• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN SUMBERDAYA INFORMASI TERCETAK PADA DINAS PERPUSTAKAAN KOTA TEBING TINGGI KERTAS KARYA. Oleh: Samuel T T Pelawi ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN SUMBERDAYA INFORMASI TERCETAK PADA DINAS PERPUSTAKAAN KOTA TEBING TINGGI KERTAS KARYA. Oleh: Samuel T T Pelawi ( )"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN SUMBERDAYA INFORMASI TERCETAK PADA DINAS PERPUSTAKAAN KOTA TEBING TINGGI

KERTAS KARYA

Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Studi untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) dalam Bidang Ilmu Perpustakaan

Oleh:

Samuel T T Pelawi (142201005)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA

PROGRAM STUDI D-III PERPUSTAKAAN MEDAN

2017

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus, hanya oleh karena anugerah-Nya yang melimpah dan kasih setia-Nya yang begitu besar, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan Kertas Karya ini dengan judul

“Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Tercetak Pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi“

Penulis menyadari sepenuhnya Kertas Karya ini masih jauh dari kesempurnaan karena menyadari keterbatasan yang ada. Untuk itu demi sempurnanya Kertas Karya ini, penulis sangat membutuhkan kritikan dan saran yang membangun.

Kertas Karya ini penulis persembahkan kepada kedua orangtua penulis ayahanda Alm. F. Pelawi dan ibunda tersayang S. Sitepu, yang telah tulus ikhlas memberikan perhatian, cinta, kasih sayang, doa, dukungan moral dan material yang telah diberikan selama ini. Terimakasih juga telah meluangkan begitu banyak waktu dalam membimbing, mengasuh dan mendidik serta mengiringi perjalanan hidup penulis dengan doa yang tiada henti-hentinya agar penulis sukses dalam menggapai cita-cita. Terimakasih juga buat kedua kakakku Rasmawati Pelawi, Sri Fera Rika Pelawi untuk setiap cinta, kasih sayang, perhatian, dukungan kalian serta selalu ada buat penulis di dalam setiap kondisi apapun.

Penyusun Kertas Karya ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terimakasi kepada :

(3)

1. Bapak Dr. Budi Agustono, MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Hotlan Siahaan, S.Sos, M.I.Kom selaku Ketua Program Studi Perpustakaan D-III Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan yang sangat berguna kepada penulis dalam menyusun kertas karya ini.

3. Seluruh staf pengajar pada Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

4. Seluruh staf pengajar pada Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak , selaku kepala Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi yang telah meluangkan waktunya untuk membantu penulis mengumpulkan data dalam penyusunan kertas karya ini.

6. Buat The Loves (Putri, Lulu, Anna, Nadya, Fachri, Nurma, Uli, Zara, Nampati, Mondan) yang selalu ada dan telah menjadi keluarga baru diperkuliahan ini, perempuan dan pria idaman yang selalu menimbulkan kebahagiaan, baik, terimakasih untuk dukungan doa, semangat dan kasih sayang kalian. Aku mengasihi kalian.

7. Buat Wanita Perkasa (Nomi, Wiwin, Tami) yang telah menjadi keluarga kecil dan selalu memberi doa serta dukungan tanpa batas, sukses untuk kalian.

(4)

8. Alumni stambuk 2013 terutama kak Iren Noveria terima kasih banyak untuk saran dan doa serta dukungannya dalam penyelesaian karya tulis ini.

9. Stambuk 2014 terimakasih kawan – kawan seperjuangan untuk waktu 3 tahun ini, kalian luar biasa.

10. Buat Bang Simon Panjaitan, Bang Rayhan Rianda dan Syarifah ulfa terimakasih banyak atas saran, doa, dan dukungan serta perhatiannya selama ini. Aku mengasihi kalian.

11. Untuk kelompok A (Tiara, Putri, Deliana, Ade, Fachri, David) yang telah berjuang dan bekerja sama selama praktik kerja lapangan, terimakasih kesan dan momen yang membuat bahagia, Sukses selalu buat kalian.

Ucapan terimakasih juga kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu - persatu yang telah banyak memberikan waktu, tenaga, dan pikiran

Akhir kata penulis mengharapkan kiranya Kertas Karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Juli 2017 Penulis

Samuel T T Pelawi 142201005

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI . ... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan Penulisan ... 3

1.3 Ruang Lingkup ... 3

1.4 Metode Pengumpulan Data ... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sumber Daya Informasi ... 5

2.2 Sumber Daya Informasi Pada Perpustakaan ... 6

2.3 Jenis – Jenis Sumber Daya Informasi ... 10

2.3.1 Sumber Daya Informasi Tercetak ... 11

2.3.1.1 Jenis – Jenis Sumber Daya Informasi Tercetak ... 12

2.3.1.2 Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Tercetak ... 20

2.3.2 Sumber Daya Informasi Elektronik ... 22

2.3.2.1 Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Elektronik ... 26

(6)

BAB III PEMANFAATAN SUMBER DAYA INFORMASI PADA DINAS PERPUSTAKAAN KOTA TEBING TINGGI

3.1 Sumber Daya Informasi Pada Dinas Perpustakaan Kota

Tebing Tinggi. ... 27 3.1.1 Jumlah Sumber Daya Informasi Tercetak Pada

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi...27 3.2 Kendala Perpustakaan Dalam Menyajikan Koleksi ... 30 3.3 Pemanfaatan Sumber Daya Tercetak Perpustakaan ... 31

3.3.1 Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Informasi

Tercetak ... 31 3.3.2 Tindakan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi.... 32 3.3.3 Tujuan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi

Perpustakaan ... 34 3.4 Kegiatan Pengenalan Sumber Daya Informasi Perpustakaan ... 35 3.5 Laporan Data Pengunjung Perpustakaan ...36 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan ... 37 4.2 Saran ... 37 DAFTAR PUSTAKA...39

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi merupakan tempat untuk menghimpun, mengolah serta menyebarkan informasi yang relevan yang mampu memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Sumber daya informasi di perpustakaan dibagi menjadi dua jenis yaitu sumber daya informasi tercetak dan elektronik.

Informasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang saat ini. Begitu banyak informasi yang dibutuhkan, terutama dalam bidang pekerjaan, penelitian maupun pendidikan, bahkan sebagai sarana hiburan dan memperluas pengetahuan seseorang dalam berbagai bidang. Tidak jarang informasi menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan suatu keputusan oleh seseorang.

Dalam kehidupan yang serba modern dan cepat seperti saat ini, perpustakaan sebagai salah satu pusat informasi berupaya meningkatkan citranya sebagai penyedia informasi bagi penggunanya dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengelolaan sumber daya informasi.

Berbagai sumber daya informasi berbasis kertas (paper-based) yang selama ini menjadi primadona perpustakaan tradisional sekarang telah banyak tersedia dalam format elektronik (Hasugian, 2008:12). Hal ini dilakukan dengan tujuan efesiensi tempat, waktu, biaya dan tenaga pengelolanya.

(8)

Sumber daya informasi berkembang biak dengan sangat cepat (Hasugian, 2008:12). Perkembangbiakan informasi ini didukung oleh perkembangan pesat di bidang TIK. Berbagai aplikasi TIK mendukung proses akses dan temu kembali terhadap informasi menjadi semakin cepat. Kemudahan dan kecepatan akses terhadap sumber daya informasi berbasis elektronik ini memberi beberapa keuntungan yaitu dapat diakses secara terbuka (open access, dapat digunakan oleh banyak pengguna (multi user), akses tidak terbatas (unlimited access), dan informasi dapat diakses dari jarak jauh (remote access) oleh pengguna tanpa harus datang ke perpustakaan.

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi merupakan suatu lembaga penyedia informasi yang menyediakan sumber daya informasi untuk seluruh kalangan pengguna perpustakaan. Ketersediaan informasi pada Perpustakaan Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dapat membantu pengguna dalam menemukan informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pemanfaatan sumber daya informasi tercetak dapat dilihat dari bagaimana sumber daya informasi tercetak tersebut dimanfaatkan oleh pengguna. Untuk mengetahui bagaimana pengguna memanfaatkan sumber daya informasi di perpustakaan maka perlu dilakukan observasi terhadap pemanfaatan sumber daya informasi elektronik suatu perpustakaan.

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi memiliki koleksi sumber daya informasi tercetak, dengan data yang diperoleh sebanyak 45.137 dokumen (Tahun 2003 - 2016) yang dipublikasikan kedalam empat layanan tempat. Layanan tempatpada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi terdiri dari perpustakaan

(9)

umum (22.893 eksemplar), Rumah Baca (12.292 eksemplar), Bus Keliling (5742 eksemplar), dan Sumbangan (5742 eksemplar), Ketersediaan dokumen-dokumen pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dapat membantu pengguna dalam menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan informasinya.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya informasi tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi.

1.3 Ruang Lingkup

Sesuai dengan masalah yang dikemukakan, maka penulis memberi batasan ruang lingkup penelitian yang terfokus pada pemanfaatan sumber daya informasi tercetakpada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi.

1.4 Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan kertas karya ini, metode pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah dengan berbagai cara diantaranya :

1. Kepustakaan

Pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber informasi yang relevan atau data dari referensi yang berkaitan dengan judul tugas akhir

2. Observasi

Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan peninjauan dan pengamatan langsung ke Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

(10)

3. Wawancara

Wawancara dilakukan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pustakawan di Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

(11)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sumber Daya Informasi

Informasi itu ialah isi sedangkan sumber informasi ialah wadah dari isi tersebut, dan pusat sumber informasi merupakan tempat dikelola dan terkumpulnya sumber informasi atau wadah tadi. Kalau isi suatu buku ialah informasinya, maka yang disebut dengan sumber informasi yaitu buku itu sendiri yang bertugas sebagai penyimpan atau penampung informasi, sedangkan pusat sumber informasi dapat bermakna tempat berkumpulnya buku atau sumber informasi tadi (Yusup, 2012:241).

Kartika (2011:1) menjabarkan akan pengertian dari sumber informasi sebagai berikut, “Sumber informasi yakni segala sesuatu yang digunakan sebagai rujukan atau pegangan dalam melakukan segala aktifitas atau proses kerja, sumber informasi itu dapat berupa dokumen, lembaga, manusia, benda, ataupun situasi.”

Sumber daya informasi tidak hanya sekedar data dan informasi, melainkan mencakup pula perangkat keras, perangkat lunak, para spesialis informasi, dan para pemakai informasi. Data dan informasi merupakan sumberdaya utama yang harus dikelola dengan baik seperti sumberdaya utama lainnya adalah merupakan pendekatan yang positif untuk penggunaan komputer. Dengan perkataan lain, bahwa mengelola data (input) dengan bantuan komputer hal tersebut berarti mengelola informasi (output) yang dimiliki (Perdani, 2009:9)

(12)

Hal di atas menjelaskan bahwa informasi, sumber informasi dan pusat informasi itu berbeda, tetapi masih merupakan satu komponen, dan sumber daya informasi tidak hanya sekedar data informasi saja namun juga termasuk wadah dari informasi tersebut, sehingga seseorang dapat mengelola informasi yang terdapat pada pusat informasi seperti perpustakaan.

Informasi yang ditampung pada perpustakaan umum relatif lengkap, mengingat segala macam informasi di semua tingkatan dan jenis yang terdapat di dalamnya, hal ini juga dapat dilihat dari jenis bidang ilmu yang dikelola dan dikembangkan di perguruan umum.

2.2 Sumber Daya Informasi Pada Perpustakaan

Perpustakaan umum sebagai sarana pendidikan untuk mendidik diri sendiri dengan kata lain tempat mendapatkan pendidikan nonformal, mempunyai tugas untuk menghimpun, memelihara dan mendayagunakan bahan perpustakaaan untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

Perpustakaan umum (public library) menurut Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2004) menyatakan bahwa, “ A library or library system that provides unrestricted access to library resources and service free of charge to all the resident of a given community, district, or geographic region, supported wholly or in part by publics funds”.

Dalam pengertian yang sederhana definisi diatas menyatakan bahwa, Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumberdaya perpustakaan dan

(13)

layanan gratis kepada warga masyarakat didaerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebahagian dari dana masyarakat (pajak).

Dalam Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (1995:5), pengertian perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan di pemukiman penduduk (kota atau desa) diperuntukkan bagi semua lapisan dan golongan masyarakat penduduk pemukiman tersebut untuk melayani kebutuhan akan informasi dari bahan bacaan, maka diperlukan sumber daya informasi guna memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal informasi. Sumber daya informasi pada sebuah perpustakaan bisa dikatakan sebagai wadah informasi yang terdapat pada perpustakaan tersebut, seperti koleksi yang dilayankan kepada pengguna.

Menururt Yusup (2012:243) mengatakan bahwa, perpustakaan disebut sebagai pusat informasi dan sumber – sumber informasi karena memiliki ciri – ciri yang antara lain sebagai berikut :

a. Tempat dihimpunnya segala macam (sumber) informasi baik dalam bentuknya yang tercetak maupun dalam bahan yang bukan hasil cetakan, baik berupa dokumen analog maupun dokumen digital.

b. Tempat diolahnya bermacam ragam (sumber) informasi, baik yang tercetak maupun dalam bentuk rekam elektronik.

c. Tempat didistribusikan atau disebarluaskan segala macam (sumber) informasi ke segenap anggota masyarakat (pengguna) yang membutuhkannya.

d. Dalam kasus tertentu perpustakaan berfungsi sebagai tempatlahirnya informasi, misalnya informasi tentan pengembangan perpustakaan,

(14)

informasi yang oleh pustakawan sudah diolah dalam bentuknya yang siap digunakan oleh mereka yang membutuhkan, seperti contohnya informasi mengenai ramalan cuaca hari ini dan esok, tabel pertumbuhan ekonomi nasional dalam bentuk grafik, dan lain – lain.

e. Tempat dipeliharanya segala jenis informasi terekam. Dalam kaitan ini perpustakaan bertugas sangat mulia yaitu sebagai lembaga yang secara sadar melestarikan hasil budaya anak bangsa, sehingga masyarakat pada generasi mendatang bisa memanfaatkan hasil karya masyarakat zaman sekarang.

f. Tempat pewarisan budaya bangsa. Yang ini sangat besar kegunaannya untuk kepentingan masyarakat yang akan datang. Melalui membaca karya – karya yang diterbitkan pada abad ke-15 atau sebelumnya, misalnya, kita dapat mengetahui sebagian peristiwa pada masa itu. Dan bahan bacaan tersebut banyak tersedia diperpustakaan. Naskah – naskah kuno banyak disimpan dan dilestarikan diperpustakaan, dan setiap orang pun berhak untuk mengetahui adanya informasi itu.

g. Perpustakaan sebagain tempat konsultasi bagi mereka yang membutuhkan keterangan mengenai sesuatu terkait dengan kebutuhan akan informasi yang bukan hanya unik, akan tetapi juga termasuk informasi langka lainnya. Sejarah atau biografi orang – orang terkenal didunia secara detail bisa ditemukan diperpustakaan.

h. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bersama. Setiap orang tanpa melihat latar dibelakang sosial dan asal usulnya, memiliki peluang yang

(15)

besar untuk menggunakan perpustakaan. Dalam konteks ini perpustakaan dikatakan sebagai lembaga layanan publik di bidang penyediaan informasi dan sumber – sumber informasi.

i. Perpustakaan sebagai lembaga pembelajaran masyarakat penggunanya.

Dengan memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan perpustakaan, secara langsung mereka melakukan proses pengembangan diri secara lebih efisien. Belajar sepanjang hidup adalah prinsip belajar yang dijadikan dasar dan prinsip layanan perpustakaan, terutama perpustakaan pendidikan dan umum.

j. Perpustakaan sebagai gudang ilmu, gudang pengetahuan, dan gudang informasi. Kata gudang sering dikonotasikan pasif, namun dalam konteks ini lebih bermakna aktif dan dinamis dalam prosesnya mendayagunakan semua isinya untuk kepentingan orang banyak.

k. Dan masih banyak lagi tugas – tugas atau fungsi perpustakaan berkaitan dengan pelestarian dan pemanfaatan informasi untuk kepentingan umat manusia di masa – masa sekarang maupun untuk masyarakat yang akan datang.

Ciri- ciri seperti diuraikan diatas tadi memang belum lengkap, akan tetapi setidaknya cukup untuk menggambarkan bahwa perpustakaan itu berfungsi sebagai tempat pengelolaan sumber – sumber informasi untuk kepentingan orang banyak. Kategori perpustakaan bertujuan untuk kepentingan analisis dan penjelasan ilmiah, bukan untuk secara tegas membedakan fungsi dan karakteristiknya.

(16)

Tugas utama perpustakaan umum adalah mengelola informasi dan sumber – sumber informasi terekam, atau yang dalam konteks manajemen pengetahuan termasuk kedalam jenis pengetahuan yang cenderung eksplisit, untuk tujuan dilayankan kepada masyarakat yang membutuhkan.

2.3 Jenis-Jenis Sumber Daya Informasi

Informasi sebagai sumber data, sumber komunitas atau sumber fakta yang banyak tersimpan dalam rekaman tercetak maupun elektronik. Sumber informasi pada perpustakaan merupakan seluruh koleksi yang dilayankan. Koleksi perpustakaan adalah semua pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan dilayankan kepada pengguna guna memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan.

Menurut Krikelas yang dikutip oleh Budiyanto (2000:23) Pilihan sumber dapat dibagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal: Sumber internal dapat berupa: memori, catatan pribadi atau hasil pengamatan. Sedangkan sumber eksternal dapat berupa: hubungan antar personal langsung dan informasi terekam atau tertulis.

Menurut Reitz yang dikutip oleh oleh Hasugian (2004) mendefinisikan informasi (information) bahwa, “Data presented in readily comprehensible form to which meaning has been attributed within a context for its use”. In a more dynamic sense, the message conveyed by the use of a medium of communication or expression. More concretely, all the facts, consclution, ideas, and creative work of the human intellect and imagination that have been communicated, formally or informally, in any form.

(17)

Dari definisi diatas menyatakan bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti yang maknanya dianggap disebabkan dalam konteks penggunanya. Dalam arti yang dinamis, informasi adalah pesan yang disampaikan melalui komunikasi atau ekspresi yang sederhana.

Selanjutnya dalam arti yang lebih nyata, bahwa informasi adalah seluruh fakta, kesimpulan, ide – ide, dan karya kreatif intelektual dan imajinasi yang telah dikomunikasikan baik formal maupun informal.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sumber informasi dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sumber informasi internal dapat berupa memori, catatan pribadi dan hasil pengamatan sedangkan eksternal berupa hubungan antar seseorang langsung dan informasi terekam atau tertulis. Sumber daya informasi juga dapat dikatakan sebagai data yang disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh penggunanya.

2.3.1 Sumber Daya Informasi Tercetak

Sumber daya informasi tercetak pada perpustakaan dapat dikatakan koleksi yang terdapat pada perpustakaan. Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kulitas dari suatu perpustakaan. Agar koleksi suatu perpustakaan berkualitas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna maka perpustakaan tersebut harus memberikan pelayanan informasi secara maksimal yang didukung dengan koleksi yang memadai. Oleh karena itu perpustakaan sebagai sumber informasi harus menyediakan koleksi yang memadai.

Dalam perkembangan sekarang ini, koleksi/bahan perpustakaan mempunyai arti yang sangat luas. Secara umum koleksi perpustakaan adalah sekumpulan rekaman

(18)

informasi dalam berbagai bentuk baik tercetak maupun noncetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan.

Menurut Darmono (2001:48) “koleksi adalah sekumpulan rekaman informasi dalam berbagai bentuk, tercetak (buku, majalah, surat kabar) dan tidak tercetak (bentuk mikro, bahan audio visual, peta)”.

Koleksi merupakan salah satu bagian yang penting pada sebuh perpustakaan untuk melayani pengguna perpustakaan. Kata koleksi berasal dari Bahasa Inggris yaitu collection yang berarti kumpulan. Dalam Kamus Ilmiah Populer Kontemporer, kata koleksi berarti pengumpulan; kumpulan (Alex, 2005:321).

Menurut buku Pedoman Pembinaan Koleksi dan Pengetahuan Literature yang dikutip oleh Harahap (1998:2) menyatakan bahwa, “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi”.

Pemakai informasi mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda sehingga sumber informasi yang diperlukan juga berbeda. Hal ini disebabkan oleh jenis dan tujuan perpustakaan itu sendiri yang juga berbeda. Perpustakaan harus menyediakan koleksi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi.

Dari pendapat diatas, bahwa koleksi adalah kumpulan sumber daya informasi baik tercetak maupun tidak dicetak yang disimpan secara sistematis di perpustakaan sehingga dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna.

2.3.1.1 Jenis – Jenis Sumber Daya Informasi Tercetak

Menurut Yusup yang dikutip oleh Evriza (2011:4) bahwa, Sumber daya informasi tercetak merupakan salah satu sumber daya informasi yang terdapat

(19)

pada sebuah perpustakaan yang disajikan kepada pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi. Adapun jenis – jenis sumber daya informasi tercetak yaitu sebagai berikut :

1. Buku

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lain yang dijilid jadi satu.

Kertas-kertas tersebut mempunyai tema bahasan yang sama dan disusun menurut kronologi tertentu. Buku terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :

a. Buku Fiksi

Buku fiksi adalah jenis buku yang ditulis bukan berdasarkan fakta atau kenyataan. Ia ditulis atas dasar kehendak dan khayalan pengarangnya saja.

b. Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi adalah buku yang pembahasannya berdasarkan fakta atau kenyataan. Isinya berupa uraian tentang fakta atau peristiwa yang sebenarnya.

Buku nonfiksi terdiri dari:

1. Buku teks atau buku pelajaran

2. Buku referensi: kamus, ensiklopedi, buku tahunan, direktori, almanak, bibliografi, katalog, indeks, abstrak, atlas, dokumen pemerintah, laporan hasil penelitian, sumber-sumber informasi geografi, biografi dan petunjuk perjalanan.

Buku adalah susunan atau kumpulan/gabungan kertas – kertas dalam ukuran tertentu yang salah satu fungsinya sebagai bentuk penyimpanan data, informasi, pengetahuan dan sebagainya bahkan sejarah dari suatu bangsa, serta sebagai sumber referensi yang dibutuhkan banyak kalangan maupun tingkatan

(20)

masyarakat. Singkatnya, buku adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk merekam pengetahuan dan berbagai informasi lainnya (Hasugian, 2011:67).

2. Terbitan Berseri

Menurut Harrod yang dikutip oleh Siregar menyatakan bahwa, “ terbitan berseri merupakan suatu terbitan yang berisi informasi berita aktual, berita keilmuan serta kejadian – kejadian yang berhubungan dengan segala bidang, baik bidang sosial ekonomi, teknologi, dan perkembangan ilmu pengetahuan, yang pada umumnya diminati oleh masyarakat.

Menurut Harrod yang dikutip oleh Siregar bahwa definisi terbitan berseri adalah sebagai berikut :

1. Setiap terbitan yang dipublikasikan dalam bagian – bagian yang berturut – turut, muncul dalam tenggang waktu yang biasanya teratur. Terbitan ini dimaksudkan untuk terbit secara terus menerus dalam waktu yang tidak terbatas. Didalamnya mencakup terbitan berkala (periodicals), koran, buku tahunan, seri monografi yang bernomor dan prosiding, transaction dan memoir.

2. Suatu buku berisi bagian – bagian atau volume yang diterbitkan secara berturut – turut dengan judul yang sama (seragam). Terbitan ini dimaksud untuk terbit secara terus menerus dalam waktu yang tidak terbatas, dengan jarak waktu terbit perlu teratur (Saleh, 1996:3).

(21)

Dari kedua definisi diatas dapat dinyatakan bahwa :

Terbitan berseri diterbitkan terpisah – pisah dengan judul yang seragam dan diberi nomor urut dan terbitan berseri terbit secara terus menerus dalam kurun waktu yang tidak ditentukan / terbatas.

Salah satu layanan yang disediakan oleh perpustakaan adalah layanan terbitan berseri. Menurut Sulistyo-Basuki (1991:34), “terbitan berseri merupakan terbitan yang keluar dalam bagian secara berturut-turut dengan menggunakan nomor urut dan/atau secara kronologi, serta dimaksudkan untuk terbitan dalam waktu yang ditentukan”.

Definisi diatas menyatakan bahwa terbitan berseri atau serial adalah suatu publikasi yang diterbitkaqn berturut – turut, bagian demi bagian, biasanya dengan jangka waktu penerbitan yang tetap dan dimaksudkan untuk terbit terus menerus tanpa batas waktu tertentu. Dalam hal ini suatu publikasi dapat digolongkan kedalam terbitan berseri jika diterbitkan secara berurutan dan dalam jangka waktu tertentu yang dinyatakan dengan nomor, volume, tanggal atau bulan dan tahun.

Terbitan berseri atau serial meliputi terbitan berkala (periodicals) atau tahunan (year – book) dan sebagainya, memoir, prosiding,dan transaction.

Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa istilah terbitan berseri atau serials mengandung pengertian yang lebih luas dari istilah terbitan berkala (periodicals) atau majalah, laporan, prosiding dan lain sebagainya.

Menurut Harrod yang dikutip oleh Siregar menyatakan bahwa, terbitan berseri berbeda dengan buku teks. Untuk dapat mengenali terbitan berseri dengan

(22)

baik, maka ada beberapa ciri khas terbitan berseri yan membedakannya dengan terbitan lainnya, antara lain :

1. Dalam satu kali terbit memuat beberapa artikel atau tulisan yang ditulis oleh beberapa orang, mungkin dengan topik yang sama atau topik yang berbeda dengan gaya bahasa masing – masing.

2. Artikel yang menjadi isi dari terbitan berseri biasanya tidak terlalu panjang malah sangat pendek jika dibandingkan dengan tulisan yang dimuat pada buku atau monograf.

3. Tulisan yang dimuat dalam terbitan berseri tersebut menyampaikan informasi seperti berita, peristiwa, penemuan dan gagasan – gagasan baru atau sesuatu yang dianggap menarik perhatian masyarakat banyak.

4. Terbitan berseri dikelola oleh sekelompok orang yang biasanya dikenal nama redaksi. Redaksi tersebutlah yang mengolah dan bertanggung jawab atas terbitan tersebut.

5. Terbitan berseri merupakan arsip ilmiah yang telah diketahui oleh masyarakat umum.

6. Terbit secara berkelanjutan atau secara terus menerus dengan memiliki kala / waktu terbit yang sering disebut dengan frekuensi terbit sepertin : - Harian / Daily, terbit setiap hari seperti surat kabar / koran

- Tengah mingguan / Semi weekly, terbit dua kali dalam seminggu - Mingguan / Weekly, terbit sekali dalam seminggu

- Dwimingguan, dua mingguan / Biweekly, terbit sekali dalam dua minggu - Tengah bulanan / Semi monthly, terbit dua kali dalam sebulan

(23)

- Bulanan / Monthly, terbit sekali dalam sebulan

- Dwibulanan, dua bulanan / Bimonthly, terbit sekali dalam dua bulan - Tiga bulanan, kwartalan / Quarterly, terbit sekali dalam tiga bulan

- Enambulanan, tengah bulanan / Semi annual, terbit enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun

- Tahunan / Annuall, publikasi yang terbit sekali dalam setahun.

Kala / frekuensi terbit suatu terbitan beraneka ragam, tergantung kepada pertimbangan atau kebijakan redaksi sesuai dengan tujuan penerbitan tersebut.

Ada terbitan yang diterbitkan sekali sepuluh hari seperti Majalah Kartini. Untuk majalah yang terbit dua atau tiga kali sering disebut dengan biennial dan triennial.

7. Memiliki sistem kontrol internasional. Ciri ini dikenal dari nomor ISSN (International standard serial number).

Dengan mengetahui ciri – ciri tersebut diatas akan memudahkan petugas perpustakaan untuk mengetahui dan membagi bahan pustaka menurut jenisnya.

Namun perlu diketahui bahwa terbitan berseri tidak hanya dalam bentuk tercetak tetapi juga ada dalam bentuk rekaman.

Jenis – jenis terbitan berseri yang dikemukakan Harrod yang dikutip oleh Siregar adalah sebagai berikut :

1. Surat Kabar / Koran.

Surat kabar / koran adalah suatu terbitan berseri yang sangat kaya akan berita atau informasi matakhir. Terbitan ini lebih banyak menyajikan informasi dalam bentuk berita. Namun demikian ada kalanya surat kabar memuat informasi ilmiah, oleh sebab itu surat kabar juga harus ditangani dengan baik.

(24)

2. Terbitan Berkala (Periodicals) atau Majalah

Majalah berisi sekumpulan artikel yang merupakan kontribusi atau sumbangan dari beberapa pengarang. Artikel majalah tersebut dirancang sebagai bacaan narative, hal ini berarti bahwa untuk dapat mengerti isi dari artikel tersebut pembaca harus membaca seluruh isi artikel tersebut. Secara umum majalah dapat dikelompokkan kedalam beberapa macam yaitu :

a. Majalah Komersial

Majalah komersial adalah majalah yang termasuk kelompok yang terbesar, termasuk majalah yang diperdagangkan, majalah ini berhubungan dengan profesional dan aktivitas lainnya. Tujuan utama majalah dari penerbitan majalah ini adalah keuntungan ekonomi dimana penerbit berusaha agar majalah yang diterbitkan dilanggan oleh banyak orang.

Majalah komersial dibagi dalam dua jenis yaitu majalah populer dan majalah ilmiah populer. Jenis majalah populer dapat dikenali dari bahasa yang digunakan yaitu bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam. Majalah ini kebanyakan bersifat berita terbaru, tulisan yang dimuat adalah tulisan yang dibuat wartawan majalah tersebut, walaupun ada artikel yang disumbangkan oleh orang lain yang bukan wartawan majalah tersebut.

Majalah ilmiah populer memuat tulisan keilmuan yang praktis dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarata umum. Majalah ini kebanyakan memuat artikel popular karena diharapkan dapat dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian jumlah majalah yang dijual akan lebih banyak.

(25)

b. Majalah Ilmiah (journals)

Majalah ilmiah adalah artikel yang ditulis / penyumbang naskah yang berupa hasil – hasil sebuah penelitian. Selain itu ada kemungkinan bahwa dengan dimuatnya naskah yang dikirimkan, penulis berharap akan memperoleh reputasi akademis dan professional. Majalah ilmiah ini sering juga disebut jurnal.

c. Majalah Lokal atau Lingkungan Sendiri (Warta)

Majalah jenis ini diterbitkan dengan tujuan sebagai sarana komunikasi dalam lingkungan sendiri, misalnya lingkungan suatu lembaga atau perusahaan.

Majalah ini berfungsi sebagai alat komunikasi antara lembaga dan staf, perusahaan dengan staf dan pemegang saham ataupun dengan pihak luar atau kombinasi dari semuanya. Majalah ini memuat kemajuan – kemajuan yang dicapai oleh perusahaan atau lembaga tersebut.

d. Buletin

Buletin (bulletin) adalah suatu terbitan berkala berbentuk majalah yang sebahagian isinya sertupa dengan warta maupun artikel dan hasil – hasil penelitian.

3. Advances in... year’s Work in...

Majalah jenis ini hanya berisi satu atau dua artikel saja dengan kajian yang sangat mendalam. Frekuensi majalah ini tidak teratur. Pelanggan majalah ini biasanya adalah lembaga seperti perpustakaanb dan lembaga penelitian ataupun pusat – pusat informasi.

(26)

4. Buku Tahunan

Buku tahunan adalah suatu terbitan yang berisi informasi yang mutakhir dalam bentuk deskripsi dan / atau statistik yang diterbitkan sekali dalam satu tahun.

5. Seri Monograf

Monograf adalah suatu risalah satu subjek atau bagian subjek atau risalah seseorang yang biasanya sangat terinci tetapi dalam lingkup yang tidak terlalu luas. Harrod menyatakan bahwa, “ monograf adalah terbitan secara berseri dan diberi judul seri dan judul setiap nomor (judul individual)”.

6. Prosiding

Menurut Harrod, “ prosiding adalah publikasi catatan pertemuan dari suatu organisasi profesi atau masyarakat ilmiah atau suatu institusi, yang pada umumnya dilengkapi dengan makalah – makalah atau abstrak dari majalah atau laporan yang dipresentasikan dalam pertemuan tersebut”.

7. Transaction dan Memoir

Harrod dalam Siregar menyatakan bahwa, “ memoar adalah suatu kumpulan laporan penelitian atas percobaan – percobaan atau disertasi yang diterbitkan oleh suatu organisasi profesi / masyarakat ilmiah, khususnya dalam bentuk catatan prosiding atau transaction.

2.3.1.2 Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Tercetak

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (2002:928) yang dikutip

(27)

artinya adalah faedah, guna, kemudian pemanfaatan diartikan sebagai sebuah proses atau perbuatan memanfaatkan sesuatu”. Pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat berarti proses atau perbuatan memanfaatkan koleksi di ruang baca (in library use) dan meminjam koleksi dari bagian sirkulasi perpustakaan (out libarary use).

Menurut Lancaster (1993:77) membatasi pengertian pemanfaatan di ruang baca dengan bentuk pertanyaan sebagai berikut:

a. If a book is removed from the shelves, casually glanced at and immediately returned, has it been use?

b. If it is removed, some portion of it read at the shelves, and then put back, has it been used?

c. If it is carried to table, along with others, glanced at and pushed to one side, has it been used?

Pendapat di atas dapat diartikan sebagai berikut :

a. Jika koleksi di ambil dari rak dan dikembalikan lagi, apakah koleksi itu sudah dimanfaatkan?

b. Jika koleksi diambil dari rak dan sebagian dibaca, apakah koleksi itu dimanfaatkan?

c. Jika koleksi ada di atas meja atau ruang baca dan dibaca sekilas, apakah koleksi itu dimanfaatkan?

Pemanfaatan sumber daya informasi tercetak dalam bentuk koleksi merupakan kegiatan atau aktifitas pengguna menggunakan koleksi untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Informasi dalam koleksi dapat bersifat ilmiah yang

(28)

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan sumber daya informasi tercetak perpustakaan merupakan suatu proses memanfaatkan koleksi yang dilakukan oleh pengguna di dalam memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pengguna perpustakaan dengan cara meminjam koleksi tersebut.

Pemanfaatan sumber daya informasi dengan meminjam sumber informasi dalam bentuk koleksi dari bagian sirkulasi (out library use) dapat diketahui dari kajian sirkulasi. Dari kajian statistik sirkulasi dapat diketahui sumber informasi yang sedikit digunakan, koleksi inti, pola penggunaan dan populasi pengguna.

Pemanfaatan sumber informasi dapat juga diketahui melalui kajian sirkulasi (data koleksi yang digunakan di ruang baca atau koleksi yang dipinjam) yang berpusat pada penggunaan (use studies) atau pada pengguna (user studies).

Pemanfaatan sumber daya informasi dapat dilihat dan diketahui dari seberapa banyak jumlah maupun jenis informasi yang digunakan dan dimanfaatkan pengguna. Keterpakaian berhubungan dengan masalah kebutuhan atau permintaan.

2.3.2 Sumber Daya Informasi Elektronik

Dokumen elektronik dapat berupa buku elektronik (e-book), jurnal elektronik (ejournal), atau dokumen lain dalam format eletronik. Buku elekronik adalah buku yang diterbitkan dalam format elektronik. Pada prinsipnya muatan isi (content) buku elektronik sama dengan versi cetaknya. Hanya karena formatnya berbeda maka cara penggunaannya pun berbeda. Buku elektronik dapat dibeli secara utuh seperti halnya dengan buku biasa, terutama yang tersedia terekam

(29)

dalam CD atau media rekam elektronik lainya, tetapi saat ini sudah banyak tersedia dan dilanggan secara online. Journal elektronik (e-Journal) pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan buku elektronik, muatan isi dalam jurnal elektronik sama dengan versi cetaknya. Akan tetapi pada umumnya jurnal elektronik dilanggan secara online apakah per judul atau dalam bentuk paket.

Biasanya bila perpustakaan melanggan jurnal elektronik selalu disertai back issu.

Dokumen lain yang tersedia dalam format elektronik adalah seperti kamus elektronik, ensiklopedia elektronik dan sebagainya (Hasugian, 2008:15).

Saat ini perpustakaan modern tidak hanya melayankan sumber daya informasi tercetak saja, namun juga melayankan sumber daya informasi elektronik untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Menurut Brophy dkkyang dikutip olehEvriza(2000:2) menyatakan bahwa sumber daya informasi elektronik adalah “every document in electronic form which needs special equipment to be used. Electronic resources include digital documents, electronic serials, databases, patents in electronic form and networked audiovisual documents”.

Pendapat di atas dapat diartikan bahwa sumber daya informasi elektronik adalah setiap dokumen dalam bentuk elektronik yang membutuhkan peralatan khusus untuk menggunakannya yang meliputi dokumen digital, terbitan berseri elektronik, database (pangkalan data), hak paten dalam format elektronik dan dokumen jaringan kerja audiovisual.

Sumber-sumber yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, salah satunya adalah sumber daya informasi elektronik (yang

(30)

bersumber dari internet/online database). Sumber daya informasi ini dapat memperoleh informasi berupa karya-karya digital, misalnya E-journal, E-books, E-articles, dan lain-lain.

1) E-Journal

Jurnal elektronik saat ini mulai diminati oleh pengguna perpustakaan, sehingga perpustakaan berinisiatif untuk menyediakan jurnal elektronik untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dikarenakan berbagai keunggulannya.

LIPI (2005:1), “Jurnal elektonik (E-journal) adalah sarana berbasis web untuk mengelola sebuah jurnal ilmiah maupun non ilmiah. Sarana ini disediakan sebagai wadah bagi pengelola, penulis dan pembaca karya-karya ilmiah”. Hal yang dijabarkan menurut LIPI di atas menganggap bahwa jurnal elektronik sebagai sarana yang berbasis web bagi penulis, penerbit, dan pembaca karya ilmiah maupun non ilmiah.

2) E-Book

E-Book adalah singkatan dari Electronic Book atau buku elektronik. E- book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format html, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe (Ahmad, 2009:1).

Dari pernyataan di atas, dapat dinyatakan bahwa e-book (buku elektronik)

(31)

dan diakses dengan memanfaatkan komputer. Pengguna dapat menyimpan beberapa banyak buku elektronik dalam sebuah flashdisc dan bisa dibawa kemana-mana, sedangkan buku dalam format tercetak akan mengalami kesulitan untuk membawanya kemana-mana dalam jumlah yang banyak. Pembuatan buku dalam format elektronik juga merupakan satu usaha untuk melestarikan informasi- informasi yang tadinya terdapat dalam buku tercetak. Buku dalam format tercetak lebih mudah mengalami kerusakan dan biaya perawatannya pun lebih mahal, maka dari itu akan lebih baik jika dilakukan transfer data/informasi dari buku ke buku elektronik (e-book) untuk menjaga kelestarian informasi yang ada.

3) E-Article

E-Article atau artikel elektronik adalah artikel yang dikemas dalam format elektronik. Artikel elektronik dapat kita temukan dalam jurnal elektronik atau dalam bentuk artikel lepas. Dalam Wikipedia (2010:1) dinyatakan bahwa:

Electronic articles are articles in scholarly journals or magazines that can be accessed via electronic transmission. The are a specialized form of electronic document, with a specialized content, purpose, format, metadata, and availability–they consist of individual articles from scholarly journals or magazines (and now sometimes popular magazines), they have the purpose of providing material for academic research and study.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa artikel elektronik adalah artikel yang terdapat dalam jurnal atau majalah ilmiah yang dapat diakses melalui transmisi elektronik. Artikel elektronik merupakan bentuk khusus dari dokumen elektronik, dengan konten khusus, tujuan, format dan metadata. Artikel elektronik

(32)

ini ditujukan untuk penyediaan informasi, baik untuk kegiatan pendidikan maupun sebagai bahan rujukan untuk penelitian akademik. Artikel elektronik dapat ditemukan dalam jurnal online (elektronik), sebagai versi online dari artikel yang terbit dalam jurnal tercetak.

2.3.2.1 Pemanfaatan Sumber Daya Elektronik

Kata pemanfaatan berasal dari kata “manfaat” yang berarti guna, faedah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:711) menyebutkan bahwa pemanfaatan mengandung arti yaitu “proses, cara dan perbuatan memanfaatkan sesuatu untuk kepentingan sendiri”.

Cara-cara yang ditempuh oleh pengguna tersebut dapat dilakukan untuk memanfaatkan koleksi dalam format tercetak khususnya buku. Lain halnya cara pemanfaatan yang dilakukan oleh pengguna terhadap koleksi dalam bentuk elektronik. Informasi yang diperoleh dari hasil penelusuran dapat di-download, dicetak dan/atau hanya dibaca di monitor. Pada dasarnya pengguna dapat secara bebas memperlakukan informasi yang didapatnya melalui penelusuran dari internet (Hasugian, 2005:14).

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa pemanfaatan sumber daya informasi dalam format elektonik biasanya pengguna akan men-download, membaca informasi di layar komputer, mencatat informasi dari dokumen elektronik yang ditampilkan pada secarik kertas atau buku catatan dan mencetak (printing). Cara-cara yang ditempuh oleh pengguna tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang di antaranya adalah waktu, kenyamanan dan materi.

(33)

BAB III

PEMANFAATAN SUMBER DAYA INFORMASI PADA DINAS PERPUSTAKAAN KOTA TEBING TINGGI

3.1 Sumber Daya Informasi Pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi merupakan sebuah perpustakaan umum yang dijadikan sebagai sarana pendidikan untuk mendidik diri sendiri dengan kata lain tempat mendapatkan pendidikan nonformal, mempunyai tugas untuk menghimpun, memelihara dan mendayagunakan bahan perpustakaaan untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Setiap pengguna memiliki kebutuhan informasi yang beragam. Dalam memenuhi kebutuhan informasi tersebut, maka perpustakaan harus menyediakan sumber daya informasi yang beragam kepada pengguna sebagai pemenuhan kebutuhan informasi pengguna.

3.1.1 Jumlah Sumber Daya Informasi Tercetak Pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

Jumlah sumber daya informas tercetak yang dimiliki oleh suatu layanan penyedia informasi merupakan salah satu kelebihan yang menarik minat pengguna untuk dimanfaatkan dalam upaya memenuhi kebutuhan informasinya.

Untuk mengetahui jumlah sumber daya informasi yang disajikan oleh Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna yaitu sebagai berikut :

(34)

Tahun Perp.

Umum

Rumah Baca

Bus Keliling

sumbangan Total

2003-2009 14515 4708 315 0 19538

2010 1375 1083 0 0 2458

2011 2011 2585 826 2627 8049

2012 974 816 310 78 2178

2013 1387 0 0 1935 3322

2014 847 1198 1661 1060 4766

2015 771 0 481 42 1294

2016 1013 1902 617 0 3532

total 22893 12292 4210 5742 45137

Tabel 1Jumlah koleksi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

Berdasarkan pendapat pustakawan tentang jumlah sumber daya informasi yang terdapat pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dideskripsikan pada tabel diatas mempunyai jumlah sebanyak 45137 eksemplar, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya informasi yang disajikan oleh sumber daya informasi tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi mempunyai jumlah yang banyak. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya informasi tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi sudah cukup memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga dalam kegiatan penyajian informasi tercetak, lembaga – lembaga yang melakukan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi yaitu sebagai berikut :

(35)

1. Kerjasama dalam program Perpuseru dengan CocaCola Foundation

2. Kerjasama dalam hal Promosi Perpustakaan pada acara Indonesia Book Fair dengan IKAPI

3. Diklat Orientasi Perpustakaan kerjasama dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi Sumatera Utara

4. Pelayanan System Komputerisasi OPAC kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara

5. Seminar Menumbuhkan Minat Baca kerjasama dengan Universitas Negeri Medan dan IAIN Sumut

6. Pembinaan Taman Bacaan kerjasama dengan masyarakat Kota Tebing Tinggi

7. Pembinaan perpustakaan sekolah bekerjasama dengan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA Kota Tebing Tinggi

8. Pameran Teknologi Audiovisual kerjasama dengan Microsys Computer 9. Pameran Buku kerjasama dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi

Sumatera Utara

10. Pameran Buku kerjasama dengan PT. Gramedia Medan 11. Pembinaan Perpustakaan Kecamatan

12. Pembinaan perpustakaan Kelurahan 13. Pembinaan perpustakaan Rumah Ibadah

14. Pembinaan perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan 15. Pembinaan perpustakaan Kejaksaan Negeri

16. Pembinaan Perpustakaan DPRD

(36)

17. Pembinaan Perpustakaan RSUD Dr. Kumpulan Pane

18. Kerjasama dengan AKBID BINA HUSADA Kota Tebing Tinggi 19. Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Bina Karya Kota Tebing Tinggi

3.2 Kendala – Kendala Perpustakaan Dalam Menyajikan Koleksi

Kendala – kendala yang dihadapi perpustakaan dalam menyajikan koleksi diantaranya :

1. Buku yang sebelumnya sudah dibeli oleh perpustakaan, dibeli ulang.

Maksudnya buku yang sudah ada dibeli kembali, Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi kadang keliru atau baru menyadari dalam pembelian bahan pustaka buku yang sudah dibeli atau dipesan sama dengan buku yang sudah ada. Perpustakaan tidak mencetak terlebih dahulu daftar disederatanya antara buku yang sedang menunggu dan sudah dibeli.

2. Buku yang sudah tidak ada penerbit. Maksudnya Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi melakukan pembelian dan pemesanan buku langsung ke penerbit, terkadang buku yang dipesan oleh perpustakaan sudah tidak ada.

Karena buku tersebut sudah laris terjual (bestseller)

3. Kadang buku yang dipesan ke penerbit sudah tidak terbit lagi (terpublikasi). Maksudnya, buku yang dipesan oleh perpustakaan sudah tidak ada dipenerbit. Terkait berbagai faktor seperti, penerbit hanya sekali saja menerbitkan buku dan tidak ada dipasaran, karena buku tersebut tidak banyak peminatnya atau buku tersebut terbitan tahun lama yang tidak diterbitkan lagi oleh penerbit.

(37)

Disisi lain, dari faktor yang disebutkan diatas masih banyak kendala – kendala yang dihadapi yang melatarbelakangi adalah kearsipan petugas perpustakaan dalam pembelian buku serta kurangnya kerjasama antara petugas yang berwenang dalam hal pengadaan bahan pustaka.

Disamping itu perpustakaan juga harus dituntut harus memenuhi kebutuhan informasi penggunanya, ketersediaan koleksi perpustakaan juga harus disiapkan dengan matang agar buku – buku yang ada dapat memenuhi para penggunanya yang ingin menggunakan jasa layanan Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi. Disisi lain adalah perlunya saran dari pengguna demi kemajuan perpustakaan agar dapat berjalan dengan efektif.

3.3 Pemanfaatan Sumber Daya Tercetak Perpustakaan

Koleksi buku teks yang paling banyak dimanfaatkan oleh pengguna Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dibaca ditempat adalah koleksi buku fiksi dengan nomor klasifikasi buku 700, yaitu buku - buku bidang kesenian, buku cerita.

Selain itu, koleksi yang juga banyak dimanfaatkan pengguna Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi yaitu koleksi buku teks dengan nomor klasifikasi 500, yaitu buku bidang ilmu-ilmu murni seperi buku Matematika Terapan, Fisika, Kimia dan lain sebagainya.

3.3.1 Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Tercetak

Koleksi referensi yang terdapat pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi, penjajarannya didalam rak digabungkan dengan koleksi umum. Dinas

(38)

Perpustakaan Kota Tebing Tinggi tidak membuat rak khusus untuk koleksi referensi. Oleh karena itu sering terjadi kesulitan dalam memanfaatkan koleksi, baik kesulitan yang dihadapi pengguna maupun pegawai perpustakaan sendiri.

Pengguna mengalami kesulitan dalam penemuan kembali sedangkan pegawai perpustakaan merasa kesulitan dalam penataannya didalam rak. Koleksi referensi yang terdapat pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi terdiri dari :

1. Ensiklopedia 2. Kamus

3. Buku Tahunan 4. Terbitan Pemerintah

Koleksi referensi ynag dimilki Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi memiliki jumlah yang cukup banyak, sehingga pengguna dapat memenfaatkan koleksi referensi tersebut dengan semaksimal mungkin. Koleksi yang sering dimanfaatkan oleh pengguna adalah koleksi referensi yang berbentuk kamus dan ensiklopedia.

Pemanfaatan sumber daya informasi pada Dinas Perpustakan Kota Tebing Tinggi dapat dilihat dari berapa banyak jumlah pengunjung perpustakaan tersebut.

Adapun laporan data pengunjung perpustakaan adalah sebagai berikut :

(39)

Bulan 2015 2016 2015 2016 2015 2016 Kantor Kantor 3 Rumah

Baca

3 Rumah Baca

MUPK MUPK

Januari 2251 2449 2042 2113 1541 3315

Februari 2437 3178 1766 2050 1597 3252

Maret 3997 3849 1985 2797 2119 4285

April 1619 3916 1896 2921 1720 5613

Mei 866 4117 1871 2728 1626 5705

Juni 2185 3046 1897 2342 1275 4936

Juli 1373 3235 1686 2105 1062 4521

Agustus 2324 4488 1823 3353 1471 5621

September 2710 5425 1996 2799 1320 3620

Oktober 3350 5827 1912 3561 1722 5332

November 3405 6193 2022 3278 1518 5527

Desember 3915 2286 1830 1645 1368 3417

Total 30732 48009 22726 31692 18339 55145 Tabel 2Laporan data pengunjung pada Dinas Perpustakaan

Kota Tebing Tinggi Tahun 2015 – 2016

Berdasarkan pendapat pustakawan tentang jumlah pengunjung yang terdapat pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dideskripsikan pada tabel diatas mempunyai total keseluruhan 206.643 pengunjung perpustakaan, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya informasi yang disajikan oleh sumber daya informasi tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi mempunyai nilai pemanfaatan yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya informasi tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi sudah cukup bermanfaat bagi pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya.

3.3.2 Tindakan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Tercetak

Adapun tindakan yang dilakukan oleh pengguna Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dalam pemanfaatan koleksi, yaitu:

(40)

1. Meminjam

Pengguna memanfaatkan koleksi yang terdapat pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dengan cara meminjam koleksi yang tersedia dan mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi.

2. Membaca di Perpustakaan

Pengguna memanfaatkan koleksi dengan cara membaca di meja atau ruang baca yang telah tersedia di perpustakaan.

3. Mencatat

Pengguna menyalin atau menuliskan informasi yang ada pada koleksi perpustakaan ke dalam catatan. Koleksi yang sering dicatat oleh pengguna adalah koleksi referensi.

Dari observasi yang dilakukan pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi, pengguna lebih banyak memanfaatkan koleksi bahan pustaka nonfiksi dengan cara meminjam. Dalam pemanfaatan koleksi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi proses yang dilakukan pengguna dalam pencarian koleksi, yaitu:

1. Pengguna mencari langsung koleksi ke rak 2. Pencarian Melalui OPAC

3. Pengguna memanfaatkan jasa pustakawan dalam mencari koleksi

(41)

Gambar 1Daftar peminjaman buku tahun 2016

Gambar 2Daftar peminjaman buku tahun 2017 (Januari – Juni)

(42)

Gambar 3Daftar peminjaman buku tahun 2017 (Juni)

3.3.3 Tujuan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi Perpustakaan

Sebagai sumber informasi, Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Tujuan seseorang menggunakan sumber daya informasi tercetak perpustakaan tentunya sangat ditentukan oleh keperluan dan kebutuhan yang sedang dihadapinya.

Tujuan pengguna memanfaatkan sumber daya informasi tercetak perpustakaan adalah karena kebutuhan informasi yang mengharuskan pengguna mencari sumber informasi yang akurat dan relevan untuk memenuhi kebutuhan informasinya.

3.4 Kegiatan – kegiatan Pengenalan Sumber Daya Informasi Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi

Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi melakukan beberapa kegiatan promosi pemanfaatan sumber daya informasi, kegiatan tersebut antara lain :

(43)

1. Sosialisasi Manfaat Koleksi Buku dan Minat Baca kepada murid PAUD/TK dan Pelajar SD, SMP dan SMA

2. Seminar Menumbuhkan Minat Baca Pemuda 3. Diklat Orientasi Perpustakaan

4. Pameran Buku dan Perpustakaan Tingkat Daerah maupun Nasional 5. Pameran Teknologi Informasi

6. Mengadakan Perlombaan-Perlombaan 7. Pemilihan Pengunjung Aktif Perpustakaan 8. Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 9. Peringatan Hari Buku Nasional

10. Pemilihan Perpustakaan Sekolah terbaik 11. Pencanangan Hari Buku

12. Pembuatan brosur perpustakaan

(44)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dan informasi yang diperoleh, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Jumlah sumber daya tercetak pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi tahun 2003 – 2016 sebanyak 45.137 eksemplar.

2. Tingkat pemanfaatan sumber daya informasi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi cukup tinggi apabila dilihat dari laporan data pengunjung perpustakaan tahun 2015 – 2016 sebanyak 206.643 pengunjung.

3. Pemanfaatan sumber daya informasi tercetak paling tinggi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi adalah koleksi buku nonfiksi bidang ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam dan kebudayaan dengan cara meminjam diperpustakaan.

4.2 Saran

Berdasarkan hasil observasi pada Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi dan informasi yang diperoleh, maka penulis memberi saran sebagai berikut :

(45)

1. Sebaiknya Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi lebih meningkatkan jumlah koleksi tercetak yang disajikan kepada pengguna sehingga pengguna lebih banyak mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

2. Sebaiknya Dinas Perpustakaan Kota Tebing Tinggi lebih merencanakan sebuah kegiatan yang terstruktur tentang pemanfaatan sumber daya informasi, sehingga masyarakat lebih memahami betapa bermanfaatnya informasi yang disajikan oleh sebuah perpustakaan.

(46)

DAFTAR PUSTAKA

Alex. 2005. Kamus ilmiah populer kontemporer. Harapan

Budiyanto, M. 2000. Kebutuhan Informasi dan Perilaku pencarian Informasi Peneliti Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Retrieved from http://www.digilib.ui.ac.id//

file?file=digital/73746-T_11629-kebutuhan_informasi.pdf Brophy, P. 2000. The Academic Library. London: Library Association.

Darmono. 2001. Manajemen dan tata kerja perpustakaan sekolah. Jakarta:

Grasindo

Evriza, Eka. 2011. Retrieved juli, 2017 from

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/22745/Chapter%20 II.pdf?sequence=4&isAllowed=y

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar dasar ilmu perpustakaan dan informasi. Medan:

USU Press

Hasugian, Jonner. 2008. Penelusuran online dan ketersediaan sumber daya informasi elektronik dalam Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, vol 4 No.1

Kartika. (2011, November 15). Retrieved Juni 3, 2013, from http://kartika-s-n- fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37851-hardskill%20-

Antara%20kebutuhan%20Informasi%20dan%20Ketepatan%20Pemilihan

%20Sumber%20Informasi%20%20.html

Lancaster, FW. 1993. If You Want To Evolution Your Library, 2nd ed. Illinois:

Thomson-Shore.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2005). Retrieved Mei 29, 2013, from Jurnal Online: http://www.jurnal.lipi.gp.id/utama

Reitz, Joan M. 2004. Dictionary for library and information science, Westport, Connecticut London: Libraries Unlimited

Sulistyo – Basuki. 1993. Pengantar ilmu perpustakaan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Yusup, Pawit M. 2012. Perspektif Manajemen Pengetahuan Informasi, Komunikasi, Pendidikan, dan Perpustakaan

Referensi

Dokumen terkait

Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi koleksi

4.10 Koleksi karya sastra Bali yang tersedia sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna Perpustakaan daerah Kabupaten

Perpustakaan menyediakan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, maka dengan ini peranan perpustakaan perguruan tinggi sangatlah penting dalam memberikan

PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI KEPADA PENGGUNA.. 2.1 Perpustakaan

Pelayanan sirkulasi perpustakaan Pada Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Tebing Tinggi yang meliputi bagian pemberian sanksi dapat disimpulkan bahwa,

Pemanfaatan koleksi audio visual yang terdapat di layanan referensi perpustakaan Universitas Sumatera Utara adalahkoleksi audiovisual yang berupa CD buku tidak dapat

kuesioner berikut ini untuk pelaksanaan penelitian tentang “ Perbandingan Pemanfaatan Sumber Daya Informasi oleh Pengguna Digital Native dan Digital Immigrants pada

Adapun kendala yang sering dihadapi pengguna dalam memanfaatkan koleksi putusan pengadilan pada perpustakaan PTUN adalah terdapat kesulitan dalam proses pencarian informasi