Sangat

Tinggi Sumber: data diolah

Keterangan:(1.0≤ sangat rendah ≤1.8), (1.8< rendah ≤2.6), (2.6< sedang ≤3.4), (3.4< tinggi ≤4.2), (4.2< sangat tinggi ≤5.00)

Peserta menyampaikan kebutuhan selanjutnya adalah untuk mendapat pendampingan lanjutan terkait media bisnis online dengan aplikasi ecommerce.

Selain itu peserta juga mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan terkait pengelolaan akun – akun untuk penjualan online. Semakin banyak para pengelola UMKM yang memiliki akun penjualan secara online, pemasaran mereka menjadi lebih luas sehingga tingkat penjualan mereka akan meningkat. Penelitian (Suranta, 2019) juga menemukan hasil kegiatan pengabdian dengan tema pemasaran online dapat meningkatkan penjualan ekspor rotan di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo sebesar 38%.

Materi kegiatan PkM ini terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia di masa pandemi covid – 19 dan kebutuhan dari para pelaku UMKM selain itu, hasil dari PkM ini dapat digunakan dalam pengembangan pada modul praktek matakuliah manajemen pemasaran.

SIMPULAN DAN

IMPLIKASI SIMPULAN

Berdasarkan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan efektif sesuai dengan tujuan PkM yaitu memberikan pemahaman konsep dan praktik kepada peserta PkM terkait: 1. Pemahaman konsep digital marketing; 2. Pemahaman strategi pemasaran online; 3. Pendampingan praktik digital marketing. Kegiatan PkM ini diprogramkan sebagai kegiatan yang berkelanjutan dalam kegiatan pemasaran pada UMKM.

Pada perbedaan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan menerapkan konsep digital marketing dan konsep strategi pemasaran sebelum dan setelah dilakukan

(13)

kegiatan PkM, dilihat dari hasil kuisioner mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan PkM.

Selain itu, berdasarkan kuesioner tentang manfaat yang peserta peroleh, hasilnya menunjukkan adanya manfaat yang cukup besar untuk memperbaiki digital marketing masing-masing peserta. Secara umum peserta puas mengikuti kegiatan pengabdian ini. Jawaban peserta atas pertanyaan dalam kuesioner juga menunjukkan bahwa peserta dapat menerapkan materi yang disampaikan pada kegiatan pemasaran masing- masing. Bahkan peserta menginginkan adanya keberlanjutan kegiatan PkM ini untuk dapat mendampingi peserta membuat akun – akun e-comerce mereka.

IMPLIKASI

1. Pada bidang pendidikan dan pengajaran

Materi kegiatan PkM ini terkait dengan materi pada mata kuliah Manajemen Pemasaran. Dapat digunakan dalam pengembangan materi contoh-contoh kasus pada mata kuliah manajemen pemasaran.

2. Pada peserta PkM

Perlu dilakukan praktik mandiri pengelolaan akun – akun ecommerce sesuai dengan konsep dalam digital marketing, sehingga semakin terlatih dan memahami materi PkM, serta dapat menemukan masalah-masalah yang dapat dikonsultasikan lebih lanjut dengan tim PkM pada pendampingan selanjutnya.

3. Pada bidang penelitian

Hasil kegiatan PkM yang berkelanjutan ini dapat digunakan sebagai topik penelitian mengukur pengaruh pelatihan digital marketing t e r h a d a p profit UMKM dan industri rumah tangga di masa pandemi covid-19.

PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS

Kegiatan pengabdian ini dapat terselenggara karena dukungan dari beberapa pihak. Terimakasih tim PKM ucapkan kepada: Usaha kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri, LPPM UNPAM, serta semua pihak yang sudah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

REFERENSI

Khusnaini., Wibowo, O. 2019. Mengembangkan Pemasaran UKM Kreatif Di Tangerang Selatan Melalui Social Media Marketing. Proceding Semnas Hasil PkM Politeknik Keuangan STAN.

Rangkuti, F. (2013). Strategi promosi yang kreatif dan analisis kasus: Gramedia PustakaUtama.

(14)

142 Jurnal Abdikaryasakti Vol. 1 No. 2 Oktober 2021

Sandiasa, G., dan Widnyani, I. A. P. S. (2017). Kebijakan Penguatan Lembaga Pemberdayaan dalam Meningkatkan Partisipasi Pemberdayaan Masyarakat di Perdesaan. Dalam Locus Majalah Ilmiah Fisip, 8, 64-78.

Sari, S., Priatna, W B., Burhanuddin. 2915. Pengaruh Aktivitas Wanita Wirausaha Terhadap Pertumbuhan Usaha Olahan Kentang di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Jurnal Agribisnis Indonesia (Vol 3 No 1, Juni 2015); Halaman 39-54.

Setyawardani, T., Widayaka, K., Sularso, K. E., dan Wakhdiati, Y. (2019).

Wirausahawan Muda Mandiri dengan Program Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Jenderal Soedirman. Jurnal Surya Masyarakat, 2(1),50-57.

Sugiyarti, L., Hanah, S., & Asmilia, N. (2021). Pendampingan Giat Inovasi Dalam Design Promosi Produk Dan Pengelolaan Keuangan Melalui Penggunaan Aplikasi Playstore Untuk Meningkatkan Penjualan Di Masa Pandemi Covid- 19 Pada Komunitas Lapak Warga/Umkm Permata Pamulang. Jurnal Abdikaryasakti, 1(1), 15-30.

Suranta, S., Sulardi., Syafiqurrahman, M. 2019. Pemasaran Online Dapat Meningkatkan Penjualan Ekspor Rotan Di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo.

Proceding Semnas Hasil PkM Politeknik Keuangan STAN.

Tasruddin, Ramsiah. "Strategi Promosi Periklanan Yang Efektif." Jurnal Al- Khitabah 2, no. 1 (2015): 107-116.

Wahyuni, Endang D., dan Wibawani, S. (2020). Pemberdayaan Pengurus Aisyiyah dengan Penguatan Manajemen Bisnis. Jurnal Pengabdiandan Peningkatan

Mutu Masyarakat, vol 1 no 1, p. 13-17.

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/janayu.

Wardhana, A. (2015, April). Strategi digital marketing dan Implikasinya pada Keunggulan Bersaing UKM di Indonesia. In Seminar Nasional Keuangan Dan Bisnis IV (pp. 327-337).

Gambar

Gambar 1. Photo Profil Peserta Pelatihan
Gambar 2. Tahapan kegiatan pengabdian
Gambar 4. Praktek  digital marketing  : afiliate marketing
Gambar 4. Contoh produk Mitra UMKM kerupuk super cap ikan laut produksi mandiri.

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, antara lain: (1) Pada masa pandemi Covid-19 ini masih terjadi penambahan yang signifikan kasus Covid-19;

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran Galdas Café dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19 ialah menggunakan strategi pemasaran

Penelitian ini membahas mengenai strategi pemasaran jasa pendidikan pada masa pandemi covid-19 di SMK Pawyatan Daha 1 Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)

(g) Faktor Kenyamanan juga menjadi keuntungan tersendiri ketika konsumen melakukan transaksi belanja online. Konsumen tidak perlu harus berdandan, keluar untuk belanja, karena

Untuk membangun narasi lebih lanjut tentang dampak pembiayaan Investree terhadap ketahanan UMKM selama pandemi COVID-19, kami kemudian melakukan wawancara kepada 6 peminjam,

Langkah dalam kegiatan ini meliputi: pemesanan plastik dan stiker untuk packing produk, pembuatan akun intragram, pembuatan akun facebook serta akun shopee bagi UMKM Gading Sukowati

“ditawarkan” karena talenta dan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, tenaga pendidik yang profesional. 7) Lembaga pendidikan memiliki organisasi untuk mengkondisikan

Judul Skripsi : Strategi Kreasi Konten dalam Memanfaatkan Instagram @mideastshishalounge untuk Memasarkan Produk pada Masa Pandemi Covid-19.. Telah berhasil dipertahankan