• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Yang Bener BAB I BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Yang Bener BAB I BAB V"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Latar belakang Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dibidangnya. Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut. Dimana para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri.

(2)

1.2 Tujuan PRAKERIN

Kegiatan PRAKERIN yang telah dilaksanakan untuk setiap

siswa/siswi merupakan program keahlian yang tentunya

mempunyai tujuan untuk memberi gambaran pada saat bekerja,

baik itu disuatu perusahaan ataupun di suatu lembaga instansi

yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh

siswa/siswi.

Adapun tujuan penyelenggaraan PRAKERIN ini adalah untuk:

 Dapat menambah dan mengembangkan potensi ilmu

pengetahuan pada masing-masing siswa/siswi.

 Meningkatakan efisiensi proses pendidikan dan

pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional.

 Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap

pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan.

 Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman yang

sebenarnya di dalam dunia kerja, sebagai persiapan guna

menyesuaikan diri dengan dunia kerja dan masyarakat.

 Siswa dapat meningkatkan rasa percaya dirinya, dalam

memecahkan berbagai masalah atau kesulitan yang

ditemuinya.

 Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari

(3)

1.3 Manfaat PRAKERIN

Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan PRAKERIN yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan PRAKERIN yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut :

 Menambah wawasan pada siswa/siswi.

 Mendapatkan pengalaman untuk bekal pada saat bekerja nantinya.

 Waktu tempuh untuk mencapai keahlian profesional menjadi lebih singkat.

 Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.1

1.4 Waktu dan Pelaksanaan PRAKERIN

1) PRAKERIN ini dilaksanakan selama 54 hari atau kurang lebih 2 bulan. Terhitung mulai dari tanggal 11 Agustus 2014 dan berakhir pada tanggal 03 Oktober 2014.

2) Tempat pelaksanaan PRAKERIN di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS) Kab.Bogor yang beralamatkan di Jalan Bersih No.02 Cibinong-Bogor, Jawa Barat 16914.

Adapun jadwal pelaksanaan PRAKERIN setiap harinya dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.

(4)

Tabel 1.1 Hari dan Waktu Kerja

N

o. Hari Jam/Waktu

1. Senin 07:20-15:00

2. Selasa 07:20-15:00

3. Rabu 07:20-15:00

4. Kamis 07:20-15:00

(5)

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada laporan ini secara lebih jelas

terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan

1.3 Manfaat PRAKERIN

1.4 Waktu dan Pelaksanaan PRAKRIN 1.5 Sistematika Penulisan

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 Sejarah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Kab.Bogor

2.2 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi Dinas Sosial,

Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Bogor BAB III URAIAN KEGIATAN

3.1 Tabel Kegiatan Pelaksanaan PRAKERIN 3.2 Uraian Kegitan PRAKERIN

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH 4.1 Permasalahan

DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRASMIGRASI

(6)

Sesuai Amanat UU 1945 pasal 27 Ayat 2 di sebutkan “Bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” hal tersebut menjadi dasar bagi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk mewujudkan dalam praktek kenegaraan khususnya menyangkut bidang ketenagakerjaan. Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 di sebutkan bahwa:

1) Perda di tetapkan oleh Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan bersama DPRD.

2) Perda di bentuk dalam angka penyelenggaraan otonomi daerah, provinsi/kabupaten/kota tugas pembatuan.

3) Perda merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. 4) Perda di larang pertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan

perundang-undangan yang di maksud dengan pertentangan dengan kepentingan umum dalam ketentuan ini adalah kebijakan yang berakibat terganggunya kerukunan antar warga masyarakat, terganggu pelayanan umum dan terganggunya ketentraman/ketertiban umum serta kebijakan yang bersifat diskriminatif.

Perda berlaku setelah di undangkan dan lembaran daerah dan yang melatar belakangi bergabungnya Dinas Sosial dan Tenaga Kerja ialah karena otonomi daerah dan SK Bupati Nomor 5/2001 tentang STUK Tata Kerja Dinas.

(7)

Transmigrasi sesuai perda Nomor 12 tahun 2004 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Disnakertrans Kab. Bogor pada tahun 2009 bulan Januari struktur organisasi Disnakertrans dirubah dengan Disosnakertrans sesuai dengan perda Nomor 11 Tahun 2008 tentang pembentukan Dinas Daerah.

2.2 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi

Pembentukan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor telah beberapa kali mengalami perubahan nomenklatur dinas, dengan adanya Otonomi Daerah sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 1999 menyebutkan bahwa sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia memberikan keleluasaan pada Daerah Khususnya Kabupaten dan Kota untuk menyelenggarakan otonomi daerah secara luas, nyata, dan bertaggung jawab.

Dengan adanya UU Nomor 22 tahun 1999, Pemerintah Kabupaten Bogor pada Tahun 2001 mengeluarkan surat keputusan Bupati Nomor 3 tahun 2001 tentang Struktur Organisasi dan untuk kali pertama Dinas ini bernama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sesuai dengan surat keputusan Bupati Nomor 5 Tahun 2001 tentang STUK Tata Kerja Dinas. Dinas Sosial, Tenaga Kerja di resmikan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh Bupati. Pada Tahun 2004 bulan Februari struktur organisasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja di ubah menjadi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sesuai dengan peraturan daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

(8)

Tentang pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008. Tentang Pembentukan Dinas Daerah, dimana Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang secara resmi dengan dilantiknya Kepala Dinas oleh Bupati pada Tanggal 09 Januari 2009. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 11 Tahun 2008 Tugas pokok Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah membentuk Bupati melaksanakan kewenangan pemerintah daerah di bidang sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sosial atau masalah sosial adalah suatu kondisi yang di rasakan. Banyak orang dan biasanya yang tidak menyerang serta mengganggu norma yang ada dalam masyarakat sehingga menuntut pemecahan. Tujuan dari pada organisasi ini adalah memecahkan masalah sosial yang ada pada organisasi ini adalah memecahkan masalah sosial yang ada pada kelompok masyarakat lemah atau tidak berdaya sehingga mereka memerlukan pertolongan untuk keluar dari masalah tersebut. Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Tenaga Kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara suka rela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi pemukiman transmigrasi.

(9)

perangkat daerah wajib menyiapkan, menyusun dan menyiapkan laporan kinerja secara tertulis dan priodic.

(10)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi DISNAKERTRANS Kab.Bogor

B. Susunan Organisasi A. Kepala Dinas

B. Sekretaris

1. Sub Bagian Program dan Pelapor 2 Sub Bagian Keuangan.

C. Bidang Kesejahteraan Sosial 1. Seksi Bina Sosial

(11)

D. Bidang Penempatan, Pelatihan Kerja dan Transmigrasi 1. Seksi Penempatan Tenaga Kerja

2. Seksi Pelatihan Kerja, dan 3. Seksi Transmigrasi.

E. Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja

1. Seksi Bina Penyelesaian Perselisihan Hubungan Kerja 2. Seksi Bina Syarat Kerja

3. Seksi Transmigrasi.

F. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan 1. Seksi Pengawasan Norma Kerja

2. Seksi Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. Seksi Pengawasan Norma Keselamatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK), Perempuan dan Anak.

G. Unit Pelaksana Teknis, dan H. Kelompok Jabatan Fungsional.

C. Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi DISNAKERTRANS 1. Kedudukan DISNAKERTRANS

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No. 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dinas Daerah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(12)

Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam memimpin mengkoordinasikan dan mengendaliakan Kebijakan Teknis Dinas Daerah sesuai lingkup Dinas dalam melaksanakan kewenangan di Bidang Ketenagakerjaan, Ketransmigrasian serta tugas pembantuan.

B. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dalam melaksanakan pengolahan ketatausahaan dinas. Dalam melaksanakan tugasnya Sekretariat mempunyai fungsi yaitu:

1. Pengkoordinasian Penyusunan Program Dinas. 2. Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data Dinas. 3. Pengolahan Administrasi Umum dan Kepegawaian. 4. Pengolahan Situs Web Dinas, dan

5. Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi Penyusunan Pelaporan Kinerja Dinas. Dalam melaksanakan tugasnya fungsi sekretaris di bantu oleh:

1. Sub Bagian Program dan Pelaporan

Sub bagian program dan pelaporan mempunyai tugas untuk membantu Sekretaris dalam melaksanakan Pengolahan data dan program dinas serta mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan program dinas. b) Pengumpulan, pengolahan dan analisis data dinas.

c) Pelaksanaan pembinaan hubungan masyarakat. d) Pengolahan Situs Web Dinas.

e) Pelaksanaan monitoring evaluasi.

f) Pelaksanaan penyusunan pelaporan kinerja dinas. 2. Sub Bagian Keuangan

(13)

a) Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan dan penyusunan anggaran dinas, monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan kinerja dinas. b) Menyediakan data rekapitulasi keuangan dinas dan segala aktivitas

transaksi sebagai bahan pertanggung jawaban.

C. Bidang Kesejahteraaan Sosial

Bidang kesejahteraan sosial mempunyai tugas untuk membantu Kepala Dinas kesejahteraan sosial. Dalam melaksanakan tugasnya, bidang kesejahteraan sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Pengolahan Pembinaan dan pemulihan sosial. 2. Pengolahan Pembinaan bantuan perlindungan sosial. 3. Penanganan masalah bencana dan penanggulangannya.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bidang sosial di bantu oleh: 1. Seksi Bina Sosial

Seksi bina sosial mempunyai tugas membantu Kepala Dinas kesejahteraan sosial dalam melaksanakan Pembinaan Sosial dan mempunyai tugas yaitu:

a) Pengumpulan, Pengolahan data analisis dan data pembinaan sosial. b) Penyusunan petunjuk teknik pembinaan sosial.

c) Pembinaan, Penyusunan dan Bimbingan Sosial (PSB).

d) Pembinaan sosial swadaya masyarakat dan menyandang masalah sosial. e) Pelayanan dan pengendalian administrasi pengumpulan uang atau barang

untuk kepentingan sosial.

(14)

2. Seksi Pemulihan Sosial

Seksi pemulihan sosial mempunyai tugas membantu kepala bidang kesejahteraan sosial dalam melaksanakan pemulihan sosial, untuk menyelenggarakan tugas dinas, seksi pemulihan sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Pengumpulan, pengolahan dan analisis data pemulihan. b) Penyusun petunjuk teknis pemulihan sosial.

c) Pembinaan bantuan sosial korban bencana dan pemulihan pasca bencana. 3. Seksi Bantuan Perlindungan Sosial

Seksi bantuan perlindungan sosial mempunyai tugas ialah mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang kesejahteraan sosial dalam melaksanakan bantuan perlindungan sosial dan sebagai perwujudan tugas seksi bantuan perlindungan sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data bantuan perlindungan sosial.

b) Pembinaan bantuan dan perlindungan sosial kepada tuna sosial. c) Pemberdayaan fakir miskin serta penyandang masalah kesejahteraan

sosial.

d) Melaksanakan pembimbingan rehabilitasi sosial.

e) Melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan tugas bantuan perlindungan sosial.

f) Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan bantuan perlindungan sosial.

D. Bidang Penempatan Pelatihan DISNAKERTRANS

(15)

transmigrasi dalam melakukan penempatan tenaga kerja mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan penempatan tenaga kerja berdasarkan peluang strategi.

2. Pelaksanaan pelatihan tenaga kerja terampil yang memenuhi kompetensi kerja dan pelaksanaan penempatan sistem peraturan transmigrasi.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bidang penempatan pelatihan tenaga kerja dan transmigrasi di bantu oleh:

1. Seksi Penempatan Tenaga Kerja

Seksi penempatan tenaga kerja mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang penempatan pelatihan tenaga kerja dan transmigrasi dalam melakukan penempatan tenaga kerja dan untuk melakukan tugas tersebut, seksi penempatan tenaga kerja mempunyai fungsi tenaga kerja yaitu:

a) Pelaksana penyelenggaraan pembimbing penempatan tenaga kerja dan pelaksana monitoring terhadap aktivitas penempatan kerja di lapangan. b) Pengevalusian pelaksana program penempatan tanaga kerja dan

penyusunan petunjuk teknis penyelengaraan bimbingan penempatan tenaga kerja.

c) Pengumpulan dan pengolahan analisis data penempatan tenaga kerja. d) Pelayanan dan pengendalian administrasi pendiri Lembaga Bursa Kerja,

Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS). 2. Seksi Pelatihan Tenaga kerja

(16)

a) Pelaksana perumusan analisis potensi sumbar daya manusia tenaga kerja. b) Pelaksanaan sistem sosialisasi peningkatan produktivitas kerja.

c) Pelaksananaan monitoring dan evaluasi pelatihan kerja.

d) Pengumpulan pengelolaan serta analisis data pembinaan pelatihan kerja dalam lembaga pelayanan kerja.

e) Penyusunan petunjuk teknis pembinaan pelatihan kerja. f) Pengelolaan kurikulum pelatihan dan sertifikat tenaga kerja. 3. Seksi Transmigrasi

Seksi transmigrasi mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang penempatan pelatihan tenaga kerja dan transmigrasi dalam melaksanakan program transmigrasi seksi transmigrasi mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Pelaksana pembuatan bencana kerja kegiatan transmigrasi. b) Pelaksana identifikasi potensi calon penempatan transmigrasi.

c) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan transmigrasi.

d) Pengelolaan sarana dan prasarana asrama transito transmigrasi. e) Pelaksana pembinaan calon transmigrasi.

f) Penyusun petunjuk teknis pembinaan transmigrasi. g) Penyiapan, penempatan dan kerja sama transmigrasi.

h) Pengelolaan administrasi dokumen kerja sama antara daerah dan wilayah potensi transmigrasi.

E. Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja

Bidang hubungan industrial dan syarat kerja mempunyai tugas untuk membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan urusan pengelolaan Hubungan Industri dan pelaksanaan Syarat Kerja. Dalam melaksanakan tugasnya bidang hubungan industrial dan syarat kerja mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Pengelolaan pembinaan perselisihan hubungan industri. 2. Pengelolaan dan pembinaan syarat kerja.

(17)

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bidang hubungan industrial dan syarat kerja di bantu oleh:

1. Seksi Bina Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

Seksi bina penyelesaian perselisihan hubungan industrial mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang hubungan industrial dan syarat kerja dalam melaksanakan pembinaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial mempunyai fungsi:

a) Pengumpulan dan pengolahan analisis data pembinaan Penyelesaian Perselisihan Industrial (PHI).

b) Penyusunan petunjuk teknis penanganan (PHI). c) Pembinaan penyelesaian (PHI).

2. Seksi Bina Syarat Kerja

Seksi bina syarat kerja mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang hubungan industrial dan syarat kerja dalam melaksanakan pembinaan syarat kerja. Seksi bina syarat kerja mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Pengumpulan dan pengolahan analisis data pembinaan syarat kerja. b) Penyusunan petunjuk teknis penataan dan pengembangan upah dan

sejahteraan pekerjaan.

c) Pembinaan pembuatan perjanjian kerja peraturan perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

3. Seksi Bina Organisasi Tenaga Kerja

(18)

tugas tersebut, seksi bina organisasi tenaga kerja mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Pengumpulan dan pengolahan analisis dan pembinaan organisasi tenaga kerja dan hubungan industrial.

b) Penyusunan petunjuk teknis pembinaan organisasi ketenagakerjaan hubungan industrial.

c) Pengelolaan organisasi tenaga kerja dan hubungan industrial.

F. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan

Bidang pengawasan ketenagakerjaan mempunyai tugas untuk membantu kepala dinas dalam melaksanakan pengawasan ketenagakerjaan. Dalam

melaksanakan tugasnya, bidang ketenagakerjaan mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Seksi Pengawasan Norma Kerja

Seksi pengawasan norma kerja mempunyai tugas untuk membantu kepala bidang pengawasan ketenagakerjaan dalam melaksanakan pengawasan dalam norma kerja. Seksi pengawasan norma kerja mempunyai fungsi sebagai berikut: a) Pengumpulan dan pengolahan analisis data pengawasan norma kerja. b) Penyusunan petunjuk teknis pengawasan norma kerja.

c) Pembinaan pengawasan norma kerja.

2. Seksi Pengawasan Norma Keselamatan Kerja

(19)

a) Pengumpulan dan pengolahan analisis data pengawasan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

b) Penyusunan petunjuk pengawasan norma keselamatan dan kesehatan kerja.

c) Pembinaan, pengendalian peralatan dan pemantauan efektifitas panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

3. Seksi Pengawasan Norma JAMSOSTEK Perempuan dan Anak

Seksi Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja Perempuan dan Anak mempunyai tugas yaitu membantu kepala bidang pengawasan ketenagakerjaan dalam melaksanakan pengawasan norma Jaminan Sosial Tenaga kerja perempuan dan anak serta mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Pengumpulan, pengolahan, serta analisis data pengawasan norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja Perempuan dan Anak.

b) Penyusunan petunjuk teknis pengawasan serta pembinaan norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Anak.

G. Unit Pelaksana Teknis

(20)

H. Kelompok Jabatan Fungsional

(21)

D. Visi Dan Misi DISNAKERTRANS 1. Visi

Visi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah “Terwujudnya kesejahteraan sosial dan terciptanya perluasan kesempatan kerja serta iklim ketenagakerjaan yang kondusif bagi masyarakat Kabupaten Bogor”.

2. Misi

Misi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu:

1) Meningkatkan tertib administrasi dan profesionalisme bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

2) Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

3) Meningkatkan perkuasan kesempatan kerja, Keterampilan Kerja dan Produktivitas Kerja.

4) Meningkatkan ketaatan para pelaku produksi barang dan jasa terhadap peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

(22)

E. Tujuan dan Sasaran DISNAKERTRANS Tujuan :

1) Meningkatnya aparat yang profesional di bidang sosial tenaga kerja dan transmigrasi.

2) Meningkatnya tertib administrasi dinas.

3) Meningkatnya kemampuan sosial ekonomi, peraturan dan keterampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk menumbuhkan kemandirian dan keberfungsian sosial PMKS.

4) Menciptakan kesamaan visi, misi, persepsi dan langkah bagi organisasi sosial dan panti sosial dalam melaksanakan usaha kesejahteraan sosial. 5) Meningkatkan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja.

6) Meningkatkan perluasan kesempatan kerja.

7) Meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundangan ketenagakerjaan.

8) Meningkatkan penegakkan peraturan perundangan.

9) Melindungi pekerja melalui ketaatan peraturan perundangan. 10) Meningkatkan kesejahteraan pekerja.

11) Mewujudkan hubungan industrial yang harmonis.

12) Memperluas kesempatan kerja untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui program transmigrasi.

Sasaran :

1) Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran. 2) Tertatanya administrasi umum dan barang.

(23)

4) Meningkatnya kesamaan visi, misi dan persepsi dalam melaksanakan UKS.

5) Meningkatnya kemampuan dan keterampilan PSKS dalam menangani masalah sosial.

6) Meningkatnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 7) Meningkatnya produktivitas tenaga kerja.

8) Meningkatnya perluasan kesempatan kerja. 9) Terlaksananya Norma K3.

10) Terpenuhinya hak dan kewajiban pekerjaan/pengusaha. 11) Meningkatnya penegakkan peraturan ketenagakerjaan. 12) Terwujudnya sistem pengupahan yang memadai. 13) Terwujudnya hubungan industrial yang harmonis. 14) Terjadinya calon lokasi transmigrasi yang layak. 15) Perluasan kesempatan kerja melaui tansmigrasi.

F. Kebijakan

Kebijakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor meliputi:

1) Meningkatnya sarana dan prasarana dinas. 2) Meningkatnya tertib administrasi.

3) Peningkatan kesejahteraan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

4) Meningkatnya peran, fungsi, keterampilan sosial Potensi Sumber Kesejahteraan sosial (PSKS).

5) Meningkatnya keterampilan kerja dan usaha bagi pencari kerja. 6) Peningkatan sumber daya manusia dan pendapatan masyarakat. 7) Menurunnya angka kecelakaan nihil.

8) Meningkatkan pengawasan peraturan ketenagakerjaan.

(24)

10) Meningkatkan kerjasama antar daerah dalam rangka Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Transmigrasi.

BAB III

URAIAN KEGIATAN

3.1 Kegiatan Pelaksanaan Prakerin

Pelaksanaan PRAKERIN pada DISNAKERTRANS Kab.Bogor kegiatan yang penulis kerjakan selama PRAKERIN adalah Mencatat keterangan surat masuk pada kartu kendali surat masuk, mendisposisi surat masuk, mencatat keterangan surat masuk pada buku naskah dinas surat masuk, mencatat keterangan surat masuk pada ekspedisi surat masuk, mendistribusikan surat masuk dan ekspedisi ke bidang-bidang kepegawaian, mengangkat telepon dan menerima fax. Untuk lebih detail dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.

Tabel 3.1 Kegiatan Pelaksanaan PRAKERIN

(25)

11 Agustus 2014 s/d 03 Oktober 2014 DISNAKERTRANS

Kab.Bogor

1. Apel pagi.

2. Mencatat keterangan surat masuk pada kartu kendali surat masuk.

3. Mendisposisi surat masuk.

4. Mencatat keterangan surat masuk pada ekspedisi surat masuk.

5. Mencatat keterangan surat masuk pada buku naskah dinas surat masuk.

6. Mendistribusikan surat masuk dan ekspedisi ke bidang-bidang kepegawaian.

7. Mengangkat telepon dan menerima fax.

3.2 Uraian Kegiatan Prakerin

A. Pengertian Surat Masuk dan Proses Pengerjaannya

(26)

Gambar 3.1. Bagan Proses Pengerjaan Surat Masuk

Surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain maupun dari perorangan, baik diterima melalui pos maupun yang diterima melalui kulir (penerima surat).

Adapun proses pengerjaan surat masuk adalah sebagai berikut:

1. Mendisposisi surat masuk adalah proses pencatatan keterangan surat masuk pada kartu disposisi seperti asal surat, perihal surat, kode surat, dan tanggal pembuatan surat.

2. Selanjutnya mencatat pada kartu kendali surat masuk pencatatan mencakup keterangan surat masuk agar surat tersusun secara sistematis yang mencakup dengan nomor urut pada kartu kendali surat masuk, kode surat, asal surat, perihal surat, (adapun keterangan waktu, tempat, tema pembahasan acara pada surat undangan), tanggal pembuatan surat, nomor surat dan tanggal penerimaan surat.

3. Setelah surat masuk di disposisi dan dicatat pada kartu kendali, selanjutnya surat diantarkan kepada Kepala Dinas dan Sekretaris untuk di tandatangani dan di disposisikan.

(27)

untuk karyawan/staff yang ditugaskan dan keterangan yang merupakan asal surat masuk.

5. Berikutnya, mencatat keterangan surat masuk ke dalam buku ekspedisi yang terdiri dari 3 buah buku ekspedisi yaitu buku Umum, buku Keuangan dan Program dan buku Kasubag Umum dan Kepegawaian. Pencatatan mencakup nomor urut surat, kode surat, nomor surat, tanggal penyampaian surat, unit pengolah atau instruksi dan isi disposisi surat tersebut.

6. Mendistribusikan atau mengantarkan surat masuk dan ekspedisi ke bidan-bidang kepegawaian yang di instruksikan sesuai disposisi surat. Kartu disposisi, kartu pengendali surat masuk dan ekspedisi di tandatangani secara bersamaan oleh penerima surat. Kartu disposisisi surat yang berwarna merah jambu dan kartu pengendali surat masuk yang berwarna kuning atau biru diambil dari surat masuk sebagai tanda bukti terima surat masuk tersebut.

(28)

Gambar 3.2. Ilustrasi Kartu Disposisi Surat Masuk

B. Mengangkat Telepon

Langkah-langkah menerima telepon adalah sebagai berikut: 1. Segera angkat telepon yang berdering.

2. Mengucapkan atau membalas salam dari penelepon.

3. Bila penelepon menanyakan orang lain, tanyakan nama dan identitas orang yang dicari.

4. Bila orang yang dituju tidak ada ditempat maka beritahukan dengan sopan dan tawarkan pada penelepon untuk meninggalkan pesan.

5. Setelah menyelesaikan pembicaraan dengan penelepon sebaiknya

mengucapkan salam, dan jangan meletakkan gagang telepon mendahului penelepon, tunggu sampai gagang telepon diletakkan atau telepon ditutup selama dua atau tiga detik oleh penelepon.2

C. Menerima Fax

Langkah-langkah menerima fax adalah sebagai berikut:

1. Ketika mesin fax berbunyi/berdering, angkat gagang telepon yang ada pada mesin fax.

2. Setelah itu dengar apakah ada nada datar seperti putus jaringan pada saat menelepon dan jangan menutupnya, karena hal itu mengartikan bahwa ada seseorang yang mengirim fax.

3. Tekan tombol bulat berwarna hijau (pojok kanan bawah) pada mesin fax. 4. Kemudian tutup kembali dengan meletakkan gagang telepon pada mesin

fax.

(29)

BAB IV

PEMBAHASAN MASALAH

Permasalahan di tempat PRAKERIN yang penulis temukan beserta usulan pemecahan masalahnya yaitu kurangnya fasilitas yang diperlukan dalam kegiatan PRAKERIN. Kekurangan tersebut diantaranya alat tulis kantor dan meja kerja. Selain dari itu, sulitnya mengetahui Kode Surat Masuk yang sesuai dengan buku Peraturan Bupati, dalam hal tersebut penulis berinisiatif untuk menghafalkan kode surat masuk serta menyertai/menyiapkan buku Perbup tersebut ketika menulis kode surat masuk. Secara langsung, penulis telah menyampaikan permasalahan dan usulan pemecahan masalah tersebut kepada pihak DISNAKERTRANS Kab. Bogor yang kemudian akan ditindaklanjuti lagi.

Guna memudahkan dalam menampilkan permasalahan maka penulis menampilkannya dalam bentuk tabel. Adapun tabel tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 4.1 Permasalahan dan Usulan Pemecahan Masalah

NO. PERMASALAHAN USULAN PEMECAHAN MASALAH

1. diperlukan seperti alat tulisKurangnya fasilitas yang dan meja yang sempit

Pada dinas agar menambahkan fasilitas tersebut untuk kenyamanan dan

efektifitas para siswa prakerin.

2. tersebut ketika menulis kode surat

(30)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah penyusunan melaksanakan PRAKERIN di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Permasalahan di tempat PRAKERIN yang penulis temukan beserta usulan pemecahan masalahnya yaitu kurangnya fasilitas yang diperlukan dalam kegiatan PRAKERIN. Kekurangan tersebut diantaranya alat tulis kantor dan meja kerja. Selain dari itu, sulitnya mengetahui Kode Surat Masuk yang sesuai dengan buku Peraturan Bupati (Perbup), dalam hal tersebut penulis berinisiatif untuk menghafalkan kode surat masuk serta menyertai/menyiapkan buku Perbub tersebut ketika menulis kode surat masuk. Secara langsung, penulis telah menyampaikan permasalahan dan usulan pemecahan masalah tersebut kepada pihak DISNAKERTRANS Kab. Bogor yang kemudian akan ditindaklanjuti lagi.

2. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor adalah Lembaga Pemerintahan yang melayani masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transmigrasi.

(31)

masuk, mencatat keterangan surat masuk pada buku naskah dinas surat masuk, mencatat keterangan surat masuk pada ekspedisi surat masuk, mendistribusikan surat masuk dan ekspedisi ke bidang-bidang kepegawaian, mengangkat telepon dan menerima fax.

(32)

Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis untuk memberikan beberapa saran yang berguna bagi sekolah, lembaga terkait dan siswa/siswi yang telah mengikuti PRAKERIN diantaranya :

A. Untuk Pihak Sekolah

Bimbingan dan dukungan yang lebih intensif dari para guru sangat diperlukan siswa/siswi yang melakukan PRAKERIN.

B. Untuk Pihak Instansi

1. Bimbingan dan bantuan yang diberikan sangat penting bagi siswa agar tidak terjadi kesalahan dalam mengerjakan pekerjaan.

2. Lebih mempererat hubungan informasi antar siswa/siswi yang sedang menjalankan PRAKERIN.

C. Untuk Siswa

1. Bagi siswa-siswi yang melaksanakan kegiatan PRAKERIN perlu ditingkatkan kedisiplinan yang lebih baik, disiplin kerja maupun waktu dan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas demi terlaksananya efisiensi dan efektivitas kerja yang lebih baik.

2. Siswa/siswi harus mempunyai inisiatif dan kreasi sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Praktek Kerja Industri SMK DEWANTARA.

(33)

15 Oktober 2014.

Gambar

Tabel 4.1 Permasalahan dan Usulan Pemecahan Masalah

Referensi

Dokumen terkait

Faktor yang dapat diidentifikasi berpengaruh adalah tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, tabungan, permintaan kredit, pengeluaran konsumsi pangan, pengeluaran barang dan

(1) Seksi Informasi Pasar Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja sebagai pembantu unsur lini dipimpin oleh seorang Kepala Seksi dan mempunyai tugas pokok membantu

Mengawasi pelaksanaan tugas Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Bidang Pelatihan

(1) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial

Kesimpulan dari dokumenter potret “Kisah Tani Disabilitas” ini dimana visualisasi menjadi bagian sangat penting pada karya ini karena menampilkan inti dari cerita yang

Terdapat dua tugas yang diterima oleh penulis selama pengerjaan proyek ini, yaitu pembuatan zoning dan gambar kerja untuk keperluan perizinan ke Kemenristekdikti

Menurut peserta, materi pengembangan instrumen tes menarik, pemaparan narasumber jelas dan membuat peserta tertarik pada materi, peserta puas dengan fasilitas

Dari tabel 5.29 dapat dilihat hasil analisis hubungan antara ststus pekerjaan kepala rumah tangga dengan resiko KEK berdasarkan LILA diperoleh bahwa adanya risiko KEK lebih