• Tidak ada hasil yang ditemukan

PV PHOTOVOLTAIC POTENSI ENERGI TERBARUKA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PV PHOTOVOLTAIC POTENSI ENERGI TERBARUKA (1)"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PV (

PHOTOVOLTAIC

) : POTENSI ENERGI TERBARUKAN

SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI ALTERNATIF GUNA

MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN

MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Disusun oleh:

Uffi Nadzima M0115044 Hanik Farida M0115018 Putri Suci Amanah M0115032

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)
(3)
(4)

iv

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiakan penulisan karaya tulis ilmiah yang berjudul “PV (Photovoltaic) : Potensi Energi Terbarukan sebagai Salah Satu Solusi Alternatif Guna Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Mewujudkan

Kesejahteraan Masyarakat” dapat diselesaikan dnegan baik. Harapan kami adalah bahwa ide ini dapat direalisasikan menjadi sebuah karya yang bermanfaat serta

dapat memberikan solusi nyata dalam lingkungan.

Karya tulis ini dapat diselesaikan karena adanya bantuan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan memberi semangat serta do’a nya sehingga karya ilmiah ini dapat selesai dikerjakan.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi perbaikan

karya tulis berikutnya. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini

dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca yang budiman.

Surakarta, 28 November 2017

(5)

v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

(6)

vi

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Pengaruh Perubahan Suhu Lingkungan terhadap Efisiensi

Penggunaan Photovoltaic ... 10

4.2 Pengaruh Penggunaan Photovoltaic dalam Mengurangi

Dampak Perubahan Iklim ... 11

4.3 Potensi Energi Cahaya Matahari sebagai Energi Alternatif untuk

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia ... 12

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan ... 14

5.2 Saran ... 14

DAFTAR PUSTAKA ... 15 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Daftar Riwayat Hidup Ketua ... 17

Daftar Riwayat Hidup Anggota 1 ... 18

(7)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Komponen pada Photovoltaic

Gambar 2. Karakteristik Photovoltaic Berdasarkan Perubahan Suhu (Fuadi., et al 2017)

(8)

viii

DAFTAR BAGAN

(9)

ix

ABSTRAK

Pemanasan global mengakibatkan dampak pada perubahan iklim yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia, salah satunya karena emisi gas efek rumah kaca akibat pemakaian bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya alam terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya program adaptasi pembangunan pada sumber energi yang ramah lingkungan dan bersifat terbarukan (green technology). Energi alternatif yang digunakan adalah energi photovoltaic dengan menggunakan alat berupa photovoltaic yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi empat komponen yaitu mencari sumber data, mengumpulkan data, mengolah data dan menganalisis data. Untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap efisiensi photovoltaic digunakan metode simulasi (Fuadi et al., 2017), sehingga didapatkan grafik karakteristik photovoltaic berdasarkan perubahan suhu, pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan photovoltaic dalam mengurangi perubahan iklim dianalisis dari energi listrik yang dihasilkan photovoltaic dan potensi energi cahaya matahari untuk meningkatkan kesejahteraan manusia yang merupakan manfaat photovoltaic. Hasil analisis dari perubahan suhu terhadap efisiensi photovoltaic menunjukan bahwa pada di atas suhu normal lingkungan (25 derajat Celcius), efisiensi photovoltaic akan menurun sehingga perubahan iklim sangat mempengaruhi efisiensi photovoltaic. Pengaruh penggunaan teknologi photovoltaic yaitu mengurangi konsumsi listrik berbahan bakar fosil sehingga dapat mengurangi polusi atau emisi bahan bakar fosil serta mengurangi adanya dampak buruk perubahan iklim. Pemanfaatan energi cahaya matahari yang ramah lingkungan memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan manusia sehingga kualitas hidup manusia Indonesia dapat meningkat.

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pemanasan global (global warming) telah menjadi masalah yang sangat

mengancam bagi kehidupan manusia di muka bumi, salah satu penyebabnya

adalah emisi gas efek rumah kaca akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti

minyak bumi, batu bara dan gas alam yang merupakan sumber daya alam

terbatas [Eliantika, 2009]. Pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim

yang tidak stabil dan berdampak negatif pada kelangsungan hidup manusia.

Dampak yang dihasilkan dari pemanasan global tersebut kini telah dirasakan di

seluruh dunia dan telah berpengaruh di semua sektor kehidupan. Pada

Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali yang diselenggarakan pada tanggal 3 -

14 Desember 2009 yang dihadiri oleh 180 negara termasuk Indonesia, telah

dihasilkan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian internasional tentang

perubahan iklim sebagai pengganti Protokol Kyoto. Salah satu topik utama

adalah komitmen dari seluruh negara anggota untuk melaksanakan kegiatan

pembangunan di segala sektor yang ramah lingkungan atau green technology [16].

Hasil konferensi perubahan iklim ini menunjukkan kebutuhan untuk merancang

program global antara negara berkembang dan negara maju untuk kemajuan

masa depan termasuk transfer teknologi yang sehat dan ramah lingkungan

sehingga kepentingan negara dan dunia akan terlindungi [Hasper, 2009]. Oleh

karenanya harus dilakukan program adaptasi pembangunan yang salah satunya

adalah program adaptasi pembangunan pada sumber energi yang ramah

lingkungan dan bersifat terbarukan. Salah satu masalah energi yang sedang di

hadapi di Indonesia adalah masalah energi listrik.

Dalam memperingati Hari Listrik Nasional ke 71 yang diselenggarakan

di Jakarta pada tanggal 28 September 2016. Wakil Presiden Yusuf Kalla menyampaikan dalam pidatonya bahwa “Selama 71 tahun sudah keberadaan listrik di Indonesia telah menerangi tanah air, walaupun belum memberikan

yang terbaik namun keberadaannya yang hingga saat ini sangatlah bermanfaat

bagi tanah air tercinta ini. Listrik amat dibutuhkan dalam kehidupan sehari -

(11)

2

lain PT. PLN (Persero) memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan

tersebut sehingga menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan

kebutuhan tenaga listrik. Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan

tenaga listrik tersebut, menimbulkan krisis energi berkelanjutan yang dapat

berakibat terganggunya roda pembangunan dan pengembangan perekonomian

wilayah. Saat ini diperkirakan sebanyak 12.659 desa atau 15 persen dari seluruh

desa di Indonesia belum memperoleh akses listrik dari jaringan Perusahaan

Listrik Negara (PLN). Bahkan, 2.519 di antaranya belum teraliri listrik sama

sekali alias gelap pada malam hari. Desa - desa tersebut sebagian besar

juta penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik [Septian, 2016].

Dari kedua permasalahan tersebut, kami mengembangkan PV (Photovoltaic)

: Potensi Energi Terbarukan sebagai Salah Satu Solusi Alternatif Guna

Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Mewujudkan Kesejahteraan

Masyarakat. Photovoltaic merupakan teknologi yang mengkonversi cahaya

matahari menjadi listrik yang sering kali disebut photovoltaic (cahaya-listrik).

Mengingat Indonesia kaya dengan panas matahari pada siang hari maka teknologi

ini sangat cocok jika diterapkan di Indonesia. Teknologi ini pun ramah terhadap

lingkungan dan biaya pemasangannya terbilang cukup terjangkau. Dengan adanya

teknologi photovoltaic diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi listrik

berbahan fosil dan menjadikan energi cahaya matahari sebagai energi listrik

terbarukan serta berpindah ke energi listrik mandiri yang secara tidak langsung

mampu memenuhi poin SDGs yakni aksi memerangi perubahan iklim dan

dampaknya serta membuat energi bersih dan terjangkau. Terpenuhinya energi

listrik di setiap daerah di Indonesia secara tidak langsung mampu mewujudkan

salah satu tujuan Nawacita yakni meningkatkan kualitas hidup manusia di

(12)

3

mengurangi pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim tidak stabil

penting untuk dikaji.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, diperoleh tiga rumusan masalah yaitu:

1. Bagaimana pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap efisiensi

penggunaan photovoltaic?

2. Bagaimana pengaruh penggunaan photovoltaic dalam mengurangi dampak

perubahan iklim?

3. Bagaimana potensi energi cahaya matahari sebagai energi alternatif untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia?

1.3. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah, diperoleh tiga tujuan yaitu:

1. Dapat mengetahui pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap efisiensi

penggunaan photovoltaic.

2. Dapat mengetahui pengaruh penggunaan photovoltaic dalam mengurangi

dampak perubahan iklim.

3. Dapat mengetahui potensi energi cahaya matahari sebagai energi alternatif

untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

1.4. Manfaat

Berdasarkan tujuan, maka penelitian ini diharapkan berguna:

1. Sebagai bahan informasi yang penting bagi pemerintah dalam mengurangi

penggunaan energi listrik berbahan fosil. Pemerintah dapat memanfaatkan

energi listrik bersumber energi cahaya matahari.

2. Bagi para peneliti lainnya dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk

(13)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemanasan Global

Pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya rata-rata suhu atmosfer,

laut dan daratan di bumi. Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran

bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam dan batubara yang mana ketika

dibakar melepaskan gas karbodioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai

gas rumah kaca. Ketika di atmosfer terdapat banyak gas-gas rumah kaca

menyebabkan atmosfer tidak bisa menahan pancaran cahaya matahari ke bumi

maka disebutlah efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat terjadi dikarenakan

aktivitas manusia dan berdampak pula bagi manusia itu sendiri. Oleh karenanya,

IPCC memperkirakan suhu rata-rata global pada permukaan bumi akan meningkat

1,1 hingga 6,4 derajat Celcius antara tahun 1990 hingga 2100.

Dampak yang diakibatkan karena pemanasan global selain efek rumah kaca

adalah perubahan iklim. Menurut para ilmuwan, pemanasan global akan

menyebabkan terjadinya perubahan iklim di belahan bumi. Hal ini berakibat

bertambah tipis dan cairnya es di kutub utara dan selatan yang mengakibatkan

permukaan air laut naik. Selain itu, pemanasan iklim dapat menyebabkan

pencairan gunung-gunung es di kutub utara dan menyebabkan wilayah daratan

mengecil, sehingga rentan terjadinya bencana. Bencana yang dapat muncul antara

lain terjadinya badai, banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung, dan angin

topan.

2.2 Perubahan Iklim

Perubahan iklim menurut Konvensi Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa

tentang Perubahan Iklim (United Nation Framework Convention on Climate

Change atau UNFCCC), sistem iklim dalam hubungannya dengan perubahan

iklim didefinisikan sebagai totalitas atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan geosfer

dengan interaksinya. Sedangkan perubahan iklim dinyatakan sebagai perubahan

pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia

yang mengubah komposisi atmosfer, yang akan memperbesar keragaman iklim

(14)

5

Salah satu ciri perubahan iklim yaitu peningkatan suhu udara dan perubahan

besaran dan distribusi curah hujan telah membawa dampak yang luas dalam

banyak segi kehidupan manusia dan diperkirakan akan terus memburuk jika emisi

gas rumah kaca tidak dapat dikurangi dan distabilkan.

Salah satu isi komitmen pada Protokol Kyoto yaitu secara serentak

diterapkan dengan usaha perbaikan pemenuhan syarat kualitas hidup rakyat dan

kualitas lingkungan hidup, dan tercermin dalam pengelolaan sektor-sektor

produksi dan konsumsi prioritas untuk tindakan mitigasi dan adaptasi.

Program-program yang potensial untuk menurunkan emisi baik dari sektor migas,

kehutanan, transportasi, limbah padat, pemanfaatan energi baru dan terbarukan

juga sudah diidentifikasi melalui kajian yang cukup komprehensif.

2.3 Energi Photovoltaic

Energi photovoltaic merupakan energi cahaya matahari yang dikonversikan

menjadi energi listrik. Energi photovoltaic didapatkan dari energi cahaya matahari

yang diubah menjadi energi listrik melalui modul surya yang terbuat dari bahan

semikonduktor. Bahan semikonduktor merupakan bahan semi logam yang

memiliki partikel yang disebut elektron-proton, yang apabila digerakkan oleh

energi dari luar akan membuat pelepasan elektron sehingga menimbulkan arus

listrik dan pasangan elektron hole. Intensitas cahaya matahari tertinggi diserap

bumi di siang hari sehingga menghasilkan tenaga surya yang diserap bumi ada

sekitar 120.000 terra Watt.

Komponen-komponen yang terdapat dalam photovoltaic antara lain :

1. Modul surya mampu menyerap cahaya matahari yang mengandung

gelombang energi foton. Energi foton pada cahaya matahari menghasilkan

energi kinetik yang mampu melepaskan elektron-elektron ke pita konduksi

sehingga menimbulkan arus listrik. Energi kinetik akan makin besar seiring

dengan meningkatnya intensitas cahaya matahari. Modul surya adalah

komponen utama dari photovoltaic yang dapat menghasilkan energi listrik

DC. Photovoltaic terbuat dari bahan semikonduktor (umumnya silicon).

2. Baterai atau aki adalah penyimpan energi listrik pada saat cahaya matahari

tidak ada. Baterai yang cocok digunakan untuk photovoltaic adalah baterai

(15)

6

dengan efisiensi sekitar 80%. Waktu pengisian baterai/aki selama 12 jam -

16 jam.

3. Regulator baterai / charge controler adalah alat yang mengatur pengisian

arus listrik dari modul surya ke baterai / aki dan sebaliknya. Apabila baterai

tersisa 20% sampai 30%, maka regulator akan memutuskan beban.

Regulator baterai juga mengatur kelebihan pengisian baterai dan kelebihan

tegangan dari modul surya. Manfaat dari alat ini juga untuk menghindari full

discharge dan overloading serta memonitor suhu baterai. Regulator baterai

dilengkapi dengan diode protection yang menghindarkan arus DC dari

baterai agar tidak masuk ke photovoltaic lagi.

4. Inverter adalah alat yang mengubah arus DC menjadi AC sesuai dengan

kebutuhan peralatan listrik yang digunakan. Alat ini mengubah arus DC dari

photovoltaic menjadi arus AC untuk kebutuhan beban-beban yang

menggunakan arus AC.

5. Kabel instalasi khusus yang digunakan untuk instalasi photovoltaic dapat berguna untuk mengurangi loss (kehilangan) daya, pemanasan pada kabel,

dan kerusakan pada perangkat. Setiap terminal positif panel dihubungkan

satu sama lain demikian pula dengan setiap terminal negatifnya.

(16)

7

2.4 Kesejahteraan Masyarakat

Kesejahteraan adalah suatu kondisi dimana seorang dapat memenuhi

kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air

minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki

pekerjaan yang memadai yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga

hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau kekhawatiran

sehingga hidupnya aman tentram, baik lahir maupun batin (Fahrudin, 2012).

Konsep kesejahteraan menurut Nasikun (1993) dapat dirumuskan sebagai

padanan makna dari konsep martabat manusia yang dapat dilihat dari empat

indikator yaitu: (1) Rasa aman (security), (2) kesejahteraan (welfare), (3)

kebebasan (freedom), dan (4) jati diri (identity). Indikator tersebut merupskan hal

yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahetraan yang mana terciptanya rasa

aman, kesejahteraan, kebebasan dan jati diri seseorang dalam memenuhi

kebutuhannya.

Menurut Prabawa (1988) kesejahteraan sering diartikan secara luas yaitu

sebagai kemakmuran, kebahagiaan, dan kualitas hidup manusia baik pada tingkat

individu atau kelompok keluarga dan masyarakat. Keadaan sejahtera dapat

ditunjukkan oleh kemampuan mengupayakan sumber daya keluarga untuk

memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang dianggap pentig dalam kehidupan

berkeluarga. Dengan demikian kesejahteraan adalah terpenuhinya seluruh

(17)

8

BAB III

METODE PENULISAN 3.1 Sumber Data

Penulis memperoleh sumber dari data sekunder yaitu data yang digunakan

untuk mendukung dan dilengkapi data primer yang berhubungan dengan masalah

penulisan karya ilmiah. Data sekunder dapat diperoleh dari perpustakaan atau

laporan-laporan penelitian terdahulu (Hasan, 2002). Karya tulis ilmiah ini tidak

menggunakan data primer (data yang diambil secara langsung) melainkan data

sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan yang dilakukan dengan membaca

buku-buku, jurnal-jurnal dan literatur yang tersedia dalam bentuk pustaka cetak

maupun elektronik, serta studi-studi terdahulu yang memiliki kaitan dengan tujuan

dan objek penulisan.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah

teknik pengamatan langsung dan teknik analisis dokumen. Penulis mengumpulkan

data dari berbagai sumber baik buku, jurnal, maupun internet guna mendukung

karya tulis ilmiah ini. Setelah itu, penulis menganalisis dokumen-dokumen dan

data-data dari sumber tersebut untuk menyimpulkan hasil, saran, dan kesimpulan

karya tulis ilmiah ini.

3.3 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif, dimana data

yang sudah tersedia diolah untuk mendapatkan kesimpulan.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penulisan deskriptif sebagai

berikut (Ali, 1982) :

1. Memilih masalah mengenai keterkaitan tujuan SDGs dengan Nawacita

2. Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah mengenai potensi

energi terbarukan sebagai salah satu solusi alternatif guna mengurangi

dampak perubahan iklim dan cara kerja photovoltaic serta peran dalam

mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

3. Menetapkan teknik pengumpulan pustaka yang akan digunakan.

4. Mengadakan analisis pustaka.

(18)

9

3.4 Analisis Data

Analisis data dalam penulisan kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan

data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan dalam periode tertentu. Dalam

penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan model analisis interaktif

yang meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data (reduction),

sajian data (display) dan verifikasi data/penarikan kesimpulan (conclusion

drawing) (Miles & Huberman:1979).

Bagan 1. Analisis Data

Pada karya tulis ini, dilakukan proses reduksi data melalui PV

(photovoltaic): Potensi Energi Terbarukan sebagai Salah Satu Solusi Alternatif

Guna Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dan Mewujudkan Kesejahteraan

Masyarakat. Kemudian dilakukan analisis data dari sajian data yang diperoleh saat

proses pengumpulan data hingga diperoleh satu penarikan kesimpulan mengenai

penerapan alat tersebut.

3.5 Kerangka Berpikir

Bagan 2.Kerangka Berpikir

BAB IV

Pengumpulan

Data Reduksi Data

Menyajikan Data

(19)

10

PEMBAHASAN

4.1. Pengaruh Perubahan Suhu Lingkungan terhadap Efisiensi Penggunaan

Photovoltaic

Photovoltaic merupakan salah satu media yang dapat mengubah energi

cahaya matahari menjadi energi listrik. Sumber energi yang berasal dari energi

cahaya matahari menjadikan media ini ramah lingkungan.

Efisiensi photovoltaic mudah terganggu oleh beberapa faktor, salah satunya

adalah intensitas cahaya dan suhu lingkungan (Humada et al., 2016). Hal ini

diakibatkan karena kinerja photovoltaic dipengaruhi oleh beberapa parameter

meteorologi seperti suhu, kelembaban udara dan radiasi matahari (Khatib et al.,

2013).

Gambar 2. Karakteristik Photovoltaic Berdasarkan Perubahan Suhu (Fuadi et al.,

2017)

Dengan menganalisis grafik di atas, diketahui bahwa apabila suhu

lingkungan meningkat di atas standar suhu normal lingkungan (25 derajat

Celcius), maka menyebabkan efisiensi modul photovoltaic dan tegangan akan

menurun. Bentuk kurva I-V tetap sama, tetapi bergeser ke kiri sesuai dengan

kenaikan suhu photovoltaic, menghasilkan tegangan dan daya yang lebih kecil.

(20)

11

aliran udara dari sekeliling modul photovaltaic sangat penting untuk

menghilangkan panas yang menyebabkan suhu photovoltaic tinggi.

Keterangan:

V = Voltase (Volt)

I = Kuat arus listrik (Ampere)

P = Daya (Watt)

Efisiensi paling tinggi adalah saat photovoltaic beroperasi maximum power

point (Vmp dan Imp). Tegangan baterai harus mendekati Vmp apabila tegangan

baterai menurun dibawah Vmp maupun meningkat di atas Vmp maka efisiensi akan

berkurang.

4.2. Pengaruh Penggunaan Photovoltaic dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Listrik yang dihasilkan oleh photovoltaic dapat langsung digunakan atau

disimpan terlebih dahulu ke dalam baterai. Arus listrik yang dihasilkan adalah

listrik dengan arus searah (DC) sebesar 3,5 A. Besar tegangan yang dihasilkan

adalah 0,4 – 0,5 V. Di Indonesia, daya (Wh) yang dihasilkan perhari biasanya sekitar 3-5 kali daya panel maksimum (Wp), 3 kali untuk cuaca mendung, dan 5

kali untuk kondisi panas terik. Misalnya untuk sebuah photovoltaic berdaya

maksimum 50 Wp, daya yang dihasilkan pada cuaca mendung perhari adalah 3

kali 50 Wp atau 150 Wp, dan pada kondisi panas terik adalah 5 kali 50 Wp atau

250 Wp. Sehingga daya yang mampu dihasilkan panel di Indonesia berkisar 150 -

250 Wh per hari. Bila panel tersebut digunakan dalam kondisi normal dan

bertahan selama 20 tahun maka daya total yang dihasilkan selama 20 tahun adalah

20 tahun dikalikan 365 hari/tahun dikalikan antara 150 - 250 kWh, yaitu antara

1095000 Wh (1.095 kWh) sampai 1825000 Wh (1825 kWh). Daya yang

dihasilkan tersebut dapat di ubah menjadi arus bolak balik (AC).

Untuk memperoleh arus bolak balik (AC) diperlukan alat tambahan yang

(21)

12

gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti lampu, komputer, televisi, dst. Dalam

photovoltaic dikenal pula sistem on grid yaitu sistem panel yang mampu

terkoneksi langsung dengan pembangkit listrik PLN. Sehingga listrik yang

dihasilkan oleh panel dapat disimpan dalam alat yang disebut house breaker panel

dan kemudian disalurkan ke alat AC utility meter. Dari kedua alat tersebut, listrik

pada photovoltaic dapat disalurkan ke PLN atau rumah - rumah warga. Sehingga

dengan penggunaan photovoltaic diharapkan mampu diperoleh manfaat antara

lain mengurangi konsumsi listrik dan menstabilkan tegangan PLN pada sisi beban

serta mengurangi biaya tagihan listrik bulanan masyarakat, mampu menggunakan

energi alternatif dari energi cahaya matahari sepanjang tahun serta mampu

mereduksi penggunaan bahan bakar fosil sehingga mengurangi polusi atau emisi

bahan bakar dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Gambar 3.Photovoltaic Sistem On Grid

4.3. Potensi Energi Cahaya matahari sebagai Energi Alternatif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia

Kebutuhan akan listrik baik untuk kalangan industri, perkantoran, maupun

masyarakat umum dan perorangan sangat meningkat. Energi terbarukan terus

dikembangkan oleh PT. PLN (PERSERO) sebagai solusi dari beberapa

permasalahan tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan

energi terbarukan dengan memanfaatkan energi cahaya matahari dan teknologi

photovoltaic yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar.

Potensi energi cahaya matahari saat ini sudah banyak digunakan, seperti halnya

(22)

13

matahari dengan media photovoltaic, dan beberapa daerah yang tak terjangkau

listrik dari PLN sudah dilaksanakan pembangunan ramah lingkungan untuk

memenuhi kebutuhan listrik dengan menggunakan photovoltaic.

Indonesia merupakan negara tropis dengan suhu udara rata-rata tinggi dan

hanya memiliki dua musim menjadikan Indonesia sangat berpotensi dalam

menghasilkan energi listrik ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi

cahaya matahari.

Pembangunan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi cahaya

matahari menggunakan teknologi photovoltaic yang dilakukan pemerintah ini

dapat menambah pasokan listrik yang ada sehingga dapat mengurangi krisis

energi listrik akibat pasokan listrik lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan

listrik di Indonesia dengan hal tersebut pemerintah dapat mengurangi adanya

tindakan pemadaman listrik bergilir dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk

membayar tagihan listrik berkurang atau pemerintah dapat mengurangi uang

subsidi listrik sehingga subsidi dapat dialihkan ke sektor yang lain seperti

pendidikan, perekonomian atau yang lainnya.

Dampak positif dari penggunaan photovoltaic dalam mengurangi dampak

perubahan iklim juga merupakan suatu aksi dalam mencegah dampak buruk dari

terjadinya perubahan iklim sehingga dalam hal ini pemerintah saat ini dapat

memenuhi tujuan nawacitanya yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia

(23)

14

BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan

1. Efisiensi photovoltaic sangat bergantung pada suhu lingkungan. Apabila

suhu lingkungan meningkat di atas standar suhu normal lingkungan (25

derajat Celcius), maka menyebabkan efisiensi modul photovoltaic dan

tegangan akan menurun.

2. Pada photovoltaic dikenal sistem on grid yaitu sistem panel yang mampu

terkoneksi langsung dengan pembangkit listrik PLN. Dengan demikian

photovoltaic mampu mengurangi konsumsi listrik dan menstabilkan

tegangan PLN, mampu menggunakan energi alternatif dari energi cahaya

matahari sepanjang tahun serta mampu mereduksi penggunaan bahan bakar

fosil sehingga mengurangi polusi atau emisi bahan bakar dan mengurangi

dampak perubahan iklim.

3. Energi cahaya matahari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat

dengan cara berkurangnya pemadaman listrik bergilir, berkurangnya biaya

tagihan listrik dan meningkatnya kualitas hidup manusia Indonesia.

5.2.

Saran

Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi energi

terbarukan sebagai salah satu solusi alternatif guna mengurangi dampak

perubahan iklim sehingga dapat diaplikasikan menggunakan teknologi

photovoltaic dan perlunya pengkajian lebih lanjut keefektifan photovoltaic dalam

(24)

15

DAFTAR PUSTAKA

Anhar, A.S., I.D. Sara, dan R.H. Siregar, 2017, Desain Prototype Sel Surya

Terkonsentrasi Menggunakan Lensa Fresnel, Jurnal Online Teknik

Elektro, Vol. 2, No. 3 : 1-7.

Azis, S., 2017. Pemetaan Potensi Energi Terbarukan sebagai Salah Satu Alternatif

Solusi Menuju Indonesia Terang Tahun 2019. Seminar Nasional Inovasi

dan Aplikasi Teknologi di Industri 2017. ISSN: 2085-4218.

Damastuti, A.P., 1997, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Wacana, No. 7 : 12-13.

Dzulfikar, D., dan W. Broto, 2016, Optimalisasi Pemanfaatan Energi Listrik

Tenaga Surya Skala Rumah Tangga, Prosiding Seminar Nasional Fisika

(E-Journal) SNF2016, Vol. 5 : 73-76.

Eliantika, E.F., 2009, Biogas Limbah Peternakan Sapi Sumber Energi Alternatif

Ramah Lingkungan, Jurnal Sumberdaya, November 2009.

Fuadi, I.P., dan R. Hantoro, Pengaruh dan Prediksi Perubahan Variabel Cuaca

terhadap Performansi dan Efisiensi Sistem PV: Studi Kasus di Kota

Surabaya, Tugas Akhir Departemen Teknik Fisika FTI ITS, Surabaya,

2017.

Hasan, H., 2012, Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Saugi,

Jurnal Riset dan Teknologi Kelautan (JRTK), Vol. 10, No. 2 : 169-180.

Hasper, M., 2009, Green Technology in Developing Countries : Creating

Accessibility Through a Global Exchange Forum Duke Law &

Technology Review No. 1, Duke University School of Law, United States

of America.

http://www.kompasiana.com/ikhwanulparis/saatnya-percepat-pembangunan-

infrastruktur-kelistrikan-hingga-ke-pelosok-negeri_5718dba68e7a617f15dab4f3, diakses tanggal 13 November 2017.

Kali, A., 2012, Analisis Program Listrik Pedesaan dalam Meningkatkan Aktivitas

Sosial Masyarakat di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, Mektek, Vol. 14,

(25)

16

Lumempouw, R.J., M. Rumbayan, dan H. Tumaliang, 2015, Studi Pembangkit

Listrik Tenaga Surya Makalehi di PLN Area Tahuna Rayon Siau

Kabupaten Kepulauan Sitaro, E-Journal Teknik Elektro dan Komputer,

Vol. 4, No. 7 : 79-85.

Ramlan, M., 2002, Pemanasan Global (Global Warming), Jurnal Teknologi

Lingkungan, Vol. 3, No.1 : 30-32.

belum-teraliri-listrik, diakses tanggal 13 November 2017.

Sulistyono, 2010, Pemanasan Global (Global Warming) dan Hubungannya

dengan Penggunaan Bahan Bakar Fosil, Forum Teknologi, Vol 2, No. 2 :

47-56.

United Nations Climate Change Conference, 3–14 Desember 2009, The United

Nations Climate Conference in Bali,

http://unfccc.int/meetings/cop_13/items/4049.php, diakses tanggal 13

November 2017.

Widiasanti, A.A., Hermawan, dan Karnoto, 2013, Analisis Penempatan Sel Surya

pada Atap Setengah Lingkaran sebagai Aplikasi Sistem Tenaga Off Grid,

Transient, Vol. 2, No. 3 : 791-798.

Widodo, D.A., Suryono, A. Tatyantoro, dan Tugino, 2009, Pemberdayaan Energi

(26)

17

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ketua Tim

Nama Lengkap Uffi Nadzima

Tempat Tanggal Lahir Pemalang, 05 September 1997

Alamat Jl. Arboi Raya RT/RW.005/010 Desa

Bojongnangka Pemalang Jawa Tengah Email/No. Hp [email protected]/

085743893939

Riwayat Pendidikan

TK TK AL-IRSYAD PEMALANG

SD SDN 01 KEBONDALEM PEMALANG

SMP MTs HUSNUL KHOTIMAH

KUNINGAN JAWA BARAT

SMA MA HUSNUL KHOTIMAH KUNINGAN

JAWA BARAT

Perguruan Tinggi UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Riwayat Organisasi

Staff Bendahara Kabinet BEM FMIPA UNS 2017

Sekretaris DPA BIRO AAI UNS 2017

Staff DPPAK BIRO AAI UNS 2016

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)

-

Penghargaan yang Pernah Diraih

2015 Sertifikat ESQ Leadership Training

2015 Sertifikat Achievements Motivation

Training

2015 Sertifikat Latihan Kepemipinan

(27)

18

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Anggota 1

Nama Lengkap Hanik Farida

Tempat Tanggal Lahir Boyolali, 13 Januari 1998

Alamat Karangasem, Guli, Nogosari, Boyolali

Email/No. Hp [email protected]/

Perguruan Tinggi UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Riwayat Organisasi

Staff bidang Jaringan SKI FMIPA UNS 2017

Anggota Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) UNS

Sekretaris WIKIMATIKA 2017

Staff bidang Apresiasi Mahasiswa Himatika FMIPA UNS 2016

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)

- -

Penghargaan yang Pernah Diraih

2015 Sertifikat ESQ Leadership Training

2015 Sertifikat Achievements Motivation

Training

2015 Sertifikat Latihan Kepemipinan

(28)

19

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Anggota 2

Nama Lengkap Putri Suci Amanah

Tempat Tanggal Lahir Sragen,10 Maret 1997

Alamat Bubak Rt 02/002, Ngebung,

SD SDN JETIS KARANGPUNG 1

KALIJAMBE

SMP SMP N 1 GEMOLONG

SMA SMA N 5 SURAKARTA

Perguruan Tinggi UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Riwayat Organisasi

Anggota Keuangan DEMA FMIPA UNS

Staff Sekretaris BEM UNS 2016

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)

- -

Penghargaan yang Pernah Diraih

2015 Sertifikat ESQ Leadership Training

2015 Sertifikat Achievements Motivation

Training

2015 Sertifikat Latihan Kepemipinan

Gambar

Gambar 1. Komponen pada Photovoltaic
Gambar 2. Karakteristik Photovoltaic Berdasarkan Perubahan Suhu (Fuadi et al.,
Gambar 3.Photovoltaic Sistem On Grid

Referensi

Dokumen terkait