PENELITIAN SOSIAL “School Bullying” di KALANGAN PELAJAR
(Studi kasus : kelas 11 SMA Ksatrya)Kelompok 4
1. Virgie Chandra Putra 2. Ridwan Rahman 3. Fiqri Rozzaq 4. Fikry Ramadhan 5. Daffa Nur Amriza 6. Naufal Shadiq
Daftar Isi______________________________________________________________ 2
Bab I Latar Belakang ___________________________________________________ 3
Perumusan Masalah _______________________________________________ 4
Tinjauan Pustaka _________________________________________________ 4
Tujuan Penelitian dan manfaat penelitian _____________________________ 5
Bab II Sejarah Perguruan SMA Ksatrya 51 _________________________________ 6
VISI & MISI______________________________________________________ 7
Bab V Saran & Kesimpulan _______________________________________________ 16
Daftar Pustaka __________________________________________________________ 17
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bullying tidak asing lagi untuk di dengar di negara ini. Bullying bahkan tidak pernah dapat diartikan kedalam bahasa indonesia. Bullying serta merata hanya sebatas tekanan fisik dan mental. Melainkan bisa meningkatkan trauma yang amat mendalam bagi korban kasus bullying.
Bullying merupakan kekerasan di sekolah yang paling umum terjadi. Menurut penelitian yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa 8 hingga 38 persen siswa menjadi korban bullying. Angka kejadian bullying di dunia adalah sekitar 10% siswa SMP hingga 27% siswa SMA dilaporkan sering menjadi korban bullying. Olweus mempelajari 140.000 anak di Norwegia antara usia 8-16 tahun, menemukan sekitar 15% dari mereka ditindas.
mengenai tentang School Bullying, kurangnya pembelajaran tentang bahayanya
School Bullying.
Dan juga pelaku bullying juga berfikir apabila dia membully ia merasa hasrat kepuasannya terpenuhi. Mungkin dari kecil pelaku bullying tidak mendapat pendidikan dari orang tua, kurangnya perhatian dari orang tua juga termasuk penyebab melakukannya School Bullying.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut rumusan masalah yang didapat sebagai berikut :
1. Mengapa bisa terjadi school bullying? 2. Apakah dampak dari school bullying?
3. Bagaimana cara mengatasi school bullying di sma ksatrya ?
3. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berisi teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli berkaitan yang di pilih. Komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) mengatakan Bullying
adalah kekerasan fisik dan pisikologis berjangka panjang yang di lakukan seseorang/ kelompok Sekolah adalah lembaga yang di rancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Teori Merton Oleh Robert K. Merton
R. K. Merton mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Berdasarkan pendapat Robert K. Merton ada 5 (lima) tipe adaptasi yang termasuk penyimpangan sosial
4. Tujuan Penelitian dan manfaat penelitian
a) Tujuan pembuatan dari penelitian
-Untuk Mengetahui dampak dari school bullying
-Untuk Mengetahui masalah yang terjadi di sekolah b) Manfaat pembuatan dari penelitian
-Agar mengetahui School Bullying itu salah
-Agar mempunyai kesadaran dalam hal bullying
BAB II SEJARAH
A. SEJARAH SMA KSATRYA
“Saya awalnya dari nol, datang ke Jakarta ikut paman untuk melanjutkan sekolah. Pagi membantu paman, setelah itu masuk sekolah dan kemudian membantu paman lagi, ikut bekerja di sini. Saya ketemu dengan pengurus, dan sambil bekerja di sini saya bisa menyelesaikan sekolah sampai jenjang S1 dengan biaya sendiri,” tuturnya.
“Ini amanah yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan sampai tahun 2015 dapat berjalan dengan lancar. Semoga program-program yang kami canangkan selama masa kepengurusan kami berjalan dengan baik. Begitu juga dengan rintangan dan halangan semoga mampu kami atasi,” kata pria 35 tahun dengan dua orang anak ini.
Bertahun-tahun berkutat di dunia pendidikan, membuat Sutar merasa memiliki kecocokan. Bahkan, seluruh tantangan yang dihadapi selama menekuninya sudah tumbuh menjadi semacam “roh” dalam hidupnya. Ia berharap dengan terjun di dunia pendidikan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga mengingat latar belakang kehidupan keluarganya. “Kebetulan keluarga kami sangat sederhana sehingga bisa seperti ini menjadi kebanggaan orang tua. Karena kami betul-betul orang tidak mampu di kampung,” ungkap dosen STIE Pertiwi dan STIE Muhammadiyah Jakarta ini.
Sutar menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan sekolah serta yayasan yang sangat dicintainya. Di bawah kepemimpinannya, ia berharap yayasan semakin maju dengan fokus utama pada kesejahteraan guru dan karyawan yang lebih baik. ia sadar betul, kesejahteraan merupakan tonggak utama untuk meningkatkan kemajuan sekolah dan Yayasan Perguruan Ksatrya.
“Bagaimana cara agar guru bisa sejahtera, nanti pelan-pelan akan kami upayakan. Mungkin dengan kenaikan gaji. Kami juga memiliki program jangka panjang untuk perbaikan sarana dan prasarana, yang kami bangun dengan jerih payah kami, keluarga besar Yayasan Perguruan Ksatrya- bersama tim kami sehingga terwujud empat lokal kelas yang representative. Mohon doanya, setelah lebaran ini akan terus kami tingkatkan,
Visi
Terwujudnya kehidupan yang religius, cerdas dan bermartabat Misi
lebih arif dalam berperilaku
2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya
3. Menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa berani dan mampu menghadapi tantangan
Gedung Perguruan Ksatrya 51
Ruang Yayasan Perguruan Ksatrya 51
BAB III
Pembahasan
Dampak school bullying
Para siswa yang merasa tidak aman di sekolah
mrasa tidak aman di sekolah. Hal ini dibuktikan dengan wawancara peneliti kepada siswa yang mengalami school bullying “ iya nih di sekolah ga aman, kalo ga ada guru di bully” wawancara siswa RR di ruang kelas .
Rasa tidak memiliki dan ketidakadaan hubungan dengan masyarakat sekolah
o Ada, Karena korban merasa dirinya dikucilkan kepada masyarakat sekolah.
Pembentukan gang formal dan informal sebagai alat untuk menghasut tindakan
bullying atau melindungi kelompok dari tindak bullying
Tindakan hukum yang diambil menentang sekolah yang dilakukan oleh siswa
dan orang tua siswa
Turunnya reputasi sekolah di masyarakat
Rendahnya semangat juang staf dan meningginya stress pekerjaan
1. Bagaimana cara mengatasi school bullying di sma ksatrya ?
– Memperketat keamanan di sma ksatrya seperti di tambahakannya CCTV dan Pengawasan dari guru- guru.
2. Mengapa bisa terjadinya school bullying?
1 Faktor internal yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam diri pelaku,
misalnya faktor psikologis. Gangguan psikologis seperti gangguan kepribadian ataupun gangguan emosi bisa disebabkan karena berbagai masalah yang dihadapi oleh seorang anak.
Faktor eksternal yang memicu terjadinya bullying ada bermacam-macam, seperti contohnya pengaruh lingkungan (teman sebaya), keluarga yang kurang harmonis, faktor ekonomi keluarga, dan acara televisi yang kurang mendidik serta kecanggihan teknologi pada era globalisasi ini yang sangat mungkin memicu terjadinya
cyber bullying
BAB IV
ANALISIS
Teori pergaulan berbeda oleh Edwin H. Sutherland.
Menurut teori pergaulan berbeda, bahwa penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan kelompok yang telah menyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (cultural transmission). Melalui proses tersebut seseorang mempelajari penyimpangan, maka lamakelamaan ia pun akan tertarik dan mengikuti pola perilaku yang menyimpang tersebut.
BAB V
Saran/ Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian yang kami buat adalah bahayanya dampak dari School Bullying dapat menimbulkan kematian apabila korban sudah tidak tahan dan tidak ada yang tau masalah dari korban.
Saran
-Saran Bagi Pembully
Sebaiknya pembully tidak membully yang lemah karena merendahkan dan mengucilkan seseorang yang lemah tidak di anjurkan oleh Allah SWT.
-Saran Bagi Orang Tua & Guru
Sebaiknya Orang tua dan Guru lebih memperhatikan anak/siswa di sekolah, dan juga melarang pergaulan yang tidak baik.
-Saran Bagi Korban Bullying
Jangan asik dengan dunia sendiri seperti menjauh dari pergaulan, memainkan handphone setiap saat apabila seperti itu akan di kucilkan dari pergaulan sekolah dalam kasus bullying pergaulan sangat berperan terhadap Bully mem Bully.
Aini, Ratu. “Dampak Bullying Bagi Siswa”. 06 Januari 2012.
http://www.psychologymania.com/2012/06/dampak-bullying-bagi-siswa.html