• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE SHARED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN METODE SHARED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013."

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE SHARED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK

(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013)

SKRIPSI

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

oleh

Pahala Munggaran

(2)

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

2013

PENERAPAN METODE SHARED READING

DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA

TEKS CERITA ANAK

(Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa

Kelas VII SMP Negeri 3 Lembang

Tahun Ajaran 2012/2013)

Oleh

Pahala Munggaran

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

© Pahala Munggaran 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

(3)

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.

PAHALA MUNGGARAN

PENERAPAN METODE SHARED READING

DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VII

SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013)

disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I,

Dr. Hj. Yeti Mulyati, M.Pd.

NIP 196008091986012001

Pembimbing II,

Drs. Encep Kusumah, M.Pd.

(4)

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa Dan Seni

Universitas Pendidikan Indonesia

Dr. Dadang S. Anshori, M.Si.

(5)

ABSTRAK

PENERAPAN METODE SHARED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK

(Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa kelas VII SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013)

Pahala Munggaran 0902372

Membaca teks cerita anak merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra kurikulum KTSP yang diajarkan kepada siswa SMP kelas VII. Siswa diharapkan dapat menemukan realitas kehidupan anak yang tercermin pada sebuah teks cerita. Membaca teks cerita anak termasuk ke dalam membaca cerita yang merupakan salah satu bentuk membaca indah. Sebelum seseorang dapat membaca cerita dengan baik terlebih dahulu ia harus memahami teks yang akan dibaca. Hal tersebut yang menjadi latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Lembang dengan objek penelitian siswa kelas VII A dan kelas VII B di SMP Negeri 3 Lembang. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan membaca teks cerita anak menggunakan metode shared

reading di kelas eksperimen dan kemampuan membaca siswa yang tidak

(6)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GRAFIK ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitan ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Batasan masalah ... 4

1.4 Rumusan Masalah ... 4

1.5 Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 5

1.7 Anggapan Dasar ... 6

1.8 Hipotesis Penelitian ... 6

1.9 Metode Penelitian ... 7

1.10Definisi Operasional ... 7

BAB 2 IHWAL METODE SHARED READING, MEMBACA CERITA DAN TEKS CERITA ANAK 2.1 Metode Shared Reading 2.1.1 Hakikat Shared Reading ... 8

2.1.2 Prinsip Dasar Metode Shared Reading ... 8

2.1.3 Langkah-Langkah Metode Shared Reading ... 9

2.2 Keterampilan Membaca Cerita 2.2.1 Pengertian Membaca Cerita ... 10

(7)

2.3.1 Pengertian Cerita Anak ... 11

2.3.2 Unsur Intrinsik Cerita Anak ... 11

2.3.3 Realitas dan Nilai Kehidupan Cerita Anak ... 14

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian... 15

3.1.1 Desain Penelitian ... 15

3.1.2 Prosedur Penelitian ... 16

3.2 Teknik Pengumpulan Data ... 17

3.2.1 Teknik Tes ... 17

3.3 Instrumen Penelitian... 18

3.3.1 Instrumen Perlakuan ... 18

3.3.1.1 Rambu-rambu Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak dengan Menggunakan Metode Shared Reading ... 18

3.3.1.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 21

3.3.2 Instrumen Tes ... 28

3.3.2.1 Kisi Kisi Soal Pretest dan Postest Membaca Teks Cerita Anak ... 28

3.3.2.2 Soal Pretes dan Postes Membaca Teks Cerita Anak ... 29

3.3.2.3 Validitas Instrumen... 33

3.4 Teknik Pengolahan Data ... 38

3.5 Populasi dan Sampel ... 40

3.5.1 Populasi ... 40

3.5.2 Sampel ... 41

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data ... 42

4.1.1 Kemampuan Awal Membaca di Kelas Eksperimen ... 42

4.1.2 Kemampuan Akhir Membaca di Kelas Eksperimen ... 44

4.1.3 Kemampuan Awal Membaca di Kelas Kontrol ... 46

(8)

4.2.1 Uji Normalitas Data

4.2.1.1 Uji Normalitas Data Pretes Kelas Eksperimen ... 50

4.2.1.2 Uji Normalitas Data Postes Kelas Eksperimen ... 53

4.2.1.3 Uji Normalitas Data Pretes Kelas Kontrol ... 55

4.2.1.4 Uji Normalitas Data Postes Kelas Kontrol ... 58

4.2.2 Uji Homogenitas Data 4.2.2.1 Uji Homogenitas Data Pretes dan Postes Kelas Eksperimen . 60 4.2.2.2 Uji Homogenitas Data Pretes dan Postes Kelas Kontrol ... 60

4.3 Pembuktian Hipotesis ... 61

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 64

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 68

5.2 Saran ... 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70 DAFTAR LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(9)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui kegiatan membaca. Masyarakat gemar membaca dapat menambah pengetahuan dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasannya. Namun, saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih rendah (Supadilah, 2012). Sejauh ini rendahnya minat baca anak Indonesia terjadi karena tidak ada integrasi yang nyata, jelas, dan tegas antara mata pelajaran yang diberikan dan kewajiban siswa untuk membaca. Satu contoh sederhana, sekolah tidak memiliki standar minimal tentang bacaan wajib buku yang harus dibaca siswa di tiap jenjang pendidikan. Selain itu, siswa juga cenderung lebih menyukai hal-hal di luar membaca seperti menonton televisi, bermain game online, dan membuka sosial media facebook

atau pun twitter.

Dalam konteks ini, Noer (2010: 39-40) mengatakan sebagai berikut.

Banyak orang membaca tapi tidak memiliki motivasi yang kuat atas bahan yang dibaca. Motivasi yang kurang ini secara mental akan membuat Anda membaca dengan lambat dan otak tidak dirangsang untuk bekerja dan memahami apa yang Anda baca. Salah satu penyebab rendahnya motivasi karena tidak tau apa yang ingin diperoleh dari bahan bacaan. Seseorang yang memiliki motivasi rendah seperti seorang pengendara yang terus berjalan tapi tidak tau hendak kemana tujuan yang mau dicapai.

(10)

meningkatkan minat baca adalah dengan cara pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang wajib ada di setiap jenjang pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, bahkan hingga perguruan tinggi. Ada empat aspek keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Tarigan, 2008: 1). Semua aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan siswa baik secara lisan maupun tulisan.

Masyarakat Indonesia tentunya tidak ingin melihat generasi muda bangsa menjadi orang-orang yang bodoh ataupun miskin. Oleh karena itu, kegiatan membaca harus sudah menjadi kebiasaan setiap orang mulai dari anak-anak sampai orang dewasa termasuk para siswa.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang sekolah pertama khususnya di kelas VII, terdapat standar kompetensi mengenai wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak. Untuk memahami isi dari buku cerita anak diperlukan telaah isi secara mendalam. Menelaah isi suatu bacaan menuntut ketelitian, pemahaman, kekritisan berpikir, serta keterampilan menangkap ide-ide yang tersirat dalam bahan bacaan (Tarigan, 2008: 40). Salah satu yang termasuk ke dalam membaca telaah isi ialah membaca pemahaman.

Dalam membaca cerita anak, pembaca akan memeroleh informasi mengenai alur cerita, waktu dan tempat kejadian serta tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut. Oleh karena itu, dalam pembelajaran memahami sebuah cerita anak diperlukan adanya membaca pemahaman.

(11)

3

seorang guru sangatlah banyak, seperti PQRST, SQ3R, PORPE, Shared Reading,

dan sebagainya.

Pada pembelajaran membaca kali ini penulis akan menggunakan metode

shared reading. Metode shared reading dibentuk dengan berbasiskan

pembelajaran kooperatif. Dalam konteks ini siswa memiliki hubungan ketergantungan yang positif antara pemahaman siswa dan keterlibatan siswa dalam memahami bacaan. Dengan demikian, pemahaman menyeluruh isi bacaan akan bergantung pada peran aktif siswa.

Metode shared reading dalam pembelajaran membaca dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam memahami sebuah bacaan serta meningkatkan minat baca siswa. Melalui metode ini pembelajaran membaca diharapkan dapat lebih menyenangkan dan jauh dari rasa membosankan.

Ada beberapa penelitian terdahulu yang pernah melakukan kajian tentang pembelajaran membaca. Kusumaningtyas (2007) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Pembacaan Bersama (Shared Reading) Terhadap Domain Inside-Out dalam Literasi Emergen. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa

shared reading merupakan kegiatan membaca bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak di bidang literasi. Hasil dari penelitian tersebut mengatakan bahwa pembacaan bersama (shared reading) yang dilaksanakan selama dua minggu tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan domain inside-out literasi emergen pada anak usia prasekolah.

(12)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Safitri dikatakan bahwa metode Shared Reading berhasil digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Membaca pemahaman termasuk ke dalam kompetensi dasar mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP/MTs kelas VII semester 2, yaitu memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak. Pembelajaran membaca buku cerita merupakan salah satu keterampilan membaca siswa yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian dengan menerapkan metode shared reading dalam pembelajaran membaca teks cerita anak di tingkat sekolah menengah pertama.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan pemaparan pada latar belakang masalah, penulis melakukan identifikasi masalah sebagai berikut.

1) Rendahnya minat baca siswa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perpustakaan yang tidak menyediakan buku-buku menarik. Selain itu, Siswa menganggap pembelajaran membaca itu suatu hal yang membosankan.

2) Siswa lebih menyukai hal-hal atau kegiatan di luar membaca seperti menonton televisi, bermain game online, dan membuka sosial media facebook atau pun

twitter.

3) Metode pembelajaran membaca kurang menarik. Oleh karena itu, diperlukan model, strategi, metode, teknik, atau media yang baik agar siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran.

1.3 Batasan masalah

(13)

5

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan, rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran membaca teks cerita anak dengan menggunakan metode shared reading?

2) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam membaca teks cerita anak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol?

1.5 Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif metode pembelajaran membaca yang sesuai dengan tuntutan materi standar dalam kurikulum.

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:

1) proses pelaksanaan pembelajaran membaca teks cerita anak dengan menggunakan metode shared reading;

2) perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam membaca teks cerita anak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat bermanfaat bagi (a) penulis, (b) guru, (c) siswa, dan (d) pembaca.

1) Bagi penulis

(14)

2) Bagi guru

Penelitian ini diharapakan dapat menambah referensi bagi guru dalam penggunaan metode untuk pembelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman buku cerita. Salah satunya dengan menggunakan metode shared reading dalam pembelajaran yang menarik dan dapat memotivasi siswa dalam belajar.

3) Bagi siswa

Siswa memeroleh pengalaman belajar yang baru sehingga diharapkan adanya peningkatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam keterampilan membaca.

4) Bagi Pembaca

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai salah satu metode dalam keterampilan membaca, yaitu metode shared reading.

1.7 Anggapan Dasar

Anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Membaca merupakan proses pemerolehan pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.

2) Sesuai dengan kurikulum dan silabus yang berlaku bahwa membaca pemahaman merupakan salah satu jenis membaca yang harus dikuasai oleh siswa SMP kelas VII.

3) Metode shared reading merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran membaca teks cerita anak.

1.8 Hipotesis Penelitian

(15)

7

1) H1 : terdapat perbedaan kemampuan siswa dalam membaca buku cerita pada

kelas eksperimen dan kelas kontrol.

2) H0 : tidak terdapat perbedaan kemampuan siswa dalam membaca buku cerita

pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

1.9 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuasi eksperimen atau eksperimen semu. Penelitian eksperimen kuasi atau eksperimen semu termasuk ke dalam pendekatan kuantitatif. Penelitian eksperimen ini dilakukan untuk menemukan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja peneliti timbulkan. Kedua faktor tersebut adalah penerapan metode shared reading (sebagai faktor penyebab) dan membaca teks cerita anak (sebagai faktor akibat). Menurut Sukardi (2003) dalam Syamsudin dan Damayanti (2011) jenis penelitian ini dapat digunakan dalam bidang pendidikan atau bidang lain yang subjek penelitiannya adalah manusia yang tidak dapat dimanipulasi dan dikontrol secara intensif. Desain penelitian pada kuasi eksperimen ini, menggunakan desain pretest-postest kontrol group design.

1.10 Definisi Operasional

Pada penelitian ini diuraikan definisi operasional sebagai berikut. 1) Metode Shared Reading dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak

Pembelajaran membaca teks cerita anak merupakan salah satu Standar

(16)

pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memiliki peran yang sangat penting bagi terwujudnya pemahaman wacana secara utuh bagi temannya. 2) Kemampuan Membaca Teks Cerita Anak

(17)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuasi eksperimen atau eksperimen semu. Penelitian eksperimen kuasi atau eksperimen semu dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati penelitian eksperimen. Menurut Sukardi (2003) dalam Syamsudin dan Damaianti (2011) jenis penelitian ini dapat digunakan dalam bidang pendidikan atau bidang lain yang subek penelitiannya adalah manusia yang tidak dapat dimanipulasi dan dikontrol secara intensif.

3.1.1 Desain Penelitian

Desain penelitian pada kuasi eksperimen ini, menggunakan desain pretest-postest control group design. Dalam desain ini dipilih dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pola penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Tabel 3.1 Persiapan Penelitian

Eksperimen O1 X O2

Kontrol O3 Y O4

Keterangan:

O1 : Uji awal pada kelompok eksperimen (pretes)

O2 : Uji akhir pada kelompok eksperimen (postes)

X : Perlakuan pada kelompok eksperimen berupa pembelajaran membaca teks cerita anak dengan menggunakan metode shared reading

(18)

O3 : Uji awal pada kelompok kontrol

O4 : Uji akhir pada kelompok kontrol

(Sugiyono, 2011: 112)

Kelas kontrol dan kelas eksperimen diberikan pretes untuk mengetahui kemampuan awal di kedua kelas tersebut. Kemudian hasil pretes tersebut akan dijadikan bandingan utuk hasil postes setelah kelas eksperimen diberi perlakuan (treatment). Dalam hal ini penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas metode shared reading dalam pembelajaran membaca teks cerita anak. Hal tersebut dapat dijadikan data tentang perubahan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebelum dan sesudah mendapat perlakuan .

3.1.2 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian akan dilakukan dalam empat tahap adalah sebagai berikut ini.

a. Tahap Persiapan

Persiapan penelitian dilakukan dengan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini.

1) Penyusunan rancangan penelitian. 2) Pembuatan instrumen penelitian. 3) Pembuatan bahan ajar.

4) Mengurus perizinan.

5) Uji coba instrumen penelitian.

6) Revisi instrumen penelitian (jika diperlukan).

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini.

(19)

17

2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode yang berbeda pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode shared reading.

3) Pelaksanaan tes akhir (postes) kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kemampuan membaca teks cerita anak setelah mendapat perlakuan.

c. Tahap Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini. 1) Mengumpulkan hasil data kuantitatif dan kualitatif.

2) Membandingkan hasil tes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3) Melakukan analisis data kuantitatif terhadap pretes dan postes.

4) Melakukan analisis data kualitatif lembar observasi.

d. Tahap Pembuatan Kesimpulan

Pembuatan kesimpulan dilakukan berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh, yaitu mengenai kemampuan membaca teks cerita anak.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan teknik tes. Di bawah ini akan dibahas mengenai teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data penelitian.

3.2.1 Teknik Tes

Tes digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa atau tingkat penguasaan materi pembelajaran. Dengan mengadakan tes dapat diketahui seberapa jauh pemahaman siswa mengenai pembelajaran tersebut. Pelaksanaan tes yang akan dilakukan penulis meliputi:

(20)

2) postes, postes dilakukan untuk melihat perkembangan siswa dalam membaca pemahaman teks cerita anak setelah diberikan perlakuan metode shared reading. Selain itu, setelah mendapatkan hasil dari perlakuan tersebut, dapat diidentifikasi bahwa kemampuan membaca siswa meningkat atau tidak.

3.3 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.

3.3.1 Instrumen Perlakuan

Instrumen perlakuan berupa rambu-rambu pembelajaran membaca teks cerita anak dengan menggunakan metode shared reading dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi pokok pembelajaran membaca cerita anak

3.3.1.1Rambu-Rambu Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak dengan

Menggunakan Metode Shared Reading

Rambu-rambu ini dibuat sebagai acuan peneliti dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membaca teks cerita anak dengan menggunakan metode shared reading di kelas eksperimen.

1) Rasional

(21)

19

waktu. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kerja sama di dalam membaca agar seluruh siswa dapat memahami keseluruhan isi teks cerita.

2) Tujuan

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk melatih siswa dalam memahami isi cerita dari teks cerita anak. Selain itu siswa juga dituntut untuk dapat memberikan apresiasinya setelah membaca teks cerita tersebut.

3) Prinsip Dasar

Pada dasarnya Shared Reading adalah kegiatan membaca berbasis pembelajaran kooperatif. Hal tersebut bertujuan agar setiap siswa memiliki peran yang sangat penting bagi terwujudnya pemahaman wacana secara utuh. Shared Reading juga dilakukan dalam kelompok yang jumlahnya besar yang memiliki tingkat kemampuan membaca yang berbeda-beda. Tujuannya yaitu untuk berinteraksi dalam menemukan ide pada teks bacaan atau cerita. Dengan kemampuan yang berbeda-beda siswa dapat berinteraksi untuk menemukan konsep baru, kosakata baru dan berfikir tingkat tinggi dalam berbagai aktivitas yang kreatif.

4) Sintak Pembelajaran

(22)

Tabel 3.2

Sintak Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak

No Tahapan Kegiatan Siswa Kegiatan Guru

1. Prabaca  Siswa melakukan sebuah permainan.

 Siswa membaca puisi

 Siswa membaca pantun

 Siswa berbagi cerita tentang pengalaman menariknya

 Siswa membaca dalam hati sebuah penggalan cerita

 Siswa bersama kelompoknya

mendiskusikan kata-kata sulit yang di temukan dalam teks cerita

 Siswa saling berbagi hasil baca mereka kepada teman kelompoknya

3. Pascabaca  Perwakilan siswa

membacakan sinopsis cerita

(23)

21

 Kelompok lain menanggapi kelompok lain yang tampil

 Siswa diberi tugas membaca teks lain yang dilakukan bersama

Alat evaluasi yang digunakan pada penelitian ini berupa tes tulis. Evaluasi dilaksanakan pada saat tes awal (pretes), proses perlakuan, dan tes akhir (postes). Evaluasi pada saat pretes dan postes menggunakan tes yang sama agar terlihat perbedaan yang signifikan pada hasil membaca siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Sedangkan pada proses perlakuan, evaluasi menggunakan tes dengan mengerjakan lembar kerja dan LP yang terdapat pada RPP.

3.3.1.2Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Instrument perlakuan berupa RPP dijadikan sebagai pedoman dalam berlangsungnya proses pembelajaran. RPP tersebut dibuat berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat di dalam standar isi KTSP. SK yang dipilih oleh penulis adalah memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak dan KD yang dipilih berdasarkan SK tersebut adalah menemukan realitas kehidupan anak yang terefleksi dalam buku cerita anak baik asli maupun terjemahan.

Berikut merupakan RPP yang telah disusun untuk pelaksanaan pembelajaran.

INSTRUMEN PERLAKUAN

MEMBACA TEKS CERITA ANAK

(24)

Sekolah : SMP Negeri 3 Lembang Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII / 2

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 3 Pertemuan )

A. Standar Kompetensi

15 Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak.

B. Komptensi Dasar

15.2 Menemukan realitas kehidupan anak yang terefleksi dalam buku cerita anak baik asli maupun terjemahan.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah membaca sebuah cerita anak, siswa dapat memahami isi cerita berdasarkan unsur-unsur dalam cerita anak.

2. Siswa dapat menuliskan perilaku, dan kebiasaan anak yang ada dalam teks cerita anak

3. Setelah menemukan perilaku dan kebiasaan yang ada dalam teks cerita anak, siswa dapat menemukan realitas kehidupan anak yang terefleksi dalam teks cerita anak.

D. Materi Pembelajaran

1. Unsur-unsur cerita anak

Cerita anak termasuk ke dalam salah satu jenis prosa fiksi. Prosa fiksi sendiri ialah cerita yang berisi kisah rekaan atau tidak sungguh-sungguh terjadi di kehidupan nyata. Meskipun bersifat rekaan, unsur-unsur seperti penokohan, latar, alur, konflik dan klimaks tetap perlu diperhatikan.

(25)

23

Tujuannya untuk memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan kepada anak.

Dapat disimpulkan bahwa cerita anak merupakan kisah rekaan yang fokus perhatian ceritanya adalah anak-anak. Cerita anak yang baik ialah cerita yang sederhana, kata-katanya menarik, dan jalan cerita yang mudah dimengerti. Sebuah cerita akan menjadi menarik jika semua elemen kisah dibina secara seimbang. Dengan demikian tidak ada bagian yang kurang atau berlebihan.

Unsur-unsur cerita anak

1) Tema

2) Tokoh dan Penokohan 3) Alur atau Plot

4) Latar

5) Sudut Pandang 6) Amanat

7) Gaya Bahasa

2. Unsur ekstrinsik cerita anak : Nilai yang terkandung dalam karya sastra 1) Nilai moral

2) Nilai estetika atau keindahan 3) Nilai sosial budaya

4) Nilai religi 5) Nilai politik

3. Realitas kebiasaan dalam cerita dengan kehidupan

E. Metode Pembelajaran

(26)

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Kegiatan Waktu

Ke - 1 Pendahuluan

1) Mengecek kesiapan siswa

2) Bertanya jawab tentang materi sebelumnya 3) Bertanya jawab tentang cerita anak (rasa ingin tahu)

4) Menggali pengetahuan awal tentang implementasi kebiasaan dalam cerita dengan realita kehidupan. (peduli sosial)

5) Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai.

Kegiatan Inti

1)Siswa bertanya jawab tentang unsur-unsur intrinsik dan realitas kehidupan anak dalam sebuah cerita.

2)Perwakilan siswa menceritakan tentang pengalaman menariknya di depan kelas 3)Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok

yang terdiri dari lima orang siswa. (komunikatif, bersahabat)

4)Siswa membaca teks cerita anak yang dibagikan guru (gemar membaca) 5)Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi

perilaku dan kebiasaan yang ada dalam buku cerita anak.(komunikasi, bersahabat,

demokrasi)

10 menit

(27)

25

kebiasaan dalam cerita pendek dalam realita kehidupan. (cinta sosial)

7)Tiap kelompok melaporkan pekerjaannya di depan kelas. (bertanggung jawab)

8)Siswa yang lain menaggapi/mengomentari hasil pekerjaan kelompok lain.(toleransi) 9)Siswa diberi penguatan hasil kerja kelompok

oleh guru.

Penutup

1) Siswa bersama guru merefleksi tentang apa yang sudah dan yang belum dikuasai tentang kompetensi menemukan realita perilaku dan kebiasaan dalam cerita anak dengan

kehidupan anak.

1) Pemberian tugas kepada siswa untuk membaca buku cerita dan mengidentifikasi perilaku dan kebiasaan yang ada dalam cerita yang

berbeda. (gemar membaca)

Ke – 2

Pendahuluan

Bertanya jawab tentang kompetensi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.

Kegiatan Inti

1) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang siswa.

(komunikatif, bersahabat)

2) Siswa membaca teks cerita anak yang

10 mneit

(28)

3) Siswa menuliskan perilaku-perilaku, dan kebiasaan dalam cerita anak yang telah dibacanya. (peduli sosial, gemar membaca) 4) Siswa menuliskan contoh perilaku dan

kebiasaan dalam cerita anak dalam realita kehidupan. (peduli sosial, gemar membaca, kreatif)

5) Siswa diberi penguatan oleh guru berdasarkan uji kompetensi menemukan realita kehidupan dengan perilaku dan kebiasaan dalam cerita anak. (peduli lingkungan)

Penutup

1) Guru berefleksi dengan anak tentang kesulitan dalam kompetensi yang baru dicapai.

2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang maanfaat mempelajari kompetensi yang baru dicapai dalam kehidupan sehari-hari.

10 menit

Ke – 3 Pendahuluan

1) Mengecek kesiapan siswa

2) Bertanya jawab tentang materi sebelumnya 3) Bertanya jawab tentang cerita anak (rasa ingin tahu)

4) Menggali pengetahuan awal tentang implementasi kebiasaan dalam cerita dengan realita kehidupan. (peduli sosial)

5) Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai.

(29)

27

1) Siswa bertanya jawab tentang unsur-unsur intrinsik dan realitas kehidupan anak dalam sebuah cerita.

2)Perwakilan siswa menceritakan tentang pengalaman menariknya di depan kelas 3)Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok

yang terdiri dari lima orang siswa. (komunikatif, bersahabat)

4)Siswa membaca teks cerita anak yang dibagikan guru (gemar membaca) 5)Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi

perilaku dan kebiasaan yang ada dalam buku cerita anak.(komunikasi, bersahabat,

demokrasi)

6)Siswa memberikan contoh perilaku dan kebiasaan dalam cerita pendek dalam realita kehidupan. (cinta sosial)

7)Tiap kelompok melaporkan pekerjaannya di depan kelas.(bertanggung jawab)

8)Siswa yang lain menaggapi/mengomentari hasil pekerjaan kelompok lain.(toleransi) 9)Siswa diberi penguatan mengenai hasil kerja

kelompok oleh guru.

Penutup

1) Siswa bersama guru merefleksi tentang apa yang sudah dan yang belum dikuasai tentang kompetensi menemukan realita perilaku dan

60 menit

(30)

kehidupan anak.

2) Pemberian tugas kepada siswa untuk membaca buku cerita dan mengidentifikasi perilaku dan kebiasaan yang ada dalam cerita yang

berbeda. ( gemar membaca )

G. Sumber Belajar

1. Buku cerita anak

2. Buku Pelajaran Bahasa Indonesia

H. Penilaian

Indikator Teknik Bentuk Instrumen

Mengidentifikasi unsur-unsur cerita anak Tes

Tes Tertulis

(31)

29

Tes yag digunakan merupakan tes tertulis. Siswa diberi pertanyaan tentang unsur-unsur intrinsik cerita anak dan realitas kehidupan anak yang dapat diambil dari teks cerita anak. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretes dan postes. Pretes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai unsur-unsur intrinsik cerita anak dan realitas kehidupan anak yang terefleksi dari teks cerita anak. Kemudian postes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa setelah diberi perlakuan.

3.3.2.1Kisi Kisi Soal Pretes dan Postes Membaca Teks Cerita Anak

Berikut adalah kisi-kisi soal/instrumen yang akan diberikan kepada siswa.

Tabel 3.3

Kisi Kisi Soal Pretes dan Postes Membaca Teks Cerita Anak

Teks Cerita dan Aspek Tes Tingkat Apresiatif Bentuk Soal No Soal

(32)

b. Alur cerita

c. Realitas kehidupan sosial d. Amanat

c. Realitas kehidupan sosial d. Amanat

c. Realitas kehidupan sosial d. Amanat

3.3.2.2Soal Pretes dan Postes Membaca Teks Cerita Anak

A. PENGANTAR

Para siswa yang budiman, tes ini merupakan tes untuk melihat sejauh mana kemampuan kalian dalam membaca teks cerita anak. Hasil penilaian dari tes ini tidak akan dimasukkan ke dalam data nilai kalian. Kerjakanlah tes ini dengan kemampuan maksimal kalian.

B. PETUNJUK

1. Isi lembar jawaban dengan nama dan kelas kalian! 2. Bacalah setiap teks di bawah ini dengan saksama!

(33)

31

4. Jawab setiap pertanyaan dengan cermat! 5. Waktu yang disediakan 30 menit. 6. Lembar soal tidak boleh dicoret-coret. 7. Selamat mengerjakan!

Teks 1

Bacalah teks cerita di bawah ini untuk menjawab pertanyaan nomor 1-5!

Saat usai pelajaran Ayu langsung mendekati Nanda. Rasanya tidak enak jika Ia juga menuduhku. “Nda, aku ikut menyesal uangmu hilang. Maaf, tetapi aku memang tidak mengambil uangmu itu. Aku dulu memang pernah mencuri uang Fara, tetapi itu dulu. Jujur, sekarang aku tidak berpikir untuk melakukan itu lagi.

Waktu itu aku khilaf” ujar Ayu kepada Nanda. Tiba-tiba Dafa ketua kelas datang menghampiri kami dan menyarankan untuk mencari tahu dulu siapa yang telah mencuri uang Nanda. Ayu, Nanda dan Dafa pun pergi ke pasar tempat Nanda terakhir kali mengeluarkan uang. Sesampainya di pasar, seorang pedagang kerupuk yang mengenali Nanda langsung menghentikan langkah kami. Benar saja, pedagang kerupuk yang tadi pagi dititipi kerupuk oleh Nanda langsung mengeluarkan uang seratus ribuan milik Nanda. Ternyata tadi pagi Nanda salah memberikan uang kepada tukang kerupuk itu.

Kerjakan soal berikut dengan cermat dan benar di lembar jawaban yang

disediakan!

1. Siapa saja tokoh yang terdapat pada cerita di atas? 2. Bagaimana karakter tokoh Ayu berdasarkan sifatnya? 3. Konflik apa sajakah yang ditimbulkan cerita di atas?

(34)

Teks 2

Bacalah teks cerita di bawah ini untuk menjawab pertanyaan nomor 6-10!

Di tengah terik matahari Anjing itu berjalan melalui jembatan kecil di atas sungai. Air sungai itu sangat jernih. Anjing itu melihat ke bawah dan bayangannya tampak jelas. Dia mengira ada anjing lain yang menggigit daging juga, dengan cepat ia melompat ke dalam air. Ia ingin merebut daging itu tetapi daging yang dimulutnya terlepas, dan hanyut terbawa air. Ternyata tidak ada anjing lain. Yang diserangnya itu hanya bayangannya sendiri. Anjing itu pun basah kuyup. Dengan susah payah ia naik ke darat. Ia pun pulang dengan lesu dan perutnya semakin lapar.

Kerjakan soal berikut dengan cermat dan benar di lembar jawaban yang

disediakan!

6. Latar apa saja yang terdapat pada cerita tersebut?

7. Faktor apa saja yang memperngaruhi terjadinya konflik pada cerita tersebut? 8. Apakah sifat anjing yang rakus sama dengan keadaan manusia yang tidak bersyukur?

9. Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah membaca cerita di atas? 10. Bagaimana penggunaan bahasa yang digunakan cerita tersebut?

Teks 3

Bacalah teks cerita di bawah ini untuk menjawab pertanyaan nomor 11-15!

Proses seleksi pelajar teladan telah dimulai. Pada seleksi pertama aku mendapat posisi terbaik. Hal itu membuatku lolos ke tahap berikutnya di tingkat kecamatan. Senang sekali rasanya, walaupun berdebar-debar tapi aku harus lebih serius lagi untuk belajar.

(35)

33

Bunda membantuku mengecek hafalan setiap malam, sedangkan Ayah membantuku mencari cara cepat dalam menjawab soal-soal. Kak Naufal pun ikut mendukung dengan mengambil alih tugas menyapuku. Tugasku sekarang hanya belajar, belajar, dan belajar.

Kerjakan soal berikut dengan cermat dan benar di lembar jawaban yang

disediakan!

11. Bagaimana alur cerita tersebut?

12. Sebutkan unsur intrinsik yang terdapat pada cerita di atas! 13. Sebutkan realitas kehidupan anak berdasarkan cerita di atas! 14. Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah membaca cerita di atas? 15. Bagaimana penggunaan bahasa yang digunakan cerita tersebut?

Teks 4

Bacalah teks cerita di bawah ini untuk menjawab pertanyaan nomor 16-20!

Pagi ini Vinna rusuh karena bangun kesiangan. Kepada ibu dia mengaku telah mengerjakan tugas hingga larut malam, padahal semalaman Vinna hanya bermain game online. Setiba di sekolah, teman-teman Vinna memandanginya dengan geli. Mereka tertawa sambil menunjuk-nunjuk dirinya. Vinna tak mengerti apa yang ditertawakan oleh teman temannya. Vinna cuek saja dan terus berjalan menuju kelasnya. Namun, teman-teman nya tetap mentertawakan Vinna. Vinna menundukkan kepala, mencari apa yang salah pada dirinya. Dengan terkejut ia melihat sepasang kepala anjing yang menghiasi kakinya. Gara-gara bangun kesiangan dan terburu-buru Ia lupa mengganti sendalnya dengan sepatu. Vinna jadi malu di sekolah. Tak mungkin ia mengikuti upacara bendera.

Kerjakan soal berikut dengan cermat dan benar di lembar jawaban yang

(36)

17. Sebutkan hal-hal menarik dari cerita tersebut!

18. Sebutkan realitas kehidupan anak yang terdapat pada cerita di atas! 19. Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah membaca cerita di atas? 20. Bagaimana penggunaan bahasa yang digunakan cerita tersebut?

3.3.2.3Validitas Instrumen

Untuk menentukan validitas instrumen penulis menggunakan uji data secara empiris. Uji data empiris ini dilakukan kepada kelas yang memiliki tingkat kemampuan yang sama dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk mendapatkan validitas butir soal bisa digunakan rumus Product Moment Pearson yaitu:

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

Keterangan:

= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

= skor siswa pada tiap butir soal = skor total tiap siswa

= jumlah siswa

Setelah diketahui nilai rxy. Maka dimasukkan ke dalam tabel interpretasi nilai rxy

untuk diketahui nilai validitasnya.

Tabel 3.4 Interpretasi Nilai rxy

Besarnya rxy Kriteria

Antara Sangat tinggi Antara Tinggi

(37)

35

0 Sangat rendah

(Arikunto,2010 : 245)

Berdasarkan perhitungan menggunakan anates V4 diperoleh koefisien korelasi keseluruhan soal adalah rxy = 0,87, hal tersebut menunjukkan bahwa butir

soal secara keseluruhan memiliki validitas sangat tinggi, sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Adapun validitas untuk setiap butir soal disajikan sebagai berikut.

Tabel 3.5

Validitas Setiap Butir Soal

No Soal Koefisien Validitas Kriteria Validitas 1 0.478 Sedang

(38)

meskipun dilakukan oleh orang, waktu dan tempat yang berbeda, tidak terpengaruh oleh pelaku, situasi dan kondisi (Suherman dan Kusumah, 1990: 167).

Rumus yang digunakan untuk mencari koefisien reliabilitas bentuk uraian dikenal dengan rumus Alpha (Suherman dan Kusumah, 1990: 194), yaitu:

Keterangan:

r11 = korfisien reliabilitas

n = banyak butir soal (item)

∑ = jumlah varians skor tiap item = varians skor total

Adapun klasifikasi derajat reliabilitas menurut Guilford (Suherman, 1990 : 177) berikut dalam tabel:

Tabel 3.6

Klasifikasi Reliabilitas

Koefisien Reliabilitas ( ) Kriteria

Derajat reliabilitas sangat rendah

Derajat reliabilitas rendah

Derajat reliabilitas sedang

Derajat reliabilitas tinggi

Derajat reliabilitas sangat tinggi

Berdasarkan perhitungan menggunakan anates V4 diperoleh derajat realibilitas r11 = 0,93 ini berarti bahwa butir soal secara keseluruhan memiliki

derajat realibilitas tinggi.

a. Daya Pembeda

(39)

37

mampu membedakan antara siswa yang mengetahui jawabannya dengan benar dengan siswa yang tidak dapat menjawab soal tersebut atau siswa yang menjawab salah. Dengan kata lain, daya pembeda suatu butir soal adalah kemampuan butir soal itu untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Daya pembeda tipe uraian dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

X = Rata-rata siswa kelompok atas yang menjawab soal dengan benar atau

rata-rata kelompok atas

B

X = Rata-rata siswa kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar

atau rata-rata kelompok bawah

SMI = Skor Maksimal Ideal

Adapun klasifikasi interpretasi untuk daya pembeda (Suherman, 1990 : 202) disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.7

Klasifikasi Daya Pembeda

Daya Pembeda (DP) Kriteria DP 0,00 Sangat jelek 0,00 < DP 0,20 Jelek 0,20 < DP 0,40 Cukup 0,40 < DP 0,70 Baik 0,70 < DP 1,00 Sangat baik

(40)

Tabel 3.8

Nilai Daya Pembeda tiap butir soal

No Soal

Nilai DP Kriteria

1 0,255 Cukup

2 0,309 Cukup

3 0,418 Baik

4 0,273 Cukup

5 0,346 Cukup

6 0,327 Cukup

7 0,236 Cukup

8 0,255 Cukup

9 0,291 Cukup

10 0,255 Cukup

11 0,455 Baik

12 0,236 Cukup

13 0,346 Cukup

14 0,291 Cukup

15 0,346 Cukup

16 0,382 Cukup

17 0,473 Baik

18 0,436 Baik

19 0,455 Baik

20 0,291 Cukup

(41)

39

Indeks kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan derajat kesukaran suatu butir soal diantara bilangan real pada interval 0,00 sampai 1,00.

Indeks kesukaran soal tipe uraian dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Keterangan: IK = Indeks Kesukaran

X = Rata-rata

SMI= Skor Maksimal Ideal

Adapun klasifikasi indeks kesukaran (Suherman, 1990 : 213) disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.9

Klasifikasi Indeks Kesukaran

Indeks Kesukaran (IK) Klasifikasi IK = 0,00 Soal terlalu sukar 0,00 < IK 0,30 Soal sukar 0,30 < IK 0,70 Soal sedang 0,70 < IK 1,00 Soal mudah

IK = 1,00 Soal terlalu mudah

Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan anates V4, indeks kesukaran setiap butir soal digambarkan pada tabel berikut.

Tabel 3.10

Indeks Kesukaran Tiap Butir Soal

No Soal

Nilai IK Interpretasi

(42)

8 0,746 Mudah

9 0,836 Mudah

10 0,855 Mudah

11 0,664 Sedang

12 0,755 Mudah

13 0,555 Sedang

14 0,855 Mudah

15 0,718 Mudah

16 0,591 Sedang

17 0,709 Mudah

18 0,600 Sedang

19 0,773 Mudah

20 0,836 Mudah

3.4 Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data dilaksanakan setelah kegiatan pengumpulan data selesai. Data yang dihasilkan masih berupa data mentah yang belum memiliki makna berarti. Agar data tersebut bermakna dan dapat memberikan gambaran nyata mengenai permasalahan yang diteliti, maka perlu adanya proses pengolahan data untuk memberikan arahan agar dapat menganalisis lebih lanjut.

Untuk hasil tes, pengolahan data dilakukan terhadap skor tes awal dan skor tes akhir kemampuan menulis naskah drama. Pengukuran tes awal adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan awal siswa dalam menulis naskah drama. Sedangkan pengukuran teks akhir adalah untuk mengukur sejauh mana keefektifan teknik transformasi cerpen dalam pembelajaran menulis naskah drama.

Langkah-langkah yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut. a. Menganalisis hasil uji awal dan uji akhir siswa

b. Uji Normalitas

(43)

41

kemampuan dua rata-rata. Untuk menentukan bahwa data mempunyai sifat yang normal atau tidak, bisa menggunakan rumus chi kuadrat (X2).

X

2

=

Keterangan

X2 = nilai chi-kuadrat

fo = frekuensi yang di observasi (frekuensi empiris) fh = frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoretis)

Menemukan normal atau tidaknya distribusi data dengan kriteria: X2hitung≤ X2 tabel artinya distribusi data normal

X2hitung≥ X2 tabel artinya distribusi data tidak normal

c. Uji Homogenitas

Tujuan dari homogenitas adalah homogen tidaknya variasi sampel dalam populasi yang sama atau homogen tidaknya data berdasarkan kriteria:

F itung ≤ F tabel artinya distribusi data homogen F itung ≥ F tabel artinya distribusi data tidak homogen Uji homogenitas menggunakan uji F:

d. Uji Gain

(44)

√ (

√ ) ( √ )

Dari hasil uji gain terdapat gambaran yang berbeda antara kemampuan membaca teks cerita anak pada pretest dan posttest dengan menggunakan metode

shared reading.

Uji signifikan koefisien t dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. 1) Jika t hitung< t tabel, hipotesis nol diterima atau hipotesis kerja ditolak.

2) Jika t hitung> t tabel, hipotesis nol ditolak atau hipotesis kerja diterima.

3.5 Populasi dan Sampel

Dalam bagian ini akan diuraikan hal-hal yang menjadi populasi dan sampel penelitian. Uraian tersebut akan dijelaskan dalam penjelasan di bawah ini.

3.5.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Lembang yang terdiri dari 9 kelas.

3.5.2 Sampel

Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu (purposive sampling). Dengan demikian, sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah populasi yang dianggap mewakili populasi (homogen) secara keseluruhan dan ditentukan berdassarkan kebutuhan data penelitian.

(45)

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data, pengamatan, dan pembahasan pada seluruh tahapan penelitian yang dilakukan pada kelas VII SMP Negeri 3 Lembang, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

1) Setelah melakukan penilaian sesuai rancangan pada bab 4, nilai rata-rata pretes kemampuan siswa dalam membaca teks cerita anak mengalami perbedaan setelah menerapkan metode shared reading dalam pembelajaran. Perbedaan itu dapat dilihat dari nilai tes awal dengan rata-rata 53,97 dan setelah diberi perlakuan berupa penerapan metode shared reading, nilai rata-rata tes akhir meningkat menjadi 77,56. Hal itu dapat membuktikan bahwa metode shared reading efektif digunakan dalam pembelajaran membaca teks cerita anak. Begitu pun dengan proses pembelajaran di kelas kontrol yang menggunakan metode pemodelan juga mengalami perbedaan antara nilai pretes dan nilai postesnya. Perbedaan hasil pembelajaran di kelas kontrol lebih kecil dibandingkan kelas eksperimen yang memakai metode shared reading. Hasil nilai rata-rata hasil pretes pada kelas kontrol sebesar 59,36 dan hasil postes sebesar 76,12.

2) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam membaca teks cerita anak di kelas eksperimen dengan menggunakan metode shared reading

dengan kemampuan siswa dalam membaca teks cerita anak di kelas kontrol tanpa menggunakan metode shared reading. Hal ini terlihat dari perhitungan statistik, thitung (1,36) ≥ t(0,925)(1/65) (1,30) artinya � ditolak dan � diterima.

(46)

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peningkatan nilai dengan menggunakan metode shared reading dapat dikatakan efektif. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan penulis memberikan saran kepada beberapa pihak.

Guru dapat memilih alternatif pembelajaran dengan menerapkan metode

shared reading dalam pembelajaran membaca teks cerita anak atau membaca teks yang lainnya. Namun, karena adanya kelemahan metode ini yakni dalam pemenggalan teks cerita menjadi beberapa bagian yang masih berkesinambungan sehingga masih menjadi satu kesatuan yang utuh saat dibaca .

Peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian mengenai metode

(47)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Membaca Berbasis Pendidikan Karakter.

Bandung: Refika Aditama.

Tanpa Nama. 2011. “Membangun Budaya Membaca (Literacy Culture) di Sekolah”. [online]. Tersedia : http://hafismuaddab.wordpress.com/tag/rendahnya-minat-baca-siswa/ [4 Desember 2012]

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Kusumaningtyas, A. 2007. Pengaruh Pembacaan Bersama (Shared Reading) terhadap Domain Inside-Out dalam Literasi Emergen. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.

Maria, Anly. 2011. Penerapan Strategi Mastery Learning dalam Pembelajaran

Membaca Pemahaman Novel Remaja. Skripsi FPBS UPI Bandung : Tidak

diterbitkan.

Nirwasita F. A. 2012. Realitas Kehidupan dalam Cerita Anak. Yogyakarta: Citra Aji Parama

Noer. M. 2010. Speed Reading for Beginner. [online]. Tersedia : http://www.MembacaCepat.com / [4 Desember 2012]

Prastowo, A. 2011. Memahami Metode-metode Penelitian. Jogjakarta: Ar - ruza Media

Safitri. 2012. Shared Reading Strategy Berbasis Multimedia dalam Pembelajaran Reading Compherension di Sekolah Dasar. Skripsi UPI Cibiru: Tidak diterbitkan.

Slavin, R. E. 2009. Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta

Suherman, E. dan Kusumah, Y.S. 1990. Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan

(48)

Supadilah. 2012. ”Rendahnya Minat Baca Bangsa”. [online]. Tersedia :

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/16/rendahnya-minat-baca-bangsa-442837.html [5 Desember 2012]

Syamsudin dan Vismaia S. Damaianti. 2011. Metode Penelitian Pendidikan

Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tarigan, H. G. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Angkasa.

Gambar

Tabel 3.1 Persiapan Penelitian
Tabel 3.2
Tabel 3.3  Kisi Kisi Soal Pretes dan Postes Membaca Teks Cerita Anak
Tabel 3.4 Interpretasi Nilai r
+6

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarka n penelitian yang dilakukan Sulistianingsih (2012) dalam penelitian yang berjudul “Penerapan pembelajaran Cooperative learning tipe TGT melalui media ular tangga

Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas metode pembelajaran tanya-jawab berbasis media video tayangan “ orbit digital ” dalam pembelajaran

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal berikut: (1) latar belakang siswa kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI ditinjau dari segi multikultur;

Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Berorintasi Pendekatan Kooperatif Dalam Pembelajaran Membaca Teks Biografi(Studi Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 14

skripsi berjudul “ Peningkatan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar fisika menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan Metode Eksperimen pada

2) Analisis Data Tes Akhir Kelas Eksperimen ... Data Tes Kela Kontrol ... Data Nontes ... Profil Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Bandung ...

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagiandengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa izin dari penulis.

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. © Gita Try Ekaning Tyas 2014