• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Ir. H. BURHANUDDIN, MM Pangkat : Pembina Utama Muda NIP : DALAM NEGERI NOMOR: DUKCAPIL TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Ir. H. BURHANUDDIN, MM Pangkat : Pembina Utama Muda NIP : DALAM NEGERI NOMOR: DUKCAPIL TAHUN 2017"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah Sang Maha Pencipta Alam dan Manusia yang memberikan umur serta kekuatan sehingga kami masih dapat beraktifitas dan beribadah, sehingga Rencana Kerja (RENJA) SKPD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros Tahun 2020 dapat disusun.

Penyusunan Rencana Kerja ini merupakan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan merupakan Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) SKPD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros Tahun Tahun Keempat . Selain itu penyusunan RENJA tahun 2020 juga masih berdasarkan PERMENDAGRI NOMOR 86 Tahun 2017 serta perubahan RPJMD Kabupaten Maros tahun 2016-2021 serta hasil telaahan

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR: 100-1077 DUKCAPIL TAHUN 2017

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kabupaten Maros ini merupakan acuan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, serta berapa program/kegiatan yang sifatnya strategis dan prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 dengan efektif untuk memperoleh pencapaian kinerja yang maksimal dan sesuai target .

Akhir kata, sangat disadari bahwa penyusunan RENJA ini masih terdapat beberapa kekurangan karena adanya perubahan regulasi sehingga diperlukan beberapa penyesuaian antara sasaran strategis dan tugas pokok dan fungsi perangkat SKPD.

Maros, Juli 2019 Kepala Dinas

Ir. H. BURHANUDDIN, MM

Pangkat : Pembina Utama Muda

NIP : 19610904

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2.Landasan Hukum ... 2

1.3.Maksud dan Tujuan ... 3

1.4.Sistematika Penulisan ... 4

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2019... 7

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Th. 2019 dan Capaian Renstra SKPD ...7

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas…...8

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Disdukcapil... 20

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 25

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat... 25

BAB III PENUTUP... .... 27

3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... .... 27

3.2. Tujuan dan Sasaran ... 32

3.3. Program dan Kegiatan Tahun 2020 ... 35

RENCANA KERJA TAHUNAN 2020

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(3)

BAB. I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Perencanaan kegiatan tahunan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Maros dituangkan dalam dokumen perencanaan Rencana Kerja (RENJA). RENJA adalah dokumen yang merupakan penjabaran dari Rencana Startegis RENSTRA DISDUKCAPIL 2016-2021 serta disusun mengacu pada RKPD sebagaimana sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang TATA CARA PERENCANAAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH, TATA CARA EVALUASI RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH DAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH, SERTA TATA CARA PERUBAHAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH, RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH, DAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH dimana bahwa setiap OPD harus menyusun Rencana Kerja yang merupakan dokumen perencanaan OPD untuk setiap tahun.

RENJA DISDUKCAPIL Kabupaten Maros Tahun 2020, merupakan Penjabaran dan Pelaksanaan Tahun Kelima dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros Tahun 2016-2021, yang merupakan pula hasil penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Maros. Rencana ini merupakan pedoman bagi pimpinan dan seluruh ASN DISDUKCAPIL Kabupaten Maros dalam menjalankan Tugas Pokok, Fungsi melalui program dan kegiatan dalam pencapaian target kinerja administrasi kependudukan pada tahun bersangkutan.

RENJA disusun mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta merujuk kegiatan tahunan provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan penyusunan rancangan awal RKPD dengan melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap evaluasi Renja tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap pencapaian target Renstra Disdukcapil.

Diharapkan dengan adanya Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros, akan mampu menciptakan pencapaian kinerja yang lebih baik

(4)

sesuai dengan rencana yang telah disusun, sehingga pada akhirnya pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat tercapai secara maksimal. Pada gilirannya akan mendukung pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Maros untuk mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten menuju Maros Sejahtera Tahun 2021.

1.2. LANDASAN HUKUM

Landasan Hukum yang digunakan dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatann Sipil Kabupaten Maros adalah

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004, Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005, Nomor 108,, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;

3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan;

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

6. Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Admimistrasi Kependudukan melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan.

7. Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2017 tentang perencanaan dan penganggaran terpadu kabupaten maros.

8. Keputusan Bupati Maros Nomor 20/KPTS/100/I/2012 Tentang Pelayanan Gratis Pemerintah Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2012.

(5)

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros Tahun 2020 sebagai acuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Maros Tahun 2020 dan Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA dan SKPD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros.

Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros tahun 2020 merupakan implementasi atau penjabaran dari misi Kabupaten Maros yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu selama 5 (lima) tahun.

Berdasarkan uraian di atas, maka Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil menetapkan tujuan disusunya RENJA 2020 yang ingin dicapai untuk mewujudkan Kabupaten Sejahtera tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan penyelenggaraan layanan publik.

2. Pencapaian target kinerja adminduk.

3. Meningkatkan upaya tertib administrasi, arsip dan dokumen kependudukan;

4. Meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan kependudukan dan pencatatan sipil dengan melibatkan instansi terkait dan unsur-unsur kewilayahan.

5. Meningkatkan Kualitas Pengolahan Data dan pemanfaatan data Kependudukan dan pencatatan sipil.

6. Meningkatkan system dan jaringan informasi kependudukan yang terpadu melalui Sistem Informasi Kependudukan (SIAK);

7. Peningkatan Sumber Daya Manusia tentang perinsip pelayanan public.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja perangkat daerah serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB.I PENDAHULUAN Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkat tentang Renja Perangkat Daerah (PD), proses penyusunan Renja PD, keterkaitan antara Renja PD dengan Dokumen RKPD, Renstra PD,

(6)

dengan Renja K/L dan Renja Provinsi/Kabupaten/Kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan perencanaan dan penganggaran Perangkat Daerah.

Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang STOK, kewenangan Perangkat Daerah, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran

Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja Perangkat Daerah

Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja PD serta susunan garis besar isi dokumen

BAB.II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA PERANGKAT DAERAH

Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah

Memuat kajian review terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja PD tahun lalu Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra PD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja PD tahun-tahun sebelumnya.

Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Berisi kajian terhadap capaian kinerja pelayanan PD berdasarkan indicator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM maupun terhadap IKK dan disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.

(7)

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

Berisikan uraian mengenai tingkat kinerja pelayanan Perangkat Daerah dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan PD. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi PD. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan PD. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Berisikan uraian membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan, penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan, penjelasan temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap berbedaan dengan rancangan awal

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional yaitu penelaahan menyangkut arah kebijakan kab dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah. Terutama regulasi dan kebijakan teknis dari Dirjen Adminduk.

Meliputi target capaian kinerja Adminduk sesuai perjanjian kinerja antar kepala dinas dan dirjen adminduk tahun 2020.

Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Perangkat Daerah yang dikaitkan dengan sasaran

(8)

target kinerja Renstra Perangkat Daerah, meliputi tujuan dalam Renstra Perangkat Daerah, Identifikasi kebijakan nasional Identiifikasi kebijakan,

Program dan Kegiatan

Menguraikan program dan kegiatan tahun 2020 yang akan dilaksanakan sesuai indikator kinerja dan target .

(9)

BAB. II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA PERANGKAT DAERAH

2.1 Evaluasi Pelaksanaan RENJA Tahun 2019 dan Capaian RENSTRA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Evaluasi pelaksanaan RENJA tahun 2019 dan kinerja RENSTRA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) ditujukan untuk mengidentifikasi sejauhmana kemampuan Disdukcapil Maros dalam pencapaian pelaksanaan program dan kegiatannya. Hasil evaluasi realisasi pencapaian target kinerja tersebut dapat dilihat dari capaian berdasarkan pelaksanaan RENJA dan RENSTRA serta realisasi tahun berjalan 2019 sebagaimana yang tertera pada Tabel.2.1 terlampir.

Kajian review hasil evaluasi pelaksanaan RENJA dapat ditelaah setelah menidentifikasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi setiap hasil realisasi program dan kegiatan. Untuk memudahkan evaluasi capaian kinerja Disdukcapil secara umum selama Tahun 2019 maka bisa diuraikan berdasarkan Tujuan dan sasaran jangka menengahnya sebagai berikut;

a. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Dinas Dukcapil.

b. Nilai Kapasitas Organisasi.

c. Meningkatnya Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat.

d. Meningkatnya Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

e. Meningkatnya Cakupan Masyarakat Yang Tertib Administrasi Kependudukan.

Pengukuran nilai akuntabilitas kinerja pada lingkup DUKCAPIL Kabupaten Maros mengikuti kaidah dan aspek penilaian sebagaimana yang telah ditetapkan pada Permenpan nomor 12 tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang terdiri dari Perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi internal, capaian Kinerja. Nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen akan dipergunakan untuk menentukan tingkat akuntabilitas instansi yang bersangkutan terhadap kinerjanya.

Penilaian dilakukan dengan metode survey secara internal yang dibentuk oleh Kepala Bappeda.

Materi survey yang tertuang dalam kuisioner terdiri dari 2 (dua) pertanyaan utama yang digunakan dalam menentukan kapasitas Disdukcapil. Kedua pertanyaan tersebut diturunkan

(10)

kedalam 18 (delapan belas) pernyataan tertutup yang mempunyai skala pilihan jawaban sama dan terangkum dalam satu kuesioner.

Demikian pula dengan tujuan lainnya seperti Nilai Kapasitas Organisasi, Meningkatnya Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat, Meningkatnya Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Serta meningkatnya Cakupan Masyarakat Yang Tertib Administrasi Kependudukan. Adalah bagian yang terpenting untuk di evaluasi sejauh mana progress setiap capaiannya selama tahun 2019 dan akan direviu sejalan dengan analisis kinerja berikut;

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Untuk menganalisis kinerja pelayanan atau tingkat capaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Disdukcapil maka dapat menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai yang telah ditetapkan oleh kepala Dinas Dukcapil Nomor 0000/Disdukcapil/II/2019 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2016-2021.

Begitupalah yang mendasari ditetapkannya keputusan ini akan menjadi alat analisa kinerja yang dapat lebih menjelaskan pedoman perhitungan beserta hubungan/keterkaitan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah kabupaten/kota, serta memenuhi kriteria dalam rangka pencapaian indikator kinerja kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan.

Berikut regulasi yang mendasari terbitnya IKU Disdukapil Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut ini;

1. PERMENDAGRI Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, tata cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka panjang Daearah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta tata cara perubahan Rencana Pembangunan Jangka panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

2. KEPMENDAGRI Nomor 100-1077 tahun 2017 tentang petunjuk teknis penilaian kinerja pejabat pada unit kerja yang menangani urusan admnistrasi kependudukan di kabupaten/kota.

(11)

3. Rumusan Issu-issu Strategis pada RENSTRA Disdukcapil Maros 2016-2021.

Untuk mengetahui capaian indikator kinerja dari setiap aspek, fokus menurut bidang urusan penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Pengukuran kinerja selanjutnya dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik atau semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin jelek.

IKU Disdukcapil dapat diperbaharui oleh OPD secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal yang perlu diperhatikan bahwa informasi yang akan di olah untuk mengevaluasi capaian indikator kinerja Dinas Dukcapil, merupakan informasi yang dapat menggambarkan keadaan senyatanya pada setiap per keluaran Outcome pada tingkatan Pejabat Esalon III dan Kinerja Output pada pejabat esalon IV.

A. Indikator Kinerja Utama (IKU)

Berdasarkan pada IKU yang telah ditetapkan yang meliputi jenis pelayanan dasar, indikator kinerja, dan batas serta target pencapaian yang disajikan dalam bentuk tabel berikut ini :

Tabel 2.1

Indikator Kinerja Utama DISDUKCAPIL MAROS 2016-2021

NO INDIKATOR

TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN AWAL

PERIODE

RPJMD TAHUN 1

TAHUN 2

TAHUN 3

TAHUN 4

TAHUN 5

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN TAHUN 0

1 Nilai Akuntabilitas

Kinerja C C C CC B A A

Nilai SAKIP Dinas DUKCAPIL

2

Nilai Kapasitas Organisasi (Survey Internal)

Belum ada survey

3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 Nilai Survey

3

Persentase Ketersediaan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

100 100 100 100 100 100 100 Persen

(12)

4

Rasio penduduk ber KTP persatuan penduduk

70 70 75 85 95 100 100 Persen

5 Rasio bayi berakte

kelahiran 45 45 60 75 90 98 98 Persen

6 Rasio Pasangan

berakte nikah 5 5 10 15 20 25 25 Persen

7 Kepemilikan KTP

Elektronik 60 60 75 85 95 100 100 Persen

8 Cakupan Penerbitan

Akte Kelahiran 50 50 55 75 85 95 95 Persen

9

Ketersediaan data base kependudukan skala propinsi

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ketersediaan

10

Penerapan KTP nasional berbasis NIK

Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Penerapan

11

Rasio OPD melakukan MOU pemanfaatan Data

0 0 0 13 46 46 46 Persen

12 Nilai IKM 0 3,25 3,25 3,25 3,25 3,25 3,25 Nilai IKM

13

Capaian

penyelenggaraan Layanan Publik

C- C C B A- A A Nilai Peny

Publik

B. ANALISIS KINERJA TAHUN 2019

Pengukuran kinerja selanjutnya dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik atau semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin jelek, Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas.

(13)

Analisis Pencapaian Kinerja Sekretariat

Tabel 2.2

Indikator Kinerja dan target capaian Sekretariat dan

NO INDIKATOR

TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN AWAL

PERIODE

RPJMD TAHUN 1

TAHUN 2

TAHUN 3

TAHUN 4

TAHUN 5

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN TAHUN 0

1 Nilai Akuntabilitas

Kinerja C C C CC B A A

Nilai SAKIP Dinas DUKCAPIL 2

Nilai Kapasitas Organisasi (Survey Internal)

Belum ada survey

3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 Nilai Survey

3 Nilai IKM 0 3,25 3,25 3,25 3,25 3,25 3,25 Nilai IKM

4

Capaian

penyelenggaraan Layanan Publik

C- C C B A- A A Nilai Peny

Publik

Indikator kinerja pada Sekretariat pada akuntabilitas Kinerja pada prinsipnya dapat melalui pengukuran yang dilakukan pada lingkup DUKCAPIL Kabupaten Maros dengan kaidah dan aspek penilaian sebagaimana yang telah ditetapkan pada Permenpan nomor 12 tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen akan dipergunakan untuk menentukan tingkat akuntabilitas instansi yang bersangkutan terhadap kinerjanya. Untuk nilai akuntabilitas kinerja kapasistas organisasi Disdukcapil masuk kategori Baik atau melebihi target CC. Hal ini bisa menggambarkan bahwa proses perencanaan, pengukuran dan evaluasi internal serta capaian kinerja Disdukcapil sudah sesuai dengan Kaidah dan aspek penilaian.

Sementara untuk Penilaian Nilai Kapasitas Organisasi dilakukan dengan metode survey secara internal yang dibentuk oleh Kepala Dinas Dukcapil. Materi survey yang tertuang dalam kuisioner terdiri dari 2 (dua) pertanyaan utama yang digunakan dalam menentukan kapasitas organisasi Dinas Dukcapil. Kedua pertanyaan tersebut diturunkan kedalam 18 (delapan belas) pernyataan tertutup yang mempunyai skala pilihan jawaban sama dan terangkum dalam satu kuesioner. Dari hasil perolehan survey internal yang dilaksanakan maka

(14)

didapatkan nilai 3,21 yang berarti kapasitas organisasi Disdukcapil Kabupaten Maros semakin Baik.

Untuk Nilai penyelenggaraan pelayanan publik Disdukcapil Maros maka sesuai penilaian penyelenggaraan pelayanan publik oleh MENPANRB pada bulan September 2019 Disdukcapil berhasil mendapat nilai A- (sangat baik) yang berarti telah berhasil meningkatkan penyelenggaraan layanan pada pelayanan administrasi kependudukan yang semula nilai C- pada tahun 2017. Dengan demikian target nilai penyelenggaraan layanan publik untuk tahun 2018 pencapaiaannya sampai 300% karena tanpa melalui nilai C, B-, B dan langsung ke kategori nilai kinerja A (Sangat Baik). Begitu pula pada tahun 2019 Disdukcapil berhasil mendapatkan penghargaan pelayanan public dengan kategori SANGAT BAIK dari MENPAN RB.

Sesuai dengan uraian sebelumnya untuk perolehan nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) tahun 2019 Disdukcapil telah melakukan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) secara rutin atau persemester. Pada semester I antara bulan Januari sampai dengan bulan Mei tahun 2019 telah dilakukan survey kepuasan masyarakat dan diperoleh nilai secara kumulatif mendapatkan point 84,037 atau berada pada interval konversi IKM 2,60 – 3,06 atau dalam kategori mutu layanan mendapatkan nilai B yang bisa pula menggambarkan bahwa hasil survey layanan Disdukcapil antara Januari sampai Mei 2019 sudah meningkat dari periode yang sama dari tahun 2018.

Pada semester dua (2) tahun 2019 sesuai agenda, Disdukcapil Maros melaksanakan kegiatan survey dengan metode survey berdasarkan Permenpan RB nomor 14 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat unit penyelenggara pelayanan publik. Dari hasil survey telah diperoleh nilai IKM 86 atau dalam nilai interval konversi berada pada 76,61 – 88,30 atau nilai interval (NI) berada pada 3.0644-3,532 yang jika di konversi maka berada pada nilai interval 3,57. Sehingga untuk kategori mutu pelayanan mendapatkan nilai B atau BAIK.

(15)

C. Meningkatnya Cakupan Masyarakat Yang Tertib Administrasi Kependudukan.

c.1. Analisis Capaian Kinerja Pelayanan Pendaftaran Penduduk

Membandingkan realisasi pelayanan administrasi kependudukan Yang berkualitas dengan sasaran peningkatan layanan pada bidang pendaftaran penduduk. Yaitu selain melihat capaian kinerja pada jumlah kepemilikan KTP elektronik juga harus dengan melihat capaian Kepemilikan Kartu Keluarga (KK) serta layanan lainnya.

Tabel 2.3

Indikator dan Target Capaian layanan Pendaftaran Penduduk Tahun 2019

Dari tabel pencapaian perekaman wajib KTP-El jumlah penduduk wajib KTP di Kabupaten Maros Tahun 2019 adalah 382.183, yang sudah merekam pada tahun 2019 capaiannya sebesar 85 % atau kurang dari target yang ditetapkan sebesar 95% atau berhasil terealisasi sebesar 265.810 penduduk yang sudah merekam. Namun masih ada yang belum merekam sejumlah 33.750 wajib KTP. Kecamatan Mandai adalah terbanyak sejumlah 20.534 dan kecamatan Tanralili sudah hampir tuntas. Dari capaian tersebut perlu dilakukan langkah- langkah yang lebih interaktif untuk mendekati atau menyelesaikan target perekaman sampai 100% ditahun 2021.

NO INDIKATOR KINERJA

TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN AWAL

PERIODE

RPJMD TAHUN 1

TAHUN 2

TAHUN 3

TAHUN 4

TAHUN 5

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN TAHUN

0

1

Rasio Penduduk Ber KTP

Persatuan Penduduk

70 70 75 85 95 100 100 Persen

2 Kepemilikan KTP

Elektronik 60 60 75 85 95 100 100 Persen

3

Penerapan KTP Nasional Berbasis NIK

Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah/Belum

(16)

Tabel. 2.4

Pencapaian Perekaman Wajib KTP-EL Tahun 2019

Analisis Capaian Kinerja Pelayanan Pencatatan Sipil

Berdasarkan Kepmendagri Nomor 100-1077 tahun 2017 tentang petunjuk teknis penilaian kinerja pejabat yang menangani administrasi kependudukan di Kabupaten maka khusus bidang pelayanan pencatatan sipil mempunyai sasaran dan indikator kinerja berdasarakan Permendagri Nomor 86 tahun 2017 maka peningkatan dan fasilitasi dalam melakukan pelayanan penerbitan Akta Pencatatan Sipil harus menjadi prioritas. Fasilitasi Bidang Pencatatan Sipil meliputi Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan, Akta Pembatalan perkawinan, Akta Perceraian, Akta Pembatalan Perceraian, Akta Pengesahan Anak, Akta Pengangkatan Anak, Akta Pengakuan Anak, Surat Keterangan Lahir Mati, Surat Keterangan Pembatalan Perkawinan dan Pembuatan Catatan Pinggir Akta Pencatatan Sipil.

NO KECAMATAN JUMLAH PENDUDUK

WAJIB KTP

TOTAL PEREKAMAN

BELUM PEREKAMAN

1 MANDAI 48359 33063 31162 1901

2 CAMBA 15206 11577 11557 20

3 BANTIMURUNG 32904 23112 22646 466

4 MAROS BARU 27639 19015 18975 40

5 BONTOA 30330 21101 20757 344

6 MALLAWA 13240 10795 11064 -269

7 TANRALILI 30232 20651 21059 -408

8 MARUSU 32867 22861 22545 316

9 SIMBANG 26313 18276 17761 515

10 CENRANA 15262 10996 10953 43

11 TOMPOBULU 15680 12007 12272 -265

12 LAU 27433 19125 19361 -236

13 MONCONGLOE 18358 12415 11914 501

14 TURIKALE 48350 33734 33784 -50

JUMLAH 382.173 268.728 265.810 33.750

(17)

Tabel 2.5

Indikator Kinerja dan Target Capaian Pelayanan Pencatatan Sipil

NO INDIKATOR KINERJA

TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN AWAL

PERIODE

RPJMD TAHUN 1

TAHUN 2

TAHUN 3

TAHUN 4

TAHUN 5

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN TAHUN

0

1

Rasio Bayi Berakte Kelahiran

45 45 60 75 90 98 98 Persen

2 Rasio Pasangan

Berakte Nikah 5 5 10 15 20 25 25 Persen

3

Cakupan Penerbitan Akte Kelahiran

50 50 55 75 85 95 95 Persen

Tabel 2.6

Capaian Pelayanan Akte Kelahiran Tahun 2019

NO KECAMATAN

JUMLAH

ANAK JUMLAH ANAK MEMILIKI AKTA JUMLAH ANAK BELUM ADA AKTA 0-18 TAHUN AKTA DARI SIAK TOTAL JUMLAH %

1 MANDAI 17555 6208 6208 11347 64,64

2 CAMBA 4481 2227 2227 2254 50,30

3 BANTIMURUNG 11382 6070 6070 5312 46,67

4 MAROS BARU 10143 5848 5848 4295 42,34

5 BONTOA 10973 4114 4114 6859 62,51

6 MALLAWA 4157 2540 2540 1617 38,90

7 TANRALILI 10549 4410 4410 6139 58,20

8 MARUSU 11454 4194 4194 7260 63,38

9 SIMBANG 9177 3848 3848 5329 58,07

10 CENRANA 5178 2308 2308 2870 55,43

11 TOMPOBULU 6085 2068 2068 4017 66,01

12 LAU 9595 4815 4815 4780 49,82

13 MONCONGLOE 6732 2628 2628 4104 60,96

14 TURIKALE 17206 7263 7263 9943 57,79

JUMLAH 134.667 58.541 58.541 76.126 15,05

(18)

Menghitung rasio bayi berakte kelahiran dapat dibandingkan dengan menghitung jumlah bayi berakte kelahiran dengan jumlah bayi pada tahun itu 2019. Sementara Cakupan Penerbitan Akte Kelahiran di tahun 2019 dapat digambarkan dengan jumlah penduduk lahir dan memperoleh akte kelahiran dibagi dengan jumlah kelahiran di tahun 2019. Untuk menganalisa capain kedua indikator ini lebih banyak memerlukan data jumlah anak usia 0-1 tahun di tahun 2019 dan data jumlah akte kelahiran yang diterbitkan ditahun yang sama bagi bayi baru lahir.

Dengan demikian dari hasil layanan kependudukan terhadap pencapaian kepemilikan akte kelahiran di maros bisa dibandingkan dengan kegiatan-kegaiatan yang telah diadakan selama tahun 2019. Adapaun kegiatan tersebut adalah pelayanan keliling di 103 desa/kelurahan, penerapan inovasi “ANAKKU BERSURAT” yang khusus melayani pemenuhan dokumen akte yang di khususkan bagi Bayi baru lahir dengan bekerja sama dengan petugas-petugas kesehatan dari tingkat Kecamatan maupun desa atau posyandu. Pelayanan khusus ini memungkinkan tidak ada lagi bayi yang baru lahir tidak langsung memiliki akte kelahiran lebih dari 3 bulan. Maka cakupan kepemilikan akte kelahiran bagi bayi baru lahir sudah mencapai angka 98%. Sisa dua (2) % adalah angka bagi bayi yang meninggal maupun bayi yang mempunyai akses jauh dan kesulitan informasi tentang kepemilikan akte.

Penerbitan Akte kelahiran secara umum dapat digambarkan pada tabel 3.6 berikut, Berdasarkan angka perolehan capaian penerbitan akte kelahiran anak umur o-18 tahun, maka ditahun 2019 perolehannya masih 56,53 % atau hanya 58.541 yang memiliki akte kelahiran dari 134.667 jumlah umur 0-18 tahun. Hal ini dapat pula dijelaskan bahwa data tersebut masih berdasarkan data SIAK pada aplikasi Disdukcapil dimana tidak menghitung angka kepemilikan akte kelahiran tetap mengabaikan data sistem yang tidak terkoneksi dengan data yang tidak didaftarkan pada integrasi NIK. Dari cara perhitungan ini memungkinkan nilai perolehan angka pencapaian Akte Kelahiran lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kepemilikan yang sebenarnya.

Sementara itu pemenuhan Rasio Pasangan Berakte Nikah dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah pasangan nikah dan sudah berakte dengan jumlah keseluruhan pasangan nikah. Tahun 2019 dari jumlah total perkawinan per desember 2018 di luar agama islam sebanyak 105. Dari jumlah tersebut perkawinan yang dilaporkan sebanyak 138 sehingga yang terbit akta perkawinannya sejumlah 138. Dari data tersebut data pencapaian akte

(19)

perkawinan bagi yang beragama islam tidak tergambarkan oleh sistem data base SIAK mengingat akte nikahnya diterbitkan di Kantor Pengadilan Agama dan KUA.

Tabel 2.7

Penerbitan akta Perkawinan Tahun 2019 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

NO KECAMATAN

S/D DESEMBER TAHUN LALU

TOTAL JUMLAH

PERKAWIN AN

JUMLAH AKTA

AKTA SIAK TOTAL

PERKAWINAN YG DILAPORKAN

JUMLAH AKTA PERKAWINAN

1 ISLAM

2 KRISTEN 95 95 95 122 122

3 KATHOLIK 9 9 9 14 14

4 HINDU 1 1 1 2 2

5 BUDHA 0 0 0 0 0

6 KONGHUCU 0 0 0 0 0

7 KEPERCAYAAN 0 0 0 0 0

8 PENGADILAN 0 0 0 0 0

9 DLL 0 0 0 0 0

JUMLAH 105 105 105 138 138

Jika dibandingkan antara target yang harus dicapai oleh Disdukcapil dengan wewenang penyelenggaraan layanannya khususnya pada penerbitan akte perkawinan maka Disdukcapil akan terkendala dalam setiap pencapaian dan pemenuhan rasio kepemilikan akte nikah. Hal ini di karenakan hanya akte non muslim yang bisa diterbitkan sementara perhitungan pencapaian target kepemilikannya berlaku buat semua agama.

Untuk mengantisipasi atas tanggung jawab Disdukcapil dalam penerbitan dokumen ini maka Disdukcapil kabupaten maros telah memprogramkan kerjassma lintas sektor secara terpadu antara 3 Instansi antaranya KUA, Pengadilan Agama serta Pengadilan Negeri. Kegiatan ini diharapkan berkembang lebih lanjut di tahun-tahun berikutnya untuk mempercepat target pemenuhan dokumen akte nikah.

(20)

Analisis Capaian Kinerja Pengelolaan Administrasi SIAK

Penerapan sistem SIAK pada tahun 2019 pencapaian targetnya selain ketersediaan Data Base kependudukan berskala kabupaten juga harus menjalankan aplikasi sesuai versi yang dianjurkan. Untuk tahun 2019 versi aplikasi SIAK yang dianjurkan adalah Versi 7,3. Dengan demikian Versi 7 SIAK di tahun 2017 tidak boleh dipakai lagi dalam pelayanan admnistrasi kependudukan di Kabupaten Maros. Sementara pencapaian ketersediaan Data Base Kependudukan pencapaiannya seperti Tabel 2.8 berikut

Tabel 2.8

Indikator Pencapaian Layanan SIAK

NO INDIKATOR

CAPAIAN SETIAP TAHUN

AWAL PERIODE

RPJMD TAHUN 2016

TAHUN 2017

TAHUN 2018

TAHUN 2019

TAHUN 2020

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN

TAHUN 0

1

Ketersediaan data base

kependudukan skala kabupaten

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada/Tidak

Ada

(21)

Analisis Capaian Kinerja Pemanfaatan Data dan Inovasi Layanan

Kinerja Unit Kerja yang menangani urusan administrasi kependudukan khususnya bidang fasilitasi pemanfaatan data dan dokumen kependudukan meliputi; Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan NIK, KTP-Elektronik dan Data Kependudukan dan Pemanfaatan NIK, KTP- Elektronik dan Data Kependudukan. Untuk realisasi pencapaian kinerja pada bidang pemanfaatan data bisa dibandingkan seperti Tabel. 2.8 di tahun 2018. Beserta tabel 2.8 berikut:

Tabel 2.9

Target dan Realisasi Pemanfaatan Data

Data pada tabel tersebut diatas hanya menjelaskan pencapaian target kinerja khusus pada keberhasilan Disdukcapil untuk melakukan kerja sama antar OPD yang ada di Kabupaten Maros untuk mengadakan MOU untuk perjanjian kerjasama dalam pemanfaatan data melalui aplikasi wire house. Namun pemanfaatan data agregat bagi semua OPD tetap berjalan tanpa harus melalui MOU.

NO INDIKATOR

TARGET dan REALISASI AWAL

PERIODE

RPJMD TARGET 2017

Realisasi 2017

TARGET 2018

REALISASI 2018

TAHUN 2020

AKHIR PERIODE

RPJMD

SATUAN TAHUN 0

1

Rasio OPD melakukan MOU pemanfaatan Data

0 46 0 46 0 0 46 Persen

2

Penerapan sistem pengarsipan Dokumen sesuai standar yang berlaku.

Belum Sudah Sudah Sudah Sudah 0 Sudah

Standar Arsip Dinamis

(22)

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan pelayanan juga berdasarkan dengan indikator kinerja pelayanan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2009, sebagai berikut;

a. Ratio keluarga ber Kartu Keluarga per satuan kepala keluarga (versi tanpa NIK), pada awal Renstra mencapai 85 %, pada tahun 2017 mencapai 95 % dan tahun 2021 mencapai 100 %, dan karena seiring dengan penggantian KTP elektonik, maka penerbitan KK tanpa NIK dihentikan dan diganti dengan KK yang menggunakan NIK.

b. Ratio keluarga ber Kartu Keluarga per satuan kepala keluarga (versi menggunakan NIK) sudah mulai dilaksanakan tahun 2011.

c. Ratio penduduk ber KTP per satuan penduduk pada Tahun 2019 bisa mencapai 95 %, diproyeksikan tahun 2020 mencapai 99 % dan tahun 2021 mencapai 100 %. Seiring dengan program penerapan KTP elektronik, maka penerbitan KTP Nasioanal dihentikan dan diganti dengan KTP elektronik.

d. Ratio pasangan ber Akta nikah sesuai pelayanan yang kami laksanakan dan data yang tersedia, hanya kami perhitungkan untuk pasangan non muslim, pada awal renstra mencapai 60 % `dan diproyeksikan tahun 2021 mencapai 75 %.

Dari rencana target capaian IKU tersebut dijabarkan dalam 7 program dan beberapa kegiatan yang menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Maros. Pencapaian Target prosentase kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis NIK dilaksanakan dengan kegiatan diantaranya peningkatan layanan pendaftaran penduduk serta layanan keliling pendaftaran penduduk. Yang pada tahun 2017 mencapai 75 % dan ditargetkan 95 % pada tahun 2019. Sedangkan target perekaman di tahun 2017 mencapai 80 % dan target 2019 tidak mencapai target 99%.

Target Prosentase penduduk yang memiliki Akte Kelahiran dicapai dengan kegiatan Pelayanan Pencatatan Sipil, Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Peningkatan SDM Operator, Pemeliharaan Jaringan online dan hardware, Pengadaan sarana

(23)

penyimpanan dokumen kependudukan, Penataan dokumen kependudukan, Pengadaan sarana dan prasarana pelayanan, dan Pengadaan peralatan pendukung lainnya.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi DISDUKCAPIL

2.3.1. Tingkat kinerja pelayanan dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan.

a. Meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana pendukung Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Maros untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat sesuai hasil evaluasi kinerja oleh inspektorat tahun 2018.

b. Meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia yang professional dan berkualitas sesuai tuntutan layanan sesuai dibidangnya dalam rangka peningkatan penyelenggaraan pelayanan publik menuju LAYANAN PRIMA

c. Mengembangkan sistem manajemen pengelolaan penelusuran, penataan dan pelestarian kearsipan berbasis teknologi informasi dan komunikasi ( Filling system kearsipan berbasis sentralisasi elektronik) sebagai peningkatakan mutu pelayanan publik.

d. Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan sejalan dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2013 masih perlu kejelasan dan tindaklanjut, diantaranya dukungan peraturan pelaksanaan penetapan pejabat struktural yang menangani administrasi kependudukan di daerah, komitmen untuk mendukung pendanaan pelaksanaan administrasi kependudukan oleh daerah melalui APBN, dan percepatan optimalisasi pemanfaatan database kependudukan.

e. Perenacanaan Layanan administrasi kependudukan GO-DIGITAL

2.3.2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi

Sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan, perencanaan pembangunan kependudukan dan pencatatan harus disusun berdasarkan data dan informasi kependudukan.

Perencanaan pembangunan berbasis data kependudukan merupakan strategi yang penting dalam rangka meningkatkan relevansi, efektivitas serta efisiensi kebijakan dan program pembangunan di Indonesia.

(24)

Penggunaan data yang akurat dalam proses perencanaan telah diatur dalam peraturan perundangan. Pada Pasal 31 UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diatur bahwa “Perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan”. Ketentuan tersebut ditekankan kembali pada Pasal 152 UU No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah yang menyebutkan “Perencanaan pembangunanan daerah didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.3.3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional dan internasional seperti SPM dan SDG’s

MISI 2 Meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah Pembangunan Bidang Pemerintahan Yang Dilaksanakan Guna memantapkan Pelaksanaan Tata Kelola Yang Bebas Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme Dalam Kerangka Good Governance And Clean Government Serta Menghasilkan Suatu Proses Birokrasi Yang Mencakup Berbagai Sistem Yang Saling Berkaitan, Saling Mendukung, Dan Saling Menentukan Guna Menghasilkan Layanan Publik Yang Berkualitas, Dengan Agenda Prioritas Adalah:

a) Peningkatan Peran Dan Fungsi Layanan Perijinan Yang Mudah, Terjangkau, Cepat, Dan Sesuai Dengan Ketentuan Yang Berlaku.

b) Peningkatan Layanan Pengadaan Barang Dan Jasa Yang Lebih Akuntabel, Transparan, Dan Terpercaya.

c) Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan, Pendidikan, Ketenteraman, Ketertiban, Dan Keamanan Masyarakat

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 a. Agenda Pembangunan Nasional

Dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019, Buku I, dijabarkan lima agenda pembangunan nasional sebagai berikut:

Membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja Dari lima agenda pembangunan nasional tersebut, dua di antaranya secara spesifik terkait dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, yaitu agenda nomor 3: Membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja

(25)

pemerintahan, dan agenda nomor 4: Menyempurnakan dan meningkatkan kualitas reformasi birokrasi nasional.

Arah kebijakan dan strategi yang ditempuh untuk agenda: Membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan, meliputi:

1) Penyempurnaan sistem manajemen dan pelaporan kinerja, melalui strategi:

a. penguatan kebijakan sistem pengawasan intern pemerintah;

b. penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan nasional; dan c. pemantapan implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

(SAKIP).

2) Penerapan e-government untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan, melalui strategi:

a. penguatan kebijakan e-government yang mengatur kelembagaan egovernment,

b. penguatan sistem dan infrastruktur e-government yang terintegrasi;

c. penyempurnaan/penguatan sistem pengadaan secara elektronik serta pengembangan sistem katalog elektronik; dan

d. penguatan sistem kearsipan berbasis TIK.

3) Penerapan open government, melalui strategi:

pencapaian sasaran pembangunan prioritas yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017 dalam rangka pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan

sasaran dan indikator kinerja yaitu:

i. Terwujudnya tertib administrasi kependudukan berbasis NIK Nasional melalui Database Kependudukan terintegrasi antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota;

ii. Terfasilitasinya Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelayanan penerbitan KTP-el, Kartu Keluarga dan Akta Pencatatan Sipil (Kelahiran, Kematian, Perkawinan, Perceraian, Pengakuan Anak, dan Pengesahan Anak) untuk memenuhi semua kepentingan dalam pelayanan publik, perencanaan

(26)

pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal;

b. Terlaksananya pelayanan pemanfaatan NIK, Database Kependudukan dan KTP-el oleh lembaga pengguna di Provinsi dan Kabupaten/Kota, meliputi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Badan Hukum Indonesia yang memberikan pelayanan publik dan tidak memiliki hubungan vertikal dengan lembaga pengguna tingkat pusat;

1. Meningkatnya peran, fungsi, kesadaran dan tanggungjawab serta kemampuan teknis aparat pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan

2. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat dan tepat waktu.

2.3.4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Tantangan;

1. Target capaian KTP berbasis NIK belum 100%

2. SDM pada operator belum sepenuhnya Funsional Operator/ADB 3. Sarana prasaran dan SDM layanan khususnya Front Office sudah

tidak memadai karna menggunakan tenaga NON PNS.

4. Sistem jaringan tergantung dari Pusat sebagai pengendali tunggal.

5. Sistem pengolahan data yang tidak valid kerjasama litas sektoral diperlukan untuk keseragaman data.

6. Pemahaman masyarakat tentang perubahan data kependudukan dan pencatatan sipil belum memadai.

7. Pemanfaatan data sebagai indikator perencanaan pembangunan belum dimanfaatkan oleh sebagian besar OPD di Kabupaten Maros.

8. Instansi, lembaga yang memerlukan data semakin variatif dalam pemanfaatannya.

9. Peluang kerja sama administrasi kependudukan antar Desa/Kelurahan dengan Disdukcapil masih belum terealisasikan.

Peluang

(27)

1. SDM verifikasi dari tenaga Non ASN masih memadai

2. Penganggaran Administrasi kependudukan juga di dukung Dana DAK NON FISIK

3. Minat Kerjasama lintas sektor besar dari OPD lain.

4. Pengakuan dari pusat adanya penghargaan layanan 5. Memadainya Regulasi yang mendukung kinerja OPD

6. Adanya perencanaan penyusunan PERDA ADMINDUK yang tahap penyusunan Naskah Akademik (NA) telah selesai.

7. Adanya Evaluasi IKK LPPD per OPD.

Untuk mencapai tingkat updating database kependudukan dilaksanakan dengan kegiatan Pemeliharaan jaringan online dan perangkat keras/hardware, Pengadaan peralatan pendukung SIAK, Peningkatan SDM operator SIAK, dan Pengelolaan Informasi kependudukan.

Guna terwujudnya pelaksanaan tugas pokok tersebut, perlu didukung Sumber Daya Manusia ( SDM ) sedangkan dengan adanya struktur organisasi yang baru Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil belum didukung sarana dan prasarana yang memadai yaitu masih terbatasnya ruangan bidang Inovasi dan pencatatn sipil yang masih satu ruangan, penyimpan dokumen dan arsip, belum adanya sarana prasarana pada ruang pertemuan, lingkungan/halaman kantor kurang tertata sebagai pusat layanan dan sarana prasarana ruang pelayanan semakin kurang memadai karena semakin meningkatnya tiap tahun masyarakat dalam pemutakhiran data.

2.3.4. Isu-isu penting, rekomendasi, catatan strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

1. Penyelenggaraan pelayanan Publik yang di evaluasi setiap tahun oleh kementerian PANRB.

2. Penyelenggaraan Survei Ikndek Kepuasan (IKM) adalah proses evaluasi layanan sejauh mana OPD memberikan layanan kepada masyarakat yang langsung dnilai masyarakat.

(28)

3. Pencapaian kepemilikan akte kelahiran Kab.Maros sangat minim mengakibatkan program dan kegiatan lain terhambat misalnya kegiatan pengadaan atau pencapaian kepemilikan Kartu Indentitas anak (KIA).

4. Perlunya OPD menciptakan Inovasi Layanan untuk mencapai target yang ditentukan.

5. Validasi data sangat diperlukan dlam rangka pemanfaatan data 6. Tingkat SDM kompetensi disesuaikan dengan keperluan layanan 7. Pelayanan berbasis digital untuk menuju layanan prima.

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;

Program dan kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2019 semua telah sesuai dengan indikator sasaran yang terdapat pada rancangan awal RKPD.

Namun terdapat kegiatan yang belum terpenuhi pagu anggarannya yaitu kegiatan Pengadaan sarana penyimpan dokumen kependudukan, Pengelolaan informasi kependudukan, Pengadaan kendaraan dinas/operasional, Capacity building pegawai di lingkungan Disdukcapil, pengadaan bahan bacaan dan Peraturan Perundang-undangan.

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan dengan penyajian sebagai berikut:

2.5.1 Proses usulan program/kegiatan berdasarkan usulan pemangku kepentingan diperoleh (musrenbang/hasil sosialisasi, Indeks Kepuasan Konsumen).

Program dan kegiatan Disdukcapail 2019 selain berdasarkan pada Hasil-hasil usulan Musrenbang yang disepakati juga berdasarkan hasil-hasil kegiatan yang lebih banyak merespon kebutuhan layanan masyarakat. Daerah –daerah yang mempnyai akses yang jauh lebih cenderung mengusulakn dan meminta perhatian khusus dalam penyelenggaraan layanan Stel sel Aktif. Begitupulah pada hasil telaahan berbagai survey melalui kuisioner atau wawancara

(29)

langsung menjadikan program dan kegiatan menjadi lebih responsif terhadap layanan yang dibutuhkan masyarakat. Usulan kegiatan dari berbagai pihak-pihak berkepentingan juga menjadi dasar dalam analisa penentuan kegiatan yang semuanya dapat diaplikasikan kedalam bagian dari e- planing yang nantinya dituangkan dalam dokumen rencana kerja pemerintah Daerah (RKPD).

2.5.2 Kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah.

Menyelaraskan berbagai hasil telaahan sumber-sumber dokumen perencanaan baik tingkat kementerian dan lembaga maupun tingkat provinsi khususnya bidang urusan administrasi kependudukan menjadi sangat penting guna merumuskan isu-isu penting.

Sementara isu tersebut sangat menentukan pula bagaimana Indikator Kinerja Utama Disdukcapil kabupaten Maros bisa menggambarkan layanan yang bagaiman dibutuhkan masyarakat pada saat akan datang.

(30)

BAB. III

Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR: 100-1077 DUKCAPIL TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN KINERJA PEJABAT PADA

UNIT KERJA YANG MENANGANI URUSAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

Petunjuk teknis sebagaimana dimaksud dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penilaian kinerja pejabat pada unit kerja yang menangani urusan administrasi kependudukan di provinsi dan kabupaten/kota.

Selanjutnya penilaian kinerja pejabat pada unit kerja yang menangani urusan administrasi kependudukan di kabupaten Maros merupakan proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap capaian kinerja pelayanan bidang administrasi kependudukan pada masyarakat. Untuk melaksanakan penilaian kinerja tersebut wajib dipedomani kewajiban dan tanggungjawab pemerintah kabupaten Maros sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang diatur sebagai berikut;

Ketentuan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 mengamanatkan bahwa pemerintah kabupaten/kota mempunyai kewajiban dan bertanggungjawab dalam menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan meliputi :

a. Koordinasi penyelenggaraan Administrasi Kependudukan;

b. Pembentukan Instansi Pelaksana yang tugas dan fungsinya di bidang Administrasi Kependudukan;

c. Pengaturan teknis penyelenggaraan Administrasi Kependudukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

d. Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan Administrasi Kependudukan;

Pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat di bidang Administrasi Kependudukan;

(31)

e. Penugasan kepada desa untuk menyelenggarakan sebagian urusan Administrasi Kependudukan berdasarkan asas tugas pembantuan;

f. Penyajian Data Kependudukan berskala kabupaten/kota berasal dari Data Kependudukan yang telah dikonsolidasikan dan dibersihkan oleh Kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri; dan

g. Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Kinerja Unit Kerja yang Menangani Urusan Administrasi Kependudukan

1. Kabupaten/Kota Kinerja Unit Kerja yang Menangani Urusan Administrasi Kependudukan Kabupaten/Kota, yaitu:

1. Bidang Pendaftaran Penduduk.

a. Biodata Penduduk;

b. Kartu Keluarga (KK);

c. KTP-el;

d. Kartu Identitas Anak (KIA);

e. Surat Keterangan Kependudukan;

f. Data Penduduk Rentan Adminduk;dan 2. Bidang Pencatatan Sipil.

a. Akta Kelahiran;

b. Akta Kematian;

c. Akta Perkawinan;

d. Akta Pembatalan perkawinan;

e. Akta Perceraian;

f. Akta Pembatalan Perceraian;

g. Akta Pengesahan Anak;

h. Akta Pengangkatan Anak;

i. Akta Pengakuan Anak;

j. Surat Keterangan Lahir Mati;

k. Surat Keterangan Pembatalan Perkawinan;dan l. Pembuatan Catatan Pinggir Akta Pencatatan Sipil.

(32)

3. Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan a. Pengelolaan Data Kependudukan;dan

b. Penyajian Data Kependudukan;

4. Bidang Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan

a. Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan NIK, KTP-Elektronik dan Data Kependudukan; dan

b. Pemanfaatan NIK, KTP-Elektronik dan Data Kependudukan.

Unsur-unsur penilaian kinerja pejabat pada unit kerja yang menangani urusan administrasi kependudukan di Kabupaten/Kota terdiri dari :

1. Penyelesaian target Kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja antara Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebagai berikut:

(33)

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KINERJA UNIT PENYELENGGARA PELAYANAN PUBLIK.

Dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang dimaksud, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) melaksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik, guna memperoleh gambaran tentang kondisi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik untuk kemudian dilakukan perbaikan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, telah dilaksanakan juga pemeringkatan berdasarkan hasil penilaian kinerja yang dilakukan, agar unit penyelenggara pelayanan publik yang dievaluasi dapat menentukan langkah-langkah perbaikan.

Ruang lingkup Pedoman Penilaian Kinerja Unit Penyelenggara Pelayanan Publik ini meliputi 6 (enam) aspek, yaitu:

a. kebijakan pelayanan, b. profesionalisme SDM, c. sarana prasarana,

d. sistem informasi pelayanan publik, e. konsultasi dan pengaduan,

f. inovasi pelayanan.

Untuk menilai masing-masing aspek tersebut disusun sejumlah indikator yang dikelompokan untuk mempermudah identifikasi pengaruhnya terhadap aspek yang dievaluasi.

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK

Pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur pemerintah saat ini belum memenuhi harapan masyarakat. Hal ini dapat diketahui dari berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media masa dan jaringan sosial, sehingga

(34)

memberikan dampak buruk terhadap pelayanan pemerintah, yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan Survei Kepuasan Masyarakat kepada pengguna layanan.

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat wajib diinformasikan kepada publik termasuk metode survei. Penyampaian hasil Survei Kepuasan Masyarakat dapat disampaikan melalui media massa, website dan media sosial.

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN STANDAR PELAYANAN

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-Undang Pelayanan Publik tersebut, maka telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

PermenPANRB tentang Pedoman Standar Pelayanan ini merupakan revisi dari PermenPANRB Nomor 36 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan, dan Penerapan Standar Pelayanan. Revisi peraturan ini perlu dilakukan karena dipandang peraturan yang sebelumnya kurang sesuai dengan pekembangan teknologi informasi yang semakin banyak dipergunakan sebagai sarana penunjang pelayanan, serta untuk mempermudah proses penyusunan, dan meningkatkan kemandirian unit pelayanan dalam penyusunan Standar Pelayanan

Berdasarkan regulasi –regulasi tersebut maka Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaen Maros menyusun suatu program dan kegiatan berlandaskan pada prinsip kinerja apa yang mendesak yang harus segera dilaksanakan guna pemenuhan layanan masyarakat. Untuk itu rencana kerja tahun 2018 selain pelaksanaan kegiatnnya berlandaskan pada RENSTRA DISDUKCAPIL 2016-2021 juga akan dijabarkan regulasi- regulasi yang berkenaan dengan Program Layanan Administrasi Kependudukan.

(35)

3.2 . Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah

Tujuan pembangunan disusun berdasarkan misi sehinggan tujuan merupakan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan wajib dan pilihan dalam mendukung pelaksanaan visi pembangunan daerah. Sedangkan Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai secara berkesinambungan dan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan kondisi umum, potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi kedepan sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab sebelumnya, maka Dinas Dukcapil sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang melaksanakan urusan pemerintahan, menyusun tujuan dan sasaran yang berpedoman kepada tujuan dan sasaran yang terdapat dalam setiap Misi pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Maros periode 2016 – 2021. Adapun tujuan dan sasaran dalam RPJMD Kabupaten Maros periode 2016 - 2021 yang akan disupport oleh Dinas Dukcapil, adalah sebagai berikut:

1. Misi 1: MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH.

Tujuan dan Sasaran dalam misi tersebut, adalah:

A. Tujuan: Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Daerah Yang Berkualitas, dengan sasaran:

a. Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

b. Meningkatnya Pendapatan Masyarakat.

c. Meningkatnya Kualitas Tenaga Kerja Dan Kesempatan Kerja.

d. Menurunnya Tingkat Kemiskinan.

e. Meningkatnya Pendapatan Daerah.

f. Terkendalinya Inflasi Daerah.

g. Menurunnya Kesenjangan Tingkat Pendapatan Masyarakat.

h. Meningkatnya Nilai Investasi

(36)

2. MISI 2: MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK.

Tujuan dan Sasaran dalam misi tersebut, adalah:

A. Tujuan: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional Dan Berkinerja Tinggi, dengan sasaran:

a. Terwujudnya Tata Kelola Birokrasi Yang Bersih, Akuntabel, Efisien, Dan Efektif.

B. Tujuan: Mewujudkan Pelayanan Publik Yang Berkualitas, dengan sasaran:

a. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik.

3. MISI 3: MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT.

Tujuan dan Sasaran dalam misi tersebut, adalah:

A. Tujuan: Meningkatkan Taraf Hidup Penduduk, Baik Sebagai Individu Maupun Sebagai Masyarakat, dengan sasaran:

a. Meningkatnya Kualitas Hidup Masyarakat.

b. Meningkatnya Peran Serta Perempuan Dalam Pembangunan.

c. Meningkatnya Stabilitas Keamanan, Ketertiban, Kerukunan Hidup, Dan Perlindungan Masyarakat Termasuk Perempuan Dan Anak.

d. Meningkatnya Kualitas Dan Ketersediaan Bahan Pangan Masyarakat.

e. Terkendalinya Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk Sesuai Daya Dukung Lingkungan Daerah.

Setelah melihat uraian dari tujuan dan sasaran pada setiap misi dalam RPJMD, maka rumusan tujuan dan sasaran RPJMD tersebut menjadi landasan perumusan tujuan, sasaran, strategi, kebijakan Renstra Dinas Dukcapil untuk periode 5 (lima) tahun. Perumusan tujuan dan sasaran Dinas Dukcapil dilakukan melalui langkah – langkah sebagai berikut:

1. Diturunkan secara lebih operasional dari masing-masing tujuan dan sasaran RPJMD yang telah ditetapkan.

2. Disusun dengan memperhatikan permasalahan dan isu-isu strategis yang akan dihadapi berdasarkan tugas pokok, fungsi, kewenangan, dan urusan Pemerintahan yang akan dilaksanakan.

3. Dapat diukur dalam jangka 5 (lima) tahun kedepan.

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui cara memelihara kesehatan organ peredaran darah manusia Menjelaskan berbagai penyakit yang mempengaruhi organ peredaran manusia dan menjelaskan cara memelihara

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pangandaran Nomor : 62/BA/3218/Kab/IlI/2020 tanggal 14 Maret 2020 tentang Penetapan Hasil

(Jakarta: Ghalia Indonesia.. penelitian yaitu bagaimana bimbingan konseling yang ada di SMA 2 Sumenep terkait dengan persepsi citra negatif guru bimbingan konseling

informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam pasal 17 UU KIP dan telah dilakukan pengujian konsekuensi oleh badan publik. Ajudikasi untuk jenis informasi yang terbuka namun

KMRT mempunyai wewenang untuk mengkaji dan memberikan rekomendasi mengenai hal yang berkaitan dengan manajemen risiko terintegrasi untuk dimintakan keputusan dari

pemberdayaan yang dilakukan terhadap GP3A. Kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh instansi-instansi yang terlibat dalam pengelolaan jaringan irigasi terhadap

Perbandingan NVK tahun 2020 sebelum dan sesudah jalan tol beroperasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh adanya jalan tol terhadap kinerja jaringan jalan Kota