Sliding genioplasty
pada penatalaksanaan deformitas dagu
Edi Supriyanto*, Asri Arumsari**, Bambang A. Sulthana***
*Peserta PPDGS Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UNPAD/RS. Dr. Hasan Sadikin **Staf Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UNPAD/RS. Dr. Hasan Sadikin ***Staf Bagian Bedah FK UNPAD/RS. Dr. Hasan Sadikin
Bandung, Indonesia
ABSTRACT
Chin contour and position is important component in facial balance. Deformities of chin may occur as isolation deformity or associated with other dentofacial deformities. This is a case report of 15-year old girl with chief complaint of chin deformity, and sliding genioplasty has been performed without any complication.
Key word: Chin deformities, sliding genioplasty, cosmetic surgery
ABSTRAK
Posisi dan kontur dagu merupakan komponen penting dalam keseimbangan wajah. Deformitas dagu dapat terjadi tersendiri, atau merupakan bagian dari kelainan dentofasial lainnya. Pada kasus ini dilaporkan seorang anak perempuan berumur 15 tahun datang dengan keluhan deformitas dagu dan dilakukan tindakan bedah kosmetik
sliding genioplastytanpa komplikasi.
Kata kunci: Deformitas dagu,sliding genioplasty, bedah kosmetik
Koresponden: Edi Supriyanto, Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran/RS. Dr. Hasan Sadikin Bandung, Indonesia.
PENDAHULUAN
Kecantikan wajah terletak pada proporsi yang seimbang dari seluruh unsur wajah seperti susunan gigi, tulang, jaringan lunak, dan hubungan unsur yang satu dengan yang lain. Dagu merupakan unsur wajah dominan yang memiliki peran penting dalam bentuk wajah secara menyeluruh.1
Dalam bidang bedah kosmetik seringkali pasien terfokus pada struktur hidung, mata, dan kulit. Meskipun demikian ahli bedah sering mengidentifikasi sepertiga wajah bagian bawah sebagai daerah yang dapat dimodifikasi secara bedah untuk memperbaiki penampilan dan keharmonisan wajah secara menyeluruh. Profil pasien dapat diubah secara bermakna, baik dengan prosedur augmentasi maupun dengan cara
reduksi. Hubungan yang seimbang antara bagian anterior dan posterior dari dagu dengan wajah merupakan penilaian penting dari wajah secara keseluruhan.2
Terdapat beberapa cara pembedahan untuk memperbaiki deformitas dagu. Implantasi aloplastik dan augmentasi sliding genioplasty
merupakan dua metode yang dapat diterima sekarang ini untuk memajukan dan menambah ketinggian dagu. Sedangkan teknik untuk mengurangi ketinggian atau penonjolan dagu yang berlebih dapat dilakukan dengan sliding genioplasty reduksi atau dengan mengurangi tulang dagu secara langsung dengan bur.3
Genioplasty atau dikenal juga sebagai
Edy Supriyanto dkk.: Sliding geni
tersendiri atau dilakukan be osteotomi mandibula atau maksil
genioplasty pertama dikenalkan tahun 1942 melalui pendekat Sekarang prosedur ini lebih s melalui pendekatan intra oral horisontal dan pematahan tulang bawah ketinggian nervus m
genioplasty dapat memajukan ata dagu dalam arah anteropos memanjangkan dagu dalam dime memperbaiki asimetri dagu transversal.1,3,4
Secara anatomi, dagu me inferior dari lipatan labiomenta yang memisahkan bibir dari dagu. menutupi daerah simfisis mandi ini adalah mentalis quadratus triangularis, orbikularis oris, Cabang dari nervus fasialis mempe ini. Otot geniohyoid, genioglos belli dari otot digastikus me permukaan posterior dan i mandibula.4
Inervasi sensoris daerah da nervus mentalis pada kedua sisi kelanjutan dari nervus alveolar merupakan cabang dari nervus Semua nervus ini berasal dari ne
Gambar 1. Defo sampi
g genioplasty pada penatalaksanaan deformitas
bersama dengan sila lainnya.Sliding
an oleh Hofer pada katan ekstra oral. h sering dilakukan oral dan osteotomi lang dilakukan di mentalis. Sliding
n atau memundurkan oposterior, maupun mensi vertikal serta u dalam dimensi
merupakan daerah ntal, yaitu lekukan dagu. Beberapa otot andibula. Otot-otot tus labii inferior, oris, dan platisma. mpersarafi otot-otot lossus dan anterior melekat sepanjang inferior simfisis
h dagu berasal dari isi yang merupakan olaris inferior yang rvus mandibularis. i nervus trigeminus
(N.V). Inervasi motoris da cabang-cabang nervus fasia
LAPORAN KASUS
Seorang anak perempua datang ke Poli Bedah M RSHS Bandung dengan ke dari wajah terutama dag sekitar 8 tahun yang la penampilan meski tanpa Riwayat operasi sebelum sendi rahang kanan karen mulut, dan tahun 2008 rahang bawah karena per kurang. Riwayat trauma ke tahun.Pada pemeriksaan k asimetri dari dagu, yaitu da dibandingkan dagu kiri (Ga
Dilakukan dua radiografi, yaitu panoramik pemeriksaan panoramik pergeseran dari garis ten kanan dan perbedaan panj 2). Sedangkan pada pemer didapat adanya kelainan terhadap maksila dalam namun didapat asimetri da rahang bawah bergeser ke a
eformitas dagu secara klinis, A. tampak depan, B. t mping.
75
daerah dagu berasal dari sialis (N.VII).5
mpuan berumur 15 tahun Mulut dan Maksilofasial n keluhan adanya asimetri dagu. Keluhan dirasakan lalu, yang mengganggu npa disertai rasa sakit. umnya, tahun 2005 pada rena tidak bisa membuka 2008 operasi memajukan pertumbuhan rahang yang ketika usia 9 bulan, dan 5
n klinis didapat adanya dagu kanan lebih panjang (Gambar 1A dan B).
macam pemeriksaan mik dan sefalometri. Pada mik didapat adanya tengah rahang bawah ke anjang sisi dagu (Gambar eriksaan sefalometri tidak nan hubungan mandibula m arah anteroposterior, dagu dengan garis tengah e arah kanan (Gambar 3).
Gambar 2
Pasien ini didiagnosis deng deformitas dagu dalam bidang pergeseran garis tengah insisivus
Gambar 3. Ga
Gambar 4. Pembua mentale
ar 2. Gambaran radiografi panoramik
dengan asimetri atau ng frontal dengan us rahang bawah ke
kanan. Kepada pasien ini tindakansliding genioplast
arah kiri. Gambaran radiografi sefalometri.
buatanguideline.A. Guidelinevertikal di garis teng ntale.B. Pembuatanguideline horizontal
ni kemudian direncanakan
Edy Supriyanto dkk.: Sliding geni
Penatalaksanaan
Kepada penderita dilakukan via nasoendotrakeal, dilakukan ekstra oral dengan alkohol 70%
solution10%.
Pembuatan pola insisi deng a/r vestibulum rahang bawah dari dengan 43. Insisi sesuai dengan dengan menggunakan pisau dilakukan pembebasan otot m
rasparatorium.
Pembuatan guidline vertika tulang mentale dengan mengguna
Gambar 5. Pemasanganpl screw
Gambar 6. Pasca tindak hari ke -10
g genioplasty pada penatalaksanaan deformitas
ukan narkosis umum n tindakan aseptik 70% dan Betadine
ngan methylen blue
dari regio 33 sampai ngan pola dilakukan u dan selanjutnya mentalis dengan
ikal di garis tengah gunakan round bur
(Gambar 4A). Pembuatan disisi kanan sampai de menggunakan round bur. pemotongan tulang denga
guideline sampai dengan 4B). Pembuatan guidline
sampai dengan ga menggunakan round bur. pemotongan tulang denga sesuai guideline, sampai de sisi kiri.
Dilakukan pergeseran sisi kiri sampai dengan prof lebih 1 cm) dan dilakuka
hole 4 screw untuk Penghalusan tulang dilakuk dan kanan dan dilanjutka perdarahan dan penjahitan
mentale dilakukan dengan plesterHypafix.
Pada kontrol hari pembengkakan, tanda-t komplikasi pasca operasi (G
PEMBAHASAN
Deformitas bagian a dapat terjadi dalam s horisontal dan sagital), me dimensi anteroposterior dar Tindakan bedah untuk lama digunakan. Teknik mengoreksi deformitas
recontouring dan osteotom dagu. Keduanya dapat d tanpa bone grafts, bo alloplastic implants. Owin fiksasi dengan plate da penanganan fraktur maks sendiri merupakan salah sa lebih disukai.5-8
nplatedan
ndakan bedah 10
77
tan guideline horizontal
dengan midline dengan
bur. Selanjutnya dilakukan ngan fisher, sesuai dengan an garis tengah (Gambar
ne horisontal di sisi kiri garis tengah dengan
bur. Selanjutnya dilakukan ngan menggunakan fisher, i dengan garis tengah di
an tulang mentale ke arah rofil wajah sesuai (kurang ukan pemasangan plate 6 fiksasi (Gambar 5). kukan pada kedua sisi kiri tkan dengan penanganan tan luka operasi. Dressing
an tekanan menggunakan
i ke-10, tidak terdapat nda-tanda infeksi dan
i (Gambar 6).
n anterior dari mandibula segala arah (vertikal, meliputi tinggi, lebar, dan dari dagu.5
untuk mengoreksi dagu telah nik pembedahan untuk tas meliputi osseus
omi untuk merubah posisi t dilakukan dengan atau
bone substitutes, atau ing menggunakan teknik dan screw seperti pada aksilofasial. Genioplasty
Osseus genioplasty adalah autogenous method untuk merubah ukuran, atau bentuk, maupun keduanya, dari simfisis mandibula. Merubah kontur dagu dengan membuang sebagian tulang dagu atau menambahkan bahan bone graft. Secara umum berarti melakukan tindakan pemotongan tulang atau (osteotomi) pada bagian anterior dari mandibula dalam arah horisontal di bawah foramen mentale.9
Pada kasus ini ditegakkan diagnosis sebagai suatu deformitas pada dagu dan setelah melalui pemeriksaan sefalometri didapat pergeseran titik tengah dagu ke arah kanan kurang lebih 1 cm sehingga diputuskan untuk melakukan tindakan operasi sliding genioplasty dengan menggeser dagu secara horisontal dalam bidang frontal ke arah kiri sejauh kurang lebih 1 cm.
Sliding genioplastydapat dilakukan di bawah anastesi umum atau sedasi intra vena dengan blok nervus mentalis. Intubasi nasotrakhea dipakai jika genioplasty dilakukan tanpa tindakan
rhinoplasty. Insisi dibuat pada mukosa vestibulum secara horisontal dari regio gigi kaninus. Saat melakukan diseksi mukosa perlu diperhatikan dan diidentifikasi keberadaan nervus mentalis agar tidak menyebabkan trauma pada nervus mentalis.7
Pola osteotomi dilakukan di bawah apeks gigi-gigi dan sedikitnya 5 mm di bawah foramen mentale. Jarak ini akan mencegah terjadinya trauma pada nervus mentalis yang biasanya terletak di dalam kanalis alveolaris inferior sekitar 2-3 mm di bawah foramen mentale.1,4
Komplikasi dari sliding genioplasty meliputi perdarahan, edema, infeksi, dan wound dehiscences. Pada umumnya insidensi perdarahan dan infeksi sangat rendah jika hemostasis dan teknik aseptic diikuti. Kemungkinan lain adanya trauma nervus mentalis atau non-union antar segment tulang dan
kegagalan dari segi kosmetik, terutama jika hanya tindakan genioplasty yang dilakukan pada deformitas wajah yang komplek, misalnya
orthognatic,dan rhinoplaty.1,3,4,7
Pada pasien anak-anak dan usia muda, pertumbuhan gigi dan nervus mentalis sangat berdekatan dengan bagian inferior dari border mandibula, sehingga berisiko selama tindakan osteotomi.Operasi daerah dagu sebaiknya ditunda sampai usia 12 tahun atau lebih karena pertumbuhan dentoalveolar telah selesai.5
Pemilihan tindakan sliding genioplasty
memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan alloplastic chin implants. Selain hasil estetik yang memuaskan dengan komplikasi yang minimal dan biaya yang lebih murah, sliding genioplasty dapat mengoreksi abnormalitas dagu dalam segala arah, dengan teknik yang mudah dan effektif.10
SIMPULAN
Telah dilakukan tindakan operasi pada anak perempuan umur 15 tahun yang mengalami deformitas dagu dengan teknik sliding genioplasty. Hasil pasca bedah tanpa komplikasi dan pasien rawat jalan pada hari keempat.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sykes JM. Aesthetic correction of chin deformities – bony genioplasty; 2002. Available at http:// link.springer/eMedicine. com. Diakses 2 Juli 2009.
2. Booth PW, Schendel SA, Hausamen JE. Maxillofacial surgery, vol. 2. Philadelphia: Churchill Livingstone – Elsevier; 2007. p. 1414-21.
3. Chang EW, Lam SM. Genioplasty; 2002. Available at http://www.eMedicine.com. Diakses 10 Juli 2009.
Edy Supriyanto dkk.: Sliding genioplasty pada penatalaksanaan deformitas 79
5. Kaban LB, Troulis MJ. Pediatric oral and maxillofacial surgery. Philadelpia: Saunders; 2004. p. 383-6.
6. Spiess IB. Internal fixation of the mandible: A manual of AO/ASIF principles. Berlin: Springer- Verlag; 1989.
7. Greenberg AM, Prein J. Craniomaxillofacial reconstructive and corrective bone surgery principles of internal fixation using the AO/ASIF technique. New York: Springer –
Verlag; 2002. p. 623-38.
8. Harle F, Champy M, Terry BC. Atlas of craniomaxillofacial osteosynthesis. New York: Thieme; 1999. p. 96-7.
9. Thorne CH, Beasley RW, Aston SJ. Grabb and Smith’s plastic surgery. 6th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2007. p. 557-61.