IL 3105
Communication Platform
Edunex: sharing materials, assigment
SIX: presence
MS Team: assignment
Zoom Meeting: vidcon
Whatsapp Group: message
Others?
• Kehadiran 80% sebagai syarat nilai
• UTS-UAS 70%
• Tugas 20%
• Keaktifan di Kelas 10%
1. Berpakaian rapi dan alas kaki tertutup (tidak bersandal) 2. Kehadiran minimal 80% utk dapat mengikuti UAS.
3. Komunikasi melalui HP berhenti selama kuliah
4. Penggunaan laptop terbatas (no browsing, chatting, dll)
5. Aktif berinteraksi selama perkuliahan dan tidak berbenturan dg unsur SARA.
6. Ujian maupun tugas dikerjakan secara mandiri, tanpa mencontek.
Mencontek otomatis nilai E.
7. Tugas wajib lulus
8. Keterlambatan kehadiran di kelas?
Minggu Pokok Bahasan Uraian Singkat
1 Pendahuluan Pengantar
Materi, evaluasi dan referensi
Kondisi air minum di Indonesia, Undang-Undang
2 Standard dan komponen Standard EPA, Standard Menkes
kebutuhan air Standard kebutuhan air di negara maju dan
negara berkembang, termasuk kota kecil dan kota besar Kualitas dan standar kualitas
Komponen pengguna/konsumen air minum
3 Menentukan kebutuhan air Menentukan kebutuhan air kota dan industri kelas gabung Proyeksi penduduk, tata ruang perkotaan. dosen: YN Proyeksi kebutuhan air minum
4 Komponen PAM Gambaran tentang pengolahan air minum Sumber air dan sifatnya
Cara pengambilan
5 Komponen PAM (lanjutan) Cara pengambilan kelas gabung
Evaluasi sumber air minum dosen: RI
6 Intake dan sistem transmisi Intake dan sistem transmisi
7 Sistem transmisi dan perlengkapantermasuk valve, bench, bak pelepas tekan Cara menghitung dimensi pipa
8 UTS
SAP KULIAH TL-3105 TPAM SEMESTER I/2015-2016
9 Reservoar jenis bangunan reservoar dan fungsinya cara menghitung kapasitas reservoar 10 Reservoar (lanjutan) Perlengkapan reservoar
11 Sistem distribusi Sistem distribusi dan komponennya
12 Jaringan distribusi jaringan distribusi, fungsi dan jenisnya pertimbangan area pelayanan
13 Perhitungan jaringan distribusi Merancangkan perpipaan dan menghitung dimensi pipa beserta perlengkapannya
14 Perhitungan jaringan distribusi Menggunakan EPA.net
15 Master Plan Dosen: SN
16 UAS
Selain cakupan pelayanan yang masih rendah, permasalahan lain dalam
pengembangan SPAM diantaranya:
• keterbatasan air baku,
• angka Non Revenue water (NRW) masih cukup tinggi yaitu 33%,
• tarif yang belum Full Cost Recovery (FCR).
PENYEDIAAN AKSES AIR MINUM
RPJMN 2020-2024
PRIORITAS NASIONAL (PN) 5
PROGRAM PRIORITAS (PP)1:
Memperkuat infrastruktur utk mendukung
pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar KP 2: Pengelolaan Air
Tanah, Air Baku yang Berkelanjutan
KP 3: Penyediaan Akses Air Minum dan Sanitasi yang Layak dan Aman
9
PENINGKATAN AKSES AIR MINUM TARGET DALAM RPJMN 2020-2024
AKSES AIR MINUM PERPIPAAN
Pemerintah daerah memiliki dokumen kebijakan.
strategis (Jakstrada), masterplan (RISPAM), menerapakan tarif air minum yang memadaidan
PDAM memiliki business plan yang mengacu pada target nasional
Menurunkan tingkat kebocoran MENJADI 25%
Digitalisasi Pengelolaan PDAM (Smart Grid Water Management) di 20
kab/kota
Seluruh PDAM dan operator air minum berkinerja baik
AKSES AIR MINUM LAYAK
Peningkatan Akses Air Minum
100% AKSES AIR MINUM AMAN 15%
PDAM memiliki Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)
Zona Air Minum Prima (potable water) di 36 Kab/Kota
Pengawasan Kualitas Air Minum
(Sumber : Bappenas 2020)
30%
10
(Sumber : Bappenas 2019)
CAPAIAN AKSES AIR MINUM LAYAK
11
ARAH KEBIJAKAN AIR MINUM DALAM RPJMN 2020-2024
• Integrasi arah kebijakan dan sasaran nasional dalam dokumen perencanaan daerah
• Peningkatan komitmen dan kapasitas Pemerintah Daerah
• Peningkatan kualitas dokumen perencanaan daerah yang didukung dengan sistem data dan informasi
• Perkuatan fungsi kelembagaan regulator air minum;
• Optimalisasi pendanaan
Peningkatan tata kelola kelembagaan untuk penyediaan air minum layak dan aman
Perubahan perilaku masyarakat serta upaya konservasi sumber daya air
Peningkatan tata kelola kelembagaan untuk penyediaan air minum layak dan aman
Pengembangan dan pengelolaan SPAM
• Penyehatan PDAM melalui bantuan teknis dan non teknis,
• Penerapan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Pengawasan Kualitas Air Minum (PKAM)
• Penerapan Smart Grid Water Management
• Peningkatan kapasitas penyelenggara SPAM lainnya (UPTD, BUMDes, KPSAM, dll)
• Optimalisasi dan pemanfaatan kapasitas SPAM yang dapat dimanfaatkan, melalui perluasan cakupan layanan
• Peningkatan dan pembangunan SPAM
• Pengelolaan aset (inventarisasi jaringan, operasi, pemeliharaan, dan
perbaikan)
• Penyediaan akses air minum untuk daerah rawan air dan kepulauan
• Pengembangan teknologi pengolahan dan pengamanan air minum
• Penyadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hemat air serta mengakses layanan air minum layak
• Penerapan perilaku pengelolaan air minum aman dalam rumah tangga
• Upaya konservasi sumber daya air 12
13
PENGEMBANGAN PROGRAM PENCAPAIAN TARGET AKSES AMAN AIR MINUM
PENGEMBANGAN SPAM DI PERKOTAAN:
➢ DUKUNGAN AIR BAKU MELALUI PEMBANGUNAN INTAKE DAN TRANSMISI AIR BAKU;
➢ PENINGKATAN SPAM SKALA REGIONAL/KOTA/IKK;
➢ PEMBANGUNAN SPAM IKK BARU (BELUM ADA SISTEM);
➢ PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM MELALUI CAPACITY BUILDING, PENGEMBANGAN NSPK, ADVOKASI, SOSIALISASI, PEMBINAAN TEKNIK, MONEV, DAN PENYEHATAN
PDAM;
➢ MENDORONG PEMBANGUNAN SPAM BJP (BUKAN JARINGAN PERPIPAAN) DENGAN PEMBANGUNAN SPAM NON JARINGAN PERPIPAAN INDIVIDUAL/KOMUNAL DI
PERKOTAAN
PENGEMBANGAN SPAM DI PERDESAAN:
➢ PEMBANGUNAN SPAM UNTUK DESA RAWAN AIR/TERPENCIL/TERTINGGAL;
➢ PEMBANGUNAN SPAM DESA BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS);
➢ PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN KUALITAS SPAM BJP (BUKAN JARINGAN PERPIPAAN) DAN PERUBAHAN PERILAKU HIGIENIS MASYARAKAT;
MAJOR PROJECT AKSES AIR MINUM PERPIPAAN (RENSTRA PUPR)
10 JUTA SAMBUNGAN RUMAH
Manfaat project:
Meningkatnya akses air minum layak tahun 2024 menjadi 100%
Indikasi pendanaan (triliun) APBN : 77,9
APBD 15,6 KPBU : 29,9 TOTAL 123,5 Pelaksana:
Kemen PUPR, Pemda, Badan Usaha
14
Sumber: Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)
bpiw.pu.go.id
BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
KEBUTUHAN PENDANAAN
KEMENTERIAN PUPR 2020-2024
Sektor Permukiman
Kebutuhan 2.058 T
Alokasi Renstra,
Funding Gap 1170
T
Alokasi Dan Gap
per Sektor 397 T 153 T 1017
T
Alokasi Dan Gap
Sektor Permukiman 35 T 32 T 19 T 20 T 19 T 7 T 1017
T 153 T
AIR
MINUM SANITASI KAWASAN
PERMUKIMAN SARANA
PRASARANA PENATAAN
BANGUNAN DUKMAN
290 T 125 T 54 T 22 T
DJSDA DJBM DJCK DJP UNOR LAIN
888 T
Funding Gap DJCK
Funding Gap DJCK
Total Kebutuhan Pendanaan 2020-2024*
Alokasi Kebutuhan Renstra (APBN) Funding gap (Non-ABPN)
Funding gap unor lainnya
Funding gap unor lainnya
• Untuk mencapai target MDGs dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia dibutuhkan total dana sebesar Rp 65 Triliun, namun Pemerintah hanya memiliki dana APBN sebesar Rp 38 Triliun sehingga dibutuhkan dana sebesar Rp 27 Triliun di luar dana APBN Pemerintah.
• Untuk dapat memenuhi kebutuhan dana tersebut Pemerintah mengembangkan berbagai skema pembiayaan, salah satunya skema kerjasama pemerintah (KPS) atau dikenal dengan Public Private Partnership (PPP) model.
FUNDING GAP
PERLU PENDANAAN NON APBN MENGOPTIMALKAN APBD
MELIBATKAN SWASTA PARTISIPASI MASYARAKAT BAGAIMANA MENGISI
GAP INI ?
17
PELAKSANAAN PROGRAM #3
KOTA
IKK
Desa Rawan Air
DESA dengan air baku mudah (Pamsimas)
Air Baku
Unit Produksi
Transmisi
APBN ▪ APBD
▪ PDAM
▪ KPS (APBN)
▪ APBD
▪ PDAM
▪ KPS
▪ APBN (MBR)
APBN APBN APBN (s.d Hidran
Umum)
APBN APBN APBN (s.d Hidran
Umum)
APBN ▪ APBN
▪ APBD
▪ Masyarakat
▪ APBN : 70 %
▪ APBD : 10 %
▪ Masyarakat : 20 %
PAMSIMAS
SR Distribusi HU
Catatan :
▪ Semua sistem yang sudah ada (sudah jadi) dikelola oleh Pemda/PDAM/masyarakat
▪ Keikutsertaan Pemda/PDAM/Masyarakat dalam proses pembangunan adalah keharusan
▪ HU : Hidran Umum
▪ SR : Sambungan Rumah
▪ MBR : Masyarakat Berpenghasilan rendah
SKEMA KEBIJAKAN PENDANAAN SPAM
18
Central Government
Province
Local Government (City/Regency)
Drinking Water Company (PDAM)
Shareholder
PDAM is a water operator company owned by local goverment.
There are 391 PDAMs in Indonesia.
Its operation, PDAM controlled by Supervisory Body (SB).
The member of SB are
representative by government’s, customer and academician.
Sekarang ada SPAM REGIONAL
Central Government
Province
Local Government (City/Regency)
Drinking Water Company (PDAM)
Shareholder
Major or Head of Region As Shareholder
Supervisory Body
• Academician
• Customer
• Government
Director of Drinking Water Company (PDAM)
• Budget, Investment and responsibility
• Monthly supervision
• Performance monitoring
• Opertional activity
Central (DPP Perpamsi)
Province (DPD Perpamsi)
Drinking Water Company
(PDAM)
Province (DPD Perpamsi)
Drinking Water Company
(PDAM)
Province (DPD Perpamsi)
Drinking Water Company
(PDAM) 422 members
27 DPDs
Central Government
Province
Local Government (City/Regency)
Drinking Water Company (PDAM)
Shareholder
Ministry of Public Work
Dept (Dinas) of Cipta Karya
Dept (Dinas) of Cipta Karya
Ministry of Health
Ministry of
Home affair Bappenas
Strategy and
Technical Drinking water Quality
Management &
Regulation Planning
Ministry of Finance
financing
2000 2006 2011 293 336
410
Number of Indonesian water utilities 1972 - 2014
1972 54
2014 422
24
Number of entities based on total connections
14 19
More than 100,000
50,001 – 100,000
20
136
30,001 – 50,000
10,001 – 30,000
232
Less than10,00087%
9%
4%
422 Indonesian Water Utilities
Number of Connections
< 30,000 30,000 - 100,000 > 100,000
25
Prod Capacity
Install 160.654 l/dt ≈ 14 mcu/day Utilize 112.579 l/dt ≈ 9.7 mcu/day
Total Number of customers
(2014)
+ 11 millions
Prod. Cost : Rp 3,138,-/m3 (US$ 0.3/m3 ) Avg Tariff : Rp 2,808,-/m3 (US$ 0.28/m3)
NRW
(National Avg)32.1%
Total Employees : 50.840
Ratio 1 : 175 (1 staff serve 175 customers)
Most without
• adequate education level and training
• professional certification
26
- 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0
2011 2010
Data Source : BPP SPAM
27
- 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0
Data Source : BPP SPAM 28
• Karakter kemiskinan (Abrams,1999)
• Akses terhadap pelayanan dasar masih sulit dan mahal
• Perlu upaya yang sangat besar untuk bertahan hidup
• Taraf kesehatan yang rendah dan rentan terhadap penyakit
• Biaya minimum untuk memperoleh pelayanan dasar mengambil proporsi yang besar dari seluruh pengeluaran
• Pendidikan dan tingkat melek huruf yang masih sangat rendah
• Kurangnya akses terhadap air, sanitasi dan kesehatan mengakibatkan :
• Kesehatan : Sakit berkaitan dengan air, sanitasi, rendahnya umur harapan hidup dan malnutrisi
• Pendidikan : Rendahnya kehadiran anak di sekolah karena sakit
• Gender dan Sosial : Tidak seimbang beban wanita, keterbatasan memasuki sektor ekonomi
• Pendapatan : Proporsi anggaran untuk air tinggi, rendahnya pendapatan, rendahnya kesempatan usaha
Tiga definisi pendekatan (proxy) air minum. Menjelaskan air dalam arti sumber air yang terlindungi (improved water source). Dan bisa dirujuk sebagai sumber air untuk air minum. Sumber air yang
terlindungi meliputi:
• air perpipaan, yaitu air dengan kualitas yang dapat diandalkan (reliable)
• air dengan sumber yang terlindungi, yaitu air dengan kualitas sumber air yang mempertimbangkan konstruksi bangunan sumber airnya serta jarak dari tempat pembuangan tinja terdekat. Jarak yang layak antara sumber air dan tempat pembuangan tinja
terdekat adalah lebih dari 10 meter.
• air dengan sumber yang tidak terlindungi, Sumber air ini kemungkinan besar akan terkontaminasi limbah tinja.
Aspek Teknis
• Unit Air Baku
• Unit Produksi
• Unit Distribusi
• Unit Pelayanan
• Unit Pengelolaan
Aspek Non Teknis
• Keuangan
• Aspek Sosial
• Tanggap Kebutuhan
• Partisipasi Masyarakat
• Sosial Budaya
• Aspek Institusi
• kualitas,
• kuantitas,
• kontinuitas,
• kehandalan sistem penyediaan air minum (reliability)
• serta kemudahan baik harga maupun jarak/waktu tempuh
(affordability).
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER /IV/2010 Air minum adalah yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung
diminum.
• Persyaratan fisik: ditinjau dari segi kesehatan dan estetika
• Persyaratan kimia: tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan manusia atau makhluk hidup lainnya, pertumbuhan tanaman, fungsi industri dan tidak menimbulkankerusakan pada instalasi SPAM sendiri.
• Persyaratan bakteriologis: ditentukan jumlah batasan untuk bakteri coli dan bakteri lainnya.
• Radioaktif
• Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari- hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
• → Sudah tidak ada istilah tsb di aturan baru.
• Pengaruh tidak langsung
▪Zat pengikat oksigen
▪Pupuk Tanaman
▪Material tersuspensi
▪Panas
▪Zat-zat kimia
• Pengaruh langsung
▪Zat-zat persisten
▪Zat radioaktif
▪Penyebab penyakit
• Alamiah:
➢Udara
➢Mineral Terlarut
➢Tumbuhan/hewan (pembusukan)
➢Tumbuhan air
➢Air hujan
• Pertanian:
➢Erosi
➢Kotoran hewan
➢Pupuk
➢Pestisida
➢Air Irigasi
• Rumah tangga/
domestik
• Industri
• Air sebagai penyebar mikroba patogen
• Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
• Jumlah air bersih tidak memadai
• Air sebagai sarang hospes sementara penyakit
• Agen Hidup: penyakit menular
• Agen tidak hidup: peny. tdk menular
Kategori Infeksi 1. Fekal-oral (water-borne atau
water-washed)
Disentri amuba Balantidiasis
Campylobacter enteritis E. coli diarrhoeae
Rotavirus diarrhoea
Shigellosis (bacillary dysentry) 2. Water-washed:
a.Infeksi kulit dan mata b.Lain-lain
Penyakit infeksi kulit Penyakitr infeksi mata Louse-borne typhus
Louse-borne relapsing fever 3. Water-based:
a.menembus kulit b.Ingested
Schistosomiasis Cacing guinea Chlonorchiasis Diphyllobothriasis 4. Water-related insect vector
a. menggigit dekat air
b. berkembang biak dalam air
Filariasis Malaria
Dengue (Demam Berdarah) PENYAKIT MENULAR BAWAAN AIR KARENA AGEN HIDUP
PENYAKIT NON INFEKSI
Agent: Tidak Hidup
Contoh:
Minamata: Keracunan air raksa di Minamata, Kyushu, Jepang 1953 – 1960.
111 orang cacat, 43 orang meninggal Pabrik plastik membuang Hg ke perairan
PENYAKIT TIDAK MENULAR BAWAAN AIR
Penyediaan air minum harus dapat memenuhi setiap segi kehidupan
masyarakat dan tersedia dalam jumlah yang cukup baik untuk disalurkan secara terus menerus maupun untuk jam-jam
tertentu.
• Tekanan yang cukup.
• Target penyediaan air: 1 atm = 10 m kolom air.
• Pengguna rumah 1 lantai tidak perlu lagi memiliki reservoir bawah dan pompa.
• Tidak terlalu mahal: harga terjangkau
Pengolahan air minum sudah dilakukan sejak tahun 2000 SM melalui penyaringan
Teknologi pengelohan air minum yang dapat dilakukan :
➢ Saringan pasir lambat, dapat dilakukan untuk air jernih (air danau)
➢ Instalasi Pengolahan air minum yang lengkap dengan segala instalasi-instalasinya
➢ Pengelolaan berbasis membran, terdapat dua jenis: membran dan fiber
➢ Teknologi untuk menyisihkan zat terlarut berbasis adsorpsi dan pertukaran ion.
Ex Case: Investigasi limbah suatu kawasan industri di banten untuk diolah digunakan kembali. Merupakan aplikasi dari Bio- Eco Engineering untuk daur ulang air
➢Optimizing the nature power ini purifyng the water and land. Develop it into an engineered system
➢Uji coba aplikasi bio-eco engineering dalam bentuk artificial wetland di Bantaran Sungai Cikapundung
Konfigurasi pengolahan air:
• Centralized treatment – air diolah pada satu lokasi (terpusat) sebelum ke sistem distribusi;
• Point of entry – air diolah di tempat masuknya air ke rumah atau gedung;
• Point of use – air diolah hanya di kran
tertentu untuk dikonsumsi.
1. UUD 1945 pasal 33 : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
Landasan filosofis untuk menentukan bagaimana pengelolaan sumber daya alam termasuk termasuk sumber daya air. Akses terhadap air adalah
merupakan hak asasi manusia
• Kewajiban negara menjamin kesejahtraan warga
• Kewajiban negara menjamin SDA dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat
2. PP 16 tahun 2005
→Pengembangan SPAM
Hak masyarakat berdasarkan PP 16 tahun 2005:
- Memperoleh pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sesuai sesuai dengan standar yang ditetapkan - Mendapatkan informasi tentang struktur dan besaran tarif serta tagihan - Mendapatkan ganti rugi yang layak sebagai akibat kelalaian pelayanan 3. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 18/PRT/M/2007
TENTANG PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
UMUM:
• UU_No_7_Tahun_2004 ttg SD Air
• PP 82 tahun 2001 tentang kualitas air
• PP No.42 Thn 2008 ttg Pengelolaan Sumber Daya Air
• permen_01_2007_kelas_air TEKNIS:
• Permendagri No.23 Thn 2006 Pedoman Teknis & Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada PDAM
• RENSTRA BPPSPAM Tahun 2005-2009
• Kepdirjen cipta karya No.61 Tahun 1998
Kembali ke UU no 11 tahun 1974 tentang pengairan
• PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2015
TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA AIR
• PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122 TAHUN 2015
TENTANG SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM